Rabu, 28 Mei 2008

ANAK PEDAGANG KOPI DIPERKOSA RESIDIVIS

• Digarap di Rumah Pak Haji Kaliwates

JEMBER – Siapapun tidak menerimakan jika anaknya dilarikan selama 3 hari tanpa pamit, lalu pelakunya adalah residivis, dan pulang – pulang mengaku diperkosa. Nasib ini, menimpa keluarga Buhari (45) warga Jl Raden Patah, Talangsari Jember, seorang pedagang warung kopi di Pasar Tanjung.
Kasus ini, langsung dilaporkan ke Mapolres Jember untuk ditangani karena keluarga korban menuntut secara hukum. Yang membuat korban lebih berani adalah, karena dia ternyata anggota LSM Gempar, yang dikenal vokal di Jember.
Didampingi Ketua LSM Gempar, Ansori, keluarga korban mengadukan dan melaporkan kasus membawa lari anak orang, dan perkosaan itu ke Mapolres Jember tepatnya di Unit RPK Reskrim. Di sana korban dimintai keterangan, bersama ibu dan ayahnya. Korban didampingi juga oleh saudara dan pamannya.
Ceritanya, korban yang masih di bawah umur bernama Bunga (14) tahun ini pernah suatu kali ditunangkan dengan seseorang bernama Ripin. Tapi, karena kelakuan Ripin, tak mencerminkan akhlak mulia anak dari hasil perkawinan broken home Buhari, dan istrinya itu ikatan pertunangan dibatalkan.
Bunga, tinggal bersama neneknya di Kampung Gedangan, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Tapi, sejak Minggu (25/5) kemarin dia diajak keluar oleh Ripin. Dia dibujuk hendak dibelikan jaket. Karena anak masih lugu, dia menurut saja. Apalagi yang mengajak adalah mantan tunangannya.
Ternyata, anak ingusan ini diajak di rumah H Suparto, di Jl Hayam Wuruk. Diduga selama tidak pulang itulah korban digarap. Karuan saja, keluarga minta anaknya divisum. Tapi, sayang hasil visum masih akan dikeluarkan RSUD dr Soebandi Jember seminggu lagi.
Kini keluarga menunggu kejelasan proses hukumnya. Saat diperiksa Bunga, mengaku senang dengan Ripin. Tapi, saat ditanya berulang – kali jawabannya berbeda-beda. Inilah yang membuat keluarga shock. Sebab, Bunga terlihat muram, sedih, dan ketakutan.
“Dia trauma Mas. Ditanya polisi itu jawabannya tak jelas. Dia takut sekali. Ini butuh penyidik yang mengerti kejiwaan perempuan,” ujar Baidi, anggota LSM Gempar.
Ketua LSM Gempar Ansori, melihat anak dari anggotanya dipecundangi oleh residivis itu mendesak Kapolisian serius menangani kasusnya. Karena korban masih di bawah umur.
Rifin (29) warga Jl Hayam Wuruk Gang I yang juga anak buah H Suparto – yang dikenal tuan tanah itu, masih berkeliaran. Itu yang disayangkan oleh Ansori, sebab saat korban hendak melapor itu dipulangkan oleh Ripin, tapi setelah dijemput oleh Polisi Polsek Kaliwates. Ripin, dipertanyakan kenapa tidak diambil saat itu juga.
Ansori, meminta tersangka segera ditangkap, sebab pelaku adalah residivis berbagai kejahatan. Dia tak ingin penegakan hukum akan melemah, apalagi ada keterlibatan orang kuat dalam kasus ini.
“Saya minta orang - orang yang membantu kelancaran aksi penyekapan, pemerkosaan, dan melarikan anak orang lain itu harus diseret juga dijerat ke masalah hukum,” tegas Ansori.
Kasatreskrim Polres Jember AKP Holilur Rahman, SH, saat dikonfirmasi tidak ada di tempat. Dia dan Kapolres AKBP Drs Ibnu Isticha, mendampingi Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo, Msi, dalam lawatan ke Jember, meresmikan USB SMPN 2 Ajung di Mangaran Ajung melalui jalan udara dan mendarat di Bandara Notohadinegoro Jember.kim

Tidak ada komentar: