Selasa, 30 Desember 2008

PDAM JEMBER MASIH BERHUTANG RP 4 MILLIAR


MALAH BANGUN GEDUNG BARU

JEMBER – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember aneh. Kendati masih berhutang Rp 4 milliar, dari sisa tunggakan sejak tahun 1980-an. Kemarin, Selasa (30/12) malah meresmikan kantor baru di Jl Trunjoyo selesai direhab senilai ratusan juta rupiah.
Soal kebijakan pemerintah pusat untuk pemutihan hutang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pihak ketiga, tapi PDAM Jember masih memiliki tunggakan hutang Rp 4 miliar.
Ir Taufan MBA, MM, Direktur DPAM Jember, di sela - sela peresmian kantor, kartu pelanggan, Sicatter Bening serta produk air mineral Hasora, pihaknya berjanji akan menyelesaikan masalah hutang yang merupakan masalah nasional dengan pengembangan kualitas pelayanan, SDM dan sarana prasarana.
Dua tahun sebelumnya besarnya hutang PDAM Jember ke Bank Dunia dan pihak ketiga kian membengkak saja.
Tercatat sejak tahun 1980-an, nominal utang pokok Rp 4 miliar, dan membengkak Rp 6 miliar dan menjadi Rp 11 miliar karena tidak segera terlunasi dan kena penalti beban denda dan bunga.
Nilai beban hutang yang kini ditanggung PDAM masih Rp 11 miliar. Pihaknya kini berusaha keras minta pemutihan hutang dan penjadwalan ulang.
"Sekarang masih punya hutang dan terus dibayar. Ada tiga jenis hutang dan satu jenis hutang sudah dilunasi tahun 2008 dan sisanya akan selesai 5 tahun ke depan,” ujarnya.
Kata dia, kini ada program restrukturusiasi hutang dari pemerintah dengan beban hutang tinggal Rp 4 miliar. Jika semua dihapuskan sesuai Permenkeu, hutang dan denda serta bunga tinggal hutang pokoknya saja dari sisi manajerial hutang ke pihak ketiga sudah selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Dan itu termasuk bagus.
Selain itu, sebagai badan usaha daerah tidak salah jika melakukan diversifikasi usaha seperti pembuatan air minum kemasan dan kartu pelanggan modern.
"Sejauh ini diversifikasi tak mengganggu anggaran PDAM," ujarnya.
Soal sistem penyediaan air bersih PDAM Jember masih memiliki sumur dalam pompa, proses air sungai dan mata air grafitasi dan satu yang belum punya yakni sistem pengelolaan air hujan.
Untuk sumur ada 21 sumur bor, mata air lima, pengelolaan air punya dua buah. Setahun ini sejak tahun 2007 menjabat, di laporan tahun 2006 PDAM merugi dan kurang sehat dengan hutang Rp 2 miliar dan tahun berikutnya sudah sehat. "Konstribusi PAD Rp 240 juta tahun 2007 dan 2008 Rp 400 juta," pungkasnya. kim

TAHANAN NARKOBA DI LP JEMBER POSITIF HIV AIDS

JEMBER - Tahanan kasus narkoba di Lapas Kelas IIA Jember dipastikan mengidap positif virus HIV – AIDS.
Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Jember, AKP Edy Sudarto, mengatakan dari 40 tersangka kasus narkoba yang ditangkap Polres Jember, teridentifikasi satu orang positif menderita HIV-AIDS.
"Satu orang yang terdeteksi setelah diperiksa ke klinik VCT secara sukarela," ujarnya.
Kata dia, tidak semua tahanan kasus narkoba yang mau diperiksa melalui VCT untuk memastikan apakah tertular HIV-AIDS atau tidak. Hanya beberapa orang saja yang mau tes VCT.
Dia menegaskan tahanan itu kini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Jember dan sedang menjalani proses persidangan atas kasusnya.
Kendati begitu, kata dia tidak semua tanahan narkoba menderita HIV-AIDS karena yang tertular HIV adalah benar – benar pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik.
Edy Sudarto, masih belum bisa membuka siapa tahanan narkoba yang terinfeksi HIV AIDS tersebut dengan alasan kerahasiaan. Untuk ini pihak polres akan segera memberitahukan kepada pihak LP terkait temuan itu.
“Kalau namanya kan rahasia. Perlakuan kita itu harus manusiawi. Ini menyangkut kesehatan lingkungan tahanan, dan situasi di LP,” ujar Edy.
Sementara Pj Kepala LP Kelas IIA Jember, Susilo mengaku belum tahu tentang berita itu. Dia juga mengaku masih akan mengeceknya dan berkoordinasi dengan pihak terkait terutama Polri terkait tahanan yang dititipkan di LP Kelas IIA Jember dan teridentifikasi HIV AIDS tersebut.
Jika benar ada temuan itu, maka dirinya akan berusaha menempatkan di lokasi khusus, dan mendapat perhatian khusus. Sebab, aturan bagi penderita HIV AIDS harus disendirikan, baik cara makan, dan juga pergaulan. Tapi, tetap memperhatikan dan mempertimbangkan kerahasiaan dari penderita kepada tahanan lain.
“Kita akan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Susilo.
Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan itu akan disampaikan kepada instansi yang lebih atas, termasuk atasannya untuk diambil kebijakan yang sesuai. kim

PJU MASIH BELUM NYALA

Rp 85 MILLIAR TERANCAM SIA - SIA

JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember berbohong lagi. Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) yang juga proyek mercusuar MZA DJalal, Bupati Jember ini belum kunjung menyala.
Janji dinyalakan Agustus 2008 mbeleset. Lalu janji lagi menyala Oktober 2008 tapi mbeleset lagi. Janji lagi 1 Januari 2009 diprediksi mbeleset lagi.
Proyek Rp 85 milliar itu terancam sia – sia, karena ketersediaan listrik sudah tidak memenuhi. Bahkan kini kabarnya Pemkab Jember, mengalihkan tanggungjawab PJU itu kepada PT PLN APJ Jember (Persero).
Pemkab Jember berdalih pelaksana proyek masih terus menyelesaikan pengerjaan karena terkendala teknis seperti trafo dan daya listrik.
Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Jember Chavid Setyadi menjelaskan hingga kini proyek pengerjaan PJU masih jalan dan diharapakan hingga tahun 2008 ini selesai dan 1 Januari 2009 bisa menyala.
"Kini ijin penyambungan dari PLN sudah tuntas dan akan menyala 100 persen. Kita tetap akan pertimbangkan yang berkaitan masalah teknis seperti trafo agar tidak mengganggu masyarakat," ujarnya.
Kata dia, kini pengerjaan PJU nyaris 60 persen. Secara fisik selesai 100 persen tinggal memasang meteran. Yang menyala sudah 100 persen, dan target tahun 2009 akan menyala semua. Hanya perbaikan sedikit di trafo.
Untuk kapasitas daya dari PLN Jember dinilai masih memadai dan kini kondisi
listrik belum memadai akhirnya mati-hidup dibeberapa PJU.
Sekadar diketahui, APBD Jember Tahun 2007 menganggarkan pengadaan PJU Rp 85 miliar dengan 9.718 titik dengan total panjang jalan sekitar 485,9 kilometer.
Proyek mercusuar ini meliputi jalan negara atau provinsi di 1.580 titik atau 79 kilometer, jalan kabupaten di 5.20 titik atau 261 kilometer, jalan kecamatan di 2.390
titik atau 117 kilometer dan jalan kota di 528 titik atau 28,87 kilometer.
Untuk jumlah lampu sodium dengan daya 250 watt ada 7.598 buah, sodium 150 watt ada 740 watt dan sodium 70 watt ada 1.380 buah. Namun melihat kondisi daya terpasang PJU ada 4,4 ribu KVA dengan pemakaian daya riil 2,7 ribu KVA maka listrik yang dimiliki PLN Jember agaknya belum menjangkau besarnya daya listrik itu.
"Ada bebera pembangkit bisa beroperasi dan ada tambahan daya listrik dan tidak mati-hidup. Tidak lagi satu tiang hidup satu tiang mati, bukan berarti tiap bulan hidup atau mati," beber Havid lagi.
Terkait temuan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Surabaya yang mensinyalir adanya selisih harga pokok satuan peralatan PJU Rp 18 miliar, Chavid menganggap enteng.
"Kita sudah kembalikan, tapi saya lupa nominalnya," katanya.
Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB) Jember Suharyono mengatakan sejauh ini masyarakat pinggiran perkotaan masih menemukan adanya PJU yang belum menyala.
"Mestinya proyek PJU itu harus sesuai target, tak peduli ada kendala daya. Lalu bagaimana soal transparansi anggaran puluhan miliar itu,” ujar Suharyono. kim

MANTAN SEKWAN DAN MANTAN KADES PALSUKAN AKTA


JEMBER – Mantan Sekretaris Dewan Drs Heru Santoso, yang juga mantan Camat Ajung Jember bersama mantan Kepala Desa Wirowongso, Sucipto, terancam dipenjara dan divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember karena diduga melakukan pemalsuan akta otentik (akta hibah, Red) tanpa didukung bukti yang sah.
Heru Santoso, warga Jl Kyai Mojo Jember, dan Sucipto, mantan Kades Wirowongso Ajung Jember ini sedang dalam proses persidangan. Dia didakwa melanggar pasal 263 KUHP juncto pasal 55 karena terlibat pemalsuan akta hibah dalam kasus sengketa tanah yang sebelumnya, Suhaeri dan Suyitno.
Dua nama di belakang itu sudah divonis masing – masing 10 bulan penjara karena terbukti mengajukan akta hibah kepada yang terdakwa mantan petinggi dan camat Ajung itu tanpa dasar yang sah.
Dalam kasus yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember Kamis depan ini, akan memasuki tahapan pemeriksaan saksi. “Kita sudah bacakan dakwaan di sidang pertama kemarin,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mahfuds SH, mendampingi Kajari Jember Irdam SH.
Sekadar diketahui, bahwa kasus ini mencuat berdasarkan protes dan laporan dari pelapor Suharsono, warga Renes yang merasa menghaki tanah tersebut. Suharsono, memiliki tanah itu dengan bukti akta jual beli dan sertifikat. Tapi oleh Kades dan Camat saat itu dijabat Sucipto, dan Heru Santoso, tanah seluas 6000 m2 yang dimohon Suhaeri dan Suyitno itu diberikan akta hibah.
Tanah itu sendiri kini telah dikuasai oleh Amin Jakfar. Pemilik sertifikat tanah itu Suharsono, masih kesulitan menguasai tanah tersebut karena telah didiami oleh Amin Jakfar.
Dalam sidang kasus yang pertama Suhaeri dan Suyitno, telah divonis oleh majelis hakim PN yang sama Aminal Umam, Yosdi, Yanto SH, dengan hukuman 10 bulan penjara. Keduanya terbukti tanpa hak yang sah mengajukan permohonan akta hibah tersebut.
Berdasarkan vonis itu sebenarnya Suharsono, berpeluang untuk menggugat secara perdata kepada kedua orang tersebut, termasuk 2 terdakwa saat ini. Tapi, hingga kemarin Suharsono, belum bisa dimintai komentarnya terkait sengketa tanah itu.
Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Irdam SH, mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kasus itu dalam waktu singkat. Dan kini telah disidangkan.
Perkara sebelumnya juga telah divonis oleh hakim PN Jember. Ditanya soal kenapa kedua terdakwa ini tidak ditahan ?. Kajari Irdam SH, melalui JPU Mahfud, mengatakan keduanya selama ini tidak pernah ditahan oleh Polisi. Sehingga Jaksa tidak menahan terdakwa tersebut.
Data yang ada, terdakwa Drs Heru Santoso, sendiri kini masih dinas aktif di Dinas Perhubungan Pemkab Jember. Sedangkan Sucipto, kini menjadi calon legislatif dari Partai Golkar. Suami Kepala Desa Wirowongso saat ini masih bebas berkeliaran tidak ditahan Jaksa dalam kasus ini. Karena keduanya dinilai ceroboh dan lalai dalam mengeluarkan akta hibah tersebut dan tidak teliti. kim

FASHION SHOW DI ATAS TRUK 14,7 METER

JEMBER – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1430 H , dan tahun baru Masehi 1 Januari 2009, jalan raya protokol Jl Gajah Mada, Sultan Agung dan A Yani akan ditutup sementara karena digunakan fashion show anak remaja di atas truk dengan panjang cat walk truk 14,7 meter, 31 Desember 2009 besok (hari ini, Red).
Selain fashion show remaja aksi marching band eks karesidenan Besuki dan drumband berjumlah 40 group juga digelar menyemarakkan pesta penyambutan tahun baru tersebut.
Acara yang dimotori oleh Toko SEVEN DREAM ini juga akan dikolaborasikan secara serentak dengan peluncuran Album 7 Impian (Seven Dream) di Alun – Alun Jember depan gedung PT Telkom Jember.
Managemen toko Seven Dream Jember melalui humasnya Faisal Baraja, mengatakan bahwa kegiatan pre launching album 7 impian itu juga akan dibarengkan dengan Tour Promo 7 Kota, Group Band NIDJI, SLANK, dan UNGU yang melibatkan semua radio di seluruh Indonesia.
Acara kolosal hiburan gratis bagi masyarakat Jember itu dipersembahkan Seven Dream dalam rangka untuk menimbulkan multi plier effect yang positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat Jember.
Faisal Baraja, yang juga wartawan An-TV perwakilan Jember ini berharap masyarakat bisa menikmati acara tersebut dan saling menjaga keamanan. Pihaknya sendiri akan menerjukan 120 personel aparat TNI dan Polri dibantu Satpol PP dan Ormas se Jember.
“Kita undang semua tokoh agama, ormas, dan tokoh pemuda. Kita ingin membangun Jember ini menjadi lebih berkualitas. Masyarakat nya kreatif dalam mencari hiburan yang segar dan cerdas,” ujar Faisal. kim

ISTRI DANDIM TETAP GELAR KF


Tak Terpengaruh Isu Mutasi Dandim Jember

JEMBER - Isu mutasi di tubuh militer Jember merebak. Kali ini Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Dedi Agus Purwanto, diisukan akan digeser ke Makodam. Posisinya digantikan mantan pejabat Jember.
Tapi, sejauh ini belum ada kejelasan isu tersebut. Sehingga program dan kegiatan Kodim 0824 Jember masih terus berjalan seakan tak terpengaruh isu tersebut.
Sumber yang minta namanya dirahasiakan membenarkan isu mutasi Dandim 0824 Jember itu dari Letkol Inf Dedi Agus Purwanto, kepada pejabat baru. Menurutnya mutasi itu akan dilakukan Januari 2009 ini. Ada bocoran tongkat komando itu sebenarnya sudah diserahterimakan di Makodam V Brawijaya.
“Soal pelaksanaannya belum tahu kapan di Jember,” ujar sumber tadi.
Siapa penggantinya ?. Ada isu bahwa penggantinya adalah Letkol Art Totok, mantan Komandan Yon Armed 8 Jember (509).
Sejumlah anggota Kodim 0824 Jember mengaku tidak tahu ada isu mutasi itu. Menurutnya jika benar ada, biasanya sepekan sebelumnya bisa didengar.
Kemarin, kegiatan Kodim 0824 Jember terutama Ketua Persit Kartika Candra Kirana masih melakukan aktifitasnya seperti biasa. Ketua Persit ini mendukung program wajar 12 tahun dan menyukseskan program pemberantasan buta aksara Pemerintah Daerah Kabupaten Jember di Kecamatan Mayang.
Ny. Dedy Agus Purwanto istri Dandim Jember ini kemarin membuka Pendidikan Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar yang digelar Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVII Kodim 0824 Jember di Kecamatan Mayang.
Pelaksanaan Pendidikan Keaksaraan ini dilangsungkan di 2 tempat, yaitu Kecamatan Mayang dan Sukorambi TA 2008.
Kegiatan Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar itu dinilai sebagai program pemerintah untuk meningkatkan derajat pendidikan masyarakat, sehingga mampu melepaskan diri dari kebodohan kemiskinan dan keterbelakangan.
Ada sekitar 20 kelompok yang ikut. Tiap kelompok terdiri dari 10 - 12 orang peserta berjumlah 210 orang. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemkab Jember.
“Kami harap tutor dengan tugas sosial tinggi, hendaknya memberi pelajaran dasar Aksara Fungsional kepada peserta warga belajar yang baik sesuai target yang ingin dicapai,” ujarnya.
Targetnya, masyarakat peserta KF dapat membaca, menulis dan berhitung dengan baik, agar memiliki ketrampilan dan kecerdasan dalam menyambut kehidupan bermasyarakat ke depan.kim

RAKYAT BUTUH LISTRIK MURAH DAN MUDAH

JEMBER – Diakui atau tidak ketersediaan energi listrik untuk mendukung kegiatan masyarakat belakangan menghadapi banyak kendala.
Ketersediaan energi listrik masih tidak sebanding dengan kebutuhan. Akibatnya pemerintah mengambil kebijakan melakukan penghematan energi listrik.
Karena listrik sudah jadi kebutuhan, maka rakyat tetap membutuhkan listrik yang mudah dan murah.
“Kini persoalan yang mendasar adalah listrik,” papar Drs Edy B Susilo, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pemkab Jember pasca menghadiri Muscab AKLI di Aula Hotel Panorama kemarin.
Upaya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik ini, sudah dilakukan pemerintah. Tapi hasilnya belum optimal.
“Kini memang ada pemadaman aliran listrik bergilir yang dilakukan PLN ,” ujarnya.
Di sisi lain, kebutuhan listrik semakin tinggi seiring ertumbuhan penduduk yang pesat. “Inilah persoalan kelistrikan yang harus kita kerjakan bersama. Sehingga kita harus bersama memberi solusi agar mengurangi beban PLN selaku jasa pelayanan listrik untuk menciptakan energi listrik alternatif,” paparnya.
Terkait naiknya harga berlangganan dan mahalnya pasang baru juga harus dipecahkan bersama dengan Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indoensia (AKLI) untuk ikut membantu merumuskan sistem kelistrikan di masa mendatang.
“Bagaimana AKLI bisa memberikan solusi listrik yang mudah dan murah bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Daerah melalui upaya mewujudkan energi alternatif telah dilakukan. Termasuk mendirikan Perusahaan Listrik Tenaga Mini Hidro di Tanggul.
Edy berharap kepada DPC AKLI Jember, agar peka terhadap segala permasalahan terkait kelistrikan di Jember. Terutama untuk mendukung penyediaan energi alternatif untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di pedesaan. kim

Senin, 29 Desember 2008

KORUPSI DI PEMKAB JEMBER PERINGKAT I

Macet di Polda, Polwil, Kejati, hingga Kejari

KELEDIOSKOP 2008

JEMBER – Menginjak tahun 2009 ini diprediksi kasus korupsi yang dilakukan para pejabat Pemkab Jember masih mendominasi pelaporan di aparat hukum. Bahkan akan tambah meningkat dibanding tahun 2008 kemarin.
Banyak program pemerintah yang diduga diselewengkan oleh aparatur pemerintah baik di satuan unit kerja tingkat kecamatan, desa, hingga Kabupaten setingkat Dinas dan Badan.
Ada banyak tunggakan aparat hukum di Kabupaten Jember terutama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember yang belum diselesaikan dan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk diselesaikan di tahun 2009 mendatang.
Tak sedikit kasus yang sejak tahun 2003-2004-2005 hingga 2008 masih ngendon di tangan aparat hukum.
Menengok ke belakang potret penegakan hukum di Kabupaten Jember oleh aparat penegak hukum di Jember masih sangat rendah. Mayoritas kasus yang disidangkan itu hasil dari penyidikan dan pemeriksaan oleh aparat di Mapolda Jatim, dan Kejaksaan Tinggi.
Diantaranya adalah kasus bantuan hukum dengan tersangka Dr Syahrasad Masdar, MA, yang kini menjabat Bupati Lumajang. Kasus ini masih mangkrak di Polda Jatim. Sekda Djoewito, telah divonis bebas, termasuk HM Madini Farouq, Ketua DPRD pengusul dana Bantuan Hukum yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara Rp 1,2 milliar tersebut.
Yang belum diproses adalah Syahrasad Masdar, dan Kabag Hukum Mudjoko. Kasus pemalsuan terkait dokumen SPM oleh Kabag Hukum Mudjoko, SH, ditangani Polwil Besuki di tahun 2008 dan belum diselesaikan.
Ada beberapa kasus yang dilaporkan tahun 2003 diantaranya kasus Kapal Sekoci yang ditangani Kejaksaan Negeri Jember. Hingga kini masih belum diselesaikan sampai dimana statusnya. Di SP3 atau diteruskan tidak jelas.
Lalu kasus Gerakan Rehabilitasi Hutan (Gerhan) tahun 2004. Laporan Gerhan Jember yang diduga menyimpang anggaran Rp 2,16 milliar dengan unit Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Jember masih macet. Padahal, kasus ini juga telah dilaporkan ke KPK. Kasus ini dilaporkan Ramlan Zakaria, yang mencurigai adanya kelompok tani fiktif sebanyak 80 kelompok. Tiap kelompok negara dirugikan Rp 20 juta lebih.
Kasus lain yang macet adalah, kasus belanja modal Bappekab tahun 2003 Rp 1,362 milliar ada penunjukan rekanan yang sarat KKN. Indikasinya belanja modal gedung Sistem Informasi Manajeman Rp 222 juta, ATK Rp 425 juta foto udara Jember via satelit dan belanja modal komputer SIM bidang perencanaan Rp 378,7 juta. Pejabat yang bersangkutan adalah Ir Haryanto, Ir Merwin, dan rekanan.
Yang sudah ditangani, hanya korupsi anggaran belanja DPRD dan Bankum dengan tersangka pimpinan DPRD Jember, dan Sekda. Kini kasus Sekda masih menunggu turunnya kasasi dari MA, yang diinformasikan telah memvonis Sekda dengan 2,4 tahun penjara.
Selanjutnya tahun 2005 dugaan korupsi hari jadi Kabupaten Jember Rp 301 juta, tanggal 1 Januari 2006 dana diberikan kepada Ir Rasyid Zakaria, tapi pertanggungjawabannya tidak jelas. Hingga kini kasusnya mandeg di Polda Jatim.
Lalu kasus realisasi belanja tak tersangka Rp 655 juta untuk penanganan banjir diterima oleh pejabat Sekda, tanpa kejelasan pertanggungjawabannya. Laporan di atas diadukan ke KPK oleh LSM Gagak Hitam.
Diantara kasus yang muncul adalah pemberian tunjangan hari Raya tahun 2005 Rp 440 kepada anggota DPRD yang melanggar hukum. Lalu penyaluran dana bencana alam Panti Rp 600 juta.
Lalu kasus bantuan THR bagi PNS Jemebr, ada selisih Rp 305 juta, dari belanja tak tersangka. Kasusnya juga macet di Polda Jatim.
Kasus yang juga dilaporkan ke aparat adalah dugaan penyimpangan proyek Tender Rumah Sakit tahun 2007 sebesar Rp 23 milliar di tiga Rumah Sakit (RSUD Patrang, RSUD Kalisat, dan RSUD Balung). Kasusnya macet di Polwil Besuki.
Kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Tani (KUT) dengan tersangka H Mushoddiq Fikri, Rp 1,4 milliar macet di Mapolda Jatim. Padahal, tinggal pelimpahan tahap kedua saja. Karena alasan sakit, hingga kini tak kunjung diselesaikan.
Di tahun 2008 kemarin, di awal tahun kasus korupsi dana PKK Jember oleh penyidik Polwil Besuki juga belum diselesaikan. Korupsi yang diduga dilakukan istri Bupati MZA Djalal, Rp 1 milliar lebih ini hanya berkutat pada pemeriksaan saksi dan barang bukti. Selain istri Bupati Ny Sri Wahyuni Djalal, terlibat juga ada indikasi melibatkan Kabag Kesra Drs M Farouq, dan Kasubag Keuangan Sri Rahajeng, dan Sekda Drs Djoewito.
Di awal tahun potret kejaksaan dicoreng oleh ulah aparatnya, yang bernama Nurrohman SH, dilaporkan memeras keluarga terdakwa penganiayaan Mastur (46) warga Jl Mawar Dusun Mojo, Desa Biting, Kecamatan Arjasa.
Lalu kasus dugaan korupsi Alkes tahun 2005, dan terakhir alkes tahun 2006 dengan tersangka Drs Subasyar masih macet. Di lain sisi penegakan hukum lemah, Bupati MZA Djalal, berbuat ulah. Di awal tahun, Bupati mengeluarkan statement perintah Tembak Di Tempat Rakyat yang Masuk Hutan.
Akibatnya, 4000 warga BabanSilosanen, Kecamatan Silo tak terima. Bupati didemo ke Pendopo. Meminta KPH Perhutani dan Bupati belajar lagi soal metode penanaman dan penghijauan kembali hutan yang gundul akibat penjarahan tahun 1998 tersebut.
Selain yang sudah divonis oleh PN karena limpahan kasus korupsi yang ditangani Kejati, dan Polda Jatim, diantaranya bankum, dana operasional DPRD tahun 2004, dan korupsi Bupati Samsul Hadi Siswoyo, wajah aparat Pengadilan tercoreng.
Hakim pemeriksa kasus korupsi dana bankum dengan terdakwa Rp 450 juta Drs Ec Djoewito, MM, diantaranya Mujahri, SH, Jhonny Aswar, dan Aminal Umam diperiksa Hakim Pengawas. Kasus majelis hakim ini membebaskan terdakwa dari dakwaan.
Kasus ini diadukan LSM Fokker dan IBW untuk dieksaminasi dan diadukan ke Hakim Pengawas di Kejati dan Kejaksaan Agung.kim

CAMAT SEMBORO TEBANG POHON TANPA IJIN

JEMBER – Aturan di Perda dan larangan dari Dishutbun tak digubris Camat Semboro. Terbukti sembilan pohon mahoni berdiameter 1 - 2 meter yang diperkirakan berumur 100 - 150 tahun di depan PG Semboro dibabat habis Camat Semboro 10 hari lalu tanpa ijin.
Terkait penebangan liar oleh Camat Semboro, Asisten I Pemkab Jember Drs Hasi Madani, sempat terkejut berusaha mengecek langsung ke lokasi.
"Kami selidiki siapa yang memberi ijin penebangan itu. Itu harus dihentikan,” ujar Hasi.
Dia menyayangkan penebangan tanpa ijin terhadap 9 pohon mahoni yang berumur ratusan tahun di bantaran sungai Semboro itu. Seharusnya kata dia hal itu tak boleh dilakukan.
“Kami tahu ada penebangan pohon setelah ada laporan dari wartawan,” tukasnya.
Di sisi lain Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Jember CH Havid Setiyadi, mengaku dia belum pernah mengeluarkan izin penebangan pohon di pinggir jalan tersebut.
Camat Semboro sendiri tidak pernah melaporkan akan menebang pohon. Havid menerangkan bahwa prosedur pengurusan izin tebang itu harus diurus terlebih dahulu.
Sebelum memotong pohon para pihak harus mengisi blanko permohonan disertai fotocopy KTP, diketahui dan ditandatangani Kades atau Lurah, petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan (sebagai penguji hasil hutan) dan Camat. Setelah kayu ditebang, lalu diukur dan diperiksa penetapan retribusinya.
Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB) Suharyono, mengaku langsung melacak kemana larinya kayu hasil penebangan liar yang di lakukan oleh Camat Semboro tersebut.
Kata dia, seharusnya Camat Semboro sudah tahu tata cara atau prosedur penebangan pohon karena sudah ada aturannya, baik Perda, atau aturan lainnya.
Siapa saja yang menebang pohon wajib memiliki ijin dari pejabat yang berwenang. Dan siapa saja yang mengangkut, atau menguasai dan memiliki hasil hutan, harus dilengkapi dengan SKSHH (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan).
"Soal retrebusi ijin penebangan kayu hutan rakyat atau kayu hasil perkebuban yang tumbuh liar di kawasan hutan di kabupaten Jember dan pohon di pinggir jalan sudah diatur dalam Perda. Semuanya sudah diatur secara jelas. Makanya penebangan pohon tidak bisa dilakukan sembarangan," tegasnya.
Setelah di telusuri kayu hasil penebangan liar oleh Camat Semboro dijual ke warga bernama Pak Dim, warga Kecamatan Kencong.
Pak Dim adalah seorang pengerajin kayu dan membuka toko mebel. Menurut informasi kayu tersebut dijual Camat Semboro, per pohon Rp 5 juta.
Sekadar diketahui, harga kayu mahoni di pasaran perkubiknya saat ini mencapai Rp 2 juta, sedang satu pohon mahoni yang ditebang Camat Semboro itu ketinggiannya sekitar 20 meter dan berdiameter 1 - 2 meter diduga akan menghasikan 4 - 5 meterkubik.kim

GATOTKACA LAHIR 1 JANUARI 2009

JEMBER – Hari jadi kota Jember 1 Januari 1929 – 2009 akan diperingati ke 80 nya di Balai Serba Guna (BSG) Jember dengan pertunjukkan wayang kulit “gatotkaca lahir 1 Januari 2009”.
Malam budaya di Jember akan memanjakan rakyat Jember, dengan pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Dalang Timbul Lukito.
Agus Slameto, Kepala Infokom Jember berharap dengan pagelaran wayang semalam suntuk ini dapat memberikan hiburan alternatif kepada masyarakat, khususnya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-80 selain untuk uri – uri budaya Jawa.
Dalam ringkasan cerita itu, Ki Dalang Timbul Lukito menceritakan lakon Gatotkaca Lahir ibaratkan sebagai kesatria perkasa berotot kawat bertulang besi anak Bima, ibunya bernama Dewi Arimbi, begitu lahir membuat huru-hara.
Tali pusarnya tidak dapat diputus. Berbagai macam pisau dan senjata tak mampu memotong tali pusar itu.
“Akhirnya keluarga Pandawa sepakat menugasi Arjuna mencari senjata ampuh untuk keperluan itu, sementara itu para dewa pun tahu peristiwa itu,“ ujar Timbul.
Batara Guru mengutus Batara Narada turun ke bumi membawa senjata pemotong tali pusar Gatotkaca. Tapi Batara Narada membuat kekeliruan. Senjata, yang bernama Kunta Wijayandanu itu bukan diserahkan ke Arjuna, tapi diberikan ke Karna karena wajah dan penampilannya mirip Arjuna.
Sehingga Arjuna terpaksa merebutnya dari tangan Karna. Usahanya ini tak berhasil. Arjuna hanya dapat merebut sarung (warangka) senjata sakti itu. Sedang bilah senjata Kunta dilarikan Karna.
Beruntung sarung Kunta masih dapat digunakan memotong tali pusar Gatotkaca. Tapi, begitu tali pusar itu putus, warangka Kunta langsung melesat masuk ke dalam pusar bayi itu.
Setelah tali pusarnya putus, atas izin Bima dan keluarga Pandawa, Gatotkaca dibawa Batara Narada ke Kahyangan untuk menghadapi Kala Sakipu dan Kala Pracona yang mengamuk.
Mula-mula Bima dan Dewi Arimbi tidak merelakan anaknya dibawa Narada. Tapi, setelah dewa itu menjelaskan bahwa menurut ramalan para dewa, Kala Sakipu dan Kala Pracona hanya dikalahkan oleh bayi bernama Tetuka itu, Bima dan Arimbi mengizinkan.
Di kahyangan Bayi Tetuka langsung ditaruh di hadapan kedua raksasa sakti. Kala Sakipu langsung memungut bayi itu dan mengunyahnya, tapi ternyata Tetuka bukan bayi biasa. Tubuhnya tetap utuh walaupun raksasa itu mengunyah kuat-kuat.
Karena kesal, bayi itu dibantingnya sekuat tenaga ke tanah. Tetuka pingsan. Setelah ditinggal pergi kedua raksasa itu Bayi Tetuka diambil Batara Narada dan dimasukkan ke Kawah Candradimuka.
Di situlah Gatotkaca digembleng oleh Empu Batara Anggajali. Setelah penggemblengan selesai, saat muncul dari Kawah Candradimuka, bayi itu sudah berubah wujud menjadi Ksatria muda yang perkasa.
Akhirnya Gatotkaca meraih kemenangan dalam perebutan kepemimpinan. Demi meraih kemenangan ini Gatotkaca menuai berbagai rintangan dan halangan baik dari kalangan saudara dan keluarganya, terlebih di pihak lawan.
“Teror, fitnah, maupun hujatan yang menyudutkan dirinya diterima dengan lapang dada serta senyuman oleh Gatotkaca, “ujar Ki dalang.
Singkat kata, dengan modal keyakinan serta didukung usaha yang benar, Gatotkaca akhirnya meraih kemenangan. Kemenangan ini kemudian disambut suka-cita oleh rakyatnya yang ditandai dengan pesta tujuh hari tujuh malam berturut-turut. kim

INFORMASI YANG BENAR, BEKAL UTAMA CTKI

JEMBER – Untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, masyarakat harus membekali diri dengan informasi yang benar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Drs. Moch. Thamrin, MM mengatakan bekerja sebagai TKI sesungguhnya penuh resiko, berat dan tidak seenak seperti yang dilontarkan khususnya oleh calo, tekong atau oknum yang tidak bertanggung jawab lainnya.
Bekerja di luar negeri hakekatnya adalah bekerja kepada majikan asing di negara asing, sehingga banyak hal yang harus diketahui dan dikuasai sebelum berangkat. Diantaranya ialah soal bahasa, kebiasaan, adat-istiadat, hukum dan peraturan negara setempat.
”Karena itu, cari dan dapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan tentang pekerjaan di luar negeri,” tukasnya.
Untuk mendapat informasi yang jelas terkait TKI dan pekerjaan di luar negeri ini, caranya dengan mendatangi kantor desa, kecamatan, Disnakertrans, Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS/PT) resmi dan telah mengantongi ijin dari Disnakertrans.
”Masyarakat jangan langsung percaya pada selebaran, brosur, poster, spanduk, kartu nama atau nomor HP sebelum anda menanyakan kebenarannya ke Disnakertrans,” ujarnya.
Untuk menanyakan informasi yang benar mengenai tawaran bekerja di luar negeri itu, masyarakat bisa minta bantuan perangkat desa, kecamatan atau kantor polisi terdekat.
”Sebab, saat ini banyak orang yang mengaku sebagai petugas PT resmi / legal, tapi mereka menipu,” ujarnya.
Persiapan bagi TKI harus lengkap. Khusus untuk Pembantu Rumah Tangga (PRT), dia berhak menolak diberangkatkan oleh PJTKI sebelum lulus uji kompetensi.
Soal penempatan TKI di Luar Negeri (PTKLN), seseuai Undang-Undang No 39 dan Perda Jatim Tahun 2004 orang-perorangan dilarang menempatkan WNI bekerja di LN.
Peluang pasar kerja internasional diakui cukup potensial, tapi belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kendala persyaratan / kompetensi dan kurangnya akses informasi.
Bagi TKI ilegal akan banyak resiko, semisal tertangkap aparat di negara tujuan, tidak memperoleh hak-hak yang selayaknya dan tidak mendapat santunan asuransi jika tertimpa musibah, sakit atau meninggal dunia.
”Untuk jadi TKI seyogyanya adalah pilihan terakhir bagi mereka yang tidak memperoleh pekerjaan yang layak di dalam negeri,” pungkasnya.kim

Jumat, 26 Desember 2008

1 KG GANJA UNTUK PESTA TAHUN BARU DISITA


JEMBER – Pesta perayaan kedatangan tahun baru 2009 patut diwaspadai. Kali ini kepolisian Resort Jember membongkar jaringan sindikat narkoba jenis ganja yang akan digunakan untuk pesta tahun baru 1 Januari 2009 besok.
Yang membuat mata terbelalak adalah, salah satu sindikat ini melibatkan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jember. Tim Reserse Narkoba Polres Jember menyita sedikitnya 1 kilogram (kg) ganja kering siap pakai dari tangan 5 orang tersangka.
Mereka diantaranya adalah Lexi, mahasiswa PTS di Jember, Arif, Didik, Joni serta Peddi.
Kelimanya diduga sebagai para bandar kecil yang akan mengedarkan ganja itu ke kalangan mahasiswa.
Lexi diindikasikan sebagai bandar besarnya. Mahasiswa semester akhir di PTS Jember ini diduga sudah sangat lama mengoperasikan peredaran ganja ini di kalangan kampus.
Kasat Reskoba Polres Jember AKP Edi Sudarto SH, menceritakan penangkapan para tersangka itu berdasar informasi masyarakat, dan penyelidikan anggota Reskoba selama beberapa pekan.
Lexi adalah target utama karena sudah merupakan target operasi kepolisian selama ini. Hanya karena sulit mendapatkan barang bukti, selama ini polisi belum berani menyentuhnya.
Kemarin, kepolisian langsung menggerebek salah satu rumah tersangka bernama Joni dan Peddi, yang berada di kawasan Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang Jember.
Dari mulut tersangka ini, lantas meringkus Lexi, warga Jember Kota. Dia saat digiring ke Mapolres Jember mengaku sebagai pemakai. Dia lantas dilayar untuk menunjukkan para tersangka lain yang biasa memakai ganja bersamanya.
Baru kemudian, polisi menuju rumah Joni dan Peddi di Gebang Kecamatan Patrang. Saat digeledah di dalam rumah itu ditemukan ganja 1 kilogram yang diletakkan di kamar mandi.
Edi Sudarto, mengatakan para tersangka saat diperiksa mengaku mendapat barang itu dari kota Medan yang dikirim ke Malang dan Surabaya untuk dipasarkan ke Jember.
Selain barang bukti ganja seharga Rp 5 juta, polisi juga menyita HP milik tersangka yang biasanya dijadikan komunikasi untuk transaksi.
Dari data yang dicatat kepolisian selama setahun terakhir ada 24 kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani polisi Jember. Dari sekian kasus itu ada 40 tersangka dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan Pengadilan. Mayoritas barang buktinya adalah Sabu – Sabu (SS) sebanyak 4,6 gram. Baru kemudian ganja kering 1,74 kg, dan zat additif lain 10 butir, dan ekstasi sebanyak 12,5 butir.
Kasat Narkoba Edi, menambahkan jaringan pelaku sindikat narkoba saat ini selain baru juga melibatkan banyak mahasiswa. Ada pula seorang pegawai negeri di luar Kota Jember, dan pemain narkoba lama yang sudah keluar masuk penjara LP. kim

PT KAI DAOPS XI TAMBAH 14 GERBONG

JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops XI Jember, menambah 14 gerbong tambahan menyambut perayaan liburan Natal dan Tahun Baru.
Humas Daops IX Jember Haryanto memaparkan 14 gerbong tambahan itu disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
"Ada kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Kita prediksikan ada lonjakan penumpang liburan Natal dan Tahun Baru 2009," tukasnya.
Dari 14 gerbong itu terdiri dari 6 gerbong KA Ekonomi, 6 gerbong KA Bisnis dan 2 gerbong KA Eksekutif.
Terhadap tambahan gerbong ini akan disesuaikan di lapangan. Jika penumpang sedikit maka tidak perlu ada tambahan gerbong. Tapi jika ada peningkatan penumpang, maka gerbong tambahan akan dipasang.
Prediksi lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru 2009 ditaksir mencapai 4 persen dibanding tahun 2008 lalu.
"Tahun 2008 jumlah penumpang mencapai 80 ribu orang dan tahun 2009 ini akan meingkat 84 ribu orang," bebernya.
PT KAI Operasi IX Jember mencatat, tanggal 25 Desember lalu, jumlah penumpang semua kelas dan semua tujuan stasiun Jember 1.879 orang. Dibanding tahun 2007, tanggal yang sama, kenaikan ada 32,67 persen.
Sedang di tanggal 24 Desember, sehari sebelum Hari Natal, jumlah penumpang di stasiun Jember 2008 ada 1.444 orang. Berarti ada peningkatan 18,97 persen dibanding tahun 2007.
Volume penumpang tertinggi kelas ekonomi tercatat tanggal 25 Desember yakni 966 orang. Volume tertinggi untuk lokal tercatat tanggal 24 Desember yakni 594 orang.
Volume tertinggi kereta bisnis pada 24 Desember yakni 277 orang, dan volume tertinggi untuk eksekutif tanggal 25 Desember dengan 166 orang penumpang.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya juga telah menyiapkan posko bencana di sepanjang jalur wilayah Daops IX Jember mulai Pasuruan - Banyuwangi. kim

PARKIR LANGGANAN BANYAK TAK DIMENGERTI


JEMBER - Parkir berlangganan akan berlaku Januari 2009 mendatang. Sosialisasi diminta harus terus digencarkan oleh Dinas Perhubungan.
Karena banyak masyarakat yang belum memahami parkir berlangganan itu. Parkir berlangganan ini hanya diterapkan di areal parkir badan jalan. Sedang parkir di halaman pertokoan, rumah sakit dan tempat-tempat sejenisnya tidak berlaku berlangganan.
Demikian disampaikan Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB), Suhariyono dalam acara sosialisasi parkir berlangganan, Rabu (17/12) di balai Kecamatan Sumbersari.
Suhariyono meminta masyarakat memahami Perda No 12 tahun 2008 tentang Parkir Berlangganan itu. Sebab, secara ekonomi, program ini lebih hemat bagi masyarakat karena setiap tahun kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 20.000 dan Rp 40.000 untuk kendaraan roda empat. Untuk kendaraan roda enam Rp 50.000 dan untuk taxi Rp 25.000.
Di sisi lain, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, I Putu Budiada mengaku segera menandatangani kerjasama operasional parkir berlangganan dengan Dispenda Propinsi dan Polri.
Kendati bisa menyebutkan sebagai kewajiban, tapi ia menganggap Perda No 12 tahun 2008 bersifat mengikat. Nantinya ada 2 jenis penerapan parkir, yaitu parkir berlangganan dan parkir harian untuk kendaraan luar kota.
Menurut Kepala UPTD Parkir, Samsul Hidayat, dia akan menempatkan 2 orang jukir di satu areal parkir yang banyak kendaraannya.
“Hal ini untuk memenuhi keinginan para jukir yang minta tenaga tambahan di satu areal parkir yang banyak kendaraannya. Termasuk bertugas menentukan jarak jukir dalam mengawasi kendaraan,” ujarnya.
Salah seorang warga, Heru Pujianto mengaku setuju ada parkir berlangganan karena mampu menekan biaya parkir. Tapi parkir berlangganan harus diimbangi dengan perbaikan layanan jukir.
“Para jukir harus ditertibkan, jangan sampai karena parkir berlangganan para jukir tidak mau mengawal kendaraan parkir, atau mengawasi kendaraan,” ujarnya.
Sehingga, ia berharap ada penanganan khusus dari jajaran Pemkab untuk penerapannya di lapangan. Dengan parkir berlangganan ini dia merasa diuntungkan karena lebih hemat. “Karena sehari saja bisa 6 kali untuk mobil, sehingga jika dikalikan sebulan bisa tembus Rp 180 ribu,” ujarnya.kim

BAPAK KOPRAL, ANAK CALON JENDERAL



JEMBER – Siapa yang menduga kalau anak keluarga M Elyadi, staf Tamtama Urusan Dalam ((TAUD) Kodim 0824 Jember ini masuk Akademi Militer.
Bisa dipastikan lulusan Akmil ini akan menjadi pemimpin masa depan. Dan bisa dipastikan jika prestasi naik akan berkarir di pangkat jenderal.
“Ada yang bilang bapak boleh kopral, tapi anak nya jadi calon jenderal,” ujar teman sejawat Elyadi ini nyeletuk.
Warga Jalan Sriwijaya Gang V/F No 16 Jember ini patut berbahagia. Sebab, putranya sudah lulus dari Akmil. Kedua putranya bernama Endri Yusuf Prihatin dan Dwi Putra Priyadi Arista bak mendapat pulung dari langit. Berkat kerja kerasnya selama ini mereka lulus tes masuk Akmil TNI AD tahun 2005 lalu.
“Kalau adiknya masuk Akmil tahun 2007 kemarin,” ujar Elyadi, yang hanya berpangkat kopral kepala ini.
Bapak dua anak ini lantas cerita soal usaha dan do’a selama ini. Dia bersama istrinya Yuliatin tidak pernah berhenti usaha dan berdoa. Karena itu dia tak henti – hentinya bersyukur kepada Allah SWT atas kebahagiaan yang diberikan kepadanya.
“Kalau dilihat saya hanya pangkat kopral tapi kami bisa mengantarkan anak kami di Akademi Militer, sekolah calon jenderal ini sudah Alhamdulillah,” ujarnya.
Saat pelantikan anak pertama dari Akmil dia masih harus pinjam ke Bank di Jember. “Terus terang saat pelantikan kemarin tanggal 17 Desember harus hutang Bank untuk tranportasi ke Magelang,” paparnya.
Bapak asal Cirebon ini mengaku mendidik anak seperti yang diraih saat ini adalah memiliki kepuasan tersendiri. Yadi, mengaku anaknya ikut Akmil tidak perlu biaya.
“Hanya mengeluarkan biaya transportasi saat test awal dan biaya untuk mengurus persyaratan administrasi,” jelasnya.
Melihat fakta itu, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Dady Agus P menjelaskan bahwa masuk Akmil tidak harus anak pejabat. Banyak contoh anak – anak Taruna Akmil berasal dari keluarga kopral dan orang tak mampu.
Tapi keberhasilan utama adalah terletak pada orang tua agar bisa mengarahkan dan membina anak. “Kita tidak hanya membesarkan anak saja, tapi masih perlu membimbing dan mengarahkan,” ujar Dandim.
Mantan Dandim Surabaya Utara ini, mengaku sering memotivasi anggotanya dan para orang tua untuk mendidik anak dengan sungguh – sungguh agar menciptaka generasi berkualitas.
“Jangan melupakan anggota keluarga di belakang kita untuk dibimbing, dibina dididik dan diarahkan,” ujarnya.kim

PILBUP 2010 CALON INDEPENDEN HANTUI JALAL

JEMBER- Lembaga Kajian Rakyat (LKR) Jember pimpinan Nurdiansyah Rahman alias Nunung, memaparkan hasil kajiannya terkait pemetaan politik di Kabupaten Jember di Pilkada 2010 mendatang.
Berdasar kondisi saat ini, akan banyak calon Independen muncul di pilkada tahun 2010 mendatang. Sebab, tingkat kepedulian masyarakat sudah rendah terkait pemilu dan coblosan. Tingkat golput juga tinggi.
Makin rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, dan aparat penegak hukum di Kabupaten Jember. Banyak persoalan hukum dan pemerintahan hingga kesalahan kontraktor dan pemborong mengarah kepada kekuasaan capital.
Hal ini membuat jarak antara masyarakat miskin di Kabupaten Jember dengan elit politik dan ekonomi semakin terpisah jurang dalam. Akibat utamanya adalah respon, dan kepedulian social rendah. Belum termasuk tingkat partisipasi politik.
Bicara soal partisipasi politik ternyata kadar di masyarakat Jember masih rendah. Hal itu karena masyarakat hanya dijadikan obyek bukan sebagai subyek dalam pembangunan. Metodologi dan perspektif pemerintah sebagai pelayan masyarakat tidak lekat sama sekali.
“Banyak factor yang mempengaruhi. Tapi, dari tingkat kepedulian masyarakat yang hanya 30 persen ini membuktikan bahwa partisipasi public dan masyarakat rendah,” ujar Nunung.
Hal ini, seiring dengan pembangunan 1 tahun ke depan hingga awal 2010 tidak akan banyak berubah. Bahkan diprediksi semakin menurun tingkat partisipasi politik. Untuk meningkatkan ini, maka wacana calon Independen harus muncul mulai saat ini.
Calon Independen yang mencalonkan Bupati Jember 2010 nantinya akan membawa sekian tanggungjawab dan konsekwensi dukungan riil di masyarakat. Bahkan dukungan ini lebih melek dibanding dukungan memakai kendaraan politik di Partai.
“Parpol akan berfikir 2 kali untuk menolak calon Independen. Sebab, akan ada gerakan besar mempecundangi parpol atau KPUD Jember jika bermain di ranah ini,” ujar Nunung.
Dari sekian data yang muncul, ada calon independent dari kalangan pengusaha dan kalangan mantan birokrasi. Diantaranya adalah ada nama Ir H Sujatmiko diusung Republik Damai, lalu Drs H M Fatahillah, SH, MM, lalu dipastikan akan muncul nama Drs Bagong Sutrisnadi, mantan Wabup Jember. kim

H SUTRISNO PIMPUN AKLI JEMBER

JEMBER – Muscab Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) ke 10 di Hotel Panorama Jl KH Agus Salim, berlangsung panas dan molor dari jadwal, Rabu (24/12) pukul 22.30 WIB.
Kendati diwarnai pembahasan krusial, dan runyam Laporan Keuangan pengurus lama AKLI, pemilihan formatur, dan ketua formatur juga berlangsung seru.
Akhirnya, H Sutrisno, Bos Direktur CV Electrica Jember ini dikukuhkan sebagai Ketua DPC AKLI Jember periode 2008 – 2014 oleh Kepala PT PLN (Persero) APJ Jember Ir Agus Wandoyo, dari DPD AKLI Jatim Suwandi, Ir H Yunar, Joko Pamungkas, dan Agus Subiono, pukul 22.30 WIB.
Adapun susunan pengurus AKLI Jember yang baru adalah, Ketua H Sutrisno, Wakil Ketua H Arif Sugito, Sekretaris Drs SIgit Purwanto, Bendahara Sukirman Hadi, Evayani Cholisah. Ketua Bidang I H Maryatmo, dan Ketua Bidang II Alex Sawendra, Ketua Bidang III Indah Yuliani, Ketua Bidang IV Dwi Muryanto.
Penyusun kepengurusan tersebut adalah Formatur yang diketuai oleh Sigit Purwanto, Anggota Supriyo, Sutrisno, Sukirman, Arif Sugito.
Sebelumnya, pembacaan LPJ AKLI sempat diwarnai interupsi tak henti – henti. Sebab, dari anggaran kepengurusan di periode awal Rp 120 juta, di akhir pertanggungjawaban saldo akhir AKLI hanya Rp 117 juta. Padahal, dari alur pendapatan AKLI mencapai Rp 15 milliar lebih.
Periode kepengurusan Supriyo, ini akhirnya diterima LPJ setelah laporan pandangan Komisi – Komisi menerima. Itupun sudah sangat larut malam sekitar pukul 21.00. Acara dilanjutkan pemilihan 2 tahap. Tahap pertama memilih formatur 10 orang.
Lalu formatur dipilih lagi menjadi 5 orang. Kelima formatur utama inilah yang akan menyusun kepengurusan AKLI Jember. Ketua Formatur Sigit Purwanto, mendominasi suara dukungan. Kelompok CV Syam Group Jember ini tentu saja memenangi setiap pemilihan sebagai dominasi kelompok pengusaha kelistrikan.
Anggota CV Syam Group ini sangat besar. Dari rapat pembahasan Formatur akhirnya diperoleh susunan kepengurusan yang dipimpin H Sutrisno Bos CV Electrica Jember. kim

KADES OUT BOND BERSAMA BUPATI DI KEBUN


JEMBER – Untuk membangun Jember, perlu kerja sama antar semua unsur dan para pihak. MZA Djalal, menyadari betul hal itu. Kali ini dia mengajak Kades se Jember untuk berolahraga bersama untuk diikat emosionalnya di sisa masa pemerintahannya 2010 mendatang. Tapi, para istri Kades ada yang protes.
Sekitar 248 Kades / Lurah dikumpulkan di Kebun Glantangan, Tempurejo. Mereka diajak berolahraga bersama semacam Out Bond selama 2 hari. Tujuannya MZA Djalal berharap dukungan penuh Kades dalam menyelesaikan program kerjanya.
“Mari kita bersama-sama memberi yang terbaik bagi dunia ini agar kelak dunia ini tersenyum,“ ujar Bupati Jember MZA Djalal, Rabu (24/12) malam di Perkebunan Glantangan Kecamatan Tempurejo Jember.
Djalal berharap kepada seluruh jajarannya untuk selalu tetap istiqomah dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, mulai dari pejabat tinggi hinda Kades.
“Jangan sampai ada diantara mereka yang bekerja keluar dari sistem dan orbit kerja yang sudah ditetapkan,“ paparnya.
Dia minta Kepala Desa, Lurah, Wakil Bupati, Sekda, Asisten hingga Kepala Dinas, Badan dan Kantor tidak menyia-yiakan kepercayaan masyarakat saat ini.
“Semuanya tidak terlepas dari kodrat dan takdir dari Allah SWT,” ujarnya.
Niat baik saja tidaklah cukup, tapi butuh ikhtiar yang dibarengi daya otak dan otot. “Gunakan semua potensi bagi pelayanan terbaik kepada masyarakat,“ tegasnya lagi.
Out Bond ini dimaksudkan untuk mewujudkan kebersamaan dan kearifan karena di perjalanan ke depan akan butuh kerjasama sesama teman karena saling membutuhkan.
Djalal meminta di era keterbukaan ini butuh kearifan (wisdom) dalam menyikapi setiap persoalan. “Besok semua akan diuji, mana diantara kita yang punya sense of belonging kepedulian dan rasa memiliki, kebersamaan baik melihat dirinya sendiri dan teman lain,“ ujarnya.
Djalal dalam kesempatan itu meminta semua program 4 skala prioritas difokuskan untuk dijalankan di sisa masa pemerintahannya tahun 2010 tersebut.
Tapi, muncul kritikan pedas dari sejumlah LSM terkait out bond itu. Salah satunya Ansori dari LSM Gempar. Dia mengaku mendapat protes dan keluhan dari para istri Kades karena ditinggal Kades 2 hari 2 malam.
Dari laporannya banyak suami dan ibu kades tengkar mulut saat keberangkatan hingga pulangnya. Banyak istri yang khawatir terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Kekhawatiran istri itu karena banyak perempuan dan laki – laki kumpul dan bermalam di arena bebas.
“Maka saya protes keras akan hal itu. Itu membuka peluang bagi hal – hal yang tidak diinginkan,” ujar Ansori. Maka dari itu, Gempar Ansori minta kegiatan itu dikaji ulang atau diatur jadwal nya sehingga tidak bermalam di kebun. Kades juga tidak diwajibkan datang.
“Saya minta DPRD memanggil Bupati untuk dihearing soal ini. Karena banyak protes dari istri Kades ke kami. Apalagi Jember adalah kota religius dan agamis,” ujarnya.kim

Selasa, 23 Desember 2008

TOLAK UU BHP, JAS ALMAMATER DIBAKAR


JEMBER- Undang – undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) menuai banyak penolakan. Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Jember.
Selasa (23/12) puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa memprotes UU BHP yang baru itu.
Mereka yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Jember melakukan aksi penolakan UU BHP dengan cara membakar jas alamaternya di halaman Kantor
Rektorat Unej karena aspirasi mereka ditolak mentah-mentah oleh Pembantu Rektor III untuk menemui mereka.
Koordinator aksi, Catur Susilo mengatakan, pemberlakuan UU BHP tersebut akan membuat biaya kuliah perguruan tinggi negeri akan semakin tinggi dan mahal.
"Siswa miskin bagaimana bias kuliah dengan UU BHP. BHP ini adalah kapitalisasi perguruan tinggi," tegas Catur Susilo mahasiswa Fakiltas Ilmu Sosial dan Politik Unej.
Dalam aksi itu mereka menggalang mahasiswa ke sejumlah fakultas untuk kemudian bersama-sama menuju Kantor Rektorat Unej.
Aksi dorong dorongan dan adu mulut antara mahasiswa dengan petugas Satuan Pengamanan Unej tak terelakkan. Mahasiswa semakin kesal ketika Rektorat tidak meresponnya.
Melalui Pembantu Rekator III Unej Andang Subaharianto SH, sebenarnya Unej belum menerima menerima peraturan pemerintah mengenai pelaksanaan UU BHP itu.
"Unej masih butuh waktu sekitar 4 tahunan untuk siap melaksanakan BHP itu. Kalau mahasiswa menolak BHP, itu hak mereka dan bisa mengajukan penolakan sampai Mahkamah Konstitusi," kata Andang.
Unej sendiri hingga tahun 2008 masih memberi subsidi bea siswa kepada mahasiswa tidak mampu sekitar 22,5 persen dari total mahasiswa.
"Jika di UU BHP ada klausul minimal perguruan tinggi harus menerima 20 persen mahasiswa tidak mampu, saya kira aturan itu tidak jelas malah membatasi mahasiswa miskin. Unej bahkan bisa menampung lebih dari persentase itu," paparnya.
Aksi itu bubar setelah mereka puas melakukan orasi, dan membakar jas alamaternya. Aksi sempat menarik perhatian masyarakat pengguna jalan raya Jl Jawa, karena mereka sempat keluar kampus.kim

PILBUP 2010 BUTUH CALON INDEPENDEN


DRS HM FATAHILLAH, SH, MM, DIDUKUNG KELUARGA DEWI PERSIK

JEMBER – Rupanya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember tahun 2010 mulai jadi pusat perhatian masyarakat Jember. Terutama para tokoh yang menginginkan tokoh baru selain yang sudah ada.
Kali ini, yang kali pertama berani muncul adalah dari calon independen. Jika sebelumnya Ir Sudjatmiko diusung Republik Damai maju sebagai Cabup Independen Senin (22/12) malam ada lagi calon independen muncul. Drs H M Fatahillah, SH, MM mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon bupati Jember independent, di Rumah Makan Prambors Jl Panjaitan.
Drs H M Fatahillah, SH, MM, sebelumnya dikenal sebagai tokoh muda pembaharu yang masih aktif sebagai Kepala Bagian TU di Fakultas MIPA Universitas Negeri Jember. Dia pernah ikut di Pilkada tahun 2005 tapi tidak dapat kendaraan partai politik yang mengusungnya. Kali ini, dia meneruskan keinginannya tidak memakai kendaraan parpol melalui Independen.
Mengundang ratusan tokoh masyarakat, tokoh ibu, pemuda se Kabupaten Jember, momentum ini dijadikan Fatahillah sebagai embrio dukungan terhadap pencalonannya, di Pilkada Jember 2010.
Dosen FKIP Unej ini, bertekad mencalonkan lewat jalur Independent kaerna merasa dukungan dari beberapa komunitas pendidik dan tokoh masyarakat mengalir deras.
“Berdasarkan desakan itulah, saya merespons untuk maju di Pilkada Jember 2010 besok,” tukasnya, disambut aplaus.
Sebelum mendeklarasikan dia mengaku bersilaturrahmi kepada sejumlah warga yang mendukungnya. Diantaranya, jaringan alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) dan tokoh masyarakat.
Niatnya, mencalonkan diri tak lain sebagai usaha untuk berlomba dalam meraih kebajikan dan demi memperjuangkan kemaslahatan Ummat di Jember. Sehingga jika dia memimpin Jember kelak, maka kontribusi berupa pembangunan, pemikiran, dan segala curahan potensi dirinya diberikan semata untuk kemaslahatan ummat, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Maka dari itu, kami tidak membentuk Tim Sukses. Nanti, malah Tim Sukses nya yang sukses. Dan cenderung untuk kepentingan kelompok saja,” ujar Fatahillah.
Terkait fenomena pencalonan Pilkada lewat Independen itu, dia menilai masyarakat sudah bisa melihat bagaimana contoh di daerah lain semisal, pasangan Ceng Fikri - Dicky Chandra di Kabupaten Garut, 21 Desember 2008 lalu OK Arya Zulkarnain-Gong Martua Siregar di Kabupaten Batubara Sumatera Utama, 10 Oktober 2008.
Lalu pasangan Mahendrawan-Andreas Muhrotien di Pilkada Kubu Raya Kalimantan Barat, 19 Desember 2008. Semuanya dari unsur Independent.
“Tidak ada yang salah namanya usaha. Kali ini saya akan all out,” ujarnya.
Deklarasi calon independent pertama yang muncul di Jember ini dihadiri Dr Teguh Wiyono (dosen Unej), Dr Abdul Halim Soebahar (dosen STAIN Jember), KH Hasin Safrawi (Takmir Masjid Jamik AL Baitul Amin), Gus Barri (putra KH Abdul Chalim Shiddiq Talangsari).
Ditambah lagi, sejumlah pedagang kecil, guru ngaji, guru swasta dan negeri juga terlihat hadir.
“Kami mendukung Pak Fatahillah karena sudah berani tampil tanpa embel-embel partai politik,” ujar Kamil Al Latief, jaringan Fatahillah dari Balung.
Menurut Kamil, dukungan terhadap Fatahillah untuk menumbuhkan dinamika politik dalam Pilkada Jember 2010 bagi masyarakat. Sebab, masyarakat bisa dengan jernih memilih para calon dengan bebas tanpa birokrasi partai politik dan diarah-arahkan parpol.
“Yang jelas di Jember, butuh calon independent. Kami sendiri sudah membuat jaringan ke bawah untuk meraih dukungan itu,” tegas pengusaha konveksi ini.
Di sisi lain, Dr Teguh Wiyono, mengaku mendukung Fatahillah dengan berani menjadi calon independen sebagai fenomena menarik.
Sebab, saat ini momentum bagus karena melorotnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik. Apalagi ada muncul aneka Parpol yang menurutnya menjadi indicator mutlak kepercayaan masyarakat terhadap partai politik menurun.
“Yang aneh, kan sebenarnya, kenapa dengan banyak parpol angka golput masih tinggi. Berarti partisipasi politik warga Jember di Pilkada Jatim rendah,” ujarnya.
Melihat biaya besar pencalonan lewat parpol juga memberi peluang pencalonan lewat Independent. Selama ini persepsi buruk menempel di parpol pengusung calon.
Cabup - cawabup sering ditarif tinggi oleh Parpol hanya sekadar mendapat rekomendasi dari DPP nya. “Jalur independen adalah alternatif yang baik dari masyarakat karena tidak ingin banyak intervensi politik ke tubuh cabup-cawabup yang terpilih nantinya. Dan bukan bupati milik Tim Sukses sendiri saja,” ujarnya.
KH Hasin Safrawi, Takmir Masjid Al Baitul Amien, juga memberi support terhadap langkah H Fatahillah. Selain itu hadir, orangtua Dewi Persik, dan kakak Dewi Persik, KH Maskin. “Kami sangat bersyukur keluarga besar Dewi Persik juga mendukung kami,” ujar Fatahillah.
Ke depan, Fatahillah akan membesarkan dukungan saat ini, untuk menjadikan suara signifikan dukungan dari masyarakat. kim

MISA NATAL DIJAMIN AMAN


JEMBER – Perayaan misa Natal dan Tahun Baru, di Jember dijamin aman. Kepolisian Resor Jember Selasa (23/12) melakukan sterilisasi dan penyisiran lokasi di seluruh gereja se Jember, dipimpin Kepala Bagian Operasional Polres Jember AKP Wied Hardono.
Wied Hardono, menjelaskan penyisiran dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk seperti teror bom atau ancaman yang lain.
"Semua gereja di Kota kita dahulukan. Setelah itu Gereja ke Kecamatan - Kecamatan,” ujarnya.
Sejauh ini, gereja di Jember masih kondusif dan aman. Yang berhasil disisir dalam sehari kemarin ada 14 gereja. Dan dijamin aman saat melakukan Misa Natal nanti malam.
Saat penyisiran, polisi menggunakan metal detektor untuk mengetahui benda-benda yang mencurigakan. Sejauh ini tidak ditemukan benda apapun yang mencurigakan.
Di sejumlah gereja yang disisir tampak persiapan berupa pernik Natal seperti menghias pohon Natal dan menghias ruangan gereja.
Polisi selain itu menggelar Operasi Lilin 2008 selama 10 hari sejak tanggal 24 Desember 2008 - 2 Januari 2009.
Operasi Lilin ini akan difokuskan pada kemanan, ketertiban, kelancaran lalu
lintas, penyalahgunaan narkoba, pencurian dengan kekerasan dan aksi premanisme.
Kapolres Jember AKBP Ibnu Isticha saat apel gelar pasukan Operasi Lilin 2008 di Alun-alun Kota Jember mengatakan, sasaran operasi yakni mobilitas manusia dan barang, baik yang menggunakan transportasi darat, laut dan udara termasuk pengamanan ibadah umat Kristiani yang dilaksanakan di gereja.
"Kita kerahkan sekitar 1.000 pasukan lebih diantaranya kekuatan TNI dan pemerintah," kata AKBP Ibnu Isticha. kim

PERSEDIAAN DAGING AMAN


JEMBER – Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan daging di masyarakat menjelang tahun baru 2009 dan natal, Dinas Peternakan dan Perikanan melakukan pemantauan. Stok hingga awal tahun diyakini aman.
Baik persediaan di tingkat pusat perbelanjaan tradisional sejenis pasar, juga di supermarket.
Ir Dalhar, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sebelumnya.
“Peternak sapi di Jember tidak usah khawatir kekurangan daging ternak, untuk kebutuhan konsumsi masyarakat telah disediakan 210.000 ekor sapi,” ujarnya.
Jember dengan kondisi alamnya terdiri dari kawasan pertanian, perkebunan bahkan hutan, merupakan sentra ternak sapi di Jawa Timur. Ternak yang ada untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru dinyatakan bebas dari penyakit.
“Walaupun begitu, kami minta kepada masyarakat apabila ditemukan ada tanda-tanda ternak sakit dan membahayakan untuk dikonsumsi, segeralah masyarakat melaporkan kepada Dinas Peternakan dan Perikanan atau Kecamatan,” ujarnya.
Dukungan ketersediaan daging ternak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jember ini, tidak hanya datang dari peternakan pemerintah tapi juga dari masyarakat.
Khusus untuk konsumsi daging ternak, masyarakat diminta lebih berhati-hati. Kalau saja ternak itu mengidap penyakit, maka perlu penelitian terlebih dahulu.
Penelitian ternak bisa melalui petugas kecamatan dan kabupaten. Kalau ditemukan tanda-tanda yang mengkhwatirkan segera dilaporkan.
Masyarakat yang akan membeli daging ternak, sebaiknya memilih yang sudah mempunyai label sehat untuk disembelih, sebagaimana hari raya Idul Qurban lalu. kim

DANDIM : JEMBER HARUS KONDUSIF

JEMBER - Keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat, untuk itu menjelang Perayaan Natal Tahun 2008 dan Tahun Baru 2009, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan rasa aman.
“Kota Jember dalam menjelang natal dan tahun baru harus kondusif,” tegas Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Dedy Agus Purwanto.
Dandim memaparkan bahwa negara Indonesia ada beberapa agama, sehingga untuk menjaga keamanan maka seluruh komponen masyarakat dan aparat, baik polisi dan TNI bersama menjaganya.
Operasi lilin 2008 akan digelar mulai besok (hari ini, Red). Untuk melihat kesiapan personil pengamanan semua anggota TNI - Polri akan dikerahkan dalam acara itu. Selang beberapa saat kemudian, sejumlah aparat gabungan melakukan penyisiran terhadap rumah ibadah umat kristen dan katolik di Gereja – gereja. Tak ditemukan adanya indikasi teror ataupun gangguan keamanan lain.
Di sisi lain, Kabag. Ops Polres Jember AKP Wied Hartono mengatakan jajarannya akan menempatkan 4 pos induk dan 7 pos PAM di dalam beberapa sub pos di seluruh Kabupaten Jember dengan kekuatan 2/3 anggota Polres Jember atau sekitar 1000 personil dibantu aparat TNI.
“Untuk penempatan personil di Gereja saat natal sesuai kebutuhan, masing-masing gereja akan ditempatkan paling sedikit 5 s/d 15 personil,“ bebernya.
Kepala Bakesbang dan Linmas Drs H Sudjak Hidayat dalam menjaga situasi aman dan kondusif di Jember, Kominda juga akan menggelar beberapa kegiatan deteksi dini, pantauan di lapangan dan mendeteksi masalah yang bisa dieliminir.
“Kominda diharap bisa mengantisipasi hal – hal yang bisa terjadi,” ujarnya.
“Marilah kita hormati mereka yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan dan kita junjung rasa toleransi menghormati antar agama,” ujarnya.kim

FOTO BUSH DILEMPARI SEPATU DAN DIBAKAR



Demo Anti Amerika dan Israel Meluas

JEMBER – Aksi demo menentang kebijakan pemerintah Israel memblokade jalur Gaza di Palestina meluas hingga ke Jember. Senin (22/12) puluhan massa dari Komite Umat Islam Anti Amerika – Israel (KUMAIL) mengutuk keras sikap Israel tersebut sekaligus sebagai ungkapan protes dan perjuangan semua umat Islam di seluruh dunia menentang Israel yang merupakan antek dari Amerika.
KUMAIL dalam aksinya selain memekikkan takbir Allahu Akbar juga melempari foto mantan Presiden Bush Amerika Serikat, dan Perdana Menteri Israel dengan sepatu, sandal dan apa saja termasuk menyundutnya dengan rokok. Tidak hanya itu, foto Bush sebagai symbol Amerika ini dibakar, dan diinjak – injak. Pengunjuk rasa dalam aksi kali ini tidak hanya melibatkan ibu – ibu, tapi juga anak – anak mereka.
“Bebaskan AlQuds, mampus Israel, Hancurkan Zionist hancur Amerika,” begitulah beberapa tulisan di poster para pengunjuk rasa yang dibentangkan.
Dalam orasinya KUMAIL melalui coordinator aksi Sudarsono, yang dikenal sebagai Ketua Indonesian Buereucracy Watch (IBW) Jember ini mengutuk tindakan biadab resim Zionist atas rakyat Palestian di jalur Gaza yang telah memakan banyak korban.
“Jelas ini tindakan tidak manusiawi, dan sebagai bentuk penindasan,” teriak Darsono.
Kejadian yang ada di Jalur Gaza itu dinilainya sebagai kejahatan perang,dan meminta pemerintah Indonesia dan negara – negara Arab kaum muslimin sedunia untuk segera mengakhiri sikap bungkam terhadap bencana di Jalur Gaza tersebut.
Sudarsono, juga mengingatkan pemerintah di Kairo, Mesir untuk melaksanakan kewajiban kemanusiaan dan keagamaan dengan segera membuka penyeberangan Rafah, di hadapan rakyat dan penduduk Gaza.
“Mari semua ummat Islam di dunia untuk berjuang membela bangsa Palestina dan menghentikan blockade terhadap jalur Gaza itu. Hancur Amerika, Mampus Israel, Allahu Akbar,” teriak Darsono, lagi.
Kenapa foto Bush dilempari sepatu dan dibakar. Menurutnya sebagai bentuk symbol perlawanan ummat Islam sedunia akan tindakan Amerika serikat yang menurutnya sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas seluruh tindakan criminal yang dilakukan rezim zionis atas rakyat Palestina. kim

BUPATI DJALAL BOHONGI PEDAGANG PASAR KENCONG


Ancam Boikot Bayar Retribusi ke Dispenda


JEMBER – Desakan pedagang pasar yang berjumlah 700 pedagang untuk menempati bekas pasar Kencong yang lama bekas terbakar hingga kini tak jelas. Bahkan, mereka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) merasa dibohongi Pemkab Jember, dan kembali menagih janji Bupati Jember MZA Djalal, yang berencana membangun pasar Kencong bekas kebakaran tahun 2005 lalu itu.
Tapi, wujudnya hingga sekarang ini tidak ada. Bahkan rekomendasi dari DPRD Jember yang dibahas melalui Komisi B, lalu diusulkan di Pansus Pasar Kencong, hingga diparipurnakan tersebut bagai macan ompong.
“Kalau boleh saya katakan bagai lebah yang tidak punya sengat. Besar di suaranya saja, tapi tidak bisa menggigit,” ujar Ir Sucipto, anggota Komisi A DPRD Jember menyela.
Sementara itu, perwakilan APSI dipimpin H Abd Hamid Shiddiq, yang diterima Rendra Wirawan, SE,MM dari Komisi B meminta kepada DPRD untuk mempressure Bupati agar rekomendasi DPRD berupa pengembalian lokasi Pasar Kencong di bekas kebakaran segera dilaksanakan.
Menurut Abd Hamid, warga sudah kali kesekian berunjuk rasa ke DPRD dan Pemkab tidak digubris oleh Bupati. Bahkan, saat ditagih janjinya membangun pasar Kencong lama tidak ada realisasi, bahkan diingkari.
Pernyataan APSI ini dipertegas oleh Sucipto dari Komisi A. Pernyataan Bupati yang membantah menjanjikan membangun kembali pasar Kencong bekas kebakaran itu terungkap saat di jawaban Pandangan Umum (PU) Fraksi Golkar dalam sidang paripurna pembahasan RAPBD tahun 2007 kemarin.
Bahkan Bupati menegaskan jawabannya sampai dua kali bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan kepada pedagang untuk membangun kembali pasar Kencong yang bekas kebakaran terletak di depan Masjid Al Falah Kencong tersebut.
“Lalu kami ini mau mengadu ke siapa lagi. Lihat sekarang kondisi pedagang sudah sangat kelimpungan. Lokasi lahan sekarang sementara di lahan PG Semboro PTPN XI ini sudah tidak layak,” ujar ABd Hamid.
Menurutnya, selain kumuh, macet dan kotor sangat melekat kepada pedagang di pasar Kencong yang menempati lahan relokasi sementara di lahan PG Semboro tersebut. Padahal jumlah pedagang kian hari kian bertambah. Belum lagi areal parkir, lahan lesehan warung, hingga ponten umum juga tidak layak lagi.
“Di sana sudah tidak layak lagi Mas. Kumuh dan kotor. Maka kita tagih janji Pemkab terutama Bupati Djalal untuk merealisasikan janjinya. Kalau mengelak wong ada suratnya yang ditandatangani oleh Dispenda Jember tahun 2005 itu di awal Bupati Djalal menjabat,” ujar Abd Hamid.
Saking jengkelnya, Martin Alamsyah anggota APSI malah meminta kepada Bupati Djalal, jika ingin mencalonkan lagi di Pilbup 2010 ke depan maka APSI Kencong siap mendukungnya. Tapi syaratnya realisasikan dulu pembangunan Pasar Kencong bekas kebakaran itu.
“Ayo kami siap dialog bertemu dengan Pak Djalal. Mau saya jadi tim suksesnya jika pasar Kencong dibangunkan kembali di tempat lama,” ujar Martin.
Sementara itu Rendra Wirawan, SE, MM, akan terus mendesak kepada Bupati untuk merealisasikan rekomendasi DPRD Jember tersebut. Selain pekerjaan yang harus segera diselesaikan adalah penataan di lahan saat ini, baik kebersihan, penataan kerapian dan keamanan. “UPTD Pasar Kencong ini harus lebih realistis dan melayani pedagang. Karena sudah menarik retribusi dari para pedagang,” ujar Rendra Wirawan.kim

PP AKAN SWEEPING CAFÉ STRIPTIS

JEMBER - Merebaknya café karaoke di Jember disinyalir sudah sangat mengkhawatirkan generasi muda. Bahkan kecurigaan masyarakat sudah mengarah ada praktek tarian striptis di Jember.
Sinyalemen ini dilansir Ketua Pemuda Pancasila (PP) Jember Abdul Arif Anang Ismail. Menurutnya ada sebuah Café yang ditengarai menyediakan hiburan penari perempuan semi telanjang alias striptis.
Ketua PP Jember Abdul Arif Anang Ismail mengaku sudah seringkali mendapat keluhan dari masyarakat kalau di kota Jember sudah ada ada Café Striptis.
"Cafe itu jelas merusak generasi muda apalagi maysyarakat Jember yang religius sangat ironis. Kami akan melakukan razia dan sweeping terhadap café itu," ujarnya.
Rencananya aksi sweeping itu akan dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru 2009. Sebab momentum itu biasanya sering dijadikan kalangan generasi muda untuk pesta pora.
Café yang disinyalir melakukan praktek itu adalah terletak di Kecamatan Sumbersari. Data yang ada, tiap Sabtu malam menggelar striptis dan menyediakan minuman keras.
"Banyak kafe dan karaoke yang tidak memiliki izin hiburan dan penjualan minuman keras tapi bebas operasi. Kita sudah laporkan ini ke instansi terkait, tapi tidak responnya,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bagian Operasi Polres Jember AKP Wied Hardono mengatakan dalam menyambut perayaan Hari Natal dan Tahun Baru pihaknya melakukan pengamanan dengan ratusan aparat.
"Sekitar 928 polisi dibantu 120 personil TNI dan institusi terkait sekitar 177 orang akan mengamankan jelang tutup tahun,” kata AKP Wied Hardono. kim

HONDA TAK DAPAT PESANGON, GARA – GARA BPK

JEMBER – Diduga karena takut dengan kinerja audit Badan Pemeriksa Keuangan, (BPK) Pemerintah Kabupaten Jember membatalkan pemberian pesangon untuk pegawai honorer daerah (honda).
Demikian terungkap saat hearing Komisi A DPRD, Badan Kepegawaian Daerah, dan 17 orang wakil honorer daerah Jember bagian selatan, Senin (22/12).
Sutrisno, juru bicara honda tetap meminta agar yang pensiun diberi pesangon. Sebab, pesangon itu mesti kecil sangat diperlukan untuk menyambung hidup ekonomi Honda. Diantaranya membuat usaha baru karena sudah tidak lagi bekerja.
“Harapan ini jika habis, kami akan miskin. Gaji saat ini cuma Rp 546 ribu per bulan," ujar Sutrisno Honda di Dinas Pekerjaan Umum Ambulu selama 30 tahun.
Menurutnya, Honda ini semula berharap kepada pemerintah agar mengangkatnya menjadi PNS. Tapi, ternyata tidak mungkin.
Sebab, pemerintah menerapkan PP No 48 tahun 2005 yang dirubah dengan PP nomor 43 tahun 2007, yang mensyaratkan batas usia maksimal Honda bisa diangkat jadi PNS berusia 46 tahun.
Tapi dia tetap berharap dan meminta kepada DPRD Jember mendesak kepada Presiden SBY untuk memperjuangkan nasib mereka. Jika tidak tidak, mereka berharap pesangon.
Di sisi lain, Ketua Bidang Peningkatan Kerja BKD, Miati Alvin, menjelaskan bahwa sebenarnya dia sudah menganggarkan sejumlah dana untuk memberi pesangon kepada Honda yang pension tahun 2008 ini. Tapi diurungkan karena takut disalahkan BPK.
"Jelas mas, kita takut dari pemeriksaan kemarin oleh BPK. Kita takut disalahkan. Semua bantuan kepada pegawai dilarang. Jika tidak berkoordinasi dengan Bagian Keuangan malah repot lagi,” paparnya.
Dia telah mengucurkan bantuan kepada yang purna tugas tapi hanya tiga bulan saja berjalan. Tapi, selanjutnya tidak berani mencairkan karena takut BPK.
Mendengar itu, beberapa Honda yang ada di Komisi A terlihat kecewa. Mereka yang mayoritas berusia di atas 50 itu tidak bisa berkutik. Tapi, mereka berusaha mendesak kepada DPRD dan Pemkab untuk memberi pesangon.
"Kalau tidak ya.,… mati kita. Wong untuk bayar sekolah saja, kita semua harus utang sana utang sini,” ujarnya.
Ketua Komisi A Abdul Ghafur mengakui hal itu. Pemkab dan DPRD harus bekerja di atas aturan. Niat baik tak selamanya menghasilkan yang baik.
“Wah kalau dipaksakan bisa berurusan dengan hokum bagaimana,” ujarnya.
Di lain pihak, Abd Wahid Zaini dari FKB memberikan sedikit peluang untuk mempertanyakan soal pemberian pesangon ke BPK. “Kenapa tidak ditanyakan ke BPK dulu, Saya kira tidak ada larangan resminya,” ujarnya.
Tapi, Miati Alvin meminta agar Pemkab lebih senang menaati aturan dari pusat soal pesangon bagi Honda, daripada disalahkan. "Seperti Sekdes (Sekretaris Desa) yang memiliki masa kerja tertentu baru dapat pesangon," katanya.
Anggota Komisi A lain Ir Sucipto, mengatakan para pegawai Honda itu butuh ketegasan untuk bisa bekerja hingga batas usia pensiun.
Tapi, Alvin mengaku Pemkab sudah memutuskan masa usia pensiun pegawai Honda adalah 56 tahun.
Tahun 2005, jumlah pegawai rollstaat yang berhak diangkat jadi PNS adalah 3.774 orang. Tahun 2005, 389 orang telah diangkat; tahun 2006 ada 1.262 orang, tahun 2007 ada 1.129 orang, dan tahun 2008 ada 532 orang. Tahun 2009 batas akhir pensiun para Honda.kim

4 KANDIDAT DPC AKLI BERSAING

LPJ KETUA DIPREDIKSI MEMANAS


JEMBER - Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Jember ke 10 bakal diwarnai persaingan ketat kandidat calon Ketua. Sedikitnya ada empat nama yang disebut-sebut berambisi untuk menduduki jabatan Ketua DPC AKLI periode 2008-2013 ini.
Menurut rencana, Muscab AKLI ke 10 ini akan digelar di Hotel Panorama Bukit Bedadung Jl KH Agus Salim Jember, Selasa (23/12) pagi dihadiri oleh semua anggota yang berjumlah sekitar 43 orang. Semua anggota AKLI adalah rekanan di bidang listrik yang menggarap material, dan sambungan listrik di Kabupaten Jember.
Sejumlah nama yang sempat muncul itu diantaranya ada nama Edi Satwo, Sukirman Hadi, Arif Sugito, dan H Fathurrossi. Keempat kandidat ini diprediksi akan bersaing memperebutkan posisi puncak pimpinan rekanan kelistrikan di Kabupaten Jember.
Jika melihat keempat nama itu, semuanya adalah para rekanan lama yang sudah malang melintang di dunia kelistrikan. Terutama H Fatkhurrossi alias Maryatmo. Tokoh ini dikenal pemberani, dan reformis. Bahkan lebih solider terhadap pekerjaan teman. Dia seringkali malah pekerjaannya diserobot teman sendiri.
Sosok sakera pemberani ini, tidak kalah sengitnya mendapat perlawanan jika maju menjadi kandidat Ketua DPC AKLI Jember. Sebab, nama Sukirman Hadi ini cukup dikenal. Bahkan memiliki pengaruh yang besar terhadap para anggota DPC AKLI akhir – akhir ini. Sejumlah kebijakan AKLI ini tak terlepas dari ide dan pemikiran tokoh ini.
Nama lain yang tak kalah seru adalah H Arif Sugito. Tokoh yang suka berorganisasi ini juga memiliki lobi yang lihai kepada para pejabat, dan tokoh pemerintahan. Dia juga lebih dekat kepada kalangan pressure group diantaranya Partai Politik, dan sejumlah LSM.
Terakhir nama Edi Satwo. Tokoh muda tapi dinamis ini merupakan kandidat yang diprediksi muncul dari persaingan bursa Ketua DPC AKLI tahun 2008 ini. Dia selain dikenal tokoh muda tapi juga memiliki pengalaman yang cukup di bidang kelistrikan.
H Fatkhurrossi saat dihubungi Surabaya Pagi, malah kaget jika namanya muncul di bursa kandidat Ketua DPC AKLI besok (hari ini, Red). Sebab, dia merasa tidak mencalonkan diri. Kalau soal pengalaman dia sudah makan asam garam.
“Waduh, saya belum bisa jawab.Datang saja ya,besok (hari ini,Red),” ujar nya singkat.
Di lain pihak, Edi Satwo, yang dicoba dihubungi mengaku malah tidak tahu. Tapi, jika dia didukung oleh anggota dia terlihat lebih siap. Dia menolak mengakui secara langsung akan pencalonannya. Sebab, mekanisme pemilihan Ketua DPC ada mekanismenya melalui pemilihan oleh anggota. “Kita serahkan saja ke anggota. Kalau itu memang dikehendaki ya saya kira baik juga,” ujar Edi Satwo.
Sayang, hingga kini belum Ketua DPC AKLI Jember Supriyo, belum bisa dikonfirmasi terkait desakan transparansi dari Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode kepengurusannya yang diduga banyak persoalan.
Hingga menjelang Muscab, sejumlah anggota yang ditemui mengakui ada persoalan dalam kepengurusan kemarin. Dia memprediksi situasinya bakal sedikit memanas karena permintaan anggota kepada pengurus lama. “Tapi, jika bisa dijawab dan diselesaikan ya, tentu tidak akan terjadi apa – apa,” ujar sumber anggota DPC AKLI yang ogah dinamakan.kim

Minggu, 21 Desember 2008

WARGA : RELOKASI RS PARU HARGA MATI



RUNDINGAN VS WARGA BUNTU

JEMBER – Pertemuan antara warga di lingkungan belakang RS Paru Jember, di kawasan Lingkungan Jemberlor Kecamatan Patrang, dengan pihak RS Paru Jember, dilangsungkan Sabtu (20/12) malam bertempat di Balai Kelurahan Jemberlor. Warga tetap menolak keberadaan RS Paru di lingkungannya, dan minta relokasi RS Paru tersebut. Tapi, pihak direktur RS Paru dan pengelola mengaku tidak berhak memberi keputusan.
Pertemuan yang buntu dan tidak menghasilkan kesepakatan ini, dinilai cukup mendapat kemajuan. Sebab, pihak RS Paru melunak dengan menyerap semua aspirasi dan protes warga itu untuk disampaikan kepada yang lebih berhak yakni di Propinsi Jawa Timur.
Direktur RS Paru Jember, Dr Arya Sidemen, di pertemuan yang dihadiri Kapolsek Patrang AKP Mustamu, Danramil Kapten Wahyudi, Lurah Anang Suprianto, ini menjelaskan kepada warga bahwa RS Paru secara administrative telah memenuhi Amdal dan standart lokasi RS. RS Paru juga telah melakukan standarisasi pengelolaan limah RS berdasar aturan yang berlaku.
Terkait janji perawatan bagi masyarakat lingkungan setempat yang berobat ke RS Paru, Direktur berjanji lagi untuk merealisasikannya dengan memebri kartu pra bayar atau system kartu khusus untuk berobat gratis.
“Yang persoalannya memang masyarakat tidak pernah tahu selama ini,” ujar Dr Arya.
Terkait jalan tembus samping belakang RS Paru yang baru diperbaiki menurutnya akan diserahkan kembali ke warga. Terkait protes agar tembok ditutup lebih tertutup maka pihak RS berjanji akan menutup dengan model tembok yang lebih tertutup.
“Sebenarnya model tembok dengan agak terbuka itu kita merasa lebih dekat dengan warga dan saling tegur sapa. Tapi kalau dibilang dapat menyebarkan virus ke pemukiman kita serahkan kembali ke warga,” ujarnya lagi.
Dr Arya juga mengaku tak alergi dengan kritik. Dia juga minta agar semua kesalahan RS Paru diungkapkan dalam forum itu, untuk selanjutnya bisa diperbaiki.
Di sisi lain, wakil warga yang diwakili Firman Setyawan alias Ferry yang juga anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Amanat Bangsa (DAB) dari Partai Demokrat ini mengaku atas nama tokoh warga menyatakan menyesalkan karena pihak RS tidak pernah datang ke DPRD saat diundang untuk hearing.
Terkait persoalan jalan yang diprotes warga itu, ditegaskan kembali bahwa jalan kampung yang ditembok dengan model terbuka seperti itu tanpa melibatkan warga untuk diajak bicara.
“Jadi komunikasi RS Paru ini sangat buruk saya kira. Wajar kalau tidak harmonis dengan warga. Tapi, persoalannya memang keberadaan RS Paru ini dikhawatirkan warga,” ujar Ferry.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan itu, Slamet, Sudarsono, Edy S, merasa tetap pada pendirian warga. Mereka tetap menolak keberadaan RS Paru dengan alasan lokasinya dekat dengan 2 sekolahan di kiri dan di blok depan dekat dengan perumahan penduduk.
Warga tetap bersikukuh bahwa demi anak cucu mereka tidak rela anaknya terkena TBC atau penyakit dalam lainnya akibat keberadaan RS Paru tersebut. “Menurut kita RS Paru ini tidak ada keuntungannya sama sekali,” ujarnya.
Warga tetap satu kata untuk merelokasi RS Paru tersebut. Soal teknis pemindahan diserahkan kepada pemerintah. “Kita tetap minta RS Paru dipindah. Masih banyak tanah pemerintah yang bisa dimanfaatkan yang jauh dari lokasi perumahan penduduk,” ujar Sudarsono.
Di akhir pertemuan itu, Dr Arya menjelaskan bahwa permintaan warga itu bukan wewenangnya. Tapi semua itu adalah wewenang dari Pemerintah Propinsi Jatim. Untuk itu dirinya mengaku akan membentuk tim kecil untuk membuat laporan dan kajian kepada Propinsi terkait desakan warga itu.
“Kami minta tidak ada lagi permusuhan dan perpecahan di kalangan warga. Buatlah kondusif suasana di kampung kita, “ sergah Lurah Anang memungkasi.kim

PARAH, 4 LOKAL KELAS SDN JATIMULYO AMBRUK



DINAS PENDIDIKAN CUEK

JEMBER – Setelah potret bangunan kelas SDN Kertonegoro 3 ambruk di salah satu ruang kelasnya hingga mengakibatkan murid – murid belajar di mushollah, dan balai desa, kini ada yang lebih parah lagi. Empat local gedung SDN Jatimulyo 2, Kecamatan Jenggawah rusak berat.
Bahkan kondisinya, sudah sangat lama. Sejak Oktober 2008 kemarin bangunan kelas itu ambruk total. Kondisinya bahkan lebih parah dibanding SDN Kertonegoro 3 Kecamatan setempat. Tapi, hingga kini Dinas Pendidikan Pemkab Jember melalui UPTD setempat belum melakukan apapun.
Pantauan di lokasi, bangunan SDN ini sangat parah. Atap jebol, tembok nyaris hancur. Jika dilakukan rehab, maka rehab masuk kategori rehab berat. Bahkan anggaran yang muncul diprediksi mencapai ratusan juta.
Penjaga SDN setempat Suwarno, mengaku bahwa bangunan ini menurut informasi adalah bangunan Inpres sejak tahun 1984. Tapi, kondisinya tidak pernah ada perawatan dan rehab. Dia tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi.
Tapi, sekitar hari Kamis tanggal 23 Oktober 2008 kemarin keresahan penjaga sekolah ini terjawab. Bangunan 4 lokal SDN Jatimulyo ini ambruk. Kondisinya bahkan nyaris menimpa bangunan yang tersisa. Hanya bangunan kantor Perpustakaan yang masih utuh. Letaknya berjarak sekitar 10 meter.
“Kalau belajarnya anak – anak itu ngampung di rumah orang Pak,” ujarnya.
Di lain pihak Kepala Sekolah (Kasek) SDN setempat P Robani, membenarkan kondisi sekolahan yang dia pimpin tersebut. Jumlah murid sekitar 212 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini terpaksa belajar di rumah Pak Maslan, dan kantor Perpustakaan.
Sistem belajarnya dilakukan pagi hari dan siang hari. Kelas 1 dan 2 belajar pagi. Sedang kelas 3 hingga kelas 6 belajar siang hari. Menurutnya, tahun 2006 hingga 2008 telah melaporkan kondisi sekolahan yang nyaris rusak itu. Bahkan sudah terhitung dua kali melaporkan secara tertulis dan pengajuan rehab ke UPTD setempat sebanyak 2 kali ditujukan langsung kepada Kepala UPTD Drs Iskandar.
“Tapi, tidak tahu. Realisasinya kok sulit. Belum ada kelanjutannya, sampai ditunggu sekian lama,” ujar Kasek Robani.
Sebelumnya, dia juga sudah mengadu ke Kabid TK SD di Dinas Pendidikan Pemkab Jember Drs Jumari. Tim Kabupaten sempat turun ke lokasi. Tapi kelanjutannya juga tidak ada lagi. “Sampai sekarang tidak ada kabarnya,” ujarnya.
Dia berharap Dinas Pendidikan segera merespon masalah ini. Sebab dia menyadari bahwa tanggungjawab pendidikan kepada masyarakat sangat besar. Sehingga dia tetap akan berusaha meminta kepada Pemerintah untuk memperhatikan hal ini.
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar pemerintah kabupaten Jember tidak menganaktirikan sekolah di pedesaan. Faktanya, hanya sekolah di kota saja yang diberi bantuan untuk rehab dan memperbaiki sarana. “Kita cukup prihatin mendengar laporan ini,” ujar Ketua LKR Nurdiansyah Rahman alias Nunung.
Dia berharap Dinas Pendidikan memperhatikan masalah ini. Dari hasil temuan BPK disebutkan bahwa justru anggaran belanja modal selama ini dihibahkan kepada sekolah swasta yang tak masuk usulan ke pemerintah. Jumlahnya mencapai Rp 18 milliar sesuai temuan BPK, yang ditindaklanjuti Media Center selama ini. Hal ini cukup menyentuh dunia pendidikan di Jember.kim

PPK KALISAT LECEHKAN WARTAWAN



JEMBER – Ada pemandangan aneh, dan menggugah protes saat melihat pamflet di ruangan kantor Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) Kalisat. Betapa tidak. Di sana tertulis jelas “Maaf Tidak Melayani LSM, Wartawan dan Provokator”.
Sejumlah LSM yang hadir dalam acara Forum Kehutanan, meradang. Termasuk sejumlah wartawan yang hadir meliput acara itu. Ruangan PPK itu terlihat sepi, dan tertutup rapat.
Tapi, ada bekas – bekas kegiatan Pemilu Gubernur putaran II, kemarin. Tampak ada tumpukan material pemilu di sana. Ada kotak suara, dan bekas tumpukan ATK kartu suara.
Ruangannya tak cukup lebar. Tapi, hanya sekitar 3 x 4 meter saja. Di sudut belakang Kantor Kecamatan Kalisat itu di atas pintu dipajang logo Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Saat sorot mata memandang ke kaca pintu dan jendela, sejumlah kuli tinta dan LSM terperanjat. Dia merasa sedih dan prihatin melihat sikap PPK seperti itu. Sebab, di pihak LSM merasa dirinya disamakan dengan provokator. Padahal, provokator itu bukan sebutan kelompok. Tapi, orang – orang tertentu yang sering berniat jahat. Dan bukan organisasi kemasyarakatan atau profesi.
“Ini pelecehan terhadap LSM, dan wartawan. Kami akan minta klarifikasi kepada PPK atau Pak Camat sekalian soal ini. Kenapa melihat seperti itu dibiarkan. Berarti ada stigma jelek di Kecamatan Kalisat, “ ujar Syaiful, tokoh LSM setempat.
Sementara itu kalangan kuli tinta masih akan merapatkan hal itu dengan sejumlah organisasi di Jember. Salah satunya, Herry dari media tabloid VIP. Dia merasa tak terima dan minta pamflet itu dicopot dalam waktu 1x24 jam. Jika tidak akan PPK Kalisat akan disomasi.
Sekcam Kalisat Drs H Amiruddin MM, saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu. Dia memprediksi hal itu dilakukan PPK Kalisat dalam rangka guyon dengan teman – teman pers selama ini. Tapi, dia mengaku tidak tahu motivasi sesungguhnya.
“Saya tidak tahu. Mungkin itu guyon saja Mas,” ujarnya. Di lain pihak, Ra Mansur, saat dikonfirmasi sedang tidak ada. kim

BAYAR REKENING LISTRIK BISA DI MANA SAJA



Lewat PPOB, Mirip Konter Pulsa HP

JEMBER – Ke depan bayar tagihan rekening listrik tidak akan lagi harus capek – capek ke kantor PLN di Jl Gajah Mada Jember, atau di kantor perwakilan PLN lain. Tapi, cukup menghubungi tetangga yang sudah ditunjuk sebagai tempat Payment Point Online Bank (PPOB) di dekat perkampungan.
Selain menghemat waktu, juga bisa menghemat biaya transportasi. Ditambah lagi, untuk membayar rekening listrik selama ini diperlukan antrian yang cukup panjang. Kadangkala masyarakat masih harus menunda pembayaran hingga terkena denda karena terlambat.
“Kadang warga masyarakat ini malas membayar karena antri panjang. Sehingga ditunda. Lama – kelamaan lupa, dan sampai terkena denda. Nah ke depan dengan PPOB ini tidak ada lagi,” ujar Direktur Pengawas Kebijakan Pemerintah Yayasan Picket Nol, Sullam Ridwan, saat menggelar sosialisasi PPOB di Balai Kecamatan Kalisat, Minggu (21/12) siang kemarin.
Acara yang dihadiri sekitar 200 orang warga dari Jember Utara meliputi Kecamatan Ledokombo, Silo, Kalisat, dan Sukowono tentang sosialisai PPOB ini cukup mendapat dan perhatian khusus masyarakat tersebut yang mayoritas tinggal di pedesaan.
Berbagai pertanyaan terkait pendirian PPOB dan mekanismenya, muncul. Termasuk bagaimana muncul tambahan biaya yang besarnya Rp 1.600 itu. Menurut Sullam, bahwa PT PLN (Persero) sebagai BUMN ini ke depan tidak akan melayani penerimaan pembayaran rekening listrik.
Pembayaran rekening listrik ini nantinya tidak langsung ditangani PT PLN (Persero) seperti sekarang ini. Pengelolaannya itu telah diserahkan kepada pihak ketiga yakni swasta. Dalam kaitan ini, PLN bekerja sama dengan tiga Bank yakni Bank Bukopin, Bank BNI 46, dan PT Pos Indonesia.
Pada prinsipnya pembayaran rekening listrik akan lebih mudah. Sehingga masyarakat pelanggan PLN tidak lagi repot mendatangi kantor PLN. Dengan system PPOB itu pembayaran rekening bisa dilakukan di mana saja seperti konter pulsa HP.
“Di mana ada konter PPOB maka semua masyarakat bisa membayar lewat situ,” ujar Sullam Ridwan.
Ditegaskan bahwa ada biaya yang muncul dari system PPOB sebagai langkah maju untuk pelayanan PT PLN (persero) kepada pelanggannya ini. Yakni ada biaya Rp 1.600. Tapi, uang itu tidak bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli). Tapi, biaya ini adalah merupakan kompensasi jasa pelayanan yang dilakukan tiga bank tersebut.
Uang tersebut akan dikelola oleh tiga bank tersebut. “Itu bukan pungli loh Pak. Tapi, dana itu adalah akibat pelayanan system teknologi canggih. Maka timbul biaya jasa pelayanan. Dan dana itu, tidak diberikan ke PLN tapi dikelola tiga bank ini,” ujarnya.
Apa kaitan Yayasan Picket Nol dengan PPOB. Menurut Sullam, menjawab pertanyaan dari sejumlah peserta dari Kecamatan Kalisat, dan Silo, bahwa yayasan Picket Nol ini telah bekerja sama dengan pemenang tender pengelola PPOB di Pusat. Sehingga untuk pengkoordinir berdirinya PPOB itu harus melalui Picket Nol.
“Kita sudah MoU dengan swasta itu. Swasta itu, akan mendatangkan alat ke masyarakat jika ingin mendirikan stand PPOB. Masyarakat pengelola PPOB itu akan mendapat sisa hasil jasa pelayanan Rp 1.600 yang dikelola Bank tersebut,” ujar Sullam Ridwan. kim

FLU BURUNG SERANG KALISAT


JEMBER – Kendati musim hujan tiba, tak menghindarkan virus H5N1 flu burung (Avian Influenza) menyerang ternak warga. Kali ini, ratusan ternak warga di Desa Gumuk Pakel, Kecamatan Kalisat, diserang flu burung.
Ternak warga mati mendadak, dengan kondisi pilek dan mengeluarkan cairan aneh dari mulutnya. Warga yang panik lantas menghubungi Kepala Desa setempat, dan diteruskan ke Kantor Kecamatan.
Menurut penjelasan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kalisat Drs H M Amiruddin, MM, bahwa kejadian itu sangat mengejutkan pihak Kecamatan. Sehingga spontan dengan segera pihaknya melaporkan hal itu ke Dinas Peternakan, dan Dinas Kesehatan Pemkab Jember.
Selang beberapa saat, petugas di dua instansi itu turun ke lapangan. Sejumlah obat telah diberikan termasuk injeksi dan obat semprot agar tidak menular ke ternak warga yang lain.
Dari data yang ada, sekitar 26 ayam jago aduan milik P Dawan mati mendadak. Peternak ayam aduan ini mengaku merugi jutaan rupiah akibat serangan mendadak itu. Ayamnya mendadak mati dengan kondisi mengenaskan.
P Dawan, yang mengaku dapat informasi cara pemusnahan ternak terserang flu burung itu melalui televise, dia melakukan pembakaran. Sisanya juga dikubur. Beberapa saat kemudian datang petugas dari Dinas Peternakan, dan Dinas Kesehatan.
Dari sana, ternak Pak Dawan yang sudah dibakar dan dikubur itu diperiksa kembali. Sebagian yang masih utuh diambil sample darahnya. Hasilnya baru bisa diketahui Senin (22/12) besok (hari ini, Re).
Tidak hanya ternak ayam milik P Dawan saja. Tapi, ternak milik P Nurus juga mati. Ada puluhan milik tetangga P Dawan yang juga terserang flu burung itu secara singkat. Tak sampai waktu sehari, virus flu burung itu menyebar.
“Tidak sampai sehari menyebar. Ternak tetangga Dawan itu mati semua. Jumlahnya puluhan mas. Kita tidak hitung kemarin,” ujar Sekcam Kalisat.
Langkah Kecamatan, dan Dinas terkait telah dilakukan akibat laporan masyarakat yang cepat pula. Diantaranya membagikan kepada warga obat, dan cairan injeksi agar ternak masyaraka setempat segera disuntik obat. kim

ANAK KADER POSYANDU BEBAS BIAYA SEKOLAH

JEMBER - Kader posyandu ujung tombak masyarakat sehat. Kader posyandu tidak hanya dituntut terampil saat lomba quiz Posyandu Show oleh Dinas Kesehatan, tapi mereka juga harus pintar memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Caranya beri contoh masyarakat arti penting kesehatan dan pola hidup sehat,“ ujar Bupati Djalal saat menutup final lomba Posyandu Show, Minggu (21/12) di Aula PB Sudirman.
Di Jember ada 3000 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah memberikan sarana berupa TV dan VCD Player tiap Posyandu agar dimanfaatkan untuk memberi informasi kesehatan kepada masyarakat.
Pemerintah dalam menghargai kader posyandu adalah memberi reward kepada anak kader posyandu untuk bebas biaya sekolah mulai SD s/d SMA.
Kader posyandu berkewajiban menjalin kerjasama sinergis setiap program kegiatan dengan lintas sektoral, PKK desa, kelurahan, hingga Kecamatan agar mendapat pelayanan yang baik.
Aksi kreatif tersebut setidaknya bisa dimanfaatkan dalam memberi penyuluhan kepada masyarakat agar tidak bosan dalam menerima informasi yang dikemas secara kreatif dan inovatif.
Serangkaian lomba quiz dalam Posyandu Show yang digelar kemarin cukup atraktif. Hasilnya kader posyandu dari Kecamatan Patrang keluar sebagai juara pertama dengan perolehan nilai skor sebanyak 695, disusul Kader Posyandu Kecamatan Sumbersari dengan perolehan nilai skor 610.
Di urutan ketiga kader posyandu Kecamatan Wuluhan dengan nilai skor 515 dan sebagai juara harapan ditempati kader posyandu dari Kecamatan Ambulu dengan nilai skor sebanyak 510. Juaranya mendapat Trophy dan uang pembinaan.
Bagi Kecamatan Tanggul menjadi juara favorit pemirsa dengan kebolehannya memberikan penampilan dan atraksi di depan undangan sehingga menghibur para penonton.kim