Senin, 23 November 2009

Penadah Tambang Emas Liar Dijaring

• Seorang Oknum Polisi Jadi Becking ?

BANYUWANGI - Puluhan penambang emas liar di Pegunungan Tumpang Pitu. Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi terjaring operasi aparat Polres Banyuwangi.
Mereka bukan pelaku asli, tapi mereka adalah para penadah dan pengolah material emas hasil penambangan liar.
Sebagian besar dari mereka adalah bos atau pemilik mesin pengolah dan pemisah material emas. Dari tangan tersangka diamankan puluhan karung berisi bahan material emas pasiran dan batu.
Bahkan polisi juga menyita beberapa peralatan pendulang tradisional hingga semi modern dengan menggunakan mesin pompa. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa buah tabung sebagai alat pemisah emas atau gelondong.
Gelondong ini disita dari dari rumah Karno. Terdapat pula cairan kimia yang diduga air raksa untuk pemisah emas.
Dari sebelas orang itu ada seorang perempuan bernama Satiyem (35) warga Wringinsari, Kecamatan Pesanggaran. Dia ditangkap bersama dua anggota keluarganya.Tapi saat hendak dikeler dia menolak terlibat. “Saat itu saya sedang masak di dapur,” kata Satiyem.
Tapi perempuan tetap dikeler.“Beberapa waktu lalu saya memang mengolah tapi sudah tak pernah lagi,” ujarnya.
Hasil operasi itu aparat kepolisian belum memberi keterangan resmi. Sumber di Kepolisian mengatakan operasi dimulai pukul 09.00 WIB. Petugas terdiri dari 6 tim dengan sasaran berbeda.
Sasaran utamanya di lokasi penambangan liar semisal di Kecamatan Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran.
Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP I Ketut Redana saat dihubungi via telepon menolak berkomentar terkait operasi ini.
Dia menyarankan wartawan konfirmasi ke Kabag Ops Polres Banyuwangi AKP Kholilurohman.
“Konfirmasi ke Kabag Ops saja karena beliau yang mimpin,” kata Ketut.
Sementara itu, Kabag Ops AKP Kholilurrohman mengaku masih berada di lokasi operasi. Dia juga menolak berkomentar. “Langsung ke Kapolres saja,” tegasnya.
Beberapa wartawan berusaha menemui Kapolres Banyuwangi AKBP Slamet Hadi Supraptoyo tapi sayang, orang nomor satu di Polres ini tak kunjung menemui wartawan.
Informasi diluar, operasi ini sempat mengamankan seorang anggota Polisi berada di balik penambangan liar sebagai becking. win


Tidak ada komentar: