Rabu, 29 Juli 2009

MTQ CETAK GENERASI QUR’ANI




• DIBUKA RESMI GUBERNUR JATIM PAK DE KARWO

JEMBER - Gubenur Jatim Dr H Soekarwo, secara resmi membuka MTQ XXIII Tingkat Jatim 2009 di Stadion Hadinotonegoro Jember, kemarin.
Selasa malam Soekarwo, dalam sambutannya berharap MTQ dapat dijadikan masyarakat Jatim sebagai wahana meningkatkan keimanan.
Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan ummat menuju kehidupan yang kekal di masa mendatang. Gubernur Pak De Karwo, juga berharap agar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ini digunakan sarana menggali makna Al-Qur’an karena Al Qur-an memiliki nilai-nilai universal di berbagai bidang kehidupan manusia.
Menurutnya, Al Qur’an merupakan sumber dari sumber segala hukum bagi alam semesta yang seharusnya tidak hanya dibaca, tapi juga diamalkan.
Al Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan, hukum, ekonomi, pendidikan, politik, sosial budaya dan petunjuk bagi umat manusia.
Sebagai bangsa yang sedang meningkatkan mutu dan kualitas harus menggali isi kandungan Al Qur`an. Dan masyrarakat berusaha terus menggali dan menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan, untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Jatim yang religius.
Sebanyak 6.267 Ponpes di Jatim seyogyanya dapat dijadikan pusat pengetahuan dan pembelajaran tafsir dan tilawah Al Qur’an.
Pemerintah Provinsi Jatim ke depan dalam programnya, tidak akan membedakan pendidikan umum dan agama. Bagi sekolah yang sebelumnya tidak diurus Diknas, mulai tahun ini akan disamakan.
“Pemerintah tidak akan membedakan pendidikan umum dan Ponpes,” ujarnya.
Tahun ini, pendidikan agama dan umum akan diberlakukan secara gratis dan sedang diujicobakan di Kabupaten Sampang dan Bondowoso. Rencananya, tahun 2010 seluruh Kabupaten / Kota melaksanakan pendidikan gratis.
Bagi guru dan santri akan diberi bantuan dari Pemkab. Hal itu untuk membongkar sistem diskriminatif pendidikan selama ini, sehingga semua adalah tanggungjawab Pemerintah.
“Semua tanggungjawab pemerintah sesuai konstitusi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah sedang menjalankan 40 % wajib belajar 12 tahun yang akan diurus Pemkab. Guru dan santri akan diberi bantuan dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
”Semua yang tidak masuk standarisasi Diknas atau tidak, akan diurus pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara Drs H Saifullah Yusuf Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) yang juga Wakil Gubernur Jatim mengatakan seharusnya masyarakat dapat mendalami Al-Qur’an sehingga dapat menciptakan kader-kader yang Qur`ani.
Ada enam cabag seni yang diperlombakan dalam MTQ XIII, di antaranya Tilawah Qur’an, fahmil Qur’an, kaligrafi dan cerdas cermat Quran. Bagi juara umum akan mendapatkan piala tetap. Piala bergilir selama ini menjadi milik Kabupaten Sidoarjo.
Itu karena Kabupaten Sidoarjo tiga kali menjadi juara MTQ berturut-turut. Bagi para pemenang akan mendapat bantuan pembinaan dan mewakili Jatim di MTQ ke Tingkat Nasional di Provinsi Bengkulu Tahun 2010.
Kata dia, MTQ dengan tema sebagai sarana membangun bangsa yang berakhlak Qur’ani dan madani sesuai visi dan misi Pemprop Jatim.
Termasuk dampak pemanasan global saat ini hanya dapat dapat ditahan dan dihentikan dengan iman dan taqwa. Ponpes dan MTQ sebagai sarana untuk menjaga pemanasan global.
Acara ini dibuka dengan penampilan marching band Abunawas Solo diikuti kalifah 38 Kabupaten / Kota. Ditambah aksi 600 penari Jember yang tergabung dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) yang membawakan tari religi kolosal. kim

LPJ APBD 2008 DAN PAK APBD 2009


BUPATI : “TREND PENDAPATAN MENGGEMBIRKAN”

JEMBER - Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember TA 2008, bila dilihat dari cakupan program, kebijakan dan kegiatan merupakan struktur APBD yang sarat target pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember secara maksimal.
Hal itu disampaikan Bupati Jember Ir MZA Djalal dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran APBD Kabupaten Jember dan Nota Keuangan Perubahan APBD 2009 di hadapan 35 orang anggota DPRD Jember yang hadir dari 45 orang anggota dewan, Rabu (29/7).
Sidang paripurna juga dihadiri Muspida Jember, Sekretaris DPRD Bambang S, para Asisten Pemkab Jember, SKPD, Kabag/kantor. dan para Camat Se-Kabupaten Jember.
Menurut Djalal, Rencana Strategis (Renstra) itu dapat dilihat dari segi kuantitatif peningkatan jumlah sarana, prasarana dan infrastruktur berbagai bidang pembangunan.
“Sedang dari aspek kualitatif, pelaksanaan APBD 2008 menjadi tolak ukur yang dramatis, karena memasuki anggaran 2009, Pemkab Jember dihadapkan pada keharusan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran,“ ujar Djalal.
Selanjutnya Djalal mengatakan dalam APBD 2008 dapat dilihat trend pendapatan yang cukup menggembirakan. Pendapatan yang direncanakan Rp. 1.256.497.740.051,40 Trilyun dapat direalisasikan penerimaan sebesar Rp. 1.280.782.663.876,03 Trilyun atau mencapai 101,93 % yang berarti terjadi pelampauan target sebesar Rp 24.284.923.824,63 Milyard atau 1,93 %.
“Pencapaian target itu didapat dari kenaikan pencapaian pendapatan pajak daerah, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, bagi hasil pajak pusat, bagi hasil sumber daya alam, bagi hasil pajak provinsi serta pendapatan lainnya yang sah,“ bebernya.
Terkait pemenuhan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 tahun 2005 tentang standar akuntansi pemerintahan, penyajian laporan keuangan khususnya neraca yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan dan entitas akuntansi mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana di tanggal tertentu, maka bentuk pertanggungjawaban ini sangat bermanfaat sekali.
Sementara itu Wabup Jember Kusen Andalas yang mendapat giliran menyampaikan `nota keuangan Perubahan Anggaran APBD TA 2009 mengatakan bahwa APBD sebagai rencana operasional jangka pendek dalam pelaksanaannya tak terlepas dari dinamika persoalan di masyarakat.
“Maka Perubahan APBD TA 2009 dapat dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan amanat pasal 154 Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, “ bebernya.
Menurut Kusen bahwa perkembangan pelaksanaan APBD TA 2009 memerlukan kejelian antisipasi struktur dan komposisi anggaran.
“Pemkab Jember akan meletakkan titik berat pembangunan di empat bidang prioritas pendidikan, kesehatan, pertanian dan sarana prasarana agar terjadi peningkatan efektifitas dan optimalisasi kebijakan serta peningkatan kinerja pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,“ tegasnya. kim

Selasa, 28 Juli 2009

BAKAL GENDONG RAKYAT JEMBER LEBIH MAJU


* Terinspirasi Mbah Surip

JEMBER – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember yang setiap tahun defisit membuat keprihatinan tersendiri bagi H Agus Suhartono. Tokoh asal Desa Subo Pakusari, yang dikenal dermawan ini merasa terpanggil untuk ikut memikirkan nasib Jember ke depan.
Sengaja dia membikin poster besar - besar yang dipasang di beberapa sudut kota Jember dengan moto “Jember Tak Gendong”. Terinsipirasi celotehan Mbah Surip dalam melahirkan lagu – lagu fun dan akrab di telinga itu, H Agus ingin memahami makna lagu “Tak Gendong”.
Ternyata maknanya, sangat mendalam. Kata itu tidak sekadar untuk menggugah masyarakat Jember selama ini yang sedang terpuruk baik secara ekonomi, dan tingkat pendapatan masyarakatnya.
Ada beberapa level masyarakat yang tidak tersentuh program Pemkab Jember selama ini. Untuk memajukan Jember harus ada orang yang berani berkorban. Selain memiliki nilai kejujuran tinggi, dan memiliki rasa empati dan peduli terhadap wong cilik. Maka tokoh pemimpin Jember ke depan adalah sosok yang harus disukai masyarakat dan sangat merakyat.
“Disukai rakyat itu ukurannya tidak mau makan uang APBD. Tidak mau korupsi uang APBD. Dermawan, suka peduli kepada kehidupan wong cilik. Dan selalu berpikir bagaimana menyejahterakan rakyat kecil. Bukan menyejahterakan kelas menengah ke atas aja. Apalagi yang dipikir Tim Sukses melulu,” ujar H Agus.
Suami dari Maria (40) ini sedang mempersiapkan diri menyongsong perhelatan akbar Pilkada 2010 mendatang. Jika tidak ada aral melintang bapak dari Delia Agustin dan Siti Marisa, ini akan siap menyambut dukungan masyarakat.
Dia mengatakan berbekal dikenal masyarakat, dengan moto Jember Tak Gendong, maka dia meyakini bisa membuat rakyat Jember lebih sejahtera. Sebab, dirinya tidak akan mengotak atik APBD. Semuanya dicurahkan untuk kepentingan masyarakat. Dia sendiri akan membikin dunia luar negeri datang ke Jember, semisal Jepang.
Investor rekanan dari Jepang diakui sudah siap invest ke Jember jika dia memimpin Jember ke depan. Tak hanya pabrik yang akan dibangun, tapi koperasi nelayan, simpan pinjam pedagang pasar, dan semua terkait wong cilik biaya produksi hingga kebutuhan sehari hari akan dipenuhi dengan kredit lunak dari kantungnya sendiri. kim

PAMERAN MTQ BERNUANSA ISLAM LOVE PEACE


JEMBER - Pameran MTQ yang dibuka 28 Juli 2009, diikuti 40 Kabupaten/Kota se-Jatim akan menampilkan berbagai produk unggulan bernuansa Islami yang cinta perdamaian.
“Ini menunjukkan bahwa masing-masing Kabupaten/Kota antusias ikut menyukseskan pameran yang digelar Pemprop Jatim bekerjasama dengan Pemkab Jember dengan support nya,” ujar Kepala Disperindag Jember melalui Kabid. Industri, Ir. Subaidi.
Kata Subaidi, pameran MTQ ini akan menampilkan produk unggulan semisal baju Muslim, Handycraff, Topy Haji, Kaligrafi termasuk produk unggulan yang lain bernuansa Islami, dan produk unggulan lain.
Karena Kabupaten dan Kota cenderung memamerkan produk unggulan masing – masing yang diikuti 40 stand dari Kabupaten dan Kota sebagai agenda 2 tahunan Pemprop Jatim.
Selain untuk mencari jaringan pasar, juga wahana promosi dan memperkenalkan hingga pemasaran produk.
Karena itu Event pameran MTQ sangat penting karena pameran MTQ se Jatim di Jember ini harus dimanfaatkan para perajin dan ke depan terkait mutu barang harus lebih baik.
Kalau Pemkab Jember tetap berkomitmen tinggi menjaga mutu produk Jember untuk menembus pasar karena konsumen melihat mutu barang kalau tidak akan terjadi sebaliknya.kim

