Senin, 31 Agustus 2009

IBU RT NABRAK KERETA, KEPALA PECAH

JEMBER - Kecelakaan kereta api terjadi lagi di Jl Brawijaya Kelurahan Mangli, Kaliwates Jember.
Kali ini korbannya diduga nekat bunuh diri. Tapi, Farifah alias Bu Tumin (45) warga Dusun Loncatan Desa Manggaran Kecamatan Jenggawah ini ditemukan sudah dalam kondisi mengengaskan.
Dia tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kepala pecah. Selain itu, di sekujur tubuhnya juga remuk.
Kereta Api (KA) dengan masinis Suherman meluncur dari arah timur menuju ke barat arah Surabaya. Tepat di kilometer 90, mendadak ada orang berjalan searah KA di pinggir rel.
Masinis berusaha membunyikan bel berkali kali. Tapi, korban tidak beranjak dari posisinya. Kontan saja, tubuh korban tersaut kereta api hingga berantakan. Kereta sempat berhenti untuk menolong korban.
Baru setelah itu, petugas KA memberitahu ke Mapolsek setempat. Tak selang berapa lama korban dievakuasi. Mayatnya dibawa ke RSUD dr Soebandi untuk diotopsi.
Selang beberapa saat keluarga datang. Suparti, anggota keluarga mengatakan korban sehari sebelumnya sempat diantar pulang oleh Polisi Kaliwates karena mendengar kabar hendak bunuh diri di rel KA.
Tapi, aksi yang pertama ini dipergoki warga. Percobaan bunuh diri berhasil digagalkan. Tapi, kali keduanya ini tak diketahui warga.
“Keluarga sudah mengawasi korban. Tapi, korban kabur tak diketahui. Tadi pagi ada kabar lagi,” ujar Suparto.
Kenapa bunuh diri ? “Saya sendiri tidak tahu persis apa yang dikeluhkan korban. Yang jelas, selama ini korban sering tidak ada di rumah. Memang ada sedikit ada masalah dikeluarga, tapi masalahnya apa yang pasti saya tidak tahu,” ujar Suparto.
Kapolsek Kaliwates, AKP Niluh Sri Artini membenarkan kecelakaan KA itu. Korban diduga hendak bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke KA. kim

CEMBURU, TETANGGA DICLURIT

JEMBER - Gara – gara tak bisa menahan nafsu, kendati bulan ramadhan Asmat alias Mimah (30) warga Dusun Batuurip, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, nekat membabatkan clurit ke tubuh Samsul Arifin (35) warga Dusun lamparan Desa Panduman Kecamatan Jelbuk ini.
Akibatnya, Samsul mengalami luka di beberapa bagian. Diantaranya tangan kiri, ibu jari manis, paha kiri dan tangan mengalami robek.
Karena luka mengangan dan serius, korban segera oleh tetangga yang menolong dibawa ke RSUD dr Soebandi Jember untuk dirawat.
Setelah dijahit, korban diijinkan pulang. Sembari itu, dia melapor ke Mapolsek Jelbuk. Ceritanya, sekitar pukul 15.30 WIB korban berada di tempat kerjanya sedang menunggu maghrib dimanfaatkan tidur- tiduran.
Saat itu ada perempuan bernama Mima menghampiri. Karena saling kenal, Mima disilahkan duduk. Saat Samsul dan Mima di kursi itu mendadak Asmat datang. Dengan emosi dan tanpa banyak bacot Asmat langsung membabatkan clurit ke arah Samsul.
Tapi beruntung, sabetan clurit Asmat, tidak kena tepat. Korban sempat menangkis dan menghindar. Tapi, akibatnya tubuhnya banyak yang robek.
Samsul mengalami luka di bagian tangan jari manis kiri dan paha kiri. Karena takut bahaya, Samsul memilih kabur.
Wargapun berdatangan melerai. Karena luka serius, Samsul dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Atas aksi itu, tersangka Asmat mengaku sengaja membabat korban setelah menerima keluhan dari istrinya yang sering digoda korban.
Dia tak terimakan ulah korban.”Siapa yang terima istri kita digoda orang lain. Kadang saya melihat sendiri,” ujar Asmat.
Bahkan, dia pernah mergoki istrinya dipeluk-peluk dan diciumi oleh korban. Tak hanya itu, istrinya juga pernah mengadu pernah diajak hubungan intim.
”Yang cerita istri saya sendiri,” ujarnya.
Kendati begitu, Samsul melaporkan ke Mapolsek Jelbuk karena penganiayaan. “Tersangka kami periksa terkait kasus penganiayaan,” ujar Kapolsek Jelbuk, AKP Nico Demus Taekas. kim


KAPOLSEK GUMUKMAS “DICOPOT”

JEMBER - Jabatan Kapolsek Gumukmas, AKP I Nyoman Ngurah Darmawan dicopot. AKP I Nyoman NGR Darmawan dimutasi sebagai perwira menengah (pama) di Mapolwil Besuki.
Pencopotan Kapolsek Gumukmas ini, diduga terkait kaburnya tersangka kasus perkosaan. Saat kaburnya tersangka, AKP I Nyoman NGR Darmawan sedang tidak ada di tempat.
“Ya benar telah terjadi mutasi sejumlah Kapolsek. Diantaranya Kapolsek Gumukmas, AKP I Nyoman NGR Darmawan dimutasi ke PAMA Polwil Besuki. Darmawan yang akibat meninggalkan tugas saat tersangka kasus perkosaan bernama Agung (35) kabur dari sel tahanan,” kata Kabagmin, Kompol IGST NGR Wardana, kemarin.
Dijelaskan Kabagmin, hal itu adalah resiko seorang Kapolsek yang meninggalkan tugas tanpa ijin. Kendati ada anggota jaga di Mapolsek tapi tanggungjawab Mapolsek sepenuhnya di tangan Kapolsek.
“Saat itu Kapolsek sedang tidak ada. Dan tersangka kasus perkosaan kabur,” ujarnya.
Hingga kini, tersangka Agung belum berhasil ditangkap lagi. Diduga Agung kabur keluar kota bersama keluarganya.
Bahkan, polisi telah memburu tersangka di tempat persembunyian. Tapi, polisi belum berhasil.”Hingga saat ini tersangka belum ditangkap lagi,” ujarnya.
Wardana, menghimbau kepada seluruh jajaran Mapolsek di Mapolres Jember, agar jangan meninggalkan tugas tanpa ijin. Yang jelas, jika anggota meninggalkan tempat tanpa ijin akan kena sanksi.
”Permohonan ijin belum tentu dikabulkan,” tegasnya.
Terkait mutasi, sejumlah Kapolsek dia personil yang baru diharap segera menyesuaikan diri. Sejumlah perwira yang dimutasi adalah Kapolsek Sumbersari, Iptu Wahyu Sulistyo diangkat menjadi Kanit Regident Sat-Lantas Polres Jember.
Posisinya ditempati AKP Imam Pauzi, dari Polwil Besuki, dan Kapolsek Pakusari, Iptu Suratman digantikan AKP Sutomo yang sebelumnya Kapolsek Subo Situbondo.
Sedang Kapolsek Kalisat AKP Susiyanto, digeser ke Paminal Polwil Besuki digantikan AKP Yatno Mardi, dari mapolwil Besuki.
Dan Kapolsek Gumukmas, AKP I Nyoman Ngurah Darmawan digantikan AKP Sukri, mantan Kasatreskrim Polres Situbondo. kim


MATIKAN LAMPU SIANG HARI BISA DIPIDANA

JEMBER – Satuan fungsi Lalu Lintas di Mapolres Jember terus berusaha mensosialisasikan Undang – Undang Lantas yang baru yakni UU No 2 tahun 2009 tentang Lalu Lintas sebagai ganti UU No 14 Tahun 1992.
Satlantas selain terus mengkampanyekan UU RI No 2 tahun 2009 yang baru ini juga terus melakukan sosialisasi dan operasi Responsible Riding (RR).
Mulai tanggal 1 - 30 September 2009, Satlantas Mapolres Jember terus menggelar operasi Ketupat Responsible dan Savety Ridding to Jember.
Di sela-sela operasi juga akan digelar operasi Ketupas Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik mulai tanggal 13 hingga 28 September.
Kasat Lantas Polres Jember AKP I Gusti Agung Dhana Ary, SIk, mengatakan bahwa operasi ini selain untuk mengamankan arus mudik dan arus balik, juga untuk mengkampanyekan UU RI Lantas No 2 Tahun 2009, yang baru.
Menurut Gusti, ada 2 perubahan paling mendasar dalam UU sebelumnya. Diantaranya kewajiban kendaraan menyalakan lampu di siang hari sesuai pasal 107 ayat 4 yang dikenakan denda kurungan. Dan larangan belok kiri langsung jika tidak ada rambu penunjuk dan tulisan di setiap perempatan.
Jika sebelumnya menyalakan lampu di siang hari hanya berupa himbauan, menurut UU No 2 Tahun 2009 ini polisi bisa meninlang jika masih ada kendaraan yang tidak menyalakan lampu di siang hari.
Untuk operasi ini Kasat Lantas I Gusti berencana membuat 7 pos pantau, selain 3 pos black spot di Bangsalsari, Sempolan dan perbatasan Jember Bondowoso.
Lebih jauh diterangkan bahwa beberapa waktu lalu dia sudah memeriksa kesiapan jalan di Kabupaten Jember, dan hasilnya jalan di Jember masih dalam kategori layak. Kendati dia menilai masih sangat perlu dibuat 3 pos black spot di Bangsalsari.
Terkait titik pastinya Kasatlantas mengaku masih akan menunggu perhitungan dari Akademi Lalu Lintas yang datanya akan dikirim ke Satlantas Jember.
Terbukti dari pos black spot yang dibuat tahun lalu berhasil menekan kejadian kecelakaan. Sehingga untuk memberikan terapi di daerah lain, pos black spot tidak ditempatkan di titik yang sama seperti tahun lalu. kim



BULOG PERCEPAT DISTRIBUSI RASKIN

JEMBER – Selama ramadhan ini, ada kemungkinan terjadi kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Jika dibiarkan mekanisme pasar ini akan menyulitkan masyarakat miskin dengan daya beli rendah.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga beras dan membantu masyarakat miskin, Bulog Sub Divre XI Jember mengeluarkan 3700 ton beras jatah keluarga miskin untuk bulan September tahun 2009.
Diharapkan beras ini dapat diserap oleh ratusan ribu keluarga miskin yang tersebar di Kabupaten Jember, terutama untuk pemenuhan kebutuhan selama ramadhan hingga lebaran nanti.
Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Subali Agung Gunawan mengatakan, di Kabupaten Jember memiliki sedikitnya 246.000 lebih keluarga miskin yang tersebar di 31 kecamatan.
Menurut rencana, setiap masyarakat miskin di Kabupaten Jember ini mendapat jatah beras raskin masing – masing 15 Kilogram per Kepala Keluarga (KK) seharga Rp 2.000 per Kg.
Katanya, pendistribusian raskin ini yang jelas mendahului jadwal sebenarnya. Rencananya distribusi raskin ke 31 kecamatan ini baru akan dimulai Selasa pekan depan.
Tapi, hal itu terpaksa dilakukan karena lanjut Agung, selain untuk pemenuhan kebutuhan selama ramadhan juga untuk menghindari kenaikan harga beras di pasaran.
Lebih jauh Agung menerangkan, berdasar pantauannya saat ini sudah terjadi kenaikan harga beras. Tapi yang mengalami kenaikan hanya beras kualitas super dan medium.
“Itupun kenaikannya berkisar 1,6 % - 2,2 % saja. Saya optimis kenaikan harga beras selama bulan ramadhan masih bisa dikendalikan,” ujarnya. kim

MENAKERTRANS TEMUI PEMERINTAH MALAYSIA

• Ajukan 4 Kesepakatan Untuk Melindungi TKI

JEMBER - Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (Depnakertrans RI) akhirnya membentuk Tim Khusus untuk menangani persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia.
Oktober tahun 2009 ini kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia diprediksikan sudah selesai. Dan Nopember 2009 kesepakatan itu sudah mulai bisa berlakukan.
Menteri Tenaga Kerja RI Erman Suparno, usai memberi kuliah umum di STAIN Jember mengatakan bahwa saat ini tim yang dibentuk sudah berada di Malaysia untuk membahas 3 permintaan kepada pemerintah Malaysia, salah satu point diantaranya sudah disepakati. Dua klausul lain masih dalam pembahasan.
Menurut Erman, klausul baru yang diajukan pemerintah Indonesia adalah terkait hak memegang passport bagi TKI sendiri.
Sedangkan TKI juga diharapkan mendapat libur sekali seminggu dengan standart gaji minimum dan kenaikan gaji berkala tiap tahun. Point ini masih belum ada kesepakatan.
Meski demikian Erman, optimis Oktober mendatang semua kesepakatan sudah selesai. Sementara untuk menangani korban kekerasan fisik terhadap TKI masih bisa dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga kerja setempat.
“Biasanya sudah ada rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan, yang biayanya ditanggung APBD dan APBN melalui disnakertrans,” ujarnya.
Sementara untuk pemulihan trauma psikis bisa dilakukan oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Mantan TKI bisa diberikan pelatihan keterampilan sehingga tidak perlu lagi berangkat ke luar negeri tapi bisa membuka usaha di tempat tinggalnya sendiri. kim


ADA YANG MERONGRONG SK 527


JEMBER - H Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta kepada pemerintah untuk tetap melaksanakan SK Menperindag No 527 yang melindungi petani dan tebu nasional.
Bahkan, di dalam SK itu ada aturan terkait import dan larangan mendatangkan gula raw sugar dan white sugar yang merugikan petani tebu nasional. “SK itu bagaikan aturan sempurna tentang tata niaga gula di Indonesia. Di sana ada proteksi bagi petani dan kelangsungan produksi gula nasional,” ujar H Arum Sabil.
Sementara ini ada beberapa pihak yang mengaku ngaku sebagai petani meminta penurunan harga gula. Padahal harga gula tinggi itu sangat menguntungkan petani. Bahkan yang dirugikan sebenarnya adalah pabrikan makanan minuman besar.
Bayangkan saja kebutuhan gula perkapita per tahun bagi industri besar itu mencapai 5 kg per kapita per tahun. Tapi, untuk konsumsi rumah tangga mencapai 9 kg per kapita per tahun atau sekitar 2 juta ton per tahun.
Jika dibagi hingga menjadi hari maka kebutuhan gula per kapita per orang di Indonesia adalah hanya sekitar Rp 350. “Orang sehari belanja gula Rp 350 itu tidak rugi. Kalau lebih dari itu akan kencing manis,” ujarnya sambil kelakar.
Tapi, yang berkepentingan menurunkan harga gula adalah pabrikan mamin besar. Sebab, mereka selama ini membeli bahan baku gula yakni raw sugar dari luar negeri. Saat ini raw sugar dan white sugar dunia mengalami kenaikan harga.
Akibatnya, banyak pabrikan yang menyerbu produksi nasional. Hal ini sangat menguntungkan petani. Tapi, jika ada upaya menurunkan harga gula di pasaran itu sama artinya memihak kepada pabrikan. Bahkan, tidak mendukung revitalisasi gula dan tanaman tebu pagi petani.
“Ada yang politisi, dan akademisi yang seolah membela rakyat meminta penurunan harga gula. Itu patut dicurigai, mereka dibayar oleh pabrikan. Kebutuhan gula bagi masyarakat itu tidak seperti beras. Satu bulan per orang maksimal butuh Rp 10.000 untuk belanja gula,” ujar H Arum Sabil.
Tapi, faktanya pabrikan besar membutuhkan lebih dari itu. Mereka tidak ingin kena bea masuk, dan bea tinggi ke Indonesia karena ada kenaikan harga gula internasional.
Jika dihitung dari penetapan harga Pemerintah Rp 5.350 sebagai harga dasar, banyak perusahaan pabrik Makanan dan Minuman membeli harga gula di atas kiasaran Rp 8.000. Selisih harga ini adalah keuntungan petani Rp 3.000.
Keuntungan ini jelas tidak akan dinikmati petani secara langsung. Tapi perhitungannya di akhir. Sementara posisi naiknya harga gula ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga gula internasional.
Diprediksi hingga tahun 2011 masih akan tetap tinggi. Harga gula masih akan naik tahun 2009 ini hingga 2010. Bahkan bisa bertahan sampai 2011. Harga di luar negeri masih kisaran di atas 500US$ per ton hingga 600 US $ per ton.
Sebenarnya harapan harga gula internasional tinggi adalah yang diidamkan petani. Sebab, selama ini produksi gula nasional masih belum dilirik oleh perusahaan mamin di dalam negeri. Sehingga demand gula nasional minim. Tapi, saat ini di saat gula internasional tinggi demand di dalam negeri tinggi.
Artinya, faktor tingginya harga gula dalam negeri yang mengakibatkan petani untung ini karena didukung faktor harga gula internasional tinggi. Sehingga produki gula nasional ini secara otomatis harus ditingkatkan. Tentu saja program pemerintah terkait revitalisasi tanaman tebu hingga revitalisasi Pabrik Gula mutlak dilakukan.
Dua program inilah yang mau tidak mau harus dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan petani dari kerugian, dan mengamankan kebutuhan gula konsumsi nasional.
Kebutuhan konsumsi gula nasional baik rumah tangga dan industri besar hingga home industri mencapai 3,8 juta ton per tahun. Sementara tahun 2009 ini jumlah produksi gula nasional diperkirakan mencapai 2,9 juta ton per tahun.
Tetapi sasaran produksi nasional adalah sekitar 4,5 juta ton per tahun. Hal itu memungkinkan karena perhitungan lahan di Indonesia mencapai 450.000 hektar. Dan per hektarnya adala 80 ton produksi tebu.
Bahkan saat ini saja ada produksi tebu per hektarnya mencapa 100 ton per ha. Sehingga revitalisasi tanaman tebu ini bisa mencapai kapasitas produksi 100 ton per hektar. Asumsi ini adalah produksi tebu menghasilkan rendemaen 10 % dari peningkatan rata – rata selama ini yang hanya 7 – 8 % rendemen.
“Yang jelas jika itu terjadi, maka sasaran produksi gula bisa tembus angka 4,5 juta ton per tahun, dengan sasaran 100 %,” ujar H Arum Sabil, Ketua APTRI XI Jember.
Diakui saat ini di Indonesia tidak ada penurunan areal tanaman tebu. Karena ada faktor kenaikan harga gula internasional maka mau tidak mau Pabrik Gula harus meningkatkan kapasitas produksi terpasangnya. Kapasitas terpasang (PG) harus dilakukan karena demand di dalam negeri meningkat. kim

BULOG SANTUNI ANAK YATIM PIATU


JEMBER - Bulan suci ramadhan 1430 H seperti tahun sebelumnya menjadi berkah ummat muslimin. Terutama bagi masyarakat kurang mampu dan yatim piatu.
Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre IX Jember menggelar buka bersama dan tarawih bersama ulama, tomas, yatim piatu dan jajaran pejabat Bulog setempat.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Jember, Khairil Anwar, buka bersama dengan anak yatim piatu adalah kegiatan mulia dan hukumnya wajib. Dalam hadist disebutkan jarak sepuluh rumah dari sekitar kita adalah tanggungjawab kita.
Kata Khairil, seluruh kegiatan diharapkan mendapat barokah dan keluarga besar Bulog selalu dilindungi Allah SWT.
“Sehingga kita mampu bekerja dengan konsep syariah lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Apapun yang kita baca tentang kebesaran Allah SWT, keluarga besar Bulog Jember diminta saling mengingkatkan untuk selalu melihat kebesaran Allah SWT dari segala sisi.
Wakil Kepala Bulog Jember, Subali Agung Gunawan, membeberkan bahwa intinya buka bersama dan tarawh bersama bersama saudara kurang mampu baik Madrasah, Panti Asuhan, di sekitar Bulog diharapkan berdampak kepada kelancaran tugas Bulog.
“Saya yakin orang lemah itu doanya mabrur. Kita bersyukur di ramadhan ini masih bisa memberi takjil kepada warga pedagang asongan di depan jalan Bulog, tukang becak, bingkisan anak yatim dan alat ksehatan semisal handuk, sikat gigi, sabun dsb,” ujarnya. kim

Jumat, 28 Agustus 2009

HARGA SEMBAKO NAIK, GELAR PASAR MURAH


JEMBER - Harga yang melambung tinggi sepekan terkahir membuat panik sebagian masyarakat. Menurut rencana, respon Pemerintah dalam menyetabilkan harga pasar akan segera menggelar pasar murah.
Menurut rencana digelar serentak di 10 Kecamatan di Jember. Sehingga dapat membuat masyarakat lega karena harga akan kembali normal.
Ir Hariyanto, MM, Kepala Disperindag Jember mengatakan bahwa kenaikan harga selalu muncul saat ramadhan tiba. Kenaikan ini berdasar pada pemantauan lapangan oleh staf Disperindag.
Pemantau saat ini mengamati perkembangan harga dari hari ke hari dan diakui terus dirasakan ada kenaikan. Tapi, Hariyanto berharap masyarakat tidak perlu panik sehingga tidak ada gejolak harga.
“Jangan melakukan aksi borong karena nantinya akan membuat harga terus melonjak,”pintanya.
Sedang Disperidag Jember dalam waktu dekat segera menggelar pasar murah untuk sepuluh kecamatan yang kategori miskin.
“Kecamatan ini adalah Rambipuji, Panti, Ajung, Sukorambi, Mayang Tempurejo, Arjasa, Jelbuk, Silo,Umbulsari,” bebernya.
Seperti tahun, 2008. Tahun 2009 Disperindag menggandeng para produsen-produsen seperti Pabrik Gula Semboro, Produsen Beras seperti Cobra, Produsen minyak dan lain-lain bahkan Toko kain Centrum dan toko kebutuhan bahan pokok banyak yang ikut.
Ir Hariyanto berharap tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan moment ini untuk kepentingan pribadi.
“Kadang mereka sengaja mendatangi pasar murah, kemudian membeli dalam jumlah besar dan menjual kembali dengan harga pasar,” harapnya,
Kendati begitu, dia tetap mengantisipasi agar pembatasan jumlah pembelian barang,
“Kami menggelar pasar murah agar warga miskin dapat membeli kebutuhannya dengan harga murah,” ujarnya.
Di sisi lain, menurut Ahmad Siddiq warga dari Desa Sukorambi mengatakan pasar murah bisa disambut gembira masyarakat.
“Saya sangat senang dengan adanya pasar murah karena sangat membatu warga di sini,” tegasnya.
Nantinya pasar murah bisa membantu masyarakat Sukorambi yang mayoritas petani, buruh kebun dan pedagang. kim

SEKOLAH PETANI DI CURAHLELE BALUNG



JEMBER – Petani diskusi soal pertanian dan hasil panen. Bagaimana meningkatkan hasil panen. Bahkan seringkali diskusi berkembang dan berlanjut hingga petang tak kenal waktu.
Dan selain itu adalah petani sekolah tentang pertanian secara praktis. Kegiatan itu disebut SLPTT. Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu.
Lalu bagaimana uniknya sekolah di pinggir sawah langsung itu. Adalah H Samsudin warga Desa Curah Lele Kecamatan Balung.
Rumahnya terlihat penuh sesak oleh para petani yang sedang berkumpul. Mereka melakukan kegiatan kumpul kumpul itu secara rutin.
Bahkan mereka menerima pengajaran khusus yakni kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).
Sekolah bagi para petani ini adalah bentuk program Departemen Pertanian Pusat. Di Kabupaten Jember sendiri SLPTT disebar di semua Kecamatan semisal di Kecamatan Balung tepatnya Desa Curahlele.
Di Desa Balunglor, juga ada kegiatan serupa. Di Desa Desa Karangduren, Balung dan Desa Tutul Balung juga ada.
Tapi, fokus perhatian mereka pada hasil pertanian sangat berbeda. Di Desa Curahlele fokus di tanaman Kedelai. Mereka para petani ini jelas tidak sendirian.
Mereka didampingi para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jember. Serta penyuluh pendamping tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian THL TB PP.
Sebagai instruktur pertanian yang berjalan hanya semusim ternyata menjadi daya tarik bagi para petani. Selain bisa menambah wawasan pertanian, para petani juga bisa enak diskusi memecahkan masalah pertanian untuk peningkatan produksi.
Langkah Departemen Pertanian RI ini cukup efektif, pasalnya terbukti para petani setelah mengikuti kegiatan ini cenderung dapat meningkatkan hasil produksinya.
Hal itu diakui kelompok tani Kurnia Jaya Desa Curah Lele Kecamatan Balung yang beranggotakan 135 orang. Poktan ini berdiri sejak 1984 dan mengikuti kegiatan sejak tahun 2005.
Tahun 2009 ini, kata Samsudin - ketua Poktan Kurnia Jaya - ada 30 orang anggota ikut sekolah setiap hari Kamis.
Karena keterbatasan jumlah peserta tiap tahun, Samsudin mengikutkan anggota poktan bergiliran.
Sehingga semua anggota bisa tahu ilmu sedikit sedikit. Amanda Primadeswara penyuluh THL-TB PP mengatakan di SLPTT Desa Curah Lele, para petani peserta SLPTT sangat bagus.
Materi agro ekosistem, varietas dan anatomi tanaman, mengenal hama dan musuh alami, gulma, mulsa, drainase, pengairan dan pola tanam, pemupukan, agro ekosistem tanah, perkembangan tanaman, pembuatan petak ubinan panen, serta materi panen dan pasca panen sangat bagus diserap.
“Para petani SLPTT selain dapat teori juga ada pengamatan dan praktek di lapangan, bahkan mereka diharuskan test teknologi budidaya tani, hama dan penyakit. Diakhir SLPTT para petani sebagai evaluasi melaksanakan post test atau test akhir,” jelasnya.
Ir Hari Wijajadi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemkab Jember, mengatakan SLPTT adalah program Departemen RI yang dapat meningkatkan keilmuan petani selain meningkatkan produksi pertanian. kim

RELA MENARI DI JALAN


JEMBER - Tidak banyak pejabat atau pemimpin yang berani menari di jalan demi menghibur rakyatnya.
Tapi, Camat Umbulsari, Drs Purwoadi, rela melakukan itu demi menghibur masyarakatnya diiringi musik gamelan jawa.
Tindakan Camat ini mengundang perhatian semua masyarakat yang melihat karnaval Agustusan kemarin.
Rakyat terpesona karena baru kali ini ada pejabat yang mau seperti itu. Di samping Camat ada Kapolsek dan Danramil yang juga turut ambil bagian.
Muspika dalam karnaval ini, adalah bentuk kebersamaan dan kekompokan yang terjalin dengan baik. Menurut dia, proses pembangunan tidak akan berjalan baik jika para pihak terkait tidak berkomitmen yang sama.
Mereka harus bisa menjalin kebersamaan dan kekompakan, demi suksesnya pelaksanaan program pembangunan.
Dalam karnaval di Umbulsari ini seluruh program pembangunan ditampilkan. Hasilnya, unsur Muspika Camat, Danramil dan Kapolsek Umbulsari, ikut tampil.
Dengan pakaian khas Jawa Timur plus udengnya, mereka berbaris menyusuri route karnaval didampingi para istri mereka.
Camat Purwoadi di barisan terdepan menyuguhkan tontonan sekaligus hiburan menarik dari start di lapangan Gunungsari hingga finish di halaman kantor Kecamatan Umbulsari.
Camat Purwoadi, menarik pinggung kiri dan kanan diiringi alunan tembang Jawa.
Keberanian Purwoadi menari ini selain sebagai peserta karnaval juga karena dukungan isteri, Nyonya Diana Purwoadi yang selalu menari nari tiada henti.
Acara PHBN di Kecamatan Umbulsari, baru digelar setelah 11 tahun tidak ada aktifitas. Berkat dukungan Danramil, dan Mapolsek setempat serta kerjasama unsur Muspika akhirnya karnaval terlaksana. kim

DESA WISATA DIRANCANG, 2010 DIBUKA



JEMBER - Ide dan gagasan menarik tentang dicanangkannya Desa Wisata di Jember sejak lama dilontarkan. Tapi, kali ini mulai ada respon positif dari Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dinas Pariwisata Propinsi Jatim.
Departemen Pariwisata memiliki program mengenalkan oabyek tujuan wisata daerah baik domestik dan mancanegara. Sehingga salah satunya adalah mengemas potensi wisata di masing –masing propinsi dan kabupaten. Ide yang mengemuka adalah pencanangan Desa Wisata.
Program yang dirancang Departemen Pariwisata RI ini adalah langkah awal memberdayakan masyarakat di sekitar tempat wisata. Konsep desa wisata adalah memaksimalkan potensi dan kekayaan desa setempat dari aspek ekonomi hingga sosial dan budaya.
Dengan desa wisata praktis pendapatan masyarakat akan bertambah melalui pembukaan usaha kecil baru di lokasi wisata. Baik menjual anek handycraft kerajinan tangan hingga makanan, dan oleh oleh.
Dari data Kantor Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur selain di Kabupaten Jember , potensi membikin Desa Wisata juga dicanangkan di Kabupaten lain semisal Banyuwangi, Pasuruan, Malang, Lamongan, hingga Pacitan.
Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember Arif Tjahjono,SE mengatakan, di Kabupaten Jember mengusulkan tiga desa yang disiapkan jadi desa wisata, semisal Desa Kemuning Kecamatan Arjasa, Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi, dan Desa Sumberrejo Kecamatan Ambulu.
Dipilihnya desa wisata ini bukan tanpa alasan. Dia mencontohkan di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi terdapat wisata agro Taman Botani, Desa Kemuning Kecamatan Arjasa dikenal pemandian Rembangan, serta di Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu ada pantai watu ulo dengan keindahan wisata lautnya.
“Kantor Pariwisata Kabupaten Jember mendukung program desa wisata ini. Dan sebagai usaha persiapan desa wisata terus dilakukan dengan berbagai upaya baik mempercantik sarana prasana hingga sosialisasi program desa wisata kepada masyarakat karena akan dibuka tahun 20l0,” ujarnya.
Bahkan Kabupaten Jember dinilai Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur sebagai kabupaten yang paling layak melaksanakan desa wisata dibanding kabupaten lain. “Saya kira pernyataan itu tidak terlampau berlebihan,” ujar Arief Tjahjono.
Seharusnya penerapan desa wisata bisa dilakukan oleh pemerintah pusat di setiap kabupaten di Indonesia.
”Di Kabupaten Sleman Propinsi DIY (Yogyakarta) saat ini ada sekitar l50 desa wisata. Itu wajar karena sejak lama Yogyakarta dikenal dengan kota budaya dan merupakan salah tujuan wisata di Indonesia. Bila agenda departemen pariwisata bisa berjalan baik, maka visit Indonesian Year akan dibanjiri turis mancanegara,” tegasnya. kim


SUTIYOSO JEMBER CARI SAINGAN BANK GAKIN



JEMBER - Kabupaten Jember salah satu dari 9 daerah bintang otonomi daerah dengan seabrek inovasi menjalankan otonomi daerah versi Majalah Tempo diantaranya : Kota Solo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bau-Bau, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Jember membawa ragam komentar.
Sekcam Sukowono, Sutiyoso, SH, mengatakan eksistensi bank gakin yang digagas Dinas Koperasi memberi sumbangsih besar terhadap penilaian versi majalah Tempo khusus Kabupaten Jember. Bahkan Bank Gakin berhasil menaikan taraf hidup masyarakat melalui jalur yang benar.
Sutiyoso, SH, mengatakan Jember terpilih dari 9 daerah bintang Otoda menerapkan manajemen otonomi daerah sebagai konsekwensi nya adalah mendapat penghargaan dari majalah Tempo. Bank Gakin sendiri harus didukung masyarakat luas.
Munculnya gagasan Bank Gakin adalah upaya yang patut diacungi jempol untuk memutus mata rantai rentenir. Tingginya bunga pinjaman masyarakat kepada rentenir membuat penderitaan berkepanjangan.
Setidaknya penerapan bank gakin diharapkan merata ke semua kecamatan di Jember. Selama ini bank gakin baru menyentuh masyarakat miskin di kota saja.
“Di Kecamatan Sukowono belum tersentuh bank gakin. Baru ada Koperasi dan PNPM Mandiri melalui simpan pinjam perempuan (SPP),” jelasnya.
Diraihnya penilaian itu menurut Sutiyoso, ke depan Kabupaten Jember harus lebih inovatif lagi menggulirkan program sejenis Bank Gakin dalam upaya mengentas kemiskinan.
Sutiyoso mencontohkan, dia akan memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur di Jember dengan tanaman produktif.
“Saya kira di Jember masih banyak lahan tidur yang bisa ditanami tanaman produktif seperti jambu mente dan mlinjo, karena lahan ini diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat pra sejahtera maka sebisa mungkin pemberian bibit tanaman produktif itu diberikan secara gratis dikoordinir oleh RT/RW setempat,” ungkap Sutiyoso.
Bila dimanfaatkan sebagai alternatif bank gakin, diharapkan bisa menambah pendapatan bagi masyarakat dan mengurangi efek pemanasan global.
”Saya yakin bila pemanfaatan lahan tidur bisa direalisasi dengan penanaman produktif, Jember bebas kemiskinan karena masyarakat bisa merasakan dari apa yang mereka tanam. Selain mencegah banjir juga bisa mengurangi efek global warming,” tegasnya. kim



MUI : TANGKAP PEMAIN, PENJUAL PETASAN

JEMBER - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember meminta aparat kepolisian Jember untuk menangkap dan meringkus para anggota masyarakat yang bermain petasan, baik penjual dan pemroduksinya selama bulan ramadhan ini.
Menurutnya, selain dinilai sebagai perbuatan mubazir (setan) jika dibiarkan maka bisa saja pelaku pembuat bom untuk aksi terorisme dengan leluasa bisa bersembunyi di Kabupaten Jember.
Ketua MUI Jember, DR, KH Sahilun A Nasir, mengatakan permainan petasan sama sekali tidak bermanfaat. Selain cuma menghambur hamburkan uang. Bahkan lebih parahnya lagi petasan selain membahayakan diri juga membahayan orang lain.
Bukan tidak mungkin petasan beredar bebas di masyarakat tidak pagi ada kepekaan masyarakat terkait masuknya pelaku terorisme di daerah.
Sahiulun mengatakan sebaiknya masyarakat tidak mengotori bulan suci ramadhan ini dengan bermain petasan. Sebab, permainan petasan dapat mengganggu serta dapat merugikan masyarakat lain.
“Jika terjadi kecelakaan siapa yang rugi. Kan masyarakat sendiri. Bahkan petasan dapat mengganggu kestabilitasn masayrakat menggangu orang sholat, dan saya kira bapak polisi harus bertindak tegas terhadap para pemproduksi petasan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Jember Kompol Rizal Irawan mengatakan bahwa sebelum melakukan tindakan represif dia sudah mengumpulkan informasi terkait pembuatan petasan itu. Termask dari mana memblinya.
“Biar tidak sporadic,” ujarnya.
Rizal mengatakan sejauh ini dia masih mengoperasi daerah rawan saja. Diantara Puger, dan Wuluhan. Banyak warga yang bermain petasan sebagai permainan. Tapi, ingat di daerah itu ada kasus bom seperti bondet ikan banyak digunakan nelayan ikan.
Setiap malam selepas maghrib semua perkampungan pasti terdengar petasan Bahkan penjual petasan sudah berani menjajakan barang ke desa desa. kim


Rabu, 26 Agustus 2009

KLINIK UMKM DILOUNCHING



PACU SECTOR INFORMAL KE SECTOR FORMAL


JEMBER – Klinik UMKM adalah salah satu program Gubenur Jawa Timur untuk pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Di seluruh Kabupaten di Jawa Timur diharapkan berdiri klinik UMKM saat pencanangan program. Kabupaten Jember adalah salah satu Kabupaten yang mengawali program Klinik UMKM dan tanggap terhadap program dari Gubenur Jatim ini.
Klinik UMKM adalah program yang menfasilitasi agar UMKM ini isa berkembang wajar. Termasuk mensupport program Gubenur menjadi lebih kongkrit.
Kabupaten Jember bekerjasama dengan professional Utama Bhakti Konsultan sebagai Bisnis Development Servis (BDS) UMKM Kabupaten Jember melounching klinik UMKM itu agar pelayanan kemitraan menjadi ringan.
Diharapkan banyak hal bisa dilakukan klinik UMKM termasuk pelayanan konsultasi informasi Bisnis, layanan informasi, layanan perijinan dan Advokasi Sertifikasi massal secara swadaya bagi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember, Ir. Mirfano, mengatakan dengan peluncuran program Klinik UMKM diharapkan pertumbuhan ekonomi sector informal lebih cepat dibanding sector formal.
Sehingga memacu sector informal menjadi formal dibutuhkan Institusi sejenis klinik UMKM. Dengan cara ini diharapkan akan memudahkan pelaku usaha memacu daya kompetitif pasar sebagai urat nadi perdagangan.
Penggusaha mikro kecil adalah target utama Dinas Koperasi dan UMKM dalam rangka menghadapi persoalan modal bahan baku dan pasar persaingan tehnologi.
Klinik UMKM ini adalah program yang meliputi jaringan produksi, jaringan pasar, dan jaringan kelembagaan formal yang kuat sehingga bisa membantu pengusaha kecil dan pengusaha mikro local.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto, yang hadir dalam acara itu mengatakan kendati Jember mengalami inflasi di level terbawah tingkat Propinsi dan Nasional, tapi pada dasarnya daya jual-beli pasar local masih normal.
Dengan launching program ini sebagai gambaran pemerintah melalui Dinas Koperasi & UMKM memiliki terobosan baru lewat klinik UMKM untuk memberi pelatihan serta konsultasi dunia usaha lewat internet.
Lebih jauh, sebenarnya inflasi semata-mata hanya disebabkan akibat peredaran uang yang lambat di masyarakat, sehingga daya beli masyarakat berkurang.
Di sisi lain, The Institute Human Resource Development Utama Bhakti Consultant, Drs Lukman Ekana Putra, mengatakan sebagai lembaga layanan pengembangan bisnis, telah mendapat kepercayaan dari Gubenur Jatim untuk memberikan layanan kepada masyarakat di Jember dan tempat Klinik UMKM berdiri di seluruh Jatim.
Dari sisi edukasi Klinik UMKM bisa ditangkap lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi, dan SMK yang ingin terjun ke dunia usaha.
Atau minimal menjadi konsultan. “Di sinilah di klinik UMKM inilah tempat lahan mereka latihan. Klinik ini sebagai tempat mengadukan masalah usaha mengenai modal dan tempat usaha,” ujarnya. kim


INFLASI JEMEBR RENDAH, DIBANDING JATIM


JEMBER - Menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jember merapatkan barisan dengan menggelar Rapat Koordinasi di Aula Bank Indonesia.
Rapat dihadiri Dinas dan instansi terkait termasuk Humas Pemkab Jember. Tim ini membahas khusus langkah kesiapan terkait penyediaan bahan makanan, transportasi, bahan bakar dan peredaran jumlah uang di Jember. Termasuk 3 kabupaten di wilayah eks Karisedenan Besuki : Situbondo, Banyuwangi, dan Bondowoso.
“Kesiapan kita saat puasa Ramadhan hingga Idul Fitri harus dilakukan,” ungkap A.Rasjid Madjid Pimpinan Bank Indonesia Jember.
Rasjid berharap kesiapan menjelang hari raya dan bulan ramadhan ini diharapkan tidak menimbulkan gejolak.
“Semisal, kenaikan harga berlebihan, kekurangan stok pangan saat Idul Fitri, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Sehingga langkah koordinasi seluruh Dinas dan staf instansi terkait harus dilakukan. Sehingga TPID harus sudah siap saling bekerja sama.
“Kami dan TPID siap menghadapi ramadhan dan lebaran sekaligus siap mematau dan dan menggelar pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs Edy B.Susilo Msi mengatakan bahwa hasil rapat koordinasi evaluasi inflasi di Jember hingga saat ini angka inflasi di Jember masih bertahan di kisaran angka 1,44. Artinya inflasi di Jember jauh di bawah inflasi Jawa Timur dan Nasional.
“Ini menggembirakan. Sehingga pemantaaun di masing masing daerah telah berhasil memberi kontribusi menahan laju inflasi,” ujarnya.
“Pengendalian inflasi kita upayakan terus dibawah inflasi Nasional maupun Propinsi,” tegasnya.
Indikator inflasi kata dia, terjadi banyak faktor: diantaranya momentum Lebaran Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
“Saat itu mendorong terjadinya inflasi lebih tinggi karena terjadi aksi borong barang,” ujarnya.
Dia meminta kepada pihak terkait untuk mempersiapkan diri bagaimana mengurangi konsumtif di tingkat masyarakat.
“Budaya konsumtif di Jember juga bisa menjadi model alternatif memicu terjadinya laju inflasi tinggi,” ujarnya. kim


ANANG : “Bank Gakin Untuk Menumpas Rentenir”


JEMBER - Kabupaten Jember terpilih daerah bintang otonomi daerah karena memiliki segudang inovasi menjalankan otonomi daerah versi Majalah Tempo.
Sembilan Kabupaten itu adalah Kota Solo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bau-Bau, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Lebak dan Kabuten Jember.
Apa kata Anggota DPRD Jember yang baru ? Anang Murwanto, S.Sos, dari Partai Demokrat menilai bahwa keberhasilan itu berkat kecerdasan memikirkan solusi bagi keterpurukan ekonomi rakyat.
“Saya ikut senang dengan keberhasilan Jember sebagai daerah yang paling inovatif melaksanakan otoda. Paling tidak penghargaan ini menjadi semangat bagi pemerintah untuk memacu program pemberdayaan masyarakat dengan memprioritaskan di sektor ekonomi kerakyatan terutama Bank Gakin,” ujarnya.
Dia mengangankan bahwa konsep Bank Gakin itu bisa membawa prinsip ekonomi kerakyatan yang benar di masyarakat dan dia meminta Pemerintah meniru Bangladesh untuk menumpas rentenir melalui Bank Gakin.
Bank Gakin katanya sangat bagus. Tapi, perlu dimbangi peningkatan SDM. “Terutama dari Diskop agar memberi pemahaman kepada masyarakat dalam memahami Bank Gakin sehingga masyarakat terhindar dari informasi yang salah,” ujarnya.
Munculnya Bank Gakin di Jember merupakan terobosan baru dan ide cerdas pemerintahan dalam memerangi rentenir.
Yang terjadi selama ini rakyat Jember menjadi korban rentenir. Mereka terjerat bunga tinggi pinjaman akibat desakan ekonomi.
“Bank Gakin adalah solusi uang sangat bagus membantu masyarakat miskin dari jeratan rentenir, dan ini sudah sesuai amanat pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.
Dia mencontohkan di negara Bangladesh butuh 33 tahun menghapuskan kebiasaan rakyat menggantungkan diri ke rentenir.
Di Indonesia terutama di Jember masih ditemukan kasus serupa seperti di Bangladesh. Bahkan di kantung kantung kemiskinan. kim


GURU NGAJI DIBERI INSENTIF


JEMBER - Bupati MZA Djalal, memanfaatkan bulan ramadhan 1430 H ini untuk melakukan safari ramadhan, dengan membagi bagikan uang insentif kepada guru ngaji yang diambilkan dari APBD Jember selama ini.
Kegiatan di Kecamatan Mayang ini, Bupati MZA Djalal, mengajak serta beberapa anggota DPRD Jember yang baru, terutama dari Partai Demokrat yang mengiringi Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf dalam acara itu.
Masyarakat yang berasal dari 7 Kecamatan semisal : Kalisat, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Silo, dan Mayang, dikumpulkan menjadi satu di pendopo Mayang.
Acara juga diselingi dialog. Sebelum dialog MZA Djalal menyerahkan bantuan insentif kepada 30 orang guru ngaji, dan pengurus Masjid di Mayang.
Mereka mendapat bantuan Rp 1,5 juta. Bantuan itu adalah tali asih dari Bupati Djalal kepada guru ngaji dan pengurus musholah yang banyak mengabdikan diri kepada pembentukan akhlak.
Safari Ramadhan kali ini dihadiri Ketua DPRD Saptono Yusuf, dan anggota DPRD dari Partai Demokrat yang baru dilantik diantaranya, Ayub Khan, Anang Murwanto dan beberapa anggota lain.
Bupati Djalal memanfaatkan kesempatan untuk mengenalkan anggota dewan itu kepada masyarakat karena kali ini DPRD dipenuhi wajah baru.
Bupati MZA Djalal mengatakan, anggota DPRD yang baru dilantik diharapkan membawa angin segar bagi perubahan masyarakat Jember.
”Saya berharap di kepimpinan Bapak Saptono Yusuf ini bisa menyuarakan aspirasi masyarakat Jember sesuai janji saat kampanye,” ujarnya.
Anang Purwanto, S.Sos anggota DPRD dari Partai Demokrat mengatakan dia dan anggota DPRD terpilih lainnya akan menjalankan amanah rakyat sesuai program yang dirumuskan.
“Kita perlu minta doa dan restu dari masyarakat agar diberi dorongan kekuatan moral dan iman untuk melaksanakan kepercayaan masyarakat itu sendiri,” ujarnya. kim



Selasa, 25 Agustus 2009

POLEMIK DIREKTUR PDP BARU

• Bernilai Politis Tinggi, dan Berbau Kolusi


JEMBER - Diangkatnya Sudarisman, SS, sebagai Direktur Produksi dan Teknik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Pemkab Jember mengundal reaksi keras. Bahkan kalangan DPRD yang baru memprotes prosedur pengangkatan itu.
Selain tidak layak, dan dipertanyakan tes fit and proper nya pengangkatan itu berbau kolusi yang sangat kentara dan mengakibatkan dampak politis cukup besar dalam peta perpolitikan di Jember.
Sebab, Sudarisman SS adalah lulusan Universitas Negeri Jember yang fak bidang pendidikannya bukan di pertanian atau perkebunan. Tapi, dia adalah lulusan sastra. Dia diangkat menjadi direktur Produksi dan Teknik di PDP dinilai beberapa DPRD sangat dipaksakan.
“Kalau dipaksakan begitu tentu saja kami akan pertanyakan. Fit and Propers testnya kapan,. Dan bagaimana. Lalu apa kompetensinya mengangkat lulusan sastra di PDP,” ujar Miftahul Ulum, S.Ag, calon pimpinan DPRD.
Dia baik di fraksi dan mewakili masyarakat meminta hal itu ditinjau ulang. Dan akan membawa masalah ini ke tingkat pimpinan DPRD untuk dibahas. Sebab, hal itu sudah mengundang reaksi keras di tingkat masyarakat. Bahkan kebijakan Bupati itu tanpa mempertimbangkan suara dari DPRD. Dan memilih pelantikan saat masa peralihan.
Salah satu yang tajam dipersoalkan adalah tidak adanya fit and proper test bagi Sudarisman. Untuk menduduki jabatan fungsional yang sangat penting dan membutuhkan keahlian khusus itu juga mendapat respon dari Wakil Bupati Jember Kusen Andalas.
Kusen Andalas, mengatakan pengangkatan Sudarisman memang tanpa Fit and Proper Test. Tapi, begitu saja disetujui dan diangkat Bupati untuk dilakukan pelantikan. “Bupati maunya begitu, jadi ya.. saya tidak tahu kalau soal fit and proper testnya ,” ujar Kusen saat menghadiri rapat internal PDIP untuk mengatur fraksi dan personal di pimpinan DPRD Jember.
Menurutnya, tahapan fit and proper test tidak mutlak dilakukan karena selain dirasa sangat mendesak bagi Bupati, sebagai kepala daerah juga sudah tahu kredibilitas dan kapabilitas Sudarisman. Yang lebih penting lagi katanya tidak selamanya jabatan teknis identik dengan latar belakang akademis.
Salah satu kelebihan Sudarisman, adalah pernah memimpin KPUD Jember yang juga sebagai penyelenggara Pilkada, Pileg, dan Pilpres tahun kemarin. Dan selama itu pula pelaksanaan Pemilu di Jember berjalan kondusif. Itu membuktikan bahwa Sudarisman mampu secara manajerial dan bagus.
“Kan tidak selamanya jabatan teknis itu diisi oleh fak bidang akademiknya. Kalau dianggap mampu kenapa tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jember Miftahul Ulum, tetap berbeda dengan Kusen. Kata dia untuk menentukan siapa yang akan duduk di jabatan Perusahaan Daerah, adalah kewenangan Bupati. Tapi, bukan berarti kewenangan itu digunakan semena mena.
“Jangan hanya karena factor kedekatan kemudian Bupati menempatkan orang yang tidak memiliki kemampuan di posisi strategis. Yang harus diingat, PDP adalah salah satu perusahaan yang bisa memberikan pemasukan bagi daerah cukup besar. Sehingga hamper dua juta masyarakat Jember dipertaruhkan dengan keputusan ini,” ujarnya.
Kemampuan Sudarisman, mengemban jabatan baru di PDP akan ditentukan akhir tahun ini. Jika tahun 2007 lalu target PAD dari PDP hanya 3,5 milliardan tahun 2008 naik menjadi 5 milliar, maka dua tahun berturut turut PDP mampu melampaui target. Sementara tahun ini PDP ditargetkan memberi sumbangan ke APBD sebesar Rp 11 milliar. kim

KETUA DPRD AKUI BANGGA REWARD DARI TEMPO


JEMBER - Terpilihnya Jember dalam deretan 9 bintang otonomi daerah se-Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat Jember.
Prestasi Jember ini bisa dicontoh kabupaten lain di Indonesia karena dikupas habis Majalah Tempo, sebagai pemberi award.
Keberhasilan itu tidak lepas dari usaha keras jajaran Pemerintahan atas dasar etos dan semangat kerja tinggi demi rakyat Jember, terutama Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal.
Karena dengan usahanya perekonomian Jember tumbuh dan berkembang dengan pesat di kota tembakau ini sebagai solusi smart bidang perekonomian kerakyatan dan tidak menggantungkan kepada bank.
Di lain pihak kelangsungan dan pengembangan UMKM dengan produk Bank Gakin nya itu perlu dipertahankan karena selalu hadir dalam situasi apapun.
Bila perlu grojokan modal diperbesar. Sehingga angka kemiskinan bisa ditekan. Menyikapi keberhasilan ini, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf, mengatakan program pengentasan kemiskinan sebagai keberhasilan aplikasi Bank Gakin dan pemberdayaan UMKM dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal sangat nyata.
Karena itu keberhasilan Jember mensejajarkan diri dengan 9 kabupaten ternama di Indonesia sangat sukses. Program inovasi birokrasi para pejabat Pemerintahan Jember cita cita itu dicapai.
Saptono Yusuf menilai keberhasilan Jember tak sekadar program UMKM-nya tapi pola nilai dan usaha UMKM dengan multiplier efek bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Dengan begitu, kelompok masyarakat UMKM otomatis mandiri dan bisa melepaskan dari ketergantungan bank titil.
“Saya sependapat jika anggaran disuntikkan lebih besar lagi ke Dinas ini, dan bank Gakin,” ujarnya.
Sangat disayangkan jika tahun mendatang untuk suntikan dana segar UMKM tidak dilakukan. Sebab, semakin tumbuhnya UMKM di Jember melalui Bank Gakin semakin mendapat perhatian dari dunia Internasional. Kenapa pemerintah tidak segera meningkatkan itu.
Kendati Bank Gakin tak perlu promosi tapi manfaatnya mampu dirasakan masyarakat kecil guna membangkitkan ekonomi sekaligus menuju tatanan masyarakat Jember lebih makmur.
Saptono mengakui perbaikan infrastruktur di Jember mengalami peningkatan. Di sisi lain perbaikan sarana yang sempat diperibahasakan proyek di Jember uber-uberan dengan kerusakan diharapkan ke depan tidak ada lagi. kim


SAFARI RAMADHAN SAMBIL KENALKAN DPRD BARU


JEMBER - Rangkaian awal Safari Ramadhan 1430 H oleh jajaran Muspida Pemkab Jember tahun 2009 dimulai di Kecamatan Mayang, Senin (24/8).
Safari Ramadhan Bupati Ir H MZA Djalal dilangsungkan di Pendopo Kecamatan Mayang dihadiri Muspida, dan tokoh masyarakat.
Acara dikemas dialog, buka bersama hingga sholat tarawih berjamaah dengan masyarakat di tujuh kecamatan : Kalisat, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, dan Kecamatan Silo.
MZA Djalal selain menyerahkan bantuan kepada guru ngaji, dan pengurus masjid hadir pula anggota DPRD Jember periode 2009-2014. Kesempatan itu diambil Bupati untuk mengenalkan kepada rakyat Jember.
Kendati 49 orang wakil rakyat tidak hadir semua anggota DPRD ikut rombongan muspida adalah Ketua DPRD Saptono Yusuf, Ayub Khan, dan Anang Purwanto.
Dalam kesempatan ini MZA Djalal berkesempatan mengenalkan para anggota dewan ini kepada masyarakat. Maklum sebagian besar anggota DPRD Jember didominasi wajah - wajah baru.
MZA Djalal, mengatakan anggota DPRD yang baru dilantik ini diharapkan membawa angin segar bagi perubahan masyarakat Jember lima tahun ke depan.
”Saya berharap anggota DPRD yang baru bisa menyuarakan aspirasi masyarakat Jember sesuai janji saat kampanye. Selain itu saya mengajak Dewan untuk bisa bersama-sama membangun Jember lebih baik. Maka saya mengucapkan selamat atas dilantiknya anggota DPRD yang baru, selamat bertugas dan berkarya,” jelas MZA Djalal.
Anang Purwanto, S.Sos anggota DPRD dari Partai Demokrat mengaku dia dan anggota DPRD lainnya akan menjalankan amanah rakyat untuk melanjutkan program kerja DPRD lama.
“Juga kami menyambut baik ajakan Bupati untuk membangun Jember lebih baik. Saya dan anggota DPRD lain mohon do’a restu agar diberi kekuatan iman dan keteguhan hati untuk melaksanakan kepercayaan dari rakyat yang diembankan kepada wakilnya di DPR,” ujar Anang, pria kelahiran Boyolali Jateng ini. kim


NIHIL AKTIFITAS, TERKENDALA SUSDUK

JEMBER - Berbagai kegiatan DPRD Jember yang baru periode 2009 2014 terkendala oleh belum turunnya Undang Undang Susunan dan Kedudukan Anggota Dewan tahun 2009 ini. Tak sedikit anggota dewan memilih duduk duduk di ruang lobi bersama wartawan ngobrol ngalor ngidul.
Ada pula yang memanfaatkan untuk menggelar rapat penentuan Fraksi. Sebab, menyusul informasi pembentukan fraksi di DPRD Jember, ada sekitar 7 fraksi. Tapi, fraksi yang ada tidak boleh ada lebih dari dua fraksi gabungan. Di Jember ada usulan lebih, diantaranya Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggandeng Hanura, dan Gerindra akan menggandeng PDIP. Sementara Fraksi gabungan lain yang muncul adalah PKB bergabung dengan PPP.
“Kita sudah deal untuk melakukan koalisi di tingkat Fraksi. Namanya Fraksi Kebangkitan dan Pembangunan,” ujar H Samuji Zarkasy, bendahara PPP yang juga anggota DPRD Jember yang terpilih kali keduanya ini.
Agenda lain yang urgen adalah penetapan pimpinan DPRD definitive tidak bias segera dilakukan. Karena Susduk DPR yang sudah disahkan Pemerintah hingga kini belum diundangkan, sehingga tidak ada paying hokum yang kuat bagi Sekwan untuk menggelar rapat paripurna penetapan pimpinan dewan.
Pimpinan sementara DPRD Jember Lukman Winarno, SS, dari PDIP mengatakan bahwa keempat calon pimpinan DPRD di Jember adalah dari 4 partai besar pemenang Pemilu diantaranya, Demokrat, PIDP, PKB dan PKNU.
“Kami sudah menggelar rapat internal dengan Sekwan. Harapannya pimpinan DPRD dapat segera ditetapkan sehingga tidak mengganggu kinerja dewan,” ujar Lukman.
Salah satu kandidat pimpinan DPRD Jember Miftahul Ulum, S.Ag, dari PKB mengatakan belum diundangkannya susduk DPR menjadi kendala pembentukan kelengkapan DPRD. Kendati sesuai tata tertib yang lama tugas dan tanggungjawab pimpinan sementara adalah memfasilitasi pembentukan pimpinan definitive.
“Termasuk pembentukan fraksi dan komisi. Tapi semuanya tidak bisa dilakukan karena susduk belum diundangkan,” ujarnya.
Sehingga pihaknya hanya bisa menunggu saja hingga disahkan oleh pemerintah. Sambil menunggu, lobi lobi pembentukan farksi dan komisi bisa terus dilakukan.Meski begitu pengajuan nama untuk fraksi dan komisi tetap hanya usulan dan tidak bisa ditetapkan sebelum susduk diundangkan. kim


Minggu, 23 Agustus 2009

MANTAN KETUA KPUD JADI DIREKTUR PDP


JEMBER - Pelantikan Direktur Umum dan Keuangan serta Direktur Produksi dan Tehnik PDP Jember oleh Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas, di gedung PDP Jember, Jumat (21/8) diharapkan akan mampu membawa Perusahaan Perkebunan Daerah Jember ini meningkat dan mendapatkan keuntungan lebih.
Wakil Bupati Jember Kusen Andalas, mengatakan bahwa pelantikan untuk sebuah jabatan baik di lembaga pemerintah dan perusahaan merupakan hal biasa.
“Sesungguhnya jabatan ini merupakan amanah, karena itu mari kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi PDP lebih baik,” ujarnya.
Dua pejabat PDP yang baru dilantik harus betul-betul bisa membawa kesejahteraan dan suasana baru bagi perusahaan. Baik hasil dan suasana kerja.
Tak kalah penting pejabat yang baru dilantik harus lebih bersemangat dan berkomitmen kepada semua karyawan dari Direktur hingga karyawan PDP Jember.
“Kalau Direktur dan karyawan tidak sejalan, maka semua tidak akan menghasilkan maksimal,” ujarnya.
Kata Wabup, pimpinan harus bisa memahami karakter karyawan dan karyawatinya. Terlebih dalam sebuah perusahaan milik pemerintah, tentu misi Pemerintah menyejahterakan masyarakat harus bisa dijalankan.
Keberadaan perusahaan jangan sampai menimbulkan membangkitkan kecemburuan social di lingkunganya. Sebuah perusahaan harus bisa dirasakan hasilnya oleh lingkungan. Karena kalau di lingkungan perusahaan itu jurang kemiskinan semakin dalam, maka akan timbul persoalan.
Wabup berpesan agar PDP bisa dikelola baik. Mengingat sebagai aset yang sangat berharga untuk menambah pendapatan daerah.
Kepada dua pejabat PDP itu, Wabup meminta agar betul-betul membawa PDP memberi manfaat kepada rakyat Jember. Terlebih di era saat ini masyarakat senantiasa menuntut ada kerja profesional.
Tuntutan profesionalisme tidak hanya pada pekerjaan yang besar saja, tapi pekerjaan kecil juga diminta masyarakat.
Direktur Produksi dan Tehnik, PDP Jember yang baru dilantik, Sudarisman SS mengatakan saat ini sesuai arahan Bupati diharap bisa memberi sumbangan PAD yang signifikan bagi daerah. Karena itu, dia mengaku jabatan nya adalah tantangan baru baginya.
“Ini tantangan besar bagaimana sector produksi bisa melakukan diversifikasi usaha. Sehingga perusahaan perkebunan bisa memberi sumbangsih PAD besar dari sekarang,” ujarnya.
Pengisian Jabatan Direktur Umum dan Keuangan dan Direktur Produksi dan Teknik ini karena pejabat lama Drs Soenyoto M.Si, meninggal dunia.
Untuk mengisi jabatan kosong ini Handoyo SH, M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Produksi dan Teknik menjadi Direktur Umum dan Keuangan PDP.
Sedang jabatan Direktur Produksi dan Teknik, diisi Sudarisman, SS – mantan Ketua KPUD Jember. kim

