JEMBER - Teknologi Pertanian Manggis akar ganda dikembangkan warga Desa Manggisan Kecamatan Tanggul.
Penerapan teknologi ini guna mempercepat pertumbuhan dan proses pembuahan. Dengan begitu, pohon Manggis yang biasanya berbuah setelah usia 15 tahun bisa berbuah dalam waktu 6-7 tahun.
Di Dialog Solutif Bedah Potensi Bedah Potensi Desa di Desa Klatakan Kecamatan Tanggul, warga Desa Manggisan, Budi, mengatakan, budidaya buah Manggis telah dikembangkan lama di desanya.
“Desa Manggisan dikenal sebagai sentra buah Manggis,” katanya.
Untuk memperbanyak sebaran buah pihaknya mewakili pembudidaya buah Manggis mengusulkan Bupati Jember soal penambahan bantuan jumlah bibit unggul Manggis.
“Untuk penambahan sebaran pohon manggis di Manggisan kami mohon pada Bapak Bupati untuk membantu bibit unggul buah manggis,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengusulkan bantuan teknologi dalam mempercepat pembuahan dan pertumbuhannya. Lantaran, proses pembuahan Manggis cukup lama. Setidaknya, buah Manggis baru bisa dinikmati buahnya setelah berumur puluhan tahun.
Menanggapi itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Ir Hari Widjajadi, mengatakan guna mempercepat pertumbuhan pohon Manggis supaya cepat berbuah. Kini Disperta telah membibitkan Tanaman Manggis berakar ganda.
Tanaman Manggis berakar ganda itu merupakan perpaduan batang akar 2 manggis lokal. Mulai dikembangkan 3 tahun lalu di Tanggul dan Sumberbaru.
“Mudah-mudahan ini berhasil. Kita sudah menanamnya sejak 3 tahun lalu, semoga 2 tahun mendatang sudah mulai berbuah. Pilot project manggis berakar ganda ini bisa jadi percontohan di daerah lain. Hanya tanaman ini butuh makanan lebih banyak,” terangnya.
Kepala UPTD Disperta VII Wilayah Tanggul, Nurul Holifah, mengatakan penyebab pertumbuhan buah manggis berakar tunggal lambat berkembang karena perakaran serabut pohon manggis umumnya sedikit.
“Sedikitnya serabut akar buah manggis itulah yang menyebabkan pertumbuhan dan proses pembuahannya lambat. Sehingga ketika kita menanam buah manggis, sebenarnya kita menanam untuk anak dan cucu kita, karena perkembangannya sangat lambat,” tandasnya.
Dengan adanya 2 akar tunggang di satu pohon, bakal mempercepat perkembangan fisiologi dan generatif buah.
“Dengan temuan teknologi akar ganda dalam satu pohon ini penyerapan unsur hara semakin cepat. Akibatnya, perkembangan fisiologi dan generatifnya lebih cepat,” tukasnya.
Di Desa Manggisan sebagai sentra tanaman manggis kini telah dikembangkan 1.500 bibit buah manggis berakar ganda.
“Bibit ini dikembangkan sendiri oleh petani secara swadaya, karena para petani itu sudah bisa menyambung akar ganda setelah kita beri pelatihan budidaya buah manggis berakar ganda,” paparnya. kim/mc