WORLD PEACE GONG DITABUH


TANDA ISLAM CINTA PERDAMAIAN
MTQ KE XXIII JEMBER TERMEWAH


JEMBER - Kekhawatiran masyarakat Jember terkait pembatalan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIII Tingkat Jawa Timur di Jember, berakhir.
Acara MTQ yang diawali Pelantikan Dewan Hakim dan Pawai Ta’aruf kafilah MTQ masing - masing daerah (Kabupaten/Kota), telah menegaskan kepada masyarakat bahwa kabar pembatalan MTQ di Jember ke Mojokerto hanya kabar burung.
Gus Ipul (Saifullah Yusuf), selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur yang sekaligus juga Wakil Gubernur Jawa Timur memberi apresiasi atas kinerja panitia terhadap penyelenggaran MTQ ke XXIII di Jember yang terkesan sangat mewah.
Menurut Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf), pelaksanaan MTQ di Jember merupakan kegiatan termewah dibanding acara dari daerah lain di Jatim.
Diharapkan dengan kemewahan penyelenggaraan MTQ di Jember tidak hanya di sisi penyelenggaraannya saja.
“Semoga juga tercermin dari sisi kualitas dan kuantitasnya,” kata Wagub Saifullah Yusuf saat acara pengambilan sumpah Dewan Hakim MTQ ke XXIII di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember.
Kepada dewan hakim yang akan memimpin lomba, Wagub meminta agar tugas dan amanah yang diemban bisa dijalankan sebaik-baiknya.
Penilaian terhadap peserta MTQ haruslah jauh dari unsur subyektifitas tarik menarik kepentingan apapun.
Menurutnya di banyak event yang lain unsur kepentingan daerah selalu muncul bahkan mengemuka.
“Sehingga tidak jarang, karena kepentingan itu daerah tertentu bisa keluar menjadi juara, meski peserta MTQ kualitasnya di bawah peserta dari daerah lain,“ tegasnya.
Dia mengaku sering mendengar di beberapa daerah yang berusaha mengangkat nama daerahnya dengan meloloskan peserta utusannya menjadi juara.
Gus Ipul menambahkan bahwa momentum MTQ adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan kepada bangsa Indonesia dan umat Muslimin yang cinta perdamaian.
“Kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita cinta perdamaian, ”tandasnya.
Rasa cinta damai ini ditunjukkan dengan memukul Gong Perdamaian Dunia (Peace World Gong), yang diusung kafilah dari Kabupaten Blitar.
Pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Wagub Saifullah Yusuf yang diikuti Bupati Jember, MZA Djalal itu, mengisyaratkan bahwa kaum Muslim Indonesia khususnya Jawa Timur sangat cinta perdamaian. kim

HOTEL DI JEMBER PENUH


* 38 KAFILAH MTQ BERDATANGAN KE JEMBER

JEMBER - Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Jawa Timur menjadi perhelatan akbar sebagai rangkaian kegiatan BBJ.
MTQ digelar 28 Juli s/d 3 Agustus ini menghadirkan kafilah dari 38 Kab/kota Se-Jatim yang masing – masing menyertakan 54 orang kafilah.
Wakil Ketua Bidang Musabaqoh, Drs. HM Fachrurrozi MHI menyatakan kafilah MTQ sudah datang ke Jember, dan memenuhi hotel – hotel di Kabupaten Jember.
Semisal dari Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan, Nganjuk, Tuban, Blitar, Sampang, dan 12 kabupaten lain. Dari 38 kabupaten/kota sudah mempersiapkan diri secara baik dan sungguh sungguh.
Kabupaten Jember sebagai tuan rumah memiliki 2 tugas yakni mensukseskan penyelenggaraan dan sukses prestasi. Sedang untuk kafilah panitia memberikan layanan mulai dari antar jemput ke penginapan sampai konsumsi.
MTQ sebagai kegiatan rutin 2 tahun sekali untuk pembumian Al-Qur’an bagi Bangsa ini memiliki aspek rohani dan aspek religius sesuai cita cita masyarakat Jember selama ini.
Keberadaan BBJ yang dijalankan selama ini mendapatkan roh tersendiri dengan adanya MTQ ini. Dampaknya kepada moralitas pembinaan umat beragama dalam memahami kontek agama dalam mengamalkan ajaran agama sesuai ajaran Rasulullah SAW.
Musabaqah Tilawatil Qur’an ini akan diharapkan membawa umat muslim untuk lebih memahami dan menerjemahkan kitab suci secara utuh, tak sekadar lomba membaca saja.
Kafilah tunanetra dari Sumenep, Moch Nasirudin mengaku kehadiran kafilah ke Jember ini sebagai salah satu tantangan berat untuk dapat berbuat terbaik bagi daerahnya.
Kafilah ini sempat dikagetkan dengan adanya penundaan MTQ, mengingat persiapan-persiapan telah dilakukan para kafilah sejak lama.
Nasirudin berharap agar ke depan jangan sampai terjadi lagi masalah penundaan seperti itu. kim

Senin, 27 Juli 2009

KECAMATAN TANGGUL GELAR KARAPAN SAPI



JEMBER - Ada saja cara menyemarakkan HUT RI ke 64 di Jember. Pemerintah Kecamatan Tanggul dalam HUT RI dan BBJ 2009 ini menggelar karapan sapi tingkat regional 1 - 2 Agustus 2009 di Lapangan Klatakan Desa Tanggul Wetan.
Karapan Sapi sebagai tradisi masyarakat Madura ini di Jember sudah tak asing lagi. Kecamatan Tanggul, mayoritas masyarakatnya dari etnis Madura.
Camat Tanggul Drs Budiarto, Msi, menjelaskan karapan sapi di Jember baru kali pertama diadakan. Banyak juga peserta yang sudah mendaftar berasal dari luar Kabupaten semial, Probolinggo, Situbondo dan Madura.
”Memang tahun ini BBJ 2009 baru kali pertama digelar karapan sapi. Mungkin akan jadi agenda tahunan. Karapan sapi sebenarnya aset budaya Madura yang harus dipertahankan,” ujar Camat Sukowono.
Ide digelarnya Karapan Sapi ini atas usul Kepala Desa Tanggul Wetan H Sulton dan disetujui Bupati.
Menginggat pelaksanaan semakin dekat, panitia terus merampungkan lapangan Klatakan. Kini lapangan itu terus dibuldoser untuk dijadikan arena pacu karapan sapi dan tempat parkir dengan kapasitas 200 kendaran.
”Lahan disiapkan seluas 4 hektar,” ujar Camat.
Dia mengatakan sudah ada 72 pasang sapi telah daftar. Rencananya karapan ini akan disediakan hadiah 6 unit sepeda motor.
”Yang jelas sapi yang bisa ikut jenis limousin, dan khusus. Jenis sapi seperti ini banyak dijumpai di Madura. Tapi di Tanggul tak sedikit di Desa Manggisan, Kramat Sukoharjo, dan Klatakan yang merawat sapi karapan,” tegasnya. kim


SEEKOR PUNGLOR MERAH RP 800 JUTA


*Dari Arena Lomba Burung Berkicau BBJ 2009


JEMBER - Anis Merah. Seekor burung jenis Punglor Merah ini harganya cukup mengagetkan dan membelalakkan mata. Sebab, seekor burung punglor merah ini dihargai Rp 800 juta setara mobil Toyota Alphard.
Tak sedikit warga masyarakat Jember terheran – heran saat BBJ 2009 lomba burung berkicau digelar. Sebab, selain harga burung mencapai ratusan juga masyarakat sangat kaget karena ada seekor burung yang harganya bisa mencapai setara mobil.
Suasana di Alun - alun Jember saat digelar lomba dan pameran burung berkicau tingkat nasional Minggu (26/7) memperebutkan Bupati Cup III ini benar-benar dibanjiri penonton.
Kurang lebih 1500 peserta dan ribuan burung dengan sangkar yang eksklusif betebaran menghiasi alun alun. Peserta nya berasal dari Bali, Sumatra, Kalimantan, Madura, dan Jawa. Panitia dalam lomba kali ini menyediakan hadiah uang tunai jutaan rupiah dan piagam serta door prize satu unit sepeda motor. Lomba ini dibuka Bupati Ir H MZA Djalal, Msi.
Adalah BNR (Boy and Rusli) sebuah Event Organizer asal Bogor dirangkul Pemkab Jember untuk menggelar lomba dan pameran burung berkicau kali ini.
Kamiludin Ketua Panitia lomba, meski juri ditunjuk oleh BnR tapi tetap profesional menjalankan tugas. Juri diambil sumpah di depan Muspida sebelum pertandingan.
Dengan sumpah itu diharapkan bertindak adil, dan fair. “Juri yang ditunjuk oleh BNR harus fair dan jujur,” ujar Kamiludin.
Titik tekan penilaian lomba burung berkicau ini katanya terkait segi kwalitas suara, gerakan, dan kecepatan kicau burung. Tidak gampang bagi juri untuk memilih sang juara karena itu dibutuhkan ketelitian, dan kecermatan dalam penilaian.
Dalam lomba ini dibagi beberapa kelas. Diantaranya Bupati Class Tiket Rp 200 ribu punglor merah A-B-C hadiah juara I Rp.l5 Juta, VIP Class Tiket peserta Rp 150 ribu punglor merah, cucak hijau, kacer, dan murai batu hadiah juara I Rp.4 Juta, executive class tiket peserta l30 ribu tledekan, cendet, kenari juara 1 Rp.3 Juta, sejati class tiket peserta Rp 100 ribu punglor merah A-B, cucak hijau A-B, kacer, tledekan, cendet, murai, kenari, P Kembang juara 1 Rp.2 Juta, favorit class tiket peserta Rp.60 ribu punglor merah, cucak hijau A-B, cendet, kacer, tledekan, murai batu, kenari, love bird, camp lokal juara I Rp.800 ribu, dan master BnR tiket peserta Rp.50 ribu cucak jenggot, colibri, jalak suren,rio-rio, ciblek juara I Rp.2 Juta.
Masing-masing kelas dipilih juara I - juara ke 10. Sehingga kemungkinan peserta jadi juara cukup terbuka lebar. Tak heran jika semua peserta jauh hari sudah berada di Jember.
Salah satu peserta Herli asal Banjarmasin Kalimantan Selatan sedikit kecewa karena tersandung ketatnya aturan tidak boleh membawa burung dari luar pulau oleh pihak karantina dan bandara Juanda Surabaya. Herli terpaksa harus mencari burung berkicau di Jawa.
“Jadi selama di Jember dia muter-muter cari burung, tapi bukan sembarang burung senilai Rp10 Juta,“ tukas Hirli.
Dari klub “Jalak Bali” menerjunkan 16 personil. Gunadi Santosa dari “Jalak Bali” mengatakan dia ikut semua kelas.
Yang jelas lomba kali ini bisa menaikan tingkat pendapatan masyarakat Jember karena banyak orang luar mencari burung, dan belanja di Jember.
“Dengan lomba hobi ini orang bisa kaya. Bayangkan Anis Merah (burung punglor) dinilai Rp 800 juta. Seharga mobil mewah Toyota Alphard. Saking mahalnya Anis Merah masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI),” ujar Kamiluddin.kim

Jumat, 24 Juli 2009

PWRI DUKUNG BERANTAS BUTA AKSARA


JEMBER – Ulang tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-47 diperingati meriah di Jember. Pensiunan PNS berjumlah 3500 orang ini cukup kompak.
Dalam peringatan HUT PWRI di gedung PWRI Jember kemarin beberapa narasumber dari Taspen, BRI, Askes, & Pemkab Jember, dengan semangat memberi muatan berbeda kepada pensiunan PNS ini dengan cara dialog.
Kepala Cabang PWRI Jember, Santoso mengatakan HUT PWRI ke-47 bertujuan meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan bernegara dengan membantu program pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa.
Tapi hal itu butuh konsolidasi untuk menarik jumlah anggota PWRI melalui ranting di Desa. Konsolidasi pensiunan PNS di Jember bukan tanggungjawab Pengurus saja, tapi juga tanggungjawab pengurus ranting.
“Insya’Allah pemerintah akan semakin segan kepada pensiunan. Kendati secara etika perjuangan PWRI tidak secara langsung,” ujarnya.
Selama ini PWRI telah banyak membantu program pemerintah, diantaranya terkait program Bupati berupa Gerakan Jumat Bersih (GJB).
Semua anggota PWRI hingga ranting juga dikerahkan untuk kegiatan itu. Selain ditambah kegiatan program pemberantasan buta aksara.
“Kami juga melaksanakan BBJ agar disukseskan sehingga program berjalan lancer,” ujarnya.
Dengan peran seperti itu, maka PWRI berharap kepedulian Pemerintah terhadap PWRI akan semakin baik.
“Insya Allah kepemimpinan MZA Djalal akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Jember dan pensiunan PNS Jember,” ujarnya. kim


FESTIVAL JAJANAN RAKYAT RAMAIKAN PANJAT PINANG


JEMBER – Panjat pinang adalah kegiatan rangkaian BBJ 2009 yang ditunggu – tunggu masyarakat, sejak BBJ digelar selama 3 tahun terakhir.
Selain kegiatan ini sudah mengakar di masyarakat setiap agustusan kini dikemas dengan BBJ 2009 untuk merayakan HUT RI, dengan berbagai kegiatan sejak Juli 2009 kemarin.
Wajar jika ribuan penonton tumplek blek di Alun alun Jember untuk menyaksikan lomba panjat pinang tersebut.
Tak sedikit yang terpingkal karena melihat aksi para pemancat terperosok oli. Seakan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Jember dan turis domestik hingga asing yang datang ke Jember kemarin.
Di satu sisi, kegiatan ini sangat menguntungkan bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang hari itu dibebaskan berjualan di sekitar Alun – alun.
Kegiatan yang dimotori Kantor Pariwisata ini selain menyajikan aksi panjat pinang 200 pohon juga digelar festival jajanan rakyat semisal makanan jenis sawut, tiwul, lopes, cenil, klepon, dan getuk.
Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember Arief Tjahjono, SE mengatakan diikutkannya festival jajanan rakyat saat panjat pinang itu adalah upaya konkrit menindaklanjuti himbauan Bupati Ir MZA Djalal.
Dengan festival jajanan rakyat itu akan melestarikan masakan jajanan khas warisan nenek moyang bangsa di tengah jaman yang bertaburan makanan asing, semisal steak, kebab, hotdog, pizza, dan hamburger.
“Yang jelas jajanan rakyat ini tetap disukai masyarakat karena selain lezat juga bergizi, dan murah meriah,” ujarnya.
Menurut Arief jumlah penjual jajanan rakyat ini jumlahnya cukup banyak. Terbukti di setiap sudut pasar dijumpai jajanan.
Tapi, sayang saat siang hari para penjual jajanan mengeluhkan dagangannya karena sepi pembeli.
Maka dari itu Kantor Pariwisata Pemkab Jember ingin mengajak masyarakat Jember saat panjat pinang nanti untuk menoleh kembali ke jajanan rakyat, agar lebih menarik tentu saja dengan kemasan kotak kecil yang terkesan higienis.
Produk Klepon misalnya, adalah makanan home industri jajanan rakyat yang ternyata bisa mengangkat Desa Gempol Pasuruan. Pembelinya adalah para pengendara jurusan Surabaya – Banyuwangi – Jember.
“Kita ingin meniru, makanan khas klepon. Itu jajanan rakyat di Indonesia, tapi yang terkenal di Gempol,” ujarnya.
Selain dilombakan, festival jajanan rakyat ini juga ingin mengangkat kembali pamor jajanan pasar karena proses pembuatannya tidak menggunakan pewarna kimia alias makanan sehat dan aman. kim

Kamis, 23 Juli 2009

LOMBA PANJAT PINANG 200 POHON PECAHKAN REKOR



JEMBER - Panjat pinang adalah rangkaian kegiatan bulan berkunjung ke Jember (BBJ).Kegiatan ini telah usai digelar. Kesuksesan penyelenggaraan dirasakan karena ribuan penonton tumpah ruah di Alun-alun Jember.
Kesan wah, dan heboh muncul karena hadiah yang disediakan panitia cukup banyak dan berlimpah. Semuanya ludes diserbu peserta baik dari kalangan masyarakat umum, Polisi, dan TNI yang ikut berpartisipasi.
Panjat Pinang 200 tiang ini memecahkan rekor terbesar sepanjang sejarah di Indonesia.
Suasana, Alun- alun Jember sangat berbeda di hari biasanya. Ratusan lonjor pohon pinang ditancapkan di lapangan tengah kota.
Semua pengunjung Alun-alun timbul tandatangan. Tak sedikit dari mereka yang bertanya berasal dari luar Kota Jember.
Esok harinya, baru diketahui 200 pohon pinang dengan di posisi atas terdapat berbagai hadiah semisal sepeda gunung, alat elektronik dan perabot lain bergelantungan dan diperebutkan para peserta.
Tak sedikit yang terperosok karena pohon pinang ini dilapisi olie. Sehingga licinnya bukan main.
Salah seorang turist John Maikel (27) dari organisasi pekerja sosial Perancis mengaku menunda keberangkatannya ke Kawah Ijen Bondowoso, karena ingin tahu bagaimana lomba panjat pinang itu dilaksanakan.
Dia terpikir dan membayangkan bagaimana 200 pohon pinang licin itu harus dipanjat peserta beregu untuk menarik hadiah di atas puncaknya.
Bahkan hadiah juga disediakan dalam bentuk kupon undian berhadiah televisi dan lemari es. Total hadiahnya mencapai Rp 800 ribu, per pohon.
Hal itu jelas membuat daya tarik tersendiri bagi masyarakat umum untuk ikut, terutama dari pemuda – pemuda dari aparat polisi, dan TNI, yang ikut meramaikan BBJ 2009 ini.
Auk Mash’ud warga Curah Kates Desa Klompangan Kecamatan Ajung sudah kesohor di Jember. Karena dialah orang yang ditunjuk Kantor Pariwisata untuk mencari 200 pohon pinang.
Bagi Mas’hud mencari 200 pohon pinang siang malam dari berbagai Kecamatan di Jember semisal, Kecamatan Mumbulsari, Mayang, Ambulu dan Bangsalsari tidaklah mudah.
Dia membeli per pohon Rp150 ribu. Dia butuh persiapan 2 bulan untuk mendapatkan 200 pohon pinang tersebut.
”Saya sempat kesulitan karena masyarakat menaikkan harga pohon. Dan belum lagi memilih yang lurus,” ujar Mashud.
Agar peserta merasa nyaman berburu hadiah memanjat pinang semua pohon dikuliti. Setelah halus dibantu 25 orang semua pohon pinang selesai dihaluskan dalam waktu sebulan.
Empat hari menjelang lomba, pohon sudah siap ditancapkan. “Setelah dikuliti dan dihaluskan pohon kita kirim ke Alun alun sebanyak 10 kali angkut. Satu truknya hanya bisa mengangkut 20 pohon saja,” ujarnya.
Berat per pohon bisa mencapai 4 kuintal dengan panjang 10 meter harus ditancapkan berkedalaman 80 cm.
“Para pekerja kita bayar per hari Rp 150 ribu termasuk 4 kali makan plus rokok 2 bungkus per orang. Baru setelah itu, diolesi Olie,” ujarnya. Setelah olie dioleskan, pohon diberdirikan. Esok harinya sudah harus siap dipanjat para peserta. Sukses panjat pinang, terbesar di Indonesia.kim

REST AREA, SOLUSI PENATAAN PKL


JEMBER - Terus merebaknya jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Jember, membuat Pemerintah Kabupaten Jember kembali akan menata keberadaan PKL.
Untuk menangani masalah sosial ini, jajaran Satpol PP berkoodinasi dengan Dinas/instansi terkait diantaranya Dispenda, Dinas Pasar, Dishub, Polres dan Humas Pemkab Jember untuk mencari solusi menangani PKL.
Sekadar diketahui ratusan PKL terus bermunculan, padahal mereka yang bandel terus membuka dagangan di luar waktu yang telah ditentukan.
“Mereka mayoritas menjual dagangannya di bahu jalan padahal wilayah itu harus bebas PKL, karena sangat mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujar Njoto Kasatpol PP.
Satpol PP berniat menertibkan PKL di jam-jam tertentu yang harus bebas PKL. Petugas diwajibkan mensosialisasikan kepada PKL, terutama yang masih membandel.
“Kalau terpaksa dan masih tetap berjualan diluar waktu yang telah disepakati, petugas kami akan melakukan tindakan tegas, “ujarnya.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Jember, Drs Suprapto tidak menampik itu, karena keberadaan PKL diakui akibat goncangan krisis ekonomi.
Sehingga PKL tidak mungkin dihilangkan tanpa membuat sebuah solusi. Tapi jika tidak segera diatasi, maka jumlahnya bisa bertambah banyak.
“Mungkin salah satu solusinya mereka (PKL) tetap boleh berjualan, namun ditentukan waktu untuk berjualan, “ tegasnya.
Khusus di jalan Kartini, PKL diijinkan hari Minggu mulai jam 05.00 s/d 09.00 WIB, bertujuan agar masyarakat yang berolahraga pagi di Alun-alun dapat menikmati dagangan mereka sambil berekreasi.
“Di luar Minggu kawasan ini harus bebas dari PKL,” ujanrya.
Ditemui terpisah, Kabag. Humas Pemkab Agoes Slameto mengatakan ada peraturan PKL tidak boleh berjualan di rood of way (daerah milik jalan).
“Karena itu, pihaknya ingin agar antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dan petugas dilapangan saling memahami, sehingga tercipta suasana yang tertib, bersih, indah dan aman (Terbina) di wilayah ini, “harapnya.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008 untuk kawasan segitiga emas harus bebas PKL.
Tapi untuk kawasan di luar itu PKL akan ditata dengan pemberlakuan jam berjualan.
“Jadi secara bertahap mereka (PKL.red) akan ditertibkan kembali, sehingga nuansa peringatan HUT RI ke-64 dan pelaksanaan BBJ akan nampak meriah di Kabupaten Jember ini, “ ujarnya. kim

BATAS JEMBER – PROBOLINGGO DIBAHAS

JEMBER - Ditetapkannya tapal batas suatu daerah berujung kepada adanya kepastian batas wilayah administrasi dan batas wilayah kewenangan secara riil di lapangan. Sehingga ada kejelasan terkait fungsi-fungsi pemerintahan dan pelayanan umum di daerah.
Hal itu dibahas menyusul berlakunya Undang-Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka daerah (Propinsi, Kabupaten dan Kota) mempunyai wewenang yang relatif lebih luas dalam pengelolaan Sumber Daya Alam.
“Maka penetapan tapal batas wilayah sangat penting, sebab tiap daerah akan dapat memaksimalkan potensi yang ada,” ujan Asisten Pemerintahan Pemkab Jember, Hasi Madani saat menerima Tim Tehnis Penetapan Tapal Batas Wilayah antara Jember dan Probolinggo dari Topdam V/Brawijaya.
Rombongan dipimpin Asisten I Pemkab Probolinggo, Drs. Abdul Azis, Msi membawa para camat dan empat Kades di perbatasan semisal, Kades Andongsari, Kades Andongbiru, Kades Tlogoargo dan Kades Tlogosari Kabupaten Probolinggo.
Menurut Hasi Madani, penetapan tapal batas wilayah darat memiliki beberapa aspek yang harus dipahami pengambil keputusan dan pelaku penetapan.
“Aspek itu terkait aspek aspek pengukuran, dan aspek penetapan, “ tegasnya.
Dikatakan bahwa tujuan penetapan tapal batas wilayah darat adalah untuk mengetahui batas spesial dan status hukum, baik dari kepemilikan, hak guna, batas peruntukan dalam tata ruang, tanggung jawab pemerintahan, perpajakan hingga untuk menentukan luas area guna menghitung potensi sumber daya dan kepadatan penduduk.
Terkait ini Drs Hasi Madani, berharap ada penuntasan masalah tapal batas antar daerah dilakukan dua Kabupaten. Dan kegiatan itu harus didukung semua unsur pemerintah baik di pusat dan daerah, terutama untuk menjalankan roda pemerintahan, dan pembangunan.
Pemerintah di dua Kabupaten (Jember – Probolinggo) harus memberi sosialisasi positif kepada masyarakat sekitar perbatasan terkait penetapan tapal batas.
Sedangkan Asisten I Pemkab Probolinggo, Drs. Abdul Azis, Msi mengatakan di era otonomi daerah dan globalisasi, penetapan tapal batas wilayah (batas administrasi. red), baik antar tinggi, persil tanah, batas konsesi HPH, atau hak pertambangan, batas antar kabupaten/kota, batas kewenangan di laut maupun batas negara menjadi strategis, dan harus dikerjakan dengan mutu.
Demi kepentingan dua pihak diminta para kades di dua Kabupaten itu harus sama-sama mengetahui batas wilayahnya dan mencocokkan tapal batas itu secara benar.
Tim Teknis Topdam/V/BRW, Mayor TNI. Sunarto membeberkan bahwa kegiatan penetapan tapal batas wilayah terdiri atas dua tahap yaitu tahap penetapan dan tahap penegasan.
Penetapan batas daerah didarat adalah proses penetapan batas daerah secara kartometrik diatas suatu peta dasar yang sudah disepakati (buku pedoman dan penegasan batas daerah).
Sedang penegasan batas daerah darat adalah proses penegasan batas daerah secara langsung di lapangan dengan memasang pilar-pilar batas.
“Banyak cara dalam menentukan batas wilayah darat, diantaranya dengan melakukan pengukuran terestris, pengukuran fotogrametris, pengukuran melalui citra satelit inderaja, ataupun secara kartometris, “jelasnya.
Penetapan tapal batas wilayah harus dikerjakan sepanjang 49 km dengan dipasang 8 pilar utama berukuran 40 cm x 40 cm. kim

KUNJUNGAN DPD RI KE JEMBER

JEMBER - Kunjungan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jatim ke Jember diterima Asisten I Pemkab kemarin, dihadiri Kodim, Polres, SKPD, dan LSM , sebagai bentuk wujud kewajiban menyampaikan hasil kinerja.
Ketua Rombongan DPD RI. Abd Mujib Imron mengatakan kunjungan ke Jember adalah untuk melaksanakan kewajiban turba menyampaikan hasil hasil produk persidangan terkait Desentralisasi Otoda.
Termasuk perimbangan keuangan pusat dan daerah terkait pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan dan peningkatan pelayanan publik.
Mereka juga ingin menjaring aspirasi dari daerah dengan keliling semasa reses, ke Kota, dan Kabupaten. Ada 5 daerah yang selalu dikunjungi dalam rangka menjaring aspirasi.
Hal itu selain untuk membina hubungan baik antara pemerintah dengan stekholder di daerah juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Sehingga daerah, Kota, atau Kabupaten memiliki daya saing yang tinggi dalam mempercepat demokrasi dan kesejahteraan rakyat.
Asisten I Drs Hasi Madani mengatakan kunjungan DPD RI ini ke Jember adalah sebagai optimalisasi otonomi daerah sebagai agenda reformasi dan penyempurnaan peraturan per undang undangan terkait semangat otoda baik terkait pemerintahan, dan terkait Pilkada hingga UU khusus tentang desa.
Di Jember, sebagai amanat UU Nomor 32 telah ditindaklanjuti sebuah produk Perundang undangan atau Perda yang mengatur Desa secara keseluruhan dan sebanyak 226 Desa di Jember telah definitif.
Ke depan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat perlu ada penyempurnaan termasuk bagaimana menyikapi hasil pemeriksaan BPK terkait kewenangan otonomi dekonsentrasi dan penggunaan anggaran. kim

JEMBER EXPO 2009 SIAP LOUNCHING

JEMBER - Gaung bulan berkunjung ke Jember (BBJ) tak hanya dirasakan masyarakat Jember saja, tapi seluruh masyarakat luar Jember juga ikut menanti terutama kedatangan Jember Expo 2009.
Jember Expo 2009 ini akan dimeriahkan 150 stand yang menjual semua potensi wisata daerah. Tujuannya tak lain untuk menyedot wisatawan domestik dan mancanegara.
Apalagi bersamaan dengan itu, Jember akan menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) se Jawa Timur 28 Juli mendatang.
Untuk meramaikan kegiatan keagamaan itu Pemkab Jember siap melounching Jember Expo 2009 di GOR PKPSO Bumi Kaliwates l9 Juli-2 Agustus 2009.
Jember Expo ini digelar kedua kalinya sejak BBJ 2008 dan diprediksi lebih meriah karena peserta pameran dari Regional dan Nasional baik Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Luar pulau semisal Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur, sengaja ikut ke Jember untuk melihat BBJ dari dekat dan melihat produk unggulan Jember.
Demikian dibeberkan Kepala Disperindag Jember, melalui Kabid Perindustrian Ir. Subaidi, saat Technical Meting Jember Expo, kemarin.
Jember Expo sebagai sarana promosi sehingga kata dia, di era otonomi daerah mengambil paradigma baru bahwa sarana promosi sangat penting untuk meraih pasar jaringan pasar dan promosi produk unggulan Jember, semisal sangkar burung, Handycraft, dan makanan Suwar Suwir.
Expo ini terdapat Pameran MTQ dan Pameran BBJ selain memamerkan produk unggulan Jember. Untuk itu, Pemerintah mengajak salah satu EO dan Dinas terkait menggambil langkah langkah promosi di media massa sehingga pengunjung lebih besar lagi.
Jember Expo 2009 sudah disiapkan dan masyarakat dihimbau menjaga ketertiban dan keamanan selama expo digelar.
Ketua Panitia Pelaksana Jember Expo 2009, Hari MA mengatakan bahwa Expo sudah final dimulai 19 Juli – 2 Agustus 2009.
Technical Meeting kemarin hanya memberi hal teknis kepada peserta pameran dengan dekorasi yang tidak menganggu peserta lain.
Untuk itu Jember Expo diharapkan ikut hadir dan berpartisipasi menikmati Jember Expo karena panitia mendatangkan Investor dan peserta dari luar daerah.
Hal itu untuk merangsang produk Jember bersaing dengan produk luar daerah, sehingga prekonomian masyarakat dapat meningkat dengan perputaran uang yang tinggi selama Expo.
“Pameran mulai dari produk teknologi dan properti, otomotif, funiture, handy craft, makanan, fashion, lukisan, serta produk Usaha Kecil Menengah (UKM) juga ikut andil. Expo ini paling tidak juga menjadi sarana belajar bagi para pelaku UKM untuk memasarkan produknya, dan diskusi dengan peserta lain untuk meningkatkan kwalitas produksi,” terang Hadi. kim

Senin, 20 Juli 2009

TURIS ASING BERDATANGAN DI JEMBER




• Lihat Panjat Pinang 200 Tiang

JEMBER – Beberapa hari ini turis asing berdatangan ke Jember. Tak hanya itu, wisatawan domestic dari berbagai daerah di Nusantara ini berdatangan memenuhi hotel di penginapan Jember, dan Banyuwangi.
Hal itu karena ada event menjelang Jember Fashion Carnaval, dan menjelang puncak kegiatan BBJ.
Seperti yang terlihat turisasing dari Belanda ini sebelum ke Bali, mampir ke Jember. Robert dan Yolanda ini menyempatkan melihat Alun alun Jember yang saat itu digelar panjat pinang dengan 200 pohon.
“Ada kegiatan apa kok banyak pohon itu,” ujar turis dalam bahasa Inggris kepada staf Pemkab Jember.
Sejumlah wartawan pun menghampirinya. Guidenya bernama Gustaf, berusaha menjelaskan dengan bahasa Belanda kepada Robert dan Yolanda terkait lomba panjat pinang.
“Kalau anda kesempatan ikut serta panitia pasti mengijinkan,” ujarnya.
Tapi, Robert menolaknya. Guide asal Jember ini selain itu menjelaskan pula obyek wisata di Jember yang bisa dikunjungi.
“Di Jember banyak yang bisa dikunjungi, ada Pantai Pamuma, Pantai Watu Ulo, Rembangan, Pantai Puger dan Nusabarongnya, eksotik,” ujar Robert.
Terkait lomba panjat pinang itu, mengaku terlalu pagi jika lomba digelar pukul 07.00 WIB.
“Jam 07.00 WIB saya masih tidur,” ujarnya kelakar.
Disinggung kejadian pemboman di Hotel JW Marriot dan Hotel Rizt Carlton dia mengaku tidak seperti di Jember.
“Disini aman saja,” ujarnya.
Sedangkan Sugeng Purnomo Pimpinan Hotel Bintang Mulia mengakui bahwa kunjungan tamu dari Manca Negara dan Wisatawan Domestik di BBJ 2009 ini mulai banyak yang datang.
“Di hotel saya ada peningkatan kunjungan 15-20 %,” ujarnya.
Dua bulan terkahir turis manca dan domestic banyak mampir ke Hotel Bintang Mulai. “Belum hotel yang lain Mas,” ujarnya.kim


Jumat, 17 Juli 2009

BBJ DIGELAR, PETANI TAK DILUPAKAN



JEMBER - Pelatihan dan pendidikan kepada petani Jember melalui Pioneer Ekspo 2009 selama 2 hari (15-16 Juli ) di Dusun Krajan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan dihadiri oleh Wakil Bupati Jember Kusen Andalas sebagai wujud kepedulian Pemkab yang tidak lupa kepada wong cilik meski BBJ 2009 digelar.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada petani di Jember. Selama pelatihan peserta tidak saja datang dari Jember, tapi juga dari Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo.
Peserta sebanyak 2.000 orang ini di lokasi dipandu oleh instruktur dari Disperta Jember dan Pioneer yang dibagi 5 kloter dengan materi terkait perlakukan varitas jagung, umur tanam jagung, pemupukan dan sebagainya.
Salah satu peserta Muksin, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pelatihan itu karena mendapat pengetahuan baru cara becocok tanam jagung yang baik.
“Dengan menggunakan bibit dari pioneer hasil bisa meningkat per hektar bisa mencapai 9-12 ton pipil keringnya,” tegasnya.
Ketua Poktan – yang juga Ketua KTNA Jember - ini mengatakan mayoritas petani di Desa Lojejer menanam jagung di musim tanam I dan II.
“Dari 465 hektar lahan di Desa Lojejer 40 persennya ditanam di musim tanam II ini,” paparnya.
Hanya saja dalam pasca panennya petani Desa Lojejer Wuluhan terkendala harga panen. “Kalau dulu harga pipil per kilo beberapa waktu bisa mencapai harga 2.500 sekarang jatuh 2.100 perkilo,” tegasnya.
Ketua KTNA ini berharap ada kepedulian dari pihak lembaga yang berwenang semisal Sub Dolog untuk bisa menampung produksi petani jagung.
“Sehingga ada HPP dari harga jagung sepeti harga padi pada umumnya sehingga tidak dipermainkan oleh pedagang,”harapnya.
Keluhan senada disampaikan petani Dadi Sunaryo dari Ketua Kelompok Tani Maju Mekar Dusun Krajan Lojejer. Kendati telah lama bergabung di poktan, tapi anggotanya merasakan turunnya harga jagung.
“Dari 0,75 hektar pada MK I berhsil panen jagung 4,8 ton,”cetusnya.
Dengan harga saat ini justru harga pipil jagung perkilo Rp 1,9 ribu per kilo. “Perlu ada kemauan Sub Dolog menampung hasil panen jagung seperti padi,” tegasnya.
Dijelaskan juga oleh Ketua Poktan Maju Mekar, meski hasil melimpah tapi masih dirasakan menipis keuntungan petani.
“Dengan harga segitu dikurangi biaya produki, kami hanya bisa untung Rp 600 - 700 ribu selama 3 bulan,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kusen Andalas, mengatakan para petani di Wuluhan dan Jember diminta selalu bekerja sama untuk meningkatkan usaha taninya.
Di Jember kata dia, merupakan Indonesia kecil karena di Jember juga tersedia berbagai produksi tanaman komoditi pangan.
“Di Jember ada laut, gunung, sawah, dan tegal. Bahkan menjadi lumbung Jatim,” ujarnya. kim

Kamis, 16 Juli 2009

RSUD DR SOEBANDI NAIKKAN BIAYA BEROBAT


• Mengacu SK Menkes No 125

JEMBER - Untuk menutupi kekurangan biaya operasional Rumah Sakit Dr Soebandi Jember, yang terus bertambah, Direktur RSUD dr. Yuni Ermita memberlakukan tambahan biaya pelayanan baru awal tahun 2009 ini.
Biaya tambahan pelayanan ini hanya berlaku bagi pasien yang rawat inap di ruang perawatan klas III senilai Rp 50.000, dan tarif ini jauh di bawah kententuan Menkes RI, No 125/Menkes/II/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahun 2008 yang menetapkan tarif sebesar Rp 90 ribu per hari.
“Kalau dibanding dari ketentuan Menkes RI, tarif baru ini sangat jauh di bawahnya, tapi yang terpenting pelayanan di RS ini tetap bisa berjalan lancar,“ tegasnya.
Menurut dr Yuni, tambahan biaya pelayanan ini hanya untuk menutupi kekurangan biaya operasional yang diperuntukkan sebagai kebutuhan makan pasien, biaya listrik, biaya cleaning service dan biaya Alat Kesehatan (Alkes) habis pakai.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) tahun 1990-an. Tarif ini relatif sangat kecil sebesar Rp 10 ribu.
“Sekarang saja, kebutuhan untuk makan dirasa cukup besar, dan dengan uang Rp 10 ribu sangat sulit pihak RSUD untuk menutupi kekurangannya,“ terangnya.
Menurut dr Yuni Ermita bahwa tambahan tarif pelayanan ini diberlakukan, agar keberadaan RS Pemerintah ini tidak terus merugi, sebab untuk biaya operasionalnya sudah tidak lagi diberi Pemkab Jember.
Dan masih menurut dr Yuni Ermita bahwa biaya operasional RS dibebankan pada pendatapan RS itu sendiri tanpa APBD.
Selain pemberlakuan tambahan biaya pelayanan untuk rawat inap di ruang perawatan kelas III, RSUD dr Soebandi juga menambah 25 % biaya laboratorium (lab) dan kenaikan biaya sebesar 25 % itu hanya cukup untuk mengganti bahan habis pakai yang digunakan oleh pasien.
“Selisih kenaikan harga tersebut sangat minim sekali hanya cukup untuk ganti Alkes habis pakai,“ jelasnya.
Sementara itu Kabag. Humas Pemkab Jember Drs Agoes Slameto berharap meski RS ini minim akan biaya, tapi pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap menjadi tujuan utama. “Sebab kesehatan merupakan salah satu program prioritas Pemkab Jember, “ tegasnya.
Apalagi RS milik pemerintah ini dinilai paling lengkap peralatan medisnya, bila dibanding RS lainnya di Kabupaten Jember.
“Dan mengenai tarif pelayanan kesehatannya juga dirasa masih terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, “ pungkasnya. kim

Rabu, 15 Juli 2009

KELOMPOK TANI HARUS LEBIH KREATIF


• PRODUKSI JAGUNG NAIK 400.000 TON


JEMBER - Pembentukan Kelompok Tani (Poktan) sebagai wadah para petani tidaklah hanya bertujuan untuk membagi-bagikan pupuk saja, tapi lebih dari itu Poktan harus mampu menumbuhkan kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas pertanian anggotanya.
Demikian ditegaskan Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas, Sip, saat acara panen Jagung kemarin.
Menurutnya, Poktan harus lebih berani melakukan terobosan positif terkait pengembangan, pemasaran, dan kreatifitas pertanian. Tidak saja di sisi peningkatan produktifitas, tapi juga soal pemanfaatan Teknologi Pertanian, Cara tanam, Pola Pemupukan berimbang, dan teknologi Pasca Panen.
Kreasi dan inovasi dari kalangan petani sangat dibutuhkan seiring semakin bertambahnya jumlah penduduk yang diikuti kian meningkatnya kebutuhan pangan.
“Petani harus mulai berpikir pemanfaatan Teknologi Pertanian, baik soal pengolohan tanah, cara tanam, pemeliharaan, pengobatan, sehingga bisa meningkatkan produksi pertaniannya,” ujar Wabup Kusen Andalas, di acara Pioneer Ekspo 09, di Desa Lojejer, Kecamatan Ambulu Kamis (15/7).
Dikatakan, bahwa sebuah persoalan tidak terkecuali di bidang pertanian, akan bisa lebih maju kalau dibarengi perencanaan yang baik. Selain itu juga harus ada sistem yang baku dan bisa diandalkan, sehingga setiap kegiatan yang dijalankan bisa terarah.
“Sistem harus dibangun, agar semua persoalan menyangkut pertanian bisa berjalan dengan baik. Kalau sistemnya baik, Insya Allah, semuanya akan berjalan baik,” tandas Wabup Kusen Andalas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabupaten Jember, Ir Hari Wijayadi, memaparkan bahwa persoalan komoditi Jagung di Jember, dari tahun ke tahun berkutat pada masalah ketidakpastian harga.
Ketidakstabilan harga Jagung di pasaran, kata dia, mengakibatkan petani banyak yang mengeluh. Soal produktifitas Jagung sejak 4 tahun terakhir sempat mengalami lonjakan.
Hal itu bukan dipicu semakin cerdasnya petani dalam mengolah tanaman Jagung, tapi naiknya produksi Jagung dari 300.000 ton tahun 2004-2005 menjadi 400.000 ton tahun 2009 ternyata lebih dipicu oleh semakin luasnya lahan.
Bertambah luasnya lahan Jagung di tahun 2008-2009 itu, karena petani tembakau beralih dari tembakau ke Jagung.
“Produksi naik ternyata arealnya juga naik. Ini terjadi tahun 2008. Jadi bukan karena produktifitasnya yang naik,” tegasnya.
Di lain sisi, Direktur Pemasaran, Pioneer, menegaskan bahwa pemilihan Jember sebagai daerah pemasaran hasil produksinya, karena daerah ini dinilai cukup potensial. Tidak hanya Pioneer yang mengembangkan dan memasarkan hasil produksi juga ada beberapa Perusahaan Benih yang melakukan hal yang sama di Jember.
“”Jember ini tidak hanya menjadi lumbung pangan, tapi juga menjadi sentra produksi jagung,” kata Supandi Direktur Pemasaran Pineer, dalam acara Pioneer Ekspo yang diikuti Poktan Kabupaten tetangga : Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. kim

IYAN JAYA GARMENT DAPAT BERKAH BBJ 2009


JEMBER – Dampak, dari gebyar Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2009 yang berjalan separuh waktu ini sangat dirasakan masyarakat. Terutama para perajin sablon kaos, pemilik garment dan konveksi di Kabupaten Jember. Mereka kebanjiran order pembuatan kaos BBJ, baik dari instansi pemerintah dan swasta.
Seperti yang dialami “Iyan Jaya Garment” di Jl Manggar XII / 32A Gebang Jember. “Kami ingin berpartisipasi mewarnai event BBJ 2009. Banyak order pembuatan kaos, topi dan umbul-umbul kita beri harga murah, tapi berkualitas, asal bisa mempekerjakan banyak orang,” ujar Farid pemilik “Iyan Jaya Garment” Jember.
Diakuinya, keberadaan BBJ baginya tidak hanya merupakan berkah, tapi juga keberuntungan. Betapa tidak. Karena saat BBJ dimulai dia mendapat order ribuan potong kaos.
“Meski harganya berkisar Rp 10-40 ribu, tapi sangat bisa membantu warga sekitar sini dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Apalagi dalam BBJ 2009 berbeda dari tahun 2008. Usaha Garment yang ia tekuni sekarang ini bisa memberdayakan warga sekitar dan menyerap pekerja sebanyak 24 orang.
“Dengan BBJ dua kali ini kami bisa memperkerjakan pemuda sekitar usaha kami, ada sekitar 5-10 pekerja di luar pekerja tetap sekarang ini, ” paparnya.
Hanya saja sebagai pengusaha Garment dia mengingatkan kepada pelanggan di pemerintahan agar tidak perlu mencari Garment di luar Jember karena di Jember sudah cukup banyak dan sanggup mengerjakan ribuan potong kendati harus dikerjakan sesuai pesanan dan kualitasnya juga bisa bersaing.
Sebagai pengusaha Garment, memproduksi kaos, jaket, seragam, traning, jaket, topi, umbul-umbul sudah lama dia geluti.
“Apalagi di peringatan HUT RI ke 64 yang dikemas BBJ ini, kami sangat bersyukur sekali, karena bisa mengembangkan usaha semisal pin, tas souvenir dan sebagainya, ” ujarnya.
Kendati pangsa pasarnya telah tembus Bali, Surabaya, Jombang, Lumajang dan Wilayah Besuki. Dengan BBJ usahanya dapat memproduksi 2.000 potong sehari. Ada peningkatan dibanding tahun 2008, hanya 800-1000 per hari.
“Itupun dari para pelanggan saja, ” tambahnya.
Mengamati BBJ di tahun ketiga 2009 ini, sebagai pengusaha kecil sangat berharap tetap dilanjutkan. “BBJ ini sangat banyak manfaatnya bagi kami dan harus menjadi agenda tetap tahunan untuk rakyat Jember, ” tegasnya.
Senada dibeber Mukti - pekerja Garment “Iyan Jaya” – ini merasakan BBJ banyak manfaatnya. “Saya dapat pekerjaan menyablon dan menjahit sekarang bisa dilembur sampai dini hari, sehingga gajinya juga bisa bertambah, ” bebernya. kim

RT-RW DIJANJIKAN DIBERI INSENTIF


JEMBER - Perkembangan pembangunan oleh Bupati Jember MZA Djalal, sudah banyak diraskan.
Hal itu terungkap dari pengakuan masyarakat Kaliwates saat ikut acara bedah potensi, Kamis (15/7) kemarin.
Kendati ujung ujungnya mereka minta bantuan. Tapi hal itu sudah mencerminkan perilaku masyarakat saat bertemu Bupatinya.
“Bak anak kepada bapaknya”.
Bupati Jember, MZA Djalal, akhirnya dengan sabar menanggapi seluruh permintaan masyarakatnya itu.
Bupati juga sempat mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jember agar saling menghormati dan menghargai apa yang sudah dilakukan para pendiri bangsa melalui momentum hari Kemerdekaan Proklamasi nantinya dengan hal-hal positif yang bisa membawa masyarakat ke arah adil dan makmur.
Bupati Djalal juga berharap program pemerintah hendaknya selalu didukung semua pihak. Karena semua itu hanya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakt sendiri.
Terutama program BBJ sebagai sarana yang dirumuskan Pemerintah semata untuk mengangkat nama Jember di kancah Nasional dan Internasional demi kemakmuran bersama masyarakat Jember.
Melihat hal itu, Bekti, warga Tegal Besar, meminta kepada Bupati Jember agar perangkat di bawah kelurahan yakni RT, RW diberi insentif guna memberikan tambahan penghasilan (kesejahteraan) bagi RT-RW dari anggaran Kelurahan.
Selain agar pelaksanaan administrasi dan kelancaran dalam memberikan pelayanan masyarakat itu tidak tersendat-sendat. Kata Bekti, kendala terbesar dalam pengurusan-pengurusan surat banyak terjadi di lingkup RT-RW.
Tapi, RT-RW tidak ada income. Karena itu insentif bagi RT-RW agar benar-benar diperhatikan sebagai pelayan masyarakat di tingkat terbawah.
Dengan lantang, Bupati Djalal menjawab permintaan Bekti dengan tegas. Bahwa pemberian insentif RT-RW itu diserahkan ke Kelurahan masing – masing.
Semua itu, bisa dilakukan dengan melihat kemampuan anggaran Kelurahan setempat. Dan terpenting adalah sesuai aturan. Wacana ini juga serupa dengan acara Bedah Potensi di Kecamatan Sumberjambe.
Bupati Djalal mengijinkan jika Anggaran Desa diambil untuk memberikan tambahan kesejahteraan bagi para kader PAUD saat itu.
Melihat itu, selayaknya kesejahteraan para kader-kader, perangkat, dan masyarakat yang mau mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat agar lebih diperhatikan. Sehingga seluruh kebutuhan masyarakat selalu bisa layani dengan baik.kim

Selasa, 14 Juli 2009

MZA DJALAL JANJIKAN TANAH BENGKOK BAGI PPL


JEMBER - Lagi lagi Bupati Jember, MZA Djalal, menarik simpati karyawan Pemkab Jember. Kali ini saat dialog temu wicara dengan petani di UPTD Bangsalsari, MZA Djalal menjanjikan kepada Petugas Pertanian Lapangan (PPL) tanah bengkok sebagai jaminan kesejahteraan ke depan.
Hal itu terungkap saat PPL ini mengadukan keluh kesahnya terkait kesejahteraan PPL selama ini. Dengan tanah bengkok itu, lahan bisa disewakan dan dikelola PPL sesuai kebutuhan.
“Mereka selama menjadi tenaga kontrak diberi lahan untuk dikerjakan, sekaligus menjadi contoh petani lain sehingga hasilnya dapat dinikmati untuk mencukup kebutuhannya sehari-hari, “ ujarnya.
Selain memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-37 di Kabupaten Jember, jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jember juga gelar Tehnologi Pertanian di UPTD Kecamatan Bangsalsari, Senin (13/7).
Acara dibarengkan temu wicara petani dengna Bupati Jember MZA Djalal terkait berbagai Teknologi Pertanian yang sedang dikembangkan.Para petani dan penyuluh se Jember ini sengaja dihadirkan di temu wicara ini.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur meminta kepada pengusaha Jember untuk segera berinvestasi di bidang pertanian, sebab bidang pertanian akan membawa harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tidak ada rugi, kalau pengusaha berusaha di bidang pertanian ini, “ajaknya.
Berdasar data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bahwa Kabupaten Jember sangat potensial untuk dikembangkan berbagai jenis tanaman mulai dari tanaman padi, palawija dan holtikultura.
Selain itu Jember tergolong mempunyai luas lahan yang sangat besar dan subur untuk ditanami berbagai varietas pertanian yang ada. “Segala macam jenis tanaman dengan suburnya tumbuh diareal lahan milik petani, “ujarnya.
Hamid, petani asal Kecamatan Ambulu berharap pemerintah segera mempermudah dan membantu petani menyediakan bibit tanaman yang dibutuhkan, selagi sekarang musim tanam.
“Karena sekarang musim palawija, maka ketersediaan bibit palawija seperti kedelai dan jagung harus mudah didapat dipasaran, “pintanya.
Sedang bibit bantuan dari pemerintah selama ini sering tak sesuai permintaan petani yang diajukan melalui RDKK, sehingga banyak petani mengeluh bibit dari pemerintah sering salah.
“Seandainya memang bibit yang diminta petani tersebut dinilai terlalu mahal, maka petani sanggup untuk menambah selisih harga bibit kedelai itu. “ujar Hamid.
Bupati Jember MZA Djalal mengatakan dari tahun ke tahun peningkatan produksi pertanian di wilayah ini sangat menggembirakan, karena selain adanya Teknologi Pertanian yang canggih dapat meningkatkan hasil produksi gabah petani.
“Sebab kalau kita lihat dari tahun 2004 produksi padi petani Jember hanya 720 ribu ton/ha, maka tahun 2009 ini mengalami peningkatan sebesar 820 ribu ton/ha atau naik sebesar 100 ribu ton/ha, “jelas Djalal.
MZA Djalal mengatakan tahu persis letak geografis Jember sebagai daerah yang sangat subur. “Coba lihat di sekitar tempat acara ini, semua tanaman pertanian mulai dari tomat, mentimun, kacang panjang, cabe, pare dan kubis tumbuh dengan suburnya dan sangat menjanjikan, “ tegas Djalal.
Menanggapi keluhan petani asal Kecamatan Ambulu soal bibit dari pemerintah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Jember, Ir. Hari Widjajadi mengatakan bantuan benih dari pemerintah tidak bisa ditentukan sendiri.
“Tapi mudah-mudahan tahun depan, bantuan benih akan sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan kemauan petani ,” ujarnya. kim


BUPATI DJALAL TANAM PERDANA KEDELE


JEMBER - Negara Indonesia adalah negara agraris. Kabupaten Jember sebagai daerah lumbung padi Jawa Timur di peringatan hari Krida Tani, Senin, 13 Juli 2009 di Kecamatan Bangsalsari, Bupati Jember, MZA Djalal dan jajaran SKPD, Camat, dan UPTD Pertanian menanam perdana kedele sebagai tanda bahwa Jember tak hanya unggul dalam produksi padi, tapi juga kedelai sebagai komoditi bersaing lainnya.
Bupati Djalal juga meninjau langsung lahan percontohan (Demo Plot) UPTD Pertanian Kecamatan Bangsalsari, yang menyediakan berbagai varietas tanaman sayur-sayuran sehat menggunakan pupuk oganik : tomat, kacang panjang, pare, dan kubis.
Segala tanaman percontohan ini merupakan tanaman organik yang keseluruhannya dipupuk memakai pupuk olahan limbah makanan dan kotoran ternak.
Bupati Djalal mengatakan, ada revolusi besar di bidang pertanian dengan menggunakan pupuk-pupuk organik. Ini sebagai dasar bahwa masyarakat dewasa ini kian sadar arti penting kesehatan tanaman.
Selain itu, sebagai Kabupaten dengan pendapatan masyarakatnya dari hasil pertanian diharap tidak bergantung kepada komoditi padi saja, tapi harus ada diversifikasi tanaman.
Semisal, ketela pohon, jagung, kedele, dan sayur-sayuran lainnya. Jika ini bisa dilakukan secara baik dan benar, maka tidak ada masyarakat yang kelaparan, apalagi busung lapar. Semua ini, disebabkan perubahan dari pola hidup masyarakat itu sendiri.
Djalal mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada para kelompok tani, Gapoktan, dan KTNA yang telah mampu membina petani, untuk hasil pertanian yang sehat.
Termasuk penghargaan kepada PPL yang telaten mendampingi petani dalam segala hal. Karena disadari banyak kendala dihadapi petani, tapi semua itu bisa diselesaikan dengan rasa tanggung jawab dan kerjasama.
Kadisperta Jember, Ir. Hari Widjajadi, mengatakan penanaman kedele perdana ini hendaknya dilanjutkan sebagai tindakan nyata petani melalui Gapoktan, karena kedela memiliki nilai ekonomis tinggi selain untuk konsumsi masyarakat.
Semua itu dilakukan semata untuk meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri, pemerintah hanya menfasilitasi saja.
“Jika produksi pertanian Jember berhasil, baik produksi padi atau tanaman non padi, ada keberhasilan petani itu sendiri,“ tegasnya. kim

Minggu, 12 Juli 2009

MZA DJALAL JANJI BIKIN DESA BUDIDAYA PERKUTUT


JEMBER - Setelah tahun 2008, Jember sebagai tuan rumah ekshibisi koong perkutut tingkat regional tahun ini di rangkaian BBJ 2009. Jember kembali didaulat sebagai tuan rumah lomba koong perkutut tingkat nasional.
Tak hanya itu, didaulatnya Jember sebagai tuan rumah Koong tingkat nasional ini Kabupaten Jember juga mendapat penghargaan langsung dari Ketua Umum Persatuan Pelestarian Perkutut se Indonesia (P3SI) sebagai penyelenggara lomba Koong Perkutut tingkat nasional terbaik.
Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Umum P3SI, Mayjen Purn Zainuri Hasyim. Penghargaan ini diberikan Kepada Bupati Jember, MZA Djalal, karena satu-satunya Kabupaten yang menyelenggarakan lomba Koong Perkutut tingkat nasional dengan 19 blok dimana 1 blok perkutut biasanya diikuti 84 peserta lomba kali ini berdasar penilaian panitia dari 19 blok dipenuhi oleh para peserta lomba.
Demikian disampaikan Ketum P3SI, Mayjen. Purn. Zainuri Hasyim, bahwa P3Si selaku penyelenggara tahun ini Kabupaten Jember merupakan penyelenggara terspektakuler, dan terbesar.
Karena, dalam sejarah penyelenggaraan lomba tingkat nasional dimanapun yang terbesar hanya 15 blok.
“Ini benar-benar luar biasa. Sebagai penyelenggara koong perkutut pertama tebesar di Indonesia,” tegasnya.
Disampaikan pula bahwa Jember telah memecahkan rekor penyelenggaraan lomba, karena selama 52 tahun P3SI berdiri, baru kali pertama Jember menggelar lomba dengan 19 blok berisi penuh seluruh peserta.
Mantan Pangdam Siliwangi ini menegaskan bahwa Jember bisa dijadikan pusat Perkutut di Indonesia, sehingga pelestarian burung perkutut kian semakin langka tetap terjaga.
Bahkan, Bupati Jember sempat akan mencetuskan sebuah desa yang akan menjadi pusat budidaya perkutut di Jawa timur bagian timur. Jika ini akan benar-benar diwujudkan P3SI akan siap mendukung dan siap memberi bibit perkutut kelas 2 secara gratis.
Meski kelas 2, perkutut tetap akan memberi nilai ekonomis yang sangat tinggi, selain perkutut merupakan hiburan tersendiri sebagai penghilang suntuk.
Ketua Koong Perkutut Jember, HM Hasi Madani, mengungkapkan bahwa dengan lomba koong perkutut tingkat nasional ini Jember mendapat penghargaan dari P3SI dan berdampak bagi kesejahteraan rakyat.
Ke depan budidaya perkutut sebagai langka pelestarian satwa dan nilai ekonomis tinggi bisa dilakukan di Jember. Penghargaan ini merupakan upaya menggembirakan dari semua pihak.
Terutama bagi panitia BBJ dalam rangka memperkenalkan Jember ke kancah nasional lewat lomba koong perkutut sehingga nama Jember banyak dikenal oleh para pecinta perkutut.
Sehingga tujuan BBJ sendiri sebagai 3 dimensi bisa segera terwujud, apalagi Bupati Djalal berkeinginan membuat desa perkutut sebagai desa pusat budidaya perkutut. kim

Jumat, 10 Juli 2009

DAPAT PERAK BELUM PUAS


JEMBER - Kejuaraan Daerah Catur yang digelar di Kota Bondowoso, bagi gadis Resti Aprilia (12) tak membuatnya puas mengejar prestasi bagi keluarga dan daerahnya.
Betapa tidak. Bagi gadis kecil kelas VI SD Jember Kidul IV ini harus memberanikan diri bertanding dengan teman seniornya di Open Turnamen Catur Klasik di BBJ 2009.
“Selain ikut klasiknya saya jug ikut simultan dan lawannya Bapak Edy Tanjung dari Malang,” bebernya.
Dalam pertandingan catur klasiknya setelah di babak ke -8, bagi gadis yang masih memiliki 10 piala dan 5 medali dari berbagai turnamen dan kejuaraan catur ini merasa cukup bangga.
“Karena di babak 8 sempat mengalahkan pemain senior dari Surabaya,” tegasnya.
Kendati tidak memiliki target di pertandingn catur tapi dia merasa mendapat pengalaman.
“Pemain senior dan master bisa membuat kita pengalaman. Dan ternyata mainnya sangat melelahkan karena harus bertanding dari pagi, siang hingga malam selama 3 hari,” tegasnya.
Di pertandingan catur klasik 2009 dia sempat memiliki nilai 4 dari 50 lebih peserta dari berbagai daerah.
“Saya sempat menang 4 kali dengan 4 point. Itupun saya mengalahkan pemain senior,” ujarnya.
Prestasi Reti dia yakini tak berhenti sampai di sini saja. Sebelum bertanding di catur BBJ dia pernah meraih medali perak.
“Di Kejurda Bondowoso di kelas E dapat mendali perak. Dan lawan saya banyak masternya,” ujarnya.
Bagi gadis yang memiliki hoby catur ini akan tidak merasa puas atas prestasi yang sudah diraih. “Di Kejuda saya pernah meraih peringkat pertama,” tegasnya.
Dengan tipe permainan posisional, Resti, bisa banyak mengharumkan nama Jember. “Pernah ikut turnamen di Jakarta 2008 masuk 11 besar dari 100 pencatur berbagai daerah,” ujarnya.
Di diri Resti tak terlalu muluk-muluk sejak menggeluti dunia catur sejak tahun 2007. “Saya ini seperti Ranu bisa ketemu Bupati, apalagi dengan catur Ranu bisa ke Batam,” ujarnya.
Gadis kecil ini, mengaku didukung keluarga karena berprinsip membawa nama Jember lewat catur.
“Saya ingin tetap di Jember dengan master yang saya sandang meski diiming-imingi saya tetap ingin bawa nama Jember,” tegasnya.
Keyakinan Resti ingin meraih master bukan isapan jempol. Pengalaman dilalui sejak Tahun 2007 meraih juara III dan Kejurda 2008 juara III. “Semoga ke depan lebih baik lagi,” ujarnya. kim

SEPAK BOLA LUMPUR RAYAKAN KEMENANGAN SBY

JEMBER - Ada ada saja yang dilakukan ibu- ibu rumah tangga di Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember ini untuk merayakan kemenangan SBY – Boediono (capres) kesayangan mereka dengan cara menggelar pertandingan sepak bola lumpur, Kamis (9/7) sore.
Sehari pasca pengumuman adanya informasi yang memperkuat informasi hasil survey bahwa kemenangan SBY – Boediono, di tangan membuat masyarakat Desa Sumberjati, Silo berinisiatif secara spontan untuk melakukan pertandingan olah raga sepak bola lumpur untuk menarik perhatian masyarakat dan merayakan kemenangan Capres SBY – Boediono, tersebut.
Pesertanya adalah berasal dari warga dan ibu – ibu rumah tangga di kampung Sepuran itu saja. Tak banyak yang berasal dari kampung sebelah. Tapi, beberapa masyarakat dari Desa Sumberjati, dan Kecamatan Silo, akhirnya tumplek di arena yang berukuran 8 x 12 meter persegi itu.
Masyarakat setempat antusias dan hiruk pikuk merayakan kemenangan Capres SBY Boediono, secara spontan dengan dikoordinir oleh tokoh pemuda setempat bernama Andri.
Menurut Andri, sebenarnya peserta pertandingan tidak hanya berasal dari kalangan ibu ibu saja, tapi juga bapak bapak dan pemuda setempat. Tapi, yang menjadi fokus perhatian adalah dari peserta ibu ibu.
Dari 10 tim yang ikut, yang laing menarik perhatian masyarakat itu adalah Tim yang dinamakan Bokong Semok melawan Putri Duyung. Tiap tim menurunkan 6 pemain. Aturannya seperti sepak bola biasa. Tapi, gawangnya dibuat dari pohon bambu setinggi 2,1 meter.
Salah satu anggota Tim, bernama Bu Fian, mengatakan kendati bergelut dengan lumpur dan tubuhnya belepotan lumpur sawah itu, dia rela. Karena Capres SBY – Boediono, berhasil mengungguli pasangan capres lain dalam Pilpres 8 Juli 2009 kemarin.
“Tentu saja dengan harapan kehidupan rakyat lebih baik lagi. Kesejahteraan rakyat harus tetap diperhatikan. Ini sebagai bentuk menarik perhatian Capres yang kita dukung untuk memperhatikan rakyat di pelosok,” ujarnya, sambil mengangkat kakinya yang terjerembab di lumpur setinggi lutut itu.
Lapangan sepak bola lumpur ini adalah dibuat dadakan dengan memanfaatkan sawah milik masyarakat yang belum ditanami. Menurut Camat Silo, Ir Heru S, bahwa kegiatan warganya sangat positif. Dia menilai kegiatan itu sebagai ungkapan rakyat kepada pemimpin terpilih agar lebih memperhatikan rakyat di bawah.
“Saya kira itu hiburan yang mengandung makna, minta perhatian agar kesejahteraan rakyat lebih diperhatikan lagi. Dan diteruskan program ekonomi kerakyatan selama ini semisal BLT, dan lain sebagainya,” ujar Ir Heru Sunarso, Camat Silo, di sela melihat acara pertandingan itu. kim

BBJ JADI TOLOK UKUR NASIONAL


JEMBER - Berawal dari keberhasilan perhelatan Koong BBJ 2008, kini BBJ 2009 dengan pegelaran Koong lagi membuahkan hasil.
Karena per tanggal 10 Juli 2009 Jember jadi tolok ukur nasional. Semua peserta dan juri dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam P3SI (Persatuan Pelesatarian Perkutut Seluruh Indonesia) didiklat selama 3 hari di GOR Kaliwates.
Alasannya karena Jember berhasil melaksanakan Koong BBJ 2008 sukses. Dan yang terpenting kepedulian Bupati Jember MZA Djalal dalam Koong sangat tinggi.
“Akhirnya jadi pertimbangan utama pengurus, karena Pak Djalal selaku Bupati Jember perduli terhadap upaya pelestarian perkutut di Indonesia lewat lomba ini,” beber Surahman, Sekretaris P3SI Korwil Jatim.
Terlebih di pelaksanaan Koong BBJ 2009 ini mendapat dukungan penuh Bupati Jember ketika tahun kemarin ditempatkan di Alun- alun Jember.
“Padahal di Alun alun, sebenarnya sangat sulit dijadikan tempat penyelenggaraan Koong BBJ tapi di Jember memperbolehkan dan sekarang ditempatkan di belakang GOR Kaliwates,” tegasnya.
Pertimbangan lain bagi pengurus P3SI Pusat meletakkan pelatihan juri se Indonesia di Jember karena fasilitas yang diberikan kepada peserta juri sangat baik.
“Kalau di Surabaya, Cilodong pernah dilakukan pelatihan juri memakan biaya tinggi tapi di Jember ada fasilitas tempat penginapan dan tempat pelatihan ditambah biaya makan hanya Rp 200 ribu, murah dan enak,” ujarnya.
Dalam pelatihan di Jember tidak saja peserta juri lomba perkutut mendapat materi tapi juga praktek. “Dari peserta sebanyak 70 orang akan dapat pratek sebagai juri di lomba Koong BBJ kali ini,” tegasnya.
Kata Surahman, pelatihan selama 3 hari ini nantinya seluruh peserta akan mendapat materi terkait penjurian umum dan menejemen kepemimpinan, hingga psykologi massa.
“Bagaimana seorang juri harus memahami palayanan publik, memahami oraganisasi dan berani memutuskan hasil dalam penjurianya,” tegasnya.
Menurut Penyelenggara Diklat, sekaligus Panitia Koong BBJ 2009, Hazi Madani, bahwa peserta tidak saja datang dari Jember sebagai penjuri. Tapi peserta banyak dari luar Jawa, semisal Balikpapan, Makasar, Kalsel, Banjarmasin, Bandung, Bali dan sekitar Jember (Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang.
Sebagai penghargaan, P3SI Pusat di akhir kegiatan Koong BBJ nantinya (12/7) direncanakan akan memberi trophy berikut burung perkutut kepada Bupati Jember.
“Hal itu sebagai wujud kepedulian Bupati melestarikan Perkutut di Bumi Indonesia,” tegasnya.
Soal persiapan Koong BBJ 2009, Hasi menjelaskan akan dibuat spektakuler. Di arena akan dibuat 19 blok sesuai standart nasional. kim

LAYAK JADI PENYELENGGARA NASIONAL


JEMBER - Open Turnamen Catur Klasik di Jember selama tiga hari kemarin diikuti pecatur sekelas master nasional. Dalam rangka BBJ 2009 open tournament itu berakhir dengan menghasilkan jawara baru diantaranya Hasan Basri, MN dari Kediri dengan point 8, Ali Amra, MN dari Jember dengan point 8 dan Suyud Hartoyo, MN dari Bali dengan point 7,5.
Dalam pertandingan itu, menariknya pencatur internasional yang hampir 12 tahun (1987) malang melintang di dunia catur malah mengundurkan diri.
Sebelumnya, sejak 1,5 tahun lalu dia come back ke dunia catur. Tapi, anehnya Roni Gunawan Master Internasional dari Surabaya ini sempat mengundurkan diri. Entah karena apa tapi yang jelas Roni merasa puas terkait penyelenggaraan dari panitia.
“Gedung tempat penyelenggaraan sangat luar biasa. Sepengetahuan saya terbaik se Jawa Timur dan kelas nasional layak ditandingkan di Jember,” ujarnya di Aula PB Sudirman.
Bahkan Roni membandingkan penyelenggaraan lebih baik dibandingkan di daerah lain yang terkesan kumuh dan sempit.
“Tapi di Jember, bagus. Apalagi dengan fasilitas gedung besar sesuai standart nasional dan layak untuk turnamen mengundang dari peserta Jakarta,” tegasnya.
Kekaguman Roni, tidak berhenti sampai di sini. Karena katanya bisa layak mengundang master sekelas nasional dan internasional.
“Seperti Grand Master Ardiyanto, Susanto, Utut layak dihadirkan di gedung ini untuk ikut turnamen. Sayang mereka tak hadir,” ujarnya.
Penilain Roni kepada panitia yang dipimpin Ketua Percasi Cabang Jember Agoes Slameto sangat bagus. Menurutnya panitia maksimal sehingga peserta cukup puas.
Sedangkan atlet catur baik senior dan juniornya menurut Roni perlu pengalaman yang banyak dan kesempatan untuk mengasah kemampuan dan kemahirannya.
“Atlet di sini potensi sekali hanya saja perlu sering bertanding ke luar untuk cari pengalaman,” tegasnya.
Dengan Open Turnmen Catur Klasik di Jember diharapkan menjadi awal kebangkitan di Jatim seperti era 80-an.
“Di Jatim baru Jember yang menggelar Open Turnamen Catur sekelas Nasional seperti ini,” tegasnya.
Kemajuan Catur di Jatim perlu ada perhatian dari pengurus dan daerah sendiri. “Juga perlu kerjasama antar daerah untuk menyelenggarakan catur seperti liga catur,” ujarnya.
Roni berharap Open Turnamen Catur di Jember menjadi pemicu cikal bakal perkembangan catur Nasional. kim

MUSIK JIMBE, GEBRAK BBJ 2009


JEMBER - Asal kreatif pasti bisa menghasilkan untung. Filosofi seperti ini paling tidak dipegang teguh Budi Hartono (24) pemuda lajang asal Jl Mawar Jember.
Dengan memanfatkan momentum Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), Budi membeber dagangannya di atas trotoar di depan Kantor Pemkab Jember berupa alat musik Jimbe.
Alat musik jimbe adalah sejenis ketipung sebagai instrumen pengiring musik Reggae yang biasa dimainkan di Alun-alun.
“Keberadaan musik Jimbe dari Jamaika Benua Amerika dan mungkin masih dianggap asing oleh masyarakat Jember, mungkin hanya segelintir orang yang paham akan musik itu,“ ujarnya.
Jimbe sendiri berasal dari kamus Negara Zimbabwe. Kendati bukan berarti Budi mendatangkan barang dari Afrika, tapi dia buat sendiri alat Jimbe untuk bahan kreasi.
“Bisa dibayangkan jika harus ke negara tempat asalnya musik Jimbe, otomatis harus merogoh kantongnya untuk biaya kulakan Jimbe yang tentunya tidak murah buat biaya ongkos pesawat, “ tegasnya.
Kini Budi bisa bernafas lega. Sebab, Jimbe bisa ia datangkan dari Desa Wlingi Blitar yang tentu saja tidak kalah kualitasnya dengan buatan luar negeri. Ini berarti Budi dapat sedikit menekan ongkos pengeluaran untuk mengambil barang dagangannya.
Selain menjual barang dagangannya, Budi di Jember ingin mengembangkan komunitas musik Reggae yang dari hari ke hari cukup diminati kalangan muda Jember.
Terbukti latihan Jimbe di Alun-alun Jember hari Sabtu dan Minggu pagi, bahkan komunitas ini telah merambah kampus dan diminati oleh para mahasiswa.
Jimbe perlu dikembangkan lagi agar lebih dikenal masyarakat Jember, bahkan pada Jember Festival Carnaval (JFC) tahun lalu sudah pernah ditampilkan.
“Saya berharap JFC 2010 tidak segan-segan menggandeng komunitas musik Jimbe di Jember, karena Jimbe tidak bisa terlepas dari Jember. Jimbe sendiri itu banyak ukurannya dari ukuran yang terkecil berdiameter 25 cm – diameter 60 cm. Bahkan ada yang berdiameter hingga 90 cm. Semua terbuat dari kayu mahoni dilapisi kulit kambing seperti beduk,” tegasnya.
Selama BBJ dia hampir tiap malam mencoba mengais rejeki dari pengunjung Alun-alun. Prospek Jimbe di Jember diakui cukup bagus karena terbukti ada saja para pungunjung Alun-alun yang menyempatkan diri hanya sekedar ingin tahu bagaimana teknik memainkan musiknya.
“Saya sudah menggelar dagangan sejak 3 minggu lalu, dan sudah 100 buah alat musik Jimbe yang laku dari harga termurah Rp l5 ribu – Rp 260 ribu,“ ujarnya.
Bahkan Budi yang terampil memainkan Jimbe ini mengatakan bahwa musik Jimbe ini cukup luwes bisa dikolaborasikan dengan musik lain.
Semisal hadrah terbangan, rebana dan alat musik lainnya. Tidaklah berlebihan kalau sebuah grup hadrah dari Desa / Kecamatan Wuluhan memesan satu set alat musik Jimbe sebagai pelanggan Budi. kim

Kamis, 09 Juli 2009

PENCOBLOS GANDA KALISAT DILANJUT KE POLISI

JEMBER - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaslukab) Lumajang akhirnya mengirimkan surat keterangan kepada Panwaslukab Jember bahwa Ahmad Winarko warga Kalisat yang tertangkap mencontreng 2 kali di TPS 25 Kalisat itu adalah benar – benar telah mencontreng di TPS 9 Dusun Dawuhan, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Ketua Panwas Kab Jember Agung Purwanto, SE, mengatakan bahwa surat dari Panwaskab Lumajang itu adalah berkas terakhir yang dibutuhkan Panwaskab Jember sebelum kemudian merekomendasikan kasus coblos ganda ini ke Polres Jember untuk diproses lebih lanjut.
Sebab sejak Rabu malam Polres Jember sudah meminta Panwaskab Jember segera mengirimkan rekomendasi kasus tersebut.
Ahmad Winarko, kata Agung, akan dijerat pasal 236 UU No 42 Tahun 2008 Tentang Pemilu. Ancaman hukumannya adalah 6-18 bulan dengan denda Rp 6 – 18 juta.
Semua bukti termasuk C 4 dan surat suara yang diakui oleh tersangka sudah diamankan dan dipastikan dilengkapi. Paling lambat besok (Jumat) berkas kasus ini akan segera diproses dilimpahkan ke Mapolres Jember.
Sebelumnya, petugas keamanan TPS Dusun Barat, Desa / Kecamatan Kalisat menangkap Ahmad Winarko karena diduga telah mencontreng. Di jari kelingking tersangka ini sudah ada tanda bekas tinta biru. Tepatnya di kukunya yang dihilangkan tapi ada bekasnya.
Ahmad Winarko diduga mencoblos dua kali. Kecurigaan ini karuan saja terbukti. Kepada anggota Panwas tesangka mengaku sebelumnya telah mencontreng di Lumajang. Dia juga mengakui salah satu surat suara yang terlanjur masuk kotak tersebut.
Disaksikan KPPS dan semua saksi surat suara yang diakui tersangka itu diambil untuk dianulir dan ditetapkan sebagai barang bukti. kim

PESERTA TAJEMTRA 2009 DIPERKETAT

• Tak Ada Kartu, Dikeluarkan

JEMBER – Agenda gerak jalan tradisional (Tajemtra) Tanggul - Jember sejauh 30 Km sebagai acara kebanggaan rakyat Jember terus diperbaiki sistemnya. Kini, tahun 2009 peserta Tajemtra yang tidak memiliki identitas Tajemtra akan dikeluarkan dari jalan atau arena.
Kali ini agenda tahunan Tajemtra dengan memperebutkan piala “Mahmudi Cup III” ini baru memasuki tahun ketiga pagelaran. Kali ini, Tajemtra digelar tanggal 8 Agustus 2009 besok.
Tapi, panitia pelaksana jauh-jauh hari sudah melaksanakan persiapan. Agar kualitasnya bisa sesuai yang diharapkan Bupati Jember MZA Djalal.
“Bupati Djalal minta kepada peserta supaya semangat olahraga lebih diutamakan dari pada hanya sekedar hura-hura di sepanjang jalur Tanggul - Jember, “ ujar Sekretaris Panitia, H Taufik Mahendra menirukan ungkapan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pelaksanaan Tajemtra 2009, Kamis (9/7) di Kantor KONI Kaliwates Jember.
Bupati Jember MZA Djalal berharap bahwa untuk mengantisipasi agar pelaksanaan Tajemtra berkualitas, Panitia Tajemtra melarang peserta lomba gerak jalan Tajemtra tak beridentitas nomor dada.
“Kalau masih ada peserta ngotot, panitia dibantu aparat Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub dan Linmas akan mengeluarkan peserta dari jalur Tajemtra 2009,“ tegasnya.
Tapi, tak kalah pentingnya bahwa peserta perorangan diwajibkan mengenakan pakaian olahraga lengkap dengan nomor dada berseragam bagi peserta beregu.
Selain itu peserta juga diwajibkan berjalan melalui karantina dan start menunggu panggilan serta aba-aba pemberangkatan dari panitia. “Bagi peserta yang melanggar kewajiban ini maka keputusan panitia mutlak tidak dapat diganggu gugat, “ ujarnya.
Gerak jalan dengan memperebutkan uang pembinaan dan doorprize dengan total senilai Rp. 100.000.000 ini pesertanya diprediksi meningkat menjadi 18.000 orang.
Dengan begitu masyarakat yang ingin ikut Tajemtra diminta secepatnya mendaftar di GOR PKPSO Kaliwates Jember, Nomor Telepon 0331-486479.
“Pendaftaran sudah dimulai sejak 6 Juli - 5 Agustus 2009, dengan uang pendaftaran Rp. 15.000. Untuk peserta perorangan putra/putri Rp 20.000,- untuk beregu pelajar putra/putri dan uang sebesar Rp. 25.000,- untuk beregu umum putra/putri, “tandasnya.
Bagi masyarakat luar Kota, pendaftaran di wilayah Kecamatan baru dibuka seminggu sebelum kegiatan Tajemtra dimulai. Sedang peserta akan dibagi 4 kelompok nomor lomba yakni beregu umum putra/putri, beregu pelajar putra/putri, perorangan putra usia 45 tahun keatas dan perorangan putri usia 40 tahun keatas.
“Peserta perorangan usia 12 s/d 44 tahun untuk putra dan usia 12 s/d 39 tahun untuk putri memperebutkan doorprize melalui kupon yang diundi panitia, “katanya.
Kabag. Ops Polres Jember Kompol Wied Hardono, mengatakan kegiatan ini dinilai sangat besar terkait penutupan dan pengalihan jalan di Jember. Ada 3 hal yang harus benar-benar diperhatikan diantaranya ancaman dan tindakan apa yang harus dilakukan petugas bila sewaktu-waktu terjadi.
“Butuh komitmen yang sama antara petugas di lapangan, agar petugas tidak bekerja sendiri-sendiri,” ujarnya.
Dalam waktu dekat dia akan mematangkan persiapan dan rencana prosedur kegiatan, terkait pengamanan Tajemtra 2009. kim


GOLPUT DI PILPRES DIPREDIKSI TURUN

JEMBER - Tingginya partisipasi masyarakat dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 menepis rumor bahwa angka Golput di Jember tinggi.
Hal itu tak berlebihan karena di ajang Pemilihan Gubenur (Pilgub) dan Pemilihan Legislatifif (Pileg) kemarin, angka Golput masih tinggi.
Salah satu faktornya diduga karena minimnya pemahaman masyarakat akan tata cara pencontrengan pada saat Pilgub, dan Pilleg.
Pilpres sebagai pesta demokrasi 5 tahunan dengan agenda Pilpres oleh rakyat dari dan untuk rakyat ini sebagai momentum yang ditunggu Bangsa.
Karena dengan Pilpres diharapkan bisa membawa angin segar di berbagai sektor sendi kehidupan, untuk menyejahterakan rakyat dari keterpurukan ekonomi berkepanjangan selama ini.
Di Kabupaten Jember sendiri Pilpres 8 Juli 2009 berjalan sesuai yang diharapkan. Pantauan di berbagai Kecamatan semisal, Rambipuji, Balung dan Ambulu, tingkat kehadiran masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di cukup tinggi lebih dari 70 % .
Di Balung Kidul kendati Kecamatan Balung sedang musim jagung, tapi masyarakat tetap antusias datang ke TPS. Di Kecamatan Rambipuji juga terlihat masyarakat lebih tertib mencontreng di beberapa TPS.
Ketua KPUD Jember Dra Ketty Tri Setyorini mengatakan angka Golput Pilpres cenderung menurun. Berbeda dengan Pilgub putaran ke-2. Kabupaten Jember menempati urutan tertinggi dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim angka golputnya mencapai 52 %.
“Kini angka Golput rendah. Hal itu berkat keberhasilan sosialisasi Pilpres 2009 yang dilakukan oleh KPUD kian tinggi,” ujar Ketty.
Saat meninjau TPS-TPS di berbagai Kecamatan, Kety masih menjumpai adanya Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) kurang memahami keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait diperbolehkannya warga di luar DPT mencontreng.
Dalam putusan MK dijelaskan bagi mereka yang tidak ada di DPT bisa mencontreng asal menunjukkan KTP dan KK asli.
”Jadi memaknai putusan MK itu harus komulatif. Tidak hanya menunjukan KTP asli atau KK asli saja. Saya maklum kalau KPPS tingkat penerimaannya berbeda,” ujarnya.
Di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung ada tiga orang warga yang tidak terdaftar di DPT, tapi mereka bisa mencontreng kendati hanya menunjukan KTP.
Hal itu karena dijamin dari masyarakat bahwa ketiga warga itu benar – benar warga setempat. Sehingga ketiganya bisa mencontreng.
Jika KPPS menghalang – halangi warga untuk mencontreng bisa dipidana. Sementara Itok Wicaksono dari Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Organisasi, dan Pengembangan SDM KPUD Jember, mengatakan ada TPS di Kecamatan Rambipuji 60 % pemilih sudah hadir kendati baru pukul 10.00 WIB.
“Bagi yang tidak tercantum di DPT pencontrengannya dilakukan jam 12.00 WIB karena harus daftar terlebih dahulu,” ujarnya. kim


Rabu, 08 Juli 2009

MICHAEL JACKSON KINI DIPUJA DUNIA

Media Layanan Publik Pertama di Jember: MICHAEL JACKSON DULU DIPEROLOK, KINI DIPUJA



MICHAEL JACKSON DULU DIPEROLOK, KINI DIPUJA

JEMBER – Kematian Michael Jackson (in memorial) http://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Jackson sungguh menggemparkan penduduk dunia. Terutama penikmat musik. Sosok Michael Jackson, sangat mempesona. Bahkan menjadi trade mark / icon musik di tingkatan manapun dan level apapun http://images.google.co.id/images?client=firefox-a&rls=org.mozilla:id:official&channel=s&hl=id&q=michael+jackson&um=1&ie=UTF-8&ei=l5tUSuyeKoKG-QbJy4iXDg&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=4
Bagi penikmat jazz suka gayanya, dan desahan nafas lyricnya yang mempesona. Kendati dia telah berganti wajah beberapa kali. http://www.anomalies-unlimited.com/Jackson.html . Di bagian irama pop apalagi. Sampai disebut King of Pop. Suasana pemakaman dan penghormatan terakhir sungguh sangat fantastis dan mengesankan. Tapi ada apa di balik kematian Michael Jackson. Dan apa hasil otopsinya. Katanya mengerikan http://www.antaranews.com/view/?i=1246248069&c=SBH&s=SEL
Siapakah Michael Jackson itu ?. Katanya sering dipukul ayahnya saat kecil. http://www.imdb.com/name/nm0001391/ . Lalu bagaimana proses pemakamannya ?. http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&channel=s&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&q=Pemakaman+Michael+Jackson&btnG=Telusuri&meta=
Menurut keluarganya, Michael Jackson saking dicintainya jasadnya akan diawetkan http://yepiye.wordpress.com/2009/06/29/michael-jackson-rencana-akan-diawetkan-dengan-gaya-moonwalker/
“You ‘re in my heart for ever,” ujar Gordy. Sementara anak Michael Jackson yang tertua, tak bisa berucap menangisi kepergian ayahnya. “Dad.. i just wanna say I love you,” disambut sesenggukan yang menutup acara penghormatan keluarga Jackson di Los Angeles itu. http://wandi-news.blogspot.com/2009/07/video-prosesi-pemakaman-michael-jackson.html

TIM KAMPANYE SBY BOEDIONO PROTES KPUD

JEMBER - Tim Kampanye SBY Boediono, memprotes tindakan KPUD Jember yang menurut rencana akan melakukan penghitungan di tingkat PPK sehari pasca pencontrengan 8 Juli 2009. Langkah pemercepatan penghitungan ini dinilai Tim Kampanye SBY – Boediono, menodai aturan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan aturan di pasal 190 ayat 4, UU no 42 tahun 2009, dan Peraturan KPU No 30 tahun 2009, tentang pedoman teknis rekapitulasi di PPK, KPUD, dan KPU, serta peraturan KPU No 10 yang diubah dengan peraturan KPU No 45 tahun 2009, tentang tahapan, program dan jadwal Pilpres, mengatakan bahwa tahapan hendaknya disesuaikan jadwal yang ditentukan yakni tanggal 10 – 15 Juli 2009 (PPKU No 45 tahun 2009).
Dengan memperhatikan hak hak masyarakat atau peserta pemilu untuk menyampaikan laporan kepada Panwaslu bila terjadi pelanggaran Pemilu. Baik administrasi dan pidana yang terjadi di tingkat TPS, maupun di PPS. Batasan waktunya menurut Tim SBY Boediono, adalah 3 hari sejak pelanggaran tersebut terjadi, yakni sampai 10 Juli 2009.
Bagian Humas Tim Kampanye SBY – Boediono, Drs Farid Wajdi, mengatakan bahwa masyarakat harus diberi kesempatan untuk melihat secara terbuka pengumuman perolehan suara yang wajib diumumkan oleh PPS tanggal 9 -10 Juli 2009 ( pasal 140 UU No 42 tahun 2009). Sehingga Tim Kampanye SBY – Boediono, Jember menyatakan keberatan terhadap rencana pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara di Kecamatan Ledokombo, dan Kecamatan lain.
“Jadi tidak perlu dilaksanakan lebih cepat. Hasilnya belum tentu lebih baik,” ujar Drs Farid Wajdi, kemarin.
Menurutnya, bahwa selain akan terjadi kerawanan lain KPUD Jember dinilai mengundang kontroversi di tingkat masyarakat. Padahal, KPUD adalah lembaga yang diakui keberadaannya dan kebenarannya secara hukum. Tapi, jika KPUD terlalu terburu buru dan melanggar aturan maka hal itu akan mengakibatkan ketidakpercayaan publik terhadap pemilu. Sehingga menodai tingkat kepercayaan terhadap hasil Pemilu yang sudah berjalan lancar tersebut. kim