Rabu, 06 Mei 2009

PERMINTAAN KK DI KECAMATAN MBLUDAK

JEMBER - Masyarakat Arjasa mulai berbondong-bondong mengurus kartu keluarga (KK). Karena pembagian kompor gas tak lama lagi bergilir di daerah Jember Utara. Tak pelak, ratusan masyarakat tiap harinya harus mengantri guna mendapatkan pelayanan kartu keluarga di kecamatan tersebut.
Menurut Camat Arjasa, Parmin, permintaan kartu keluarga tiap hari kian meningkat. Ihwal itu disebabkan, tidak lama lagi pembagian kartu keluarga bakal digilir di daerah Jember Utara, termasuk Kecamatan Arjasa. Banyaknya pemintaan kartu keluarga, katanya, dikarenakan kartu tersebut salah satu prasyarat realisasi kompor gas pada masyarakat.
“Kartu keluarga merupakan syarat yang harus dipenuhi supaya masyarakat mendapatkan kompor gas. Berdasarkan kartu keluarga itulah kompor gas akan dibagikan secara gratis oleh pemerintah” ujarnya, seraya menandatangani ratusan berkas kartu keluarga yang menumpuk di mejanya.
Lantaran, fungsi kartu tersebut cukup penting, pihaknya menekankan supaya masyarakat bersegera mungkin melakukan pengurusan kartu keluarga. Dalam mengurus kartu keluarga, lanjutnya, masyarakat perlu melampirkan KTP dan surat nikah sebagai bukti yang diajukan pada perangkat desa dan kecamatan yang memprosesnya hingga selesai.
“Tujuan pelampiran KTP dan surat nikah adalah untuk mencocokkan antara data yang ditulis dalam kartu keluarga dengan KTP dan surat nikah itu,” ungkapnya. Dengan begitu, masyarakat yang mengisi kartu keluarga itu benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya.
Ia mengakui, kesadaran kepemilikan kartu keluarga sebelumnya cukup rendah di kalangan masyarakat awam. Setelah diluncurkan program pembagian kompor gas gratis itu, tiba-tiba permintaan kartu keluarga di kecamatan tersebut melonjak cukup signifikan.
”Sebelumnya permintaan terhadap kartu keluarga di sini biasa-biasa saja, tapi setelah bantuan kompor gas akan diberikan di Arjasa, masyarakat berbondong-bondong mengurus kartu keluarga di kantor desa dan kecamatan setiap harinya, ” ujarnya.
Tak heran, bila pengurusan kartu keluarga itu akhir-akhir ini menjadi salah satu kesibukan yang harus dijalani oleh kepala desa dan perangkatnya. Dan sepertinya, fenomena seperti ini terjadi pula di daerah Jember Utara. Karena, sejauh ini kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan dinilai relatif rendah.
”Akhir-akhir ini, setiap harinya lebih dari 100 orang yang mengajukan pembuatan kartu keluarga di kecamatan. Kendati Kecamatan Arjasa belum mendapat giliran pembagian kompor gas gratis, tapi kami sudah menghimbau jauh-jauh hari pada masyarakat suapaya mempersiapkan kartu keluarga, karena syarat pengambilan kompor gas itu salah satunya menggunakan kartu keluarga,” tuturnya.
Selain itu, Parmin mengatakan, kartu keluarga merupakan dokumen kependudukan yang wajib dimiliki oleh suatu keluarga. Lagi pula, kompor gas yang bakal dibagikan nanti disesuaikan dengan jumlah kepala keluaga (kk) yang tersebar di kecamatan tersebut. ”Jumlah kompor gas yang akan diberikan disesuaikan dengan jumlah kk, karenanya masyarakat perlu segera memiliki kartu keluarga secepat mungkin,” tandasnya.kim/mc

Tidak ada komentar: