Selasa, 15 April 2008

SEJARAH UNEJ, DIDIRIKAN, HANYA MODAL TEKAD

JEMBER, CENDANA POS - Cita-cita luhur haruslah diiringi tekad kuat agar terwujud seperti apa yang diharapkan dan mampu melewati segala hambatan dan kendala dengan ringan. Pesan moral seperti itulah yang akan terekam di dalam benak kita, jika menilik kembali awal berdirinya Universitas Djember (UNED) sebutan semula.
Perjalanan berdirinya Universitas Jember – kini- tidak semulus yang terlihat sekarang ini. Dengan bangunan megah dan ribuan mahasiswanya. Dulu, kuliah harus berpindah-pindah tempat karena belum punya gedung sendiri dan masih kurangnya dukungan pemerintah daerah serta keraguan Residen Madura saat itu soal berdirinya Universitas di wilayah Besuki. Namun hambatan itu tidak dihiraukan, hingga bisa menjadi lembaga besar seperti saat ini.
Berawal dari cita-cita dan pemikiran DR. R. Achmad, R. Th. Soengedi dan M. Soerachman untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Jember, maka pada tanggal 1 April 1957 mendirikan Yayasan Tawang Alun (Unita).
Yayasan ini disahkan Akte Notaris No 13 / 8 Maret 1958. Menurut catatan sejarah nama Tawang Alun diambil dari nama raja terakhir Hindu Blambangan periode 1670-1691.
Tiga serangkai tokoh pendiri Yayasan Tawang Alun, tidak semuanya berprofesi sebagai tenaga pendidik, tapi mereka sangat peduli dengan kemajuan dunia pendidikan. dr. R. Achmad adalah seorang dokter partikelir, R. Th. Soengedi berprofesi sebagai pendidik dan M. Soerachman adalah seorang pamong praja.
Pada tanggal 4 Nopember 1957 Yayasan Tawang Alun berhasil mendirikan universitas sawasta dengan nama Universitas Tawang Alun, dengan 1 Fakultas yaitu fakultas hukum. Pada saat itu, perkuliahan dilaksanakan di GNI Jember (Gedung Nasional Indonesia) dan SMP Katolik Putra. Perkuliahan awal diikuti oleh 33 orang mahasiswa dengan tenaga pengajar dari pegawai pemerintahan dan tokoh pendidik lainnya.
Sedikit angin segar baru bisa dinikmati Unita pada tahun 1957, karena R. Soedjarwo-Bupati Jember saat itu sangat peduli dengan pendirian Universitas tersebut, dengan menyumbang gedung di Jl. Moch Seroedji 120 sebagai sumbangan dari Pemkab Jember. Pada tanggal 26 Januari 1959, R. Soedjarwo diangkat menjadi Ketua Yayasan Tawang Alun menggantikan R. Th. Soengedi.
Sejak itulah menghimpun dana dari masyarakat mulai dilakukan dengan mengumpulkan botol kosong dan buah kelapa dari seluruh Camat se-Kabupaten Jember untuk melengkapi sarana dan prasarana Unita termasuk memperbaiki gedung di Jalan Moch Seroedji 120 dan tanggal 23 Mei diresmikan penggunaannya.
Selain memperoleh dukungan dana dari Pemkab Jember dan perusahaan perkebunan nusantara yang ada di Jember, Unita juga mendapat sumbangan dari pengusaha swasta PTP 27. Pada tahun 1961 pihak PTP 27 menyumbang sebidang tanah seluas 7511 m2 beserta bangunan seluas 2267 m2 yang digunakan sebagai ruang kuliah dan laboratorium. Dalam awal pendiriannya selain dukungan, Unita juga mendapat hambatan, pengelola GNI keberatan jika gedungnya digunakan untuk ruang kuliah dan pada tahun 1959 Residen Madura mengirim surat kepada pihak Unita yang berisi tentang keraguan berdirinya universitas di wilayah besuki.
Hambatan dan kendala tersebut tidak menjadi masalah dan pada tanggal 15 September 1961 Unita menambah 2 Fakultas yaitu Fisip dan Fkip, pada tanggal 10 November 1961 Fak. Pertanian dan Fak. Kedokteran didirikan, pengembangan dan pembangunan terus dilakukan.(bersambung/Agus)

Tidak ada komentar: