Rabu, 24 September 2008

BANWAS SUDAH PERIKSA 14 SKPD


JEMBER – Kendati memasuki bulan ramadhan yang diwajibkan menahan amarah, dan emosi. Tapi, tidak untuk menahan kinerja aparat pengawasan pemerintah dan birokrat semisal Badan Pengawas Kabupaten (banwaskab,Red).
Banwas yang dikepalai Drs Abd Muiz Balya, Msi, malah tambah meningkatkan kinerjanya. Hal itu dibuktikan dengan kian banyaknya masalah yang ditangani, dan diproses saat bulan ramadhan ini.
Sejak 1 September tupoksi kita jalankan lebih giat. Dan sudah ada 14 SKPD yang sudah rampung diperiksa, hingga 19 September 2008 ini.
Pemeriksaan keempat belas SKPD itu dinilai lancar kendati bulan ramadhan. Karena tidak terganggu situasi apapun. Apalagi menjelang akhir tahun anggaran, dibanding tahun lalu banyak program dilaksanakan di awal tahun.
Kata Muis, sesuai harapan Bupati MZA Djalal, laporan kinerja keuangan bagi SKPD yang diperiksa BPK minimal mendapat predikat Wajar dengan Syarat dilaksanakan sesuai perundangan yang berlaku, termasuk predikat tertinggi Wajar tanpa Syarat.
“Semoga pelaksanaan anggaran tahun 2008 ini jika diperiksa BPK dapat mencapai predikat tertinggi itu dan secara bersama-sama melakukan dengan baik, “ harapnya.
Badan Pengawas (Banwas) dalam memeriksa sesuai tupoksinya, ditambah tugas tambahan dalam aturan tak lain untuk tujuan menghasilkan predikat baik kinerja keuangan pemerintah yang dibuat Bappekab.
“Bappekab dalam membuat laporan ke BPK sebelum dilaporkan ke BPK, Banwas akan mengaudit rewiew terlebih dahulu,“ paparnya.
Banwas dalam pengawasannya dilakukan reguler seseuai program, sebab sebagai aparat pengawasan fungsional pemerintah, Banwas melaksanakan tugas-tugas program itu ditambah tugas khusus terkait pengaduan unit kerja.
“Semua harus dicover. Selain itu tugas-tugas lain dari Bupati harus dilaksanakan juga,” ujarnya.
Karena itu, bagi unit kerja yang telah diperiksa agar jangan berprasangka buruk (negative thingking), tapi harus melihat sisi positifnya.
“Karena Banwas tidak akan mencari-cari kesalahan dalam memeriksa. Tapi karena aturan dan koridor yang berlaku,” tegasnya.kim

Tidak ada komentar: