Minggu, 29 Juni 2008

CAMAT HERWAN NANGIS, DITEMPATKAN DI KAMAR 4C

JEMBER – Ini pelajaran bagi mereka yang suka mengkorupsi uang negara. Pukulan berat dialami tersangka kasus dugaan korupsi Kasda Rp 18 miliar Ir Herwan Agus Darmanto, Camat Patrang. Sabtu (28/6) dia sedih dan menangis karena dipindah dari ruang KPLP Lapas Kelas II A, ke kamar nomor 4 di blok C.
Ir Herwan, juga bertambah sedih saat dia ditinggalkan istrinya sendirian, sejumlah staf Kecamatan Patrang yang habis jam bezuknya.
Dia sempat meneteskan air mata. Dia merasa sedih, dengan perasaan bercampur aduk. Antara tidak terima ditempatkan di Blok C, dan ditinggal istri pulang.
Yang jelas penempatan Ir Herwan Agus ini berbeda dengan tersangka atau terpidana korupsi kelas atas lain semisal, Kabsub Dolog Jember Drs Mucharor dan Wakil Ketua DPRD Jember, Gus Mamak.
Kalapas Kelas II A Jember, Alvi Zahri BCip, S.Sos, MH, mengatakan memiliki kebijakan tersendiri menempatkan Ir Herwan Agus Darwanto, di blok C kamar nomor 4.
Dalam kamar nomor 4 di blok C ini sudah dihuni 20 orang tahanan lain dengan kasus berbeda-beda. Kebanyakan tahanan merupakan tahanan kasus narkoba dan ada 2 orang terpidana korupsi Sub Dolog, mantan Bendahara Sub Dolog H Ali Mansyur dan Kepala Gudang Mangli Prasetyo Waluyo.
Kamar baru Herwan ini bersebelahan dengan kamar terpidana korupsi kasda lain yakni mantan Plt Kabag Keuangan Mulyadi Ak MM.
KPLP Lapas Jember, Kadiono BcIP, membenarkan penempatan Herwan di kamar barunya itu. “Kita tidak membedakan antar satu tahanan dengan tahanan lain. Semua sama. Kebetulan jatah Pak Herwan di situ,” ujarnya.
Katanya ada kemungkinan Herwan memerlukan adaptasi agak lama dengan sejumlah penghuni lain, apalagi dalam satu kamar itu ada 20 orang yang berbeda-beda latar belakang dan perkaranya.kim

LIBATKAN CLUB MOTOR, KIRAB LOGO BBJ 2008

JEMBER- Ribuan motor berbagai atribut merah putih memadati Alun-alun Jember menyatu dengan kerumunan puluhan mobil Satpol PP dan club motor sebelum kirab Logo BBJ 2008 ke seluruh Kabupaten Jember yang dilepas Bupati Jember MZA Djalal.
Bupati Djalal mengatakan bansga Indonesia sebentar lagi memperingati hari Proklamasi yang bersejarah dan keramat maka BBJ 2008 akan memberi warna di ulang tahun kemerdekaan kali ini.
Warga masyarakat Jember menurutnya wajib sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia untuk merayakan hari bersejarah itu.
Saat ini Pemkab Jember, ingin mengajak masyarakat untuk lebih dalam memaknai HUT ke-63 RI dengan kemasan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
“BBJ adalah manajemen semua kegiatan bagi peringatan kemerdekaan,” ujarnya.
Di sana selama sebulan penuh banyak ajang adu prestasi, kreasi, dan inovasi dari anak - anak bangsa, baik bersifat regional, nasional hingga internasional.
“Kibarkan bendera merah putih sebulan penuh, di rumah - rumah, kantor dan dimana saja termasuk umbul-umbul spanduk merah putih sepanjang hari,“ tukasnya.
Diharapkan dengan BBJ sebagai peringatan HUT ke-63 RI, juga diharapkan tingkat ekonomi masyarakat tumbuh dari berbagai macam kegiatan tersebut.
“Bahkan jangka panjang nya warga Kota lain tertarik datang ke Jember untuk menanamkan investasi,“ harapnya.
Sebagai tuan rumah yang baik keramahan dan senyum warga Jember diharapkan bisa membuat rasa aman dan nyaman warga lain yang ada di Jember. Sehingga otomatis citra Jember di mata dunia penuh daya tarik bagi masa depan.
“Berikan semua informasi kepada para tamu saat berkunjung ke Jember,“ ujar Djalal.
Kirab logo BBJ kemarin dilakukan secara road show dalam 3 etape selama 3 hari. Pengirab nya adalah Satgas BBJ 500 personel terdiri pembawa logo BBJ, pembawa bendera merah putih dan pengawal logo BBJ.
Pengiringnya adalah 50 buah mobil Pemkab 400 motor club simpatisan, 500 motor karyawan/ti Pemkab Jember, dan 100 kendaraan promo, umum dan perorangan.
Konvoi kemarin ditadnai penyematan tanda peserta oleh Bupati Jember, MZA Djalal kepada peserta kirab disaksikan Muspida Jember.kim

WASPADAI SITUS PORNO !

JEMBER – Banyaknya sarana dan prasarana computer, serta globalisasi informasi melalui layanan internet yang sudah memasuki dunia pendidikan bukan tidak ringan tantangan dan ujiannya. Sebab, semua anak didik dari berbagai tingkatan bisa mengakses dengan mudah layanan di internet dan situs – situs global.
Maka dari itu, Drs H Achmad Sudiono, SH, Msi, Psi – Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember - meminta agar dampak globalisasi yang satu ini diwaspadai dan diperhatikan betul-betul. Sebab, jika anak didik tak terkontrol maka alamat – alamat situs yang ada di internet akan dengan mudah dibuka oleh mereka yang belum diperbolehkan.
“Peran orangtua sangat dominan di sini. Sepak terjang anak harus dikontrol, termasuk lingkungan yang harus diwaspadai agar sehat. Semua pihak tentu saja harus bertanggungjawab dalam hal ini, selain guru di sekolah,” ujar Achmad Sudiono.
Saat menghadiri acara lepas pisah dan peresmian gedung family gathering SDN Kepatihan I Jember, Sabtu (28/6) kemarin Kadiknas Pemkab Jember ini, tak akan tutup mata melihat kegigihan Kepala Sekolah (Kasek) Dra Retno dan Komite Sekolah P Ismindul, untuk merealisasikan gedung family gathering ini dengan cara swadaya.
“Ini saya kira murni sumbangan orangtua, dan hasil PSB 2007 kemarin. Alhamdulilllah dengan kerja guru dana Rp 314 juta ini bisa membuat siswa belajar dengan nyaman,” ujar Kadiknas, menimpali penjelasan Kasek.
Untuk tahun ajaran 2008 ini, SDN Kepatihan I ini juga akan merealisasikan ruang multi media, computer, dan laboratorium. “Ini jelas kepedulian komite dan peran orangtua siswa,” ujar Achmad.
Kadiknas yang dikenal sering bagi – bagi “uang” kepada anak yang berprestasi ini terus berkeliling. Ada yang disuruh bernyanyi, menghafal ayat Al Quran, hingga menyanyikan lagu Ayat – ayat cinta. Tak kehitung jumlah uang lembaran seratus ribuan yang dikeluarkan dalam acara kali ini.
Acara ini diakhiri dengan pemotongan pita peresmian gedung 2 lantai 3 ruang kelas dengan dihadiri oleh Lurah Kepatihan Sutirtohadi, UPTD Kaliwates Abdurrahman, dan 1024 wali murid SDN setempat.kim

CALON PRAMUGARI UJIAN KEJAR PAKET C

JEMBER- Long Life Education (Pendidikan Sepanjang Hayat) sangat pas dilekatkan kepada masyarakat yang memiliki semangat belajar tinggi untuk meraih cita – cita seperti yang dialami oleh Nonik Puspitasari, warga Jl dr Soebandi Jember ini.
Kendati berpenampilan sudah modis, dan berambut pirang dia tetap bersemangat belajar meneruskan sekolah setara SMA untuk mendapat ijazah setara SMA sebagai syarat mengikuti test Pramugari.
Pemandangan unik juga terlihat saat digelar ujian kejar paket C setara SMA non formal di Pakusari. Lelaki parobaya bernama Suryono kendati telah memiliki anak yang sudah Sarjana dia tak merasa malu sekolah lagi.
“Selain ijasah yang kami harapkan, dengan ikut kejar paket C juga dapat tambahan ilmu karena selama 3 tahun ada tambahan ilmu dari tutor,” akunya.
Pria berusia 52 tahun yang diketahui sebagai seorang Kepala Desa (Kades) ini mengaku tidak kesulitan mengikuti ujian mata pelajaran pertama sosiologi.
“Saya kira jawaban saya itu banyak benarnya, saya bisa kok,” ujarnya.
Di barisan bangku depan Nonik, warga keturunan yang terlihat bak model ini juga masih bersemangat. Dia tak mengenal malu mengikuti ujian kejar paket C kali ini. Perempuan cantik yang berangkat ujian dengan mengendarai hondda Accord Cello warga krem ini mengaku Drop Out (DO) tahun 2007 karena sering mbolos.
Tapi, kali ini dia mengaku harus mengejar ketertinggalan itu dengan mengikuti ujian kejar paket C, setara SMA.
Dia mengaku ingin meneruskan kuliah di Malang. Salah satu syaratnya boleh menyertakan ijasah kejar paket C setara SMA sebagai syarat pendaftaran. Maka dari itu, sebelum dia mengikuti test pramugari setelah lulus Perguruan Tinggi nanti dia mau mengikuti ujian kejar paket C.
“Saya kuliah di D1 Pariwisata Mas, nah kita butuh itu untuk test Peramugari,” ujarnya.
Di lain pihak, Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dispendik Kabupaten Jember mengatakan jumlah peserta ujian kejar paket C saat ini sekitar 522 orang.
“Ujiannya disebar di 17 Kecamatan secara bersamaan dengan peserta kejar paket C formal,” terang Sudiyono.kim

SDN JEMBER LOR III SIAP BERSTANDAR INTERNASIONAL

JEMBER - Dunia pendidikan di Kabupaten Jember, terus berbenah. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember merencanakan SDN Jember Lor III menjadi rintisan Sekolah Berstandart Internasional (RSBI) untuk menuju SBI.
Usulan SDN Jember Lor III menjadi RSBI ke pemerintah pusat ditinjau staf Dirjen TK-SD Departemen Pendidikan Pusat, Sabtu (28/6) kemarin.
“Setelah melihat kondisi SDN Jember Lor III secara dekat, kami optimis plus bisa meraih predikat sekolah berstandart internasional seperti syarat minimal luas sekolah sesuai persyaratan yang telah dimiliki sekolah ini,” ungkap Drs Sudharno, MM Dirjen TK SD Depdiknas Pusat.
Persyaratan lain yang menjadi pertimbangan penilaian sekolah bisa menyandang sebagai sekolah berstandart internasional adalah tidak mudah semisal dukungan dan animo masyarakat sekitar sekolah, jumlah murid, fasilitas yang berhubungan sarana dan prasarana perangkat, soft ware komputer yang dimiliki SD tersebut.
Lainnya, menjadi pertimbangan dari tim penilai pusat yang tidak hanya prestasi sekolah saja tapi dukungan dari semua pihak. “Peran dunia usaha dan Pemkab harus bisa ditunjukkan oleh pelaku-pelaku pendidikan di sini,” tukasnya.
Rombongan Dinas Pendidikan Pemprop Jatim yang mendampingi tamu dari Jakarta Drs Maksdun, mengatakan ada 5 lembaga yang sedang diproses sebagai pengusulan Propinsi Jatim.
“Di Jember diwakili SDN Jember Lor III. Untuk persiapan ini dilakukan beberapa tahun lalu bersama Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten dalam membina sekolah yang ditunjuk oleh masing-masing kabupaten, diantaranya sarana dan prasarana ruang laboraturium, perangkat lunak dan lain sebagainya,” ujarnya.
Belum lagi pembinaan kualitas guru semisal bekerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk menyekolahkan beberapa guru ke jenjang S2.
Drs Jumari, Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang ikut mendampingi tamu dari pusat mengatakan kesiapan SDN Jember Lor III ini untuk berpredikat Sekolah Berstandart Internasional. SDN Jember Lor III sendiri saat ini masih berstandar nasional. Tapi ke depan akan lebih meningkat lagi.kim

Jumat, 27 Juni 2008

MIRAS DAN NARKOBA DIMUSNAHKAN

• Minus Sabu – Sabu

JEMBER – Jajaran Polres Jember akhirnya memusnahkan ratusan botol minuman keras (miras) dan narkoba terdiri dari obat daftar G, depresan dan ganja.
Tapi sayang, minus Sabu – Sabu (SS) karena masih belum koordinasi dengan Kejaksaan. Pemusnahan ini dilakukan untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional 26 Juni 2008 kemarin.
Pemusnahan miras ini dengan menggunakan mesin gilas alat berat, sedang narkoba dibakar di tong sampah. Pemusnahan kali ini terdiri dari 7794 botol miras berbagai merek, ganja 745,7 gram serta obat daftar G sebanyak 5 dos.
Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Jember AKP Edy Sudarto mengatakan, aksi pemusnahan narkoba dan miras kali ini adalah hasil pengungkapan yang dilakukan jajaran Polres Jember selama bulan Januari - Juni 2008.
"Dalam waktu beberapa bulan saja kita berhasil meringkus 19 kasus narkoba. Jember harus bebas dari simpul pedagangan narkoba. Kita akan lakukan operasi lebih gencar lagi. Soal SS kita masih akan koordinasi lagi, mungkin Kejaksaan akan memusnahkan di lain waktu,” papar AKP Edy Sudarto, Jumat (27/6) kemarin.
Pemusnahan barang haram itu disaksikan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Jember, Asisten II Pemkab Jember Drs Edy B Susilo, Kajari Jember Elvis Johny SH, MH, Komandan Kodim 0824 Jember, serta tokoh masyarakat dan Gerakan Anti Narkotika dan Obat Terlarang (Granat) Jember.
Tak ketinggalan sejumlah perwakilan organisasi massa Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah Jember juga hadir.
Kapolres Jember AKBP Ibnu Isticha sendiri mengatakan bahwa pemusnaan barang bukti miras kali dan obat narkoba kali ini adalah hasil pengungkapan sitaan rutin Polres sejak 2007 – 2008.
“Peredaran minuman keras illegal ini jelas menjadi biang segala tindakan criminal dan awal gangguan kamtibmas di Jember,” ujar Ibnu.
Maka Kapolres berharap menjaga dan menjali komitmen bersama dengan masyarakat untuk menghilangkan peredaran miras. Karena kegiatan ini jelas mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan.kim

TUKANG MEBEL PERKOSA ANAK KELAS 4 SD

JEMBER – Suyono (44) warga Dusun Krajan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung ditangkap polisi karena terbukti memperkosa Bunga (10) anak kelas 4 SDN setempat setelah berlari ke luar Kecamatan, Panti Jumat (27/6) kemarin.
Sebelum ditangkap Bunga dan orang tuanya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Jenggawah. Di Mapolsek itu Bunga menceritakan semua kejadian hingga dia tak kuat menahan ingin bercerita kepada orangtuanya.
Bunga yang kelas 4 SD ini mengaku diperkosa selama 4 kali oleh Suyono. Lelaki bejat yang sudah berumur ini setiap kali memperkosa saat orangtua Bunga sedang pergi ke Pasar.
Bunga yang berada di rumah sendirian diperkosa dengan cara dibungkam mulutnya memakai tangan. Sedang tangan korban diikat dengan tali sobekan kain. Setelah puas melampiaskan nafsunya korban ditinggal dengan terlebih dahulu diancam dibunuh jika menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya.
Korban lantas diberi uang Rp 4.000 hingga Rp 5.000. Korban yang ketakutan ini terlihat sangat trauma melihat seorang lelaki. Dia juga ketakutan saat setiap kali didesak orangtuanya untuk bercerita. Dia terakhir kali diketahui berdarah – darah sehingga diperiksakan ke Puskesmas setempat.
Sepulang dari Puskesmas itulah Bunga lantas menceritakan kejadian yang dialaminya dengan ketakutan. Orang tua Bunga yang menolak dinamakan ini mengatakan bahwa setelah didesak beberapa kali anaknya baru cerita dan mengaku.
“Beberapa kali kita tanya baru dia cerita dan mengaku,” ujar orangtua Bunga.
Begitu melihat orangtua laporan ke Mapolsek pelaku yang juga tetangga korban ini melarikan diri. Dia kabur dari rumah selama sepekan. Dia kabur ke Kecamatan Panti, di rumah temannya.
Tapi, selang beberapa hari menjadi target operasi polisi Jenggawah, pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Dia saat diperiksa di depan penyidik menolak dikatakan membungkam, dan mengancam korban saat memperkosa.
Dia mengaku melampiaskan nafsu itu karena tidak kuat menahan gejolak di dadanya. Dia nekat melampiaskan nafsu nya itu dan memberi imbalan kepada Bunga dengan uang selama 4 kali. “Ada yang empat ribu, tiga ribu dan lima ribu,” akunya di depan penyidik.
Kasatreskrim Polres Jember AKP Holilur Rahman, SH, membenarkan laporan dan penanganan kasus perkosaan yang melibatkan Suyono, tukang mebel di Mangaran Jenggawah dengan korban Bunga anak tetangganya. Kini tersangka dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Jenggawah sebelum kasusnya disidangkan.kim

LOGO BBJ DIKIRAB HARI INI

JEMBER- Persiapan BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember) 2008 mulai mendekati puncaknya. Rencananya Sabtu (28/6) logo BBJ akan dikirab ke seluruh wilayah Kecamatan di Jember hingga 30 Juni.
Kirab dibagi 3 etape dengan start di depan Kantor Pemda (Jalan Sudarman) yang akan mengelilingi 31 Kecamatan se Jember untuk menginformasikan kepada warga.
“Masyarakat Jember kita informasikan mulai tanggal 1 Agustus 2008 selama sebulan penuh akan digelar BBJ,” ungkap Suhanan Kasatpol PP usai persiapan.
Tepat pukul 09.00 WIB etape pertama akan dilepas Bupati dan Muspida di depan kantor Pemkab diawali pengukuhan 500 Satgas BBJ dari personil Pol PP.
“Setelah Bupati Jember MZA Djalal mengukuhkan personil satgas BBJ, Bupati akan melepas rombongan kirab BBJ ditandai pengibaran bendera start,” jelasnya.
Finish kirab etape pertama berakhir di Lapangan Sukorejo dan dilanjutkan etape selanjutnya yang dilepas Asisiten I Tata Praja ke etape kedua di Kecamatan wilayah selatan berhenti di lapangan Kecamatan Gumukmas.
Esok harinya dari Kecamatan di wilayah barat menuju ke Kota lagi melewati Tanggul, Bangsalsari, Rambipuji, Panti, Sukorambi dan kembali di halaman Pemkab disambut Bupati dan Muspida.
Dalam kirab logo BBJ ini semisal di Lapangan Sukerejo Sumbersari dan Lapangan Gumukmas warga akan dihibur layar tancap dari Infokom.kim

Kamis, 26 Juni 2008

JASMAS DPRD JEMBER DIPOLISIKAN

JEMBER – Ketua Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Zainuddin, alias P Sainol, dan Subairi, sekretarisnya melaporkan dugaan penyimpangan dana Jaring Asmara (Jasmas) DPRD Jember dengan terlapor Prayitno Amd.
Pelapor menyatakan bahwa dia sebenar- benarnya sebagai pengurus Poktan Dewi Sri yang berkedudukan hukum di Desa Suco, Mumbulsari, dengan susunan Ketua Zainudi alias P Sainol, wakil Ketua Samsul hasan, Sekretaris Subairi, dan Bendahara Buhari. Tapi, dia menyesalkan karena nama Poktan belakangan dicatut sebagai penerima bantuan dana Jasmas.
Usut punya usut ternyata dana Jasmas Rp 47 juta itu ternyata sudah dialokasikan dan diberikan kepada H Zuhri warga Desa setempat. Ada indikasi bantuan itu sengaja disampaikan ke H Zuhri, karena kdekatan hubungan dengan anggota dewan itu.
Dana APBD Pemkab Jember tahun 2006 tersebut adalah dipergunakan untuk pembinaan konstituen dan keanggotaan partai bagi anggota DPRD sesuai fungsinya menyerap aspirasi masyarakat. Realisasinya berbentuk bantuan Jasmas.
Karena merasa tidak terima uang, tapi dalam LPJ disebutkan Poktan Dewi Sri menerima bantuan pelapor tidak terima dan melaporkan kasus itu ke Mapolwil Besuki. Kini kasus itu masih dalam taraf pemeriksaan saksi - saksi.
Keuangan Rp 47 itu ada indikasi dibagikan kepada H Zuhri, sebesar Rp 22 juta terdiri untuk pembiayaan rehab kantor Rp 10 juta. Untuk pembelian 2 buah hand traktor Rp 28 juta. Mesin dores Rp 5 juta. Dan penjemuran padi Rp 30 juta.
Informasi sebelumnya bahwa ada indikasi pembelian traktor tersebut sudah dibeli 4 tahun sebelum ada jasmas turun termasuk mesin dores. Demikian pula terkait lantai penjemuran padi tersebut.
H Zuhri, yang ditemui membenarkan bantuan Jasmas itu. Rinciannya adalah dia menerima bantuan Rp 47 juta. Diberikan ke pengurus DPC Rp 25 juta ( Rp 10 juta untuk rehab kantor DPC). Sisanya Rp 15 juta tak jelas siapa yang menyimpan.
H Zuhri, mengaku dia juga pengurus Poktan di Desanya. Namanya juga Dewi Sri. Dia tak mengetahui kalau ada Poktan lain bernama Dewi Sri saat itu. Selain menunjukkan stempel, dia juga mengakui telah direkomendasi Kades. Susunan pengurus Poktannya adalah H Zuhri, selaku ketua, Sekretarisnya Badrus, bendahara Helmi. Tapi menurut Asmoro, PPL setempat mengatakan bahwa tidak ada Poktan Dewi Sri dengan Ketua bernama H Zuhri. Yang benar katanya Poktan Dewi Sri dengan ketua Zainudi alias P Sainol.kim

2 ANGGOTA FKB DPRD RESMI ANGGOTA PKNU

• Terancam Dipangkas Gaji, dan PAW

JEMBER - Dua anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) di DPRD Jember Drs Hawari Hamim, dan Hj Mustautin, secara resmi menyeberang menjadi anggota Partai Kebangkitan Nahdhotul Ummah (PKNU) Jember. Dengan demikian keduanya terancam dipecat dari FKB DPRD, diganti antar waktu (PAW) dan dipangkas hak gaji dan tunjangannya.
Hal ini terungkap jelas dalam Surat KPUD Jember tertanggal 25 Juni 2008 kemarin surat nomor 270 / 225 / KPU JBR/ VI/ 2008 menjawab surat dari DPC PKB Jember nomor 295 / DPC -02 / IV / A.1/ VI/ 2008 tanggal 23 Juni 2008 yang ditandatangani Sudarisman, S.S.
Dalam surat KPUD Jember itu tidak banyak yang dijelaskan. Tapi, melihat surat klarifikasi dari DPC PKB jelas bahwa berdasarkan hasil verifikasi oleh KPUD Jember terkait parpol di Jember yang akan ikut Pemilu 2009 mendatang ada indikasi sejumlah oknum pengurus FKB DPRD Jember menyeberang ke PKNU.
Dalam surat DPC PKB itu sebelumnya diajukan semua daftar pengurus DPC, dan daftar susunan 17 anggota di FKB DPRD untuk diverifikasi apakah ada yang menjadi anggota PKNU atau tidak. Oleh KPUD dijawab secara resmi benar. Dua orang yakni Hj Mustautin, dan Drs H Hawari Hamim, telah menjadi anggota PKNU sesuai hasil verifikasi Parpol oleh KPUD Jember.
Ketua DPC PKB Jember Miftahul Ulum S.Ag, menegaskan bahwa dengan fakta itu bahwa kedua anggota FKB itu telah melakukan kebohognan publik. Dia selama ini mengambil gaji sebagai anggota FKB tapi menjadi anggota partai lain.
DPC PKB Jember meminta keduanya mencabut keanggotaannya di PKNU atau memilih mengundurkan diri dari FKB DPRD Jember.
Jika memilih bergabung dengan PKNU maka berarti keduanya tidak lagi berhak menjadi anggota FKB DPRD Jember dan tidak berhak pula menikmati segala fasilitasnya termasuk gaji.
“DPC PKB Jember mendesak KPUD Jember membatalkan proses verifikasi PKNU Kabupaten Jember, “ tegas Miftahul Ulum, didampingi Sekretaris Tanfidz HM Ayub Junaiedi, SH.
Terakhir dia meminta ketegaskan KPUD ini dalam waktu 2 x 24 jam sebelum DPC PKB mengambil langkah serius ke jalur hukum. Termasuk melakukan gugatan secara perdata dan melaporkan ke polisi karena pemalsuan identitas. kim

BIAYA UKUR TANAH GRATIS !

JEMBER - Pemerintah Pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggelar program Proyek Pemilikan Penguasaan Pengaturan Pengguna Tanah (P4T). Dalam program ini, biaya pengukuran tanah digratiskan.
Program P4T dari pusat ke daerah ini diperuntukkan khusus bagi warga miskin. “Kita dapat jatah 2.000 bidang (sertifikasi) yang nantinya akan kami sinergikan di Jember, “ Siswo Prajitno, Kepala BPN.
Diakui banyak lahan di Jember yang telah alih fungsi. Pertama digunakan Pertanian, tapi sekarang dibuka untuk ditanami Jati, Sengon, dan tanaman lagi tak melalui prosedur yang jelas.
Maka dari itu, tahun 2008 ini BPN Pusat meluncurkan program ini untuk memetakan kembali daearh yang berfungsi awal lahan tersebut sesuai peruntukannya.
“Sehingga kondisi itu sebenarnya perlu dilakukan pemetaan ulang dan ini didanai dari APBN, melalui BPN,” ujar Siswo.
Menurut Siswo, kebijakan ini bertujuan untuk pemutahiran data tahun lalu untuk dikirim ke Jakarta dan diharapkan dari hasil pemetaan itu (konversi) akan bisa dijadikan bahan kebijakan Pemerintah Pusat mendatang.
Ada beberapa daerah yang dapat program ini antara lain : Desa Sukamakmur sejumlah 500 bidang, Desa Kaliwining 500 bidang, Desa Ajung 500 bidang dan Desa Kelompangan 500 bidang.
“Masyarakat yang kurang mampu ini dalam pengurusan sertifikat digratiskan biaya ukurnya,” paparnya.
Menurut Siswo, program ini jelas untuk membantu meringankan masyarakat kurang mampu yang akan mensertifikatkan tanah mereka.
“Dengan P4T pengurusan sertifikat tanah jauh lebih murah karena ongkos ukur dibiayai pusat. Jangan sampai ada lagi biaya mahal,” ujarnya.
Menariknya, saat program diluncurkan ada batasan luas lahan yang akan disertifikatkan. “Biaya ukur yang dibiayai pemerintah ini akan meringankan beban masyarakat dalam mengurus tanah,” ujarnya.
Kepala BPN dalam program ini meminta dukungan dari semua pihak termasuk Kepala Desa agar program ini benar-benar bisa membantu rakyat miskin dalam mensertifikasi tanah mereka sehingga hak – hak mereka dilindungi secara hukum.kim

Pembagian BLT di 3 Kecamatan Lancar

JEMBER - Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin di sejumlah Desa di Kecamatan Gumukmas terjadi antrian panjang. Kendati berjalan lancar tapi diwarnai permohonan surat dadakan.
Terlihat di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas. Sebagian besar penerima BLT warga miskin itu sangat berharap karena bantuan itu akan digunakan membiayai kebutuhan sehari – hari termasuk biaya sekolah, dan kebutuhan dapur.
Camat Gumukmas, Drs Hariyono saat memantau pembagian BLT di Desa Purwoasri mengatakan tidak ada tambahan jumlah warga miskin. Kuota yang ditentukan itu berdasar data BPS Tahun 2005 untuk mengecek kebenaran penerima BLT.
Hariyono, membenarkan kendati lancar masih ada protes di sana sini. Tapi semua itu masih bisa diatasi oleh petugas. Rata- rata penerima BLT itu mendapat uang Rp 300 ribu serentak di 3 Kecamatan (Puger, Balung dan Gumukmas).
Pembagian BLT tahun ini dibagikan di Kantor Desa, bukan di Kantor Pos dan Kantor Kecamatan. Menurut Kepala Kantor Pos Indonesia Jember, Adi Sunanto, pelaksanaan itu agar lebih efektif pengambilannya sehingga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal penerima.
Adi Sunanto mengatakan berdasar data BPS tahun 2005 ada 237.413 RTM penerima BLT. Sementara itu penyaluran BLT di Kecamatan Balung di Desa Gumelar, juga berjalan lancar kendati masih ada warga yang belum menerima BLT.
Pantauan di lapangan, pencairan BLT di 3 Kecamatan : Balung, Puger dan Gumukmas tahap pertama ini dimulai sejak pagi berjalan lancar. Kendati ada protes di sana – sini terkait mereka yang belum mendapat BLT, tapi setelah dijelaskan warga menyadari karena data tersebut berasal dari pusat.
Kepala Desa Grenden Kecamatan Puger, Redi Isti Priyono mengatakan ada 664 RTM yang berhak mendapat BLT di wilayahnya. Tapi hasil verifikasi di lapangan beberapa hari lalu masih ada 48 orang yang tidak bisa cair karena ada yang pindah, meninggal dan tidak layak lagi.
“Jadi tahap I ini ada 516 RTM yang akan menerima BLT,“ paparnya.
Redi menambahkan, di desanya jumlah warga yang menerima atau mencairkan BLT berkurang. Bukan hanya lantaran warga ada yang meninggal dunia, tapi juga karena jumlah warga miskin berkurang.
“Kita berusaha mengawasi agar tepat sasaran itu saja saat ini,” ujarnya.kim

MANTAN KETUA RW INDEHOY DENGAN ISTRI ORANG

* Mau Dibacok Kabur Hingga Sekarang

JEMBER – Ini hubungan yang tak patut dicontoh. Mantan Ketua RW di lingkungan RW II Kaliwates Kidul, Taufik Andika (48) berbuat asusila. Dia tertangkap basah indehoy (diduga intim) laiknya suami istri dengan istri pemilik warung kopi dekat keluarahan Kaliwates, bernama B Huda (45).
Hingga kini baik Bu Huda, dan Taufik Andika, belum diketahui keberadaannya. Keduanya diduga kabur setelah tepergok suami Bu Huda, yang berusaha membacok pasangan haram ini. Keduanya kabur saat Saneman, suami B Huda, mengambil celurit dari warung berjarak 5 meter dari tempat mesumnya.
Saat itu, keduanya tepergok Saneman, sedang berhubungan laiknya suami istri dengan telanjang bulat usai sholat Subuh. Saneman, sebagai suami marah gak ketulungan. Apalagi lelaki yang menyelingkuhi istrinya adalah dia kenal. Tak lain adalah mantan Ketua RW setempat. Atas dugaan itu, Saneman melaporkan kasusnya ke Mapolsek Kaliwates.
Informasi sebelumnya, Taufik Andika, ditangkap basah oleh P Dha Saneman, suami B Huda, di kebun ketela yang ditumbuhi banyak pohon kelapa belakang warung kopi milik Saneman.
Kejadian tepergoknya Taufik secara tidak sengaja. Hal itu berawal saat usai sholat subuh Saneman tidak mendapati istrinya berada di kamar tidurnya. Bahkan dia sangat kaget ketika didapati saat terbangun itu istrinya sudah tidak ada di sampingnya.
"Saya kira ke sungai mandi. Saya langsung mau njemput dia ke sungai. Tapi dia tidak ada di sungai. Karena penasaran , saya keliling mencari jalan memutar dan lewat belakang warung saya, eh ternyata ada daun-daun ketela bergerak-gerak dan ada mereka," akunya menyesal.
Dari situlah, dia penasaran dan curiga melihat ada tanaman bergerak – gerak. Di tengah kegelapan pagi buta itu Saneman, berniat memeriksa dan menghampirinya perlahan. Tapi betapa kagetnya saksi pelapor saat mendapati istrinya sedang berindehoy dengan lelaki tetangganya sendiri.
Melihat hal ini, Saneman langsung mengambil celurit di warung. Dia berusaha mengejar Taufik yang sesaat setelah tepergok itu berusaha melarikan diri. Dia terbirit-birit tanpa mengenakan celana menuju mobil pick upnya.
Beruntung Saneman, bisa diredam emosinya oleh warga setempat. Akhirnya Saneman memilih melaporkan pemandangan yang baru saja dilihatnya itu ke Mapolsek Kaliwates.
Baru Rabu kemarin, Taufik dan istri Saneman dipanggil. Tapi sial keduanya belum diketahui keberadaannya. Diduga keduanya kabur karena takut, dan malu karena hubungan gelapnya terbongkar.
Di lain pihak, Kapolsek Kaliwates, AKP Mulyono, membenarkan ada laporan itu. Kini pihaknya bersama warga turun ke lokasi melakukan pengamanan karena ada gejolak yang mengarah pada amuk massa di rumah Taufik. kim

CAMAT PATRANG DIJEBLOSKAN KE PENJARA

• Sunardi Opname, Urung Ditahan

JEMBER – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Elvis Jhonny, SH, MH, akhirnya benar – benar membuktikan statementnya yang akan menjebloskan koruptor ke Lapas Kelas II A Jember Ir Herwan Agus Darmanto, Camat Patrang terkait dugaan korupsi dana Kasda Rp 7,9 milliar.
Kamis (26/6) siang Ir Herwan Agus Darmanto, sebelum dijebloskan ke lapas terlebih dahulu dipanggil Tim Kejati Jatim Hadi Sumartono, SH, dan Martono, SH, di Kantor Kejari Jember Jl Karimata untuk diambil keterangan dan proses administrasi.
Baru sekitar pukul 14.30 WIB, Camat Patrang ini didampingi istri, keluarga dan kuasa hukumnya Supadi, SH, diangkut mobil Kejari Jember untuk dijebloskan ke sel Lapas Kelas II A Jember. Untuk sementara Ir Herwan ini ditempatkan di ruang KPLP Lapas sebelum ditempatkan di sel ruangan tersendiri.
Hingga pukul 15.30 WIB kemarin tersangka Herwan masih menunggu kedatangan Kepala Lapas Jember Alfi Zahri, BcIP, S.Sos, MH dan petugas KPLP untuk proses administrasinya. Hingga sore kemarin belum terdengar ada upaya dari keluarga atau pihak kuasa hukum untuk mengajukan penangguhan penahanan.
Di lain pihak, tersangka Drs Sunardi Mantan Kabag Keuangan Pemkab Jember tahun 2004, yang terlibat dalam pencairan dana Kasda Rp 7,9 milliar tanpa SPM dan menyalahi prosedur di Bank Jatim berupa Deposito On Call (DOC) ini tidak ditahan. Dia belum bisa diserahkan karena dia mendadak mengalami sakit dan terpaksa harus diopname di RS Jember Klinik akibat kadar gulanya naik, tekanan darah tinggi, dan komplikasi lainnya.
Di rumah Drs Sunardi terlihat sepi. Tak satupun keluarga Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesina (IPSI) Jember ini ada di rumahnya. Sementara di RS Jember Klinik (PTPN X) juga masih belum bersedia menerima wartawan karena kondisi kesehatan Sunardi.
HM Basyar Rifai, SH Kasi Pidsus Kejari Jember saat dihubungi membenarkan penyerahan berkas kasus korupsi tahap II dengan tersangka Camat Patrang Ir Herwan ke Lapas. Tapi, berkas satunya dengan tersangka Drs Sunardi, masih tertunda karena kesehatan tersangka. Kejati tidak bisa berbuat banyak. Tapi dia berjanji tidak akan mengistimewakan Sunardi. Yang jelas sewaktu – waktu jika kesehatan membaik maka tersangka segera bisa diserahkan.
“Tim Kejati belum berani menyerahkan karena pertimbangan kesehatan,” ujar Basyar.
Tapi, sebagai Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap berkas kasus Ir Herwan, ini pihaknya akan segera melengkapi berkas – berkas dan kekurangannya untuk secepatnya diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jember sehingga bisa segera disidangkan.
”Kita sementara menahan selama 20 hari, untuk selanjutnya sebelum masa tahanan habis berkas sudah bisa diserahkan ke PN dan segera disidangkan,” ujar nya melalui Handphone kepada wartawan.
Sebelumnya, Kajari Jember Elvis Jhonny SH, MH menegaskan bahwa target Jember dalam menyelesaikan kasus korupsi sudah melebihi target yang diinstruksikan Kepala Kejaksaan Agung Hendarman Supanji, SH.
“Sudah banyak dan melebihi target kan Mas. Ya ada lagi nanti, kan masih dalam penyelidikan. Pasti saya kasih tahu, nanti – nanti ya,” ujarnya.
Dengan penahanan terhadap Ir Herwan Camat Patrang berarti menambah panjang daftar pejabat dan mantan pejabat Pemkab Jember yang dijebloskan ke penjara karena kasus korupsi diantaranya : Drs Samsul Hadi Siswoyo (mantan Bupati), HM Madini Farouq (Ketua DPRD), H Mahmud Sarjujono (Wakil Ketua DPRD), Mulyadi (mantan Plt Kabag Kuangan), dan Muharror (mantan Kasubdolog Jember), Drs Sahuri (kadinsos), Drs Djoewito (Sekkab Jember).kim

Rabu, 25 Juni 2008

KEJARI JEMBER LEBIHI TARGET

• 2 Hari Lagi, Agus Herwan dan Sunardi Dikirim

JEMBER – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Elvis Jhonny, SH, MH, usai menghadiri acara sertijab Kalapas Kelas IIA yang baru dari Murdjito, Bcip, kepada Alfi Zahri, BcIp, mengatakan bahwa quota dan target penyelesaian penanganan kasus korupsi yang disampaikan Kepala Kejaksaan Agung Hendarman Supanji telah melebihi target.
“Sudah banyak mas. Melebihi target penanganan kita di Jember. Sampai – sampai jaksa kita kecapekan,” ujar Elvis.
Ditanya target apa yang sudah diselesaikan, Kajari mengaku lupa merincinya. Tapi, dari data sebelumnya bahwa kasus korupsi yang ditangani Kejari Jember diantaranya korupsi kasda 18 milliar, mantan Bupati Jember, korupsi Bulog, korupsi dana operasional kecamatan, korupsi rumah layak huni, dan korupsi asuransi Kesehatan di RSUD dr Soebandi.
Kajari Elvis, mengatakan kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan beberapa pejabat di Pemkab Jember. Tapi, kajari menolak membeberkannya.
“Kalau tahapan penyelidikan tidak bisa kita ungkap dulu dong. Entar saja,” ujarnya.
Yang terbaru dari Kajari, bahwa kasus dugaan korupsi kasda Rp 18 milliar tahap II akan segera dilimpahkan ke Kejari Jember, limpahan dari Kejati Jatim. Kasus itu menurut rencana 2 hari lagi akan diserahkan.
Soal kemungkinan ditahan, Kajari menolak mengomentarinya. Kedua tersangka dalam kasus terakhir ini adalah Drs Agus Herwan, mantan Camat Patrang, dan Drs Sunardi, mantan Kabag Keuangan Pemkab Jember.
Keduanya, diduga kuat telah terlibat kasus korupsi dana Kasda sebagai rentetan kasus mantan Bupati Jember Samsul HS, karena keduanya diduga kuat mencairkan anggaran tanpa adanya nota perintah dari Bupati Jember, sebesar Rp 7,9 milliar.
Sekadar diketahui, berkas perkara kasus dugaan korupsi uang Kas Daerah Rp 18 milliar yang melibatkan mantan Camat Patrang, Drs Agus Herwan dan Drs Sunardi, mantan Kabag Keuangan Pemkab Jember sudah P21 alias lengkap.
Selanjutnya tinggal menyerahkan berkas dan tersangka ke Kejari Jember untuk disidangkan. Kemungkinan kuat keduanya akan ditahan di Lapas kelas IIA Jember bersama beberapa terpidana dan terdakwa kasus korupsi pejabat Jember lainnya, diantaranya mantan Bupati Jember, mantan Plt Kabag Keuangan Mulyadi, Muharror, HM Madini Farouq alias Gus Mamak (ketua DPRD), dan Wakil Ketua DPRD H Mahmud.
Dalam kasus ini, anehnya majelis Hakim PN Jember membebaskan Sekkab Jember Drs Djoewito dan JPU masih Kasasi ke MA.
“Djoewito, harusnya tidak bebas, dan dia sudah diperiksa kembali dalam kaitan kasus ini nanti,” ujar sumber Surabaya Pagi. kim

RIBUAN SISWA IKUT UJIAN KESETARAAN

JEMBER - Tidak lulus ujian akhir nasional (Unas) sejumlah siswa SMA, SMP dan SD diharapkan tidak patah semangat. Sebab, untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi masih ada peluang memperbaiki dengan mengejar nilai standart mutu yang telah ditentukan pemerintah. Salah satunya ikut ujian kejar paket : A, B, dan C.
Sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 26 ayat 6 bahwa pendidikan non formal (kejar paket) memiliki kedudukan yang sama dengan pendidikan formal.
“Sekarang ada 574 anak yang telah mendaftar untuk mengikuti ujian kejar paket C dari SMA, SMK dan MA Negeri dan swasta di Jember,” ungkap Suparno, Kepala Bidang Diskloporabud.
Ujian kejar paket yang dilaksanakan mulai tanggal 24 - 27 Juni 2008 yang terbagi di 4 titik : di SMKN 4 Jember, SMAN Pakusari, SMAN Jenggawah dan SMAN Kencong pertimbangannya karena tempat strategis bias dijangkau peserta.
Tapi ujian kejar paket ini dikhususkan bagi mereka yang tidak lulus Unas tahun 2008 saja. “Sedang untuk siswa yang diluar tahun itu bisa mengikuti ujian kejar paket yang sama tapi regional,” tandasnya.
Dalam kejar paket C regional telah disediakan tersendiri tahun ini diikuti 522 orang yang tersebar di 17 Kecamatan.
Sedang untuk kejar paket B setara SMP, MTS negeri swasta rencananya akan digelar tanggal 1-3 Juli 2008. Jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 1.168 siswa.
Untuk pelaksanaan kejar paket setara SD juga diberlakukan sama dan sudah ada yang daftar sekitar 92 siswa untuk ujian kejar paket A setara SD.
Waktu yang dijadwalkan Pemerintah Propinsi terkait ujian kejar paket A, B dan C ini sangat sempit sekitar 2 hari saat pengumuman kelulusan SMA tanggal 21 Juni dan tanggal 23 Juni 2008.
“Kami bekerja keras untuk mendata siswa yang tidak lulus di semua tingkatan tersebut,” ujarnya lagi.
Dari rentang waktu pendataan siswa yang tidak lulus Unas kemarin harus sudah disampaikan ke Surabaya tanggal 23 Juni 2008 kemarin. Lalu data itu digunakan Propinsi untuk menentukan nominasi siswa yang mengikuti ujian kesetaraan.
“Artinya ujian kejar paket akan diberi nomor urut, jumlah naskah dan terkait dengan LJK (Lembar Jawaban Komputer) yang harus diseting saat pengoreksian nantinya,” pungkasnya.kim

JEMBER JADI RUJUKAN DAERAH LAIN

JEMBER - Proyek pembangunan dengan model pemberdayaan di Kabupaten Jember menjadi model rujukan pemberdayaan masyarakat daerah lain. Propinsi Jatim melihat model itu menjadi perhatian tersendiri termasuk budaya gotong royong sehingga menjadi tuan rumah Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) ke V dan Harganas ke 15 tahun 2008.
Jember dianggap layak sebagai tuan rumah alasannya, menurut Kepala Bapemas Propensi Jatim Drs Soenyono, Kabupaten Jember banyak melakukan program pemberdayaan masyarakat miskin semisal Rumah Layak Huni, berjumlah 20.000 unit rumah.
Dengan banyaknya model pemberdayaan itu menjadi pertimbangan Kota Jember layak menjadi tuan rumah dalam pencanangan BBGR. “Semakin menarik program yang diluncurkan Pemkab Jember dengan menggunakan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat,” pungkas Ketua Panitia BBGR Propinsi Jatim.
Program RLH itu baik karena pemerintah bias merangsang masyarakat Jember yang tidak mampu untuk membangun rumahnya sendiri yang layak huni.
“Ditambah lagi, ada partisipasi rakyat terlibat sebagai pekerja dalam pembangunan RLH itu. Saya juga mendengar ada 4 desa binaan Kabupaten Jember,” ujarnya.
Menurutnya, Propinsi Jatim tidak sekadar memilih kucing dalam karung menentukan Jember sebagai tuan rumah BBGR. Hal itu setelah dilakukan pemantauan, pengamatan, dan peninjauan di lapangan.
Sehingga apa yang dilakukan Pemkab Jember bias menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota se Jatim dalam model pemberdayaan masyarakat miskin.
“Pemerintah Propinsi Jatim akan mendukung program itu dengan memberi suntikan bantuan anggaran senilai Rp 45,738 milyar dari APBD I dan APBN,” tukasnya.
Kepala Bapemas Jember Ir Suhardiyanto, MM menilai ditunjuknya Jember sebagai tuan rumah BBGR 3 Juli 2008 besok merupakan penghargaan bagi masyarakat Jember tersendiri karena dengan kegotong royongan yang membudaya di Jember akhirnya membuahkan hasil.
“Tidak sedikit program seperti RLH dilakukan di Jember. Kita telah menganggarkan Rp 35 milliar selama ini membangun rumah rakyat layak huni,” ujar Suhardianto.kim

KADES TUGUSARI DIVONIS 10 BULAN PENJARA

• HINGGA KINI BELUM DITAHAN

JEMBER – Aliansi Masyarakat Tugusari, Kecamatan Bangsalsri mendesak agar Kepala Desa (Kades) terpilih Abd Aziz, ditahan dan segera dieksekusi oleh aparat penegak hukum karena vonis Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung (kasasi) telah final alias Inkracht (berkekuatan hukum tetap).
Melalui koordinator masyarakat Tugusari, Liyadi, dia mengirim surat resmi ke LSM Gapura pimpinan Sutrisno, guna meminta pendampingan dan pengawalan kasus tersebut. Menurut Liyadi, kasus hukum tersebut harus ditegakkan.
Sekadar diketahui, Kades terpilih Abd Aziz melalui putusan Pengadilan Negeri (PN) Jember nomor 354/ Pid B / 1991/ PN Jr, dan putusan Pengadilan Tinggi Nomor 88 / Pid/ 1992/ PT Sby, hingga putusan Mahkamah Agung No 507/ TU/ 17 PK/ PID/1995 telah divonis masing – masing 10 bulan penjara, 8 bulan penjara dan memperkuat putusan PN 10 bulan penjara.
Abd Aziz sebenarnya dalam perkara itu hanya terkena pidana pasal 359 KUHP dan UU No 8 Tahun 1981 KUHAP yang menyatakan Abd Aziz, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena kealpaan menyebabkan orang lain mati.
Abd Aziz dalam perkara tanggal 19 Juni 1991 itu menabrak korban Mbok Hamid, alias Salma di Jalan Umum Dusun Andongsari, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari hingga meninggal dunia. Dalam amar putusan di PN Abd Aziz, telah dinyatakan sembrono, dan kurang hati – hati mengemudikan Traktor MF 135 (gandengan) di jalan bebatuan tersebut.
Karena tidak bisa menguasai kemudi Traktor, jalannya oleng dan berpapasan dengan B Hamid, di kiri jalan lalu ditabrak. Saat itu, korban dibonceng tukang ojek bernama Matnapi. Dalam kasus itu, Abd Aziz melakukan banding di Pengadilan Tinggi. Tapi, oleh PT tersangka dihukum 8 bulan penjara.
Hingga akhirnya, dia mengajukan kasasi di Mahkamah Agung, dan putusannya memperkuat vonis Pengadilan Negeri (PN) Jember memvonis 10 bulan penjara. Hingga terpilih menjadi Kades Tugusari, Abd Aziz, belum pernah dieksekusi untuk menjalani putusan tersebut.
“Kita minta penegak hukum segera melakukan eksekusi atas putusan MA, tersebut. Wong grasi ke Presiden hingga sekian tahun sejak 1992 tidak kunjung terbit,” ujar Sutrisno, Ketua LSM Gapura.
Di tempat lain Kasi Pemdes Drs Subandi, dihubungi di Pemkab Jember tidak ada di tempat. Di lain pihak, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember Mahfud Effendi, SH, membenarkan mendengar informasi itu. Menurutnya, putusan apapun dalam perkara apapun terkait pidana eksekusi harus dilaksanakan.
“Iya saya mendengar itu. Semua putusan pengadilan harus dilakukan. Soal PK tidak membatalkan eksekusi itu,” ujar Mahfud.kim

Selasa, 24 Juni 2008

WARGA TUGUSARI MINTA KADES DITAHAN

JEMBER – Aliansi Masyarakat Tugusari, Kecamatan Bangsalsri mendesak agar Kepala Desa (Kades) terpilih Abd Aziz, ditahan dan segera dieksekusi oleh aparat penegak hukum karena vonis Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung (kasasi) telah final alias Inkracht (berkekuatan hukum tetap).
Melalui koordinator masyarakat Tugusari, Liyadi, dia mengirim surat resmi ke LSM Gapura pimpinan Sutrisno, guna meminta pendampingan dan pengawalan kasus tersebut. Menurut Liyadi, kasus hukum tersebut harus ditegakkan.
Sekadar diketahui, Kades terpilih Abd Aziz melalui putusan Pengadilan Negeri (PN) Jember nomor 354/ Pid B / 1991/ PN Jr, dan putusan Pengadilan Tinggi Nomor 88 / Pid/ 1992/ PT Sby, hingga putusan Mahkamah Agung No 507/ TU/ 17 PK/ PID/1995 telah divonis masing – masing 10 bulan penjara, 8 bulan penjara dan memperkuat putusan PN 10 bulan penjara.
Abd Aziz sebenarnya dalam perkara itu hanya terkena pidana pasal 359 KUHP dan UU No 8 Tahun 1981 KUHAP yang menyatakan Abd Aziz, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena kealpaan menyebabkan orang lain mati.
Abd Aziz dalam perkara tanggal 19 Juni 1991 itu menabrak korban Mbok Hamid, alias Salma di Jalan Umum Dusun Andongsari, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari hingga meninggal dunia. Dalam amar putusan di PN Abd Aziz, telah dinyatakan sembrono, dan kurang hati – hati mengemudikan Traktor MF 135 (gandengan) di jalan bebatuan tersebut.
Karena tidak bisa menguasai kemudi Traktor, jalannya oleng dan berpapasan dengan B Hamid, di kiri jalan lalu ditabrak. Saat itu, korban dibonceng tukang ojek bernama Matnapi. Dalam kasus itu, Abd Aziz melakukan banding di Pengadilan Tinggi. Tapi, oleh PT tersangka dihukum 8 bulan penjara.
Hingga akhirnya, dia mengajukan kasasi di Mahkamah Agung, dan putusannya memperkuat vonis Pengadilan Negeri (PN) Jember memvonis 10 bulan penjara. Hingga terpilih menjadi Kades Tugusari, Abd Aziz, belum pernah dieksekusi untuk menjalani putusan tersebut.
“Kita minta penegak hukum segera melakukan eksekusi atas putusan MA, tersebut. Wong grasi ke Presiden hingga sekian tahun sejak 1992 tidak kunjung terbit,” ujar Sutrisno, Ketua LSM Gapura.
Di tempat lain Kasi Pemdes Drs Subandi, dihubungi di Pemkab Jember tidak ada di tempat. Sementara itu, terhadap putusan itu Abd Aziz, hingga kemarin belum berhasil dihubungi. Kasusnya, sempat dibahas di Komisi A DPRD Jember, sebelum ada Pilkades 29 Mei kemarin. Tapi hasilnya tidak ada perkembangan.kim

KONSEP SERIBU DINAR, PIMPIN PERSEBAYA

JEMBER – Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar, meminta semua masyarakat di Jawa Timur terutama untuk memikirkan nasib orang banyak. Karena dengan begitu angka kemiskinan di Indonesia termasuk di Jawa Timur bisa ditekan. Sehingga Jatim tidak lagi masuk Propinsi dengan jumlah penduduk miskin besar.
Saleh, sharing pengalaman saat memberi sambutan dalam pelantikan DPK Aspekindo Jember di RM Sumber Nikmat Jember Senin (23/6) malam. Dengan konsep ayat seribu dinar dan sodakoh secara ikhlas maka bukan tidak mungkin niatan yang kuat dibarengi usaha serius tersebut bisa menghasilkan kesuksesan.
Dia prihatin karena negara Indonesia kaya raya, gemah ripah loh jinawi tapi masih ada 14 juta penduduk miskin di Jawa Timur. Dia juga prihatin dengan kondisi persepakbolaan nasional saat ini. Dia mengaku ada yang salah urus dalam mengelola pemerintahan selama ini. Semua nafsi – nafsi, tidak ada yang mau memikirkan nasib rakyat banyak. Dia menjumpai tak sedikit pengusaha hanya ingin menumpuk kekayaan pribadi, tapi dengan cara – cara yang tidak profesional.
Dia tak mengelak ada sekian Kabupaten yang kondisi nya masih menggunakan sistem pelelangan tidak terbuka. Masih ada pungutan di sana – sini, dan pengondisian hingga pengamanan berkedok preman Asosiasi Konstruksi.
Dia hingga bisa dipercaya memegang Persebaya yang awalnya penuh masalah besar, dengan modal nol bisa menghidupi Persebaya hingga berprestasi. Ada salah urus dalam manajemennya selama ini. Maka saat dia dipercaya maka sistem yang didasari niat tulus, demi menolong orang banyak bisa membuahkan hasil prestasi Persebaya ke pentas nasional kembali.
“Kemarin, melawan Persib dengan 7 pemain nasional bisa menahan 1 : 1. Ini kan sebuah prestasi langkah yang tidak diduga. Jika ingin melakukan sistem saya, ya tolongnya orang lain sebanyak – banyaknya. Niatnya cuma ibadah, tanpa pretensi keuntungan pribadi,” ujarnya.
Selama ini tak sedikit koceknya dirogoh untuk menghidupi Persebaya. Tapi, dengan “ilmu pesugihan” yang dijalankan semua nya bisa teratasi. “Mau tahu ilmu pesugihan saya ? begini. Berikan apa yang kita cintai kepada orang lain, niatnya ibadah menolong orang banyak. Kalau mau luput dari masalah persebaya, selesaikan masalah orang lain yang membutuhkan sebanyak – banyaknya,” ujarnya.
Konsep ayat seribu Dinar itulah Persebaya hingga kini sudah bisa berjalan. Selama 2 bulan saja Persebaya bisa mengucurkan uang Rp 4,5 milliar dan sekali musim ke depan akan membutuhkan Rp 17 milliar lagi. “Yang penting niatnya, dibarengi usaha dan keyakinan itu tadi,” ujar Saleh, saat dimintai pendapat bagaimana mengembangkan Persepak bolaan Persid Jember yang kini kembang kempis saat ini.kim

KONSEP SERIBU DINAR, PIMPIN PERSEBAYA

JEMBER – Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar, meminta semua masyarakat di Jawa Timur terutama untuk memikirkan nasib orang banyak. Karena dengan begitu angka kemiskinan di Indonesia termasuk di Jawa Timur bisa ditekan. Sehingga Jatim tidak lagi masuk Propinsi dengan jumlah penduduk miskin besar.
Saleh, sharing pengalaman saat memberi sambutan dalam pelantikan DPK Aspekindo Jember di RM Sumber Nikmat Jember Senin (23/6) malam. Dengan konsep ayat seribu dinar dan sodakoh secara ikhlas maka bukan tidak mungkin niatan yang kuat dibarengi usaha serius tersebut bisa menghasilkan kesuksesan.
Dia prihatin karena negara Indonesia kaya raya, gemah ripah loh jinawi tapi masih ada 14 juta penduduk miskin di Jawa Timur. Dia juga prihatin dengan kondisi persepakbolaan nasional saat ini. Dia mengaku ada yang salah urus dalam mengelola pemerintahan selama ini. Semua nafsi – nafsi, tidak ada yang mau memikirkan nasib rakyat banyak. Dia menjumpai tak sedikit pengusaha hanya ingin menumpuk kekayaan pribadi, tapi dengan cara – cara yang tidak profesional.
Dia tak mengelak ada sekian Kabupaten yang kondisi nya masih menggunakan sistem pelelangan tidak terbuka. Masih ada pungutan di sana – sini, dan pengondisian hingga pengamanan berkedok preman Asosiasi Konstruksi.
Dia hingga bisa dipercaya memegang Persebaya yang awalnya penuh masalah besar, dengan modal nol bisa menghidupi Persebaya hingga berprestasi. Ada salah urus dalam manajemennya selama ini. Maka saat dia dipercaya maka sistem yang didasari niat tulus, demi menolong orang banyak bisa membuahkan hasil prestasi Persebaya ke pentas nasional kembali.
“Kemarin, melawan Persib dengan 7 pemain nasional bisa menahan 1 : 1. Ini kan sebuah prestasi langkah yang tidak diduga. Jika ingin melakukan sistem saya, ya tolongnya orang lain sebanyak – banyaknya. Niatnya cuma ibadah, tanpa pretensi keuntungan pribadi,” ujarnya.
Selama ini tak sedikit koceknya dirogoh untuk menghidupi Persebaya. Tapi, dengan “ilmu pesugihan” yang dijalankan semua nya bisa teratasi. “Mau tahu ilmu pesugihan saya ? begini. Berikan apa yang kita cintai kepada orang lain, niatnya ibadah menolong orang banyak. Kalau mau luput dari masalah persebaya, selesaikan masalah orang lain yang membutuhkan sebanyak – banyaknya,” ujarnya.
Konsep ayat seribu Dinar itulah Persebaya hingga kini sudah bisa berjalan. Selama 2 bulan saja Persebaya bisa mengucurkan uang Rp 4,5 milliar dan sekali musim ke depan akan membutuhkan Rp 17 milliar lagi. “Yang penting niatnya, dibarengi usaha dan keyakinan itu tadi,” ujar Saleh, saat dimintai pendapat bagaimana mengembangkan Persepak bolaan Persid Jember yang kini kembang kempis saat ini.kim

E-PROCUREMENT HEMAT 15 – 20 % ANGGARAN

JEMBER –Anggota DPRD TK I Jatim, Drs Saleh Ismail Mukadar, Msi menegaskan bahwa dengan sistem pelelangan proyek secara fair, terbuka, dan menghindari KKN salah satunya adalah dengan E-Procurement (lelang melalui Internet), sehingga Pemerintah bisa melakukan efisiensi anggaran 15 – 20 % anggaran. Sisa anggaran lebih itu bisa digunakan untuk merealisasikan berbagai macam proyek yang menyentuh rakyat.
Bukan tidak mungkin sistem pelelangan E-Procurement di Pemerintah Kota Surabaya selama ini bisa diterapkan di daerah – daerah lain di Jawa Timur. Hal itu tergantung dari kemauan pengguna anggaran (PA) , Asosiasi dan pelaku usaha atau rekanan sendiri.
“Dengan E-Proc seperti di Pemkot Surabaya itu kan tidak ada saling ketemu rekanan dengan PPTK atau dengan pejabat di dinas. Sehingga fair, terbuka, dan kontraktor dituntut profesionalitas tinggi. Ini baru bisa dilakukan efisiensi anggaran dan memberantas KKN itu,” ujar Saleh Ismail Mukadar, di RM Sumber Nikmat, saat melantik Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) yang ke 28 di Jember.
Saleh yang juga pemegang 9 Lembaga atau Organisasi besar di Jatim ini sangat berharap bahwa semua bidang di Pemerintahan bisa melakukan penghematan anggaran dan efisiensi. Karena dia sangat menyayangkan dengan anggaran sangat besar itu, selama ini masih saja Jawa Timur memiliki masyarakat miskin yang tergolong sangat tinggi.
Di depan pengurus DPK Aspekindo yang baru dilantik, Saleh berpesan anggotanya harus bisa menjadi motor perubahan dalam pengembangan jasa konstruksi ke arah profesional tersebut. Dia mengaku prihatin karena selama ini banyak preman berbaju Asosiasi merebut proyek dan berusaha mengamankan tapi ujung – ujungnya memenangkan tender proyek kepada salah satu rekanan.
Dengan Sapta Etika, diharapkan Aspekindo Jember bisa memberi semangat dan spirit baru bagi perkembangan dunia usaha di Kabupaten Jember, dan daerah di sekitarnya. “Aspekindo jangan menjadi bagian dari sistem yang buruk yang telah ada,” ujar Saleh, didampingi Siswono, Ketua DPK Aspekindo Jember yang baru dilantik.
Dia mencontohkan Surabaya sebagai acuan karena sistem itu telah diterapkan secara benar. Dan jika semua daerah bisa melakukan itu maka bukan tidak mungkin rakyat miskin di Jatim akan sangat berkurang. “Dari contoh anggaran proyek di Pemkot itu Rp 6 milliar, setiap tahunnya bisa menyisihkan anggaran Rp 100 – 150 milliar. Dana ini bisa dialihkan untuk program kegiatan lainnya,” ujar Saleh.
Dalam kesempatan itu, Bupati MZA Djalal, tidak hadir tapi diwakilkan sambutannya oleh Drs Edi Budi Susilo, Asisten II Ekonomi Pembangunan. M Asir, Sip, pimpinan DPRD Jember juga hadir dalam acara itu, selain 9 Asosiasi Konstruksi yang telah ada di Jember : Gapensi, Gabpeknas, Gapeknas, HIPMI, Askindo, Aksi, dan Gapeksindo.kim

EMBRIO BUMDES DILATIH 3 HARI

JEMBER - Program pemberdayaan mayarakat miskin dari Pemprop Jatim berupa Gerdu Taskin dengan sistem pengelolaan keuangan kepada usaha mikro hingga tahun ke 7 ini diharapkan menjadi embrio Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
Maka dari itu, selama 3 hari mulai tanggal 17-19 Juni 2008 di RM Sumber Nikmat digelar pelatihan pengelolaan UPK (Unit Pengelola Keuangan).
“Hal itu untuk penyegaran pelaku UPK dalam melayahi usaha ekonomi mikro,” ungkap Kepala Bapemas Jember Ir Suhardiyanto, MM.
Lewat pelatihan bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara UPK sekitar 56 UPK se Kabupaten Jember dilaksanakan 3 tahap.
“Penyegaran ini bermanfaat untuk penyegaran kembali mekanisme administrasi keuangan, pengelolaan dan penegmbangan terutama pengurus karena dana itu bukan hibah,” tandasnya.
Selain itu diharapkan dengan pelatihan 3 hari itu beragam materi bisa meningkatkan pemahaman lembaga UPK di Desa.
Kategori UPK ada 4 tingkat. Dari yang terbaik yakni sehat, cukup sehat, kurang sehat hingga tidak sehat. UPK di Jember belum ada yang masuk kategori sehat sehingga dengan pelatihan ada yang masuk kategori itu.
Penentuan kategori ini ditentukan Propinsi Jatim. Dari 56 UPK di Jember yang sehat dan tidak sangat tergantung dari mereka sendiri.
Pelatihan tidak saja ada perbaikan pengelolaan dan kelembagaan tapi juga diharapkan jadi embrio BUMDES.
Perkembangan perubahan kelembangaan itu diharapkan lebih meluas tidak hanya simpan pinjam saja, tapi usaha riil masyrakat desa, dan bisa mengelola listrik desa, pasar desa, bank desa atau kegiatan usaha desa lain.
Pemkab Jember saat ini mengucurkan dana untuk membantu sektor riil di masyarakat sebesar Rp 5 milliar. kim

Senin, 23 Juni 2008

GEMPAR DESAK KPK JEMPUT PAKSA MZA DJALAL

JEMBER – Gerakan Peduli Aspirasi Rakyat (Gempar) melalui Ketuanya Ansori, mendesak agar Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjemput paksa Bupati Jember Ir MZA Djalal, Msi yang telah dinyatakan sebagai tersangka.
Dalam kasus itu, menurut Ansori, yang mengaku sempat mendatangi Setneg, dan markas KPK hingga ke Kejakgung dan DPR RI untuk menanyakan kelanjutan kasus dugaan korupsi MZA Djalal, semasa menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprop Jatim ini menduga bahwa ada kontradiksi dalam penegakan hukum di Indonesia selama ini.
Contoh kasus yang diambil adalah, kasus yang menimpa MZA Djalal. Karena gara – gara ijin Presiden maka kasus itu tidak bisa diproses hingga ke Pengadilan. Kasus ini macet dan mandeg selama 2 tahun.
Keterlambatan turunnya ijin Presiden itu jelas kontradiktif dengan Inpres No 5 Tahun 2004, dan asas peradilan cepat dan murah. Jika sebelumnya Presiden tidak segera menerbitkan ijin maka sama halnya telah tebang pilih terhadap penegakan hukum. Bahkan terkesan hanya menurunkan ijin kepada lawan – lawan politiknya saja.
Karena dinyatakan macet maka deputi penindakan KPK diminta untuk segera mengambil alih. Jika KPK tidak segera melakukan penjemputan paksa terhadap MZA Djalal, maka tidak mustahil kredibilitas KPK akan jeblok atau sebaiknya pasal 8 dan 9 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK dihapus atau dicabut.
“Cabut saja pasal 8 dan 9 UU No 30 tahun 2002 jika KPK tidak bisa tegas. Itu wewenang KPK untuk segera mengambil alih kasus - kasus yang macet di daerah, baik yang ditangani Polisi, dan Kejaksaan,” ujar Ansori.
Sebelumnya, Johan Budi SP, Humas KPK menyatakan telah mewarning Polwiltabes Surabaya untuk segera melengkapi berkas termasuk ijin Presiden. Sebab, KPK akan segera melakukan supervisi dan ekspose terhadap kasus di daerah, yang ditangani Polisi dan Jaksa. KPK juga menegaskan kasus yang akan diambil alih KPK dan telah diserahkan ke Deputi Penindakan adalah kasus MZA Djalal, Kusen Andalas, Bupati Situbondo, Mojokerto, dan Malang.
Sekadar diketahui MZA Djalal semasa menjabat Kadis PU Bina Marga Pemprop Jatim diduga telah korupsi pengadaan asphalt recylcing machine (ARM) senilai Rp 5 milliar tanpa tender.
Kasusnya diduga melanggar Keppres No 80 tahun 2003, kendati telah membebaskan dua anak buahnya Maxwel, Cs dari dakwaan.
Perkara itu dilaporkan ke Polwiltabes Surabaya LP /K / 395/XII/2004/ SPK tanggal 24 Desember 2004 dan dinyatakan P21 alias lengkap, oleh Kejari Surabaya No B /03 / 0.5.10/FPK.1/02/2006 tanggal 14 Pebruari 2006.
Penyidik Polwiltabes telah mengajukan ijin Presiden sejak 18 April 2006, hingga 2 tahun ini belum turun. Padahal, sesuai pasal 36 ayat 2 UU No 32 tahun 2004, jika lewat 60 hari maka ijin Presiden tidak diperlukan lagi.
Indikasi kuat surat ijin Presiden tidak akan turun. Dan diduga tidak diajukan Polisi ke Presiden. Jika diajukan, maka surat itu macet di Setneg Sudi Silalahi, atau di Andi Malarangeng.
“Maka dari itu, berdasar pasal 8 dan pasal 9 UU No 30 tahun 2002, tentang KPK sebagai motor penggerak pemberantas korupsi di NKRI maka kasus itu harus diambil alih KPK. Segera jemput tersangkanya. Itu kan kewenangan KPK. Kita mendengar sudah diserahkan ke Deputi Penindakan,” tegas Ansori.kim

KAPOLRES : “Kita Profesional dan Tegas”

* Soal Anggota Polisi Yang Memperkosa

JEMBER - Kasus yang sedikit banyak menodai korp kepolisian resort Jember ini, membuat orang nomor satu di Kapolisian Jember ini “meradang”. Dalam statemennya saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, pasca kejadian pelaporan kasus dugaan perkosaan oknum anggotanya Brigpol Farouq Avero, terhadap gadis di bawah umur bernama Melati (16) warga Dusun Bindung, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji itu Kapolres mengatakan tetap akan bertindak profesional dan bertindak tegas terhadap anggotanya.
Menurut Kapolres AKBP Ibnu Isticha, bahwa untuk bukti perkosaan yang dituduhkan kepada oknum anggota Polsek Rambipuji tersebut belum bisa dibuktikan. Sebab, masih menunggu adanya visum dari dokter.
Tapi, yang jelas menurut Kapolres bahwa oknum ini dapat dikenakan Undang - Undang Perlindungan Anak (UPA) No 23 Tahun 2003 karena korban adalah masih di bawah umur, ancamannya adalah 15 tahun.
Menurut Kapolres bahwa jeratan pasal undang – undang perlindungan anak di bawah umur tersebut malah lebih berat dari tuduhan perkosaan.
“Saya akan profesional dan tetap ambil tindakan tegas,” ujar Kapolres dalam pesan singkatnya.
Informasi terkini, bahwa oknum anggota ini diduga kuat jatuh cinta kepada Melati (16) yang tinggal bersama paman dan bibinya P Holik, di Dusun Bindung, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Sejumlah sumber mengatakan bahwa tuduhan perkosaan tidak benar. Sebab, ada indikasi hal itu dilakukan suka sama suka.
Tapi, sialnya kondisi gadis masih di bawah umur. Dia masih pelajar kelas II di SMAN Sukorambi. Saat kejadian entah kali keberapa ketahuan bibinya. Bibinya teriak, dan diikuti kedatangan warga sekitar yang nyaris menghakimi oknum anggota Polsek Rambipuji, yang mantan tugas di Telematikan Opsnal Polres Jember ini.
Diberitakan sebelumnya, Anggota Polres Jember berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) bernama Faruk Avero masih diperiksa Unit Pelayanan, Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polers Jember karena diduga telah memperkosa anak gadis di bawah umur bernama Melati (16) - nama samaran warga Dusun Bindung, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji.kim

GUS MAMAK “NGOTOT” AJUKAN PENANGGUHAN

JEMBER – Terdakwa I, dan II kasus dugaan korupsi anggaran operasional DPRD Jember tahun anggaran 2004 -2005, HM Madini Farouq. S.Sos, alias Gus Mamak, dan H Mahmud S masih terus “ngotot” meminta penangguhan penahanan atas dirinya yang ditahan sebulan lalu itu, ke majelis hakim Aminal Umam, SH, dan anggota Senin (23/6) kemarin.
Usai sidang pemeriksaan saksi Mulyadi, dan kedua terdakwa diminta duduk kembali di kursi nya kuasa hukum kedua terdakwa mengajukan surat kembali. Dan surat yang dibacakan bertanggal Juni awal itu diajukan kembali untuk meminta penangguhan penahanan.
Tapi, sayang majelis hakim Aminal Umam, SH, setelah mendengar pernyataan kedua terdakwa I, dan II itu belum bisa memenuhi permintaan saat itu juga. Sebab, pihak majelis hakim masih akan membicarakan dan mendiskusikan sebelum menjatuhkan kewenangannya menangguhkan penahanan itu.
Aminal, menyatakan bahwa penangguhan itu masih mempertimbangkan berbagai aspek dan segi. “Kita yang jelas masih akan membicarakan ini selanjutnya. Kami terima surat permohonan ini tapi keputusannya tidak bisa kami sampaikan sekarang,” ujar Aminal, setelah mendapat saran dari hakim anggotanya yang lain, Yanto, dan Yosdi, SH.
Sekadar diketahui, bahwa kasus dugaan korupsi ini melibatkan tiga pimpinan DPRD Jember, HM Madini Farouq, H Mahmud, dan Kusen. Tapi, alokasi anggaran bantuan hukum, dan operasional DPRD yang diduga melanggar hukum itu belum menyentuh tersangka Kusen Andalas, Sip, yang kini menjabat Wakil Bupati Jember itu. Hal ini, diduga membuat rasa keadilan dalam hukum hilang.
Sebelumnya, Gus Mamak, mengatakan bahwa dia belum tentu bersalah. Tapi, kenapa ditahan dan permintaan penangguhan diabaikan oleh majelis hakim. Sementara itu di luaran suara sumbang muncul kenapa Kusen Andalas, Sip, tidak diikutkan pula masuk ke penjara.
Dalam kasus ini, kedua terdakwa diduga melanggar UU Korupsi No 20 tahun 2001, menggunakan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya. Terdakwa I Gus Mamak, dijerat dua dakwaan yakni dana operasional dan Bankum, sedang H Mahmud, tidak dijerat. Tapi, terdakwa II ini menjadi saksi kasus bankum tersebut.
Dalam sidang juga terungkap bahwa anggaran operasional untuk pembelian baju batik, baju olah raga, baju khas Jember, dan biaya perjalanan dinas serta pembinaan partai politik tersebut semula dianggarkan Rp 420 juta sesuai Perbup 36 A. Dan tahun 2005 dirubah lagi menjadi Rp 1,120 milliar untuk tambahan bantuan hukum. Anggaran itu dirubah dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2005 sekitar tanggal 29 September 2005, menjelang akhir tutup anggaran.kim

KESEHATAN MAHMUD DROP

*Didampingi Putrinya di Ruang Sidang

JEMBER – Terdakwa II kasus dugaan korupsi anggaran operasional DPRD tahun anggaran 2004-2005, Drs H Mahmud Sardjujono, dalam sidang lanjutan Senin (23/6) pagi terpaksa harus dibopong dan dipapah putrinya Eni Hidayati, SH (Kades Wirowongso) di ruang sidang PN Jember karena kondisi kesehatannya drop.
Kesehatan Drs H Mahmud Sardjujono (Wakil Ketua DPRD) Jember ini diduga kecapekan saat mengikuti sidang yang dikebut 2 kali seminggu tersebut. Saksi saksi yang dihadirkan jumlahnya puluhan. Maka dari itu Majelis berusaha menyelesaikan sidang kasus ini secepatnya dengan mengagendakan 2 kali sidang dalam sepekan, Senin dan Kamis.
Kondisi kesehatan Mahmud, dilaporkan menurun setelah kadar gulanya naik. Dia sering mengalami pusing - pusing dan mumet saat berdiri dan duduk berlama – lama. Saat menghadiri sidang kemarin, terpaksa dibawakan minuman 1 botol aqua dengan didampingi putrinya Eni Hidayati, di kursi terdakwa di sebelah Tim Penasehat Hukumnya, Jani Takarianto, SH.
Sementara itu, istrinya Ny Mahmud berada di barisan kursi pengunjung sidang. Dalam keterangan singkatnya, istri terdakwa mengatakan suaminya sebenarnya harus kontrol kesehatan di salah satu dokter pribadinya di Surabaya. Dia menerima keluhan suaminya sering drop dan kadar gulanya naik.
“Bapak kan punya diabet. Kadar gulanya mulai naik. Jadi sering pusing, dan mumet. Tidak sakit kepala tapi kunang – kunang,” ujar istri terdakwa.
Persidangan tetap dilangsungkan, tapi majelis hakim berkali – kali menanyakan kepada terdakwa II apakah masih bisa melanjutkan sidang atau tidak. Persidangan memeriksa 3 saksi pun berlangsung hingga pukul 15.40 WIB, yang digelar sejak pukul 09.30 WIB.
Bertolak belakang dengan kondisi kesehatan terdakwa II, kondisi terdakwa I (Gus Mamak) terlihat sehat. Tubuhnya terlihat lebih sumringah dibanding terdakwa II. Tubuhnya pun tampak lebih tambun sebelum dia pertama kali dimasukkan ke sel tahanan.
Dalam sidang kali ini, terungkap bahwa dana operasional yang diperiksa itu selain dari laporan ke Polda Jatim, juga terkait temuan BPK RI tahun 2004. Bahwa pimpinan DPRD Jember wajib mengembalikan kelebihan penggunaan anggaran Rp 826 juta. Kendati bahwa dalam jumlah itu, kedua terdakwa mengelak sebab periode DPRD tahun 2004 ada dua. Tahun 1999 – 2004, dan Oktober 2004 hingga sekarang. Tapi, oleh majelis ditegaskan bahwa anggaran yang dimaksud adalah periode DPRD yang kedua, yakni terdakwa I, dan II.kim

ANGGARAN OPERASIONAL DPRD MELEBIHI KETENTUAN

JEMBER – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi anggaran operasional DPRD Jember 2004-2005 senilai Rp 1,2 miliar di PN Jember, Senin (23/6) berlangsung agak panas. Itu setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Mulyadi Ak, MM, mantan Plt Kasubag Keuangan – terpidana kasus Kasda dalam perkara sebelumnya.
Mulyadi, menerangkan prosedur penganggaran hingga pencairan Anggaran Operasional DPRD telah melalui tahapan sesuai aturan. Sebelum dicairkan anggaran itu dirumuskan dalam DASK (Daftar Anggaran Satuan Kerja) yang diajukan untuk mendapat Surat Keterangan Otorisasi (SKO) yang meminta tandatangan Kasubag Anggaran, tandatangan Sekda.
Baru terbitkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) dari Setwan yang saat itu dijabat Ir Dwijo Sulastiono, melampirkan SKO, bukti pendukung rincian kegiatan dan baru Mulyadi, mengeluarkan Surat Perintah Membayar (SPM) pengajuan Kabag Keuangan Setwan melalui Yulia Rahmani (pemegang Kas DPRD).
Di keterangan ini, terdakwa I (Gus Mamak), dan II (H Mahmud) masih bisa menerima. Tapi, saat Mulyadi, dijelaskan bahwa dalam PP 110 tahun 2000, terkait besaran dana operasional DPRD melebihi ketentuan Gus Mamak “meradang”. Mulyadi mengatakan untuk PAD Kabupaten Rp 25 – 50 milliar, sesuai SE Mendagri 161 tahun 2003 minimal anggaran operasional DPRD adalah Rp 367 juta, dan maksimal 0,984 % dari PAD atau Rp 409 juta. Jember, saat itu PAD nya Rp 43 milliar. Sehingga besaran anggaran operasional DPRD melebihi ketentuan, Rp 706 juta dari ketentuan Rp 409 juta.
“Dalam hal ini anggaran operasional DPRD melebihi dari ketentuan yang ada. Saya melihatnya di hasil audit BPK RI, terhadap keuangan Pemkab Jember tahun 2004,” ujar Mulyadi.
Saat giliran disuruh bertanya, Gus Mamak, angkat bicara. Dia mencecar dengan pernyataan dan pertanyaan bahwa saksi sebenarnya tidak tahu bahwa PP 110 tahun 2000 yang dimaksud telah diganti. Termasuk aturan tentang Pagu anggaran itu sudah dibatalkan MA.
Menurut Gus Mamak (ketua DPRD Jember) bahwa SE Mendagri nomor 161 tahun 2003 juga tidak termasuk dalam tata urutan perundang – undangan. Karena berdasarkan Tap MPR No 3 tahun 2000, dan tata tertib (Tatib) DPRD maka hak keuangan penganggaran DPRD ditentukan berdasarkan aturan dan Tatib DPRD.
“Saudara saksi apakah tahu terhadap kelebihan yang dimaksud itu sudah dikembalikan ?,” ujar Gus Mamak, bernada tinggi.
Yang lebih keras adalah, pernyataan H Mahmud Sardjujono. Menurutnya, keterangan saksi yang terkait aturan PP 110, PP 24, dan SE Mendagri 161 itu dimohonkan ke majelis agar tidak pernah ada. Sebab, ternyata saksi Mulyadi dianggap tidak tahu.
“Saya keberatan, dan keterangan itu harus ditiadakan,” ujar Mahmud, kepada majelis.
Lantas majelis Hakim Aminal Umam, SH, setelah berunding mengatakan bahwa terdakwa I, dan II nantinya akan diberi kesempatan untuk membacakan semua hal terkait keterangan saksi. Dalam sidang kemarin, majelis memeriksa Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa KH Abd Shomad Jalil, Tita Fajarwati (mantan kasubag keuangan), dan Mulyadi.kim

WONG JEPANG STUDI KE JEMBER

JEMBER - Tim dari Japan International Cooperation Agency (JICA) beranggotakan 5 (lima) orang akan tinggal di Jember selama 2 (dua) hari. Itu setelah Senin (23/6) lalu diterima Asisten Ekonomi Pembangunan Drs. Edi B. Susilo, Msi dan dinas terkait untuk studi terkait penanganan bencana alam.
Keberadaan JICA di Jember, juga diharapkan membantu mengatasi bencana alam di Jember yang mungkin bisa timbul.
“Karena daerah Jember, masih butuh cara – cara penanganan bencana alam yang lebih komprehensif, “ pinta Edi.
Drs Edi B Susilo, MSi mengungkapkan itu didepan tim JICA yang akan melakukan studi dan kajian metode penanganan bencana di Kabupaten Jember. Pencegahan yang tepat sebelum ada bencana diharapkan warga di daerah rawan bencana, diharapkan bisa waspada melihat laporan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang disampaikan ke Pemerintah Daerah.
Salah satu utusan JICA Mr Mimori Satoru meminta dukungan jajaran dinas terkait Pemkab Jember demi keberhasilan studinya.
“Kerjasama penanggulangan bencana alam ini akan dilakukan bersama Satlak PBP di Jember,” ujarnya.
Dia mengatakan fokus studi penanggulangan bencana alam yang akan dikerjakan adalah bersama 5 anggota Tim JICA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengatasi bencana banjir dan mengevaluasi pontensi banjir.
Menurutnya, Kabupaten Jember merupakan salah satu kandidat terkuat obyek studi penanganan bencana banjir dari JICA atas dukungan Pemkab Jember, dan berbagai pihak selama ini.
Setelah dialog dengan Asisten II, Drs Edi B Susilo, banyak informasi awal digali sebagai data pendukung kajian di lapangan.
Tim JICA yang akan dipimpin Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jember dan instansi terkait langsung menuju daerah rawan bencana banjir yakni di Kecamatan Panti.
Tapi Mr Mimori Satoru menegaskan bahwa studi dan kajian nya akan membutuhkan bantuan peralatan untuk mendeteksi bencana banjir di Jember. “Kita menunggu hasil kajian kelak di lapangan,” ujarnya.
Di Panti, selain meninjau lokasi bekas bencana juga mendapat informasi, dan dokumentasi sebagai referensi dalam studi yang dia lakukan.
“Maka sebelum kembali ke Jakarta, JICA akan menggali data dan informasi bencana alam yang pernah terjadi di Jember 1 Januari 2006 lalu itu,” paparnya.kim

Minggu, 22 Juni 2008

POLISI PERKOSA ANAK DI BAWAH UMUR

JEMBER – Ulah polisi yang satu ini tak patut dicontoh. Di tengah gencar mengkampanyekan perlindungan terhadap anak oleh polisi, oknum yang satu ini malah mencoreng moreng korps penegak hukum. Anggota Polres Jember yang berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) bernama Faruk Avero ini diduga memperkosa anak gadis orang di bawah umur.
Akibat perbuatan tak waras itu, Faruk diadukan bapak korban ke Unit Pelayanan, Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polers Jember, Sabtu (21/6) kemarin.
Faruk diduga memperkosa anak gadis di bawah umur bernama Melati (16) - nama samaran.
Informasi Surabaya Pagi, Faruk ini sebelumnya bertugas di Polres Jember sebagai Staf Telematika, di Unit Ops Polres. Dia belum lama dipindah di Polsek Rambipuji, sebagai staf biasa. Mantan anggota yang berpendidikan Brimob ini entah setan apa malah berbuat tak senonoh.
Dia dipergoki paman Melati, di dalam rumah korban. Anggota ini nyaris dihakimi massa tetangga korban karena mendengar keramaian di rumah korban Jumat (21/6) malam.
Data sebelumnya menyatakan, saat itu pelaku diduga memperkoas gadis yang masih duduk di bangku Kelas II SMAN Sukorambi ini. Korban selama ini tinggal di rumah pamannya di Dusun Bindung, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji Jember.
Kejadian ini, terungkap setelah ada teriakan dari Bu Holik - bibi korban.
"Pak Holik dan istri berteriak minta tolong karena memergoki keponakkanya diduga sedang diperkosa oleh polisi yang hampir tiap hari berkunjung ke rumahnya itu,” ujar warga Desa setempat yang ogah dinamakan.
Baru setelah mendengar teriakan itu, ratusan warga Dusun Bindung berhamburan keluar rumah menuju rumah korban. Ratusan massa ini sudah panas dan hendak menghakimi Faruk.
Beruntung, anggota Polsek Rambipuji dan tim Provost Polrse segera datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas ini, secepat kilat “mengevakuasi” Brigpol Faruk dari kepungan massa dan melarikan ke Mapolres.
Kemarin, Brigpol Faruk masih diperiksa oleh Tim P3D Polres Jember. Kanit P3D Polres Jember, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Sri Sabdono menolak berkomentar dalam pemeriksaan oknum anggota ini.
Dia menyuruh wartawan menanyakan kasus itu kepada Wakapolres Jember, Kompol Lavri Prasetyo saja, Saat dikonfirmasi Wakapolres Kompol Lavri Prasetyo mengatakan pihaknya membenarkan ada kasus ini.
Tapi dia menampik kasus itu disebut kasus pemerkosaan seperti apa yang ramai dibincangkan.
"Mungkin anak buah saya sedang kasmaran, Selama ini Faruq di Jember sendiri, Sedang istrinya ada di Palembang,” ujar Wakapolres.
Dia menegaskan ada dugaan saking seringnya Faruq bermain ke rumah paman Melati bernama H Holik, itulah diduga kemudian timbul rasa benih cinta dan asmara.
Diduga kedua insan ini Faruk dan Melati, sudah sama – sama jatuh cinta. Tapi, kejadian itu selanjutnya tidak diketahui. Wakapolres berjanji akan mengusut tuntas dan memanggil semua saksi, pelaku, terhadap kejadian sebenarnya.
Di tempat lain, Koordinator Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Jember, Dewi Masitoh, mendesak Polres mengusut tuntas kasus dugaan perkosaan ini.
Kasus itu, harus mengacu UU Perlindungan Anak selain KUHP, dan Kode Etik Polisi atau UU No 2 tahun 2002.
“Kami melihat penanganan perkosaan jika dikaitkan aturan pelanggaran displin, dan sanksi akan rendah hukumannya. Jadi harus memakai KUHP," tukas Dewi Masitoh.
Maka seorang anggota Polisi jika berbuat tindak pidana harus dijerat pasal berlapis lapis baik KUHP, UU PA, atau UU Polri, dan Kode Etik Polisi.kim

TP3 PUPUK SIDAK KIOS DAN DITRIBUTOR

JEMBER - Tata niaga pupuk bersubsidi ditengarai langka akhir – akhir ini membuat Tim Pengawas Pengendali Pupuk Bersubsidi (TP3) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai kios, dan distributor.
Sidak tersebut dipimpin Asisten II Ekonomi Pembangunan Drs Edy B Susilo, sejak pukul 08.00 hingga 16.00 kemarin.
Alhasil ditemukan ada berbagai penyimpangan. Diantaranya banyak distributor dan kios tidak tertib administrasi penyalurannya. Baik dari distributor ke kios, atau dari kios ke petani.
Edy B Susilo, mengatakan sidak kali ini tak hanya melihat langsung penyaluran pupuk bersubsidi tapi juga melihat kelengkapan usaha distributor dan kios.
“Ternyata kios yang kita temui tidak memasang papan nama dan HET (Harga Eceran Tertinggi). Maka mereka kita tegur karena itu termasuk pelanggaran,” tegas Edy.
Teguran juga dilakukan TP3 seesaat mengecek penimbangan secara acak di kios. Di sana ditemukan ketidakcocokan dengan bandrol di zak.
“Kalau di zak ada berat netto 50 kg tapi saat ditimbang sekitar 47 kg saja,” ujarnya.
Sidak kali ini dilakukan TP3 untuk melihat HET berjalan sesuai ketentuan atau tidak. Distributor dan kios dalam menjual ke petani harus dengan HET.
“Sehingga agar tidak terjadi kelangkaan atau kekurangan pupuk di Jember agar tidak melakukan pelanggaran menjual di luar kecamatan lain atau Kabupaten lain,” ujarnya.
Sidak seharian itu berhasil menyisir 15 tempat baik distributor dan kios dari 17 lokasi. “Di lapangan masih kita temukan stok pupuk bersubsidi di Jember masih banyak,” ujarnya.
Tak kalah penting dalam sidak terpadu itu dilakukan bersama Disperta, Disperindag, Polres, Kabag Ekonomi, KTNA dan beberapa anggota dengan 2 mobil. Selain mengecek realisasi pupuk dari Tim juga memberi sosialiassi terkait RDKK.
“Diharapkan dengan RDKK (Recana Difinitif Kebutuhan Kelompok) kios bisa tahu petani dan luasan lahan tanggungjawab penyaluran pupuknya. Jadi tidak mengada-ngada dan kalau bukan untuk petani jangan dilayani,” tegasnya.
Untuk Juni ini Jember menyalurkan 44.000 ton dari jatah kouta pupuk urea 84.782 ton, SP 36 sejumlah 5.355 ron, ZA 21.083 ton dan NPK 13.172 ton.kim

SAMBUT BBJ, PKL DITERTIBKAN

JEMBER - Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang akan digelar sebulan penuh yakni bulan Agustus 2008 membawa konsekwensi persiapan diantaranya pedagang kaki lima (PKL) ditertibkan. Sebab, Jember menjadi taruhan sebagai tuan rumah BBJ.
Jember harus menghadirkan keamanan, ketertiban, kelancaran, kebersihan, keindahan, dan ketenangan serta kemeriahan selama BBJ digelar.
Maka Satpol PP sebagai penegak Perda terus melakukan pembersihan PKL yang melanggar aturan. Jember dikenal sebagai kota yang santun dan tertib. Maka di situlah Jember disebut tuan rumah.
Kasatpol PP Drs Suhannan, Mpd, mengatakan penertiban terpaksa dilakukan terhadap PKL karena sebagai langkah persiapan menyambut BBJ.
“Terutama sekali PKL, gelandangan dan WTS harus kami tipiringkan,” ujarnya.
Di akhir – akhir ini diakui ada peningkatan intensitas kegiatan kinerja Satpol PP semisal penertiban PKL, operasi WTS dan geladangan.
“Karena sebagai tuan rumah jangan sampai ada image jelek menimpa kota Jember,” cetusnya.
Contohnya, secara rutin dan sabar dia terus melakukan pembinaan kepada PKL di Jl Samanhudi dan JL Diponegoro.
“Karena di jalur itu bebas dari PKL dan kami tidak jemu-jemu melakukan pembinaan dan penertiban,” terangnya.
Yang penting dalam penertiban itu ada kesadaran dari masyarakat Jember agar tidak lagi berjualan di sepanjang jalan yang telah dilarang oleh Perda tersebut.
Termasuk penertiban WTS yang mangkal di Alun - Alun terus dipantau. Dengan begitu gelandangan, pengemes, WTS, dan PKL yang masih melanggar akan tetap ditipiring. Ditambah lagi pemantauan terhadap hotel- hotel yang buka agar tidak dijadikan pangkalan PSK liar. kim

7 Atlet Catur Junior Jember “Berbicara” di Kejurda

JEMBER – Ada sedikitnya 7 (tujuh) atlit catur junior putra dan putri Jember akan bertarung di Kejurda Propinsi Catur Yunior se-Jatim mulai 21 - 26 Juni 2008 di Blitar. Ketujuh atlit tersebut telah mengikuti seleksi sejak 17 - 18 Juni lalu di SDN V dan VI Jember.
Menurut Ketua Umum Percasi Jember, Drs Agoes Slameto di kantornya, olahraga catur sangat diminati masyarakat Jember saat ini. Maka harus harus dicarikan solusi untuk penggemar olahraga catur ini dengan kemasan baru.
Sedang atlit Jember yang berangkat Jember Kejurda Blitar Sabtu kemarin adalah peraih juara I - III untuk putra dan juara I - IV bagi atlit putri di Kejurprov. Jatim.
“Semua atlit sudah siap membawa nama baik Jember di Propinsi dan persiapan sudah matang,” ujarnya.
Menurut Agoes, dalam Kejurda Catur junior ini banyak muncul bibit pecatur junior yang potensial, maka dengan event junior ini para pecatur Jember tidak akan kesulitan mencari kadernya.
Program Pengcab Percasi Jember akan lebih menggiatkan lagi kejuaraan-kejuaraan, baik junior dan senior untuk menghidupkan kembali klub-klub catur yang selama ini tidur dan tidak aktif lagi.
Sedang tantangan yang dihadapi para pecatur diantaranya berupa gejala terus menurunnya popularitas olahraga catur di kalangan muda, karena banyak permainan dan aktivitas baru yang berbasis teknologi baru yang lebih menarik seperti komputer.
"Apalagi generasi muda sekarang lebih banyak memiliki mobilitas dan aktivitas yang tinggi dan berlimpahnya tawaran berbagai aktivitas yang menarik. Sehingga pada gilirannya kurang menguntungkan bagi pengembangan olahraga catur," kata Agoes.
Dalam kejuraan di Blitar diikuti hasil seleksi kemarin, yakni juara junior putra C juara I A Basofi MP Jember, juara II Yusuf Arief K kota Kediri, juara III Agus S Lamongan, juara junior putra D juara I M Irfan Probolinggo, juara II Denisio Edwin Pamekasan, juara III Indra Setyawan Pacitan.
Hasil seleksi kemarin, juara I junior putra adalah Ranu Dirjo Dwiadi, juara II Eko Ari dan juara III Metri Arianto, sedangkan sebagai juara I junior putri Diajengworo Kinasih, juara II Widya Tri Febrianti, juara III Reza Dwi Hendaryanti dan juara IVResti Aprilia Tri H.
Menurut Agus pembinaan di usia dini lebih ditingkatkan dalam olah raga catur. Karena olahraga catur akan menjadi olahraga extra kurikuler di setiap sekolah.
Kepala Kantor Infokom Jember ini mengajak seluruh atlet senior dan junior dapat bertanding dengan sportivitas tinggi sehingga pelaksanaan Kejurda dapat berjalan dengan baik, aman serta sukses.kim

AKIB JEMBER TERTINGGI DI JATIM

JEMBER - Angka kematian ibu dan bayi (AKIB) terutama yang baru lahir di Kabupaten Jember menempeati urutan tertinggi di Jawa Timur. Jember menempati peringkat 5 besar. Betapa tidak. Tiap sepekan ada seorang ibu melahirkan meninggal dunia.
Data yang dihimpun oleh Kelompok Kerja Advokasi Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBLA), dari 100 ribu kelahiran, ada 103 orang ibu yang meninggal dunia karena komplikasi kelahiran.
Sedang angka kelahiran bayi di Jember rata-rata per tahun 31.667 jiwa. Sebanyak 9 dari 1000 anak di Jember yang lahir, meninggal sebelum ulang tahun pertama. Artinya lebih dari 285 anak meninggal dalam usia di bawah 1 tahun. Tahun 2007 lalu ada 230 bayi meninggal di usia kuran dari setahun.
Susanto Ketua Pokja KiBBLA, menegaskan kematian ibu melahirkan di Jember adalah 52,5 persen akibat pendarahan, 22,5 persen akibat eklamsia, 10 persen akibat infeksi, dan 15 persen belum terdeteksi penyebabnya.
Data kematian bayi usia 8 - 28 hari sebanyak 27,7 persen akibat gizi buruk, 21,3 persen akibat trauma, 19,1 persen akibat infeksi, 10,6 persen akibat kelainan, 6,4 persen akibat asfixia, 14,8 persen belum diketahui sebabnya.
"Untuk Jember, wilayah Jember Utara penyebab tingginya kematian itu akibat faktor sumber daya manusia,” ujar Susanto.
Di Kecamtan Sumberjambe ada ibu meninggal, karena suaminya salah mengambil keputusan. Ia tidak segera melarikan istrinya ke Puskesmas saat pendarahan. Suami didapati sebagai protolan SD saja.
Menurut Susanto, kesadaran masyarakat dalam pola hidup bersih dinilai masih sangat rendah. Masyarakat juga masih lebih akrab dengan dukun daripada bidan.
Di lain pihak, Dr Rusmijati dari Dinkes Jember mengatakan, 23 persen persalinan masih dibantu dukun yang jumlahnya di Jember mencapai 1.118 orang. Ada 3 kali lipat lebih banyak dibanding jumlah bidan : 361 orang.
Selain image dan kesan masyarakat bahwa biaya kesehatan mahal juga terkait kondisi ekonomi rakyat Jember yang masih tinggi.kim

JEMBER TUAN RUMAH BBGR 3 JULI

JEMBER - (Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) ke V Tingkat Jatim dipastikan digelar di Jember 3 Juli mendatang untuk dibuka resmi dan dicanangkan secara resmi oleh Gubernur Jatim, H Imam Utomo, di Alun – alun Jember.
Kapastian itu setelah Ketua Panitia BBGR Jatim di Surabaya menyampaikan kepastian itu ke Jember. Panitia lokal Jember dalam peringatan itu membarengkan dengan kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).
Ir Suhardiyanto, MM, Panitia Lokal Jember mengatakan pencanangan BBGR dan Harganas se Jatim di Jember, tidak dihadiri pejabat Jember saja tapi pejabat seluruh Jatim juga hadir, 38 Kota dan Kabupaten.
Menurut Hardiyanto, kegiatan ini bertujuan untuk agar masyarakat Jatim dan masyarakat Jember mendorong peran aktif masyarakat. Dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam pelaksaan itumasyarakat Jember akan diuntungkan karena tidak saja sebulan penuh pencanangan BBGR tapi selama Tahun Anggaran (TA) 2008 pemberdayaan dari anggaran Pusat, dan Propinsi.
Ada sekitar Rp 45 milliar dikucurkan dari Propinsi untuk Jember. “Semua anggaran pemberdayaan di unit kerja Propinsi akan dikucurkan bagi masyarakat Jember,” ujarnya.
Angggaran itu dilwatkan unit kerja seperti Bapemas, BLK, Infokom, dan Dinas lainnya. Lalu diharapkan agar masyarakat dalam pemberdayaan meningkatkan potensi kegotong royongan sebagai nafas rakyat Jember.
Maka sasaran itu harus ada peran aktif semua pihak termasuk, ulama, kepala desa, dan camat. Dihjelaskan Hardiyanto usai pencanangan BBGR Gubenur Jatim akan meninjau UPK (Unit Pengelolaan Keuangan) Gerdu Taskin di Jumerto-Patrang.
“Melihat dari dekat UPK Jumerto dalam mengembangkan dana untuk kelompok usaha di situ,” paparnya.
Lalu Gubenur di Jumerto, juga akan meninjau Rumah Layak Huni (RLH) program Pemkab Jember.kim

Jumat, 20 Juni 2008

PENGIRIMAN 32 TON BATU MANGAN DIGAGALKAN

JEMBER - Bahan galian tambang kelas B makin marak di Jember. Namun belakangan diketahui peredaran dan pengirimannya diduga tidak resmi alas ilegal. Seperti kasus yang ditemukan Polres Jember.
Polisi dari satuan Unit Resmob Polres Jember membekuk pengiriman batuan tambang jenis mangaan arena tidak dilengkapi dengan dokumen lengkap. Bebatuan mangaan itu diangkut dalam sebuah truk dan ditemukan sekitar 600 zak batu mangaan dengan total berat sekitar 32 ton.
Penangkapan pengiriman batu mangaan itu dilakukan Kamis (19/6) dini hari saat polisi melakukan operasi di jalan raya Puger Desa Kasiyan Kecamatan Puger.
Polisi mencurigai truk gandeng bernomor polisi P 7461 PU yang ditutup terpal melintas dan akhirnya benar polisi memeriksa truk yang ternyata pengiriman barangnya tanpa dokumen jelas. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan ratusan zak berisikan batu yang digunakan bahan pemurnian baja.
"Karena mencurigakan, apalagi dokumennya tidak lengkap dan barang yang dibawanya itu hasil pertambangan maka kita amankan," kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Jember Ipda Wahyu Sulistyo, kemarin.
Polisi juga mengamankan sopir truk yakni Toyib dan kernet Ahmad Fauzan warga Desa Kasiyan Kecamatan Puger yang diketahui tidak bisa menunjukkan dokumen terkait barang yang dibawanya. Mereka hanya menunjukkan kwitansi pengiriman atau yang biasa disebut surat jalan.
Meski demikian Ipda Wahyu masih mengusut batu mangaan tersebut ditambang dari daerah mana. Dugaan kuat, batu manggan itu digali dari lokasi penambangan kapur Desa Grenden Kecamatan Puger yang dikirim oleh PT Jeconiah Jaya Jember dan ditujukan pada seseorang bernama Mukhlis beralamat di Surabaya.
"Batu itu rencananya akan dikirm ke perusahaan di Surabaya dan pemiliknya diduga orang Surabaya. Jika pemilik batu ataupun pemesan batu itu tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap, maka melanggar UU Pertambangan," katanya.
Sementara Kasat Reskrim POlres Jember AKP Kholilur Rochman mengatakan, penangkapan truk berisi batu Manggan masih terus dilakukan penyidikan.
"Kita belum bisa memberi keterangan lengkap karena masih diperiksa dan penyidikannya diserahkan ke bagian tindak pidana tertentu," ujar AKP Kholilur Rochman.
Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui perusahaan penambang batu tersebut dan pihaknya berjanji akan memberikan keterangan lengkap jika penyidik telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap sopir dan kernet dan kelengkapan surat-surat batu tersebut. kim

LOMBA KELURAHAN SE JATIM

•KELURAHAN PATRANG JEMBER NOMINATOR

JEMBER - Usaha meningkatkan pelayanan pembangunan dan meningkatkan partisipasi masyarakat Desa dan Kelurahan dari 38 Kabupaten / Kota se Jatim, digelar penilaian lomba Kelurahan, dan Desa di Surabaya.
Alhasil, Kabupaten Jember yang mengirim duta nya : Desa Semboro dan Kelurahan Patrang terpilih sebagai nominator.
“Kesempatan itu Lurah, Ketua TP PKK dan LPMK mewakili warga mempresentasikan satu persatu kegiatannya selama tahun 2006 - 2007,” beber Kepala Bapemas Jember Ir Suhardiyanto.
Tepat tanggal 5 Juni 2008 Lurah dan Ketua TP PKK dan LPMK di depan tim juri yang dari kalangan akademisi : Unair dan gabungan unit kerja terkait menilai kelruahan ini.
“Dua jam rombongan dari Kelurahan Patrang dicecar pertanyaan oleh tim dari profensi,” akunya.
Pertanyaan dari tim juri profensi seputar 4 bidang ekonomi, pembangunan, kesadaran masyarakat dan kesehatan lingkungan tidak terkecuali ditanyakan perangkat lunak, administrasi, PAUD, PKK, kondisi balai kelurahan, peran aktif masyarakat dan sebagainya.
Ke depan perlu persiapan lebih matang agar bisa merebut sebagai juara lomba desa. “Agar betul-betul siap menghadapi tim juri kita karantina dulu. Dan pokoknya kita drill dulu di sini,” paparnya.
Kepala Bapemas Suhardiyanto, mengatakan lomba ini Jember masuk nominasi dan akan turun ke Jember.
“Mereka akan menilai Jember, “ ujarnya.
Terpilihnya 2 wakil kelurahan dan desa menurutnya merupakan seleksi ketat dari beberapa Kabupaten sebelumnya. Kategori penilaian dari pusat adalah memilih dari 216 wakil desa dan 32 kelurahan yang ikut.
“Tapi pelaksanaan menilai dan memilih dari 31 Desa dan kelurahan masing-masing kecamatan dari unggulan akan dinilai Tim lagi,” ujarnya.kim

GURU SD TEPERGOK CURI HELM

JEMBER – Guru yang satu ini mencoreng korpsnya. Dia tepergok mencuri helm sepeda motor di areal parkir Kantor Pemkab Jember kemarin. Guru bernama Muhammad Ali (40) pengajar SDN 3 Karang Pring Kecamatan Sukorambi ini mengaku tinggal di Jl Brantas XIV / 189 RT 3 RW 14 Sumbersari.
Dengan mengenakan pakaian dinas guru lengkap dia dikeler ke ruang penyidikan Satpol PP Pemkab Jember untuk diperiksa.
Ceritanya, M Ali – ngajar sejak tahun 1991 ini masih honorer. Dia berniat menemui staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tak jelas setan bergambar apa yang merasukinya hingga Ali, saat melihat helm bagus di parkiran di dekat sepeda motornya Honda Supra Fit Tahun 2007 langsung disahut.
Anehnya, helm nya juga lebih bagus dibanding yang dicuri. Saksi PNS Pemkab mengaku melihat Ali berusaha memabwa helm itu. Mendapati itu, petugas parkir berteriak "maling" dan banyak orang langsung menyerbu.
Sedetik puluhan pegawai Pemkab menyerbu dan melayangkan bogem mentah ke wajah Ali. Pemilik helm bernama Taufik tak mau ketinggalan.
Taufik – anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Unej - ini mengaku jengkel melihat Ali. Dia lantas menyerahkan penyidikan ke Satpol PP. Beruntung Taufik mau damai dengan Ali.
Tapi penyidikan jalan terus oleh Satpol PP. Petugas Satpol PP merasa jengkel dengan keterangan berbelit yang dikatakan Ali. Tak jarang suara tinggi dikeluarkan.
Kasatpol PP Pemkab Jember, Andrianto mengatakan proses penyidikan terhadap Ali terus dilakukan. Ali dalam keterangannya mengaku khilaf karena dia hanya berniat menukar helm miliknya.
"Saya hanya menukar helm. Saya khilaf pak," kata Ali merunduk.
Ali lantas digiring ke rumahnya dengan sepeda motor nya nopol P 4710 QB berikut helm G Force yang diamankan sebagai barang bukti.
Setiba di rumah, Ali, disambut perangkat Rukun Tetangga (RT) dan mantan istrinya. Warga di sana mengatakan Ali sudah cerai dan beranak satu. Sebab Ali diduga memiliki wanita idaman lain (WIL).
Ali yan sempat mengajar di SDN Pagah Kecamtan Patrang, dimutasi karena ulahnya bak preman. Ali diduga tak jelas asal usulnya. Sering ulahnya membuat malu warga setempat.
Pol PP untungnya tidak meneruskan kasus itu ke Polres Jember. Tapi sesuai UU kepegawaian Ali tetap diproses Banwas dan Diknas Pemkab.
Kadiknas Pemkab Jember, Drs H Achmad Sudiono, SH, Msi, Psi, merasa malu dan jengkel melihat anak buahnya yang seorang guru berperilaku seperti itu.
“Wah memalukan. Bisa mencoreng nama baik guru selama ini. Saya secara kelembagaan mempersilahkan Satpol PP menyidiknya. Saya serahkan sepenuhnya kepada aturan kepegawaian negeri sipil," ujarnya.
Tapi, dia masih mempertimbangkan sebelum memecat Ali dalam perkara itu. Menurutnya, seorang guru harus mencerminkan etika dan aturan kepegawaian.kim

TKW JEMBER DISEKAP 4 TAHUN DI YORDAN

JEMBER – Sedih. Itulah yang seringkali terdengar menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Kali ini, pejuang devisa asal Jember bernama Nuri Martini (40) warga Dusun Kantoong, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, dikabarkan jadi korban penyekapan majikannya selama 4 tahun di Yordania, tanpa digaji sepeserpun.
Jumat (20/6) kemarin orangtua kandung Nuri, bernama Misti (60) didampingi DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang diketuai Holili, melaporkan kejadian itu ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Jember.
Tapi, sial. Kantor pemerintahan ini keluarga korban tidak mendapat kejelasan atas penanganan anak kandungnya.
Misti, menceritakan bahwa anaknya berangkat ke Yordan sejak tahun 2004 lalu. Dia diajak Mat Bakri warga Panti. Saat itu hubungan masih berlangsung baik dan lancar. Terakhir kali menghubungi anaknya adalah 17 Mei kemarin.
Sialnya, Nuri saat itu mengatakan tidak diperbolehkan keluar rumah oleh majikan. Ibu Nuri, yang sudah udzur ini menceritakan percakapan dengan anaknya itu dengan berbinar – binar tak kuasa menahan gejolak bathinnya.
“Dia terakhir kemarin masih telepon kita. Katanya dilarang keluar majikannya,” ujar Misti didampingi Holili, Ketua DPC SBMI Jember.
Saat itu, katanya Mat Bakri yang mengajak anaknya dikenal sebagai Tekong tenaga kerja. Nura Martini, anaknya – dikirim ke PT Rekawahana Mulya di Jakarta. Anaknya lantas diberangkatkan ke Yordan.
"Beberapa tahun lalu anak saya hanya mengirim uang Rp 200 ribu, tapi beberapa bulan
belakangan sama sekali,” ujarnya.
Anaknya cerita kalau selama kerja sempat berusaha menghubungi kakanya Naji, di Panti Jember. Tapi dalam pegnakuannya korban mengatakan akan segera pulang setahun lalu.
“Tapi, sampai sekarang belum juga pulang. Putus hubungan dengan keluarga Jember,” ujarnya.
Pendampingi keluarga ini, DPC SBMI Holili, mengatakan kejadian yang dialami Nuri bisa termasuk tindak pidana trafficking (penjualan anak) sebab korban tidak diperbolehkan keluar atau pulang dari rumah majikan.
"Maka dari itu desakan kita adalah meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember, serta BP2TKI Jember dan BNP2TKI Jatim segera membebaskan dan memulangkap Nura,” ujarnya.
SBMI, mendesak agar pemerintah menjamin terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak TKW asal Indonesia yang mengalami kejadian seperti ini. SBMI juga mendesak agar pemerintah mengusut dan menindak tegas orang yang merekrut dan menempatkan TKW ini ke Yordan.
"Disnakertrans harus tegas dan berani mempresser PT Rekawahana Mulya untuk memulangkan Nuri, dan memberi pertanggungjawaban secara moril dan materiil," tukasnya.
Dari catatan SBMI, kasus trafickking di Jember sudah mencapai 18 kasus belum ditambah kasus deportasi TKI asal Jember dari luar negeri.
Hingga kini, pengaduan SMBI tidak ditanggapi serius Disnakertrans. Keluarga korban dan
SBMI tak berhasil bertemu dengan siapapun di Disnakertrans.
"Pelayanan publik Dinas ini jelas tidak beres. Ada 14 kasus laporan kita tidak pernah ada yang diselesaikan,” ujar Holili.
SBMI dalam waktu dekat akan melaporkan kinerja Disnakertrans ke ke Komisi Pelayanan Publik Jawa Timur, sebab kasus ketenagakerjaan di Jember menempati rangking pertama daftar jumlah buruh migran bermasalah di Jatim.
“Bupati harusnya tanggap dengan pejabat seperti Kadisnakertrans ini,” ujar Holili.kim

Kamis, 19 Juni 2008

DESAK PEMKAB PIKIRKAN NASIB RAKYAT KECIL

*Terkait Deadline 1 Juli Penerima Jamkesmas

JEMBER – Menyusul updating (pemutakhiran) data penduduk miskin sebagai daftar warga miskin penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pengganti Askeskin, Komisi B DRPD Jember melalui jubirnya Rendra Wirawan, SE, MM, meminta agar Pemerintah Kabupaten lebih responsif dan memiliki sence yang tinggi terhadap nasib rakyat kecil.
Dia melihat pendataan kembali data warga miskin saat ini jauh dari harapan. Dia menyangsikan pendataan kembali dari data yang akan dimasukkan data base penerima Jamkesmas tersebut. Isu sebelummya Pemkab Jember malah mengembalikan data 140.000 warga miskin yang akan mendapat Jamkesmas, dengan asumsi jumlah rakyat Jember miskin menurun.
Data sebelumnya adalah 695.360 jiwa, tapi yang dipakai adalah 528.048 jiwa saja. Tapi, fakta di lapangan masih banyak warga miskin yang tidak terkover dan tidak terdata di data base untuk mendapatkan jaminan kesehatan gratis tersebut.
Rendra Wirawan, mengingatkan bahwa pendataan itu harus lebih serius lagi. Sebab, informasi yang dia serap warga miskin tidak mungkin mengetahui dirinya mendapat jatah Jamkesmas itu jika tidak ada sosialisasi yang gencar kepada warga masyarakat. Artinya, semua pejabat harus lebih serius menyikapi SK Menkes yang baru untuk memasukkan data base warga miskin penerima Jamkesmas hingga 1 Juli 2008 mendatang.
“Kami minta lebih serius lagi. Jangan bicara soal dana dan anggaran saja. Masak kerja kalau tidak ada anggaran sosialisasi nya malah mandek. Kasihan rakyat yang tidak tahu apa –apa,” ujar Rendra.
M Rofiq Sugiarto, salah satu Kasubsi di Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Bapenduk Capil) membenarkan pernyataan Surabaya Pagi , saat didatangi oleh Aliansi Rakyat Miskin Indonesia (ARMI) Andi S, baru – baru ini. Aliansi ini meminta pendataan harus lebih serius hingga tanggal 1 Juli mendatang.
Sebab, selama ini banyak warga miskin yang tidak bisa mendapat pelayanan kesehatan karena hanya punya kartu BLT, tapi tidak masuk data base. “Kita masih punya waktu hingga 1 Juli Mas,” ujarnya. Dia tidak bisa berkutik, sebab pihaknya hanya menyerahkan data itu ke instansi lebih atasnya. Soal sosialisasi menjadi kewenangan Tim dari Kabupaten.
Di akhir pernyataannya Rendra Wirawan, SE, MM, meminta Jember mencontoh Kabupaten lain yang menyediakan dana khusus dari APBD untuk mengkover warga miskin yang lolos dari pendataan data base suatu saat nanti. “Harusnya Pemkab sudah bisa merumuskan berapa kesalahan pendataan nantinya, dan kita anggarkan bersama sebagai dana cadangan seperti Kabupaten Banyuwangi yang punya anggaran khusus. Warga akhirnya tetap bisa mendapat jamkesmas, dengan dana APBD itu kendati mereka tidak masuk data base, tapi dinyatakan warga miskin oleh Pemerintah Desa,” ujar Rendra.kim

KULI BANGUNAN TEWAS GOSONG

JEMBER – Takdir kematian seseorang tak ada yang bisa memprediksi dan menghalangi. Kuli bangunan bernama P Riko (45) warga Dusun Gumuklimo, Desa Wonosari, Kecamatan Rambipuji, tewas mengenaskan saat bekerja mencari uang di proyek pembangunan rumah di Villa Tegalbesar, Kelurahan Tegalbesar, Kamis (19/6) siang.
Tubuhnya gosong, mulai wajah hingga sekujur tubuhnya mengering setelah tersengat aliran listrik jaringan instalasi rumah tempatnya bekerja yang berkekuatan 2200 volt. Seketika itu korban terjengkang lalu terjatuh dari atas lantai bangunan tingkat dua.
“Bruk !”. Korban terlentang dengan tubuh mengepulkan asap. Sejumlah pekerja, lainnya Roni, Edi, dan Wawan berteriak minta tolong. Tapi apa daya tubuh korban sudah jadi mayat. Warga sekitar langsung menghubungi Polres setempat, dan segera dilakukan evakuasi bersama Tim dari Puskesmas setempat.
Tim Ident Polres Jember yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan olah TKP. Petugas Ident dan Kasatreskrim Polres Jember AKP Holilur Rahman, SH, mengatakan tidak menemukan tanda – tanda kesengajaan dalam kejadian itu. Korban tewas karena terkena sengata listrik saat bekerja di lantai 2. Untuk kepentingan penyidikan, tubuh korban langsung diangkat ke RS dr Soebandi dengan ambulance, disusul setelah itu keluarga korban. kim

JALAN & JEMBATAN BUKA ISOLASI DESA

JEMBER - Pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil akan dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat di pedesaan agar akses ke Kota bisa lancar. Dengan begitu, dorongan kegiatan eknomi rakyat bisa lebih cepat maju.
Tahun 2005 tidak sedikit jalan dan jembatan dibangun di daerah pelosok untuk mengentaskan dari isolir, akses ekonomi ke Kota.
Diantaranya adalah jalan dan jembatan Tiris-Sumberbaru, Jembatan Paseban-Jombang, jalan Baban-Silosanen, Jembatan Cempoko-Panti, Jembatan Bangeran-Sukorambi, Jembatan Sucopangepok-Jelbuk, Jembatan Sumberkejayan-Ledokombo, dan Jembatan Suren-Mayang.
“Sarana ini menghubungkan dua daerah terpencil antar dusun dengan pusat kota kecamatan atau dengan Kabuapten,” beber Mas’ud Plt. Kabid Bina Marga Dinas PU Jember.
Tahun 2007 pemerintah membangun 18 jembatan : 14 jembatan dan 4 jalan jembatan yang menjadi usulan masyarakat dari hasil pertemuan Bedah Potensi Desa di berbagai tempat.
Tahun 2008 Kasi Jalan dan Jembatan ini mengatakan tahun 2007-2008 ada anggaran Rp 10 milliar yang akan direalisasikan.
“Anggaran pembangunan ini diperuntukkan bagi kepentingan rakyat berwujud jalan dan jembatan di daerah pelosok untuk membuka isolir warga,” ujarnya.
Semisal, pembangunan jembatan di Desa Sucopangepok yang menghubungkan Desa Sucopangepok - Jelbuk ke Kabupaten Bondowoso.
“Kita bangun sarana jembatan memadai agar warga bisa mengakses eknominya ke Jelbuk dan kota lewat jalan jembatan itu,” ujarnya.
Jika masih ada yang belum tergarap, maka bisa diusulkan dalam Perubahan Anggaran (PAK) APBD bulan – bulan mendatang.kim

KUSEN BICARA SOAL KESATUAN BANGSA

JEMBER – Kusen Andalas, Sip, Wakil Bupati Jember, bicara soal upaya meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI bersama Bakesbang Linmas dalam dialog interaktif dengan ormas, organisasi profesi, pemuda, tokoh masyarakat dan agama Kamis (19/6) di Pendopo Wahyawibawa Graha.
Dialog diikuti 200 orang. Dalam sambutannya Kusen berharap ada motivasi semua peserta untuk memahami arti positif sebagai masyarakat bagian warga negara Indonesia untuk hidup berbansa dan bernegara.
Kusen menegaskan peran generasi muda penerus bangsa harus diperhatikan. Untuk mencari karakter bangsa, perlu pemahaman kebangsaan.
”Rebut kesempatan untuk meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan,” ujarnya Wabup.
Menurutnya pancasila tidak hanya dilihat dan dihafalkan, tapi harus bisa diterapkan. “Karena ideologi pancasila merupakan hasil kesepakatan bangsa sejak bangsa merdeka,“ jelasnya.
Melihat perkembangan akhir-akhir ini, budaya bangsa sudah dicemari dengan budaya asing yang berlawanan dengan budaya Indonesia akibat derasnya arus informasi global dengan berkembanganya Teknolog Informasi.
Sebagai institusi pemerintah, Bakesbang Linmas harus selalu memberikan sosialisasi, komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai elemen bangsa guna memberikan pemahaman akan karakter bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Hadir pula Kapoles Jember AKBP Drs Ibnu Isticha, Dandim 0824, Letkol Inf Agus Dedy Purwanto. Tak ketinggalan Kepala Bakesbang Linmas Drs H Sudjak Hidayat.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dalam bekal hidup menghadapi tantangan global mendatang.
Sebagai nara sumber lain adalah Ketua MUI dan FKUB Jember, Drs. KH. Sahilun A. Nasir, dan beberapa nara sumber lain. Menurut KH Sahilun, upaya untuk menegaskan dan meningkatkan pemahaman kehidupan berbangsa perlu diupayakan agar tujuan menciptakan kerukunan umat bisa terwujud.kim