Minggu, 27 Juli 2008

PULUHAN KYAI BERTEMU DI RUMAH FPI

Pengajian Ukhuwah Islamiyah

JEMBER - Pengajian akbar yang digelar di rumah tokoh Front Pembela Islam (FPI) KH Mukmin Mahally di Komplek Pesantren Nurul Mukmin Desa Jatikoong, Jatiroto, Sumberbaru, Jember Sabtu (26/7) siang, berhasil mempertemukan sejumlah tokoh berbagai aliran di Jember bahkan se Jawa Timur.
Kendati sempat diisukan pertemuan ini ditunggangi oleh salah satu calon Gubernur Jatim, tapi hingga berakhirnya acara itu tidak terbukti. Bahkan panitia jauh hari sebelumnya menegaskan bahwa pertemuan tokoh, kyai, dan pemuka agama Islam se Jawa Timur ini hanya untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah belaka.
Tapi, sayang Bupati Jember MZA Djalal, yang diundang khusus dalam pertemuan itu malah tidak hadir. Beberapa kyai yang hadir adalah KH Sahilun A Nasir (Ketua MUI), KH Syadid Jauhari NU Jember, HM Baharuddin Rosyid (Muhammadiyah), KH Lutfi Achmad, KH Lutfi Bashori Alwi Malang, Kh Shofi Sholeh Kaliglagah, Kh Achmad Rofi Lumajang, Habib Abdullah Bin Husen Al Hamid Pasuruan, DR KH Abdullah Syamsul Arifin, KH Mas Asror Abdul Hannan, Habib Abdurrahman Bin Husen Assegaf, KH Mawardi Zein, Habib Muhammad Bin Jakfar Ali Baharun Probolinggo, KH Habid Hasbullah Jember, Habib Abu Bakar Bin Ali Al Bahar , Habib Muchdor bin Muhammad Al Hamid Tanggul, dan KH Wasil Sarbini, Jember.
Sementara itu KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Jakarta memberi kabar tidak datang melalui SMS, karena berbenturan dengan acara lain. Yang disesalkan adalah tidak ada konfirmasi dan jawaban dari Bupati Jember MZA Djalal, selaku pemegang wilayah di Jember.
“Kita menerima pemberitahuan dari kyai yang tidak hadir. Tapi, Bupati tidak memberi tahu alasannya. Padahal, kita menunggu saran dari pemegang wilayah untuk kepentingan ukhuwah islamiyah di Jember ke depan,” ujar Habib Haidar Bin Achmad Al Hamid, Ketua Penyelenggara pengajian.
Di akhir acara, konsep ukhuwah Islamiyah yang digagas para kyai, dan tokoh agama Islam se Jawa Timur ini adalah dengan pembentukan kegiatan serupa di masing – masing Kabupaten / Kota se Jatim secara bergiliran.
Menurut sejumlah kyai, pertemuan, pengajian sesama Tokoh Agama Islam se Jawa Timur ini sangat mendesak dilakukan karena masyarakat Jawa Timur memiliki gawe besar dalam pesta demokrasi berupa ke depan.
“Selain itu, juga untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah semua tokoh, masyarakat, penganut agama Islam untuk tidak saling terpecah belah. Berbagai aliran di Islam, yang muncul belakangan ini harus segera disikapi. Karena kalau tidak kita akan terpecah – pecah sebagai ummat Islam, dan gampang diadu domba,” ujar Baharuddin Rosyid, Ketua PC Muhmmadiyah, Jember.kim

Tidak ada komentar: