Senin, 29 Juni 2009

OPEN TURNAMEN VOLLY BALL DIGELAR

JEMBER - Semangat masyarakat Jember di bidang olah raga Volly Ball sangat tinggi. Tak heran jika dalam Turnamen Volly Ball memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup 2009 mulai 16 - 26 Juni 2009 seluruh atlit dari 31 Kecamatan ikut berlaga di piala bergengsi itu.
Demikian dikatakan, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Drs Suparno di acara final Volly Ball Bupati Cup 2009 kemarin.
Drs Suparno juga memberi penghargaan kepada panitia, karena telah melaksanakan kegiatan dengan baik.
“Kebersamaan dan kekompakan pemerintah dan masyarakat terus harus ditingkatkan. Agar cita-cita bersama mudah dicapai, “ tegasnya.
Turnamen Volley Ball ini merupakan daya ungkit di bidang olah raga, sekaligus sarana efektif dan refreshing sehingga melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat Regional, dan Nasional.
Pelaksana Pertandingan Bambang mengatakan turnamen Bupati Cup ini diikuti 31 klub terbaik tingkat kecamatan baik putra dan putri.
Tahun 2008, piala bergilir Bupati Cup untuk putra dipegang tim dari Kecamatan Balung dan putri dari Tim Kecamatan Tempurejo.
“Tapi, sekarang bergeser. Tahun 2009 piala Bupati Cup 2009 untuk putra direbut tim Volly Ball dari Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu dan putri dari Tim Desa Tutul Kecamatan Balung sebagai juara pertama,” ujarnya.
Sedang tim/club yang menjuarai Bupati Cup 2009 sebagai Juara I putra dimenangkan tim dari Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu, selain piala tetap dan uang tunai Rp 2 juta.
Juara II dimenangkan tim dari Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji berhak mendapatkan piala tetap dan uang tunai Rp 1,5 juta.
Juara III diraih tim dari Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo dengan piala tetap dan uang tunai Rp 1 juta. Juara IV diraih Desa Garahan Kecamatan Silo dengan piala tetap dan uang tunai Rp 500 ribu.
Sementara untuk tim putri, Juara I diraih Tim Desa Tutul Kecamatan Balung berhak mendapatkan piala bergilir, piala tetap dan uang tunai Rp 2 juta. Juara II tim dari Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi dengan uang Rp 1,5 juta.
Juara III dari tim Desa Karanganyar KecamatanAmbulu dengan hadiah Rp 1 juta.
Dan Juara IV dari tim Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari dengan hadiah, Rp 500 ribu.
Selain itu, Turnamen ini dipilih pemain terbaik. Untuk atlet putra diraih atlet bernama Linda dari Tim Desa Tegalsari Kemacatan Ambulu, sedangkan putri diraih oleh Reni tim dari Desa Tutul Kecamatan Balung.
Hadir di final Volly Ball Bupati Cup 2009 kemarin, Kapolres Jember, Wakapolres, Asisten I, Hasi Madani, Asisten II, Drs. Edi B. Susilo, Kabag Humas Drs. Agoes Slameto, para Kepala SKPD se Jember, dan Camat se Jember. kim

BUPATI BERI TROPHY PUSKESMAS TERBERSIH

JEMBER - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-64 dan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2009, Dinas Kesehatan mengadakan lomba kebersihan diikuti seluruh Puskesmas se Kabupaten.
Lomba yang digelar Juni bertujuan untuk menyukseskan BBJ 2009. Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Olong Fadjri M menyatakan itu saat membacakan pemenang lomba.
Selain menilai kebersihan dan keindahan Puskesmas, Dinkes juga mengadakan penilaian seluruh ruangan di kantor Dinas. Bunga warna warni yang ditata di pot-pot kecil menghiasai seluruh ruangan kantor Dinkes.
Ruangan itu satu persatu dinilai tim juri. “Para kepala bidang juga diwawancarai untuk mengumpulkan bahan jadi poin penilaian,“ tegasnya.
Di sela - sela pembagian hadiah lomba itu, kata dia kebersihan antar ruangan dilombakan untuk memotivasi dan memberi contoh kepada seluruh Puskesmas dan seluruh masyarakat untuk membiasakan PHBS.
“Dan yang keluar sebagai Juara ke I diraih oleh bidang PSDK, Juara ke II diraih oleh bidang Yankes dan Juara ke III diraih oleh Sekretariat Dinkes Jember,“ terangnya.
Dr Olong mengatakan setelah dinilai dari Tim, lomba kebersihan dan keindahan Puskesmas didasarkan 3 kriteria : pertama Puskesmas yang mendapat ISO, kedua Puskesmas yang ada rawat inapnya dan ketiga Puskesmas yang tidak ada rawat inapnya.
Urutan pemenang lomba untuk kriteria Puskesmas kategori ISO, Juara I adalah Puskesmas Ambulu, Juara II : Puskesmas Sumbersari, dan kriteria Puskesmas dengan rawat inapnya : juara I I diraih Puskesmas Gumukmas, Juara II diraih Puskesmas Ajung dan Juara III diraih Puskesmas Bangsalsari.
Untuk kategori Puskesmas tidak ada rawat inapnya Juara I diraih Puskesmas Andongsari Kecamatan Ambulu, Juara II diraih Puskesmas Balung dan Juara III diraih Puskesmas Curahnongko.
Salah satu Puskesmas yang berhasil meraih Juara ISO adalah Puskesmas Sumbersari. Dr. Edwina Kepala Puskesmas Sumbersari mengatakan untuk meraih juara II hanya dengan upaya.
Patut disyukuri karena Puskesmas Sumbersari dengan kondisi belum maksimal dapat meraih Juara.
“Dari aspek kebersihan dan keindahan dapat diandalkan, tapi dari aspek lingkungan dan keteduhan belum bisa ideal,“ jelasnya.
Upaya jauh hari Puskesmas Sumbersari menata lingkungan dilakukan bertahap. Selain itu kebersihan dijadikan agenda mingguan di semua Pustu.
Setiap Jum’at dari satu Pustu ke Pustu lain diupayakan kebersihan secara bergiliran. Dengan Jum’at bersih itu manfaat kebersihan lingkungan sangat terasa.
Menjadi juara II diakui dapat menambah semangat pengelola Puskesmas menata kebersihan lingkungan sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat aman, nyaman, dan asri.
MZA Djalal Bupati Jember, berharap semua Puskesmas bisa menjaga kebersihan selain peningkatan pelayanan kesehatan.
“Puskesmas harus bersih dan baik dalam pelayanan,” ujarnya. kim

FUN BIKE WULUHAN ALL OUT GEBYAR BBJ

JEMBER – Suasana Fun Bike di BBJ 2009, yang digelar Minggu (28/6) di Alun-alun Jember benar-benar meriah.
Ribuan peserta penggemar olahraga sepeda ini tumplek blek di alun-alun. Mayoritas para peserta bersemangat tinggi, dan rela jauh jauh datang hanya untuk ikut fun bike.
Salah satu peserta dari Dea Galekan, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi rela datang hari Minggu dinihari dengan mengendarai mobil pick up warna biru tua untuk mengangkut sepeda pancalnya.
Sepedanya mayoritas didesain bongkar pasang untuk memudahkan diangkut. Selain berolah raga sepeda keliling rute dari panitia dia rela datang untuk merebut hadiah yang disediakan panitia lomba : sepeda gunung, televisi, hingga sepeda motor.
Tak kalah semangatnya peserta dari Kecamatan Wuluhan mengirimkan 25 orang peserta. Dengan membawa sepeda dan helm warna merah seragam mereka terlihat kompak.
Rombongan peserta Fun Bike dari Wuluhan ini dipimpin Camat Wuluhan Drs Pujo Satrio Wibowo. Dengan menggunakan kendaraan patroli Pol PP Kecamatan untuk mengangkut sepeda, mobil dinas Camat juga digunakan untuk mengangkut.
Mereka terlihat bersemangat menyemarakkan Fun Bike, BBJ 2009. Camat Wuluhan tak lupa mengajak istri dan anaknya.
Camat yang hobi bersepeda ini saat diwawancarai mengaku teringat masa kecilnya yang ke sekolah selalu naik sepeda pancal.
Dan sejak tahun 1992 tak pernah berhenti ikut Fun Bike dimanapun dan siapapun yang menggelar kegiatan itu, selain mengejar hadiah.
“Yang penting lagi, badan sehat,” ujarnya.
Di kecamatan Wuluhan, dia membentuk club sepeda pancal, dengan subsidi Rp 150.000 per orang. Sisanya, bisa diangsur agar anggota bisa membeli sepeda seharga Rp 2 juta per unit.
Saking cintanya olah raga tanpa polusi ini, Pujo mengajak staf Kecamatan Wuluhan melestarikan olah raga ini. Setiap Jum’at pagi dia bersama staf kecamatan keliling Desa, dengan bersepeda.
“Kadang kita mampir di warung kopi sekedar melepas lelah,” ujarnya.
“Kita manfaatkan bersepeda untuk turba ke desa. Kita juga sembari sosialisasi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” tegasnya.
Dia juga mengaku sering menyempatkan bersepeda ke desa untuk mendata warga miskin yang ikut PKH.
Tahun 2009 ini Kecamatan Wuluhan penerima PKH sebanyak 472. Dia merasa nuansa BBJ 2009 di Wuluhan sangat terasa.
Sejak kirab BBJ 15 Juni 2009 lalu dilanjutkan hiburan musik malam, dan olah raga semisal sepak bola, jalan santai, dan lari marathon 10 K di Wuluhan BBJ lebih terasa. kim

CATUR HIDUP WARNAI BBJ 2009

JEMBER – Keberadaan olah raga otak catur di Kabupaten Jember dari hari ke hari mengalami perkembangan menggembirkan. Bahkan, olah raga otak yang mengandalkan kemampuan strategi konsentrasi pikiran ini tidak sepi peminat.
Terbukti setiap pertandingan catur sebagai agenda BBJ 2009 digelar, pesertanya membludak. Selain dipenuhi peserta dari Kabupaten Jember sendiri, ternyata minat luar biasa datang dari luar daerah di Indonesia.
Panitia BBJ permainan catur sengaja memberi kesempatan kepada atlet catur luar Jember untuk berpartisipasi, agar semeriah mungkin.
Di BBJ 2009 ini, pertandingan catur digelar tanggal 4-7 Juli 2009. Ada yang berbeda pelaksanaannya dibanding tahun 2008, kali ini Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember menggelar catur hidup.
Menariknya catur hidup ini menggunakan bidak dan papan catur bukan dari papan atau kayu sebagaimana lazimnya, tapi langsung diperankan oleh sejumlah murid SD berkostum ala bidak catur di depan kantor Pemkab Jember.
Catur hidup ini akan diperagakan 32 murid dari SD Kebonsari IV sesuai jumlah bidak catur. Rinciannya 16 murid berperan sebagai bidak catur hitam dan l6 murid memerankan bidak catur putih.
Dengan dipandu langsung seorang instruktur melalui pengeras suara, catur hidup ini akan unjuk kebolehan di hadapan jajaran Muspida Pemkab serta ribuan masyarakat.
Sajian catur hidup adalah bagian dari sosialisasi Percasi Jember ke masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai catur, meski Jember telah memiliki master catur nasional.
Bisa jadi catur hidup ini baru kali pertama diadakan di Jember, jadi tidak berlebihan kalau masyarakat masih asing. Tapi, akan menjadi sajian hiburan menarik dalam pembukaan catur nanti.
Rencananya Jalan Sudarman akan difungsikan jadi papan catur. Dan persiapan telah dilakukan untuk mengukur lebar jalan tersebut.
Tiap kotak papan catur direncanakan berukuran satu meter persegi. Menurut master catur nasional Jember Ahmad Buchori – yang juga panitia lomba catur – catur hidup ini akan berlangsung kurang dari 40 menit.
Rencananya catur hidup ini akan digelar pagi hari. ”Kami telah menyiapkan catur hidup ini sejak sebulan lalu, karena catur hidup diperankan murid-murid SD jadi durasi waktunya tak lama dan bertujuan menghibur masyarakat,” jelas Buchori.
Pendiri sekolah catur di Kecamatan Patrang Jember ini, mengatakan pertandingan catur BBJ akan digelar di aula PB Sudirman dengan peserta dibatasi sebanyak 300 orang, dengan uang pendaftaran Rp 35.000. Total hadiahnya Rp 15 juta.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi juga ketua Percasi Jember menambahkan bahwa Percasi telah tiga kali menggelar pertandingan di event BBJ sejak tahun 2006.
“Kita terus sempurnakan. Dan percasi tak ingin mengecewakan peserta, karena bagian dari BBJ untuk mengundang wisatawan lokal dan mancanegara,” terang Agus.
Secara filosofi dari manfaat olahraga catur ini diyakini masyarakat bisa belajar bergandeng tangan dalam bermasyarakat dan bernegara.
“Program pemerintah dapat berjalan bila didukung masyarakat. Di dalam catur ada rasa patriotisme dan cinta tanaha air untuk mempertahankan republik dari ancaman pecah belah masyarakat,” tegasnya. kim

Kamis, 25 Juni 2009

HOTEL KEBONAGUNG SIAP TERIMA KAFILAH MTQ


JEMBER - Keberadaan Hotel Kebon Agung – aset Pemkab Jember – menjelang digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) se Jawa Timur XXIII mulai bersih bersih, dan siap menerima tamu kafilah peserta MTQ.
Kabupaten Jember sebagai tuan rumah MTQ XXIII se JawaTimur 19-25 Juli 2009 mendatang akan kebanjiran tamu kafilah dari 38 Kabupaten/Kota. Tapi dipungkiri kamar-kamar hotel di Jember akan dipenuhi kafilah peserta MTQ.
Tak terkecuali Hotel Kebon Agung yang mempunyai 36 kamar : 7 kamar ber-AC dan 29 kamar non-AC.
Rencananya hotel berfasiltas kolam renang dengan jumlah karyawan 45 orang ini bakal kedatangan tamu kafilah dari Kabupaten Malang.
Dari 16 kamar yang ada akan ditempati kafilah Bangkalan, sisanya 20 kamar untuk kafilah dari Malang. Masing – masing kamar diisi 3 orang kafilah.
Praktis selama MTQ, Hotel Kebon Agung tidak menerima tamu lain selain rombongan kafilah dan kolam renangnya.
“Tidak dipungkiri para kafilah juga memanfaatkan fasiltas kolam renang untuk sekadar melepas kejenuhan,“ ujar Direktur Hotel, Tri Laksono Titot, SH.
Titot – panggilan akrab Direktur Hotel Kebon Agung - menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi kedatangan kafilah jauh hari sebelumnya. Dia juga merasa bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan kafilah.
“Jangan sampai peserta MTQ ini kecewa dengan pelayanan hotel. Kami akan melayani dengan senyum dan ramah tamah. Karena MTQ yang berlangsung di Jember tepat dengan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ),” ujarnya.
“Jadi tuan rumah sepantasnya membuat tamu dari luar kota menjadi betah tinggal di Jember,” ujarnya.
Titot juga akan melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) karyawan Hotel Kebon Agung menjelang kedatangan tamu MTQ.
Termasuk memberi pemahaman seputar MTQ, sehingga mereka dapat melayani peserta MTQ sebaik-baiknya. Serangkaian atribut BBJ dan umbul-umbul telah dipasang di pagar Hotel Kebon Agung, termasuk umbul umbul MTQ selamat datang sehingga kesan religius akan terasa kental.
“Hotel Kebon Agung akan memberi sentuhan suasana lain ketimbang hari biasanya selama MTQ belangsung, kidung-kidung Islami akan diperdengarkan sebagai hiburan saat para peserta menginap di sini, ” tandas Titot. kim

MZA DJALAL BANTU 5 UNIT AMBULANCE


JEMBER - Bupati Jember MZA Djalal dalam cara bedah potensi desa di Kelurahan Lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Kamis (25/6) menyerahkan 5 unit mobil Puskesmas Keliling (Ambulance) ke beberapa Puskesmas.
Bantuan ambulance itu untuk mendukung kelancaran operasional Puskesmas di Kabupaten Jember dalam melayani pasien untuk merujuk ke RS terdekat.
Penyerahan simbolis kelima ambulance ini diserahkan kepada Kepala Puskesmas Klatakan Kecamatan Tanggul dr Titis Sulistyowati.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember, dr. Olong Fadjri Maulana MARS, mengatakan bahwa kelima mobil ambulance itu didistribusikan ke Puskesmas Cakru di Kecamatan Kencong, Puskesmas Klatakan Kecamatan Tanggul, Puskesmas Rowo Tengah di Kecamatan Sumberbaru, Puskesmas Curahnongko di Kecamatan Tempurejo dan Puskesmas Tempurejo Kecamatan Tempurejo.
Dia berharap dengan adanya mobil ambulance itu pihak Puskesmas bisa langsung merujuk pasien yang membutuhkan pertolongan ke RSUD.
“Sehingga mereka (puskesmas) tidak ada alasan lagi, tidak mempunyai mobil ambulace untuk mengangkut pasien, “ucap Olong.
Selama ini diakui bahwa pihak Puskesmas sering kesulitan menangani pasien rujukan dari Puskemas ke RSUD, di Jember.
“Tapi, kini melalui tambahan lima unit mobil Puskesmas Keliling ini akan lebih membantu kelancaran tugas dokter, dan tenaga medis di desa, “ lanjutnya.
Tahun 2009 ini, Dinas Kesehatan juga berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan memadai bagi masyarakat. Setiap masyarakat kurang mampu di Kabupaten Jember bisa memperoleh layanan kesehatan di Puskesmas terdekat dengan gratis. kim

SOSIALISASI BBJ LEWAT PAWAI KELILING DESA

JEMBER - Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) bukan milik masyarakat Kota saja. Tapi masyarakat pedesaan juga ikut memiliki.
Agenda tahunan promosi wisata dan budaya oleh Pemkab Jember ini di lapangan Kecamatan Gumukmas, Muspika menggelar pawai BBJ mengitari jalan desa diikuti ribuan konvoi sepeda motor dari lintas sektoral termasuk UPTD pendidikan, dan guru-guru dari tingkat SD - SMP.
Dengan atribut BBJ 2009 para peserta pawai terlihat antusias hingga finish. Tak ketinggalan di sepanjang jalan di Kecamatan Gumukmas masyarakat yang ingin menyaksikan pawai dari dekat berjubel jubel.
Pawai diberangkatkan pagi oleh Camat Gumukmas Drs Sukardi melewati delapan desa se Kecamatan semisal Desa Gumukmas, Purwoasri, Tembokrejo, Bagorejo, Menampu, Mayangan, Karangrejo, dan Desa Kepanjen.
Pawai ini bertujuan memperkenalkan BBJ kepada masyarakat desa, selain diharapkan mampu menggugah rasa cinta daerah sebagai bagian dari rasa cinta tanah air.
Ide pawai BBJ di tingkat Kecamatan ini muncul spontanitas setelah musyawarah dengan Muspika dan disepakati pawai BBJ keliling desa.
Camat Gumukmas Drs Sukardi, mengaku meski hanya pawai lokal tapi tidak mengurangi semangat menyukseskan BBJ. Suksesnya BBJ juga bergantung dari dukungan penuh masyarakat.
“Masyarakat Gumukmas sangat menyambut positif pelaksanaan BBJ, mereka sepertinya ingin nonton langsung beragam acara BBJ dari dekat. Banyak yang ingin meyaksikan kemegahan dan kemeriahan Jember City Carnaval (JCC), Jember Fashion Carnaval (JFC), Tajemtra, panjat pinang dan motor cros,” terang Sukardi.
Ungkapan Sukardi ini tak berlebihan, sebab BBJ tahun ini bertepatan dengan libur panjang sekolah sehingga masyarakat bisa beramai-ramai mengajak sanak keluarga berekreasi sambil nonton BBJ sebagai icon Jember itu.
Ditambahkan ke depan, bahwa gelaran BBJ lebih meriah, karena sebagai ajang promosi efektif menjual produk unggulan dari Kecamatan.
“Di Kecamatan Gumukmas ada produk unggulan genteng dan sapu ijuk yakni di Desa Tembokrejo dan Desa Jatiagung. Produk ini kualitasnya bersaing di pasaran. Kita akan pamerkan saat BBJ sebagai souvenir,” jelas Sukardi. kim

1 JULI HARUS SEMARAK MERAH PUTIH

JEMBER - Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) adalah managemen peringatan HUT Kemerdekaan RI untuk membangkitkan nasionalisme dan patriotisme masyarakat Jember harus dibuat semeriah mungkin.
Maka dari itu, masyarakat dihimbau untuk memasang umbul-umbul merah putih sejak tanggal 1 Juli.
“Per tanggal 1 Juli, seluruh pelosok di Kabupaten Jember harus semarak merah putih,” ujar Bupati Jember, MZA Djalal kemarin.
Pemasangan umbul-umbul merah putih ini, merupakan sebuah keharusan bagi masyarakat Kabupaten Jember, sebagai wujud rasa patriotisme dan nasionalisme.
Seluruh bangsa, dan masyarakat Jember, harus bangga dan berterima kasih kepada pahlawan dan pendahulu bangsa yang rela mengorbankan jiwa raganya merebut kemerdekaan.
Adalah kewajiban bagi generasi sekarang untuk memberikan penghormatan yang tinggi dan mengenang jasa-jasa pahlawan bangsa ini.
“Berkat kegigihan bapak-bapak kita dahulu, kita sekarang bisa merdeka, bisa sekolah dengan bebas, bisa bekerja dan mencari rezeki dengan bebas dan sebagainya,” tandasnya.
Terkait pagelaran BBJ 2009, pemasangan baliho apa saja yang terkait BBJ, hendaknya tak hanya dipasang di Kota Jember saja. Tapi, di wilayah perbatasan Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, baliho BBJ harus juga dipasang.
Bahkan kalau perlu, pemasangan baliho BBJ ini dilakukan di luar Jawa atau luar negeri. “Bisa dipasang di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau di Amerika, Kanada, Eropa, Malaysia, Arab Saudi dan sebagainya,” tegasnya.
Digelarnya BBJ, tidak bertujuan untuk mematikan bulan Agustus. Sebaliknya dengan BBJ, Agustusan, bisa digelar masyarakat Jember lebih semarak dan bergairah.
Dengan BBJ yang diisi berbagai macam kegiatan, diharapkan masyarakat akan lebih mampu mengenang jasa para pahalawan terdahulu.
“Lewat BBJ juga akan ada gairah ekonomi serta perputaran uang lewat pembelanjaan para wisatawan yang datang ke Jember. Ini dari sektor mikro saja, belum yang lain,” tukasnya.
Karena itu Bupati, meminta agar benar-benar memanfaatkan momentum BBJ untuk menampilkan kreasi, inovasi, dan prestasinya. kim


Rabu, 24 Juni 2009

DESA TEGALWANGI UMBULSARI, JUARA SISKAMLING




JEMBER - Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, berhasil menjuarai lomba sistim keamanan lingkungan (Siskamling) yang diadakan oleh Pemkab Jember, bersama Polres Jember.

Tujuan Siskamling untuk menyadarkan arti penting Siskamling dari masyarakat untuk masyarakat itu diikuti semua Desa se Kabupaten Jember.
Penilaiannya pun dilakukan selama satu bulan. Tim penilai adalah dari Bakesbang Linmas, dan unsur keamanan Polres Jember.
Kepala Bakesbangpol dan Linmas, Drs H Sudjak Hidayat, Msi mengatakan bahwa siskamling sangat perlu diaktifkan lagi karena sesuai program Pemkab Jember yang bersama-sama dengan keamanan (Polres Jember), menciptakan keamanan di lingkungan masyarakat.
Dengan begitu ada pola pengamanan swakarsa tumbuh dari masyarakat di tiap lingkungan. Sehingga keamanan dan ketertiban itu tergantung dari masyarakat sendiri.
Terbentuknya lingkungan yang kondusif, bukan peran Polisi, dan aparat lain. Tapi, dari lingkungan masyarakat sendiri. Polri hanyalah sebuah lembaga yang mengkoordinir semua tanggung jawab keamanan tiap daerah.
Dari 31 Kecamatan yang mengirimkan wakilnya untuk diikutkan lomba siskamling se Kabupaten penilaian selama sebulan berkisar kepada aktifitas rutin sehari-hari dari masyarakat dalam siskamling.
Serta melakukan sidak ke berbagai wilayah. Menurutnya kegiatan ini juga bukan hanya lomba rutin dan sekadar mengisi BBJ, tapi kegiatan positif ini bisa terus menjadi budaya masyarakat dalam setiap momentum baik Pemilu, dan agenda besar bangsa.
“Sehingga tercipta suasana keamanan tertib, dan kondusif,” ujar Sujak.
Penilaian ternyata juga dari sisi administrasi dan buku tamu milik warga, keindahan pos kamling, perangkat semisal kentongan, alat PMK dan P3K, ditambah papan tanda kentongan, ditambah petugas jaga dan piket.
Kabid Linmas, Drs Hery Setiawan, Msi, menambahkan lomba siskamling ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan wilayah masing – masing.
Sehingga perlu pembinaan kepada masyarakat melalui Pemkab Jember, dan Polres ditambah Kodim melalui Camat, Kades dan Babinkamtimas yang ada.
“Nantinya, ada wakil dari Tingkat Polwil hingga Polda Jatim, untuk diikutkan lomba tingkat Propinsi,” ujarnya.
Dari 31 Kecamatan yang ikut, diambil 15 besra. Dan diuji petik menjadi 8. Juara I diraih Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Juara II Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Juara III Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Juara IV Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Harapan I Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Harapan II Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono, Harapan III Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, dan Harapan IV Desa Panti, Kecamatan Panti,.
Penyerahan piala direncanakan diserahkan Bupati MZA Djalal, didampingi Kapolres dan Dandim Jember serta Kepala Bakesbang dalam acara bedah potensi desa di Kecamatan Umbulsari. kim

PER LEMBAR SURAT SUARA RP 50

JEMBER - Berdalih surat suara lebih sedikit dibanding di Pilleg kemarin, KPUD Kabupaten Jember melibatkan 300 pekerja untuk melipat 1.752.729 lembar surat suara.
Karena jenis surat suara lebih sederhana, satu surat suara hanya dihargai Rp 50. KPUD Jember, akan melipat 1.752.729 lembar surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar tanggal 8 Juli 2009.
Pelipatan surat suara ini akan melibatkan 300 pekerja lipat yang akan disaring dari masyarakat. Humas KPUD Jember, Gogot Cahyo Baskoro, mengatakan pelipatan ini akan dilakukan paling lambat Rabu depan.
Karena surat suara yang akan dilipat untuk Pilpres lebih sedikit dan lebih sederhana. Sehingga pihaknya akan melibatkan 300 tenaga lipat.
Sementara, pengerjaannya hanya satu shift setiap harinya. Dijelaskan bahwa tenaga pelipat ini akan diupah Rp 50 perlembarnya.
Gogot mengatakan karena surat suara sangat utama dan mendesak sehingga KPUD mengambil kebijakan pengiriman surat suara tersendiri ke PPK, tidak dibarengkan dengan logistik lainnya. kim


UJIAN PAKET C DIGELAR SERENTAK

JEMBER - Pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C, digelar di Kabupaten Jember Selasa (23/6).
Sedikitnya 1.647 siswa diperkirakan akan mengikuti ujian terdiri dari 862 siswa dari pendidikan formal. Sedang dari pendidikan non-formal ada 785 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember, Drs H Achmad Sudiono, Msi, menyatakan peserta UNPK dari jalur sekolah formal dan reguler cukup besar yakni mencapai 1647 peserta.
Sedang mata ujian yang akan diujikan meliputi tujuh pelajaran, terdiri Matpel IPA dan IPS. Kadiknas mengatakan siap memberikan Surat Keterangan mengikuti UNPK untuk siswa yang ingin mendaftar ke Perguruan Tinggi.
Bahkan dia sudah berkoordinasi dengan sejumlah Perguruan Tinggi, sebab pengumuman UNPK belum diketahui secara pasti.
Sedang pelaksanaan ujian di SMK Negeri 4 Jember Selasa, sempat ditunda selama satu jam karena soal ujian tak segera datang. Padahal soal ujian itu sebelumnya disimpan di masing-masing Polsek, tempat ujian digelar. kim


SPIDOL MERAH UNTUK CONTRENG

JEMBER - Tepat H-16 menjelang Pilpres, KPUD Jember, menerima 19.624 buah alat contreng. Seluruh logistic diperkirakan tiba di Jember maksimal tanggal 25 Juni.
KPUD Jember, Selasa (23/6) menerima 19. 624 buah alat contreng, berupa spidol merah dari KPU Pusat.
Humas KPUD Jember, Gogot Cahyo Baskoro, mengatakan, setelah menerima sejumlah logistic seperti surat suara dan tinta, dia juga menerima 19.000 lebih spidol warna merah.
Spidol tadi nantinya akan digunakan untuk alat contreng. Jumlah sebanyak itu sesuai kebutuhan KPUD Jember dengan rincian tiap satu TPS akan mendapat empat spidol.
Selanjutnya, logistic tersebut akan dikirimkan ke PPK untuk segera diset dan dikirim ke masing-masing PPS dan KPPS.
Selain mendapatkan pengiriman alat contreng pihaknya juga menerima logistic berupa spidol kecil hitam untuk penulisan berita cara sebanyak 19.624 buah, ballpoint hitam dan spidol besar masing-masing sebanyak 9812 buah. kim


Senin, 22 Juni 2009

SWADAYA, AKHIRNYA PEMERINTAH MELEK


• Geliat Hippam Aeng Bening Silo


JEMBER – Sejak tahun 1999-2000 tokoh masyarakat H Sayadi, merintis pengadaan air bersih bagi masyarakat Desa Karangharjo, Kecamatan Silo tanpa pamrih, dan tanpa bantuan pemerintah. Kini, hasilnya mulai terasa. Kendati terkesan tak dihiraukan Pemerintah Kabupaten, tapi Pemprop Jatim melalui Dinas PU Cipta Karya, berencana membantu.
Karena paguyuban Himpunan Petani Pengguna Air Minum (HIPPAM) Aeng Bening yang membawahi Hippam Torap, dan Hippam se Kabupaten Jember ini mendapat penghargaan terbaik sebagai masyarakat pengelola air minum yang paling professional di tingkat Jawa Timur.
H Sayadi, Ketua Hippam Torap, sekaligus Ketua Paguyuban Hippam se Jember kemarin menerima penghargaan berupa kunjungan dari Hippam Tuban, terdiri dari Desa Kedungrejo, Desa Mliwang, dan terutama di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Tak hanya itu, penghargaan itu juga berasal dari PT Holcim, Tbk, yang berencana membuat pabrik Semen di Tuban.
“Saya kira ini penghargaan, buat kami Hippam Torap di Karangharjo, Silo. Setelah sekian lama tak ada yang memperhatikan kini kita menjadi bahan rujukan untuk mencari kaweruh bagi Hippam dari Tuban,” ujar H Sayadi, didampingi Istono Asrijanto, sekretaris nya.
Yang menarik, bahwa kondisi Hippam di Tuban berbeda dengan Hippam di Jember. Jika di Jember sumber mata air, bisa melalui berbagai cara tapi jika di Tuban, tidak ada sumber. Satu satunya cara adalah dengan jalan mengebor.
“Beruntung ada PT Holcim, yang berencana mendirikan pabrik di Desa Mliwang. Desa ini tak ada air, berdasar penelitian Geologi ITB. Jadi harus mengebor sedalam 135 meter, masyarakat mana mungkin ada anggaran. Tapi PT Holcim, merealisasikan itu,” ujar Anang Hudianto, Project Manager PT Holcim, diamini oleh Imam Wahyudi, Kasi PMD Kecamatan Kerek, Tuban yang ikut rombongan.
Tentu, saja perbedaan muncul. Jika di Tuban pengurusan Hippam itu harus mengeluarkan biaya operasional, selain bertarif. Di Jember tidak perlu biaya operasional. Karena sistemnya menggunakan sumber air dari gunung dengan system gravitasi bumi.
“Tapi minimal banyak ilmu tentang system gravitasi yang bisa kita ambil dari Hippam Torap Silo ini. Kami juga belajar penguatan kelembagaan,” tandas Imam Wahyudi, yang juga Pembina Hippam di Kecamatan Kerek.
Kini, ke depan Hippam Torap, melalui paguyuban Aeng Bening telah memiliki jaringan sambungan rumah (SR) sebanyak 705 KK. Semua memakai meteran. Setiap meter pengguna air minum ini dikenai biaya Rp 1.000. Jika terlambat membayar dikenai system denda Rp 5.000.
Menurut Sayadi, mayoritas maksimal pemakaian air boros masyarakat Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, tak lebih dari Rp 10.000 per bulan. “Sambungan kita dari sumber mata air, sekitar 18 Km. Dan total jaringan kita sudah mencapai 38 km sambungan utama dan SR,” ujar Sayadi. kim

BUPATI CASTING IKLAN BBJ




• “Ayo ke Jember” Diulang ulang


JEMBER- Berbekal kata bijak “Kemauan yang kuat seseorang akan bisa mengalahkan segalanya, “.
Begitulah yang ada di benak Bupati MZA Djalal, dalam mempromosikan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang sering mendapat pro dan kontra.
Demi mewujudkan mimpi indah masa depan masyarakatnya MZA Djalal, terus membuat media promis, salah satunya casting iklan. Ada yang menarik di balik casting iklan BBJ itu.
MZA Djalal, selepas kunjungan kerja ke Desa Bintoro meresmikan acara pencanangan perbaikan bedah rumah dilanjutkan casting iklan di rumah produksi bersama Humas Pemkab Jember untuk ditayangkan TV nasional.
Kendati hanya iklan, tapi faktanya tidak mudah membuatnya. MZA Djalal, harus berkali – kali casting diambil gambar dan statemennya.
Ada sekitar 30 kali pengambilan gambar dan berkali-kali mengulang ucapan serta gaya tubuh yang paling baik menurut Direct Operasional Photograph (DOP) alias Sutradara.
Keseriusan Bupati, saat casting benar-benar diuji. Kendati saat itu sekitar pukul 12.00 WIB kondisinya masih keroncongan perut. Tapi, hal itu tak mengendorkan niatnya.
Bahkan suasana kekeluargaan terjadi saat casting dimulai antara Bupati Djalal dengan crew. Sesekali muncul canda dan tawa.
“Wah kalau begini nanti kalah pemain sinetron lainnya,” jelas Djalal sembari ketawa.
Dalam pengambilan gambar tidaklah semudah dan sesingkat yang dibayangkan oleh MZA Djalal. “Ayo ke Jember” sebagai ikon kata kata itu harus diulang-ulang sampai 6 kali dan sampai Bupati Djalal merasakan kehausan.
“Regar, tolong ambilkan minum, saya haus,” ujarnya.
Melihat semangat Bupati Djalal saat acting pengambilan gambar, kesan kuat yang muncul dari bibir pengarah cara sekaligus director “Orbit” entertainment terungkap.
“Pak Djalal meski baru hadir dari acara, beliau menunjukkan rasa yang excited dalam pengambilan gambarnya,” cetus Wawan sang direct otbit enterntaiment.
Wawan juga mengaku kendati harus berkali-kali diulang dalam pengambilan gambarnya, selain manut meski dalam menyuarakan dengan lantang disetiap actingnya.
“Cut............dan action........., berkali-kali tapi beliau mau juga diulang berkali-kali, rasa kekuatan serta keinginan yang sangat kuat dalam mempromosikan jember kedepan tersebut, ada pada diri Bupati Djalal serta beliau enjoy dengan semua itu,” ungkapnya.
Saking semangatnya Bupati Djalal sering mengecek sendiri hasil gambar yang diambil Crew. kim

Sabtu, 20 Juni 2009

MINAT BACA WARGA MENINGKAT


JEMBER - Untuk mengangkat minat baca masyarakat Jember, Kantor Perpustakaan dan Arsip Pemkab Jember terus melakukan terobosan.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Drs Sutrisno Msi, di ruang kerjanya.
Salah satu pekerjaan rumah (PR) bukan semata mata tanggung jawab Kantor Perpustakaan. Tapi, adalah tangungjawab bersama, masyarakat yang harus menjadi kebiasaan yang harus selalu dikembangkan sejak dini.
Peran tersebut hanya bisa dilakukan oleh keluarga. Sutrisno, mengatakan bahwa Kantor Perpustakaan hanya sebagai wadah Pemerintah untuk menyediakan sarana prasarana pengembangan minat dan budaya baca anak anak dan masyarakat.
Indikator peningkatan peminat baca di Jember meningkat terlihat dari pembaca di bus perpustakaan keliling. Yang datang ke bus perpustakaan keliling meningkat. Dari 6 bulan terakhir lonjakan minat baca sangat terasa, berkisar 50-65 persen.
Ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun lalu. Untuk tahun ini anggota yang terdaftar sebagai peminjam buku di perpustakaan ini mencapai 3.000 anggota.
Tahun 2009 mencapai 5.000 anggota. Pengunjung perpustakaan dan perpustakaan keliling mengalami penurunan bulan April hingga Mei. Dikarenakan bulan bulan itu pengunjung dari siwsa sedang memasuki UAN dan kenaikan kelas.
Gambaran singkat bahwa Kantor Perpustakaan akan segera menggelar pameran buku bekerja sama dengan Pengusaha Penerbit Indonesia (PPI) untuk mewarnai BBJ. Selain untuk merangsang minat dan budaya masyarakat dalam membaca.
“BBJ bukan hanya kegiatan lomba-lomba sport, tapi juga sebagai wadah mengasah intelengensi masyakat Jember,” ujarnya.
Kegiatan itu diharapkan bisa sukses, karena Kantor Perpustakaan seratus persen akan menggandeng swasta dan segera dijadikan tempat pembuktian bahwa swastapun juga ikut berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemeran buku di BBJ 2009. kim

LANSIA DUKUH MENCEK PROMOSI BBJ


JEMBER - Promosi Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) bukan hanya menjadi tugas pemerintah tapi masyarakat diharap turut andil memperkenalkan even itu.
Bayangkan, masyarakat lansia warga Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, di Kantor Desa setempat, menggelar senam aroebik sebagai bentuk kepedulian warga lansia mempromosikan BBJ.
Sikap pro-aktif seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberi multiplier efek BBJ terhadap nama Kota Jember.
Kepala Desa Dukuh Mencek, Santoso mengatakan BBJ yang sejatinya adalah untuk memperingati HUT RI diharap mampu menggugah semangat dan rasa kebangsaan di masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Jember untuk memperkenalkan Jember ke seluruh Indonesia, bahkan ke seluruh dunia,” kata Santoso.
Tentu saja dengan cara-cara yang baik dan santun. Sehingga, promosi yang dilakukan akan menciptakan kondusifitas dan simpati masyarakat luas.
“Kalau kita sebagai warga Jember mau mencermati, bahwa BBJ adalah wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten terhadap masyarakat agar bisa terhibur dan memanfaatkan BBJ sebagai tempat mengais rejeki. Makanya saya harap masyarakat jangan melihat BBJ sepotong-sepotong, tapi secara utuh,” ujarnya.
Warga lansia Desa Dukuh Mencek, berupaya ikut serta berpartisipasi menyemarakkan BBJ yang bisa dipromosikan ke luar Jember.
Karena BBJ dikemas dengan nuansa berbeda maka BBJ diharap mendapat dukungan rakyat dan mampu mengangkat ekonomi masyarakat sesuai 3 dimensi yang ingin dicapai BBJ. kim

Jumat, 19 Juni 2009

KOPTAN ARGOPURO DITAGIH BANK BUKOPIN 1,1 M

KADISKOP : “Koperasi Bermasalah KUT Tidak Akan Dibekukan"

JEMBER - Kredit Usaha Tani (KUT) yang digelontor pada tahun anggaran 1999/2000 itu sampai sekarang masih bermasalah. Total nilai tunggakan di Kabupaten Jember adalah Rp 112 Milliar, dari 120 lembaga yang mendapat kucuran dana dari Kementerian Koperasi era Habibie tersebut.
Kini, pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan penagihan dan juga penutupan koperasi yang tidak sehat itu. Dalam aturan Undang – undang dan peraturan pemerintah bahwa Koperasi yang tidak aktif dan tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) akan ditutup.
“Tapi, koperasi yang mendapat kucuran dana KUT dan bermasalah sampai sekarang menunggak tidak akan pernah ditutup sebelum persoalan itu diselesaikan. Tidak ada dasar pemutihan hutang KUT. Dan sampai kapanpun tetap akan dipersoalkan,” ujar Ir Mirfano, Msi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Jember.
Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik dan mengembalikan uang KUT dari koperasi penerima KUT yang nakal itu. Dari 120 lembaga penerima KUT se Kabupaten Jember, ada 49 berbentuk KUD, 49 lembaga berbentuk Koperasi Tani (Koptan), Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) ada sekitar 20 buah, dan LSM ada 2 lembaga.
Ditanya langkah apa lagi yang harus ditempuh untuk mengembalikan keuangan negara itu ? Mirfano, mengaku belum bisa berbuat banyak. Tapi, dia memiliki langkah yang nantinya akan sinergi dengan Kementerian, Departemen Koperasi Propinsi, dan aparat. “Kita akan lakukan upaya. Tapi, kalau langkah penyehatan koperasi di Jember kita lihat aturannya. Soal penunggak KUT itu, kita masih cari terobosan. Mungkin dalam waktu dekat,” ujar nya.
Sekadar diketahui, tagihan terakhir datang dari PT Bank Bukopin, sebagai chanelling KUT. Bank Bukopin ini menagih hingga surat teguran III, ke Koperasi Petani (Koptan) Argopuro yang beralamat di Jl Argopuro Badean, Kecamatan Bangsalsari. Total tagihan yang harus diselesaikan Koperasi Argopuro ini adalah Rp 1.135.304.017. Dengan rincian pokok yang harus dilunasi deadline 21 Januari 2001 adalah Rp 422.854.017, dan Rp 712.450.000.
Selain Bank Bukopin, sebagai chanelling KUT yang tercatat lain adalah PT Bank Danamon, BRI, BNI 46, Bank Muammalat, dan BTPN. Dari sekian chanelling bank itu, yang aktif melaporkan ke Dinas Koperasi perkembangan tagihan itu adalah BRI. Tapi,sekadar laporan tidak ada pemasukan dari para penunggak KUT itu.
Ir Mirfano, selaku Kepala Dinas Koperasi berkewajiban untuk menertibkan koperasi koperasi yang sehat dan tidak sehat. Koperasi yang sehat dan masih aktif, artinya menggelar RAT rutin, dan memiliki pengurus dan usaha yang sehat, akan terus dibina oleh pemerintah. Tapi, koperasi yang tidak sehat, baik karena tidak memiliki anggota, tidak memiliki kantor, tidak pernah RAT dan lain sebagainya telah dibekukan. Khusus untuk Koperasi yang belum melunasi tunggakan KUT tersebut tidak akan dibekukan sampai kapanpun sebelum tunggakannya diselesaikan. kim

TKI SUMBANG PEMKAB RP 47 MILLIAR PER TAHUN

JEMBER - Krisis ekonomi global mulai mereda. Sehingga Bank Indonesia Jember berharap kiriman remittance dari TKI di luar negeri bisa meningkat dibanding tahun 2008 lalu.
Selama 3 bulan pertama di tahun 2009, eks karesidenan Besuki menerima kiriman dari luar negeri sebesar Rp 156 Milyar lebih.
Tiga bulan pertama tahun 2009, 4 Kabupaten eks Karesidenan Besuki menerima transfer dana dari luar negeri (Remittance) sebesar Rp 156.Milyar lebih.
Transfer dana dari luar negeri tadi merupakan penghasilan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikirim ke Indonesia, mulai dari Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan sejumlah negara lain.
Kepala Bank Indonesia Jember, Rasyid Madjid, dalam seminar survey pola remitansi di wilayah eks karesidenan Besuki, di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/6) kemarin mengatakan dari jumlah sebesar itu, Kabupaten Banyuwangi masih menempati urutan pertama terbanyak yang mendapatkan kiriman sebesar Rp 48,2 Milyar.
Di peringkat kedua adalah Kabupaten Jember sebanyak Rp 47 Milyar. Selanjutnya, Kabupaten Situbondo sebanyak Rp 6,28 Milyar, lalu Kabupaten Bondowoso Rp. 4,36 Milyar.
Rasyid mengatakan jumlah remittance itu diprediksi bertambah hingga akhir tahun 2009. Kendati tahun 2008 lalu sempat terjadi krisis ekonomi global, tapi diharapkan jumlah kiriman dari luar negeri tadi bisa meningkat lebih tinggi dibanding tahun 2008.
Rasyid juga merinci di tahun 2008 lalu, jumlah remittance yang masuk ke empat Kabupaten Eks Karesidenan Besuki sebesar Rp 366 Milyar rinciannya : Kabupaten Banyuwangi sebanyak Rp 185 Milyar, Jember Rp 111,2 Milyar, Situbondo Rp 9,5 Milyar dan Bondowoso, mendapat Rp 29 Milyar. kim


PABRIK SEMEN RESMI DIBANGUN



• Produksi 1000 – 3000 ton Per Hari

JEMBER – Akhirnya, Kabupaten Jember yang telah lama mengidamkan memiliki pabrik semen sendiri terwujud. Kamis (18/6) pagi, Bupati MZA Djalal, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan pabrik semen di kawasan Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
“Semoga niat baik ini akan membawa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Jember,” ujar Bupati Jember Ir MZA Djalal Msi, saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik semen PT Puger Jaya Raya Sentosa, kemarin.
Djalal mengatakan pembangunan pabrik semen ini adalah kerjasama antara Pemkab Jember dengan Pemerintah China. Bupati tidak menjelaskan komposisi kerjasama itu.
“Kita memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat china. Saya mohon mereka menginvestkan uangnya di Jember, agar ekonomi Jember semakin meningkat,” ujarnya.
Produksi pabrik ini direncanakan menyuplai bahan bangunan untuk kawasan Jember, dan Kabupaten sekitar dengan harga bersaing. Selain akan berdampak dengan kehidupan masyarakat sekitar Puger, masyarakat diharap menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban.
“Kalau ada sesuatu yang tidak cocok, musyawarahkan bersama dan jangan melakukan demonstrasi,” ujar Bupati.
Bupati berharap investor akan banyak menginvest Jember karena dia berjanji menjamin memberi kemudahan terutama soal perijinan.
“Karena bagi saya, bagi pengusaha yang serius untuk menanamkan modalnya di Jember akan dibantu sepenuhnya, asalkan investasinya sesuai,” tegasnya.
Bos Pabrik Semen PT Puger Jaya Raya Sentosa, Hengky Sugiharto Gunawan menjelaskan bahwa keinginan mendirikan pabrik semen ini adalah setelah dari kunjungan di China karena melihat ada banyak pabrik kecil yang menunjang perekonomian masyarakat setempat.
Dia mengaku langsung menghadap Bupati dan disetujui untuk dibantu perijinan. “Kami langsung mengurus perijinan dibantu Bupati dengan mengerahkan stafnya di bagian perijinan,” tegasnya.
Selain disaksikan para pengusaha, kepala dinas, juga dihadiri konjen China di Surabaya saat peletakan batu pertama kemarin. Dia berharap pabrik semen itu bisa menjamin kebutuhan bahan bangunan murah bagi warga setempat.
“Kandungan bahan baku semen di Jember sangat potensial mencapai ratusan juta ton dengan kualitas terbaik. Dan dimungkinkan mampu memasok industri berkapasitas dua juta ton per tahun,” ujarnya.
Untuk penyelesaian bangunan pabrik diperkirakan memakan waktu 8 bulan secara bertahap. Kapasitas produksi awal adalah 1.000 ton per hari kemudian tahap berikutnya pembangunan dengan kapasitas 3000 ton per hari.
“Ini pabrik mini yang bisa mencukupi kebutuhan semen di Jember,” ujarnya.
Pabrik dalam membantu ekonomi warga, akan menyerap tenaga kerja mencapai 300 - 500 orang. “Pabrik semen ini akan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar Puger dan Jember pada umumnya,” pungkasnya.kim


Rabu, 17 Juni 2009

MZA DJALAL, MINTA TIWUL DIPASARKAN DI AJANG MTQ


JEMBER- Harapan Bupati MZA Djalal, Msi, untuk menggairahkan sektor ekonomi kerakyatan agaknya perlu mendapat dukungan dari semua pihak.
Tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat juga harus mau melakukan dengan cara lebih aktif dalam setiap program pemberdayaan yang diluncurkan pemerintah.
Keinginan Bupati Djalal, menggairahkan sektor ekonomi kerakyataan Rabu, 17 Juni lalu terlontar dalam acara Dialog Solutif Bedah Potensi Kelurahan, di Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang.
Bupati MZA Djalal, meminta masyarakat Kelurahan Jumerto untuk berperan aktif menyambut Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang dilaunching akhir Mei lalu.
Masyarakat diajak untuk ikut ambil bagian dan memanfaatkan perhelatan BBJ bisa lewat penyediaan (penjualan) makanan rakyat yang sering diproduksi di desa itu makanan rakyat, dan lain sebagainya dipamerkan di pagelaran BBJ semisal, jajanan orok orok, tiwul atau sawut.
Kata dia, makanan rakyat itu bisa ditampilkan di arena BBJ terutama dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Propinsi Jatim tanggal 19 s/d 25 Juli 2009 mendatang.
“Kalau perlu diadakan semacam festival makanan rakyat. Mungkin dalam waktu dekat, atau pada saat MTQ, atau juga saat digelarnya kegiatan panjat pinang dalam mendukung BBJ,” ujar Bupati Djalal.
Dengan peran serta masyarakat di BBJ melalui hasil penjualan jajanan produksi makanan rakyat diharapkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Patrang, akan membaik.
Itu karena kegiatan produksi makanan rakyat hampir bisa ditemui di semua Kelurahan di Kecamatan Patrang.
Sehingga dengan pelibatan masyarakat melalui BBJ dengan penjualan jajanan hasil produksi makanan rakyat, ekonomi masyarakat di Kecamatan Patrang akan semakin bergairah selain akan lebih membuat terkenal Kelurahan Patrang atau Jember.
“Makanan khas tiwul ini banyak disukai masyarakat, di samping harganya murah, termasuk rasanya dan kemasannya sangat menarik,” tegasnya.
Menanggapi itu, Camat Patrang, Drs Gatot Suharsono, M.Si, menyatakan bersedia menindaklanjutinya
“Kami akan segera menindaklanjuti, sebagaimana disampaikan Bapak Bupati tadi, di acara Bedah Desa di Kelurahan Jumerto. Bahwa wilayah Kecamatan Patrang sangat potensi makanan khas rakyat seperti orok orok, tiwul dan sawut,” tegasnya.kim

MZA DJALAL : BBJ BUKAN PESAING HUT RI


Bedah Potensi di Kelurahan Jumerto

JEMBER - Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI setiap tahun adalah kewajiban bagi rakyat Indonesia untuk benar-benar mengenal jati diri.
Bangsa Indonesia pernah lahir berjuang dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Dan ini membuktikan bangsa lain di dunia ini agar mengetahui bahwa Negara Indonesia ini ada merupakan negara yang berdaulat serta tidak diperoleh dari pemberian bangsa penjajah,“ jelasnya.
Di Kabupaten Jember Proklamasi RI akan ditingkatkan kembali kualitasnya yang lebih bagus dan dapat dinikmati oleh masyarakat terutama dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu agar kegiatan berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, maka Pemkab Jember menawarkan dan melaksanakan konsep pengelolaannya berupa manajemen Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
“Jadi BBJ tidak menjadi pesaing peringatan Agustusan, justru akan mendorong masyarakat lebih giat dalam memperingati Agustus tentu lebih berkualitas dan bermanfaat,“ ujarnya.
Sehingga dalam pelaksanaan BBJ terdapat 3 dimensi dan makna terkandung di dalamnya. Makna itu akan mencakup keinginan untuk mengenang kembali dan menghargai pejuang yang telah gugur merebut negara ini dari tangan penjajah yang disebut dengan dimensi historis.
“Kita himbau kepada masyarakat untuk mengibarkan sang saka merah putih di setiap sudut kota dan desa bahkan hingga ke pelosok kampung,“ sebutnya.
Makna dan dimensi berikutnya diharapkan dalam setiap pelaksanaan kegiatan akan memacu pergerakan perekonomian masyarakat kecil untuk menjajakan aneka macam makanan dan minuman.
Sehingga dengan banyaknya kegiatan yang digelar selama berlangsungnya BBJ mendorong peningkatan omzet penjualan pedagang kecil di Kabupaten Jember.
“Belum lagi apabila event yang kita selenggarakan berkualitas, maka tidak mustahil para penonton yang datang berasal dari luar Kabupaten Jember sendiri,“ yakinnya.
Tapi, kata Djalal, dimensi yang tidak kalah pentingnya adalah ingin mencetak atlit yang berprestasi yang berasal dari Kabupaten Jember. Tidak saja berkelas nasional bahkan diharapkan bisa menjadi atlit yang dibanggakan ke tingkat Internasional.
“Dengan demikian Jember akan lebih terkenal dengan berbagai prestasi olahraga dan membawa nama baik Kabupaten ini ke manca negara, “kilahnya.
Sehingga BBJ tidak patut dibandingkan atau pesaing di peringatan Agustusan. Malahan justru BBJ merupakan pendorong, agar peringatan Agustusan lebih berkualitas, bermakna dan bermanfaat.
“Agar ini dapat sukses, diminta semua elemen ikut bertanggung jawab dan berperan serta mengambil bagian setiap kegiatan yang berlangsung, “pintanya.
Bupati Djalal berpesan kepada perangkat untuk memobilisasi masyarakat, untuk bergotong royong dan kerja bakti membersihkan lingkungan rumahnya.
“Meski semua ini akan dimulai 1 Juli mendatang, rupanya di beberapa tempat sudah mulai bergerak untuk melaksanakan kegiatan tersebut,“ tegasnya.kim/mc

PENYANDANG CACAT KIRAB LINGKOT


JEMBER - Dengan keterbatasan minim, puluhan penyandang tuna daksa (cacat tubuh) berpawai keliling kota (lingkot).
Kirab ini adalah inisiatif para penyandang cacat (penca) untuk memacu semangat warga menyemarakkan momen Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Berbekal semangat itu, Penca berharap dianggap sebagai manusia normal. Sekitar 30 penca berkonvoi di jalanan kota sepanjang 20 kilometer.
Start konvoi dimulai dari Alun-alun Kota melewati Jl A Yani- Trunojoyo- KH Sidiq- Gajah Mada-Teratai-Manggar-Cendrawasih-dr Soebandi-PB Soedirman dan berakhir di Kantor Dinsos.
Dalam konvoi para penca mengendarai sepeda motor beroda tiga. Tiap peserta menghiasi kendaraan dengan kertas warna, dan memasang yel-yel BBJ di sepeda motornya.
Tak heran rombongan ini sempat menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Lantaran, baru kali ini masyarakat disuguhi tontonan yang cukup unik itu.
Iring-iringan sepeda motor itu melaju dengan kecepatan rata-rata di jalanan yang cukup ramai. Guna menjaga keamanan selama pawai, Dinsos mengawal dengan mobil SAR.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Drs Suhanan, Mpd mengatakan konvoi ini digelar untuk menyemarakkan BBJ.
Selepas peringatan Hari Lansia 12 Juni di Alun-alun Kota Jember mereka menggelar acara bersama di Alun-alun Kota Jember, kirab BBJ.
Kendati memiliki keterbatasan fisik, semangat para penca luar biasa. Selain pawai guna memberi sentuhan BBJ agar masyarakat terpicu untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan BBJ juga menjadi semangat untuk menyemarakkan HUT RI.
Setidaknya, hal itu adalah wujud partisipasi nyata para penca mendukung BBJ. “Ini merupakan bentuk dari partisipasi penca dalam menyemarakkan program BBJ yang digagas oleh Bupati Jember,” tegasnya.
Dalam konvoi itu seakan terkandung pesan berarti kepada masyarakat luas bahwa kendati penca memiliki keterbatasan fisik. Tapi, semangat memperkenalkan dan mempromosikan Jember tak kalah dengan manusia normal.
Menurut Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Putut Siswo P, ide pawai keliling kota itu muncul dari kalangan Perpenca. Jika sebelumnya Pemkab beserta jajaran launching dengan mengirab Logo BBJ kali ini penca melakukan pawai promosi BBJ dengan caranya sendiri.
“Ide kirab ini muncul dari inisiatif Perpenca, mereka ingin turut berpartisipasi dalam BBJ dengan cara mereka sendiri,” ujarnya. “Walaupun mereka memiliki serba keterbatasan tapi dari sisi semangat tidak ingin kalah dengan manusia normal,” ungkapnya.
Kirab ini dimulai pukul 07.30 WIB selepas acara penyerahan bantuan oleh Dinsos kepada 2 kube Penca yang lulus Diklat Wirausaha Penca di Liposos sejak 13 Mei- 4 Juni. kim/mc

Selasa, 16 Juni 2009

BAGI HASIL CUKAI ROKOK PERLU DIKAJI ULANG


JEMBER - Kabupaten Jember sebagai pusat tembakau Jawa Timur, tak bisa dipungkiri.
Bahkan sudah terkenal ke mancanegara. Tembakau Jember telah menjadi konsumsi dunia. Dari situ, pendapatan dari cukai rokok sebagai pemasok utama devisa negara hendaknya dibahas sistem bagi hasilnya antara Pusat dan Daerah.
Itulah tema Seminar sehari Strategi dan Kebijakan Peningkatan Cukai Rokok di Pendopo Wahyawibawa Graha, Senin (15/6).
Seminar dihadiri Bupati Jember, pengusaha rokok kecil dan menengah, pakar tembakau Jember, Ka. Biro Perekonomian Jatim, Perwakilan Kantor Bea & Cukai Jawa Timur.
Menurut Kabiro Perekonomian Jatim, Dr. Ir. Rb. Fattah Yasin, Msi, bahwa melihat potensi di Propinsi Jatim sangat besar menyumbang devisa negara.
Selain Jawa Timur sebagai lumbung pangan, pusat perkebunan tebu, dsb juga banyak disumbangkan oleh Kabupaten produktif lain diantaranya Kabupaten Jember.
“Meski diakuinya, bahwa kontribusi dari dampak itu tak sepadan dari apa yang diberikan oleh daerah ke pusat, “ katanya.
Karena itu sudah sepantasnya dengan otonomi daerah seharusnya pembagian itu haruslah seimbang. Mengingat kebutuhan Kabupaten dalam membangun infrastruktur yang baik dan mempermudah para petani dalam meningkatkan hasil produksi.
Pada dasarnya daerah hanya menerima dari hasil cukai rokok 2 % dari hasil penjualan cukai. Dan dana hasil pembagian cukai diserahkan oleh pusat melalui pemerintah Propinsi dalam bentuk pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan fasiliatas umum.
Bupati Jember, MZA Djalal mengungkapkan bahwa melihat dari kontribusi yang sangat besar itu tak selayaknya daerah hanya menikmati 2 % dari penjualan cukai.
Bayangkan, Jawa Timur mempunyai 3 Kabupaten penghasil tembakau terbaik nasional, dan mancanegara semisal Bojonegoro, Pamekasan, dan Jember.
MZA Djalal, mengatakan pabrik rokok terbanyak juga ada di Jawa Timur. Bayangkan, jika setahun Kabupaten Jember lewat satu pengusaha kecil rokok memberi kontribusi Rp 150 ribu/bulan,”Jika dikalikan 1 tahun sudah berapa?, “ sergahnya.
Karena itu jika hanya mendapat 2 %, dan diterima Pemprop dalam bentuk pembanguan fasilitas tidak adil. Terlebih konsumsi rokok di Jember tergolong sangat tinggi. Perhari produsen rokok bisa menjual hampir ± 2 ribu-3 ribu batang.
Karena itu Djalal, meminta Pemprop sebagai pemegang wilayah agar mampu mengakomodir Kabupaten sebagai bahan rujukan kembali membahas pembagian hasil cukai antara pusat dan daerah.
Hal itu karena kebutuhan daerah juga sangat tinggi, khususnya dalam kebutuhan Kabupaten dalam meninkgatkan kualitas SDM. kim

BUPATI MINTA INVESTOR SEGERA BERINVEST DI JEMBER


JEMBER - Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Jember sangat luar biasa dan belum banyak dimanfaatkan investor.
Hal itu membuat Bupati Jember MZA Djalal mengundang pengusaha dan perbankan untuk menanamkan investasinya saat ini juga dan jangan menunda-nunda waktu.
“Kami ajak para pengusaha dan berduit jangan menunda waktu untuk menanamkan investasinya di Jember, menyesal kalau tidak dimulai dari sekarang, “ ujar MZA Djalal.
Bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha, jika potensi dan peluang yang baik ini tidak dapat dimanfaatkan para pengusaha Jember sendiri, maka sangat disayangkan jika nanti ada investor luar Jember yang masuk.
“Lagi pula soal perijinan jangan diragukan lagi, tergantung para pengusaha minta waktu berapa hari ? pasti dilayani dengan baik,” ujarnya.
Potensi SDA kata MZA Djalal diantaranya tanaman tembakau yang hampir tersebar di seluruh wilayah ini ditambah dengan banyaknya tambang baik, kapur dan pasir besi yang belum tereksplorasi dengan baik.
“Namun sudah ada pengusaha yang tertarik akan mendirikan pabrik semen dan mudah-mudahan tidak lama lagi impian mendirikan pabrik itu akan terwujud, “yakinnya.
“Yang penting para investor serius dan ingin menanamkan modalnya, akan kami bantu sepenuhnya termasuk pengurusan perijinannnya, “ tambah MZA Djalal.
Sementara itu dunia perbankan Jember cukup welcome menyambut ajakan Bupati Jember MZA Djalal, bahkan siap membantu para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. “Yang pasti modal para investor akan dijamin aman apabila bergabung dengan Perbankan di wilayah ini,” ujar Rasyid Kepala Kantor Bank Indonesia Jember. kim

PENYANDANG CACAT DILATIH JADI TEKNISI


JEMBER - Kendati memiliki keterbatasan fisik, sebanyak 20 penyandang cacat tubuh (tuna daksa) bisa berkompetisi dengan manusia normal.
Bahkan, kini telah mampu bersaing di dunia kerja. Setelah mendapatkan pelatihan intensif teknik servis komputer dan hand phone (HP) di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos), selama 25 hari.
Keterbatasan kini tidak lagi menjadi penghalang bagi 20 peserta pelatihan dan pendidikan servis komputer dan HP, dari peserta penyandang tuna daksa.
kemampuannya telah teruji di pelatihan yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember selama sebulan.
Dengan begitu, kemampuan mereparasi perangkat keras teknologi computer dan HP yang kini menjadi alat operasi Teknologi Informasi (TI) sangat membantu penyandang cacat untuk hidup mandiri, dan tak bergantung pada orang lain.
“Ini akan menepis pandangan miring masyarakat, yang selama ini mengatakan bahwa penyandang cacat hidupnya bergantung pada orang lain. Karena ke depan mereka mampu bekerja dengan keahlian yang telah didapatkannya,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Drs Suhanan, Mpd, dalam acara Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Kewirausahaan Penyandang Cacat yang dilaksanakan mulai 13 Mei-4 Juni.
Ia mengatakan, pelatihan teknik servis HP dan computer merupakan upaya Dinas Sosial guna melakukan rehabilitasi dan melatih penyandang cacat (penca) supaya mampu bersaing di dunia kerja, sebagaimana orang normal pada umumnya.
Sebagai bagian dari masyarakat mereka perlu memberikan sumbangsih dalam pembangungan. Melalui komitmen tak tergantung pada orang lain mereka berusaha hidup berdikari berbekal kemauan dan kemampuan.
“Sekarang anda tidak perlu merasa rendah diri, karena walaupun anda memiliki keterbatasan dari sisi fisik. Tapi, secara kemampuan otak dan keahlian tingkatan anda sama dengan manusia normal pada umumnya,” ungkapnya, ketika memberikan motivasi pada para penca.
Kadinsos mengatakan pelatihan kepada 2 kelompok usaha belajar (kube) – tiap kube ada 10 orang - itu berakhir dan rencananya mereka akan diberi bantuan peralatan lengkap servis HP dan computer.
Untuk menunjang proses kemandirian 2 kube penca yang telah lulus Dinsos akan memberikan bantuan seperangkat alat servis HP dan computer dan diharapkan mereka bisa bekerja.
“Peralatan yang diberikan oleh Dinsos nanti harus digunakan untuk bekerja secara kelompok, kalau tidak nanti akan saya ambil lagi,” ujarnya berkelakar.
Bahkan, Dinsos akan memberikan fasilitas ruang perbengkelaan di Liposos untuk sementara waktu, jika tidak ada tempat untuk membuka usaha.
“Bila ke depan 2 kube ini tak memiliki tempat untuk membuka usaha sampaikan saja ke Dinsos. Nanti saya akan memberikan fasilitas tempat bengkel untuk sementara waktu,” ujarnya pada para penca yang hadir.
Lebih jauh pihaknya menyatakan, penca yang sudah dilatih oleh Dinsos itu siap terjun ke dunia kerja. Setiap 2 minggu sekali, penca itu akan mengikuti kegiatan rutinitas yang dihadiri oleh para teknisi HP di Jember. Guna membahas teknologi terbaru dan tukar-menukar informasi seputar teknik servis HP.
Dengan demikian, kemampuan dan keberadaannya telah diakui oleh para teknisi HP di Jember. “Harapan kami, nantinya mereka mampu bersaing di dunia kerja, dan hasil karyanya bisa dihargai sebagai nilai plus oleh masyarakat secara luas,” tandasnya. kim


