Sabtu, 30 Mei 2009

BUAH MANGGIS AKAR GANDA DI DESA MANGGISAN


JEMBER - Teknologi Pertanian Manggis akar ganda dikembangkan warga Desa Manggisan Kecamatan Tanggul.
Penerapan teknologi ini guna mempercepat pertumbuhan dan proses pembuahan. Dengan begitu, pohon Manggis yang biasanya berbuah setelah usia 15 tahun bisa berbuah dalam waktu 6-7 tahun.
Di Dialog Solutif Bedah Potensi Bedah Potensi Desa di Desa Klatakan Kecamatan Tanggul, warga Desa Manggisan, Budi, mengatakan, budidaya buah Manggis telah dikembangkan lama di desanya.
“Desa Manggisan dikenal sebagai sentra buah Manggis,” katanya.
Untuk memperbanyak sebaran buah pihaknya mewakili pembudidaya buah Manggis mengusulkan Bupati Jember soal penambahan bantuan jumlah bibit unggul Manggis.
“Untuk penambahan sebaran pohon manggis di Manggisan kami mohon pada Bapak Bupati untuk membantu bibit unggul buah manggis,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengusulkan bantuan teknologi dalam mempercepat pembuahan dan pertumbuhannya. Lantaran, proses pembuahan Manggis cukup lama. Setidaknya, buah Manggis baru bisa dinikmati buahnya setelah berumur puluhan tahun.
Menanggapi itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Ir Hari Widjajadi, mengatakan guna mempercepat pertumbuhan pohon Manggis supaya cepat berbuah. Kini Disperta telah membibitkan Tanaman Manggis berakar ganda.
Tanaman Manggis berakar ganda itu merupakan perpaduan batang akar 2 manggis lokal. Mulai dikembangkan 3 tahun lalu di Tanggul dan Sumberbaru.
“Mudah-mudahan ini berhasil. Kita sudah menanamnya sejak 3 tahun lalu, semoga 2 tahun mendatang sudah mulai berbuah. Pilot project manggis berakar ganda ini bisa jadi percontohan di daerah lain. Hanya tanaman ini butuh makanan lebih banyak,” terangnya.
Kepala UPTD Disperta VII Wilayah Tanggul, Nurul Holifah, mengatakan penyebab pertumbuhan buah manggis berakar tunggal lambat berkembang karena perakaran serabut pohon manggis umumnya sedikit.
“Sedikitnya serabut akar buah manggis itulah yang menyebabkan pertumbuhan dan proses pembuahannya lambat. Sehingga ketika kita menanam buah manggis, sebenarnya kita menanam untuk anak dan cucu kita, karena perkembangannya sangat lambat,” tandasnya.
Dengan adanya 2 akar tunggang di satu pohon, bakal mempercepat perkembangan fisiologi dan generatif buah.
“Dengan temuan teknologi akar ganda dalam satu pohon ini penyerapan unsur hara semakin cepat. Akibatnya, perkembangan fisiologi dan generatifnya lebih cepat,” tukasnya.
Di Desa Manggisan sebagai sentra tanaman manggis kini telah dikembangkan 1.500 bibit buah manggis berakar ganda.
“Bibit ini dikembangkan sendiri oleh petani secara swadaya, karena para petani itu sudah bisa menyambung akar ganda setelah kita beri pelatihan budidaya buah manggis berakar ganda,” paparnya. kim/mc

DESA PINGGIRAN INGIN IMBAS BBJ


JEMBER - Masyarakat Desa di pinggiran semisal Tanggul ingin imbas Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) dengan ikut terlibat lebih besar.
Sejauh ini porsi keterlibatan masyarakat masih minim dibanding pemerintah. Terlebih untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa lewat home industri di Jember Expo 2009.
“Kami warga desa ingin dilibatkan langsung di BBJ 2009,” kata warga Desa Klatakan, Mariyanto, kepada Bupati Jember dalam pelaksanaan Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa di Desa Klatakan Kecamatan Tanggul, Kamis (28/5).
Menurutnya, porsi keterlibatan masyarakat desa perlu ditambah. Lantaran, 3 kali pelaksanaan BBJ keterlibatan masyarakat desa masih minim. Katanya, keterlibatan masyarakat masih 30 persen, dan 70 persen dikendalikan Pemkab Jember.
Usulan itu, karena di desa-desa terdapat banyak home industri yang perlu diberdayakan di even akbar di Kota Tembakau. Dengan begitu, imbas perputaran ekonomi tidak hanya di perkotaan, tapi di pedesaan juga meningkat.
Hal itu karena warga desa mengirimkan potensi daerahnya di perkotaan di pusat BBJ selama 2 bulan penuh.
“Bagaimana home industri bisa ambil bagian di BBJ atau paling tidak mewarnainya. Terutama dalam Jember Expo,” ujarnya.
Mariyanto mengatakan, saat ini di Desa Klatakan dan desa-desa di wilayah Kecamatan Tanggul sedang berkembang berbagai industri rumah tangga, dengan macam produk yang siap dipasarkan di BBJ tahun ini.
“Di Desa Klatakan ada industri krupuk,” ungkapnya.
Saat krupuk dilempar ke pasaran seiring BBJ akan meningkatkan pasar. Untuk menarik minat pembeli krupuk dari kemasan tradisional diberi brand kemasan modern.
“Home industri krupuk perlu bantuan modal dan kemasan,” akunya.
Sedang di Dusun Rowo Tapen Desa Tanggul Wetan memiliki potensi kacang tanah siap pasar di momentum BBJ. Masyarakat mengolah kacang jadi kacang open dengan bantuan bara arang.
“Pasar kacang ini besar, tapi permintaan konsumen masih sederhana. Karena itu untuk meningkatkan jumlah produksi kacang open ini kami berharap ada sentuhan teknologi untuk mempercepat pengopenan,” ujarnya.
Bupati Jember, MZA Djalal, menjelaskan, peluang memasarkan produk home industri sangat besar di BBJ. Sebab, masyarakat yang berkunjung ke Jember akan membludak.
Semisal di event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Jatim mendatang. Paling tidak, tiap rombongan dari 38 Kabupaten/Kota membawa 100 orang per kontingen.
Tidak hanya itu, semisal ada Tajemtra, JFC dan JCC. Masyarakat bisa membawa berbagai produknya ke kota.kim

Jumat, 29 Mei 2009

BUPATI & WALIKOTA SE - JATIM KUMPUL DI UNEJ

• BAHAS PENANGGULANGAN BENCANA ALAM


JEMBER - Universitas Jember akan punya gawe besar, yakni mengumpulkan para Bupati dan Walikota se Jawa Timur dalam rangka membahas penanggulangan bencana alam yang dikemas dalam seminar nasional bertema “Pengurangan Risiko Bencana Dalam Perencanaan Pembangunan Di Daerah”.
Seminar akan dibuka resmi Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo dan digelar selama tiga hari, mulai tanggal 3 - 5 Juni 2009 ini digelar di gedung Soetardjo.
Menurut Ketua Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Jember, Dr. Ir. Cahyo Adibowo, perhelatan nasional ini diadakan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam rangka Dies Natalis Universitas Jember ke 45 dan peresmian Pusat Studi Bencana di Universitas Jember yang menjadi pusat kajian bencana untuk kawasan Indonesia timur.
Seminar ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pertukaran informasi mengenai kebijakan, manajemen risiko, kajian kasus kebencanaan maupun peran perguruan tinggi dalam pengurangan risiko bencana dan perencanaan pembangunan di daerah.
Dengan seminar nasional ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bagi penentu kebijakan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan di daerah serta memberi masukan bagi penyempurnaan konsepsi kebijakan pengurangan risiko bencana dan manajemen bencana.
Para pembicara dalam acara itu adalah Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif (keynote speaker), Sugeng Tri Utomo (Deputi I BNPB), Imam Sudrajat (Direktur Penataan Ruang Nasional PU), Suprayoga Hadi (Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Bappenas) dan Direktur MPPB Depdagri, M. Roem.
Dari jajaran akademisi akan hadir Putu Arnawa (ITS), Sudibyakto (UGM) dan Febrin Ismail (Universitas Andalas). Sementara dari kalangan lembaga pemerhati bencana alam luar negeri adalah Jason Brown (Ausaid), Sri Suhartanta (UNDP/ERA Project) dan Djauhari Sitorus (World Bank) perwakilan JICA. kim


BUS PERPUS KELILING MENINGKAT PEMINAT


JEMBER - Mobil perpustakaan keliling yang selalu standby di acara Dialog Solutif benar-benar dimanfaatkan para siswa SD sekitar lokasi Kecamatan Sukowono yakni SDN Sukowono, untuk membaca.
Bus perpustakaan keliling itu menyedot minat siswa itu untuk menikmati berbagai buku yang disediakan Kantor Perpustakaan & Arsip Kab. Jember.
Ka Kantor Perpustakaan & Arsip, Drs. Sutrisno, Msi mengatakan tujuan pengadaan mobil keliling perpustakaan itu untuk ikut berpatisipasi di dialog solutif agar masyarakat selalu meningkatkan minat bacanya.
Dengan banyak membaca, masyarakat desa mampu meningkatkan intelegensia dan informasi dari kebiasaan membaca.
“Apapun bacaanya yang penting positif, kita akan bisa lebih pinter Mas,” ujarnya.
Tris mengatakan di tahun pertama perpustakaan mendapat Bis keliling sebanyak 3 unit, pertama kesulitan mencari sasaran tapi karena partisipasi agar budaya membaca meluas, setelah 17 bulan berjalan perpustakaan kini kesulitan memenuhi permintaan bus keliling untuk beroperasi di wilayah.
Bus keliling perpusatakaan daerah sangat membantu, karena bisa memenuhi animo masyarakat. Bis keliling perpustakaan sasarannya bukan hanya taman bacaan saja, tapi membawa koleksi buku sebagai perpustakaan umum sehingga memenuhi kebtuhan referensi Taman Bacaan Masyarakat, Perpustakaan Pasantren, Perpus Desa, dan Taman bacaan umum.
Secara formal juga, Perpus Jember mengoperasikan Bis Keliling selama hari kerja mulai Senin – Jumat. Tapi jika dapat undangan event tertentu, selalu didatangi.
“Terus terang dari tahun ke tahun, bis keliling perpustakaan daerah meningkat peminatnya,” ujarnya.
Itu berkat kerja keras semua pihak, masyarakat, dan kepedulaian Pemkab Jember, dalam rangka mengimplementasikan mandat pembukaan UUD 1945. kim


KB WUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA


JEMBER - Pengendalian jumlah penduduk adalah sangat signifikan mempengaruhi hasil pembangunan. Karena keseimbangan antara jumlah penduduk dengan ketersedian kebutuhan primer manusia, harus terjaga.
Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, TNI bersama Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Jember melakukan Baksos KB, untuk mewujudkan keluarga kecil Bahagia dan Sejahtera.
Demikian disampaikan Dandim 0824 Jember, Letkol Arm. Totok Suhartono, saat mengunjungi Bhakti Sosial TNI Keluarga Berencana, Kamis (28/5) di Balai Desa Garahan Kecamatan Silo.
Menurut, Totok, KB ini, diawali dari kerjasama antara TNI dengan BKKBN Pusat. Hal ini di tindaklanjuti sampai ke tingkat propinsi dan daerah. Kerjasama revitalisasi program KB daerah ini bersama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.
Disamping itu, program KB akan mampu memberikan daya dorong yang kuat ke seluruh jajaran penggelolaan pelaksana program untuk tetap berpartisipasi melaksanakan pembangunan kesehatan Nasional.
Tapi, kenyataan di lapangan menunjukan di balik keberhasilan pelaksanaan program KB Kesahatan selama ini, masih ditemukan permasalahan obyektif di daerah terpencil dengan prasarana terbatas. Sehingga belum tersentuh maksimal oleh program KB kesehatan.
Selain beberapa masyarakat yang belum sepenuhnya mau menerima program KB, ini banyak karena pemahaman yang salah terhadap program ini, selain latar belakang tingkat pendidikan yang rendah dan kondisi sosial budaya yang konservatif cenderung memunculkan fanatisme yang sempit.
Masih belum maksimalnya peranan lembaga dan petugas yang bergerak dalam pelaksanaan KB Kesehatan karena adanya berbagai permasalahan baik yang bersifat organisatoris maupun administratif, maka TNI yang mempunyai pengalaman lebih baik, ikut bergerak untuk melaksanakan optimalisasi revetalisasi kegiatan KB Kesehatan dengan BPP - KB sebagai fasilaitator Pemkab.
Karena itu dengan program KB Kesehatan, diharapkan Pemkab dan TNI manunggal menekan pertumbuhan penduduk. Penduduk Indonesia rata rata diketahui meningkat ± 1,5 % per tahun, dan ini merupakan pertumbuhan tinggi.
Pertumbuhan penduduk Indonesia hampir 230 Juta jiwa dan tahun 2015 akan meningkat menjadi 2,55 juta jiwa. Pertambahan penduduk 1,5 % atau 3 s/d 3,5 juta. Ini menunjukkan angka pertumbuhan penduduk Indonesia per-tahun termonitor dari sensus penduduk tiap 10 tahun terakhir lebih tinggi dibanding era reformasi.
Camat Silo, Ir Eko Heru Santoso MM, mengatakan peserta MOP terget dari Badan Pemberdayaan perempuan dan KB paling banyak 15 orang, tapi target ini meningkat 25 peserta. Dimulai Januari s/d Mei melalui Metode kontrasepsi efektif ( MKE ) di minggu ketiga mencapai 42,5 %..
“Itu biasanya sulit dicapai untuk MKE karena masih tabu dan belum membudaya. Kebanyakan menggunakan spiral, Pil, dan Implank. Peserta untuk IUD 50 orang Pukesmas di Silo, Pukesmas Silo II 30 Orang ini sudah hampir 80 orang” jelas Heru.
Mantan Kabid Humas Din. Infokom ini juga menjelaskan, bahwa kita sudah melaksanakan di desa Karangharjo ± 326 peserta akseptor. Dan hasilnya cukup signifikan untuk di kecamatan silo. Dalam rangka bhakti sosial KB Kesehatan.
Bu, tukiyah, misalnya warga Desa Karangharjo, memiliki 12 anak karena tidak pernah ikut KB, tapi setelah ada penyuluhan dan pembinaan dari petugas KB dan PKK Kecamatan Silo dia sering ikut KB dengan harapan bisa menekan angka kelahiran. kim

Selasa, 26 Mei 2009

VEGAS CLUB DIRAZIA SATPOL


JEMBER - Banyaknya pengusaha hiburan yang membandel dan peredaran miras yang tidak terkendali banyak yang tidak melapor ke Disperindag. Hal itu membuat Pemkab gregetan.
Razia ke cafe cage dan club malam dilakukan Satpol PP ke Cafe Sultan Palace dan Vegas Club yang diduga jadi ajang pesta miras saat ramai pengunjung.
Petugas sempat mengecek satu persatu masuk ke dalam ruangan cafe. Dalam operasi rutin Satpol PP terlihat tegang. Unsur pejabat terkait turut serta dalam operasi itu.
Tampak Asisten Pemerintahan Drs Hasi Madani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Edi Budi Susilo, Kepala Disperindag Ir. Harijanto, Kepala Bakesbang, Sudjak Hidayat, Kabag. Humas Agoes Slameto turun langsung.
Kepala Dinas Perdagangan Ir Harijanto menegaskan setiap perdagangan miras di atas 5 persen sesuai Perda harus melapor setiap triwulan.
“Jika mereka bandel, akan segera kami tindak lanjuti, ”tegasnya.
Dalam SIUP Minuman beralkohol dibagi 3 golongan. Golongan A Miras di bawah 5 persen (seperti Anggur Kolesom) terkadang sebagai Jamu, dan tidak ada aturan untuk melapor.
Sementara Miras Golongan B mengandung alkohol antara 5-20 persen seperti Ginro, Bols, wajib melaporkan peredarannya setiap 3 bulan sekali. Begitu pula Miras Golongan C berkadar alkohol 20-55 persen wajib melapor.
Dari pukul 00.00 Selasa dinihari 26 Mei 2009 sasaran operasi di Sultan Palace Café. Dalam operasi ini berhasil didata bahwa cafe Sultan Palace tak bisa menunjukkan Surat Ijin Hiburan dan dianggap tak pernah melapor penjualan Miras sejak didirikan.
Operasi dilanjutkan ke Cafe Vegas Club di Gajahmada Square. Dalam razia ini ditemukan pelanggaran lebih serius. Bahwa Vegas Club tak memiliki ijin pendirian tempat hiburan, ijin menjual Miras, tapi dalam operasi nya Vegas Club terang-terangan menjual miras tanpa ijin.
Pemilik Vegas Club tak bisa menunjukkan surat ijin. “Dalam razia tersebut, tim benar-benar memanggil kedua pengusaha cafe hiburan itu untuk diperiksa,” ujar Andriyanto Sat Pol PP Jember.
Andre menyampaikan, bahwa penggerebekan kafe itu merupakan bagian dari operasi rutin yang digelar Satpol PP untuk memberantas miras.
“Terlebih lagi Cafe Vegas Club tidak memiliki izin dari Deperindag Jember dalam melakukan penjualan miras, harus kita bina dan tertibkan,“ tegasnya.
Usai Operasi jumpa pers digelar pukul 01.30 WIB dinihari. Asisten Pemerintahan Pemkab Jember, Hasi Madani secara tegas segera menindaklanjuti masalah ini.
Senada dengan itu Andriyanto sebagai Komandan Operasi memastikan akan memanggil pengelola tempat hiburan. kim

INTERNET DESA DIRESMIKAN


JEMBER - Ada pernyataan menarik dari Bupati Jember Ir MZA Djalal, saat bedah potensi desa di Balai Kecamatan Sukowono, Selasa (26/5).
Dia mengatakan bahwa Kecamatan Sukowono lebih siap menyambut Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang dimulai awal Juni mendatang.
Apa pasal ?. Saat bedah potensi desa digelar, nuansa BBJ sudah mulai semarak. Maka Bupati memberi penghargaan khusus bagi Kecamatan Sukowono atas terobosannya.
Agenda rutin Bupati itu sebagai langkah serap informasi atas perkembangan pembangunan di Jember.
Selain itu, dalam bedah desa Tahun 2009 ini Bupati mulai merombak dasar kegiatan. Jika dulu mesti diikuti berbagai langkah penyaringan oleh panitia lewat Camat dan Humas sejak Januari 2009, penyaringan tidak ada.
“Biarkan masyarakat mengadu semua perkembangan yang terjadi dengan jujur, biarkan mereka melapor apa adanya jangan ada seting-setingan,” ujar Bupati.
Desa Intenet
Yang membuat undangan kagum saat acara penyampaian pendapat dari wakil Desa Dawuhan Mangli, Abdurachman, mengatakan bahwa berbagai perkembangan pembangunan saat Bupati Djalal sangat berhasil.
Terlebih saat Desa Sukowono, terutama warga Desa Dawuhan Mangli, mampu menjadikan satu satunya Desa di Jember yang memiliki Balai Desa Internet.
Dibukanya balai desa internet berarti menempatkan Desa Dawuhan Mangli tidak hanya dikenal di Jember saja, tapi sudah membuka akses ke dunia.
Internet di Bali Desa Dawuhan Mangli tergolong murah hanya 200 ribu per bulan. Serta cukup memakai 1 server computer baru yang disambungkan ke computer lama.
Semisal jenis pentium 3 internet bisa digunakan secara wireless berjarak ± 15 M.
Melihat itu Bupati Djalal mengajak masyarakat Jember, terutama warga Desa Dawuhan Mangli agar benar-benar memanfaatkan dunia internet sebagai bagian penggalian informasi di dunia.
Bupati Djalal berharap, agar apa yang sudah dimiliki masyarakat Dawuhan Mangli dapat dipelihara.
Kalau perlu masyarakat bisa mengakses berbagai perkembangan dunia. Selain generasi muda desa setempat dapat terangsang sebagai pengembangan usaha dan pendidikan.
“Jangan dibiarkan saja. Kalau perlu dirawat dan dikembangkan, Sehingga dapat dijadikan sarana pengembangan pendidikan dan usaha,” ujarnya.
Karena operasional internet di Desa Dawuhan Mangli sangat murah Bupati Djalal sangat berharap media internet dapat digunakan para siswa-siswa sekolah sehingga tidak Gaptek. Selain menjual potensi daerah ke dunia. kim

WADUL BUPATI SOAL TANAH KAS DESA


JEMBER - Persoalan tanah kas Desa di Desa Balet Baru sempat mencuat dalam Dialog Solutif Bupati Jember di Balai Kecamatan Sukowono.
Masalah itu karena belum tuntasnya sewa-menyewa Kades lama, dan sempat mengundang konflik di masyarakat.
Salah seorang warga Desa Balet Baru, Ahmad, mengatakan tanah kas desa itu masih dikuasai individu penyewa. Akibatnya tanah tidak bisa dimanfaatkan desa. Sebab mantan Kades Balet Baru menyewakan tanpa melebihi batas sewa masa jabatannya.
“Sebenarnya, si penyewa telah mengetahui batas akhir sewanya. Tapi si penyewa tidak mau melepas. Padahal berakhir tahun 2007,” ujarnya kepada Bupati.
Saat masyarakat menuntut agar tanah dilepas, si penyewa bersikap arogan. Tak pelak, masyarakat melaporkan ke Camat. Camat Sukowono memanggil orang itu mencari solusi.
“Karena si penyewa tanah tidak mau melepas. Dari kesepakatan si penyewa tidak akan menyewa lagi. Faktanya sampai kini tanah kas itu belum diserahkan ke Desa, karena si penyewa melanggar kesepakatan,” tegasnya.
Karena, si penyewa tanah dari kades lama bersikukuh tak mau melepas. Maka terjadi konflik berujung ke pemukulan si penyewa terhadap warga.
“Walaupun terjadi pemukulan di hadapan Muspika, tapi orang tersebut tidak ditindak tegas oleh aparat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta tokoh masyarakat meminta petunjuk ke Bupati Jember guna menyelesaikan tanah itu.
“Kami memohon Bapak Bupati solusinya, bagaimana tanah kas desa bisa kembali ke desa,” ujarnya.
Masyarakat mengusulkan supaya tanah kas desa itu disertifikatkan sekaligus di-Perdeskan. Harapannya, memiliki kekuatan hukum.
“Kami minta tanah itu disertifikatkan supaya memiliki kejelasan hukum yang pasti,” terangnya.
Menanggapi itu Bupati MZA Djalal menyerahkan masalah itu ke Asisten II supaya segera dicarikan jalan keluarnya. Harapannya masyarakat tak saling bertengkar.
Asisten I Pemkab Hasi Madani, mengatakan sangat prihatin persoalan tanah kas desa itu. “Tolong masyarakat menghormati para penegak hukum, dan jangan main hakim sendiri. Kalau itu memang tanah kas desa, tolong jangan dimiliki dan hendaknya diselesaikan berdasar pada ketentuan yang ada,” tukasnya.
Hasi telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember, kepala desa dan BPD.
“Kades dan BPD segera mencari solusi. Kami sudah koordinasi dengan BPN untuk sertifikasi itu,” ujarnya.kim/mc

Senin, 25 Mei 2009

LINDUNGI NELAYAN DENGAN RUMPON


JEMBER - Untuk menyelamatkan nelayan Puger dari paceklik ikan, nelayan jukung tradisional diselamatkan rumpon. Diharapkan pemasangan rumpon itu bisa membantu nelayan perahu kecil untuk mempertahankan hidup.
Sejauh ini ikan jenis tertentu sasaran tangkapan nelayan kecil acap kali berenang ke tengah. Jarak nelayan perahu jukung mencapai 12 mil dari lepas pantai.
Sementara nelayan perahu payang dan skoci mampu melayar 20 mil. Keterbatasan inilah maka ada upaya perbaikan teknologi penangkapan ikan dari nelayan tradisional yang ditawarkan Pemkab.
Untuk membantu mempertahankan pendapatan nelayan tradisional baik sekoci dan payang yang jumlahnya ribuan itu, pemerintah mengupayakan rumpon dasar laut.
Untuk memanfaatkan rumpon sebagai alat pengumpul ikan diharap berimbas kepada tingkat hasil tangkapan laut kedua jenis nelayan.
“Nelayan yang memanfaatkan rumpon selama ini masih sebatas nelayan sekoci, sedang nelayan tradisional masih menggunakan alat-alat sederhana,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Jember, Ir Dalhar.
Untuk membantu hasil tangkapan nelayan Disnakkan memprogramkan 3 unit pemasangan rumpon laut dangkal.
Rumpon laut dangkat (dasar) akan dipasang sebagai alat penarik ikan. “Mudah-mudahan dengan rumpon laut dangkal ini, ikan-ikan tidak ke laut lepas,” ujarnya.
Setelah rumpon dipasang, nelayan tradisional diharapkan bisa mendapat hasil tangkapan lebih besar. “Setelah dipasang rumpon harapan kami pendapatan nelayan tradisional bisa meningkat,” ujarnya.
Dalhar menjelaskan, 3 rumpon itu merupakan bantuan dari Pemkab dengan APBD. Untuk merawatnya dan agar tidak konflik antar nelayan Disnakkan akan membentuk kelompok nelayan kecil.
“Rumpon ini diperuntukkan bagi kelompok. Untuk menghindari konflik rumpon itu juga perlu perawatan. Semoga 3 rumpon itu bisa mengkover seluruh masyarakat nelayan,” tegasnya.
Lantaran rumpon itu bersifat bantuan hibah, masyarakat yang mengelola dan memeliharanya. “Karena diberikan dalam bentuk bantuan, masyarakat harus bertanggung jawab untuk memeliharanya,” tandasnya.
Ke depan diharapkan tidak terjadi kecemburuan antar nelayan tradisional dengan nelayan skoci yang telah ada rumpon laut.
“Dengan dipasangnya rumpon laut dangkal, diharapkan tidak akan terjadi kecemburuan antara nelayan tradisional dan skocian,” tegasnya.kim/mc

KTP BLT GRATIS


JEMBER - Munculnya laporan-laporan masyarakat terkait pungli pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi penerima BLT ditampik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk&Capil) Jember.
Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk), Drs. Winardi, Msi, mengatakan bahwa pembuatan KTP BLT sesuai instruksi Bupati Jember ada beberapa KTP tetap gratis.
Sebelum instruksi itu muncul sudah dilaporkan langsung ke Bupati Jember. Pada prinsipnya Dispenduk sesuai instruksi Bupati, bahwa pengurusan KTP penerima BLT gratis.
Jika ditemukan di lapangan, ada pungutan oleh oknum baik kelurahan dan kecamatan, bukan kapasitas Dispenduk untuk menindaklanjuti.
Dengan pengurusan KTP gratis, Dispenduk telah bekerja 24 jam nonstop dengan petugas 5-8 orang secara bergantian atau shift. Semua ini dilakukan demi pelayanan optimal ke masyarakat.
Apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat miskin (Maskin) yang jadi prioritas Bupati mewujudkan visi dan misi Kabupaten Jember.
Mantan Camat Jombang ini menghimbau kepada masyarakat yang masih bisa mengurus KTP sendiri hendaknya mengurus KTPnya sendiri tanpa melalui orang lain.
Selain mudah pengurusannya, biayanyapun gratis. Senada juga disampaikan oleh Kasi Pengurusan KTP, Drs Supoyo Hadi, bahwa ada pungli yang tetap tidak mengikuti instruksi Bupati.
Bahkan, Supoyo, mengatakan dia dan staf pengurusan KTP telah melakukan kerja keras selama 24 jam untuk melayani pengurusan KTP BLT tidak pernah melakukan pungli.
Supoyo menyilakan masyarakat mengurus sendiri tanpa perantara orang lain, agar bisa membuktikan gratis atau tidaknya pengurusan KTP BLT.
Supoyo menegaskan pungli diduga terjadi di oknum kelurahan, dan Kecamatan. Artinya banyak oknum-oknum kelurahan atau kecamatan yang memanfaatkan keadaan ini.
BLT berjangka sebulan ini membuat polemic tersendiri saat masyarakat mengurus KTP. Sementara itu Kepala Kantor Pos Jember, Adi Sunanto, mengatakan bahwa Bupati Jember sudah memberi kemudahan kepada masyarakat soal KTP gratis khusus bagi penerima BLT.
Pihak Kantor Pos progresrepotnya saat ini belum mengecek KTP penerima BLT itu sudah selesai atau belum. Kantor Pos akan tetap membayarkan uang penerima BLT Rp. 200 ribu. Jika ada yang belum dibayar, karena KTP belum selesai bukan berarti BLT dikembalikan kecuali mereka yang tidak terdaftar.
Tugas kantor pos hanya membayar. Selama ini pencairan BLT di Jember lancar. ”Ya berkat kesiapan aparat Polres, TNI dan dukungan Pemkab sehingga antrian penerima BLT tidak berakibat buruk,” ujarnya.
Pencairan BLT Jember sudah mencapai 90 % tapi dari 247 Desa masih ada yang belum karena pengurusan KTP. BLT terakhir tanggal 30 Maret 2009, tapi ada masa tunggu hingga KTP selesai. kim/mc

Minggu, 24 Mei 2009

PAMERAN ADENIUM TINGKAT NASIONAL


JEMBER - Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia bekerjasama dengan Dinas PU Cipta Karya Jember menggelar Pameran Nasional Bonsai dan Suiseki sejak tanggal 24 s/d 31 Mei 2009 di Halaman Gedung Serba Guna Kaliwates Jember.
Pameran ini dibuka Bupati Jember MZA Djalal dihadiri Muspida, Kepala SKPD, Camat, Pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). PPSI, HPPA dan PPTI serta para pecinta bonsai, tanaman hias dan suiseki Indonesia.
Bupati Djalal mengatakan pameran ini mengawali pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2009 untuk memicu perekonomian masyarakat terutama penggemar bunga bonsai, suiseki dan tanaman hias.
“Semoga dari kontes dan pameran kali ini akan muncul juara-juara yang dapat bersaing secara nasional maupun internasional, “ harapnya.
Kepada Pengurus Perkumpulan Bonsai Indonesia (PPBI), Djalal minta untuk selalu mengadakan pembinaan intensif kepada anggota, agar kualitas tanaman bonsai lebih bagus dan mampu bersaing.
“Karena untuk merawat tanaman bonsai dan sejenisnya diperlukan keahlian dan ketrampilan tersendiri agar tanaman tersebut baik dan terawat, “jelasnya.
Menurut Jongky B Sulistio (Sekretaris PPBI), pameran kali ini selain peringatan HUT ke-64 juga untuk menunjang program pemerintah di bidang pariwisata, seni, budaya, lingkungan hidup dan penghijauan serta ekonomi, khususnya para pedagang, petani bonsai dan tanaman hias.
“Semoga Pameran ini bisa jadi tradisi, tiap tahun,” ujarnya.
Katanya, bonsai dan suiseki merupakan salah satu aspek kreatif yang dikelompokkan Pasar Seni dan barang Antik, dimana Indonesia dalam karya kreativitas seni bonsai dan suiseki masuk peringkat tiga besar setelah Jepang dan Taiwan.
“Kelompok industri bonsai merupakan salah satu cara untuk mengkampanyekan penghijauan dalam menahan laju global warning, “ungkapnya.
Sementara itu Kepala DPU Cipta Karya Jember, Ir. Mervin mengatakan bahwa peserta 33 Kabupaten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Bali.
Dan jenis Bonsai sebanyak 311 pot, Suiseki sebanyak 93 pot, Adenium 87 pot dan tanaman hias sebanyak 120 pot yang akan menempati 36 stand pameran.
Sedang hadiah berupa uang pembinaan untuk 10 besar bonsai, 10 besar Suiseki dan juara I, II dan III untuk 8 kelas Adenium. Dan masih juga disediakan grand prize berupa 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha, 4 buah televisi, 15 kipas angin dan 12 jam dinding.
Dalam pameran ini, tanaman hias puring yang dulunya penghias kuburan dan emper jalan mulai unjuk gigi. Kata Thoyib peserta dari Ambulu ini bahwa tanaman puring tahan banting segala cuaca, dan memiliki citra bangsa sebagai tanaman asli Indonesia.
Dikatakan bahwa peminat Puring mulai banyak. Terlebih dengan seringnya diadakan kontes-kontes Puring di beberapa daerah. “Saya rasa Puring akan menjadi salah satu tanaman hias yang bakal punya gengsi nantinya, “yakinnya.
“Puring itu tanaman asli Indonesia. Dulu memang kurang memiliki nama karena masih sebatas tanaman biasa. Tapi sekarang banyak sekali muncul varian-varian baru yang ditemukan oleh para pecinta Puring,” lanjut pecinta tanaman ini.
Banyak pecinta Puring yang berhasil menemukan varian baru dengan teknik penyilangan yang menghasilkan warna daun yang lebih menarik dan cantik. kim/mc

PILKADES PADOMASAN JADI CONTOH


JEMBER - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar oleh masyarakat dan pemerintah Desa Padomasan, Kecamatan Jombang Sabtu (23/5) berjalan aman, lancar dan sukses.
Pilkades ini digelar di Kantor Desa Padomasan dan dijadikan contoh Pilkades teraman.
“Bahkan, sesuai aturan serta mekanisme Pilkades, Desa ini menjadi contoh untuk pelaksanaan Pilkades di desa lain,” ujar Drs Hazi Madani, Asisten I Setda Pemkab Jember.
Dalam prosesi pilkades, Hazi Madani, Muspida, Kepala Bakesbang Linmas Jember, Drs. Sudjak Hidayat, Kabag Humas, Agoes Slameto, Kabag Pemdes, Camat Jombang Kusuma Sumantri, serta ribuan warga Desa hadir di acara itu.
Pencoblosan surat suara berlangsung mulai pukul 07.30 - 14.00 WIB. Diawali pengumpulan surat panggilan ke 6.625 pemilih tetap, warga mulai berdatangan memberikan suaranya.
Proses pemilihan berlangsung aman dan mendapat acungan jempol Asisten I. Kepada Wartawan, Hazi mengaku bangga dan bersyukur Pilkades sukses digelar.
“Sukses dan aman, Pilkades Desa Padomasan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya yang akan melaksanakan hajatan yang sama nantinya,” akunya.
Calon Kades, Hazi sempat menitip pesan moral : siapapun dari calon kades terpilih diharap merangkul yang kalah, mengajak bersatu, bahu membahu dalam membangun Desa.
Bagi calon yang kalah, harus menerima dengan legowo. Dan mau berjuang bersama-sama Kades terpilih. Sementara itu Pj Kades Padomasan, M. Yusuf mengatakan pelaksanaan Pilkades Padomasan bisa dicontoh Desa lain karena masing – masing calon kades ada komitmen bersama tidak memakai politik uang.
“Kalau ditemukan indikasi money politik, baik yang memberi dan menerima akan dititipkan di Polsek,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pilkades Desa Padomasan menambahkan dari total jumlah pemilih tetap 6.625 orang, yang hadir sebanyak 5.853 orang (88,4%).
Dari hasil perhitungan suara pukul 17.00 WIB lima calon yang ada akhirnya calon nomor urut 4 yakni Trimanto terpilih sebagai Kades Padomasan masa bhakti 2009-2015.
Sementara Pilkades di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas juga berlangsung lancar. Cakades Khoirul Anam nomor urut 3, terpilih dengan suara 1.949 suara. Berhasil menyingkirkan pesaing nya Khotib Amirudin dengan 1.945 suara.
Khoirul Anam, diharapkan masyarakat Karangrejo, karena calon ini disukai rakyat dan menunjukkan kesungguhan membangun desa.
Desa Karangrejo, apalagi adalah hasil pemekaran dari Desa Bagorejo yang sangat strategis. “Kami sangat respek dengan beliau. Dia sangat pembangunan di desa kami, sehingga tidak salah kalau kami memilih dia,“ beber rakyatnya.kim/mc

Jumat, 22 Mei 2009

DISHUB JARING PENGEMUDI TELADAN


JEMBER - Guna meningkatkan bobot pengetahuan dan kompetensi pengemudi kendaraan umum berlalu lintas. Dinas Perhubungan akan menjaring pengemudi teladan angkutan umum melalui kegiatan Angkutan Kendaraan Umum Teladan (AKUT).
Hasilnya akan dikirim ke Propinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengikuti AKUT tingkat Propinsi mewakili Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, I Putu Budiada, mengatakan, setiap tahun jumlah pengemudi kendaraan umum naik 10 persen.
Tapi sejauh ini pertambahan itu tidak diikuti oleh peningkatan kompetensi pengemudi, ketika beroperasi di jalanan umum.
“Dari tahun ke tahun jumlah pengemudi bertambah, karena jumlah kendaraan juga semakin banyak,” tukasnya.
“Jumlah pengemudi angkutan umum di Jember mencapai 2 ribu orang lebih, tapi tidak semuanya mempunyai kompetensi yang memadai,” katanya. Imbasnya setiap tahun, sambungnya, kasus kecelakaan meningkat tajam. Salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan rambu-rambu lalu lintas dan sikap ugal-ugalan para pengemudi.
“Dari hasil laporan beberapa tahun terakhir, terjadinya kecelakaan lalu lintas angkutan umum mayoritas disebabkan oleh human error (kesalahan manusia). Ini menunjukkan para pengemudi itu kurang mempertimbangkan faktor keselamatan ketika berada di jalan raya,” terangnya.
Dengan melihat fakta tersebut, katanya, Dishub setiap tahunnya menggelar AKUT. Kegiatan tersebut selain bervisi meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kompetensi sopir angkutan umum. Juga, sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh keteledoran pengemudi, seiring meningkatnya kesadaran dan pengetahuan berlalu lintas.
Ia mengatakan, pelaksanaan AKUT dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai 25-27 Mei. “Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan dan pembekalan. Dalam kegiatan itu akan disaring pengemudi yang paling berbobot. Setelah dievaluasi, hasilnya akan kita kirim ke tingkat Propinsi sebagai wakil kabupaten untuk mengikuti pemilihan AKUT ke tingkat nasional,” ujarnya.
Kendatipun momentumnya di tingkat kabupaten, tapi pesertanya terbatas hanya untuk 50 orang. Ke-50 orang itu merupakan delegasi dari berbagai perusahaan armada yang beroperasi di Jember. Diantaranya, perusahaan armada bis, angkutan kota, angkutan pedesaan, truk, dan taxi.
“Para pengemudi dari berbagai perusahaan armada itu biasanya memiliki paguyuban. Berbagai perusahaan itu akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti AKUT tingkat Kabupaten Jember,” tambahnya. Para pengemudi yang didelegasikan oleh tiap armada, katanya, akan mengikuti proses penyaringan.
Sistem penyaringannya, lanjutnya, meliputi pembinaan dan pembekalan. Materi-materi pembekalannya berisi seputar UU lalu lintas, keselamatan lalu lintas, tata cara berlalu lintas, kelaikan jalan dan psikotes. “Setelah semua materi disampaikan akan diadakan evaluasi dengan sistem tanya jawab, hasil akhirnya akan dihitung dengan sistem bobot seperti yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat,” urainya.
Putu mengharapkan, dengan diadakannya AKUT tentunya pemahaman pengemudi tentang UU lalu lintas, keselamatan dan tata cara berlalu lintas akan meningkat sehingga hal tersebut mampu menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas angkutan umum. “Dan diharapkan delegasi yang nantinya mewakili Jember ke tingkat propinsi dan nasional bisa membawa nama baik Jember,” tegasnya. kim/mc

LAHAN SEMANGKA 6 HEKTAR DISULAP JADI 50 HEKTAR

JEMBER - Setelah melihat keberhasilan panen semangka di lahan kering (tegalan) seluas 6 hektar. Petani semangka Desa Jambearum bakal menambah luasan lahan semangka 50 hektar.
Langkah yang cukup berani karena para tengkulak siap menampung hasil panen. Petani semangka Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, Amiruddin, mengatakan, hasil panen semangka di lahan mencapai pendapatan Rp 200 juta.
Karena itu dia optimis pengembangan semangka di Sumberjambe tidak akan kalah dengan produksi semangka daerah Jember Selatan.
Sebelum pengembangan semangka ditanam di lahan kering, ia telah menekuni penanaman buah di lahan basah (sawah). Karena hasil panen tak sebanding dengan modal produksi, akibat sewa lahan mahal, akhirnya alternatif menanam semangka di tegalan dilakukan.
“Budidaya semangka di lahan basah selama 10 tahun sudah saya tekuni. Tapi karena sewa tanahnya meningkat setiap tahunnya, akhirnya saya mencoba untuk menanam semangka di tanah ladang dengan biaya sewa cukup rendah per tahunnya. Dan, tahun ini saya merasakan menanam semangka di lahan kering cukup signifikan keuntungannya,” tuturnya.
Setidaknya, awal tahun 2009, penanaman semangka di ladang telah dimulainya. Ternyata hasilnya sangat menguntungkan. Berangkat dari pengalaman itu, ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Setia ini berharap tahun depan akan bisa menanam semangka pada luas lahan sekitar 50 hektar.
“Saya akan berusaha mengajak kelompok tani lainnya untuk mengembangkan buah semangka di Sumberjambe. Rencananya akan dikembangkan sekitar 50 hektar di lahan kering,” ujarnya. Karena buah tersebut ditanam di ladang yang sulit pengairannya, maka ia memulai menanam semangka pada Musim Hujan (MH) II, yakni sekitar akhir Februari. “Kita memulai tanam semangka pada akhir musim penghujan sampai mendekati musim kemarau,” ujarnya.
Wakil Ketua KTNA Kecamatan Sumberjambe ini, mengungkapkan, masalah pemasaran hasil produksi pihaknya tidak merasa khawatir. Soalnya, sudah ada tengkulak yang bersedia membeli hasil panennya. “Tengkulak ini siap membeli semangka para petani dengan kapasitas 30 ton per harinya,” katanya, dalam kegiatan panen semangka perdana di lahan kering di Dusun Pace Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, beberapa waktu lalu.
Amiruddin menyatakan, sharing selama penanaman juga dilakukan dengan pedagang. Sharing itu berupa bantuan plastik dan benih semangka. “Untuk modal kita sharing dengan tengkulak dalam bentuk bantuan benih dan plastik. Dengan konsekuensi setelah panen semangka harus dijual pada tengkulak tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Jember, Hari Widjajadi, mengatakan, bila selama ini komoditas semangka lebih banyak dikembangkan di kawasan Jember Selatan seperti Kecamatan Puger, Wuluhan, Ambulu, Jenggawa dan Kencong. Maka, ke depan semangka bakal dikembangkan pula di kawasan Jember Utara. “Sekarang Desa Jambearum sudah memulai untuk mengembangkan semangka di lahan kering, ini adalah awalan yang cukup bagus,” utaranya.
Hanya saja, perbedaan kedua kawasan itu berada pada sistem pengairan. Jika di daerah selatan sistem irigasi cukup mudah karena disuplai lewat sungai, maka di daerah Jember Utara pengairan penanaman semangka di lahan kering sangat bergantung pada turunnya hujan. “Di Jember Utara penanaman semangka dilakukan di sawah tadah hujan, karena ditanam di tegalan,” tandasnya.
Oleh karenanya, untuk mempermudah para petani guna mengembangkan budidaya semangka di kawasan tersebut, Disperta bersama para petani dalam waktu dekat akan menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO) budidaya semangka. “Dengan demikian keunggulan dan kualitas hasil panen semangka Jember Utara bisa disamakan,” jelasnya.
Selain itu, Hari menerangkan, perlunya kerjasama antara para petani dengan pedagang. Karena produksi pertanian tidak terlepas dari pemasaran hasil-hasil pertanian. “Petani itu harus menguasai pasar. Oleh karena itu, peranan pedagang tidak bisa kita lepas, dan harus ada ikatan yang baik antara pedagang dan petani,” tegasnya.kim/mc

Selasa, 19 Mei 2009

JEMBER TUAN RUMAH YANG SANTUN DAN BERSIH

JEMBER - Gaung BBJ sudah mulai terasa di opini Media Cetak dan Siaran keliling yang digelar Pemkab Jember.
Terbukti seluruh kegiatan dan aktivitas akan digelar masyarakat Jember benar-benar antusias. Bahkan dari rancangan kegiatan masyarakat akan dibuat tidak tidur dalam pelaksanaan BBJ.
Semua elemen akan bergerak bersama-sama menyaksikan sejarah dan pergulatan yang dibeberkan.
“Suasana kota diprediksi akan tampak seperti kota metropolitan lain, sebab semua roda kehidupan dan pernak-pernik BBJ akan mewarnai seluruh Jember terutama di jantung kota Jember ini,“ jelas Kabid Kebersihan dan Penerangan Lampu Jalan Umum Cipta Karya Pemkab Jember Drs Kamto Msi.
Kata Kamto, untuk menyambut BBJ, Dinas PU Cipta Karya pemkab jember telah mempersiapkan diri, baik terkait kebersihan Alun-alun dan kecamatan.
Cipta Karya akan menyediakan petugas kebersihan, karena BBJ tidak hanya sekedar hura hura tapi sebagai program Bupati yang harus sukses.
Lebih lanjut, BBJ merupakan potensi bagus dan patut diteladani, sehingga tidak hanya menjadi slogan saja tapi potensi Jember.
“Kalau kita mengamati BBJ ini memiliki beberapa muatan positif yaitu kita menerima tamu masyarakat dari luar kota Jember, sehingga masyarakat luar tahu Kabupaten,” ujarnya.
Selain itu, BBJ bisa meningkatkan ekonomi masyarakat terutama PKL. Tidak kalah pentingnya BBJ juga menyediakan beberapa muatan yang bisa menyerap berbagai potensi inovasi putra-putri Jember.
Budaya ini adalah milik masyarakat Jember lewat BBJ harus ada satu kesatuan kerjasama yang baik menyambutnya.
Kesadaran masyarakat ikut peduli menyuarakan dan mewarnai semua kegiatan positif itu akan dikemas lewat BBJ.
“Sukses BBJ dan Ayo ke jember.” Ada apa jember ,jangan dilewatkan dan jadikan Jember menjadi tuan rumah yang santun adan bersih,” tegasnya.kim


RUMPON SEGERA DIPASANG DI LAUT PUGER

JEMBER - Guna meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) hendak memasang 3 unit rumpon dasar (laut dangkal) di wilayah perairan sekitar Pulau Nusa Barong.
Diharapkan akan terjadi perubahan hasil tangkapan nelayan jukung secara optimal. Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Disnakkan Kabupaten Jember, Mahfud Efendi, mengatakan sejauh ini hasil tangkapan ikan nelayan tradisional perahu jukung kurang signifikan.
Selain teknologi relatif sederhana, nelayan masih berpola berburu ikan. Maksudnya, seringkali nelayan gambling saat melaut.
“Tak jarang para nelayan tradisional setiap tahunnya selalu merasakan paceklik ikan. Padahal sepanjang tahun ikan di lautan selalu melimpah,” ujarnya.
Keadaan paceklik ikan yang sering dihadapi nelayan, akibat belum adanya teknologi yang representatif yang mendukung efektifitas penangkapan ikan laut.
“Dari 2.700 lebih armada nelayan, hanya ratusan saja yang telah memanfaatkan rumpon. Padahal rumpon itu sangat mendukung peningkatan hasil tangkapan ikan. Karena rumpon merupakan teknologi pengumpul ikan yang sangat efektif,” katanya.
Dijelaskan di tri wulan tahun 2009 Disnakkan bakal memasang rumpon di perairan dangkal sekitar Pulau Nusa Barong agar pendapatan ikan nelayan jukung meningkat.
Rumpon dasar itu akan dipasang di kedalaman laut antara 20-50 meter. Dengan pemasangan rumpon itu diharapkan tangkapan ikan nelayan tradisonal di kawasan Pantai Puger, Watu Ulo dan Gumukmas meningkat signifikan.
“Dengan rumpon itu diharapkan kemakmuran nelayan bisa meningkat seiring dengan lonjakan hasil tangkapan ikan,” jelasnya.
Pihaknya menilai, harga rumpon dasar ini lebih murah dibanding rumpon laut dalam. Yakni, berkisar antara Rp 20-25 juta per unit. Sedangkan rumpon laut dalam harganya mencapai antara Rp 100-150 juta per unit.
“Karena harga rumpon mahal. Hal itu umumnya membuat para nelayan tradisional enggan untuk mengadakan rumpon secara swadaya, padahal nilai investasi rumpon itu lebih besar dibandingkan dengan harganya,” paparnya.
Agar tidak terjadi konflik dan perebutan antar nelayan di daerah berumpon, lanjutnya, Disnakkan bakal mengumpulkan nelayan tradisional untuk diberi pengarahan soal mekanisme pengaturan jadual penangkapan ikan di 3 daerah berumpon dasar itu.
“Sebelum rumpon itu dipasang dan dioperasionalkan, kita akan memberikan pengarahan terlebih dahulu soal jadual melaut di sekitar rumpon itu. Sehingga tidak terjadi konflik antar nelayan, karena permasalahan ini cukup sensitif,” tengaranya.
Lebih jauh, Mahfud menerangkan, ketiga unit rumpon dasar yang diadakan dengan biaya APBD itu bertujuan guna menstimulasi para nelayan supaya tergugah untuk berkembang lebih maju. “Ketiga rumpon dasar ini merupakan bantuan pemerintah dan lebih bersifat percontohan saja,” imbuhnya.
Setelah masyarakat nelayan mengetahui keunggulan menangkap ikan dengan sarana rumpon, akan dibentuk kelompok-kelompok nelayan.
Jika nelayan mau mengadakan rumpon secara mandiri, maka Disnakkan akan menata dengan membuat aturan dan perjanjian.
“Kalau inisiatif untuk membentuk rumpon ini tumbuh di tengah-tengah masyarakat nelayan, ke depannya akan ditata dalam sebuah peraturan dan perjanjian antar nelayan,” ujarnya.kim/mc

