Sabtu, 31 Oktober 2009

MZA DJALAL OLAHRAGA DI KEBUN H ARUM SABIL



* OLAHRAGA INTEGRITAS (ORI)

JEMBER - Untuk membudayakan olahraga di masyarakat dan para pejabat, Bupati Jember melaksanakan kegiatan Olahraga Integritas (ORI) yang dikemas melalui jalan sehat mengelilingi perkebunan.
Kegiatan ini dimotori Bagian Pemerintahan Umum di lakosi Padepokan H. Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jumat (30/10) kemarin, di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.
Olahraga mengitari rumah beserta kebun tumpangsari dan tebu dengan luas hampir 10 hektar ini diikuti seluruh pejabat Pemkab dan Camat se Jember.
Acara jalan-jalan yang menempuh hampir 3 km ini, ditandai Bupati Jember MZA Djalal yang menanam pohon penghijauan bersama siswa-siswi Pramuka SMAN 1 Tanggul.
Kabag Pemerintahan Umum, Drs Sudianto, mengatakan ORI ini sudah diagendakan 5 bulan lalu, tapi karena berbenturan bulan puasa diundur.
Dia mengungkapkan semua ini dilaksanakan semata-mata hanya untuk membudayakan olahraga, selain ingin meninjau pembangunan dan mengenal lebih dekat masyarakat desa.
Karena itu, moment-moment semacam ini agar benar-benar dimanfaatkan oleh para pejabat dan masyarakat untuk lebih dekat dengan Bupati tanpa meninggalkan esensi olahraga.
Kabag Humas, Drs Agoes Slameto, juga mengatakan bahwa kegiatan ini tidak ada maksud apapun selain hanya untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Agoes menegaskan di setiap hari Sabtu libur kerja, Bupati dan para pejabat Pemkab Jember selalu meagendakan kegiatan olahraga bersama.
“Olahraga bisa jadi bersepeda, jalan sehat, atau out bond,” tegasnya.
Dia juga menyatakan bahwa kegiatan sempat tertunda hampir 5 bulan, dan direncanakan di kediaman Arum Sabil. kim

BUPATI TAK MAU MENCAIRKAN UANG LAUK PAUK


• MZA DJALAL : “APBD UNTUK RAKYAT”

JEMBER – Akhirnya polemic terkait pencairan uang lauk pauk terjawab sudah. Uang lauk pauk terutama guru PNS di lingkungan Pemkab Jember tidak akan dicairkan.
Demikian Bupati MZA Djalal, dalam dialog potensi desa di Desa Mayang, Kecamatan Mayang kemarin.
Selama ini banyak pertanyaan dan harapan agar uang lauk pauk itu dicairkan. Hal itu juga dipicu karena di Kabupaten lain juga telah dicairkan.
Tapi, khusus untuk Kabupaten Jember, uang LP itu tidak akan dicairkan. Sesuai pernyataan Bupati MZA Djalal, saat meresmikan sarana dan prasarana pendidikan di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari, Kamis (29/10) kemarin.
Bupati Djalal kembali menegaskan bahwa uang LP yang diharapkan para pegawai negeri sipil tidak bakalan dicairkan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Jember, Drs Agoes Slameto, M.Si, mengatakan bahwa pernyataan Bupati itu memperjelas kepada semua pihak, terutama di kalangan PNS, bahwa uang LP tidak akan pernah dicairkan.
Karena Pemkab belum bisa meluluskan harapan kalangan pegawai itu. “Kalau uang LP diminta, mohon maaf saya belum bisa menuruti,” ujar Bupati Djalal, ditirukan Agus.
Kesulitan Pemkab Jember memenuhi harapan kalangan PNS itu, mengingat keuangan dan anggaran tidak tersedia.
Terlebih lagi, dana itu cukup besar, bahkan bisa mengganggu program pembangunan kerakyatan lainnnya.
Di APBD Jember tahun 2010, hanya sekitar Rp 1,1 trilliun. Dana ini 60 % dibelanjakan untuk kegiatan rutin, termasuk kebutuhan gaji pegawai negeri, yang nilainya mencapai Rp 850 milliar.
Sisanya hanya 40 %, diperuntukkan bagi kegiatan Pembangunan. “Kalau hak-hak pegawai ini dituruti maka Pemkab tidak akan berjalan. Ada kecenderungan belanja pegawai ini terus naik,” tegasnya.
Menurut Agoes, soal uang LP yang banyak dipertanyakan kalangan pegawai ini perlu dijelaskan rinci, agar bisa dipahami bersama dan tidak menimbulkan persepsi macam-macam.
Mengingat selama ini, kalangan pegawai, khususnya guru banyak yang menanyakan soal kapan uang tersebut akan dicairkan.
“Ini memang perlu dijelaskan, agar saya tidak di SMS terus. Ada yang menanyakan kapan LP cair, mengapa Jember tidak mencairkan LP padahal daerah lain sudah. Malahan ada yang mengatakan, kalau LP tidak dicairkan, saya tidak akan mendukung Pak Djalal (untuk Pilkada 2010),” ujar Agoes, yang lagi-lagi mengutip pernyataan yang disampaikan Bupati Djalal.
Hitungan Bupati Djalal, kalau uang LP dicairkan, maka praktis sisa dana APBD tak mencukupi cukup untuk membiayai program pembangunan yang banyak diharapkan masyarakat.
Terlebih, Kabupaten Jember memiliki banyak perbedaan dibanding kabupaten-kabupaten di sekitarnya, baik dari luasnya wilayah hingga jumlah penduduk.
“Memang Jember besar, tapi rakyatnya juga besar, jumlah penduduknya saja sudah mencapai 2,2 juta. Jember tidak bisa disamakan dengan Bondowoso atau kota Probolinggo,” tegasnya.
Kepada PNS Bupati Djalal, meminta pengertiannya untuk tidak terus menanyakan dan menagih uang LP.
Agoes juga meminta kepada para pegawai untuk bijak dalam menyikapi masalah uang LP ini. kim

Jumat, 30 Oktober 2009

ANYAMAN ROTAN SEPUTIH TEMBUS BALI


JEMBER – Kerajinan tangan anyaman rotan mewarnai dialog solutif di Kecamatan Mayang.
Kerajinan ini sebagai hasil karya rakyat Jember yang mendapat support dan dukungan dari Pemerintah. Sehingga bisa menembus pasar di Bali dan Surabaya.
Anyaman rotan yang dibuat tangan-tangan terampil masyarakat Desa Seputih, ini adalah komoditi andalan Jember.
Anyaman rotan ini banyak digunakan sebagai perabot rumah tangga. Salah satu perajin bernama P Yan, dia mengatakan bahwa kerajinan anyaman rotan ini butuh proses lama.
Karena proses agak rumit, bahan baku rotan kecil sulit dan mahal. Dia sebagai pengerajin berharap, pemerintah mau membantu dia bersama perajin lain dalam hal permodalan.
Sehingga bisa memudahkan perajin dalam mendapatkan bahan baku rotan. Anyaman rotan asli Seputih telah tembus pasar di Bali, Malang, dan Surabaya.
Dengan kisaran harga Rp 5 ribu - Rp 50 ribu, kendala lain soal modal masih menghantui.
“Bahan bakunya hanya bisa diperoleh dari Banyuwangi. Itupun pas pasan,” ujarnya.
Camat Mayang Mahmud Jaya SH mengatakan home industri anyaman rotan ini cukup prospek ke depan.
Karena itu dia menghimbau kepada pengrajin dari Desa Seputih agar betul menjaga jati diri, kualitas kerajinan.
Dia mengatakan produk Mayang sangat istimewa. Diantaranya Tape Tegalwaru, tapi sayang belum ada kemasan yang bagus.
Produksi tape ini diambil dari Bondowoso, dan Pakusari. Tapi kualitas Tape Mayang tak kalah dengan produk Bondowoso dan Pakusari. .
Kades Seputih, Satarmin, mengatakan produk unggulan Mayang yang dibina Disperindag, dan PKK karena terkendala bahan baku adalah anyaman rotan.
Sutarmin mengatakan masyarakat Seputih masih butuh bantuan untuk meningkatkan taraf perekonomian. kim

DJALAL JANJI BERI SEPEDA ONTHEL BUAT KADER PAUD


JEMBER - Dialog Solutif seri 14 masih gayeng. Bedah potensi di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, dihadiri pejabat Muspida dan Muspika.
Kendati bedah cuaca panas tak menyurutkan antusias masyarakat bertemu dengan Bupati. Sesi sambatan dibuka pemandu dialog.
Dari beberapa aspirasi masyarakat yang usul, diantaranya ada yang mengajukan permintaan kepada Bupati agar disediakan sepeda onthel sebagai sarana transportasi untuk kader PAUD di Desa Karangduren, agar bisa optimal.
Bu Saiful (37) - Kader Posayandu dan PAUD mengatakan bahwa pos-pos PAUD di Desa Karangduren, sangat maju. Pos PAUD sudah ada 19 pos PAUD.
Untuk mengangkat kesadaran masyarakat memanfaatkan pos-pos PAUD sebagai sarana pendidikan dini bagi anak mereka, para kader PAUD banyak menemukan kendala.
Salahsatunya menjemput para peserta PAUD di desa-desa. Karena itu dia berharap Pemkab Jember selaku pembina posyandu dan PAUD memberikan transportasi sepeda onthel.
Dengan begitu, pos-pos PAUD akan lebih bisa maksimal mengingat PAUD merupakan pendidikan emas bagi anak usia dini.
Perempuan cantik ini mengatakan para kader PAUD bisa mendapat penghasilan tambahan melalui diklat pengolahan tanaman Toga, sehingga baik para kader PKK, PAUD dan posyandu bisa memproduksi jamu toga sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan.
Mendengar permintaan itu, Bupati MZA Djalal, didampingi Sri Wahyunu Djalal, merespon usulan itu. Djalal mengatakan bersedia memberi sepeda onthel untuk para kader PAUD Desa Karangduren, mengingat kader-kader itu telah banyak memberi sumbangsih kepada masyarakat untuk pendidikan dasar anak usia dini.
Untuk memberi diklat pembuatan jamu toga, Djalal juga akan memperhatikan para kader itu agar bisa memiliki penghasilan tambahan tan tergantung penghasilan suami.
Bupati Djalal berpesan agar masyarakat berpatisipasi aktif terhadap program-program pembangunan pemerintah. kim