JFC SEDOT PERHATIAN DESIGNER DUNIA


JEMBER - Tahun 2009 Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) memasuki tahun ketiga. Dan faktanya BBJ tak hanya diminati pecinta seni wisata saja. Tapi mereka yang memiliki keahlian bidang design (designer), juga berminat melihat BBJ terutama Jember Fashion Carnival (JFC).
“JFC cukup mendapat respo dari designer. Mereka bahkan berniat akan datang ke sini (Jember), untuk menyaksikan pagelaran JFC,” terang Agus Sutrisno, Staf Bank Tabungan Negara (BTN).
Keinginan designer menyaksikan JFC BBJ 2009 ini, cukup melegakan masyarakat Jember. Betapa tidak. Karena kehadiran mereka ke Jember akan menambah hasanah designer lain dari beberapa negara yang datang.
“Kehadiran mereka ke Jember masih sebagai penonton. Tapi tahun depan, mereka akan ambil bagian dalam parade JFC di BBJ,” ujarnya.
Kepastian kehadiran designer dunia di BBJ itu, kata Agus, setelah Maria Ima, pemilik Kapal Laut Galery, Sanur, Bali, membeberkan niatnya datang ke Jember.
Maria sendiri, kata Agus, adalah designer dengan link cukup luas, meliputi Perancis, Singapura, Belanda dan beberapa negara lain.
“Rencananya, Maria akan menggkoordinir teman-temannya sesama designer untuk hadir ke Jember, dalam rangka menyaksikan JFC. Karena itu di sini perlu kesiapan tempat istirahatnya (hotel),” katanya.
Menurut Agus, ketertarikan Maria mengajak teman-temannya sesama designer ke Jember, karena dua kali gebyar BBJ melalui sajian JFC cukup memukau.
Informasi soal BBJ dan JFC ini, menurut Agus, kian menguatkan designer untuk datang ke Jember, setelah pagelaran ketiga BBJ, Bagian Humas semakin meningkatkan publikasinya hingga menyapu seluruh pelosok tanah air.
Informasi soal BBJ ini bahkan mencapai negara lain lewat pengiriman Tabloid Jember Terbina ke 50 kantor kedutaan dan perwakilan negara asing. Selain juga publikasi lewat majalah Garuda yang diterbitkan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airways.
“Designer itu mendapatkan informasi dari publikasi yang dilakukan Humas. Baik internet, maupun lewat penayangan di layar televisi, media cetak dan penyebaran pamflet serta baliho di beberapa daerah, termasuk ibukota,” katanya
Dari niatan Mari ini, Agus mengaku, semakin antusias untuk turut mensosialisasikan BBJ ke seluruh teman-temannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun mancanegara. “Teman-teman saya di luar negeri juga banyak yang saya baru tahu soal BBJ dan JFC yang menjadi mascotnya,” tegasnya. kim

Minggu, 14 Juni 2009

PENDIDIKAN & KESEHATAN JEMBER DIMINTA GRATIS

JEMBER - Wagub Jawa Timur, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta kepada Pemkab Jember untuk memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat secara gratis.
Program itu menurutnya, bagian dari pertaruhan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan, juga sebagai program unggulan Propinsi Jatim dalam meningkatkan SDM di Jatim.
Di sela jalan sehat Harlah Ansor Minggu 14 Juni 2009, dia mengatakan sebagai Propinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia tanggung jawab besar diemban oleh Pemerintah Propinsi untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakatnya.
Gubernur Jatim bersamanya bertekad membuat seluruh masyarakat Jawa Timur dapat sekolah sampai ke jenjang minimal SMP.
Karena itu kata kunci adalah sekolah harus gratis tanpa pungutan apapun, sehingga image pendidikan mahal tidak ada.
Kali pertama Gus Ipul, mengatakan Jawa Timur telah mencanangkan pendidikan gratis di 2 Kabupaten : Bondowoso dan Sampang tahun 2009-2010.
Diharapkan Jember tahun 2010-2011 mampu mengikuti langkah Pemprop Jatim. Selain itu Propinsi Jatim telah mencanangkan pelayanan kesehatan gratis di tingkat Puskesmas dan RS.
Hal itu dilakukan karena masih banyaknya masyarakat miskin saat berobat di RS selalu ditanyakan surat keterangan miskin. Fakta itu kata Gus Ipul tidak etis.
Dia tak ingin hal itu terjadi saat pasien miskin berobat. Karena semua biaya akan ditanggung Pemerintah melalui APBD Propinsi.
Senada dibeber Asisten I H M Hasi Madani, mewakili Bupati Jember MZA Djalal, bahwa Pemkab Jember mendukung prioritas Program Propinsi Jatim.
Kabupaten Jember telah menjalankan program itu jauh sebelum pencanangan program pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis oleh Pemprop.
Terbukti ada penghargaan ISO 9001 di beberapa Puskesmas bidang pelayanan kesehatan, dan pengentasan buta aksara tahun 2008.
Intinya selama ini program itu sudah dilaksanakan Pemkab Jember. Hasi, berjanji akan selalu mengawal dan mendukung program Pemprop Jatim yang pro-rakyat itu.
Termasuk sebagai langkah positif Pemerintah, dengan mengharapkan partisipasi masyarakat secara luas. kim/mc

Jumat, 12 Juni 2009

UTUSAN KONGRES IPNU PROMOSI BBJ


JEMBER – Partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) Tahun 2009 sebagai tahun ketiga terus menunjukkan peningkatan.
Tak hanya elemen pemerintah saja, tapi dukungan dan partisipasi datang dari kalangan pelajar.
Salah satunya Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cabang Jember. Mereka adalah utusan Konggres XV IPNU di Ponpes Al Hikmah 2, Bendo, Serampang, Kabupaten Brebes, meminta dukungan untuk mempublikasikan BBJ 2009.
“Kami ingin, BBJ lebih dikenal lagi oleh masyarakat dari lain daerah,” kata Nur Huda, Koordintaor Kontingen Putra, IPNU Jember hendak ke Brebes.
Keinginan IPNU Jember ikut sosialisasi BBJ di ajang Kongres IPNU ini, didasarkan atas harapan ingin Jember lebih maju.
Tak hanya satu bidang saja, tapi semua sektor kehidupan harus bisa memanfaatkan momentum BBJ.
Dia juga merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya BBJ. Karena sukses BBJ sama artinya keberhasilan semua rakyat Jember.
“Karena itu kita sangat berminat mempublikasikan BBJ ke teman-teman IPNU se Indonesia peserta Konggres nantinya,” tandasnya.
Memanfaatkan momentum Konggres XV IPNU di Brebes ini, sangat menguntungkan karena peserta konggres adalah anggota IPNU dari seluruh Indonesia terdiri 10 orang utusan yakni 5 laki-laki dan 5 perempuan tiap cabang IPNU di seluruh Indonesia.
Dan dipastikan gebyar BBJ akan semakin dikenal masyarakat dari lain daerah.
“Itu belum lagi dari peserta perwakilan cabang istimewa di luar negeri. Sepulang dari konggres mereka bisa ceruta ke keluarganya soal BBJ,” tuturnya.
Sedang peserta di Konggres XV IPNU, ada yang juga berasal dari Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Mesir.
“Bisa dibayangkan, kalau dari sepuluh peserta itu ikut mempublikasikan BBJ di negaranya, berarti BBJ akan semakin dikenal di banyak negara,”terangnya.
Sebagai bahan pendukung IPNU menemui Bagian Humas Pemkab Jember untuk menyiapkan sejumlah poster dan leaflet yang akan dibagikan ke peserta Konggres XV IPNU.
Diharapkan semua itu bisa memberi gambaran tentang BBJ kepada semua teman-temannya di konggres. kim/mc

KIRAB BBJ DISAMBUT WARGA MAYANG


JEMBER - Gebyar Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) tak hanya dirasakan di jantung kota saja di Kecamatan Mayang yang terletak di pinggiran kota, ikut andil menyemarakkan BBJ sebagai kemasan peringatan HUT RI.
Kirab logo BBJ di Kecamatan Mayang disambut hangat masyarakat setempat dan memplokamirkan diri ikut partisipasi suksesnya BBJ.
Camat Mayang H M Mahfud Jaya, SH, menyatakan bahwa kegiatan kirab ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut kirab kabupaten kemarin.
Selain sebagai partisipasi masyarakat Mayang menyukseskan BBJ juga merupakan kebanggaan warga karena BBJ bisa sukses dikenal masyarakat luas.
Kata dia, masyarakat Mayang sebagai tuan rumah seharusnya menunjukkan rasa bangga terhadap wahana potensi itu.
Selain kirab Kecamatan mayang akan memiliki kegiatan tersendiri. Rencananya masyarakat akan menggelar semaan Al-Qur’an lalu tabur bunga di TMP Serudji.
Katanya sebagai bangsa yang besar harus selalu menanamkan rasa patriotik dan menghormati pahlawan.
Senada disampaikan Kades Mayang Langgeng W kirab ini akan lebih mendekatkan BBJ sebagai ikon Jember untuk memperkenalkan potensi daerahnya.
Kades Mayang dan Camat Mayang mengajak masyarakat di pedesaan, untuk aktif menyukseskan BBJ. Masyarakat harus memahami BBJ sebagai ajang menggali potensi ekonomi dan wadah memperingati HUT RI.
Karena itu wajib hukumnya semua ikut serta menyukseskan BBJ sebagai bagian dari peringatan HUT RI. kim/*

AJAK RAKYAT PROMOSI BBJ


JEMBER - Masyarakat Kabupaten Jember diajak untuk terlibat mempromosikan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) selain tugas Pemerintah.
Dengan sikap pro aktif itu akan dapat memberi efek terbangunnya popularitas nama Jember di dalam dan luar negeri.
Bupati Jember MZA Djalal, mengatakan tujuan BBJ dasarnya adalah untuk memperingati HUT RI. Dalam kegiatan itu semua program dikemas lebih semarak dan meriah.
Sehingga mampu menggugah semangat dan kebanggan kalangan masyarakat. Selain itu, kegiatan dengan kemasan berbeda itu sebagai usaha agar Kota Jember dikenal dari Nasional hingga Internasional.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Jember mempromosikan Jember ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia,” katanya.
Cara – cara yang dilakukan harus baik dan santun. Pasalnya, promosi yang santun dan baik akan menciptakan simpati masyarakat.
Misalnya, memperkenalkan Jember yang akan mengadakan kegiatan besar bernuansa prestasi, seperti pentas seni dan budaya, pendidikan, bakat dan keahlian masyarakat luar Jember bisa mengerti dari cerita dan melihat langsung.
Kedatangan wisatawan ke Jember, akan mendatangkan rejeki bagi masyarakat Jember. “Kalau Jember terkenal keuntungannya akan dirasakan masyarakat. Sebaliknya, jika orang-orang luar daerah tidak datang ke Jember, perekonomian tidak jalan, maka yang rugi masyarakat Jember sendiri,” tegasnya.
Kedatangan wisatawan domestik ke Jember bisa berimbas ke kemakmuran Kota Jember. Lantaran, seiring itu investor mengetahui berbagai potensi alam Jember.
Tentu saja orang-orang luar daerah yang memiliki modal besar akan berbondong-bondong menanamkan investasinya ke Kota Tembakau.
“Banyak produk pertanian kita yang belum tersentuh investor secara maksimal. Meskipun ada beberapa produk yang sudah dikirim ke luar negeri, seperti tembakau dan produk-produk perkebunan lain,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini produk pertanian Jember sudah go internasional ke Amerika Serikat, Argentina, Eropa dan Malaysia. Maka masyarakat Jember perlu bergandengan tangan guna memperkenalkan Jember ke tingkat nasional. kim

226 DESA MILIKI KADES DEFINITIF

JEMBER - Wakil Bupati Jember Kusen Andalas, Kamis (11/6) melantik 2 (dua) Kepala Desa terpilih periode 2009 – 2015 di Kantor Kecamatan Gumukmas.
Kedua Kepala Desa itu adalah Choirul Anam, SE Kepala Desa Karangrejo Kecamatan Gumukmas, dan Trimanto sebagai Kepala Desa Padomasan Kecamatan Jombang.
Dalam pelantikan itu hadir Muspida Jember, Kepala SKPD se-Kabupaten Jember, Camat Jombang dan Camat Gumukmas, para staf Kepala Desa dan Para Tokoh Masyarakat desa setempat.
Wabup Jember, Kusen Andalas mengatakan bahwa terpilihnya 2 Kades berarti masyarakat telah sukses dan berhasil memilih pemimpinnya.
Wabup minta kepada seluruh lapisan masyarakat bersama-sama saling bahu-membahu bersama Kades terpilih untuk membangun Desa, dan melupakan perbedaan–perbedaan selama proses pemilihan.
Tak kalah pentingnya, Kades harus memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat dan menggalang partisipasi gotong royong rakyat sebagai modal utama pembangunan di desa.
“Di sini letak kewajiban kita mengisi pembangunan dari tingkat desa dan kini Pemkab sudah bekerja keras melaksanakan pembangunan secara bertahap,“ jelasnya.
Kusen berharap agar kinerja Kades yang baru lebih baik dan berprestasi dibanding sebelumnya. Terutama pemasukan pajak sebagai sumber PAD untuk menjaga dan meningkatkan kamtibmas di lingkungan.
Wabup, mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, karena itu pemegang jabatan harus betul–betul berbuat yang terbaik untuk masyarakat karena akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
“Seorang pemimpin mempunyai semangat membangun desa, pembangunan daerah dari sebuah obsesi masyarakat yang menginginkan perubahan kehidupan menuju kesejahteraan,“ tegasnya.
Di ujung sambutan Wabup berharap dengan diangkatnya 2 Kades terpilih ini dapat memberi perubahan baru dan kinerja optimal membangun desa.
Asisten Pemerintahan Setda Hasi Madani mengatakan bahwa dengan telah dilantiknya 2 kades ini berarti seluruh desa Jember memiliki Kades definif sebanyak 226 Desa.
Usai dilantik Kades Trimanto mengatakan berjanji akan mengaktualisasikan semua program pembangunan di wilayahnya, untuk kesejahteraan rakyat.
“Semua program pembangunan di desa akan diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga miskin,“ paparnya. kim/mc

TAHUN 2009, 80 PERSEN BANGUN JALAN DESA


JEMBER - Pembangunan sarana prasarana jalan di Kabupaten Jember tahun 2009 ini memasuki tahun keempat pemerintahan MZA Djalal, Msi, sebagai Bupati Jember memfokuskan diri di pembangunan jalan desa.
Hal itu untuk memenuhi target realisasi pembangunan Kabupaten sesuai slogan “Membangun Desa Menata Kota, Demi Kemakmuran Bersama” saat pencalonan tahun 2005 kemarin. Proyeksi pembangunan dan peningkatan jalan penghubung Desa, saat ini sedang dikonsentrasikan.
Demikian disampaikan Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan di Dinas PU Bina Marga Pemkab Jember, Senan. Menurutnya, sekitar 80 % proyek di Dinas PU Pemkab Jember adalah pembangunan dan peningkatan jalan di desa.
Jalan Desa diyakini sebagai sarana terpenting selain penerangan atau listrik yang selama ini sudah dicanangkan melalui program Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU). Dibanding pembangunan jalan di perkotaan, jalan desa sangat diprioritaskan.
Khusus untuk menghindari kenakalan rekanan, dan juga untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan Dinas PU, dalam proyek pembangunan saat ini meningkatkan pengawasan. Tentu saja personel yang ada yang dimaksimalkan kinerjanya, sebab jumlah personel pengawas di Dinas PU Kecamatan sangat terbatas.
“Kita fokus untuk pembangunan sarana di pedesaan. Karena itu sebagian besar dari aspirasi masyarakat,” ujar Senan.
Proyek pembangunan jalan di Kabupaten Jember mencapai 205 paket pekerjaan yang kesemuanya akan dilaksanakan tahun I APBD 2009. Dalam pelaksanaan nantinya proyek tersebut akan menggunakan teknologi pengerjaan jalan berupa pengerasan metode telford atau HRS. Ada beberapa bagian jalan yang menggunakan ATB. Tentu saja teknologi yang dipakai tetap metode batu pasangan onderlaag.
“Dulu memang metode agregat. Sementara banyak keluhan, kerusakan jalan. Metode itu sebenarnya lebih efektif tapi, seringkali diakui pelaksanaan kurang maksimal,” ujar Senan, mengakui.
Beberapa jalan desa yang akan diandalkan menjadi sumber peningkatan dan pemicu peningkatan taraf perekonomian masyarakat desa adalah, jalan di kawasan tembus wisata Bandealit, Kecamatan Tempurejo. “Kita maksimalkan, kalau tidak salah pasti akan tembus ke wilayah pantai,” ujar nya lagi.
Sedangkan untuk jalan – jalan desa di kawasan lain, semisal di Baban Silo Sanen, juga menjadi prioritas karena di Kecamatan Silo, masih banyak jalan desa yang belum tergarap. “Kita tidak mungkin bisa memenuhi semua program rancangan kita, dan usulan masyarakat. Masyarakat lebih bisa bersabar dalam hal ini. Karena program pembangunan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Dinas PU Pemkab Jember selain melaksanakan program peningkatan dan pembangunan jalan raya di pedesaan, juga melakukan program perawatan jalan. Program perawatan jalan memiliki bidang tersendiri di Dinas PU. “Insya Allah, besok kita akan paparkan lagi,” pungkasnya. kim

Kamis, 11 Juni 2009

MANFAATKAN LAHAN KERING


JEMBER- Dalam program penguatan pangan TP PKK Kabupaten Jember memanfaatkan pekarangan lahan kering.
Melalui gerakan ini diharapkan bisa merangsang masyarakat untuk mengoptimalkan potensi.
Bupati Jember MZA Djalal saat membuka gelar kebun karang gizi, di kelurahan Sempusari, Kaliwates mengatakan bahwa pemanfaatan pekarangan terpadu dengan luas 1/4 Ha adalah langkah terpadu bagi TP PKK untuk melakukan swasembada pangan, gizi berimbang dan aman konsumsi.
Djalal, mengungkapkan kebun karang gizi sebagai bentuk nyata gerakan PKK Jember dalam hal kreatifitas, inovasi, dan diharapkan contoh bagi PKK lain.
Sehingga kesejahteraan masyarakat akan terangkat dengan sendirinya. Selain karang gizi bisa dimanfaatkan untuk tempat rekreasi keluarga.
Hal itu merupakan implementasi dari 10 program pokok PKK. Ketua Tim penggerak PKK Jember Ny Sri Wahyuni Djalal, bulan April 2009 Tim penggerak PKK telah menyelesaikan pembinaan 10 program pokok PKK di 31 kecamatan dan 248 desa/kelurahan.
Dari hasil pembinaan ini Tim Penggerak PKK mengaktualisasi 10 program pokok PKK dengan kegiatan salah satunya di bidang pangan.
Pokja 3 adalah pelaksana penggelolaan kebun percontohan karang gizi. Dengan itu diharapkan mampu memikat masyarakat yag belum memanfaatkan lahannya.
Usaha pemanfaatan lahan pekarangan merupakan pemanfaatan lahan yang digunakan untuk tanaman varietas unggul, semisal padi, ketela pohon, disamping itu ada beberapa tanaman apotek hidup, kolam gurame, lele dumbo, dan ternak ayam arab.
Bu Djalal ini mengatakan langkah kreatif TP PKK perlu mendapat dukungan semua pihak tak hanya sekadar pencontohan tapi sebagai pusat pelatihan pemanfatan pekarangan terpadu secara utuh di Jember.
Camat Kaliwates Drs Sigit Akbari, mengatakan pemanfaatan lahan ini merupakan langkah awal TP PKK dengan kader-kader PKK Kaliwates, agar masyarakat memanfaatkan lahan karang gizi sebagai tempat pelatihan. kim

BUPATI WUJUDKAN DESA LENGKAP


JEMBER - Kebutuhan tempat bermukim kian meningkat. Terutama kebutuhan dan jaminan kepastian hukum pertanahan.
Pemberian jaminan kepastian hukum bidang pertanahan memerlukan tersedianya perangkat hukum tertulis lengkap dan jelas sesuai aturan.
Bupati MZA Djalal, saat membuka Pembinaan Camat, Kades, Lurah se kabupaten Jember untuk optimalisasi Kinerja menuju Desa Lengkap di Aula PB Sudirman kemarin.
Dihadiri Kakanwil BPN Jatim, Muspida Plus Djalal mengatakan optimalisasi kinerja menuju desa lengkap merupakan bagian dari program Pemerintah.
Nantinya diharapkan Kabupaten Jember tidak hanya Desa Klompangan saja yang menjadi Desa Lengkap, tapi disusul desa lain.
Karena Kades rata - rata masih cukup waktu melaksanakan desa lengkap hingga purna tugas 6 tahun ke depan. Seluruh aset dan kekayaan Desa sering menjadi pemicu konflik antar warga sehingga bisa ditekan dengan sertifikasi tanah Kas Desa.
Djalal meminta kepada seluruh camat, Kades dan Lurah agar langkah itu dijadikan rujukan dalam pelaksanaan tugas pembinaan, dan pelayanan publik ke masyarakat.
Camat juga diminta tidak mempersulit pengurusan akte tanah. Segala pengurusan tanah diharap bisa dilayani mudah, murah, dan cepat.
Djalal menginstruksikan itu untuk membangun Kabupaten Jember yang taat hukum melalui berbagai sektor.
Kakanwil BPN Propinsi Jawa Timur H Gede Ariyuda, SH mengatakan sosialisasi Desa Lengkap ini untuk menghindarkan atau mengurangi permasalahan bidang pertanahan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk Jember karena karakteristik tersendiri terutama lahan terkait PTPN banyak yang dikuasai warga pada intinya adalah urusan BPN.
Tapi, masih ada asset yang masih belum tersertifikatkan atau sebaliknya. Kepala BPN Jember, Siswo Prajitno, SH mengatakan BPN Jember sangat mendukung kepada Kades/Lurah bisa optimal.
Dengan Desa Lengkap justru memudahkan dalam mengontrol sertifikasi tanah itu sehingga ada sinergisitas Kades dan BPN.
Kepala Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Moch Sofyan, mengatakan terima kasih atas terpilihnya Desa Klompangan menjadi desa lengkap. kim

Rabu, 10 Juni 2009

PONPES DARUS SHOLAH, SIAP JUARAI DI MTQ

JEMBER - Setelah berhasil memboyong juara cabang khottil Qur’an (seni kaligrafi) dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Jember Tahun 2008 dan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) se Jawa Timur 2009 di Blitar kini kafilah kaligrafi asal Pondok Pesantren Darus Sholah ikut berlaga di MTQ XXIX tingkat Propinsi Jawa Timur yang bakal digelar di Jember 21-28 Juli.
Di MTQ Tingkat Kabupaten Jember Tahun 2008, kafilah asal Ponpes Darus Sholah Jember meraih juara pertama khottil Qur’an cabang kaligrafi murni dan dekorasi putri.
Sedang di Pospeda tingkat Jatim berhasil memboyong juara pertama pada cabang kaligrafi kontemporer putri dan 3 juara umum seni kaligrafi mushaf putri.
Pada MTQ XXIX tingkat Propinsi Jatim tanggal 21-28 Juli, kafilah asal MA Darus Sholah mewakili Jember untuk beradu ilmu dan kemampuan di cabang kaligrafi murni dan dekorasi putri.
Hal itu setelah jadi juara pertama dalam kedua cabang kaligrafi itu di MTQ tingkat Jember tahun lalu. Dengan begitu, kafilah Jember untuk cabang kaligrafi telah memiliki bekal dan pengalaman cukup guna berlaga pada MTQ XXIX, yang dalam waktu dekat digelar di Kabupaten Jember.
“Secara khusus kita telah memiliki agenda rutin untuk menghadapi MTQ baik di tingkat daerah, propinsi maupun nasional yang masing-masing digelar tiap 2 tahun sekali,” ungkap Sekretaris Kelompok Pencinta Kaligrafi (KPKa) Kabupaten Jember, Misbahuddin.
Pihaknya menengarai, setidaknya persiapan yang cukup matang dalam menghadapi MTQ tingkat Propinsi mendatang sudah digalang sejak dini. Mengingat, pada MTQ kali Jember menjadi tuan rumah. “Kita sudah mempersiapkan kafilah cabang kaligrafi untuk menghadapi MTQ tingkat propinsi pada bulan Juli nanti. Apalagi dalam kegiatan tersebut Jember menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Agar pembinaan terhadap para duta kaligrafi Jember nantinya mendapatkan hasil yang maksimal. Maka, persiapan dalam bentuk pelatihan-pelatihan dilakukan dengan sistem up grading (peningkatan kualitas) melalui pembinaan di tingkat sekolah, yakni di Madrasah Aliyah (MA) Darus Sholah Jember, dan juga di tingkat kabupaten. Yang diasuh oleh KPKa Jember.
“Pelatihan-pelatihan rutin sudah dilaksanakan pada tingkat kabupaten, yang diasuh oleh KPKa Jember. Guna lebih mengoptimalkan kualitas kafilah cabang kaligrafi, salah satu siasat kami adalah melaksanakan pelatihan-pelatihan intensif di sekolah, dengan cara memasukkan pengembangan seni kaligrafi ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) MA Darus Sholah,” ungkap Pembina ekstrakurikuler kaligrafi MA Darus Sholah Jember itu.
Soal konsep kaligrafi, Misbahuddin mengatakan, perluasan dan peningkatan kemampuan dalam penguasaan materi anggota kafilah cabang kaligrafi tetap mengacu pada hasil-hasil dan pengalaman yang sudah didapatkan serta dinilai memiliki keunggulan.
“Untuk konsep kita tetap mengacu pada hasil-hasil yang sudah ada baik dalam MTQ tingkat Jatim, Propinsi dan nasional yang selama ini sudah pernah diikuti. Di samping itu, kita tetap berusaha mengeksplorasi kreatifitas anggota kafilah,” tuturnya.
Ia menyatakan, kesiapan kafilah cabang kaligrafi MTQ XXIX asal MA Darus Sholah sudah cukup teruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa keberhasilan yang pernah diraih. Sebut saja, dalam Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) tahun 2008 yang diselenggarakan di Samarinda, kafilah asal MA Darus Sholah berhasil menggondol juara I putri.
Meski begitu, kata Misbah, dalam MTQ XXIX mendatang, kafilah cabang kaligrafi yang dinilainya cukup tangguh berasal dari Gresik dan Sidoarjo. “Pesaing kita yang cukup tangguh dalam MTQ XXIX untuk cabang kaligrafi berasal dari Gresik dan Sidoarjo. Karena selain Jember kafilah dari kedua daerah selama ini cukup disegani dalam sejumlah Pospeda yang pernah diadakan,” paparnya. kim

JELANG BBJ, ALUN ALUN 2 KECAMATAN DITATA

JEMBER - Usulan perbaikan dan penataan Alun-alun kota Kecamatan Tanggul direspon positif dari Bupati. Penataan itu, selain mengurangi tingkat kemaksiatan di kawasan juga untuk menggebyarkan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Pasalnya, Tanggul merupakan pintu gerbang masuk ke kota Jember. Demikian pula kota Kecamatan Rambipuji.
Warga Dusun Rowo Tapen Desa Tanggul Wetan mengusulkan soal renovasi dan penataan Alun-alun kota Kecamatan Tanggul karena kawasan itu sering digunakan muda-mudi untuk berbuat maksiat. Kondisi Alun-alun itu mulai kurang representatif, karena di malam hari banyak lampu padam.
Kendati di sebagian kawasan Alun-alun telah dipasang lampu halogen. Tapi belum juga merubah perwajahan kota kecamatan itu. Apalagi, lapangan yang terletak di jantung kota Kecamatan Tanggul saat ini terlihat semrawut dan kurang tertata.
Tak pelak hal itu mengundang kegelisahan warga Dusun Rowo Tapen dan menyampaikan persoalan itu ke Bupati Jember, dalam Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa yang digelar di Desa Klatakan, Tanggul.
Bupati Jember, MZA Djalal, menanggapi positif usulan masyarakat Desa Tanggul Wetan tersebut. Ia menilai, sepatutnya wajah jantung Kecamatan Tanggul dibenahi.
Sebab, Tanggul merupakan pintu gerbang kota Jember. Semua mobilitas masyarakat dari arah barat ketika masuk ke Jember akan melewati kawasan tersebut. “Semua pengunjung dan wisatawan yang datang ke Jember akan melewati Tanggul, makanya Tanggul perlu segera dibenahi,” ujarnya.
Lebih jauh, pihaknya menengarai, Kecamatan Tanggul dan Rambipuji merupakan performen awal kota Jember. Oleh karenanya, jantung kota kedua wilayah itu perlu mendapatkan perhatian sebelum pelaksanaan BBJ 2009 mendatang.
“Sebelum pelaksanaan BBJ, Alun-alun di kota Kecamatan Tanggul dan Rambipuji harus ditata lebih baik lagi. Sehingga pengunjung yang dating ke Jember akan menilai bahwa Jember itu baik terutama pada saat memasuki kedua wilayah ini,” terangnya.
Supaya keindahan nampak, lanjutnya, lampu-lampu harus dipasang. Dengan demikian pada malam hari kesan gebyar sudah tergambar. Segenap tatanan lampu dan pernak-pernik di sepanjang kota kecamatan itu menghiasi sepanjang gerbang masuk ke Kota Jember.
“Lampu-lampu harus dipasang. Kalau perlu sebisa mungkin gebyarnya sama dengan Alun-alun Kota Jember. Jangan sampai dalam pelaksanaan BBJ nanti Alun-alun Kecamatan Tanggul dan Rambipuji belum diberi lampu,” tuturnya.
Untuk itu, Djalal memerintahkan kepada Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya supaya secepat mungkin bertindak guna membenahi wajah Alun-alun kedua kecamatan itu, sebelum digelarnya even akbar tahunan Kabupaten Jember.
Bukan hanya itu, agenda yang perlu segera direalisasikan adalah perbaikan jalan rusak menuju ke tempat-tempat wisata di Kota Tanggul. Dikarenakan, pada saat para wisatawan berkunjung ke Jember selain menikmati keindahan dan gebyarnya kegiatan di jantung kota. Umumnya, wisatawan itu juga acapkali mengunjungi tempat-tempat pariwisata yang tersebar di berbagai wilayah Jember.
“Jalan-jalan yang menuju ke tempat pariwisata semuanya dibangun dengan baik. Sebelum pelaksanaan BBJ jangan ada jalan rusak. Minimal semua jalan tidak ada yang berlobang. Maka wisatawan merasa kurang nyaman,” pungkasnya. kim

Minggu, 07 Juni 2009

JAMSOSTEK MOU DENGAN KEJAKSAAN



• PENUNGGAK JAMSOSTEK AKAN DIPERKARAKAN

JEMBER – PT Jamsostek (Persero) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pengacara negara Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan penindakan dan upaya represif terhadap tanggungan keuangan negara yang tidak dibayarkan oleh beberapa perusahaan yang ada di Jember.
Keikutsertaan Perusahaan di Jember dari berbagai sektor di Kabupaten Jember masih minim. Sementara itu tanggungan negara itu tidak bisa dbiarkan begitu saja. Karena PT Jamsostek sebagai penyelenggara Undang – Undang, maka melalui kebijakan Kepala PT Jamsostek di Jember Salman Al Faris, melakukan kerja sama MoU dengan Kejaksaan.
“Kita akan optimalkan iuran Jamsostek perusahaan, dan pengusaha di Jember ini. Banyak yang belum tertagih, dan jumlahnya ratusan juta. Kita tidak bisa memiliki upaya hukum. Kita serahkan kepada pengacara negara, yakni Jaksa. Karena itu uang negara yang menjadi tanggungan para pengusaha,” ujar Salman.
Sejauh ini, tunggakan iuran pengusaha Jember adalah Rp 202.263.489 , yang harus tertagih. Dari 26 perusahaan di Jember yang telah terdata. Belum ditambah perusahaan perseorangan dan perusahaan lain yang belum didata oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember.
Mekanisme penagihannya adalah dengan melalui surat pertama, dan surat teguran hingga tiga kali. Jika tidak ada iktikad baik dari pengusaha maka semua urusan akan diserahkan sepenuhnya kepada pengacara negara dalam hal ini adalah Kejaksaan.
“Kita sepenuhnya mekanisme dan pelanggaran apa dari Undang Undang bagi pengusaha itu. Dan yang tahu adalah Jaksa. Kita serahkan sepenuhnya upaya apa yang akan dilakukan,” ujar Salman, saat ditemui di salah satu tempat di Jember bersama Kajari Jember Irdam SH, usai MoU ditandatangani di Hotel Bromo Probolinggo beberapa waktu lalu.
“Kita deadline 25 Mei 2009, sebagai tahap pertama. Dan baru 13 perusahaan yang memberi penjadwalan. Tagihan terbesar kita adalah Rp 35 juta, dan terkecil adalah Rp 950.000,” ujar Salman menimpali lagi.
Dalam penjelasannya bahwa Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu yang penyelenggaranya menggunakan mekanisme Asuransi Sosial. Sebagai program publik, JAMSOSTEK memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (compulsory) bagi pengusaha dan tenaga kerja berdasarkan UU No 3 Tahun 1992, berupa santunan tunai dan pelayanan medis, sedangkan kewajiban perserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran.
Program Jamsostek, memberikan perlindungan bersifat dasar, untuk menjaga harkat dan martabat manusia, khususnya tenaga kerja jika mengalami resiko – resiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.
Resiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program Jamsostek, terbatas saat terjadi peristiwa kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia. Yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan atau membutuhkan perawatan medis.
Filosofinya, Jamsostek dilandai kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan di hari tua maupun keluarganya, bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan belas kasihan dari orang lain.
Agar pembiayaan dan manfaat optimal, pelaksanaan program Jamsostek dilakukan secara gotong royong, di mana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah.
Badan penyelenggara adalah Pemerintah RI menunjuk PT Jamsostek (Persero) sebagai Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja melalui Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 1995.
Peserta Jamsostek itu adalah wajib diikuti oleh setiap perusahaan (BUMN, Joint Venture, PMA) Yayasan, Koperasi, Perusahaan Perorangan yang mempekerjakan tenaga kerja paling sedikit 10 (sepuluh) orang atau membayar seluruh upah per bulan paling sedikit Rp 1.000.000, atau lebih.
Peserta jamsostek setelah mengisi semua formulir dan melaporkan semua pekerja dan karyawannya maka diwajibkan membayar iuran secara teratur selambat lambatnya tanggal 15 b ulan berikutnya dengan formulir isian tertentu. Dan melaporkan setiap perubahan yang terjadi.
Dasar hukum Jamsostek adalah UU No 3 Tahun 1992, tentang Jaminan Sosial tenaga kerja, dan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 14 tahun 1993, keputusan Presiden No 22 Tahun 1993, dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No : Per-12/MEN/V/2007.
Jenis program Jamsostek dalam UU No 3 Tahun 1992, adalah program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.
Jaminan Kecelakaan Kerja, memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat bekerja sampai tiba kembali di rumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.
Hitungannya, biaya transport darat (maksimum) untuk darat Rp 400.000, Laut Rp 750.000, dan Udara Rp 1.500.000. Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) bulan (pertama) 100 % x upah sebulan, 4 bulan (kedua) 75 % x upah sebulan, selanjutnya 50 % x upah sebulan.
Biaya pengobatan Rp 12.000.000, perawatannya maksimum. Santuan Cacat, dirinci : sebagian – tetap % tabel x 80 bulan upah, total – tetap dalam arti sekaligus adalah 70 % x 80 upah sebulan, santunan berkala Rp 200.000 per bulan, selama dua tahun. Sedang kurang fungsi % kurang fungsi x % tabel x 80 upah sebulan.
Untuk santunan kematian dirinci : Sekaligus adalah 60 % x 80 bulan upah, santunan berkala (selama (2 tahun ) Rp 200.000 / bulan. Biaya pemakaman Rp 2.000.000. Biaya rehabilitasi 140 % x dari patokan harga yang ditetapkan oleh pusat rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah, dan alat bantu.
Selain itu kriteria biaya Rehabilitasi Medik Rp 2.000.000 (maksimum), dan penyakit akibat kerja adalah 31 jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus hubungan kerja.
Jika terjadi kecelakaan kerja, pengusaha wajib mengisi form Jamsostek 3 (laporan kecelakaan tahap 1) dan mengirimkan kepada Depnakertrans / Disnakertrans dan PT Jamsostek (persero) tidak lebih dari 2 x 24 jam terhitung sejak terjadinya kecelakaan.
Setelah tenaga kerja dinyatakan sembuh/ meninggal dunia oleh dokter yang merawat, perusahaan wajib mengisi form Jamsostek 3a (laporan kecelakaan tahap II), dan dikirim kepada Depnakertrans/Disnakertrans tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh / meninggal dunia. Selanjutnya PT Jamsostek (persero) akan menghitung dan membayar santunan dan ganti rugi kecelakaan kerja yang menjadi hak tenaga kerja / ahli waris.
Iuran dan Upah
Perhitungan iuran Jamsostek dihitung berdasarkan persentase dari upah keseluruhan sebulan yang diterima oleh tenaga kerja. Kecuali perhitungan iuran JPK (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan) ditetapkan atas dasar upah sebulan yang diterima tenaga kerja setinggi tingginya Rp 1.000.000 dengan pengertian upah lebih Rp 1.000.000 hanya dihitung Rp 1.000.000.
Perhitungan upah. Upah sebulan adalah upah yang sebenarnya diterima oleh tenaga kerja selama satu bulan yang terakhir dengan ketentuan sebagai berikut. : Jika upah dibayarkan harian maka upah sebulan sama dengan upah sehari dikalikan 30. Jika upah dibayarkan secara borongan atau satuan, maka upah sebulan dihitung dari rata – rata 3 (tiga) bulan terakhir.
Sedang jika pekerjaan tergantung dari keadaan cuaca yang upahnya didasarkan pada upah borongan, maka upah sebulan dihitung dari rata-rata 12 (dua belas) bulan terakhir.
Iuran Program Jamsostek ( % upah Bulanan)
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tanggungan pengusaha adalah 0,24 – 1,74 (5 tarif). Dan tanggungan tenaga kerja tidak ada. Jaminan Kematian (JK) tanggungan pengusaha adalah 0,30. Jaminan Hari Tua (JHT) iuran tanggungan pengusaha adalah 3,70 dan tanggungan tenaga kerja adalah 2,00. Sedangkan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) iuran tanggungan pengusaha adalah 3,00 (lajang) dan tanggungan tenaga kerja nihil. Jika berkeluarga tanggungan pengusaha adalah 6,00. kim