MAJALAH TEMPO BERI KADO KABUPATEN JEMBER



JEMBER - Saat masyarakat Jember bergembira dan penuh hikmat merayakan HUT RI ke 64, saat itu pula kebahagiaan Kabupaten bertambah setelah Kota tembakau ini terpilih sebagai salah satu dari 491 Kabupaten Kota se Indonesia yang mendapat kado istimewa dari “Majalah Tempo”.
Dari 491 Kabupaten Kota se Indonesia, Kabupaten Jember menjadi salah satu dari 9 Kabupaten Kota terpilih yang memiliki inovasi-inovasi menjalankan otonomi daerah sebagai inspirasi bagi Republik ini.
“Setidaknya bisa dilihat inovasi-inovasi yang telah mereka lakukan, dari 491 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia, kami menemukan beberapa daerah yang memberikan inspirasi bagi republik ini yang tidak lagi muda lagi,” tegas Kartiko Purnomo Tim juri.
Dijelaskan Kartiko - yang juga Direktur Pengembangan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah pada Dirjen Otonomi Daerah Depdagri RI - pihaknya merasa optimis dengan masa depan otonomi daerah.
“Banyak Kabupaten Kota sejak diundangkan Otoda Tahun 1999 berjalan efektif dan menarik rakyat ikut serta mengawasi jalannya pemerintah,”jelasnya.
Selain itu dengan otoda itu sejak tahun 1999 banyak kepala daerah yang bekerja sungguh-sungguh.
“Dengan Otonomi Daerah melahirkan kepala daerah yang bekerja sungguh-sungguh,” terangnya.
Seleksi ketat. Tempo menerjunkan Tim Verifikasi dan memeriksa pemberitaan lokal untuk melihat konsistensi dan menyerap masukan dari beberapa LSM dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari 90 daerah yang terjaring dan para juri di tahap akhir tersaring 40 Kabupaten Kota dari seluruh Indonesia,”tandas Kartiko.
Akhirnya dari 40 Kabupaten Kota maka oleh tim juri dipilih 9 daerah bintang melaksanakan otonomi daerah.
“Sembilah daerah itu adalah Kota Solo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bau-Bau, Kabupaten Kebumen, Kota Blitar, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Jember,”ungkap Kartiko.
Senada juga disampaikan oleh Redaktur Tempo lewat kupasan di hal opini (19) dimana Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah yang dipilih dari 9 daerah bintang otonomi daerah.
”Daerah itu dinyatakan sebagai daerah yang mampu melakukan terobosan dan mengembangkan sumber daya serta kreatifitas yang disesuaikan situasi setempat,”jelas.
Otonomi yang dimaksud Tempo tak lain dari menilai hak-hak dasar rakyat seperti pendidikan, hak mendapat pelayanan kesehatan, hak mendapat lingkungan yang sehat dan bersih, hak mendapat jaminan sosial sesuai sesuai amanat UUD’45.
“Paling penting Bupati sebagai penentu kebijakan dapat melahirkan kebijakan yang cocok dengan kultur dan budaya daerah itu,” tandasnya.
Hak dasar paling hakiki yang dibutuhkan oleh warga oleh penguasa di daerah untuk memikirkan serta mewujudkan kesejahteraan. Terpilihnya Jember sebagai bintang otoda karena memiliki kelebihan dibanding daerah lain seperti terobosan membuat Bank Gakin (Keluarga Miskin) yang tersebar dipelosok-pelosok wilayah Jember untuk mengatasi kesulitan keluarga miskin. kim

RAMBIPUJI, SENTRA INDUSTRI SEPATU


JEMBER - Keikutsertaan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji dengan home industri sandal - sepatu di pameran saat acara bedah potensi desa di lapangan Rowotamtu Rambipuji semakin menguatkan peluang kecamatan ini menjadi sentra industri sepatu.
Dengan modal dana patungan antara Bambang Hariyono, SP, Yoyok, dan Mustain, merintis usaha di awal tahun 2007. Kendati minim pengalaman dan tergolong usaha baru ternyata sepatu - sandal buatan warga Kaliwining ini kualitasnya tak kalah dengan merek lain.
Bahkan tahun ini ada 7500 pasang sepatu dan sandal dihasilkan oleh 10 orang perajin sepatu Desa Kaliwining ini sebagai prestasi luar biasa.
Dibantu 3 orang teknisi pembantu khusus, home industri sepatu Tunas Harapan dalam sehari mampu memproduksi 20 pasang sandal dan 10 pasang sepatu.
Sepatu merek Bym diambil dari nama pemilik modal (Bambang, Yoyok, dan Musta’in). Mereka terus mencari terobosan desain sepatu sesuai selera konsumen melalui majalah dan internet.
Dibantu satu orang di bidang pemasaran, penjualan sepatu dan sandal made in Kaliwining ini cukup merata hampir di seluruh Kabupaten Jember.
”Produk Kaliwining ini sudah merata ke pasar-pasar, harganya relatif terjangkau dan kwalitas tetap bagus. Bahkan ada saja tiap tahun yang datang ke sini (Kaliwining) untuk order sepatu biasanya jelang lebaran,” ujar Bambang.
Praktis saat itu volume kerja pengrajin sepatu Karang Taruna Tunas Bangsa kian tinggi. Dengan begitu harus diimbangi ketersediaan bahan dasar yang memadai.
Tradisi masyarakat menjelang lebaran cenderung bergaya hidup konsumtif, membuat para pemilik toko harus inden sepatu terlebih dahulu kepada para pengrajin sepatu Kaliwining.
Tak tanggung-tanggung order sambut lebaran tahun 2009 ini mencapai 100 pasang sandal dan 200 pasang sepatu berbagai ukuran mulai nomer 36 sampai 41.
Seluruh order sepatu dan sandal senilai Rp 8 juta harus rampung sebelum bulan puasa. Home industri sepatu binaan bappemas tahun 2008 ini semula dibantu mesin pres, kompresor, mesin jahit serta mesin plong. Dari Dinsos dibantu 20 buah mesin jahit.
Dalam dialog kemarin Bupati Jember Ir H MZA Djalal sempat dihadiahi sepasang sepatu berukuran no 42 oleh pengrajin ini.
Bupati menyarankan para pengrajin membuat sepatu bagi anak sekolah dengan harga murah dan bisa kerjasama dengan pihak komite sekolah. kim

PERSID SIAP TANDING DI LIGA INDONESIA PSSI


JEMBER - Minimnya anggaran yang dimiliki tim Kesebelasan Persid Jember tidak menyurutkan nyali klub sepakbola kebanggaan rakyat Jember ini untuk unjuk gigih di depan ratusan Persidmania.
Dalam waktu dekat Persid akan menjadi tuan rumah Liga Indonesia PSSI Oktober 2009 di Stadion Notohadinegoro.
Meski sebelumnya Stadion ini sempat digunakan sebagai sirkuit motor cross saat Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), pihak manajemen Persid optimis Liga Indonesia siap digelar di tempat ini.
Ketua Panpel Motor Cross Drs H Ahmad Sudiyono, S.H M.Si. M.Psi menjanjikan Stadion Notohadinegoro bakal secepatnya dikembalikan seperti kondisi semula sehingga dapat ditempati untuk bertanding.
Hal itu dibeber Sirajudin, SST Par selaku Manajer Persid. Dengan digelarnya Liga Indonesia ini paling tidak mengobati kerinduan Persidmania terhadap tim kebanggaannya.
Pemantapan latihan menghadapi Liga Indonesia PSSI terus digenjot. Dalam waktu dekat tanggal 15 September 2009, PSSI akan datang ke Jember untuk mengecek kelayakan Stadion Notohadinegoro.
Persiapan fisik Stadion terus dilakukan dengan menyiram lapangan agar kelihatan hijau.
“Pihak Manejemen Persid terus memantau kesiapan Stadion Notohadinegoro untuk ajang Liga Indonesia. Jember ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan menyukseskan Liga Indonesia,” ujar Sirajudin.
Selain itu, menurut Sirajudin saat ini klub sepakbola yang dipimpinnya itu masih butuh kucuran dana. Dicontohkan tahun 2008 meski tidak ada dana tapi kompetisi bisa digelar hingga akhir. Bahkan Persid dan manajemen tetap kompak.
Tahun lalu Persid mampu bertahan di Divisi I PSSI bersama club lain semisal Persela (Lamongan), Persewa (Wamena) dan Arema (Malang), bahkan kemanapun Persid bertanding selalu dipenuhi oleh suporter pendukungnya.
“Animo Persid Mania untuk mendukung kesebelasannya sangat besar. Sekitar 3000 ribu Persid Mania ikut mendukung gala desa,” ujar Sirajudin mantan Direktur AKPAR Unmuh ini.
Anggaran Persid tahun 2009 hanya Rp 800 juta. Padahal serapan pemain Persid saja mencapai Rp 5 Milliar per tahun.
Anggaran itu selain honor juga untuk biaya makan dan gaji pelatih mencapai 30 orang dengan alokasi Rp 30 juta per bulan.
“Untuk latihan selama 3 bulan butuh 20 buah bola dengan kisaran harga per bola Rp 350 ribu, sepatu bola pemain dan pelatih sebanyak 30 orang yang harganya sekitar Rp l,3 juta per pasang. Belum lagi dibutuhkan 40 training atas bawah seharga Rp150 ribu , 20 sepatu ket senilai Rp.200 ribu per pasang,” tandas Sirajudin.
Anggaran besar untuk Persid juga saat mengundang tim luar laga uji coba ke Jember. Bisa menelan biaya Rp 25 juta untuk laga uji coba dengan Persewa (Wamena).
Biaya itu termasuk biaya wasit, hotel, komsumsi, pemain tamu dan bonus pemain uji coba Rp100 ribu untuk 26 orang.
”Belum lagi biaya pelatih antara Rp150 ribu – Rp 200 ribu per 3 orang, belum lagi biaya pemeriksaan medis sebelum bertanding Rp 125 ribu sebanyak 40 orang. Sekitar Rp l,5 juta dengan jumlah 26 smart card,” tegasnya. kim

GAPOKTAN DIARAHKAN AGROBISNIS


JEMBER - Pengembangan usaha agribisnis di pedesaan adalah bagian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM-Mandiri).
Program ini bertujuan memberdayakan dan mengembangkan usaha agribisnis masyarakat desa, terutama sektor pertanian.
Selain itu, juga ada pembekalan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta penyuluh pendamping penerima PUAP Tahun 2009.
Pemberian bekal ini untuk melaksanakan program sesuai juklak yang ditetapkan. Dalam pembekalan Gapoktan ini, juga ada evaluasi kinerja, baik kegiatan Gapoktan dan penerima PUAP tahun 2008.
“Tujuannya, agar kita dapat melakukan pembinaan lebih baik lagi,” kata Ir. Totok Harijanto, Kabid Sarpras Disperta di Aula Disperta.
Dijelaskan, pelatihan ini untuk menunjang bantuan yang dikucurkan pemerintah kepada Gapoktan. Sehingga Gapoktan benar-benar bisa memanfaatkan bantuan secara maksimal. Terlebih pemerintah juga memberi memberikan dana pendampingan, baik dari APBN dan APBD.
“Untuk APBN kami laksanakan selama lima hari di bulan. Baik terhadap poktan dan penyuluh pendampingnya. Dana APBD, kami laksanakan hari ini selama empat hari,” ujarnya.
Dana pendamping ini selain untuk pembekalan juga digunakan bagi pelatihan dan evaluasi bagi penerima PUAP serta penyuluh pendamping tahun 2008.
Hasil evaluasi dana pendamping APBD PUAP 2008 ini diharapkan bisa ditindaklanjuti. “Ini bisa membantu kegiatan teman yang sudah berhasil. Artinya kegiatan dari penerima PUAP 2008 dari evaluasi tersebut ada yang sudah berhasil tapi ada juga yang belum,” katanya.
Pasca pembekalan dan pelatihan Gapoktan penerima PUAP 2009 ini, perlu ada pembinaan, jalinan kemitraan dengan produsen benih, dan penangkar benih.
Sehingga Gapokan bisa lebih mandiri. Khusus untuk penerima PUAP 2009, diberi tambahan pelatihan workshop menyusun RUK dan RUB.
“Tentunya semua bantuan pemerintah tidak akan sia sia,” ujarnya. kim

PELATIHAN PERTANIAN UNTUK ANAK JALANAN


JEMBER – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember peduli terhadap para nasib anak jalanan.
Upaya kepedulian diwujudkan dengan memberi pelatihan ketrampilan budidaya tanaman buah-buahan, tanaman sayur, tanaman hias serta pembuatan pupuk organik.
Pelatihan digelar di Aula Dinas Pendapatan Kabupaten Jember, selama 2 hari dari l9-20 Agustus 2009 diikuti 75 peserta dari sekitar Kecamatan Kota Jember, : Patrang, Sumbersari, dan Kecamatan Kaliwates.
Pelatihan ini Tim PKK Jember menggandeng instansi terkait semisal Dinas Sosial, karena anak jalanan menjadi binaan Dinsos. Ny Hari Wijajadi Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Jember membeber, pelatihan ini adalah untuk memberdayakan anak jalanan.
Mereka akan mendapat materi pelatihan budidaya buah-buahan, budidaya sayur, budidaya tanaman hias, dan cara pembuatan pupuk pertanian.
Selain itu Tim Penggerak PKK Jember juga akan memberi bantuan modal usaha bagi para peserta pasca pelatihan. Karena ke depan bisnis di bidang pertanian masih sangat menjanjikan.
“Dari tanaman yang tak bisa berarti memiliki nilai jual tinggi karena ada kreatifitas perlakuan tanaman baik dikerdilkan (bonsai) hingga adenenium. Meski tanaman mini tapi harganya bisa mencapai jutaan, “ ujarnya.
Ny Hari Wijajadi menambahkan, bisnis di bidang pertanian seperti tanaman hias sebetulnya tidak butuh lahan luas dan modal besar.
Usaha yang biasa disebut florit ini bisa dilakukan perorangan dan kelompok. Tergantung perawatan dan pemupukan tanaman hias.
“Biasanya yang memanfaatkan jasa pengusaha merawat tanaman hias adalah warga Perumahan. Jasa mereka banyak dimanfaatkan instansi pemerintah dan swasta serta hotel,” ujarnya.
Syaiful Ishak (18) peserta pelatihan warga Kedung Piring Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates alumni SMK Kartini Jember, merasa senang ikut pelatihan budidaya pertanian ini.
Bahkan dia bersama kakaknya mengaku memiliki pengalaman baru. ”Baru pertama kali saya mengikuti pelatihan seperti ini dan saya terpicu untuk berusaha mandiri,” ujarnya. kim

PKH HARUS BENAR BENAR DIPAHAMI


JEMBER - Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan mampu menjawab semua masalah rakyat Indonesia. Hal itu menyusul krisis global yang menimpa ekonomi nasional kita hingga terpuruk.
Menurunnya daya beli masyarakat mengharuskan pemerintah lebih gigih mengupayakan program ini. Karena persoalan kemiskinan terus meningkat di bangsa ini.
Pemerintah berusaha terus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berdialog terkait PKH.
Departemen Komunikasi dan Informasi melalui Forum Dialog dan Advokasi Program Keluarga Harapan, Kamis, 20 Agustus menggelar acara dialog di Aula PKK Jember.
Dialog itu dihadiri Kasubid Lembaga Pemantau Media, Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), Drs Todo Tua, Asisten Pemerintahan, Pemkab Jember, Drs H Hasi Madani (mewakili Bupati Jember), dan Seksi Kerjasama Media, Bagian Humas Pemkab Jember, Drs Joko Soponyono, M.Si ini, dan diikuti pendamping PKH.
Dalam sambutannya, Todo Tua mengatakan bahwa persoalan kemiskinan bangsa ini jumlahnya terus menurun.
“Pasca reformasi angka kemiskinan sekitar 49.000.000 keluarga miskin. Lewat program pemerintah, di Maret tahun 2008, menurun menjadi 34.900.000,” terang Todo Tua.
Keberhasilan menurunkan angka kemiskinan pasca reformasi ini, karena banyak program pemerintah untuk membantu keluarga miskin. Bagi yang tergolong keluarga sangat miskin digelontor Program Keluarga Harapan (PKH).
Sedang kelompok lain, pemerintah mendorong optimalisasi potensi yang dimiliki masyarakat golongan ini dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
“Kelompok pertama ibarat orang yang harus diberi ikan. Dan kedua orang yang harus diberi pancing,” ujarnya.
Bagi yang memiliki usaha tapi sulit berkembang karena krisis ekonomi, diberi program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Asisten Pemerintah, Drs H Hasi Madani, M.si mewakili Bupati Jember, berharap kemiskinan di Jember secara bertahap bisa turun.
Maka dibutuhkan kerjasama antar masyarakat dan pemerintah. “Yang terpenting program pemerintah bisa dipahami masyarakat, dan pendampingya,” ujarnya. kim



TANGGULANGI BANJIR, TERPADU

JEMBER - Kajian Program Penanggulangan Banjir Bandang terpadu oleh Tim JICA adalah untuk mengkaji dan mengevaluasi fenomena bencana alam serta banjir bandang yang terjadi di Jember.
Satlak PBP Kabupaten Jember bersama JICA serta Tim Terpadu menggelar pertemuan Sosialisasi Kajian Program Penanggulangan Banjir Bandang Secara Terpadu kemarin.
Asisten II, Drs Edy B Susilo Msi, kajian program penanggulangan banjir bandang yang dilakukan secara terpadu oleh Tim JICA itu dimaksudkan untuk meneliti fenomena bencana alam banjir bandang di Jember.
Dipilihnya Kecamatan Panti sebagai tempat kajian karena kecamatan ini berpotensi munculnya bencana alam atau banjir bandang.
Menurut Edy, kegiatan dilakukan dengan cara melihat kejadian hujan dan debit air. JICA secara terpadu mengkaji sejauh mana penyuluhan kepada rakyat.
Lalu dilakukan deteksi dini, dan upaya evakuasi TIM JICA dengan bentul formulasi penyuluhannya.
“Deteksi dini sampai evakuasi dijadikan referensi penangulangan bencana banjir bandang,” tegasnya.
Penyuluhan itu bentuknya pemberian tanda-tanda saat bencana datang. Kata dia, sangat salah jika upaya penyelamatan mendadak. “Kalau ujug-ujug, banjir baru kita tangani itu salah,” ujarnya
Penanganan bencana banjir tahun lalu, berakibat banyaknya korban. Sehingga upaya deteksi dini sangat penting.
“Maka JICA memasang alat “Stasiun Hujan”, yaitu sebuah alat yang bisa mendeteksi kapan masyarakat bisa dievakuasi,” tegasnya.
JICA Jica Expert on Integrated Disaster Mitigation Management Project for “Banjir Bandang” Shusaku Shiiba, mengatakan kegiatan Project Banjir Bandang adalah usaha menciptakan penyelamatan saat bencana terjadi. kim

PAWAI OBOR SAMBUT RAMADHAN


JEMBER - Kecamatan Sumberbaru sebagai Kota Kecamatan terpencil di Jember tak mau kalah merayakan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), dan HUT Kemerdekaan RI ke 64, dengan menggelar pawai obor selain menyambut ramadhan 1430 H.
Kegiatan ini tentu saja mendapat respon tinggi dari masyarakat. Pawai Obor disambut penuh suka cita. Masyarakat juga ikut terlibat dalam pesta bakar kembang api.
Langit biru Sumberbaru akhirnya penuh kemilau cahaya merah. Hamparan langit terlihat terang benderang dipenuhi percikan kembang api.
“Itu kembang api inisiatif masyarakat sendiri,” kata Ir Suyono, Camat Sumberbaru.
Peran aktif masyarakat memeriahkan acara itu sangat membanggakan. Karena menunjukkan kepedulian masyarakat cukup tinggi.
Mereka rela mengeluarkan partisipasi untuk merayakan puncak BBJ, HUT RI dan menyambut ramadhan.
“Ini potensi besar yang perlu diperhatikan. Karena potensi ini adalah modal mengembangkan Sumberbaru lebih sejahtera,” ujarnya.
Pawai Obor yang digelar besar-besaran ini diikuti 10.000 peserta. Peserta Pawai Obor berasal dari siswa SD/MI, SMP/MTs, SMKN, pegawai dan karyawan berbagai instansi dan lembaga, serta masyarakat.
Peserta dibagi dua. Dari barat kantor kecamatan Yosorati, dari Desa Jatiroto. Dan peserta dari timur kecamatan Yosorati, pemberangkatannya dipusatkan di Desa Pringgowirawan.
Semua peserta pawai berangkat dari arah berlawanan, berjalan membawa obor menuju satu titik di lapangan Yosorati sebagai finish.
Setibanya di finish kedua peserta membuang obornya di tempat pembuangan yang sudah disediakan panitia.
Di situ acara pesta puncak hiburan dangdut, dan pertandingan pencak silat antar perguruan se Kecamatan Sumberbaru.
Uniknya, peserta Pawai Obor, ada yang berdandan Can Macanan Kadduk dan berbagai bentuk semisal Gorilla, Monyet bahkan Hantu Pocong. kim

Selasa, 18 Agustus 2009

KAMBING LAHIRKAN ANAK BERKAKI DELAPAN


JEMBER - Subhanallah.! Keanehan terjadi di Dukuh Tanggul Asih Dusun Curahdami Desa/Kecamatan Sukorambi Senin (17/8).
Seekor kambing gibas melahirkan 2 ekor anak kambing berjenis kelamin jantan. Keduanya memiliki satu ekor.
Kedua ekor kambing itu, satunya normal dan tampak sehat. Sedang, seekor lainnya kurus. Anehnya, di badan kambing ini berbadan dua.
Posisi badan dua itu satu menempel persis di bawah perut. Dan kondisi badan bertumpuk, masing masing tubuhnya terdapat kaki.
Tiap tubuh memiliki empat kaki sedang dua kaki lainnya muncul dari punggung. Totalnya, kambing ini berkaki delapan.
Informasi ini langsung menyebar cepat. Ratusan warga berdatangan di rumah Samadin (35) warga Kampung Tanggul Asih Dusun Curahdami Desa/Kecamatan Sukorambi.
Mereka ingin melihat dari dekat kondisi kambing.”Kok ada kambing berkaki delapan,” ujar Edi.
Edi asal Kaliwates ini ingin memastikan berita kambing berkaki delapan.
”Astagfirullah, memang ada. Ini keagungan Allah SWT,” tukasnya.
Samadin, pemilik kambing menceritakan dua bulan ini kambing nya melahirkan dua ekor kambing. Satunya kondisi fisiknya aneh. Kambing induk dibeli dua bulan lalu dari warga Desa Panti Rp 570.
”Kami membeli kambing dalam kondisi hamil,” ujarnya.
Saat melahirkan, ternyata kambing beranak dua. Satunya berkaki delapan. Kambingnya sempat ditawar orang seharga Rp 750 ribu.
“Tapi, tidak saya berikan,” ujarnya.
“Nggak tahunya malam kemarin kambing ini benar- benar melahirkan. dua ekor anak secara bertahap. Yang kedua yang aneh,” ujarnya.
Tapi, saying hanya satu jam pasca kelahiran itu, anak kambing ini mati. kim

VETERAN PERANG KUTUK TERORIS DAN PENGEBOMAN



JEMBER - Suasana haru mewarnai ramah tamah Bupati Jember Ir H MZA Djalal MSi bersama pelaku sejarah para veteran perang.
Acara digelar di halaman Pemkab Jember usai upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke- 64 Senin (17/8).
Para veteran perang ini diundang Pemkab Jember sebagai wujud penghargaan atas andilnya dalam merebut kemerdekaan.
Para veteran ini datang dengan seragam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Mereka terlihat masih gagah, kendati mayoritas lanjut usia.
Bupati sengaja memotong tumpeng yang dihadiahkan kepada anggota veteran perang diiringi paduan suara Gema 45 yang melantunkan lagu-lagu perjuangan.
Bupati Jember Ir H MZA.Jalal, Msi, merasa terharu dan senang berkumpul bersilahturahmi dengan para veteran perang.
Ditambah pertemuan dengan para pelaku sejarah ini sebagai rangkaian HUT Proklamasi RI ke 64. Diakui atau tidak tanpa jasa para pejuang rakyat Indonesia tidak akan pernah mengenyam kemerdekaan.
Sebagai penerus bangsa paling saat ini generasi muda harus mampu berkarya melalui pembangunan nyata.
“Sungguh berdosa bila generasi penerus mengkhianati perjuangan bangsa, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan tidak melupakan jasa para pahlawannya,” tegasnya.
Bupati Jember sekaligus meminta doa restu kepada para pelaku sejarah, agar dia dan Muspida mampu membangun Jember ke depan lebih baik demi terwujudnya visi dan misi Pemkab Jember “ Membangun Desa Menata Kota demi Kemakmuran Bersama”.
Bahkan Bupati MZA Jalal mengingatkan agar para veteran perang ini untuk memberi masukan dan saran atas pencapaian kemakmuran rakyat Jember melalui program pembangunan.
“Sebagai Bupati Jember saya masih membutuhkan doa restu dan saran dari para veteran perang, bagaimana baiknya bersama-sama membangun Jember karena bapak bapak ini tahu betul kondisi Jember sejak sebelum kemerdekaan,” tegasnya.
DJoko Pramoedito eks Tentara Republik Indonesia Pelajar (Mastrip) yang menjabat Ketua II LVRI Kabupaten Jember mengatakan dia bersama 300 orang veteran perang se Jember merasa diperhatikan Pemerintah saat sudah berusia lanjut.
Perhatian ini sesuai klasifikasi golongan veteran perang selama ini dengan menerima kesejahteraan tertentu.
“Saya dan teman-teman veteran perang di Kabupaten Jember merasa terpenuhi kesejahteraannya artinya disaat veteran perang ini sudah tidak mampu mengangkat senjata lagi masih dapat menikmati kemerdekaan dengan sisa-sisa umur yang ada,” tegasnya.
Dia merasa sedih karena di kemerdekaan RI ke 64 ini dinodai dengan aksi peledakan bom di JW Mariot, dan Rits Carlton di Jakarta oleh teroris.
“Saya tidak rela rasanya melihat kasus itu,” ujarnya.
“Saya berharap pemerintah tegas mengambil sikap terhadap pelaku pengeboman. Sampai matipun saya sebagai pejuang mengutuk perbuatan biadab itu. Itu artinya tidak menghargai jerih payah para pejuang,” tegas Djoko. kim

BURSA KERJA FKKSW BUKAN SAINGAN JMF


JEMBER - Langkah Forum Komunikasi dan Konsultasi Sadar Wisata (FKKSW) Akademi Pariwisata (AKPAR) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar bursa kerja Tahun 2009, 18 Agustus, di Aula Ahmad Zaenuri bukan saingan program pemerintah Job Market Fair (JMF).
Tapi, kegiatan kreatif itu patut ditiru oleh lembaga akademisi lain dan diakui baru kali pertama diadakan FKKSW AKPAR Unmuh Jember diikuti 17 perusahaan swasta terkemuka yang menawarkan 200 lowongan kerja.
Tentu saja kegiatan ini dibanjiri ratusan pencari kerja. Bursa lowongan kerja ini berbeda dengan Job Market Fair (JMF) yang diadakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Pemkab Jember.
Sebab, FKKSW dikenakan biaya Rp 3000 dan mendapat salinan fotokopi daftar perusahaan bursa kerja dan amplop untuk memasukan berkas lamaran kerja.
Panitia juga menyediakan jasa pengetikan surat lamaran kerja dengan memakai komputer bertarif Rp 500 per lembar.
Para pencari kerja itu ternyata tidak hanya dari Kabupaten Jember saja. Tak sedikit dari Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo dan Lumajang.
Begitu mendengar FKKSW menggelar lowongan kerja, mereka mulai dari lulusan SMA, D-3, dan S-l menyerbu Unmuh Jember.
Arif Setyo Raharjo, SST. Par Ketua panitia penyelenggara bursa lowongan sekaligus Wakil Direktur Akademi Pariwisata Unmuh Jember mengatakan pengangguran adalah masalah di semua negara.
Negara maju sekalipun permasalahan pengangguran terjadi. Menurutnya solusinya bukan semata tanggungjawab pemerintah, tapi juga tanggungjawab masyarakat.
“Dengan digelarnya bursa kerja ini, FKKSW telah ikut membantu Pemkab mengatasi pengangguran sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat. Dan ini bukan saingan JMF,” ujar Arif.
Kendati diselenggarakan di Unmuh Jember, tak berarti hanya untuk alumni Unmuh saja, tapi akan dijadikan agenda tahunan yang diikuti alumni semua perguruan tinggi.
“Tidak benar mereka yang diterima kerja melalui bursa kerja FKKSW hanya alumni Unmuh Jember, siapapun boleh karena itu hak setiap warga negara, dan perusahaan,” ujarnya. kim

Sabtu, 15 Agustus 2009

SERTIFIKAT KURANG DIPAHAMI MASYARAKAT


JEMBER – Arti penting sertifikat tanah pekarangan, dan aset tanah bagi kepentingan ke depan masih belum banyak dipahami masyarakat. Terutama di tingkat pedesaaan.
Kurangnya pemahaman itu akibat ketidakmengertian prosedur pengurusan sertifikat. Termasuk ketidak pahaman bahwa tanah yang tidak ada sertifikat itu nilai jualnya kecil.
Dalam aturan hukum, tanah yang tidak ada sertifikatnya tidak bisa dijual. Mengingat nama pemilik di sertifikat itu adalah sebagai pemilik resmi.
Seringkali masalah tanah menjadi sengketa di tingkat warga. Mengingat jual beli tanah tidak bersertifikat masih terjadi.
Menyikapi fenomena praktek jual beli tanah tak bersertifikat ini Kantor Badan Pertanahan (BPN) Jember memberi toleransi peralihan kepemilikan tanah tidak bersertifikat melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
BPN berjanji memproses sertifikat tanah itu bagi yang akan diperuntukkan tempat tinggal. Dan harus dilengkapi ijin perubahan penggunaan tanah (IPPT) dan ijin mendirikan bangunan (IMB).
Hal itu dibeber H Siswo Prayitno, SH Kepala Badan Pertanahan (BPN) Jember. Kata dia BPN tidak pernah mempersulit masyarakat yang mengurus setifikat tanah.
Pihaknya telah mengembangkan pelayanan sertifikasi tanah (larasita) sebagai sosialisasi hukum pertanahan mengingat selama ini sertifikat dianggap sebagai akte jual beli.
“Sertifikat bukan akte Jual beli, karena itu program larasita BPN paling tidak masyarakat bisa tahu kekeliruannya. Pengurusan sertifikat tak sulit asal administrasinya lengkap,” ujarnya.
Bahkan untuk balik nama kepemilikan tanah kendati disyaratkan di UU waktu 15 hari baru terbit serifikat baru, jika lengkap maka satu hari bisa selesai.
Tapi seringkali disalahartikan bahwa BPN menarik biaya itu. “Anggapan masyarakat BPN menarik biaya tinggi untuk pengurusan sertifikat sehingga satu hari selesai. Selama ini BPN bertindak sesuai aturan. BPN siap menerima pengaduan selama 24 jam dari masyarakat bila dijumpai permasalahan terkait pelayanan pengurusan sertifikat,” bebernya.
Terkait pembebasan tanah jalur lintas selatan (JLS) antara Banyuwangi sampai Pandeglang (Jawa Barat), Siswo menjelaskan di Kabupaten Jember JLS membentang sepanjang 85 KM
Dari Kecamatan Tempurejo hingga Kecamatan Kencong, melewati 14 Desa dan 7 Kecamatan.
”JLS di Jember melintasi tanah milik Perhutani, PTP, negara dan tanah milik masyarakat. Semua sudah dibebaskan tinggal 10 Km di Kecamatan Tempurejo dan Ambulu akan dianggarkan melalui APBD. Untuk pembebasan tanah JLS ini pemerintah menyerahkannya ke Pemkab. Dari 85 Km JLS di Jember tinggal 12 % tanah yang belum dibebaskan akan didanai APBD 2009,” ujarnya. kim

RAUNG OFF ROAD, MINTA BUPATI COBA ARENA

JEMBER - Lomba Off Road Tingkat Nasional oleh Raung Off Road Jember tidak saja menjadi sesi terakhir kejuaraan level nasional di Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2009.
Tapi, peserta off roader juga berasal dari luar Jember dan sekitarnya. Semisal, dari Jakarta, Bali, Jogjakarta, Kalimantan, dan Surabaya.
“Kebanyakan peserta tahun kemarin hadir di Jember,” ungkap Zainal Marzuki, SH.
Pelepasan peserta off roader sejumlah 78 peserta digelar Sabtu (15/8) di Jalan Sudarman oleh Bupati Jember MZA Djalal didampingi Muspida Jember ditambah Kapolwil Besuki, Ketua DPRD Jember, Kapolres Jember dan sebagainya.
Sebelum mengibarkan bendera start oleh panitia lomba dari Raung Off Road Jember meminta agar Bupati Jember mencoba 2 arena itu.
“Kalau tahun 2008 Bupati Jember MZA Djalal mendaftar sebagai anggota maka sekarang ini diminta menguji kemampuannya,” ungkap Ketua Raung Jember Zainal Marzuki, SH.
Ketua Raung Jember ini merangkap Ketua Panitia Lomba Off Road tidak saja menyilahkan Bupati Jember mencoba arena.
“Kami juga menyediakan arena untuk anggota Muspida yang ingin mencoba arena,” ujarnya.
Dalam sambutan singkatnya, Bupati Djalal langsung memberikan hadiah uang tunai senilai Rp 50 juta bagi pemenang.
“Hadiah ini saya berikan karena tadi malam saya mimpi enak sehingga saya harus memberi hadiah kepada pemenang dari saya,” bebernya.
Djalal, memuji panitia lokal Raung Jember yang gigih memperjuangkan agar lomba bisa digelar dengan keterbatasan.
“Saya menilai sudah 2 kali kegigihan ditunjukkan panitia Off Roader di Jember dalam rangka BBJ,” ujarnya.
Dengan kegigihan yang teruji itu, Bupati berharap agar panitia bisa menggelar event Internasional.
“Entah tahun berapa bersama saya jadikan Jember sebagai ajang lomba Off Road Internasional,” ujarnya.
Djalal meminta agar mulai saat ini ada komunikasi dengan Pengurus IMI Pusat. “Kalau ada kemauan pasti ada jalan,” bebernya.
Bupati menyempatkan diri mempromosikan potensi Jember kepada peserta dari pelosok nusantara ini.
“Di arena ini hanya 10 persen dari total potensi Jember, maka sempatkan melihat potensi Jember lainnya, rugi kalau tidak dikunjungi,” ujarnya. kim


PRAMUKA DITUNTUT KUASAI TEKNOLOGI


JEMBER - Puncak peringatan HUT Pramuka ke - 48 yang digelar di Alun - alun Jember kemarin, sangat meriah.
Berbagai atraksi ditampilkan. Mulai dari drum band hingga aksi meluncur dengan tali dari ketinggian.
Pramuka sekarang diakui berbeda dibanding beberapa tahun belakangan. Pramuka kekinian, cenderung bersahabat dengan alam dan peduli terhadap lingkungan.
Bahkan lebih menggeliat sejak dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gagasan menghidupkan kembali kegiatan Pramuka sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir untuk menghapus kesan Pramuka hanya sekadar hura hura.
Ketua Kwartir Cabang (kwarcab) Pramuka Kabupaten Jember yang juga Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Jember Drs.H.Ahmad Sudiono, SH.MSi.MPSi, mendukung langkah pemerintah menghidupkan kembali Pramuka.
Hal itu sebagai sarana pengembangan keterampilan diri sekaligus menyelamatkan moral generasi muda. Di Jember Jember sendiri Pramuka di sekolah menjadi Ekstra Kurikuler wajib para siswa.
Diharapkan para siswa ke depan bisa menjadi generasi muda mandiri dan berkualitas.
“Tujuan Pramuka adalah untuk melatih kemandirian anggota,” ungkap Ahmad.
Di Kabupaten Jember kebutuhan pelatih Pramuka sudah mencukupi. Bahkan Dinas Pendidikan, telah meningkatkan SDM pelatih Pramuka.
Mereka telah diikutkan pelatihan dari tingkat dasar, lanjutan hingga mahir. Bahkan perhatian Diknas terhadap Pramuka sangat besar.
Terbukti bantuan tenda dan peralatan diberikan kepada sekolah-sekolah melalui APBD.
“Bantuan tenda untuk memudahkan Pramuka melakukan kegiatan kemanusian bila terjadi bencana alam, di medan sulit sekalipun Pramuka mampu mengevakuasi korban bencana alam,” tukas Ahmad.
Seiring kemajuan teknologi, materi anggota Pramuka tidak hanya sebatas tali-temali tapi juga komputer dari tingkat dasar hingga teknologi canggih.
Pemerintah masih merevitalisasi Pramuka sedemikian rupa dengan kegiatan lebih nyata agar generasi muda ahli di bidang teknologi dan mengangkat derajat masyarakat miskin di Indonesia. kim