Sabtu, 26 September 2009

RODA DUA PENUHI JALUR WATU ULO

JEMBER – Kerawanan baru diprediksi terjadi di kawasan wisata Watu Ulo, dan Tanjung Papuma Ambulu Jember. Sebab, lalu lintas kendaraan menuju kawasan ini mulai padat.
Ada peningkatan sekitar 5 kali lipat kendaraan dari biasa dan hari normal. Bahkan puncaknya akan terjadi 10 kali lipat dari biasa sekitar Sabtu dan Minggu, liburan lebaran akhir mendatang.
Hal itu disampaikan Kanit Rekayasa Lantas Ipda Soebagio, mendampingi Kapolres Jember AKBP M Nasri, Sik, saat melakukan pemantauan kondisi terakhir lalu lintas di kawasan pariwisata tradisional Jember itu.
“Kondisi nya masih stabil. Ada peningkatan kuantitas kepadatan lalu linta kendaraan roda dua terbanyak. Kendaraan roda empat masih jarang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini sudah diantisipasi oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jember dengan menerjunkan aparat cukup besar untuk pengamanan dan pencegahan kemacetan. Karena kemacetan itu menimbulkan kerawanan baru.
Selain angka kriminalitas, juga angka kecelakaan. Masyarakat yang berlebaran Idul Fitri, cenderung tidak mau menggunakan helm pengaman saat berlebaran. Hal ini yang juga menjadi kendala PR tersendiri bagi polisi dalam pengamanan lebaran.
“Kita prediksi peningkatan kuantitas kendaraan di jalur pariwisata Jember ini terus meningkat,” ujar Ipda Soebagio.
Sementara itu, dua jalur menuju kawasan ini, yakni Watu Ulo mulai dari perempatan Kota Kecamatan Ambulu, sudah mulai padat. Sedangkan jalur lain dari hutan girintinga Wuluhan juga mulai padat. Tapi di jalur ini sudah ada larangan tidak diperbolehkan kendaraan roda empat.
“Selain curam, dan kondisi jalan diprediksi banyak terjadi longsor kecil kecil,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan jumlah wisatawan domestic di kawasan Watu Ulo dan Tanjung Papuma Perhutani Jember di Wuluhan mulai membeludak. Ratusan kendaraan roda dua, yang dikendarai anak muda berpasang pasangan itu merangsek menuju dua kawasan wisata yang terkenal sejak jaman belanda itu. kim

Tidak ada komentar: