Minggu, 26 Oktober 2008

SATLAK INSTRUKSIKAN SIAGA BENCANA


JEMBER – Bencana alam 1 Januari 2006 menjadi inspirasi bagi semua warga masyarakat Jember terutama Pemkab untuk waspada terhadap datangnya bencana alam yang akan datang sewaktu – waktu, menyusul curah hujan kian tinggi di Kabupaten Jember belakangan ini.
Karena itu, Satlak Penanggulanan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Jember menginstruksikan kepada masyarakat agar selalu waspada menyusul datangnya musim hujan tahun 2008 ini. Terutama bagi mereka yang tinggal di lereng gunung dan dekat sungai.
Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas, S.IP yang juga ketua Satlak PBP Jember menyatakan itu saat membuka rapat koordinasi (rakor) siaga bencana antar instansi terkait, kemarin.
Dia menegaskan bahwa baru-baru ini telah terjadi musibah bencana di 7 kecamatan, yakni Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukowono, Ledokombo, Kalisat, Pakusari dan Arjasa. Tapi berkat kesigapan Satlak evakuasi dan rehabilitasi korban dapat ditangani dengan baik.
”Meski masih ada korban jiwa dan material, tapi dapat diminimalisir,” tukasnya.
Di depan Camat, anggota TNI, Polri, Pasukan Tagana, Dinsos, Bakesbang, Dinas Perhubungan, DKLH, DPU dan Kantor KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Kusen menyatakan bahwa rakor ini dimaksudkan untuk mensinergikan kembali sarana dan prasarana fisik dan non-fisik terkait penanggulangan bencana.
”Sebenarnya kita sudah tahu apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah terjadinya bencana, tapi kita cenderung mengabaikannya,” tukasnya.
Karena itu segala hal itu perlu di-refresh (diingatkan kembali, Red) kepada semua Camat, Kepala SKPD terkait untuk mengaktifkan kembali tugas-tugas Satlak di Kecamatan.
”Sebab, upaya penanggulangan bencana merupakan pelayanan kepada masyarakat yang sifatnya urgen melibatkan semua komponen kecamatan dan masyarakat sendiri,” tambahnya.
Dia berharap Pemerintah Desa juga segera membuat Posko informasi yang tugasnya memberi informasi kepada masyarakat tentang segala hal terkait bencana semisal kemana harus minta bantuan, dan menginformasikan wilayah bencana.
Dalam setiap bencana, yang terpenting adalah penanganan awal bagi para korban bencana, untuk penanganan lanjutan semisal rehabilitasi, merupakan tugas Pemerintah selanjutnya.
Dalam kesempatan Asisten 2 Ekbang Drs. Edy B. Susilo, M.Si, juga menyarankan kepada Camat untuk segera melakukan deteksi dini, lapor cepat dan tanggap darurat terhadap kondisi wilayahnya masing-masing.
”Kita harap Posko Bencana selama 24 jam penuh diaktifkan lagi,” tambah Edi Susilo.
Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) juga diminta segera berkoordinasi dengan Balai Meterologi dan Geofisika (BMG) Propinsi untuk meminta laporan terkait prakiraan cuaca daerah. Sementara itu, di Dinas Kesehatan sudah harus menyiapkan sarana - prasarana dan obat – obatan.kim

Tidak ada komentar: