Kamis, 30 April 2009

10 % Remaja Jember Terjangkit HIV/AIDS


JEMBER - HIV/AIDS merupakan virus momok bagi masyarakat luas baik di dunia dan Indonesia. Penyebarannya semakin luas, sehingga menggerakkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember memberikan penyadaran publik.
Pergaulan bebas ala metropolitan para remaja bisa mengkhawatirkan. Di Jember sendiri bisa menjadi ancaman epidemic HIV/AIDS jika dibiarkan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember hampir 10% remaja Jember terjangkit virus HIV dan sekitar 5% telah positif HIV/AIDS.
Ironisnya, Kabupaten dengan julukan seribu pesantren ini menunjukkan tingkat kritis rentan virus ini. Dari realita yang ada pihak TP PKK Jember merasa perlu melakukan orientasi di tiap TP PKK tingkat Kecamatan dan Desa untuk memberi penyuluhan kepada remaja dan masyarakat luas agar hati-hati bertingkah laku serta memberi pengawasan ketat kepada anak-anaknya. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/ AIDS Jember.
Karena itu, TP PKK Jember bekerjasama dengan TP PKK Propinsi Jawa Timur melalui Pokja I Jatim menggelar orientasi kader yang menghadirkan seluruh kader remaja dan kader TP PKK se-Jember, Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Jember.
Acara yang dihadiri Ketua Pokja I Jatim, Ny Bambang Kuswantono, wakil Ketua TP PKK Jatim, Ny Nina Soekarwo.
Data Dinkes Jatim di tahun 2000 penderita terjangkit ada 20 orang, di tahun 2009 sudah mencapai 2.977 penderita dari kalangan remaja.
Karena itu Ny. Bambang Kuswantono, meminta perhatian ekstra terhadap tingkah laku anak-anak remaja di luar rumah.
Di Jember telah mengawali langkah dengan membentuk PIKRR (Program Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja), dibina TP PKK Kabupaten bersama Dinkes beranggotakan para remaja sebagai mediator.
Ny MZA Djalal sebagai Ketua TP PKK Jember mengatakan dengan PIKRR para remaja ini mampu menginformasikan kepada seluruh masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Sehingga mengurangi resiko terjangkit HIV/AIDS, serta memberikan nasehat kepada teman-teman sejawatnya mengurangi pergaulan bebas mereka.
Salah satu kader PKK Kabupaten, Wiwik, mengatakan orientasi seperti ini perlu diadakan mengingat penyebaran virus itu mencapai angka kritis, terutama di kalangan remaja dan ibu-ibu RT. “Kalo untuk ibu rumah tangga perlu dicurigai itu, ya para suami hidung belang Mas, maka kalo udah punya istri jangan suka “jajan”, ” ujarnya.kim

PT ASKES MEDICAL CHECK UP GRATIS PNS AKTIF


JEMBER - Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta promosi budaya hidup sehat PT Askes Jember memberikan layanan promotif dan preventif.
Pelayanan pengobatan itu berupa Medical Check Up. PT Askes berharap pelayanan digelar gratis bagi PNS aktif. Diharap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pemegang Kartu Askes.
PT Askes sendiri telah menyediakan loket pelayanan askes di semua RS di Jember untuk memudahkan bagi peserta Askes yang ingin memanfaatkan pelayanan RS dan bagi PNS yang masih aktif.
Asisten Manager PT Askes Jember, Drs. Budi Wusonoadi mengatakan dengan pelayanan peserta Askes bisa memanfaatkan sebaik-baiknya sebagai rasa kepedulian PT. Askes.
Bagi PNS Aktif, usia 40 s/d 56 tahun bisa mendapat pelayanan Medical Check Up gratis dari PT Askes (Persero) yang dilakukan di laboratorium RSUD dr. Soebandi dan RSUD Balung mulai pukul 07.00 s/d 11. 00 WIB.
Peserta cukup membawa fotocopy Kartu askes 1 lembar, undangan Check Up asli dan puasa selama 12 jam sebelum Medical Check Up (MCU) dilaksanakan.
“Program ini berlaku sampai pertengahan bulan Mei 2009 dengan maksimal peserta ± 3000 peserta,“ paparnya.
Dikatakan Budi, pelayanan MCU gratis bagi PNS aktif ini sudah dimulai tahun 2008 dengan peserta 2000 orang, untuk tahun 2009 ini ditambah 3.000 PNS aktif.
Tapi, layanan itu diharapkan dimanfaatkan sebaik baiknya bagi wanita yang ingin memeriksa kesehatan reproduksi nya semisal Papsemier, serta bagi pria untuk melakukan Medical Check Up gula darah, Asam urat, rongsent, dan sebagainya.
Sekadar diketahui, medical Check-Up PNS ini digratiskan sebagai bentuk pelayanan kuratif dan preventif.
“Pelayanan ini agar PNS yang tidak pernah menggunakan kartu Askesnya, mulai sekarang bisa digunakan pada program Medical Check Up ini,“ ujarnya.kim

UNEJ SIAPKAN DUTA OLIMPIADE MIPA NASIONAL

JEMBER - Universitas Jember sedang menyiapkan kelima belas mahasiswanya yang menjadi duta Kampus Tegalboto ini ke ajang Olimpiade Nasional MIPA - Perguruan Tinggi (ONMIPA - PT), tanggal 18-19 Juni 2009 di Jakarta.
Sebelum mengikuti ONMIPA – PT, kelima belas mahasiswa tadi harus lolos seleksi tingkat regional VII/Jawa Timur yang digelar tanggal 11-12 Mei 2009 di Universitas Brawijaya Malang.
Demikian disampaikan Pembantu Rektor III Universitas Jember Drs. Andang Subaharianto, MHum.
Kelima belas duta ONMIPA - PT ini akan berlaga di bidang studi Matematika, Fisika dan Kimia. Setiap bidang studi diwakili lima orang.
Mereka terpilih melalui seleksi ketat dalam dua tahap, menyisihkan peserta lain dari fakultas eksakta se Universitas Jember.
Seleksi pertama diikuti 154 peserta sejak 18 April lalu. Dari seleksi pertama terpilih 15 orang tiap bidang studi diteruskan tes matrikulasi sebelum memasuki seleksi tahap kedua.
Matrikulasi berlangsung seminggu dengan bimbingan para dosen di bidang MIPA dari FMIPA dan FKIP. Untuk bidang studi Matematika digawangi Drs. Rusli Hidayat, MSc.
Sedang di bidang studi Fisika dan Kimia dikawal Drs. Sudjito, PhD dan Drs. Siswoyo, MSc., PhD. Selanjutnya mereka mengikuti seleksi tahap kedua dipilih lima terbaik untuk tiap bidang studi. Seleksi tahap kedua sejak tanggal 27-28 April lalu.
Menurut Ketua Panitia penyelenggara seleksi - Pembantu Dekan III FMIPA Universitas Jember, Drs. Sutoyo, Msi- materi tes saat seleksi mengacu kepada standar olimipiade MIPA internasional.
Untuk bidang matematika meliputi aljabar linier, struktur aljabar, analisis kompleks dan lainnya. Di bidang kimia meliputi kimia anorganik, kimia fisika, dan kimia organik. Sedang bidang studi fisika meliputi mekanika klasik, termodinamika, mekanika kuantum dan materi lainnya.
Selanjutnya, Drs. Andang Subaharianto, MHum berharpa duta-duta ONMIPA - PT Universitas Jember mampu menembus seleksi regional bahkan mampu berprestasi di tingkat nasional.
Para juara ONMIPA - PT, nantinya akan menjadi wakil Indonesia di ajang International Scientific Olympiad in Mathematics (ISOM) dan International Scientific Olympiad in Chemistry (ISOC) di Iran tanggal 3 - 12 Juli dan di ajang International Mathemathics Competition (IMC) yang digelar di Budapest, Hongaria tanggal 13 – 22 Juli. Kim

DAFTAR DUTA ONMIPA – PT UNEJ

No Nama Fakultas Bidang Studi
1. A. Dairoby MIPA/Kimia Kimia
2. Aditia Widya A MIPA/Kimia Kimia
3. Yatimus S MIPA/Kimia Kimia
4. Atick N. Farida MIPA/Kimia Kimia
5. Hadi Barru MIPA/Kimia Kimia
6. Dinda Kusuma KIP/Pend. Fisika Fisika
7. Yuni Purwanti KIP/Pend. Fisika Fisika
8. Nina Kinanti KIP/Pend. Fisika Fisika
9. M. Rofiq MIPA/Fisika Fisika
10. Zainur Rosyid KIP/Pend. Fisika Fisika
11. Triningsih MIPA/Matematika Matematika
12. A. Riski MIPA/Matematika Matematika
13. Ayu Yustica KIP/ Matematika Matematika
14. Eka Poespita Dewi MIPA/Matematika Matematika
15. Kasiono KIP/ Matematika Matematika

Rabu, 29 April 2009

PU PENGAIRAN DIKLAT PENGAWAS PROYEK


JEMBER- Dinas PU Pengairan bertekad menyukseskan program pemerintah dalam pencapaian produksi padi 900 ribu ton tahun 2010.
Dinas Pengairan dituntut untuk membangun sinergitas dengan beberapa instansi di Kabupaten Jember.
“Harus selalu melakukan inventarisasi dan melakukan perbaikan berbagai sarana prasarana penunjang pengairan baik saluran tersier, sekunder mulai dari hulu hingga hilir,“ beber Drs. Edi B. Susilo, Msi, Asisten Perekonomian Pemkab Jember, Rabu (29/4).
Dalam acara Diklat Pengawas dan Pelaksana program DPU Pengairan di Hotel Rembangan Jember selama 2 hari, Edi Budi Susilo berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas PU Pengairan.
Serta dapat sinergi dengan proyek pembangunan rekanan atau pemborong, sehingga dapat diikuti oleh seluruh SKPD yang ada.
Langkah ini sangat positif untuk menekan berbagai penyimpangan karena terdapat kurang pemahaman di tingkat pelaksana.
“Apabila terdapat temuan di lapangan terkait pelaksanaan proyek, maka pemborong diwajibkan untuk mengembalikannya kepada negara,” ujarnya.
Kepala Dinas PU Pengairan, Rasyid Zakaria, mengatakan dalam setiap pekerjaan proyek ada kecenderungan pemborong melenceng dari perencanaan DPU Pengairan seperti panjang dan dalamnya kurang.Hal itu mengakibatkan potensi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Agar terhindar dari temuan BPK dan mendapat nilai bagus, maka 2 keinginan ini dipertemukan, baik pengawas dan pelaksana (pemborong) diberikan Pendidikan dan Latihan (Diklat) pengelolaan proyek.
Lebih jauh kata Rasyid, saat para pengawas libur terutama Sabtu dan Minggu, sedang pelaksana (pemborong) terus melanjutkan pekerjaannya.
Hari-hari itulah berpotensi mencari penghasilan lebih karena tidak diawasi oleh para pengawas. Karena itu keduanya dibekali pengetahuan teknis dan administrasi dalam menjalankan pekerjaannya.
“Untuk membekali mereka secara tehnis, kami mengundang dari Fakultas Teknik Sipil Unej dan dari sisi pembenahan administrasi dibekali dari BPKP,“ jelasnya.
Apalagi di era kini, semua pelaksana proyek tidak bisa main-main karena elemen masyarakat ikut mengawasi.
“Jadi kalau tidak ada niat baik dari pemborong atau pelaksana dan pengawas, maka akan timbul pekerjaan yang kurang baik sejak berlangsungnya proyek yang dikerjakan,“ ujarnya.
Dia berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan menghindari setiap kesalahan. Sedang tahun ini Dinas PU Pengairan terdapat proyek pembangunan berupa Jeti (sandaran kapal) di Kecamatan Puger untuk mendukung Wisata Bahari dan berbagi proyek pemeliharaan DAM se Jember.
Kegiatan ini diikuti 125 pemborong dan 90 pengawas agar mendapat pembekalan dari narasumber membekali selama 2 hari di Hotel Rembangan. kim/mc

JARAK, CEGAH KETERGANTUNGAN MITAN


JEMBER - Kelangkaan minyak tanah sempat melanda bangsa Indonesia terutama dirasakan warga Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe karena tergantung mitan dan kayu bakar.
Hal itu akibat perambahan hutan di daerah setempat, karena itu masyarakat setempat memutar otak bagaimana mengatasi kesulitan itu.
Berbarengan dengan kelangkaan minyak tanah, dan kayu bakar fakta ini harus dijawab masyarakat setempat.
Melalui Kelompok Tani Tanaman Jarak (KTTJ) Bina Tani mampu memanfaatkan tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas) sebagai pengganti minyak tanah.
Jarak Pagar selama ini dikenal para petani kopi dan tembakau sebagai tanaman pelindung. Oleh KTTJ Bina Tani mampu dimanfaatkan sebagai pengganti minyak dan kayu bakar.
Hal ini tak ditampik pendiri KTTJ Bina Tani Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, Abdul Halim. Kata dia bersama-sama masyarakat pinggiran gunung memanfaatkan lahan tidak terpakai.
Mereka dengan kata lain lahan kritis harus ditanami Jarak Pagar sehingga buah atau biji jarak bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah (BioFuel).
Kata dia, semua berawal dari keinginan untuk mandiri agar tak tergantung mitan. Tapi gerakan ini tetap dilindungi Inpres No. I Th 2006 tentang percepatan pengganti mitan melalui minyak nabati (Bio Fuel).
Budidaya tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas) ini pada awalnya hanya beranggotakan 3 kelompok tani yang beranggotakan 20 orang/kelompok tani dengan luas areal 160 Ha dengan tanaman 400 ribu tanaman jarak.
Budidaya ini dilakukan petani dengan memanfaatkan lahan-lahan kritis milik pribadi petani sendiri. Meski tanpa bantuan sedikitpun dari pemerintah, swadaya masyarakat di bidang budidaya tanaman jarak pagar mampu mengangkat perekonomian masyarakat sebagai desa binaan Pemkab Jember.
Selain miskin data di kecamatan hampir ± 40 % dari 2500 jiwa kepala keluarga adalah bibawah garis kemiskinan.
“Tapi warga Gunung malang adalah penduduk pekerja keras yang tak akan menyerah akan keadaan. Bahkan KTTJ Bina Tani, telah mampu menarik investor melalui CV. Timur jaya sebagai Fasilitator bibit dan pupuk,” ujarnya.
Selain ada pelatihan budidaya jarak pagar KTTJ Bina Tani mampu menghasilkan ± 10.000 ton per tahun. “Jadi per 6 bulan biasa menghasilkan 5000 ton,” tegas Halim.
KTTJ Bina Tani ini sangat berharap agar di Jember didirikan pabrik pengolahan minyak jarak dengan Investor dari Pemkab sendiri. Mengingat kualitas minyak jarak di Jember sudah memenuhi target oktan 14 % sesuai standart nasional.
Selain bisa menyerap tenaga kerja di Desa Gunung Malang ,“Jangan sampai kayak tembakau pak, Jember tempatnya tembakau tapi tak satu pun pabrik rokok besar yang berdiri di Jember, Kecuali Bobin,” ujarnya. kim/mc

MARET , INFLASI TEMBUS 0,5 %

JEMBER - Laju inflasi di Kabupaten Jember menjadi fokus perhatian. Karena dengan inflasi tinggi masyarakat buruh kecil, dirugikan, dan yang diuntungkan adalah golongan produsen dan pedagang.
Catatan Bank Indonesia (BI) sekitar Maret 2009 di Kabupaten Jember mengalami inflasi 0,5% (m-t-m).
“Dan dari 66 kota di Indonesia tercatat 44 kota yang mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi, “ ujar Kepala BI Jember Rasyid usai bertemu dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Rabu (29/4) di Aula BI.
Rasyid mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Jayapura (1,7%) dan deflasi tertinggi terjadi di Maumere, NTT (-1,34%). Di Jawa Timur, tercatat 6 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi.
Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Malang (0,61%) dan deflasi terjadi di Kabupaten Probolinggo (-0,01%).
“Bahan makanan berupa beras yang merupakan kelompok yang mengalami inflasi terbesar di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2009 dan pergerakan harga beras cenderung meningkat pada bulan Januari-Pebruari, Mei-Juni dan September-Desember, dan mempunyai bobot terbesar dalam perhitungan inflasi dan sering menjadi 15 komoditas penyumbang inflasi utama, “ ujarnya.
Untuk proyeksi inflasi 3 bulan ke depan dengan asumsi tidak shock (perubahan harga secara mendasar, misal kenaikan BBM, tarif listrik, bencana alam dll), tercatat pada bulan April 2009 inflasi mencapai 8,08%, Mei 2009 bisa mencapai 7,96% dan pada bulan Juni 2009 mencapai 7,28%.
Tahun ajaran baru (bulan Juli s/d September), tekanan inflasi di Jember selalu mengalami peningkatan, terutama pada tingkat inflasi kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
“Untuk itu TPID harus melakukan optimalisasi persediaan/stok barang dan jasa (produksi) dan koordinasi antara dinas/instansi terkait pemantauan dan pengendalian harga, untuk menciptakan ekpektasi masyarakat terhadap inflasi, “ bebernya.kim/mc

Selasa, 28 April 2009

WARGA JATIROTO MINTA SUMBER AIR BERSIH


JEMBER - Penutupan sumber mata air Brown di Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru oleh Bupati Jember, MZA Djalal, mengundang reaksi positif dari masyarakat. Sumber mata air ini dirasa tidak banyak mendukung kebutuhan masyarakat akan ketersediaan air.
Kades Jatiroto, Nashruddin, saat ke Kantor Bagian Humas, Pemkab Jember, Senin (27/04), mengatakan dia dan seluruh warga Desa Jatiroto siap mensukseskan program Bupati.
“Kepala Desa dan seluruh warga Desa Jatiroto akan berupaya untuk mensukseskan program Pak Djalal dalam menutup sumber mata air Brown,” ujarnya.
Kata dia, sumber mata air Brown ini merupakan peninggalan penjajah Belanda. Meski sebagai sumber mata air, keberadaan Brown tidak banyak membantu masyarakat Jatiroto untuk air bersih.
“Masyarakat Jatiroto hampir tidak pernah menikmati sumber mata air ini, sebab kami hanya kebagian mata air yang menetes yang hanya sedikit saja, sebab sebagian besar airnya dimanfaatkan oleh pihak lain”, ungkapnya..
Selama ini warga Desa Jatiroto hanya memanfaatkan air dari sumber mata air Brown untuk minum dan memasak. Sedang untuk mandi atau mencuci, warga harus membeli air ke daerah lain, di Dusun Krajan berjarak 4 Km dari Desa Jatiroto.
“Apalagi harga per jurigennya berkisar antara Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu yang tentu saja sangat memberatkan ekonomi masyarakat, sebab pendapatan mereka tidaklah menentu”, keluh Kades yang sudah menjabat selama 2,5 tahun itu.
Nashruddin mengatakan, ada 5 Desa di Kecamatan Sumberbaru yang kekurangan air, yaitu Desa Jatiroto, Jati Ko’ong, Kelampokan, Sikatan dan Darungan. “Oleh karena itu, saya dan seluruh warga desa sangat berharap kepada Bapak Bupati untuk memberikan solusi dari permasalahan ini”, katanya penuh harap.
Selain itu, diharapkan ada kompensasi jelas terhadap penutupan sumber mata air Brown ini, misalnya pembangunan selokan di sepanjang Desa Jatiroto, pengerasan jalan, penyediaan fasilitas sarana – prasarana sumber mata air bersih dan lain sebagainya.
Sekadar diketahui, berdasarkan SIPMA (Surat Ijin Pengambilan Mata Air) No. 547/080/436.314/2004, sumber mata air Brown ini banyak dimanfaatkan oleh Pabrik Gula (PG) Jatiroto, PTPN XI (Persero), RSU Djatiroto dan Pabrik Alkohol dan Spiritus. Sedang bagi Pemkab Jember sendiri, mata air ini tidak memberikan keuntungan secara optimal.
Karena itu, Bupati Djalal memerintahkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar semua perijinan yang menyangkut pemanfaatan SIPMA harus ditandatangani oleh Bupati Jember, per April 2009. Sebab, SIPMA yang dimiliki oleh PTPN XI/PG Jatiroto itu akan berakhir tanggal 18 Juni 2009 mendatang dan tidak akan diperpanjang lagi.
Sumber mata air ini akan dikelola oleh PDAM dan dijual sesuai standart harga penjualan air kepada konsumen.
“Dengan demikian, kontribusi untuk PAD Kabupaten Jember diharapkan bisa lebih besar”, ungkap Bupati Djalal beberapa waktu lalu saat berkunjung di kawasan sumber mata air Brown.
Pengambilalihan pemanfaatan sumber mata air Brown dari PG Djatiroto oleh Pemkab Jember ini sesuai hasil koordinasi antara Pemkab Jember dengan Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Jawa Timur. Terkait pengelolaan potensi ABT/AP diserahkan ke Kabupaten/Kota setempat. kim/mc

BUPATI AKUI ADA PENINGKATAN PAD


JEMBER - Setelah Tahun Anggaran (TA) 2008 berakhir, Bupati Jember MZA Djalal harus mempertanggungjawabkan kepada DPRD Jember dalam Sidang Paripurna DPRD dengan Agenda penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati Jember di ruang Paripurna DPRD Jember, Senin (27/).
Sidang paripurna dibuka lancar oleh Ketua DPRD Jember, Drs. Madini Farouq dengan dihadiri Bupati Jember MZA Djalal, Wabup Kusen Andalas, dan unsur Muspida lainnya, para pimpinan dan anggota DPRD, Sekkab Jember Drs. Djoewito, MM beserta segenap pimpinan SKPD, camat dan jajaran Pemkab lainnya.
Penyampaian LKPJ TA. 2008 ini dimaksudkan sebagai progress report tahun 2008 dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Bupati dan Wabup Jember periode 2005-2010.
“Dari daftar hadir, sebanyak 32 anggota DPRD yang hadir berarti mencapai kuorum untuk diadakan sidang, ”ucap Ketua DPRD Jember, Drs. Madini Farouq.
Beliau juga mengungkapkan bahwa LKPJ itu juga sesuai dengan target yakni 3 bulan setelah Tahun Anggaran 2008 berakhir.
Bupati Jember dalam nota pengantarnya melaporkan beberapa hal diantaranya mengenai gambaran umum APBD tahun 2008. Kata dia patut disyukuri perkembangan Kabupaten Jember setahun terakhir cukup baik.
“Meski dihadapkan pada berbagai permasalahan, namun berkat kebersamaan dan kerja keras pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Jember, kini kinerja pembangunan menunjukkan hasil yang membesarkan hati, ”imbuhnya.
Dari gambaran APBD 2008 disimpulkan bahwa pendapatan daerah yang terdiri dari PAD dan dana perimbangan tahun 2008 mengalami peningkatan yang sangat berarti. Sedang belanja daerah terdiri dari beberapa item tahun 2008 dapat terealisasi baik.
Bupati juga menyampaikan beberapa hal tentang indikator pembangunan lainnya. ”Meskipun beberapa keberhasilan telah kita capai, namun disisi lain juga muncul berbagai permasalahan yang membutuhkan perhatian kita bersama. hal ini perlu dimaklumi mengingat proses pembangunan merupakan suatu proses multidimensi, baik dari aspek dimensi waktu, ekonomi, sosial budaya, politik serta keamanan dan ketertiban, sehingga memerlukan proses/kontinuitas kegiatan serta program pembangunan,” tambahnya.
Sesuai pasal 23 PP nomor 3 tahun 2008 tentang Mekanisme Pembahasan LKPJ, dokumen tersebut selanjutnya dibahas secara internal oleh DPRD Jember dalam sidang komisi berikutnya.kim/mc

Senin, 27 April 2009

PPS JEMBER SITA MOBIL SEKRETARIS PPK

Lempar ke KPUD, KPUD Lempar PPK

JEMBER – Gara – gara honor tak diberikan. Diduga diselewengkan oleh KPUD maka sejumlah Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menyita mobil Sekretaris Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mayang karena dana operasional PPS se-Kecamatan Mayang belum dicairkan.
Ketua PPS Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Solihin, Sabtu, mengatakan mobil sekretaris PPK Mayang disita sebagai jaminan agar dana operasional PPS segera dicairkan.
"PPS hanya ingin dana operasional segera cair," katanya.
Menurut dia, PPS harus menggunakan dana pribadi lebih dulu untuk operasional sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2009. "Sekretaris PPK berjanji untuk segera mencairkan dana operasional PPS setelah rekapitulasi penghitungan surat suara di tingkat PPK selesai," katanya.
Hingga rekapitulasi penghitungan surat suara selesai di PPK Mayang, katanya, dana operasional itu tidak segera dicairkan, sehingga membuat PPS panik dan emosi.
Sementara itu, Sekretaris PPK Mayang, Samidin, mengatakan, dana operasional PPK banyak digunakan biaya tidak terduga seperti biaya konsumsi saat rekapitulasi penghitungan surat suara di kantor kecamatan.
"Banyak pengeluaran yang tak terduga sehingga anggaran yang diberikan KPU Jember tidak mencukupi," katanya. Ia menjelaskan Sekretaris PPK Mayang akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan KPU terkait persoalan itu.
Secara terpisah, anggota KPU Jember, Hanan Kukuh Ratmono, menuturkan KPU Jember sudah memberikan anggaran operasional untuk KPPS, PPS, dan PPK kepada sekretaris PPK, sebelum Pemilu 2009.
"Seluruh anggaran penyelenggaraan pemilu sudah diberikan kepada sekretaris PPK melalui rekeningnya," katanya.
Ia mengaku belum mengetahui persoalan yang terjadi di Kecamatan Mayang karena tidak ada PPS di Kecamatan lain di Jember yang memprotes belum cairnya dana operasional pemilu. Sementara informasi di luar, dana tersebut diduga sudah menguap.
Uang yang ditempatkan direkening Ketua PPK itu sudah tidak ada wujudnya. Bahkan diduga amblas, tinggal Rp 160 ribu saja di rekening BRI. Sebelumnya sempat muncul isu bahwa dana honor PPS se Kecamatan Mayang itu digelapkan oknum KPUD, tapi setelah ditelusuri sudah dikirim ke Ketua PPK setempat. Tapi, oleh PPK diduga tidak diberikan untuk membayar honor PPS se Kecamatan Mayang. Saat Pemilu digelar, hingga kini banyak PPS yang belum dibayar. Kasus ini kini ditangani Polsek Mayang untuk ditindaklanjuti.kim

KETUA MK, WAYANGAN DI AMBULU


PROF MAHFUD MD : “Gugatan Pemilu, Hanya Lewat Parpol”


JEMBER - Mahkamah Konstitusi (MK) adalah lembaga peradilan ketatanegaraan yang berfungsi untuk memutus atau mengadili masalah tertentu bidang ketatanegaraan diantaranya sengketa (perselisihan) hasil perhitungan suara Pemilu, baik pemilu legislatif, Pilpres maupun Pilkada.
Tapi syaratnya dalam pasal 74 disebutkan, bahwa yang berhak menggugat adalah Parpol diwakili Ketua dan Sekjen nya.
“Kalau perorangan hanya gugatan sifatnya kepada DPD,” ujarnya.
Posisi MK sendiri jelas melakukan peradilan tata negara terkait sengketa pemilu. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr. Moh. Mahfud MD saat melihat wayang kulit di Ambulu Sabtu (25/4) kemarin mengatakan, negara ini demokrasi sudah lebih maju.
Karena siapa saja yang merasa dirugikan dalam hasil perhitungan suara pemilu dapat berperkara di MK ini.
”Untuk itu tidak usah ribut dan saling tuduh kecurangan dalam pemilu, mereka bisa melaporkan kepada lembaga MK sehingga bagi mereka yang bersalah akan diberikan hukuman yang sesuai konstitusi yang berlaku,“ paparnya.
Seperti di pemilu-pemilu tahun lalu, banyak persoalan sengketa yang dapat diselesaikan oleh MK tepat waktu dan sesuai substansinya.
“Belajar dari pengalaman pada pemilu lalu, maka MK di tahun mendatang akan lebih siap dalam penyelesaian berbagai sengketa terhadap hasil pemilu, “janjinya.
Bahkan Mahfud mengatakan sesuai data kasus yang disampaikan oleh Badan Pengawas Pemilu, sampai dengan 3 hari sebelum dilaksanakan pencontrengan sudah ada 57 kasus yang divonis dan lebih dari 50 orang sudah dijatuhi hukuman penjara dan denda sekian juta.
“Untuk itu kesadaran hidup berkonstitusi itu sangat penting, karena konstitusi itu merupakan kontrak kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “paparnya.
Mahfud berharap pemahaman akan konstitusi ini juga lebih dimengerti oleh lapisan masyarakat secara keseluruhan sebagai pedoman hidup bernegara.
“Maka semua masyarakat harus mengetahui dengan jelas tentang apa itu Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga negara di Indonesia ini, “pintanya.
Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga baru dalam ketatanegaraan, sehingga jajaran MK sendiri sangat berkewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan berbagai cara, diantaranya dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk seperti ini.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat itu Ketua MK Prof. DR. Mahfud MD dan Haryono Hakim MK, hadir di acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Alun-alun Kecamatan Ambulu Jember, dengan ki dalang Kesdik Sukasdi, S.Sn mengambil cerita Lahiripun Parikesit.
“Oleh karena itu, sosialisasi dan pertemuan ini penting untuk memperdekat jarak ide-ide ketatanegaraan yang dirumuskan dalam konstitusi yang begitu elitis dengan kenyataan-kenyataan kehidupan kita bernegara sehari-hari ditengah rakyat, ”papar Mahfud.
Lebih lanjut Mahfud menambahkan, konstitusi sebagai landasan prinsip demokrasi, juga merupakan kontrak sosial seluruh rakyat. Dalam kontrak itu, semua warga Negara diikat oleh hak dan kewajiban yang sama. Tiap-tiap orang bertugas dalam kedudukan sesuai dengan peranannya masing-masing.
“Ada yang sebagai presiden, gubernur, dan ada juga yang sebagai pedagang. Tapi selama kita memiliki status sebagai warga negara kita punya hak dan kewajiban yang sama terhadap negara ini dan itu dirumuskan prinsip-prinsipnya dalam konstitusi, ”imbuhnya.
Ketua MK ini juga menegaskan, hak-hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi, kini dapat dipertahankan secara konkrit oleh keberadaan Mahkamah Konstitusi, sebagai pengawal konstitusi di Indonesia.
“Jadi apabila ada seorang warga negara menganggap ada hak konstitusionalnya dilanggar, maka dia boleh mengajukan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi, meskipun dia hanya seorang warga yang berasal dari daerah pelosok, ”tandasnya.
Mahfud juga mengingatkan, setelah perubahan UUD 1945, bangsa Indonesia sepakat menjadikan konstitusi sebagai hukum tertinggi, bukan lagi lembaga atau pemimpin. “Itulah esensi dari rule of law. Karena pemimpinnya selalu bergantian, oleh sebab itu penting adanya kesadaran hukum di masyarakat Indonesia, ”jelasnya.
Di sisi lain Bupati Jember diwakili Asisten Pemkab Jember, Drs Hasi Madani mengatakan sejalan dengan amandemen UUD 1945, maka tata pemerintahan di negeri ini telah mengalami perubahan yang signifikan.
Hasi minta kepada para penonton untuk mengikuti beberapa arahan dan penjelasan yang disampaikan Ketua MK Mahfud MD, baik dalam dialoq dan pesan melalui pagelaran wayang kulit.
“Sehingga nantinya kita akan paham berbagai informasi penting terutama kesadaran dalam menjalankan konstitusi di negara ini, “pintanya.
Dalam pertunjukan sesi limbukan wayangan tersebut, Mahfud dan Harjono Hakim Konstitusi juga berkesempatan menjadi pengisi acara. Tidak lupa, Mahfud yang masih mempunyai ikatan dengan rakyat Jember ini menyisipkan pesan-pesan mengenai MK dan penjelasan wewenang.
“Jadi, MK bertindak sebagai salah satu lembaga tinggi negara, di mana tugasnya sebagai pengawal konstitusi berwenang menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan hasil pemilihan umum, ”paparnya di hadapan penonton yang menghadiri pertunjukan wayang tersebut.
Ketua MK mengatakan, bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa besar yang dianugerahi keragaman budaya. Namun ia berpesan, keragaman budaya tersebut justru harus dapat dijadikan alat pemersatu seluruh warga Negara Indonesia.kim/mc

RIBUAN JAMAAH MANAQIB PADATI ALUN ALUN


JEMBER - Jamaah Thariqah Al-Mutabaroh Nahdliyyah adalah salah satu dari 43 Jamaah Thariqah yang ada di Indonesia. Kemarin ribuan jamaah ini memenuhi Alun – Alun Jember, menggelar manakib bersama para kyai sepuh Jember dan se Jawa Timur.
Jamaah yang memiliki anggota ± 3000 orang di seluruh Jatim ini tumpek blek di Alun-alun kota Jember.
Kendati Bupati Jember, MZA Djalal, tak hadir tapi Wakil Gubernur (Wagub) Drs. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tetap kelihatan.
Dalam sambutannya Bupati Jember, diwakili Wabup Kusen Andalas, meminta maaf terhadap semua jamaah Thariqah, khususnya masyarakat Jember karena tidak biasa menghadiri pengajian Agung itu.
Kusen, mengatakan dengan digelarnya Pengajian Agung ini masyarakat Jember bisa meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaannya. Kendati kabupaten ini telah dikenal dengan kabupaten seribu pesantren, .
Berbeda dengan Gus Ipul - Wagub Jatim- dalam sambutannya. Gus Ipul minta doa restu kepada seluruh masyarakat terutama masyarakat Jember dan para kyai agar program Gubernur Pak De Karwo bisa berjalan baik dan memberi manfaat bagi rakyat Jawa Timur.
Gus Ipul mengatakan bahwa Pak De Karwo telah berkomitmen untuk mewujudkan Jawa Timur yang sejahtera dan makmur bagi semua pihak sesuai visi dan misi Gubernur dan Wagub terpilih. Yakni APBD untuk Rakyat.
Hal itu akan diwujudkan dalam program pendidikan gratis untuk SD, SMP, MI, Mts baik Negeri dan swasta. Untuk mendukung program ini Propinsi Jatim tahun 2009 ini akan mengucurkan dana hampir Rp 300 M bagi kabupaten yang siap dan bersedia melaksanakan pendidikan gratis.
Sementara masih 2 Kabupaten yang siap yakni Bondowoso dan Sampang. “Diharapkan Jember diharap jadi Kabupaten ketiga mendukung program Propinsi Jatim itu,” ujarnya.
Mantan Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal Era Gus Dur ini juga menyatakan bahwa Jawa Timur juga akan menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis di bawah Puskesmas bagi masyarakat miskin (Maskin), dan menekan angka pengangguran di Jawa Timur.
Karena itu, Wagub ini meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Timur baik Ulama, Kyai, dan aparat Pemkab agar mendukung program itu sesuai harapan Pak De Karwo sebagai Gubernur Jawa Timur.
“Yo, ayo rek, didukung programe Pak De Karwo, ben masyarakat Jawa Timur iku iso pinter-pinter lan sehat kabeh,” tegasnya.kim/mc

KELULUSAN SISWA DI UNAS DIYAKINI TINGGI

JEMBER - Sekitar 26.877 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), MTs baik Negeri dan Swasta di Jember, Senin (27/4), serempak mengikuti Ujian Nasional (Unas).
Kabid SMP, SMA Dinas Pendidikan Jember, I Wayan Wesa Atmadja, mengaku yakin tingkat kelulusan siswa di Jember bakal tinggi.
Karena menurut Wayan menjelang Unas, Dinas Pendidikan bersama seluruh sekolah sudah menguji kemampuan siswa didiknya dengan berbagai macam try out.
“Dan kami optimis maka tahun ini tingkat kelulusan anak-anak lebih tinggi dari tahun lalu, ” tegasnya.
Meski nilai kelulusan siswa ada peningkatan dari rata-rata 5,2, tahun ini menjadi 5,5. Senada disampaikan sejumlah Kepala Sekolah SMP di Jember semisal Syaiful, Kepala Sekolah SMPN 7 Jember.
Dia mengatakan pihak sekolah sudah optimal membekali siswanya. Try out sudah berulangkali diberikan dan tambahan mata pelajaran.
“Bahkan secara agama, anak-anak juga sudah mengikuti beberapa do’a bersama dan istighosah, baik ditingkat sekolah maupun Kabupaten, itu dari sisi persiapan kami yakin sudah optimal, tinggal tunggu saja hasilnya, ”tuturnya.
Melihat hasil ujian tahun lalu, ada 1.167 siswa dari 25.117 siswa tingkat SMP sederajat, dinyatakan tidak lulus UNAS atau mencapai 4,6 persen.
Dengan siswa absen mencapai 371 siswa. Sehingga angka kelulusan yang diraih sebesar 95,4 persen. Untuk tahun ini dia optimis tingkat kelulusan itu akan naik hingga seratus persen.
“InsyaAllah bisa. Karena siswa hanya butuh jawaban benar 55 persen dari seluruh soal untuk lulus, “ terangnya.
Di sisi lain Wayan menambahkan bahwa di hari yang sama juga diadakan Unas susulan bagi siswa SMA dan yang sederajat. “Sekitar 126 siswa mengikuti Unas susulan kali ini, ”ujarnya.
Para siswa SMA yang mengikuti Unas susulan menurut Wayan dikarenakan berbagai hal. “Ada yang sakit, dan alasan lain. Semua terdata baik dan besok mereka bisa mengikuti Unas susulan,” pungkasnya.kim/mc


Jumat, 24 April 2009

JEMBER NOMINASI EVALUASI PELAYANAN PUBLIK


JEMBER - Untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat, Tim Penilai Pelayanan Publik Bakorwil IV Malang, Kamis (23/4) bertemu dan berdialog dengan Sekkab Jember, Drs Ec Djoewito, di Aula Pemkab Jember.
Pertemuan dihadiri Camat se –Jember dan beberapa Kepala SKPD terkait itu dimaksudkan untuk membahas dan mengevaluasi pelayanan publik.
Tujuannya Kabupaten Jember akan dijadikan salah satu nominasi evaluasi pelayanan publik birokrasi kepada masyarakat di tingkat provinsi bulan Mei mendatang.
Menurut Ketua Tim Penilai Pelayanan Publik Bakorwil IV Malang, Hendro Sutanto, SH, MSi, maksud dari kunjungan itu adalah untuk melaksanakan tugas Gubernur dalam rangka penilaian kompetisi pelayanan publik antar kabupaten / kota.
“Dalam kesempatan ini Bakorwil lebih memfokuskan pada pembinaan, guna mempersiapkan kabupaten / kota yang telah dinominasikan untuk diusulkan mewakili Bakorwil Malang dalam kompetisi pelayanan publik antar kabupaten / kota tingkat Provinsi Jawa Timur”, terangnya.
Tujuan lain katanya adalah untuk mengetahui sejauhmana progress pengembangan pelayanan publik yang dilakukan di kabupaten / kota, memberi motivasi kepada pemerintah kabupaten / kota agar senantiasa berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat dan untuk memberikan penghargaan atas goodwill dan prestasi yang telah dilakukan pemerintah kabupaten / kota dibidang pelayanan publik secara optimal.
Dijelaskan Hendro, terdapat 3 macam penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Pemerintah Kabupaten / Kota, yaitu Piagam Penghargaan Citra Pelayanan Prima, yang diberikan kepada unit kerja atas prestasi pelayanannya kepada masyarakat ; Penghargaan Unit Pelayanan Publik Percontohan dan Penghargaan Pengembangan Pelayanan Publik.
Untuk indikator penilaian, Hendro mengatakan, diantaranya adalah menyangkut kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik, kebijakan peningkatan parsipasi masyarakat, pembinaan teknis kepada unit pelayanan publik dan lain sebagainya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama menurut Sekkab Jember, Drs. Ec. Djoewito, MM, dalam paparannya mengatakan, keberadaan birokrasi pada hakikatnya adalah sebagai pelayan publik. “Dalam konteks ini, maka kewajiban kita sebagai birokrasi, setidaknya ada 3 hak masyarakat yang harus dipenuhi dan dilayani”, katanya.
Ia kemudian menjelaskan 3 hak tersebut meliputi hak sosial masyarakat, hak ekonomi masyarakat dan hak politik masyarakarat. “Seiring dengan ‘goodwill’ dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pelayanan publik yang ditandai dengan peraturan perundang-undangan, maka Pemkab Jember sepenuhnya mendukung kebijakan tersebut”, cetusnya.
Tindak lanjut upaya ini Bupati Jember telah menerbitkan beberapa Peraturan Bupati yang terkait peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Upaya peningkatan pelayanan publik ini untuk mendukung visi Pemkab Jember, yaitu terciptanya pelayanan aparatur pemerintahan yang kreatif, bersih dan berwibawa untuk mewujudkan masyarakat Jember yang sejahtera, agamis dan bermartabat,” ujarnya.
Dengan slogan Membangun Desa Menata Kota untuk Kemakmuran Bersama, pelayanan publik oleh Pemkab Jember berpihak kepada masyarakat kecil, sehingga akan terwujud masyarakat yang sejahtera lahir dan batin ditandai terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan sosial – ekonomi.
Dijelaskan untuk mempertegas komitmen akan peningkatan kinerja pelayanan publik, masing – masing SKPD dan BUMD membuat pernyataan tertulis berisi komitmen terhadap peningkatan pelayanan publik.
“Dan hal ini telah dibuktikkan dengan diraihnya beberapa penghargaan oleh Pemkab Jember dalam bidang kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Untuk bidang kesehatan, Puskesmas Sumbersari, Puger, Tanggul, Ambulu, Sumberjambe dan Kencong telah meraih penghargaan karena telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu sesuai dengan standart ISO 9001 : 2000 pada tahun 2008 lalu.
Di bidang pendidikan, SMKN Sukorambi mendapat Sertifikasi ISO. Selain itu, tahun 2007 Bupati Jember, MZA Djalal menerima penghargaan Widya Krama Utama dari Presiden SBY sebagai penghargaan dari keberhasilan Pemkab Jember menuntaskan buta aksara. kim/mc


TAK HANYA KAMBING, DRUM JUGA DIMINTA WARGA


JEMBER - Teknologi Inseminasi Buatan (IB) di ternak kambing kendati bersifat pengenalan tapi perkembangannya sangat pesat. Sehingga para peternak merasakan manfaat IB sebagai kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas ternaknya.
“Animo masyarakat khususnya di Kecamatan Sumberbaru terhadap IB kambing cenderung meningkat dari tahun ke tahun, “ jelas Ir. Dalhar, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan menjawab permintaan Ahmad Rufa’i warga Desa Rowotengah dalam acara Bedah Potensi Desa, Kamis (23/4) bertempat di lapangan Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas terkait berencana membantu menyediakan 50 ekor kambing pejantan yang disebar di masing-masing desa di wilayah itu untuk diternakan.
Selanjutnya Dialoq Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa kali ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, bahkan yang bernada emosipun turut disampaikan.
Bedah potensi yang digelar di Desa Yosorati kemarin itu sempat sedikit terganggu, karena dalam livephone ada masyarakat yang sempat memaki-maki Kades Gelang, M. Mahfud, akan tetapi tidak mengurangi kemeriahan yang sedang berlangsung. Ini semua dikarenakan adanya MC dari group “Mesem Guyu” yang semakin gayeng dalam memandu acara tersebut.
Banyak permintaan yang muncul kali ini, mulai dari permintaan pejantan kambing hingga ada masyarakat yang minta drum untuk produksi industri tempe yang ada di desa Sumberagung. Permintaan drum ini muncul dari bibir Supratin (35), warga Desa Sumberagung.
Supratin menyampaikan kepada Bupati Jember, MZA Djalal, bahwa di desanya ada home industri yang bergerak di bidang pembuatan tempe, akan tetapi saat ini produksinya masih terganjal masalah alat memasak kedelai tempe yang membutuhkan drum.
Oleh karena itu, menghadapi masalah ini Supratin meminta kepada Bupati Jember MZA Djalal agar memberikan bantuan Drum sebanyak 65 drum.
“Pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan sebanyak 65 drum yang akan dibagi kepada masing-masing home industri di desa yang ada di wilayah ini, “.
Lain halnya dengan Ahmad Rufa’i, warga Desa Rowo Tengah bahwa di Desa Rowo Tengah banyak terdapat peternak kambing yang berhasil, meski sempat tersendat beberapa bulan karena kekurangan kambing pejantan. Karena itu Rufa’i berharap agar Bupati Jember MZA Djalal dapat memberi bantuan berupa ternak kambing pejantan yang dibutuhkan oleh para peternak.
Bupati Djalal dengan tegas memerintahkan kepada Kadisnak&Perikanan, Ir. Dalhar, agar membantu sebanyak 50 ekor kambing pejantan, dan segera untuk diserahkan ke masyarakat peternak setempat.
Melihat kenyataan seperti ini, masyarakat Sumberbaru sangat gembira dan antusias melihat pemimpin rakyatnya yang sangat bermurah hati dan merakyat itu. Menurut Jumariah (45), warga Desa Yosorati yang saat itu memanfaatkan event itu dengan berjualan rujak merasa gembiran mendengar sistim cangkrukan ini.
Kendati sebagai Bupati ternyata mau “semrawung” ke rakyat, apalagi mau mendengar keluh kesah rakyat. “Nyaman Pak, Sethia Bapak Bupatina poron juk-tojuk’en be’reng-oreng kenik pak inga’ gule” ujarnya.kim/mc

UNEJ GELAR LATIHAN KEWIRAUSAHAAN

JEMBER - Guna membekali lulusannya dengan kemampuan berwirausaha, Universitas Jember bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Diknas) menggelar Pelatihan Kewirausahaan.
Pelatihan bertemakan “Program Mahasiswa Wirausaha Tahun 2009” ini digelar di gedung Kauje (23-26/4).
Pelatihan kali ini diikuti oleh seratus limapuluh mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di Universitas Jember.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor III, Drs. Andang Subaharianto, MHum, yang dalam sambutannya mengharapkan para mahasiswa dapat menyerap materi dan kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Sebab nantinya setiap business plan yang diajukan oleh peserta akan dinilai dan bagi yang dianggap bagus akan mendapat bantaun modal dari Ditjen Dikti Diknas.
Pembantu Rektor III juga menegaskan jika tujuan pelatihan ini adalah membentuk wirausahawan-wirausahawan tangguh di masa depan.
Selama pelatihan para peserta akan mendapat materi seperti Change Mindset To Be An Entrepreneur, Think Different, penyusunan Business Plan, simulasi business plan, pemberian motivasi dan lainnya.
Pemateri yang tampil antara lain Dr. Ir. Ali Agus dari Small and Medium Enterprise Centre, Universitas Gadjah Mada, Drs. Pramono Adi Sardjono, MSi dari Universitas Jember serta para pemateri lainnya.kim


Kamis, 23 April 2009

AWASI OBAT PENDERITA TBC


JEMBER - Kepedulian terhadap kesembuhan penderita penyakit tuberculosis (TBC) bukan hanya menjadi tugas tenaga kesehatan (nakes) di Kecamatan Sumberjambe. Tapi kesadaran itu juga tumbuh dari masyarakat.
Paguyuban Sayang Paru adalah contoh kelompok masyarakat yang bekerja secara sukarela memantau masyarakat pengidap TBC supaya tertib minum obat.
Koordinator TBC dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Puskesmas Sumberjambe, Sukemi, menjelaskan, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Sayang Paru itu bergerak aktif dalam mengawasi proses minum obat para penderita TBC di Kecamatan ini.
“Paguyuban ini ada di tengah-tengah masyarakat. Di semua desa di lingkungan kecamatan sudah mempunyai anggota paguyuban ini. Mereka bekerja aktif secara sukarela memantau dan mengawasi masyarakat penderita TBC supaya rutin minum obat,” katanya.
Paguyuban ini dinilai sangat berarti bagi masyarakat, karena membantu percepatan pemberantasan sebaran penyakit TBC, yang endemis di kawasan Sumberjambe.
“Masyarakat dan Puskesmas sangat terbantu dengan adanya paguyuban ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, anggotanya kebanyakan berasal dari masyarakat mantan penderita TBC. Karena itu, kesadaran atas kesembuhan para pengidap TB cukup besar, pasalnya mereka pernah merasakan begitu menderitanya terserang penyakit yang menyerang paru-paru manusia itu.
“Kebanyakan anggota Paguyuban Sayang Paru (PSP) berasal dari mantan para penderita TBC yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya,” ungkapnya.
Secara umum, tugas kelompok yang dikenal sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) ini adalah menjaring suspek TBC dan mengawasi minum obat penderita sehingga para penderita TB terhindar dari drop out.
“Tugas mereka mengawasi penderita supaya tetap minum obat secara rutin sehingga terhindar dari drop out (DO),” tukasnya.
DO minum obat, menurutnya, bakal membuat resiko penderita semakin tinggi. Jika seseorang dinyatakan DO minum obat. Imbasnya, bakteri yang terdapat dalam paru-paru si penderita kian resisten terhadap obat. “Hal inilah salah satu penyebab mengapa penderita yang DO sulit untuk disembuhkan dari penyakitnya,” terangnya.
Pengobatan berlangsung selama 6 bulan penuh. Dengan jenjang waktu yang cukup lama itu umumnya, kerapkali membuat para penderita TB menghentikan minum obat setelah menginjak bulan ketiga.
“Karena orang desa yang tingkat pendidikannya kebanyakan masih relatif rendah, setelah sebulan merasa enak badannya tiba-tiba minum obatnya dihentikan,” imbuhnya. Itulah sebabnya, rutinitas minum obat ini harus dipantau secara berkelanjutan.
Sukemi mengatakan, pengawas minum obat (PMO) ini berjumlah 9 tim dan tersebar di 9 desa. Sistem kerja yang dilakukan ialah memantau perkembangan obat yang diminum setiap hari oleh penderita. “Karena mereka kebanyakan mantan penderita TBC, jadi mereka sebenarnya memantau teman-temannya sendiri,” tambahnya.
Penyakit TBC ini mudah sekali menular, bila ada 10 orang dan salah satunya menderita TB dimungkinkan si penderita akan menularkan penyakitnya pada salah satu dari 9 orang lainnya. “Jika 10 ada orang yang hidup diantara seorang penderita TBC, disinyalir seorang akan positif tertular penyakit ini. Makanya bila dalam sebuah keluarga terdapat penderita biasanya penderita akan menularkan pada salah satu anggota keluarga,” pungkasnya.kim

HIPPAMS LAYANI KONSUMSI AIR PEDESAAN


JEMBER - Pengelolaan prasarana dan sarana air minum selama ini dikenal hanya ditangani oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Tapi cakupan pelayanan PDAM belum mampu menjangkau sampai di tingkat pedesaan. PDAM hanya mampu melayani pelanggan di daerah perkotaan saja, sehingga kondisi sanitasi dasar air terutama akses terhadap pelayanan air bersih masih tergolong rendah.
Karena itu kebanyakan masyarakat, yang hidup di luar wilayah pelayanan PDAM, masih menggunakan sumber mata air dan air sumur sebagai sumber air minum dan kebutuhan-kebutuhan lain.
Praktis diperlukan lembaga khusus yang menanggani distribusi air hingga kerumah tangga.
“Lembaga itu berupa HIPAMS yang sudah dikenal masyarakat pedesaan, “ujar Istiono Asrijanto, Sekretaris Paguyuban Aing Bening Jember disela-sela mengikuti sosialisasi kelembagaan HIPAMS, Selasa (21/4) di Hotel Bintang Mulia Jember.
Sosialisasi Kelembagaan HIPAMS dengan topik pengembangan Pengolahan Air dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 22 April 2009 tersebut diikuti oleh 4 Kabupaten diantaranya Kabupaten Banyuwangi (16), Situbondo (7), Bondowoso (6) dan Kabupaten Jember (7) sebagai tuan rumahnya yang tergabung dalam HIPAMS dimasing-masing Kabupaten.
Acara sosialisasi yang digagas dan dilaksanakan oleh Paguyuban Aing Bening Jember bekerja sama dengan Satuan Kerja Pengembangan PKPAM Jawa Timur.
Adapun kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan alternatif-alternatif pengelolaan air dengan teknologi yang mudah dan murah pada masyarakat luas, agar adanya penyediaan air siap minum yang aman dan sehat.
Menurut Ir. Moh. Anwar, dari Satker Pengembangan PKPAM Jawa Timur menjelaskan bahwa kebutuhan akan air bersih yang higienis mutlak diperlukan oleh masyarakat, sehingga air yang sehat yang cirinya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna harus menjadi konsumsi di masyarakat.
“Untuk itu pengelolaan air oleh HIPAMS harus bisa menjaga agar air tetap sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat, “harapnya.
Dengan begitu sosialisasi kelembagaan HIPAMS akan Pengolahan Air di Tingkat Pengguna ini dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan metode pengelolaan air yang mudah dan murah kepada para profesional, lembaga atau instansi yang terkait dengan air minum.
Junaidi, Ketua HIPAMS Desa Kemuning Lor mengatakan sebelum adanya bantuan hibah dari pemerintah Jepang masyarakat sangat kesulitan untuk memperoleh air bersih, dikarenakan jarak antara sumber mata air ke wilayah pemukiman warga sangat jauh, sehingga daerah ini sering kesulitan memperoleh air bersih.
“Bahkan sampai berkilo-kilo hanya untuk mencari air bersih di desanya dan yang pasti ibu-ibu yang sangat merasakan hal ini, “jelasnya.
Didesa Kemuning Lor untuk tahap awal telah tersambung kurang lebih 60 warga yang memanfaatkan air ini untuk keperluan sehari-hari, mulai minum, masak dan mandi. “Dari 60 warga tersebut masing-masing sambungan pipa sudah terpasang meter air untuk mengetahui jumlah liter air yang telah digunakan, “terangnya. kim/mc

UKM DIGELONTOR KREDIT TANPA AGUNAN

JEMBER - Program kredit tanpa agunan segera diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) di usaha mikro masyarakat adalah bentuk pelayanan kepedulian BI guna meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memiliki nilai ekonomi prospektif di bidang ekonomi kecil.
Kepala BI Jember, A Rasyid Madjid, kredit tanpa agunan akan diberikan kepada usaha kecil mikro yang telah mempunyai nilai ekonomi prospektif.
“Kita semua tahu, sebenarnya bank itu tidak mempunyai uang. Karena 90 persen uang yang ada di bank adalah uang masyarakat. Sehingga bank harus hati-hati dalam memberikan kredit. Kalau usahanya prospektif insya Allah akan dibiayai,” tuturnya.
Nilai kredit tanpa agunan yang hendak diberikan kepada masyarakat itu berentang jumlah pinjaman antara Rp 1-50 juta.
“Masyarakat bisa meminjam uang di bank untuk usahanya, dengan rentang pinjaman minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 50 juta,” ungkapnya.
Keberanian BI memberi kredit tanpa agunan itu bukannya tanpa alasan. Tapi, BI telah melakukan riset terhadap penghasilan rata-rata dan jumlah tabungan masyarakat Jember di bank.
“Kami meluncurkan kebijakan ini didasari pada penelitian pendapatan rata-rata masyarakat. Kesimpulannya, saat ini rakyat di Kabupaten Jember sudah meningkat pendapatannya,” terangnya.
Ia mengatakan, rata-rata masyarakat Jember memiliki tabungan di bank senilai Rp 1 juta. Sedang dari skala penghasilan, masyarakat tiap bulannya memiliki uang Rp 700 ribu. Lantaran, nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember saat ini telah mencapai Rp 770 ribu.
“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak orang yang menyimpan uangnya di bank, sehingga akan banyak pula kredit yang akan dikucurkan ke masyarakat. Nantinya akan memberikan kemakmuran pada masyarakat. Percayalah jika usaha masyarakat prospektif bank dengan sendirinya akan memberikan kredit tanpa agunan,” ujarnya.
Untuk itu, guna kelancaran proses pinjam-meminjam itu dia menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah.
“Ke depan kita akan bekerjasama dengan instansi terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten untuk membantu kredit yang skalanya kecil dengan tanpa agunan,” jelasnya.
Kerjasama itu, untuk mengimplementasikan kredit yang skalanya kecil. Dengan begitu, masyarakat bisa mulai menggulirkan usahanya dengan modal yang cukup. Imbas yang diharapkan, tentunya akan terangkatnya perekonomian masyarakat. Itu berarti, hal ini peluang bagi masyarakat yang sejauh ini memiliki kemauan dan memampuan, tapi lemah dari sisi permodalan.
Rasyid memastikan, program kredit tanpa agunan yang digelontor itu, baru akan operasi tahun 2010. Pasalnya, untuk implementasi program itu BI perlu menyiapkan rencana dan mekanisme yang efektif.
“Karena uang itu adalah uang rakyat. Maka setelah program ini bergulir, masyarakat harus mengembalikan uang yang dipinjamnya. Dengan demikian, hasil uang yang digulirkan akan dikembalikan lagi pada masyarakat,” ujarnya.kim

SMPN 2 SEGUDANG PRESTASI


JEMBER - Segudang prestasi banyak dicapai oleh SMP Negeri 2 Jember, mulai dari lomba Olimpiade Matematika tingkat Nasional hingga Internasional disabet.
Tak hanya lomba-lomba di bidang science (ilmu pengetahuan), tapi non science juga banyak dikoleksi SMP Negeri 2 ini. Semisal, lomba basket antar pelajar se Jawa Timur, Futsal pelajar nasional.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Jember, Drs. Hendro Poerwanto, SH. SPd. Msi. Lembaga yang dia pimpin saat ini memiliki banyak koleksi kejuaraan yang diraih anak didiknya baik kejurda pelajar bidang olahraga dan science.
“Keberhasilan ini, kita tekankan kepada para siswa agar mereka tidak hanya pandai di bidang mata pelajaran, tapi di bidang non akademik harus bisa berhasil,“ tekadnya.
Untuk meningkatkan kualitas siswa, SMPN 2 mulai tahun ini membuka 3 kelas khusus bagi siswa berprestasi, yaitu kelas akselerasi bagi siswa berintelegensi sekitar 135.
Pendaftaran kelas ini telah mendapat respon hampir 88 siswa, tapi hanya 18 orang yang berhasil masuk. Lantas untuk kelas Bilingual, yaitu klas MIPA dengan sistem 2 bahasa yang diasuh oleh Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, dan Fakultas Bahasa Universitas Jember.
“Kelas ini bertujuan untuk mendalami MIPA sekaligus memperdalam kemampuan Bahasa Inggris siswa, “jelasnya.
Untuk kelas Regular, yaitu kelas yang diperuntukkan untuk siswa yang berhasil ditingkat akademik dalam tingkatan sedang. Dari ketiga kelas ini, memang semuanya untuk memacu siswa agar lebih mampu bersaing dengan siswa-siswa lain, meski SMPN 2 belum termasuk dalam SLBI (Sekolah Berstandart Internasional).
Tapi, hal ini telah disampaikan ke pihak Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Timur, dan SMPN 2 siap untuk bersaing dengan siswa lain, terutama dari sekolah-sekolah SLBI.
“Sebenarnya SMPN 2 kalau dilihat dari kualitas pendidikannya bisa masuk taraf SLBI, namun karena lokasi sekolahnya yang dinilai relatif kecil yang menyebabkan masih menjadi pertimbangan tersendiri, “ujarnya.
Diakui juga, oleh Hendro saat ini pihak SMPN 2 dalam mengikuti setiap event kejuaraan, semua akomodasi ditanggung patungan secara gotong-royong oleh wali murid dan sekolahan.
Itupun dilakukan lewat musyawarah bersama. Pada dasarnya, semua pihak hendaknya menyadari pendidikan itu mahal, tapi bukan kemahalannya semata, tapi kualitas out put siswalah yang harus dikejar.kim

Selasa, 21 April 2009

SATPOL PP BONGKAR PAKSA BANGUNAN

JEMBER - Lantaran tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas PU Ciptakarya, Sat Pol PP terpaksa membongkar bangunan sebelah STE Mandala di Jl Nias Jember.
Ini dimaksudkan sebagai bentuk pelajaran bagi masyarkat Jember ingin mendirikan bangunan. Penertiban ini berlangsung pukul 10.30 WIB oleh puluhan gabungan aparat Pol PP Sumbersari dan Mako.
Sitegang tak terelakkan. Antara pemilik bangunan vs anggota Pol PP. Sebelum eksekusi dilakukan sempat terjadi pemukulan oleh pemilik bangunan terhadap salah satu anggota Pol PP, karena si pemilik bangunan nekat ini merasa berhak atas bangunan itu.
Usai cekcok antara aparat dan pemilik bangunan mereda. Si pemilik bangunan menginginkan supaya pembongkaran ditunda. Tapi, Pol PP bersikeras membongkar di tiga bangunan yang telah berdiri 4 bulan lalu.
Berbekal palu besar dan linggis aparat melakukan pengeprasan bangunan berukuran 9 x 2 meter dengan tiga ruangan itu. Sekitar 1 jam dikepras bangunan ini dirobohkan.
“Kami hanya menjalankan tugas,” ungkap Kasi Penyidikan Sat Pol PP Kabupaten Jember, Mulyadi.
“Tindakan pembongkaran ini dilakukan karena si pemilik bangunan tidak memiliki IMB, yang wajib dimiliki setiap bangunan,” ujarnya.
Katanya, hal itu berlaku bagi semua masyarakat Jember. Karena itu semua bangunan yang berdiri harus memiliki IMB.
“Sesuai prosedur melalui Perda 12/2006, semua bangunan harus berijin dengan bentuk IMB. Pembongkaran ini adalah tindak lanjut karena bangunan itu tidak memiliki ijin,” ujarnya.
Menurut Pengamat Jalan Dinas PU Bina Marga Kecamatan Kaliwates, Nuh Anshori, walaupun pemilik bangunan telah mengajukan perijinan IMB ke DPU Bina Marga tapi hingga pembongkaran itu berlangsung karena ijin tak kunjung turun.
Penyebab ijin tidak turun, disebabkan pendirian bangunan itu telah menyalahi aturan yang sudah ditetapkan di Perda. “Memang si pemilik bangunan mengajukan IMB pada DPU Bina Marga, tapi tidak diijinkan karena menyalahi aturan,” tuturnya.
Kendati si pemilik bangunan mengetahui, bahwa bangunannya menyalahi Perda 12/2006. Tapi, tetap membangun. Teguran, sudah diberikan kepada pemilik bangunan beberapa kali.
“Walaupun sudah tahu kalau bangunannya menyalahi aturan karena menerabas sempadan jalan,” katanya di tengah-tengah pelaksanaan pembongkaran bangunan yang sempat mengundang perhatian massa itu.
Ia mengatakan, di Perda soal IMB disebutkan, bangunan yang didirikan di jalan lingkungan harus berjarak minimal 1 meter dari garis tepi (sempadan) jalan. Sedang bangunan ini tidak memenuhi persyaratan itu.
“Bangunan didirikan dengan jarak kurang dari dari satu meter dari tepi jalan, sehingga tidak memenuhi persyaratan,” imbuhnya.
Apalagi, bangunan yang didirikan itu berada di sekitar tikungan masuk Jalan Nias, yang selama ini cukup padat. Karena Jalan Nias berbatasan langsung dengan Jalan Sumatera.
“Kendati Jalan Nias adalah jalan lingkungan, tapi sangat ramai. Sesuai aturan jalan bangunan yang didirikan di jalan lingkungan harus berjarak 1 meter dari tepi ruas jalan,” tegasnya.kim

ISTRI BUPATI “DISERANG” SAMBATAN WARGA


JEMBER - Kesempatan di acara bedah potensi Desa ini sangat ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat terutama di Wuluhan.
Bedah potensi di Balai Kecamatan Wuluhan, Ds Ampel, Senin (20/4) dijadikan ajang desakan dan permintaan warga Jember. Tak hanya Bupati Jember MZA. Djalal, jadi sasaran permintaan warga, tapi bu Djalal, juga.
Acara dihadiri Wabup Kusen Andalas, Sekkab. Ec. Djoewito, serta Muspida, juga seluruh pejabat Pemkab Jember mulai dari Asisten I, II, III, dan para Kepala Dinas. Pada kesempatan itu pula.
Ketua Tim Penggerak PKK ini meminta kader PKK Kecamatan Wuluhan ini menyambut “sambatan” warga ini, dengan mengatakan agar kader-kader PKK di Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan ini diberikan bantuan.
Ditegaskan, oleh Ainurahim, Ketua Penggerak PKK Desa Kesilir Wuluhan, bahwa saat ini penggerak PKK dan kader-kader yang ada, selama ini mempunyai kegiatan diantaranya menjahit, pembuatan kerajinan gerabah, dan karawitan.
Tapi, lanjut Ainurahim, untuk saat ini PKK yang diketuainya hanya memiliki mesin border 3 buah. Sedang para kader yang ingin berlatih border hampir 20 orang.
Jadi keinginan agar kelompoknya diberikan tambahan mesin bordir sebanyak 10 buah sama dengan kebutuhan pembuatan mesin gerabah dan alat-alat karawitan baru, sehingga kegiatan ini bisa dilakukan maksimal.
Acara diwarnai ajang sambatan ini langsung dijawab Bu Djalal, dengan mengatakan selaku istri Bupati dan Ketua Tim penggerak PKK Jember berjanji mengakomodir seluruh sambatan demi kelangsungan Tim Gerak PKK baik Kecamatan dan Desa.
Tapi Bu Djalal, dikarenakan anggaran PKK yang tak seberapa besar dan tidak bisa mencangkup secara kebutuhan di bawah, Bu Djalal melempar sambatan ibu-ibu ini ke Kadis kadis yang ada.
Untuk kebutuhan mesin jahit dan mesin gerabah agar dipenuhi oleh Disperindag sedang untuk alat karawitan agar segera ditangani oleh Dipendik dan perawatannya.
Tapi menurut Ka Disperindag, Ir. Hariyanto, bantuan itu akan diberikan tahun 2010. Kadispendik diwakili Kabid TK-SD, Jumari mengatakan hal serupa.
Tak pelak Bupati Jember MZA. Djalal, tak sabar. Dia ingin cepat memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Bupati langsung ambil tindakan agar anggaran kecamatan dialokasikan untuk kebutuhan mesin bordir.
Djalal juga tak segan-segan mengambil keputusan langsung di hadapan rakyatnya, terkait permintaan pembangunan sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, karena masih harus dikonsultasikan ke Propinsi.
Djalal, lantas mengajak Wabup Kusen Andalas untuk “urunan” membangun SMK di Wuluhan. Kata dia hal itu dilakukan untuk kebaikan bersama warga Wuluhan.
“Bukan untuk disombngkan. Ayo, Pak Kusen awake dewe urunan mbagun SMK, Ben wong wuluhan tambah pinter tani,,” ujar Djalal.kim

Sabtu, 18 April 2009

JALAN SEHAT, BANGKIT PEMUDA


DITABUR HADIAH DOORPRISE

JEMBER - Diperkirakan lebih dari 10.000 masyarakat kota Jember dan sekitarnya akan memadati Alun-alun Kota Minggu (19/4) besok.
Mereka dipastikan mengikuti Jalan Sehat Bangkit Pemuda yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember melalui Kantor Pemuda dan Olahraga Jember.
Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Jember, Suparno mengatakan, kegiatan ini digelar merupakan bagian dari program pemerintah untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
“Olahraga merupakan aktifitas positif dalam upaya meningkatkan kualitas kerja. Karena itu, semua instansi pemerintah, swasta dan masyarakat hendaknya bisa berpartisipasi dan mengajak masyarakat lainnya untuk berolahraga,” tegasnya.
Suparno menyebutkan, kegiatan olahraga Jalan Sehat Bangkit Pemuda ini akan diikuti seluruh masyarakat, pemuda dan pelajar Jember dan sekitarnya. “Para peserta Jalan Sehat Bangkit Pemuda rencananya akan dilepas Bupati Jember MZA Djalal, Minggu pagi mendatang,“ sebutnya.
Selain untuk tujuan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, kegiatan ini sebagai upaya memasyarakatkan olahraga jalan sehat dan sebagai ajang silaturahmi bagi pemuda dan masyarakat Jember serta instansi dijajaran Pemkab Jember.
“Semua itu akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga, “jelasnya.
Suparno panggilan akrabnya juga berharap melalui kegiatan Jalan Sehat Bangkit Pemuda ini agar dapat menciptakan rasa persatuan dan kesatuan diantara para peserta yang mengikutinya.
Menurut nya peserta yang mengikuti lomba ini dari berbagai lapisan masyarakat. "Ini berdasarkan kupon yang telah disebarluaskan ke masyarakat umum mencapai 12 ribuan.
“Kami berharap partisipasi seluruh lapisan masyarakat, karena kegiatan ini dalam rangka mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,“ katanya.
Jalan sehat ini akan menempuh jarak sekitar 3 km. Dengan rute halaman Pemkab Jember - Jalan A. Yani – Jalan Trunojoyo - Jalan Cokroaminoto – Jalan Gajah Mada – Jalan Sultan Agung – Jalan PB Sudirman dan kembali ke halaman Pemkab Jember (finish).
”Sepanjang rute peserta akan menemui Posko (depan Toko Nico) untuk memasukkan potongan kupon yang akan diundi, dan peserta harus memasukkan kupon di tempat yang disediakan di posko itu,“ harapnya.
Suparno juga berharap para peserta mempersiapkan diri sebelum mengikuti jalan sehat. Dengan jarak tempuh 3 km, diharap peserta tidak usah berebut untuk mencapai finish,
karena penilaian pemenang bukan dari siapa yang lebih dahulu mencapai finish. "Kami berharap jalan sehat ini bisa menjadi ajang keakraban antarpeserta, “kata dia.
Suparno mengatakan, bahwa jalan sehat merupakan jalan pintas dari ikhtiar memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Itu pada dasarnya adalah usaha sadar dalam rangka ikhtiar pembinaan dan pengembangan kualitas diri insan pembangunan. Lalu, kualitas diri sumber daya manusia pembangunan.
”Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menyemarakkan olahraga jalan sehat kali ini, ”katanya.
Acara Jalan Sehat Bangkit Pemuda ini juga disediakan beberapa hadiah menarik dan hadiah dari para sponsor masing-masing dengan hadiah utama 2 unit sepeda Motor Yamaha Mio dan beberapa hadiah doorprice lainnya. kim

RS CITRA HUSADA BUKAN SAINGAN RSUD DR SOEBANDI


JEMBER - Kendatipun rumah sakit swasta mulai bermunculan di Kabupaten Jember. Tapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tidak merasa tersaingi. Sebaliknya, hal itu bakal menjadi pendukung meningkatnya kualitas dan pelayanan di bidang kesehatan masyarakat Jember.
Bupati Jember, MZA Djalal, mengatakan, bukan berarti dengan berdirinya Rmah Sakit (RS) Citra Husada sebagai rumah sakit baru di Jember bakal menyaingi RSUD dr Soebandi. Tapi keberadaan rumah sakit baru itu justru menjadi pendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Jember.
“Saya sebagai owner rumah sakit terbesar (RSUD dr Soebandi, red) di Jember tidak merasa tersaingi dengan berdirinya RS Citra Husada. Justru saya mendukung jika di Kabupaten Jember banyak berdiri RS swasta karena tanda-tanda kemakmuran suatu daerah salah satunya adalah banyak berdirinya rumah sakit,” ungkapnya saat Grand Opening RS Citra Husada, Kamis (16/4).
Djalal mengatakan, kesehatan masyarakat di negara yang makmur dan maju seperti Singapura salah satunya ditandai adanya rumah sakit yang berjumlah banyak. Kondisi tersebut, tentunya bisa mendukung terjaganya kesehatan masyarakat, yang kian hari menjadi kebutuhan yang vital masyarakat.
“Bila di suatu daerah banyak terdapat rumah sakit, maka umur masyarakatnya akan lebih panjang. Karena jika sakit masyarakat bisa langsung melakukan perawatan kesehatan ke rumah sakit. Sehingga penyakitnya bisa lekas sembuh,” tukasnya di hadapan ratusan hadirin.
Pihaknya mengijinkan para dokter yang berstatus PNS menyambi kerja di RS swasta yang ada di Kota Tembakau itu. “Saya tidak melarang dokter-dokter saya yang bekerja di RSUD dr Soebandi menyambi kerja di RS swasta,” katanya.
Bahkan, ia mengharapkan semua rumah sakit di Jember lebih berkembang lagi. Dengan berkembangnya kualitas pelayanan dan sarana prasarana rumah sakit, akan banyak membantu pengobatan penyakit yang menjangkiti masyarakat lewat pelayanan berkualitas dan profesional, dengan disertai tingkat teknologi kedokteran yang maju.
Ia berharap pelayanan RS Negeri dan Swasta di Jember tidak hanya dikhususkan untuk masyarakat Jember saja tapi juga menjadi jujukan masyarakat luar Jember berobat.
“Akan lebih baik jika rumah sakit di Jember juga melayani pengobatan masyarakat luar kabupaten,” tandasnya.
Gambaran tersebut, ujarnya, telah diterapkan oleh Singapura. Di negeri itu, imbuhnya, pasien yang berobat kebanyakan berasal dari luar negeri. “Contohnya di Singapura, RS di sana tidak hanya untuk masyarakat Singapura saja, tapi juga luar Singapura. Wacana seperti itu saya harapkan juga akan terjadi di Jember, ” jelasnya.
Sementara itu, menurut Pembina dan Ketua Yayasan Citra Husada, Albert Roberty, rumah sakit yang dipimpinnya bakal memberikan pelayanan yang optimal bagi para pasien. “Saya berharap pada dokter, perawat dan para pekerja supaya bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan yang terbaik pada para pasien yang berobat ke rumah sakit ini,” tegasnya.
Karena itu, RS Citra Husada telah melengkapi tenaga medis dan sarana prasarana kesehatan yang cukup memadai. Rinciannya ada 12 dokter spesialis, 8 dokter umum serta puluhan perawat telah siap melayani penyehatan para pasien yang berobat. “Kami sudah menyiapkan IGD yang buka 24 jam dan dijaga oleh 8 dokter umum,” imbuhnya.
Sedangkan kamar operasi yang disediakan terdiri atas kamar operasi bedah umum dan saraf serta kamar operasi mata. “Kita memiliki kamar operasi katarak tanpa jahitan. Teknologi operasi katarak ini sangat maju, di Jawa Timur baru dimiliki oleh RS di Surabaya, Malang, dan sekarang sudah ada di Jember,” paparnya.kim

Kamis, 16 April 2009

600 KALI BANJIR BANDANG, DIKAJI PENELITI JEPANG


JEMBER - Setelah terjadi banjir bandang Tahun 2006 berlalu, peneliti asal Jepang dengan lembaga JICA (Japanese International Cooperatioan Agency) datang lagi ke Jember, untuk meneliti dan mengkaji bencana banjir bandang dan bencana Tsunami.
Sejak Kamis (16/4) dengan bekerjasama dengan Departemen PU Pengairan RI, JICA datang kembali ke Jember meneliti daerah rawan banjir bandang dalam acara Kick Off Meeting Banjir Bandang Disaster Menegement and Prevention di Hotel Panorama Jember.
Direncanakan selama 3 tahun sejak 2009 - 2011 akan berada di Jember. Hal ini perlu dilakukan penelitian dan kajian karena menurut data BPS selama Tahun 2007 ada sekitar 600 banjir bandang di Indonesia.
Direktur Sungai, Danau dan Waduk Dept. PU, Ir. Widagdo.Dipl. HE mengatakan bahwa terpilihnya Jember selain pernah terjadi banjir bandang tahun 2006 lalu dan memakan korban puluhan warga Panti juga karena Jember memiliki pengunungan yang rawan terjadinya banjir bandang akibat lereng terjal.
Dalam pertemuan itu peserta akan diminta masukan berupa data terkait daerah yang rawan bencana di wilayahnya.
“Semua anggota Satlak, camat yang daerahnya rawan bencana selain dan pengelolaan air di Jember juga diundang,” ujarnya.
Menurut Widagdo fenomena alam ditunjang musim penghujan maka semua sektor wajib dilibatkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana.
“Untuk menghindari itu maka perlu duduk bersama dari semua elemen tidak saja Pemerintah pusat, daerah, pemerhati akan tetapi masyarakat untuk melakukan kajian dan penelitian mengantisipasi terjadinya bencana sesuai dengan karateristik budaya masyarakat setempat,” ujarnya.
Dalam penelitian dan kajian di Jember nantinya bisa disebarluaskan ke daerah lain. “Hasil kajian diharapkan dapat dikembangkan ke daerah lain,” ujarnya.
Tapi saat Direktur Sungai, Danau dan Waduk Dept. PU pusat ditanya terkait kesimpulan pasca kajian terkait kebutuhan alat pendeteksi mengaku tidak bisa menjanjikan tapi perlu pertimbangan dari Pusat nantinya.
Peneliti JICA yang datang ke Jember diharap menjadi simbol penghormatan bagi Kota Jember agar daerah ini bisa mengantisipasi banjir bandang ke depan. kim

Rabu, 15 April 2009

PUSKESMAS SUMBERJAMBE JADI RUJUKAN TBC

JEMBER - Kendati Puskesmas Kecamatan Sumberjambe letaknya jauh dari perkotaan. Tapi, faktanya puskesmas ini menjadi rujukan penanganan penderita TBC dari berbagai daerah.
Tak heran jika pasiennya tak hanya berasal dari wilayah Sumberjambe saja, masyarakat kota dan warga Kabupaten Bondowoso mayoritas berobat dan merujuk ke Puskesmas ini.
Sejak lama Puskesmas Sumberjambe menjadi daerah endemik TBC. Hal itulah yang membuat puskesmas ini menjadi tumpuan penderita TBC. Faktornya karena daerah Sumberjambe berada di dataran tinggi, suhu udara yang dingin dan minim pencahayaan sinar matahari membuat kawasan ini menjadi basis penderita TBC.
”Kondisi dingin selalu linier dengan terjadinya endemik TBC. Makanya, pada awalnya pengobatan yang dilakukan terhadap para pengidap penyakit ini cukup dengan cara disinari atau dijemur di bawah terik matahari,” ungkap Kepala Puskesmas Sumberjambe, dr Abdul Ro’uf.
Tapi sekarang, kondisi telah berubah. Pengobatan tidak lagi menggunakan cara-cara konvesional dan tradisional. Obat-obatan yang digunakan untuk penderita TBC di Puskesmas tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Wolrd Health Organization (WHO). Sehingga obat tersebut memiliki kualitas yang tinggi.
”Tapi sekarang ini pengobatan yang dilakukan di Puskesmas Sumberjambe sudah memakai obat-obatan dan dijemur pada saat pasien opname,” ujarnya.
Sebelum dinilai positif mengidap TB dan dilakukan pengobatan, penderita didiagnosis terlebih dahulu, lalu dikategorikan serta ditentukan obatnya. Pada tahap kategorisasi, pengidap dibedakan menjadi 3 macam. Kriteria pertama Bakteri Tahan Asam (BTA) positif, kedua BTA negatif rontxen positif, dan relaps atau TB kambuhan.”Ketiga kriteria itu akan menentukan jenis obat yang akan digunakan,” tuturnya.
”Pengobatan TBC ini dilakukan selama 6 bulan berturut-turut sampai dinyatakan benar-benar sembuh. Makanya, pasien diharuskan minum obat selama waktu itu,” ujarnya. Dalam 2 bulan pasien diwajibkan untuk meminum obat setiap hari, sedangkan 4 bulan terakhir durasi minumnya seminggu 2 kali.
”Jika penderita tidak mengikuti aturan minum obat, maka bakteri yang ada dalam paru-parunya akan bisa resisten terhadap obat. Karenanya aturan minum obat ini harus diikuti oleh si penderita sehingga akan lekas sembuh dari penyakitnya,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Koordinator TBC dan Pengendali Penyakit Menular (P2M) Puskesmas Sumberjambe, Sukemi, Puskesmas tersebut telah menjadi Puskesmas rujukan mikroskopis, khususnya untuk para penderita TBC. Umumnya Puskesmas yang merujuk ke sana adalah Puskesmas Ledokombo dan Sukowono.
”Bahkan kebanyakan penderita TB yang merujuk ke Puskesmas Sumberjambe banyak berasal dari Kabupaten Bondowoso, Kelurahan Gebang, dan Kecamatan Pakusari. Kemungkinan mereka merujuk ke sini karena di sini ada pelayanan mikroskopis yang khusus menangani penderita TB,” jelasnya.
Pada tahun 2008, katanya, penderita TB yang ditangani Puskesmas itu sejumlah 96 orang, dengan kategori 73 penderita BTA positif, 5 orang BTA negatif dan 18 orang ekstra paru. ”Yang dimaksud ekstra paru ini adalah TBC yang sudah menjalar ke kulit, tulang dan kelenjar,” tengaranya.
”Kita tidak bisa memprediksi apakah jumlah penderita TBC di Sumberjambe ini menurun tiap tahunnya. Karena mobilitas penduduk berbeda. Tapi perbandingan penderita tahun 2007 dan 2008 mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Pada tahun 2007 jumlah penderitanya mencapai 108 orang lalu pada tahun 2008 menurun menjadi 96 pengidap,” pungkasnya.kim

Sabtu, 11 April 2009

PEMILU LANCAR, GOLPUT TURUN

JEMBER - Wakil Gubernur Jawa Timur HM Saifulah Yusuf blusukan ke sejumlah TPS di Jember. Kedatangannya ke Jember disambut Bupati Jember MZA Djalal, dan Muspida.
Didampingi Sudarisman, SS, Wagub Jatim Syaifulah Yusuf mengatakan berdasar pantauannya selama dari Surabaya ,Lumajang hingga Jember tingkat kesadaran masyarakat untuk menyalurkan aspirasi politiknya sangat besar.
"Sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Lumajang hingga ke Jember, proses pemungutan suara di TPS-TPS berjalan cukup aman," ujarnya.
Tapi, masih ada beberapa tugas besar yang perlu dikerjakan oleh semua pihak,yakni validasi daftar pemilih menjelang Pilpres. Persoalan DPT, kata Wagub, validasi DPT bukan hanya tugas KPU atau pemerintah saja.
"Itu juga butuh peran serta partai politik ketika melakukan koreksi terhadap softcopy DPT yang diterima," katanya.
Selain itu, peran masyarakat juga dibutuhkan karena yang mengetahui kesalahan DPT adalah masyarakat setempat. Jika semua peran semua pihak dilakukan maksimal persoalan DPT tidak akan muncul di Pilpres.
Sedang menurut Wakil Ketua KPUD Jawa Timur Agung Nugroho yang ikut mendampingi Gus Ipul keliling ke daerah tapal kuda mengatakan, kesalahan pengiriman logistik bukan hanya terjadi di Jember.
Tapi, juga terjadi di beberapa daerah lain, seperti Probolinggo dan Lumajang. "Dalam hal ini ,Kami memberikan dua opsi tergantung kesepakatan antara petugas KPPS, Panwascam dan saksi. Opsi pertama mengkonversikan pilihan itu ke partai dan nomor urut caleg sesuai surat suara yang benar dan opsi kedua melakukan pencoblosan ulang," kata Agung Nugroho.
Ketua KPUD Jember Sudarisman mengatakan, laporan yang diterima soal tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi. Bahkan dengan kebijakan KPU yang mengijinkan pemilih membawa kartu
saku dari para caleg membuat suara tidak sah relatif sedikit.
“Kita perkirakan angka golput turun. Tidak sampai 30 persen,kami sempat heran sekitar 75 persen banyak pemilih yang hadir di TPS TPS," ujarnya.kim

Kamis, 09 April 2009

BUPATI KUNJUNGI PABRIK CERUTU


JEMBER - Bupati Jember melakukan kunjungan kerja (kunker) di beberapa industri pertembakauan Jember, Senin (6/4). Kunker ini untuk melihat lebih dekat perkembangan dunia pertembakauan.
Perusahaan yang dikunjungi adalah Pabrik Pengolahan Tembakau dan Perusahaan Cerutu Bobin Jember. Di Pabrik Pengeringan Tembakau PT Pandu Sata Utama di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Bupati MZA Djalal, melihat proses pengolahan tembakau mulai dari sektor pembersihan tembakau dari kotoran, redrying (pengeringan ulang), laboratorium, sampai dengan lokasi pengepakan tembakau yang siap di ekspor.
Pabrik ini dikunjungi Bupati lantaran pabrik ini membeli sebagian besar tembakau petani Jember dari jenis Kasturi. Selain menyaksikan lebih dekat proses pengeringan tembakau, ia juga menyempatkan berdialog dengan kepala perusahaan dan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi (APTK) H Abd Rahman, guna menyerap informasi mengenai permasalahan dan perkembangan dunia pertembakauan Jember yang berkaitan erat dengan para petani tembakau.
Kepala Pabrik Pengeringan Tembakau PT Pandu Sata Utama, Nur Bachtiarto, guna menjaga mutu dan ketahanan daun tembakau dari proses fermentasi, yang bisa mempengaruhi kualitas tembakau, redrying (pengeringan kembali) dilakukan dalam beberapa tahap. Sehingga kadar air benar-benar bisa diminimalisir.
“Supaya tembakau aman dikonsumsi, lebih bersih dan tidak mengalami proses fermentasi yang mempengaruhi kualitas cita rasa, maka perlu dikeringkan hingga mencapai titik kadar air terendah. Bila pengeringan optimal, maka tembakau akan bisa bertahan dalam jangka waktu lama,” ujarnya.
Pabrik ini menerima tembakau dari kualitas yang beragam tergantung dari permintaan pemesan. Setelah di-packing, umumnya tembakau diekspor ke luar negeri.
“Kita melayani permintaan tembakau dari beragam kualitas, tergantung pemesannya minta kualitas yang bagaimana,” tengaranya.
Tembakau yang diambil, kebanyakan dari tembakau petani Jember, di samping diperoleh dari Madura dan beberapa daerah di wilayah Propinsi Jawa Timur. “Kita memproses tembakau-tembakau yang bermutu rendah, bukan dari golongan yang bagus dari jenis kasturi. Tapi di sini kita klasifikasikan lagi menurut kualitasnya,” jelasnya.
Per tahun, perusahaan ini mampu mengekspor sekitar 4 juta kilogram tembakau. Sedang kemampuan optimal produksi per jamnya antara 2-4 ton.
“Kapasitas produksi kita dalam sebulan disesuaikan dengan permintaan para pemesan, tapi rata-rata redrying yang kita lakukan per harinya sekitar 25 ton,” terangnya.
Di perusahaan Cerutu Bobin Jelbuk Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Bupati melihat lokasi pembeberan dan pemisahan kualitas daun tembakau, pemotongan, hingga ruang pendingin.
Tempat pembuatan cerutu dan smoking corner yang memajang berbagai jenis cerutu siap pasar juga tak luput dari tinjauan. Bupati melihat berbagai kualitas daun tembakau dari berbagai negara dan juga dalam negeri siap diproduksi menjadi cerutu kualitas eksport.kim

BUPATI MINTA MATA AIR “BROWN”JATIROTO DITUTUP

Diambil Alih ke Jember Untuk Menaikkan PAD

JEMBER - Berkembangnya wacana terkait rencana penutupan sumber mata air “Brown” yang terletak di Kecamatan Sumberbaru, terdengar juga oleh Bupati Jember.
Dari dialog solutif Bupati Jember MZA Djalal membuat turun sendiri ke lokasi sumber mata air didampingi SKPD terkait, Rabu (8/4) kemarin.
Di lokasi Bupati melihat langsung sumber mata air itu yang ternyata berdasarkan SIPMA Nomor 547/080/436.314/2004 banyak dimanfaatkan oleh Pabrik Gula (PG) Jatiroto, PTPN XI (Persero) RSU Djatiroto dan pabrik Alkohol dan Spiritus yang ini tidak memberikan keuntungan optimal bagi Pemkab Jember.
Sehingga Bupati Jember MZA Djalal memerintahkan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan PM Kabupaten Jember per bulan April 2009 semua perijinan yang menyangkut pemanfaatan Surat Ijin Pengambilan Mata Air (SIPMA) harus ditanda tangani oleh Bupati Jember.
Mengingat SIPMA yang dimiliki oleh PTPN XI/PG Jatiroto itu akan berakhir tanggal 18 Juni 2009 selanjutnya tidak akan diperpanjang lagi karena sumber mata air itu akan dimanfaatkan masyarakat Jember sendiri untuk memenuhi kebutuhan akan air di wilayah Jember.
“Apabila sumber air ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara profesional oleh PDAM dan dijual sesuai standart harga penjualan air kepada pihak yang membutuhkan, maka kontribusi kepada PAD Kabupaten Jember akan lebih besar,“ beber Djalal.
Tapi dari hasil koordinasi antara Pemkab Jember dengan Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Jawa Timur besar kemungkinan pengelolaan potensi ABT/AP akan diserahkan ke Kabupaten/Kota. Langkah pengambilalihan pemanfaatan sumber mata air oleh Pemkab Jember sangat tepat dan ditunggu masyarakat.
Sekadar diketahui bahwa sumber mata air ini telah ada sejak jaman Belanda. Debit airnya sekitar + 60 ltr /dtk dan lebih banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Lumajang diantaranya untuk saluran pipa diameter 10 dim, 6 dim dan 4 dim, sehingga masyarakat di sekitar keberadaan sumber mata air merasa dirugikan apalagi kalau dilihat dari pemasukan PAD Kabupaten Jember sangat tidak signifikan.
Untuk itu Bupati Jember MZA Djalal dengan melihat begitu kecilnya pajak bagi hasil tahun 2008 yang diterima Pemkab Jember dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebesar Rp. 478.606.212,61 dari seluruh potensi ABT/AP se-Kabupaten Jember apalagi rincian khusus untuk sumber mata air “Brown” Jatiroto kecil.
Hanya sekitar Rp 29 juta per tahun yang masuk ke PAD Jember. Hal itu membuat Bupati Djalal berencana akan menutup dan tidak memperpanjang lagi SIPMA tersebut.
Tapi kebijakan Bupati Djalal untuk menutup dan tidak memperpanjang SIPMA ini jangan dilihat sebelah mata, tetapi justru akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Jember secara keseluruhan. kim

Selasa, 07 April 2009

KANDUNGAN RESIDU TEMBAKAU TURUN

JEMBER - Tingkat kejenuhan kandungan residu tembakau Jember mulai menurun, lantaran petani tidak lagi menggunakan jenis pestisida yang dilarang dalam menangani hama penyakit tanaman tembakau.
Dengan begitu, akan mempengaruhi nilai positif tembakau asal Jember di pasar lelang tembakau dunia. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Jember, Dwijo S, mengatakan, kualitas pertembakauan Jember dipengaruhi proses proses tanam di kebun (on farm) dan pengolahan paska panen (off farm).
“Kualitas tembakau sangat dipengaruhi oleh proses on farm dan off farm,” ungkapnya.
Saat on farm, petani perlu memperhatikan 4 perlakukan tanaman tembakau. Yakni, pemilihan kualitas bibit, pengolahan lahan, pemupukan dan paska panen. “Keempat hal ini perlu terus dipantai ketika petani mulai saat menanam hingga pemanenan tembakaunya,” terangnya.
Bibit unggul yang dipilih petani tentu bakal mempengaruhi kualitas tanaman yang dipetik petani. Pun juga selama proses pemupukan. Kadar pupuk harus mengikuti standar yang sudah ditetapkan, bila terlalu banyak akan berpengaruh buruk terhadap kualitas tembakaunya. Maka petani harus secermat mungkin dalam menentukan jumlah pupuk yang digunakan.
Ia mengatakan, dalam penanganan hama penyakit tembakau, petani tidak disarankan menggunakan jenis pestisida tertentu yang dilarang karena akan mempengaruhi kadar residu yang menempel pada daun tembakau. Oleh sebab itu, takaran pestisida selain sesuai dengan dosis juga harus menggunakan pestisida yang telah direkomendasi dan aman digunakan.
“Meningkatnya kadar residu pada daun tembakau disebabkan oleh banyaknya jumlah pestisida yang menempel pada daun tembakau. Sebenarnya ada beberapa pestisida yang dilarang digunakan dalam menangani hama penyakit tembakau, tapi tetap saja digunakan petani. Inilah salah satu penyebab meningkatnya jumlah residu pada tembakau,” ungkapnya.
Lebih jauh, dikatakannya, tingginya kandungan residu bisa disebabkan oleh 2 hal. Pertama, hasil kiriman pestisida yang terbawa oleh angina dari tanaman yang ditanam berdekatan dengan kebun tembakau. “Kandungan pestisida yang menempel pada daun akan meningkat salah satunya, jika angina mengirim butiran-butiran pestisida pada lahan yang berdekatan dengan kebun tembakau. Meskipun petani tidak menyemprot tembakaunya dengan pestisida tapi kiriman residu bisa saja diterima dari lahan tetangga,” ujarnya.
Kedua, memang dengan sengaja petani melakukan penyemprotan lahan tembakau dengan zat pembunuh hama pengakit. Jika bahan yang digunakan beresiko terhadap daun tembakau sudah barang tentu kadar residunya akan meningkat.
Kendati begitu, lanjutnya, kadar residu pada tembakau Jember saat ini sudah mulai berkurang. “Tingkat residu tembakau Jember saat ini sudah mulai menurun dan cukup bagus. Sehingga ekspor tembakau kita telah mendapatkan nilai positif karena kadar penggunaan pestisida sudah mulai dikurangi oleh para petani,” terangnya.
Penurunannya, katanya, walau belum berada di bawah ambang batas, tapi sudah pada rata-rata terendah. Petani masih menggunakan pestisida karena ada tanaman tertentu yang masih ditakutkan oleh para petani akan mengancam tumbuh kembang tanamannya. “Penyakit yang ditakutkan oleh petani Jember salah satunya adalah kutu daun dan busuk akar pada awal tanam,” jelasnya.
Sementara itu, Dwijo menengarai, proses off farm yang berpengaruh pada kualitas tembakau, umumnya terdapat pada proses pengopenan. “Jika pengopenan atau pemanasan kurang optimal tentu saja akan berpengaruh pada kualitas tembakau. Dan jika dibiarkan selama 3 bulan baunya menjadi apek,” tuturnya.kim

CAMPURSARI PERLU DIKEMBANGKAN


JEMBER - Masa kejayaan seni wayang di Jember nampaknya mulai meredup. Masyarakat lebih memilih budaya kontemporer. Tak pelak, hal ini membuat pedalang asal Desa Umbulsari, Lego Suprapto memilih menyeberang ke seni musik Campur Sari daripada wayang.
Jiwa jaman telah berubah mendadak. Kejutan budaya ini berimbas kepada tuntutan seniman wayang kulit untuk berkaca diri. Lantaran, seni wayang purwa itu tak lagi prospektif di pasar budaya Jember.
Akhirnya, membanting setir membudayakan seni campursari yang mengawinkan kesenian musik tradisional dengan modern adalah pilihan terbaiknya dalam mengembangkan seni tradisional Jawa.
“Sebenarnya saya dilahirkan sebagai seorang dalang, tapi karena seni wayang kulit tidak lagi diminati oleh masyarakat, saya lebih tertarik mengembangkan seni campursari,” katanya.
Setidaknya, di era 90-an ke bawah wayang kulit masih digemari oleh masyarakat. Khususnya penduduk Jawa yang berdomisili di Jember Selatan. Tapi, memasuki 2000-an, minat masyarakat kecil dalam menanggap wayang.
Itulah alasan terkuat seniman wayang kulit - nahkoda grup Lego Laras itu - mengubah cara pandangnya guna membudayakan seni musik campursari lewat grup Campursari Lego Laras, dan kemarin tampil memukau di acara Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa di Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari.
“Campursari ini adalah pilihan terbaik yang kini dikembangkan oleh grup kami,” ujarnya.
Seni musik yang memadukan nada pentatonis irama gamelan dengan nada diatonis yang dihasilkan dari alat musik berupa organ, gitar dan drum itu cukup digandrungi oleh masyarakat.
Grup campursari yang dipimpinnya sempat melejit setelah beberapa kali tampil di TVRI tahun 2006. Saat itu campursari cukup disukai masyarakat terutama Jember Selatan mayoritas masyarakat Jawa.
“Kami sempat beberapa kali diundang show setiap minggu oleh oleh TVRI pada sekitar tahun 2006. Hal itu sekaligus sebagai media bagi kami untuk mengapresiasikan seni musik Jawa pada masyarakat. Tapi sayangnya tidak berlangsung lama. Karena pada akhirnya semuanya akan kembali pada masyarakat,” kenangnya.
Ia mengatakan, grup musik Campursari yang dipimpinnya itu berdiri pada tahun 2004 setelah menilai kesenian wayang kulit tak lagi diminati masyarakat Jember.
“Basic saya sebenarnya sebagai seorang dalang. Tapi karena wayang mulai kurang disukai masyarakat, maka kami berubah haluan menjadi seniman campursari. Tidak sulit mencari anggota karena di grup wayang kulit dilengkapi juga grup campursari,” terangnya.
Lego mengaku prihatin karena budaya Jawa mulai ditinggalkan generasi muda. Bahkan, sebagian besar para pemuda tidak berminat terjun di belantika musik Jawa. Padahal kesenian ini warisan leluhur bangsa.
“Orang seperti saya ini merasa terpanggil agar musik Jawa ini dikenal oleh masyarakat,” imbuhnya. Untuk menanamkan rasa cinta masyarakat terhadap seni Jawa diakuinya sangat sulit, jika tidak diimbangi dengan dorongan dan peran pemerintah.
“Anak-anak muda lebih menggemari musik glamour, sementara budaya bangsa warisan leluhur kita sendiri ditinggalkan. Padahal orang luar negeri banyak yang belajar seni pewayangan dan seni musik gamelan ke Indonesia,” kata pria yang gemar pakai blangkon itu.kim

Minggu, 05 April 2009

SEBULAN CAPAI 600 JUTA

JEMBER - Penerapan parkir berlangganan ternyata cukup efektif mendongkrak nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbukti, per harinya mampu menarik retribusi Rp 4-5 juta dan setelah berjalan kurang dari 2 bulan mampu tembus angka 15 persen dari target Rp 4 Milyar.
Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Samsul Hidayat, mengatakan pemberlakuan parkir berlangganan cukup efektif mendongkrak nilai PAD dibanding parkir manual tarif harian.
Tak heran, bila puluhan kabupaten/kota di Propinsi Jawa Timur berlomba menerapkan sistem parkir ini. Jember menerapkan itu sejak 26 Januari bagi semua kendaraan plat Jember.
Tidak lebih dari 2 bulan PAD tembus 600 juta. Padahal setahun parkir manual dengan sistem penarikan retribusi hanya tembus angka kurang Rp 1 milliar.
Parkir berlangganan ini sistem penarikannya melalui pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kantor Samsat Barat dan Timur Jember. “Saat masyarakat membayar pajak di Samsat otomatis membayar parkir berlangganan ,” bebernya.
Tarif untuk kendaraan roda 2 Rp 20 ribu, kendaraan roda 4 dan 6 atau lebih Rp 40 ribu dan 50 ribu. “Usai membayar masyarakat tidak ditarik parkir karena berlaku selama setahun,” terangnya.
Samsul mengatakan, parkir berlangganan lebih efektif dan meringankan kerja juru parkir. Itupun berlaku selama setahun.
“Masyarakat akan semakin mudah dengan parkir berlangganan ini,” tegasnya.
Sedang untuk penyebaran jukir masih difokuskan di 200 titik. Tempat yang jadi area kerja para jukir adalah pusat keramaian, terutama pertokoan. Sebanyak 60 persen jukir tersebar di wilayah perkotaan. Sisanya 40 persen disebar di Kecamatan.
“Paling besar jukir-jukir itu kita sebar di daerah perkotaan, di samping kita juga menyebarnya di kawasan kecamatan. Dan pada waktu-waktu tertentu mereka kita rolling,” tegasnya. kim


PETANI USUL PABRIK PUPUK ORGANIK


JEMBER - Tiga tahun belakangan masyarakat menilai produktivitas pertanian meningkat cukup pesat sejak pupuk organik digunakan sebagai pendamping pupuk kimia.
Tak heran bila kelompok tani (poktan) Desa Paleran dalam gabungan Prima Tani mengusulkan bantuan mesin pembuat pupuk organik karena permintaan pupuk alami itu mulai meninggi.
Petani Desa Paleran Kecamatan Umbulsari, Mahfud, mengatakan, selama 3 tahun terakhir produktivitas pertanian di Desa Paleran banyak perubahan. Terbukti ada kenaikan angka panen dibandingkan 4-5 tahun lalu.
Selisih kenaikan panen padi lebih besar kini, rata-rata hasil panen padi di Paleran tembus 8,5 ton per hektar. Selisih 3 ton dibanding 4 tahun lalu.
Bukan hanya padi yang naik. Tanaman kedelai juga serupa. Di awal tanam maksimal, hasil produksi kedelai hanya bertengger di kisaran 1,1 ton per hektar. Setelah petani menggunakan pupuk organik, hasil panen meningkat hingga 2,3 ton per hektar.
Untuk mengoptimalkan aplikasi pupuk organik di Desa Paleran, petani butuh bantuan mesin pembuat pupuk organik. Selain menekan biaya produksi petani bisa swadaya memproduksi pupuk sendiri.
Pupuk kimia sekarang sudah susah didapat. Dalam Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa di lapangan Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari Mahfud membeber bahwa masyarakat Desa Umbulsari lebih memanfaatkan urin sapi untuk pupuk tanaman mereka.
Mesin pengolah urin sapi menjadi pupuk organik dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) telah menghasilkan bio urin. Dua 2 mesin konsentrat pakan sapi dari Disnakkan ini cukup membantu peternak pula.
Selain menghasilkan kotoran untuk pupuk organik. Konsentrat yang jadi kotoran itu bisa menghasilkan bio gas.
“Gas bisa untuk memasak, dan kompor alami,” ujarnya.
Poktan di Desa Umbulsari berusaha memenuhi pupuk organik untuk meraih produksi maksimal. Karena petani setempat menginginkan adanya bantuan mesin pembuat pupuk organik secara granula. kim