Jumat, 15 Mei 2009

PU CIPTA KARYA SOSIALISASI PNPM & PPIP


JEMBER - Satu demi satu program mulai dilaksanakan oleh Dinas PU Cipta Karya. Kepala Dinas Ir Merwin Lusiani menggelar sosialisasi PNPM dan PPIP di Aula PB Sudirman, kemarin.
Acara dibuka Wabup Jember, Kusen Andalas, dihadiri Kepala Desa penerima program, pendamping, Camat dan beberapa Kepala SKPD. Selain juga dihadiri perwakilan dari Bappeda Propinsi Jatim.
Kepala Dinas PU Cipta Karya Jember, Ir Merwin Lusiani melaporkan kegiatan APBN ini didasari Surat Menteri Koordinator Bidang Kesra No.B 2066/KMK/D VII/ 2008 tentang daftar lokasi dan alokasi BLM PNPM TA 2009. Dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 284/KPTS/M/2009, tentang penetapan Desa Sasaran Program Pembangunan infrastruktur Pedesaan Tahun 2009.
Tujuan sosialisasi adalah untuk memberi pemahaman akan informasi kepada penerima dan pelaksana program PNPM – Mandiri perkotaan dan PPIP Tahun 2009 di Jember,
Khusus penyelenggaraan program mulai tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pemanfaatan dan pemeliharaannya agar menjadi fokus perhatian.
Agar pedoman umum dan pedoman pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan dan PPIP Tahun 2009 dapat dipahami maka sosialisasi digelar.
Targetnya ada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian dan kemudahan akses masyarakat miskin akan pelayanan infrastruktur.
Selanjutnya, latar belakang kemiskinan yang kompleks membutuhkan penanganan serius dari semua pihak secara bersama dan terkoordinir.
Selama ini penanggulangan kemiskinan masih terkesan parsial dan tidak berkelanjutan. Hingga efektifitas penanggulangannya masih belum optimal.
Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum RI telah melaksanakan program pembangunan infrastruktur permukiman yaitu PNPM – Mandiri Perkotaan dan program pembangunan infrastruktur pedesaan (PPIP). kim/mc


PAMSWAKARSA DESA DIHIDUPKAN



LOMBA SISKAMLING 2009

JEMBER - Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol & Linmas) segera menggelar lomba siskamling sebagai bentuk menghidupkan kembali budaya Pamswakarsa di masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan masing – masing.
Selain sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya.
Kepala Bakesbang & Linmas Kab Jember. Drs. Sudjak Hidayat Msi, saat mengadakan rapat Koordinasi dengan Kasi Trantib Pol PP kecamatan, Bagian Pemerintahan Desa, Polres Jember, Kodim 0824 di Aula Bakesbang & Linmas, kemarin.
Dia mengatakan Lomba Siskamling ini bertujuan untuk menyamakan persepsi masyarakat agar sadar keamanan di lingkungannya. Selain sebagai pemicu kesadaran masyarakat terkait keamanan lingkungan terutama menjelang Pilpres.
Karena itu siskamling ini dilombakan dengan penilaian tertentu. Lomba ini dibagi 2 tahap. Tahap pertama minggu ketiga bulan Mei 2009 hingga awal Juni.
Sistem penilaian melalui sidak di tiap Pos Kamling. Penilaian akan diserakan ke Mapolres Jember, dan Kodim 0824.
Terkait fungsi Satpol PP meliputi pelaporan. Sedang bagian Pemdes dan Bakesbang Linmas terkait penilaian rutinitas Pos Kamling.
Sehubungan dengan anggota Linmas Sujak berharap para Kepala wilayah Lurah, Kades agar menghidupkan kembali Linmas. Karena Linmas/Hansip merupakan ujung tombak keamanan di lingkungan.
Kata dia, keamanan tidak bisa hanya mengandalkan petugas dari kepolisian untukk menjaga keamanan, tapi masyarakat juga harus bertanggung jawab penuh terhadap keamanan di lingkungannya. kim/mc

Kamis, 14 Mei 2009

KERETA API KALISAT PANARUKAN SEGERA DIBUKA

JEMBER – Salah satu faktor pendorong peningkatan ekonomi masyarakat adalah jalur transportasi. Jalur Panarukan – Kalisat di jaman penjajahan kolonial jadi jalur ekonomi. Tapi, beberapa tahun mati.
Kali ini, jalur perekonomian padat itu bakal dihidupkan lagi. Jalur kereta api (KA) jurusan Kalisat (Jember) – Panarukan (Situbondo) itu akan memungkinkan terjadinya akselerasi perekonomian masyarakat. Karena dengan begitu masyarakat Kalisat bisa ekspansi mengembangkan perdagangan ke Situbondo di kawasan pantai yang lebih terbuka.
Keinginan masyarakat Jember dan Bondowoso itu telah lama dipendam. Kali ini PT Daop XI KAI Jember sedang menunggu Tim Survey dan Tim dari Dirjen PT KAI.
Selain murah, KA barang dan penumpang Jember – Panarukan melewati jalur utara Bondowoso ini juga diprediksi bisa menjadi poros baru perdagangan dan peningkatan perekonomian di tiga Kabupaten.
Harapan dibukanya jalur KA jurusan dua kota ini masih harus ditunggu dan sabar. Rencana pengoperasian kembali jalur KA Kalisat-Panarukan (Situbondo), masih harus menunggu hasil study dari Tim Dirjen PT KAI.
“Rencananya tim dari dirjen KAI akan melakukan study kelayakan terlebih dahulu. Tapi untuk rencana ini, sampai sekarang kok masih belum ada beritanya,”ujar Hariyanto, Kahumas PT KAI DAOP IX, Jember.
Rencana pengeporasian kembali jalur kereta api Kalisat-Panarukan, yang pernah disampaikan mantan Dirjen KAI, Wendi Aritenang, itu dimaksudkan untuk kegiatan wisata, selain juga untuk penumpang umum. Menurut Hariyanto, Wendi Aritenang ketika itu, menyatakan akan membuka kembali jalur reguler kereta api jurusan Kalisat-Panarukan pada tahun 2010.
Pengoperasian kembali jalur kereta api pada jurusan ini, menurut Hariyanto, sebenarnya sangat diharapkan oleh Pemkab Bondowoso dan Situbondo. Kepentingan Pemkab Bondowoso terhadap pengoperasian kembali jalur kereta api pada jalur ini, lebih didasarkan atas latar belakang historis peristiwa Gerbong Maut.
Dimana pada peristiwa bersejarah yang menewaskan ribuan masyarakat pribumi itu, Bondowoso menjadi stasiun terakhir perjalanan kereta api dari Surabaya. Dan untuk mengingat sejarah kekejamanan penjajah Belanda di negeri, salah satu gerbong kereta api yang digunakan untuk mengangkut pribumi dari Surabaya ke Bondowoso itu, didirikanlah Monumen Gerbong Maut di depan Kantor Pemkab Bondowoso
Sedang bagi Pemkab Situbondo, dengan dioperasikannya kembali jalur kereta api jurusan Kalisat-Panarukan, setidaknya akan ada harapan untuk menjual potensi wisata yang dimiliki. Selain itu juga pengopersian kembali kereta api pada jurusan itu juga dapat membantu kebutuhan masyarakat dalam hal transportasi murah, utamanya bagi pedagang.
Hanya saja untuk pengoperasian kembali kereta api pada jurusan tersebut, menurut Hariyanto, tidak semudah yang dibayangkan. Perlu adanya perbaikan pada jalur lintasannya, yang saat ini kondisinya sudah tidak layak pakai.
Kondisi rel atau jalur lintasan kereta api pada jurusan Kalisat-Panarukan, lanjut dia, perlu diganti atau diperbaiki. “Kalau untuk stasiunnya, rata-rata masih dalam kondisi baik. Kalaupun harus diperbaiki, mungkin hanya perlu dibersihkan atau dicat agar tidak terlihat kumuh,”tandasnya.
Dijelaskannya, rencana pengoperasian kembali jalur kereta apai yang saat ini sudah tidak terpakai lagi, menurutnya, sebenarnya merupakan bagian dari rencana jangka panjang PT KAI. Pengoperasian kembali jalur kereta api ini, tidak hanya pada jurusan Kalisat-Panarukan saja.
“KAI berencana mengoperasikan kembali jalur KA yang mati. Semisal Madura, Rambipuji - Lumajang dan lainnnya,” bebernya.kim/mc

SUKSES BBJ, SUKSES JEMBER


JEMBER - Jember terus berbenah diri menyambut tamu yang akan datang dari manca negara dan domestik.
Gaung BBJ sudah menggema di seantero nasional dan Jember. Terbukti masyarakat dari kota dan desa mulai terangsang mempercantik lingkungan dengan aneka hiasan umbul-umbul, spanduk serta baliho dan pastinya Jember akan tampil indah, menarik dan semarak.
“BBJ adalah milik kita semua, dan harapan yang nyata bagi semua orang, datang dan ayo ke Jember untuk menikmati keindahan kota ini, “ ujar MZA Djalal.
Bupati Djalal berharap masyarakat Jember dengan berbagai kreasi dan inovasinya terus mengembangkan diri berkompetisi di lokal, regional dan internasional dalam semua bidang.
Sementara Asisten Pemerintahan Hazi Madani mengatakan bahwa sebagai tuan rumah Jember mau tidak mau harus bisa memberikan pelayanan yang ramah, sopan dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada para tamu yang akan berkunjung di Kabupaten Jember. Wujud itu berupa keindahan kota.
Hasi Madani meminta mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa untuk segera menggerakkan dan memobilisasi masyarakat menyambut BBJ 2009.
“Terutama memobilisasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyongsong BBJ agar pelaksanaan sukses dan berkualitas,“ ujarnya.
Salah satu bentuk partisipasi masyarakat, adalah semua elemen termasuk para tokoh masyarakat harus selalu melaksanakan koordinasi dengan intensif dan terlibat secara langsung dalam persiapan mulai dari bersih-bersih lingkungan hingga kepada mempercantik diri sendiri.
Semua harus digerakkan, baik Camat, Lurah hingga Kepala Desa, sehingga para tamu dan turis betah untuk berlama-lama di Kabupaten Jember.
Bahkan BBJ tahun ini harus lebih sukses dari tahun sebelumnya. Untuk itu semua yang telah dilaksanakan sebelumnya harus ada peningkatan, termasuk kualitas setiap event pertandingan yang akan digelar.
“Peningkatan kualitas tersebut harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat untuk mensuksekan BBJ mendatang, “pinta Hasi. kim/mc

HUMAS ROAD SHOW SOSIALISASI BBJ


JEMBER - Meski Launching BBJ baru akan digelar dua pekan lagi, tapi moment itu benar-benar dimanfaatkan oleh Drs Agoes Slameto, Kepala Bagian Humas Pemkab Jember untuk road show sosialisasi BBJ ke semua wilayah di Kabupaten Jember.
Hal itu tak lain karena keinginan Bupati untuk menyukseskan event yang bertujuan menjual potensi daerah ini meningkat, seiring banyaknya promosi dari respon masyarakat, baik dalam negeri dan mancanegara.
Kabag Humas Pemkab Jember, Drs. Agoes Slameto, Rabu, (13/5) saat sosialisasi BBJ di 3 kecamatan kota, Sumbersari, Kaliwates dan Patrang mengatakan tujuan sosialisasi agar BBJ mendunia dan dapat respon aktif dari kecamatan sesuai instruksi dari atasan ke SKPD dan Lembaga di Masyarakat segera mempercantik lingkungan dengan memasang umbul-umbul.
Kata Agoes, event ini merupakan kegiatan masyarakat Jember karena faktanya Bupati MZA Djalal menginginkan BBJ Tahun 2009, 60 % kegiatannya disemarakkan oleh masyarakat dan bukan dari pemerintah, baik olahraga agenda BBJ hingga kegiatan lain.
Agoes berharap agar masyarakat juga mengadakan kegiatan di kampung-kampung, baik tingkat RT/RW dan tanpa harus meninggalkan 3 dimensi yang ingin dicapai oleh event ini.
“Pokoknya dalam BBJ tahun ini masyarakat Jember akan digemparkan dengan semua event dan membuat Jember tidak akan tidur seperti ibukota Metropolitan, “ujarnya.
Agoes sangat berharap pihak Kecamatan, khususnya Kecamatan kota mampu mendorong, memotivasi serta memobilisasi masyarakatnya untuk ikut berperan aktif dalam mendukung program ini.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Kabag Humas tersebut nampaknya membawa hasil yang sangat menggembirakan. Hal ini nampak saat Kabag. Humas beserta rombangan melakukan sosialisasi di Kecamatan Sumbersari.
Sosialisasi ini mendapat respon dari Camat Sumbersari, Drs. Hamid Sudiono dengan mengundang seluruh pengusaha-pengusaha swasta yang ada di wilayah Sumbersari, mulai dari pemilik rumah makan, depot, Indomart, alfamart, dan advertising Tak ketinggalan juga para kader PKK yang dimotori oleh Ny. Rose Hamid Sudiono.
Camat Sumbersari, Drs. Hamid Sudiono, saat memberikan penjelasan bahwa keterlibatan para pengusaha dan pihak swasta ini agar ikut serta berpartisipasi dalam setiap event ini. Mengingat bahwa event BBJ ini sudah menjadi milik masyarakat Jember, bangsa dan mancanegara.
“Pengusaha yang bergerak dibidang apapun, bersama-sama bergerak mempercantik tempat-tempat usahanya dengan cara menaikkan umbul-umbul, mengecat, serta memberikan pernik-pernik yang mampu menyemarakkan suasana BBJ, “pinta Hamid.
Tak mau kalah dengan Camat Sumbersari, Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Sumbersari, Ny. Hamid Sudiono juga menginginkan keikutsertaan PKK binaannya ke dalam event BBJ mendatang. Perempuan berparas cantik ini bersama TP PKK akan membantu Karang Wreda untuk membuat kaos bernuansa BBJ, sehingga Paguyuban lansia ini juga maksimal bisa selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang digelar selama BBJ berlangsung.
Lain halnya saat di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan kaliwates, Ketua Tim Pemggerak PKK kaliwates, Ny. Sigit Akbari, meminta kepada Kabag Humas agar menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Kab Jember untuk mewaspadai dan seleksi benar masuknya virus flu babi yang akhir-akhir menjadi kekhawatiran masyarakat.
“Ini harus benar menjadi perhatian serius, mengingat bahwa flu Babi sudah masuk ke Surabaya, disamping antisipasi agar masyarakat Jember bebas Flu babi, “pungkasnya.
Setelah di Kecamatan Sumbersari rombongan langsung menuju ke Kecamatan Patran tepatnya di Kelurahan Banjarsengon. Meski wilayah ini termasuk daerah pegunungan, namun antusias masyarakat diwilayah ini untuk terus berbenah semakin meningkat.
Camat Patrang, Gatot Suharyono mengaku sejak hari ini sudah mengintruksi kepada 8 Kelurahan di wilayahnya untuk mempersiapkan pernik BBJ mulai dari pengecatan, pemasangan umbul-umbul, spanduk, baliho dan bendera merah putih serta mempercantik lingkungannya.
“Kami jauh-jauh hari telah melakukan sosialisasi mulai dari RT/RW, terkait persiapan BBJ 2009 dan secara berkala setiap pertemuan di wilayahnya selalu disampaikan program BBJ, Warga Patrang siap menjadi tuan rumah BBJ,“ ujarnya.
Kata dia sesuai agenda BBJ wilayah Patrang ditempati event nasional lomba MTQ dan menjadi tantangan tersendiri. kim/mc

Selasa, 12 Mei 2009

VISIT A MONTH TO JEMB ER


• BBJ “AYO KE JEMBER” DIMULAI

JEMBER - Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) – “ Visit A Month to Jember “ yang dilaksanakan di tahun ketiga ini, masih kurang greget dapat respon masyarakat.
Terutama masyarakat Jember. BBJ yang mestinya menjadi sarana penjualan potensi Jember masih belum ada gereget melaksanakan instruksi Bupati Jember itu dalam rangka mempercantik lingkungan Jember.
Realita kurang mengenakkan ini, langsung direspon Kepala Bagian Humas Setkab Jember. Melalui Kasubag Hubungan Kelembagaan langsung diinstruksikan agar menyebarkan brosur-brosur BBJ dan sosialisasi dengan mobil siaran keliling.
Tujuannya masyarkat jember segera merespon instruksi Bupati Jember untuk mempercantik lingkungannya dengan memasang umbul-umbul.
Kasubag. Hubungan Kelembagaan Sukardiman, mengatakan penyebaran brosur oleh tim lapangan BBJ dibarengi sosialisasi pengeras suara untuk menarik perhatian masyarakat.
Sehingga masyarakat tahu bahwa BBJ segera dimulai. Kenapa fokus di 3 kecamatan kota, karena di 3 kecamatan kota itu adalah titik pusat pelaksanaan seluruh kegiatan BBJ.
Tapi melihat kenyataan di lapangan, masih belum ada aktifitas yang nampak dari 3 kecamatan kota untuk mempercantik diri.
Kardiman juga meneruskan instruksi Bupati ke Camat diteruskan ke Lurah untuk melakukan pengapuran tembok dan pemasangan umbul-umbul. Anehnya secara fisik belum nampak.
Kabag. Humas Drs. Agoes Slameto, Msi membeber bahwa BBJ bukan lagi secara keseruluhan jadi tanggungjawab Pemkab tapi merupakan tanggungjawab bersama masyarakat.
Hal itu dibuktikan adanya respon dari negara asing, Suriname. Bahkan lanjut Agoes, Bupati Jember sempat menelpon dari tanah suci yang menyatakan bahwa Media Jember Terbina yang memuat BBJ sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Arab.
Hal ini lanjut Agoes, BBJ bukan lagi milik Jember, tapi milik bangsa Indonesia dan milik dunia.
”Wong event BBJ Jember itu sudah dikenal mancanegara lho dik. Mosok masyarakatnya diam aja, pasif,” ujar Agoes.
Karena ketenaran BBJ sudah mendunia Bupati Jember, MZA Djalal, melalui dirinya minta agar masyarakat dimanapun berada sebagai tuan rumah seyogyanya memberikan apresiasi yang tinggi kepada event ini, sehingga tamu-tamu Jember tidak di kecewakan.
“Yo,Mosok gawene Jember, Masyarakate meneng wae,, toh,” ujarnya dengan logat Bahasa Jawa Kental. kim


TAWARKAN WIN – WIN SOLUTION


JEMBER – Kepala Taman Nasional Merubetiri (TNMB) Ir Haeri Subagijadi, mengaku prihatin dan menyesalkan adanya tindakan pencurian yang mengakibatkan kerusakan ekosistem di kawasannya selama ini. Terutama terkait tanaman perdu banban sebagai bahan pengganti rotan.
Menurutnya, semua tanaman baik jenis perdu hingga tanaman keras di areal TNMB adalah dilindungi. Barang siapa yang merambah dan merusak, apalagi menebang mengangkutnya akan dijerat UU No 41 tahun 1999 tentang koservasi Sumber Daya Alam Kehutanan.
Jika seseorang yang tertangkap melanggar UU tersebut akan dijerat dengan ancaman hukuman berat. Dari periode Januari hingga April saja, TNMB telah memproses 40 kasus.
Rinciannya adalah 32 kasus berupa kasus temuan. Artinya hanya ada barang bukti berupa tanaman, tonggak, sisa tebangan, sepeda motor, dan tidak ada tersangkanya. Sementara sisanya 8 kasus itu lengkap ada tersangka dan barangbuktinya.
Dari delapan kasus itu tiga kasus telah dinyatakan P21 alias lengkap dan masuk ke jenjang pengadilan. Sementara sisanya 5 kasus masih dalam proses. Dalam mengamankan areal TNMB secara total sebanyak 55.000 hektar ini, tentu saja dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan aparat keamanan.
Karena dengan begitu beberapa kerusakan ekosistem di dalam kawasan TNMB itu bisa diminimalisir. Selain yang selama ini diakibatkan karena penjarahan dan bencana alam.
Sebagai Kepala Taman Nasional, dirinya harus menjaga tanggungjawab besar itu untuk memaksimalkan penegakan hukum. Sehingga upaya perusakan alam di kawasan itu bisa ditekan.
Ditanya soal adanya pencurian tanaman banban yang mengejutkan dengan total kerugian ekosistem sebanyak Rp 4,9 Milliar itu dia membenarkan. Menurutnya hitungan itu berdasar hitungan taksasi bilangan Contanza dengan rumus yang telah baku ditetapkan secara Internasional.
Lantas bagaimana program pengrajin masyarakat di Desa Seputih Kecamatan Mayang itu terancam terhambat ? Dia mengaku menyarankan ada win win solution. Bagaimana wilayah TNMB tetap bebas dari jarahan dan penebangan liar tanaman yang bisa mempengaruhi ekosistem disarankan ada pola pendampingan kepada masyarakat.
Pendampingan itu berupa pembibitan dan pembudidayaan tanaman perdu jenis Banban sebagai pengganti rotan itu. Jika itu bisa dilakukan maka usaha apapun di masyarakat tidak tergantung kepada ekosistem yang dilindungi di TNMB dan tanpa merusak.
Karena itu usul yang ditawarkan adalah berupa pembudidayaan tanaman banban itu dengan pendampingan dari aparat TNMB. Pihak TNMB terbuka bekerja sama dengan siapapun termasuk dengan masyarakat untuk budidaya tanaman itu.
“Kalau induknya diminta oleh masyarakat untuk dibudidayakan, maka itu lebih baik. Tentu saja teknik agriculture nya didampingi oleh TNMB. Dan itu lebih bisa memberdayakan masyarakat tanpa melanggar hukum. Tentu saja masyarakat atau kelompok masyarakat menyediakan lahan untuk budidaya tanaman itu,” ujar Ir Haeri.kim

AUDIENSI KULI TINTA VS PANITIA BBJ 2009

JEMBER - Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember Tahun 2009 “Ayo ke Jember” diambang pintu.
Seluruh elemen masyarakat termasuk dunia pers, diajak berpartisipasi bahkan Senin (11/5) para pimpinan media lokal berkumpul membahas persiapan terkait berperan di ajang BBJ 2009.
Pertemuan audiensi dengan panitia BBJ dipimpin Sekretaris Kabupaten Jember, Drs. Djoewito. Selain transparan, dan pembagian wilayah pemberitaan serta produk yang dihasilkan selama kegiatan BBJ.
“Semua elemen termasuk pers, harus bisa membangkitkan masyarakat, agar secara bersama-sama ikut ambil bagian dalam event BBJ mendatang,“ harap Djoewito.
Sementara itu dari berbagai pertanyaan Sekkab Jember menanggapi akan berusaha semaksimal mungkin memberi proporsi sebaik-baiknya.
“Keberadaan mereka selama ini juga membantu sosialisasi program kegiatan Pemkab termasuk sosialisasi BBJ. Mereka selalu berada digarda terdepan, “jelasnya.
Salah satunya adalah dari Pemred SOROT yang mengatakan seluruh Pimpinan redaksi media lokal sepakat minta Sekkab Drs. Djoewito, sebagai Ketua Pelaksana BBJ terkait audiensi.
“Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami media lokal. padahal, mereka setiap kegiatan Pemkab selalu jadi garda terdepan,” ujarnya.
Sementara itu Kabag Humas, Drs. Agoes Slameto mengatakan bahwa mulai besok (hari ini. Red) Pemred sudah bisa berkoordinasi untuk melakukan peliputan dan pemberitaan menyangkut sosialisasi program dan agenda BBJ 2009.
“Silahkan terus melakukan koordinasi di Media Center Humas Pemkab Jember, terkait dengan informasi dan pelaksanaan seluruh agenda BBJ mendatang, “ajaknya.
Audiensi dihadiri Asisten I dan II Pemkab Jember, dan Sekretaris BBJ 2009, Arif Cahyono Kepala Kantor Pariwisata Jember. kim/mc

PENAMBANG JANJIKAN 200 JUTA PER BULAN


JEMBER - PT Agtika Dwi Sejahtera (ADS) menawarkan penambangan pasir besi di pantai Paseban segera operasional dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 200 juta per bulan.
Kendati pro dan kontra di masyarakat masih mengemuka dalam audiensi dan sosialisasi membahas ihwal eksploitasi itu, PT ADS berjanji akan pemasukan ke daerah bakal mengalir minimal Rp 200 juta per bulan.
Penolakan dan persetujuan sempat muncul di kalangan masyarakat Desa Paseban, terutama saat sosialisasi rencana penambangan pasir besi di Paseban di Pendopo Kecamatan Kencong, kemarin.
Hal itu menyusul tawaran penambangan pasir besi itu dibahas di depan puluhan tokoh dan berbagai elemen masyarakat dalam pertemuan itu.
Fokus perhatian masyarakat dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember, Ec Djoewito dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Penanaman Modal, Ir Hariyanto ditambah Muspika Kencong.
Kegiatan sosialisasi oleh PT ADS selaku investor penambangan pasir besi pantai Paseban itu, menjelaskan soal rencana penambangan pasir besi yang hendak dilakukan.
Gambaran umum soal dampak positif di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan pertambangan berharap masyarakat memahami signifikansi penambangan.
Berbagai tanggapan dan reaksi keras masyarakat antara pro dan kontra muncul karena adanya kekhawatiran. Bila penambangan pasir besi jadi operasional bakal berimbas di rusaknya lingkungan sekitar areal pertambangan.
Sekretaris Kabupaten Jember Drs Ec Djoewito, MM, meminta masyarakat tidak terlalu khawatir rencana penambangan pasir besi oleh PT ADS. Pasalnya, kegiatan penambangan itu telah dipertimbangkan dan dikaji secara luas melalui analisis dampak lingkungan (amdal) yang berbobot.
“Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena penambangan telah dikaji luas dan mendalam,” ujarnya.
Bahkan, Djoewito berjanji bila penambangan jadi dilaksanakan tapi dalam satu tahun pihak investor ingkar terhadap janjinya dan masyarakat banyak dirugikan. Maka, pihaknya akan mencabut ijin operasional PT ADS.
“Jika PT ADS ingkar janji dan masyarakat banyak dirugikan. Pemerintah akan mencabut ijin operasional PT ADS,” bebernya.
Dia berharap masyarakat Paseban tetap bersikap arif menanggapi rencana penambangan. Karena hasil eksploitasi itu akan kembali pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau penambangan pasir besi akan memberi manfaat dan menyejahterakan masyarakat, kenapa tidak,” tegasnya.
Di sisi lain Rudi dari PT ADS, menjelaskan, jika ijin eksploitasi pasir besi pantai Paseban turun dan masyarakat mendukung dia akan memberi konstribusi keuntungan kepada masyarakat secara fluktuatif minimal Rp 200 juta per bulan.
“Jika disetujui oleh pemerintah dan masyarakat, kita akan memberi kontribusi keuntungan fluktuatif minimal Rp Rp 200 juta per bulan,” janjinya.
Karena dia minta agar dibentuk lembaga resmi yang jadi mediator mempertemukan dua kepentingan. Yakni, investor dan masyarakat mendapat respon positif dengan terbentuknya Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (MP3D).
Rudi menjelaskan, guna menyakinkan rencana penambangan itu PT ADS berencana mengajak beberapa perwakilan masyarakat Paseban untuk studi banding ke Cilacap.
“Sebelum eksploitasi pasir besi ini, kami akan mengajak perwakilan masyarakat studi banding ke Cilacap,” pungkasnya.kim


JMC ANDALKAN POLI KECANTIKAN


TAWARKAN MESOTHERAPY

JEMBER – Sejak didirikan oleh Bupati Samsul Hadi, Jember Medical Center (JMC) dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan kelas menengah.
Kini, salah satu layanan yang paling diminati dan dikenal bagus adalah layanan Poli Kecantikan. Poli Kecantikan ini bertujuan mewujudkan kecantikan masyarakat Jember.
Bahkan menjadi layanan poli unggulan di JMC. “Di sini bebas konsultasi dengan dokter ahli profesional dan berpengalaman,“ ungkap Direktur JMC, dr. Susilo Wardhani S, MM.
Dari klinik yang ada Poli Kecantikan adalah salah satu klinik yang bisa menjawab semua problematika perawatan kulit dan wajah guna memberi kepercayaan diri.
“Karena dengan penanganan yang profesional oleh seorang dokter yang memang ahlinya, masalah perawatan kulit dan wajah akan semakin baik hasilnya,“ beber wanita yang berobsesi beri layanan kesehatan terbaik di Jember.
Andalan dokter JMC adalah dr Tanor Yansa. Dokter ini sebagai pengelola poli kecantikan dengan pengalaman dan keahliannya bisa membantu masyarakat mengatasi perawatan kulit dan wajah.
Dokter P Tanor Yansa mengatakan bahwa kulit wajah dan tubuh yang sehat adalah idaman setiap orang. Dan sudah jadi kebutuhan utama. Karena kulit wajah dan tubuh yang sehat, bersih dan putih, bisa menjadi modal percaya diri.
“Bayangkan dalam pergaulan, hanya karena kulit yang kusam, keriput, hitam, berflek atau bahkan berjerawat, membuat setiap orang menjadi malu, tidak percaya diri, tentunya akan berakibat kurang baik, “jelasnya.
Untuk melakukan perawatan kulit, faktor yang paling bisa diintervensi adalah gaya hidup. Dengan menjaga gaya hidup, akan mengurangi resiko kulit tidak sehat.
Meski perawatan kulit dimulai sejak dini, tapi bagi perempuan berusia 30 tahun ke atas, perawatan kulit harus dilakukan, karena di usia itu kulit mulai memasuki tahap penuaan.
“Sedang perawatan alami yang biasa dilakukan adalah makan makanan yang mengandung protein, perbanyak makan sayuran buah dan minum air putih delapan gelas sehari,“ ujarnya.
Sebab jangan hanya karena kekurangan di kulit wajah atau tubuh menjadikan aktifitas dan pergaulan terganggu, dan kurang bersosialiasi.
“Kami akan membantu untuk memberikan solusi perawatan dan pengobatan yang sudah terbukti hasilnya, dengan biaya yang relatif terjangkau, “lanjutnya seraya berpromosi.
Dokter muda ini mengatakan bahwa makna perawatan kulit sangat penting. Karena membuat penampilan jadi menarik.
”Your skin is important to you apa pun warna kulit, dan apa pun jenis kelaminnya,“ bebernya.
Perawatan kulit wajah (facial treatment) teratur sangat penting dilakukan. Karena kebanyakan karena dampak luar rumah/gedung saat aktifitas sehari hari.
“Dengan begitu sangat diperlukan perlindungan kulit dari partikel bebas, seperti asap kendaraan bermotor, polusi dan sinar langsung ultra violet, “katanya.
Selain jenis perawatan kecantikan juga ditawarkan Perawatan Mesotherapy dengan teknik pengobatan tanpa pembedahan dengan efek samping minimal untuk penurunan berat badan, mengurangi selulit, pembentukan badan (Body Cuntur), peremajaan wajah dan leher serta menumbuhkan rambut juga ada di JMC ini.
“Mesotherapy bukan tindakan operasi, sehingga tidak memerlukan perawatan dirumah sakit, pembiusan umum atau masa istirahat yang panjang, “jelasnya.
Dokter muda ini mengatakan bahwa senja tak dapat ditahan, umur tak dapat elak. Setiap orang, pria dan wanita, pasti akan mengalami faktor penuaan karena usia.
“Proses penuaan bisa dihambat dengan datang ke JMC dengan hasil memuaskan biaya murah,” ujarnya. kim/mc

DI TTG NASIONAL, JEMBER KIRIM PENGHALUS KAYU AREN




JEMBER - Alat penghalus kayu aren yang digunakan sebagai finishing (tahap penghalusan) kerajinan manik-manik, sumpit dan cowek bakal diikutsertakan dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Juni 2009.
Berkat alat itu berbagai produk kerajinan kayu aren bisa bernilai seni tinggi serta dikenal masyarakat luar Jember, bahkan luar negeri.
Kabid Teknologi Tepat Guna dan Sumber Daya Manusia (TTG dan SDM) Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Kabupaten Jember, Tombak Pramudya, mengatakan gelar TTG Nasional dimaksudkan sebagai upaya pengembangan informasi TTG dan forum penggalian serta pengembangan TTG berbasis pemberdayaan masyarkat.
“Tujuannya untuk menggali gagasan dan pengembangan TTG sekaligus peningkatan pemberdayaan masyarakat,” bebernya.
Gelar TTG Nasional itu, bakal digelar mulai 6-10 Juni 2009 di Propinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru diikuti seluruh kabupaten di Indonesia.
“Rencananya, acara itu akan dibuka langsung Presiden tanggal 6 Juni 2009,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu daerah daerah di Indonesia bisa tukar informasi terkait pengembangan TTG setempat. “Kesempatan itu akan digunakan oleh masyarakat sebagai medi tukar-menukar informasi pemanfaatan TTG yang dikembangkan,” tegasnya.
Ia mengatakan, kendati Jember tak bisa menampilkan semua TTG tapi setidaknya, alat penghalus kayu aren sudah cukup mewakili sebagai teknik pengembangan kerajinan lokal.
Bahkan, produk kerajinan dari TTG ini cukup dikenal masyarakat luar Jember, bahkan dunia internasional. Sebab, kerajinan manik-manik dan sumpit sudah menembus pasar dunia.
“Selain TTG alat penghalus kayu aren, kita juga akan mendemonstrasikan beberapa TTG lainnya dalam bentuk visual,” tambahnya.
TTG secara visual akan menambah wawasan masyarakat luar Jember. “Minimal harapan kami bisa menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat luas,” imbuhnya lagi.
Dia menjelaskan alat penghalus kayu aren ini banyak dimanfaatkan untuk finishing hasil kerajinan berbahan kayu aren atau kelapa (glugu, Jawa). Jenis TTG yang akan dikirim adalah dari Desa Tutul Kecamatan Balung.
Warga di sana merakit TTG ini sendiri menggunakan dinamo dipadu bahan karet dengan tenaga dari listrik. “Untuk membuat alat tersebut tidak terlalu rumit. Masyarakat biasanya merakitnya sendiri. Maka di arena TTG Nasional kita akan demonstrasikan,” pungkasnya.kim/mc

Minggu, 10 Mei 2009

KTP GRATIS OLEH PIHAK DESA KOLEKTIF


Bupati Dekati Masyarakat



JEMBER - Pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) gratis bagi penerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) ditindaklajuti. Kebijakan Bupati hari Rabu (6/5) ditindaklanjuti dengan pengajuan layanan itu dari pihak Desa secara kolektif.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Jember, R Hendroyono, mengatakan, langkah Bupati Jember menggratiskan biaya KTP bagi masyarakat miskin penerima BLT sangat tepat.
“Kebijakan Bupati Jember itu memang sangat tepat,” ujarnya.
Ia mengatakan kebijakan ini melegakan masyarakat miskin. Saat rumah tangga miskin (RTS) gelisah karena dana BLT-nya tersendat pencairan gara-gara KTP, tiba-tiba muncul kebijakan itu.
“Saya yakin saat ini penduduk merasa lega, karena kebijakan yang ditunggu-tunggu sudah turun. Sehingga mereka akan segera mendapatkan dana BLT yang sudah lama ditunggunya. Apalagi kebijakan ini akan sangat meringankan beban warga miskin,” ujarnya.
Dia mengatakan, walaupun permintaan KTP sangat besar yakni 50.000 orang. Tapi, pengurusannya harus menyesuaikan prosedur tetap (protap). Semata itu untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan. Baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.
Pengurusan KTP dilaksanakan berjenjang. Mulai dari tingkat RT/RW dan kepala desa, lalu diurus ke tingkat kecamatan dan berakhir ke tingkat kabupaten. Dalam hal ini bakal ditangani oleh Dispenduk Capil.
“Kepala desa akan menghimpun terlebih dahulu permintaan KTP gratis dari RTS, lalu secara bersama-sama akan diurus ke tingkat kecamatan dan kabupaten,” tandasnya.
“Pengurusan KTP ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat yang terbawah. Cara seperti ini akan mempermudah pihak kepala desa dalam melakukan validasi data terhadap penduduknya, yang benar-benar berstatus penerima BLT dan belum memiliki KTP,” jelasnya.
Ia menegaskan karena kebijakan ini hanya berlaku di RTS penerima BLT yang tidak memiliki KTP. Maka, selain dari kalangan itu pelayanan tidak berlaku.
“Kebijakan ini khusus untuk RTS penerima BLT, dan akan digratiskan,” bebernya.
Kebijakan itu mulai berlaku sejak Rabu (6/5). “Karena kebijakan ini baru berlaku sejak turunnya kebijakan Bupati Jember, maka sampai saat ini kita belum menerima data kiriman dari desa dan kecamatan terkait,” tambahnya.
Pengurusannya, kata Hendroyono, perlu dilakukan secepatnya mengingat KTP yang bakal digarap cukup besar jumlahnya. Lebih-lebih, realisasi pencairan BLT bertenggat waktu terbatas. Oleh karenanya, ia berharap penduduk bergegas mengurus KTP-nya lewat perangkat desa masing-masing.
“Kalau batasan waktu sementara ini memang tidak ada. Tapi data-data yang masuk ke Dispenduk akan kita kerjakan secepatnya sesuai dengan permohonan dan kemampuan,” tegasnya. Walau begitu, ia menandaskan, pengurusan KTP bersifat stelsel aktif. Maksudnya, penduduk harus bersikap pro aktif mengurus dokumen penduduk masing –masing.kim/mc

Jumat, 08 Mei 2009

BUPATI BEDAH 1000 RUMAH WARGA MISKIN


JEMBER - Menyusul hari bakti TNI dalam program rehab rumah tak layak huni milik warga miskin, Bupati Jember memulai dengan menyerahkan alat-alat kerja kepada anggota Kodim 0824 untuk bedah rumah 1000 unit.
Acara simbolis dimulainya bedah rumah dilakukan saat upacara Pembukaan Hari Bakti TNI/Renovasi dengan Kodam V Brawijaya dengan Pemprop Jatim, Kamis, kemarin.
Upacara dipimpin langsung Bupati Jember dihadiri Muspida dan SKPD Pemkab. Jember. Bupati Jember, MZA Djalal, minta program bedah rumah dari Propinsi Jatim dan TNI Kodam V Brawijaya ini patut disyukuri.
Karena program rintisan Pemkab selama 3 tahun ini telah direspot positif dari Gubernur Jawa Timur. Program rintisan Pemkab tahun 2009 ini ditindak lanjuti oleh Propinsi dengan membeda 10.000 rumah untuk 10 Kabupaten.
Di tahap awal Propinsi membedah 1000 rumah per Kabupaten. Dan dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua dengan 20.000 unit rumah untuk 10 kabupaten dengan total 2000 rumah per kabupaten.
Ini adalah bukti bahwa program selama 3 tahun ini berhasil membangun ± 50.000 rumah di seluruh Kabupaten Jember, dan mendapat acungan jempol oleh Propinsi Jawa Timur oleh Gubernur Jatim, H. Soekarwo.
MZA Djalal, menghimbau masyarakat agar program ini melibatkan TNI dengan terinspirasi kinerja TNI. Selain berpengalaman, TNI dianggap memiliki kepedulian besar.
”Jangan hanya melihat pak tentara kerja, ayo,,dibantu. Wong sudah dibangunkan, koq ga mau bahu membahu,,”ujarnya.
Dandim 0824 Jember, Letkol. Arm, Totok Suhartono, kodim akan menyiapkan 150 anggota Kodim dari seluruh Koramil se Jember jika perlu ditambah anggota pengerjaan bedah rumah demi kecepatan pengerjaan tanpa mengesampingkan kualitas bangunan.
Seusai acara, Bupati dan Dandim melakukan peletakan batu pertama di rumah Mbok Rah, 65, warga Bintoro, sebagai rumah pertama yang di garap oleh Kodim. Mbok Rah sangat berterima kasih kepada pemerintah dan tentara yang telah memperbaiki rumahnya secara gratis.
”Matur Kasoon pak, lastareh mbagun jompok kawuleh,,(Terima kasih pak, sudah membangun rumah saya)”unggapnya dengan rasa gembira. kim

Rabu, 06 Mei 2009

DANDBRIGIF DISERAHTERIMAKAN


JEMBER - Bertempat di Alun-alun Jember, Selasa (5/4) berlangsung upacara serah terima jabatan Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad Dharaka Yudha dari Kolonel Inf. Sukoso Maksum kepada Letkol Inf. Restu Widiyantoro, MDA.
Bertindak selaku inspektur upacara Panglima Devisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar. Turut hadir Bupati Jember MZA Djalal, Wakil Bupati Kusen Andalas, Dandim 0824 Jember Totok S, Kapolres Jember, Kajari Jember serta para pejabat sipil dan militer lainnya. Kolonel Inf. Sukoso Maksum selanjutnya akan menempati posisi baru sebagai Asisten Operasi Kodam IV Diponegoro.
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar mengatakan serah terima jabatan ini merupakan tuntutan organisasi. Maka amanah penting ini agar dilaksanakan sepenuh hati dan dipertanggungjawabkan.
“Sertijab ini merupakan upaya kaderisasi guna mendapatkan pembaruan semangat dan regenerasi serta memberikan kesempatan dan peluang bagi perwira pilihan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan konsepsional guna mewujudkan organisasi yang lebih mantap, efisien, efektif dan produktif, “ tegas Panglima.
Panglima Mayjen TNI Zahari Siregar mengatakan, pimpinan yang bijak akan dapat mentransformasikan kendala menjadi peluang, dan kelemahan menjadi kekuatan, kesemuanya ini akan tercapai apabila suatu kesatuan dipimpin oleh Komandan yang tangguh, mampu membawa kesatuannya melaksanakan berbagai tugas dengan profesional dan proporsional.
Dalam kesempatan yang sama Panglima menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Inf. Sukoso Maksum dan istri dalam membina prajurit dan satuan Brigif 9/2 Kostrad selama ini.
“Dengan pengalamannya selama ini akan mampu menjalankan tugas di tempat yang baru dengan baik sebagai Asisten ops. Kodam V Diponegoro, “katanya.kim

PERMINTAAN KK DI KECAMATAN MBLUDAK

JEMBER - Masyarakat Arjasa mulai berbondong-bondong mengurus kartu keluarga (KK). Karena pembagian kompor gas tak lama lagi bergilir di daerah Jember Utara. Tak pelak, ratusan masyarakat tiap harinya harus mengantri guna mendapatkan pelayanan kartu keluarga di kecamatan tersebut.
Menurut Camat Arjasa, Parmin, permintaan kartu keluarga tiap hari kian meningkat. Ihwal itu disebabkan, tidak lama lagi pembagian kartu keluarga bakal digilir di daerah Jember Utara, termasuk Kecamatan Arjasa. Banyaknya pemintaan kartu keluarga, katanya, dikarenakan kartu tersebut salah satu prasyarat realisasi kompor gas pada masyarakat.
“Kartu keluarga merupakan syarat yang harus dipenuhi supaya masyarakat mendapatkan kompor gas. Berdasarkan kartu keluarga itulah kompor gas akan dibagikan secara gratis oleh pemerintah” ujarnya, seraya menandatangani ratusan berkas kartu keluarga yang menumpuk di mejanya.
Lantaran, fungsi kartu tersebut cukup penting, pihaknya menekankan supaya masyarakat bersegera mungkin melakukan pengurusan kartu keluarga. Dalam mengurus kartu keluarga, lanjutnya, masyarakat perlu melampirkan KTP dan surat nikah sebagai bukti yang diajukan pada perangkat desa dan kecamatan yang memprosesnya hingga selesai.
“Tujuan pelampiran KTP dan surat nikah adalah untuk mencocokkan antara data yang ditulis dalam kartu keluarga dengan KTP dan surat nikah itu,” ungkapnya. Dengan begitu, masyarakat yang mengisi kartu keluarga itu benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya.
Ia mengakui, kesadaran kepemilikan kartu keluarga sebelumnya cukup rendah di kalangan masyarakat awam. Setelah diluncurkan program pembagian kompor gas gratis itu, tiba-tiba permintaan kartu keluarga di kecamatan tersebut melonjak cukup signifikan.
”Sebelumnya permintaan terhadap kartu keluarga di sini biasa-biasa saja, tapi setelah bantuan kompor gas akan diberikan di Arjasa, masyarakat berbondong-bondong mengurus kartu keluarga di kantor desa dan kecamatan setiap harinya, ” ujarnya.
Tak heran, bila pengurusan kartu keluarga itu akhir-akhir ini menjadi salah satu kesibukan yang harus dijalani oleh kepala desa dan perangkatnya. Dan sepertinya, fenomena seperti ini terjadi pula di daerah Jember Utara. Karena, sejauh ini kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan dinilai relatif rendah.
”Akhir-akhir ini, setiap harinya lebih dari 100 orang yang mengajukan pembuatan kartu keluarga di kecamatan. Kendati Kecamatan Arjasa belum mendapat giliran pembagian kompor gas gratis, tapi kami sudah menghimbau jauh-jauh hari pada masyarakat suapaya mempersiapkan kartu keluarga, karena syarat pengambilan kompor gas itu salah satunya menggunakan kartu keluarga,” tuturnya.
Selain itu, Parmin mengatakan, kartu keluarga merupakan dokumen kependudukan yang wajib dimiliki oleh suatu keluarga. Lagi pula, kompor gas yang bakal dibagikan nanti disesuaikan dengan jumlah kepala keluaga (kk) yang tersebar di kecamatan tersebut. ”Jumlah kompor gas yang akan diberikan disesuaikan dengan jumlah kk, karenanya masyarakat perlu segera memiliki kartu keluarga secepat mungkin,” tandasnya.kim/mc

CAMAT ARJASA FASILITASI KESALAHAN KTP

Untuk Kelancaran Pencairan BLT

JEMBER - Guna kelancaran pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di wilayah Kecamatan Arjasa, pihak kecamatan akan memfasilitasi pembetulan kesalahan penulisan nama RTS penerima BLT.
Kesalahan data itu diakui berimbas penangguhan pencairan BLT 29 April lalu. Camat Arjasa, Parmin, mengatakan, pembenahan nama di KTP penerima BLT harus ditunjukkan saat penerimaan BLT segera ada solusi.
“Kami sebagai pelayan masyarakat di kecamatan akan mengupayakan jalan keluar secepat mungkin agar masyarakat bisa segera menerima BLT,” tuturnya.
Kesalahan itu sesuai laporan Kades terletak di data nama penduduk karena tidak sesuai daftar nama di kartu penerima BLT.
Pihak PT Pos Indonesia sendiri bersedia melakukan pencairan setelah ada sinkronisasi antara data di KTP dan kartu penerima BLT oleh warga miskin saat hari “H” pencairan.
“Memang pihak kantor Pos baru bersedia mencairkan uang setelah ada kesamaan data antara KTP dan kartu penerima,” ujarnya.
Kebijakan Camat ini diperintahkan agar Kades memberi surat keterangan bahwa RTS yang bersangkutan adalah penerima resmi BLT, sesuai data Pusat.
Kades akan menginstruksikan kepada RT/RW supaya mempermudah dalam memberikan keterangan agar masyarakat segera bisa menikmati BLT.
“Para RT/RW nantinya akan membantu untuk memberikan keterangan pada para RTS,” tegasnya.
Dia menjelaskan kesalahan penulisan nama terjadi di penulisan nama “daging”(sebenarnya) di KTP, sedang penulisan nama samaran (nama anak) dicantumkan di kartu penerima. Sehingga terjadi ketidaksamaan data, kendati alamat yang tercantum pada KTP dan kartu penerima sama.
“Asalkan alamat yang tercantum di KTP dan kartu penerima BLT sama surat keterangan akan dibuatkan oleh perangkat desa, dengan diketahui oleh kepala desa,” jelasnya.
Sedang pengambilan dana BLT, bisa diambil para RTS di kantor Pos Kecamatan. “Dana BLT bisa diambil di masing-masing kecamatan oleh RTS pada jam kerja mulai tanggal 29 April-18 Mei,” terangnya.
Parmin menganggap kesalahan itu wajar. Sebab, Pemerintah Pusat tidak hanya menangani bantuan BLT di Jember saja, seluruh Indonesia.kim/mc

GRATIS, URUS KTP BAGI PENERIMA BLT

JEMBER – Kurang lebih ada sekitar 30 % dari 237.074 Rumah Tangga Miskin (RTS) penerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) belum mempunyai KTP.
Akibatnya, lebih dari 50.000 RTS tidak bisa mencairkan uang BLT dalam waktu dekat. Syarat pencairan BLT adalah bisa menunjukkan bukti diri berupa KTP. Karena itu, Pemkab Jember menggratiskan biaya pengurusan KTP bagi puluhan ribu RTS itu.
Sebelumnya, ketentuan ini disepakati Pemkab Jember dan PT Pos Indonesia sesuai petunjuk dari Pemerintah Pusat, bahwa RTS penerima BLT harus menyertakan foto kopi KTP dan kartu penerima.
“Hal ini semata-mata supaya tidak terjadi kesalahan penyaluran, baik dari pihak pelaksananya maupun penerima BLT,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Suhanan.
Ia mengatakan, Pemkab Jember tidak akan mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP. Sebab pada surat keterangan tidak terdapat foto RTS terkait.
“Kalau dalam surat keterangan tidak terdapat foto RTS yang bersangkutan, maka besar kemungkinan surat itu bisa dibawa orang lain. Sedang UPB, Kantor Pos dan instansi terkait di Kabupaten Jember bersepakat untuk pencairan BLT harus menyertakan foto kopi KTP,” ujarnya.
Hanya persoalannya, hingga kini RTS penerima BLT dalam jumlah cukup besar belum memiliki KTP. Imbasnya, dana tak kunjung cair karena kendala itu.
“Oleh karena itu, Dinas Sosial mengajukan surat pada Bupati Jember, MZA Djalal, supaya kebijakan dari kepala daerah segera turun untuk mengatasi persoalan tersebut,”
Kebijakan Bupati Jember, biaya pengurusan KTP gratis kepada 50 ribu RTS. “Bapak Bupati sudah menurunkan kebijakan bahwa biaya pengurusan KTP digratiskan bagi semua RTS penerima BLT, yang selama ini belum memiliki KTP,” bebernya.
Dengan begitu, para RTS itu bisa segera bisa menikmati BLT dengan batasan tanggal 29 April - 18 Mei. “Setelah KTP dibuat, maka para RTS tersebut bisa mencairkan dana BLT pada Kantor Pos di kecamatan masing-masing sebesar Rp 200 ribu, untuk bulan Januari dan Februari,” tengaranya.
Mantan Kepala Sat Pol PP Kabupaten Jember itu, menjelaskan, kebijakan Bupati Jember sudah ditindaklanjuti oleh Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Jember melalui acara sosialisasi pada segenap unsur kedinasan dan jajaran camat se-Kabupaten Jember.
“Kebijakan ini hari Selasa pagi (5/5) sudah ditindaklanjuti oleh Asisten Ekbang Pemkab Jember dengan cara mengumpulkan jajaran dinas dan seluruh camat, yang menyatakan bahwa pengurusan KTP digratiskan pada RTS penerima BLT yang selama ini belum mempunyai KTP,” paparnya.
Suhanan berharap pada seluruh RTS penerima BLT supaya menyegerakan pengurusan KTP-nya masing-masing. Lantaran, melalui KTP dana tersebut bisa dicairakan. “Karena setelah kita melihat data, ternyata sekitar 30 persen dari 237.074 RTS itu belum memiliki KTP,” imbuhnya.
Pihaknya mengatakan, saat ini Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Bappenduk Capil) tengah mulai menyusun strategi guna pelayanan KTP gratis dalam jumlah besar itu. “Bappenduk Capil saat ini sudah menyusun strategi dalam melayani pembuatan KTP dengan menggratiskan biaya pengurusannya,” bebernya.kim/mc