Kamis, 29 Oktober 2009

MANIK MANIK TUTUL TEMBUS TIMUR TENGAH


JEMBER - Tak banyak yang tahu bahwa kerajinan manik-manik Jember, dari Desa Tutul, Kecamatan Balung, sudah menyebar pasarannya ke luar negeri, yakni Timur Tengah.
Samidi, warga Desa Tutul, Kecamatan Balung mengatakan bahwa hasil kerajinan manik-manik berbentuk tasbih, dan sebagainya penjualannya sampai ke negara-negara penghasil minyak tanah di Timur Tengah.
“Hasil kerajinan masyarakat Tutul ini tak hanya manik-manik dan tasbih saja, tapi juga supit,” kata Samidi di acara Dialog Solutif Bedah Potensi Desa, di Lapangan Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Selasa.
Hanya persoalan untuk menjalankan usaha kerajinan manik-manik ini, perajin di Desa itu masih berjalan induvidual.
Tapi pihaknya berharap, Pemkab mengupayakan perajin bersatu dalam satu wadah. Kelemahan berjalan sendiri sendiri telah dirasakan.
Selain tidak ada nilai tawar untuk kompetisi harga dan nilai produk di dalam pemasaran kepada konsumen, manik-manik harganya lebih mudah dipermainkan dengan barang daerah lain.
Selain kita berharap ada hak patent atas produk kerajinan lainnya. “Meskipun barang cukup bagus pedagang atau tengkulak masih sering seenaknya mempermainkan harga,” terangnya.
Pembuatan hak paten produk kerajinan manik manik dari Desa Tutul bisa dilakukan semisal Tape Bondowoso. Dia berharap suatu saat orang lain tidak akan mudah mengklaim tape Bondowoso.
“Kalau manik-manik Desa Tutul ini punya hak patent, orang lain juga tidak akan mudah mengklaim,” tegasnya.
Bupati Jember MZA Djalal mengatakan intinya hak patent atau merk usaha tak terlalu dibutuhkan.
Jika belajar dari Tiongkok, mereka lebih mementingkan untung dari pada merk. “Sampean bisa beli mesin China. Mau diberi nama Jalal atau Samidi, itu terserah sampean. Mereka lebih berpikir bagaimana bisa mendapat untung yang bisa jual mesin,” tegasnya.
Tapi untuk hak paten, keinginannya Samidi, lebih baik begini, “Aku harus bisa saja hak paten itu diminta, silahkan masih ada Ketua DPRD,” tegasnya.kim

GEDUNG SMPN 2 MUMBULSARI DIRESMIKAN


JEMBER - Untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sangat diperlukan kerjasama harmonis masyarakat dengan Pemerintah.
Indonesia adalah salah satu negara yang telah menandatangi komitmen bersama mewujudkan Millenium Development Golds (MDG’s) hingga tahun 2015 untuk memacu Human Development Indexs (HDI) sebagai langkah peningkatan SDM.
Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan adalah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) anak usia dini, dan mempertahankan APK Wajar Dikdas 9 tahun 2008/2009 sebesar 99,49 %.
Selain itu, juga untuk meningkatkan perbandingan antara SMA/MA dengan SMK tahun 2008 sesuai SPM yaitu 40 : 60, serta meningkatkan APK Rintisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun dan peningkatan SDM.
Bupati MZA Djalal, saat meresmikan SMPN 2 Mumbulsari, di Desa Lengkong, Mumbulsari, mengaku senang dengan pembangunan gedung sekolah itu.
Sebab, pembangunan gedung sekolah ini adalah partisipasi aktif masyarakat. Selain melihat kemajuan pendidikan di Jember, Bupati berharap masyarakat benar-benar ikut handarbeni (memiliki) gedung itu agar dirawat dan dijaga.
Kepala Diknas Drs H Achmad Sudiono Msi, mengatakan gedung SMPN 2 Mumbulsari ini dibentuk dari pilar kebijakan pemerintah berupa perluasan akses sarana dan prasarana. Sehingga masyarakat tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anaknya.
Terkait peresmian ini, hingga dia meminta tanggungjawab kepada masyarakat terkait anggaran sharing APBD-APBN dan dukungan.
Masih terkait pembukaan sekolah baru Kabag Humas Drs Agoes Slameto, mengatakan gedung sekolah di areal 600 M² ini dibiayai dana Sharing APBD-APBN sebagai komtimen mewujudkan 4 skala prioritas.
Tujuang bersama pembangunan rakyat Jember yang berkualitas dan mampu bersaing harus disediakan Pemkab.
Lebih dari itu dengan tambahan 9 sarana pendidikan : 4 lembaga PAUD, diantaranya PAUD Tunas Bangsa, Ds Karangbayat Sumberbaru, PAUD Babusalam, Desa Darsono - Arjasa, PAUD Kasiful Ulum, Desa Rowotamtu - Rambipuji, dan PAUD Miftahul Abror, Desa Sukorambi.
Untuk TK adalah TK Pembina Jenggawah. Adapun Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMP dan SMK adalah SMPN 2 Mumbulsari, SMPN 3 Jenggawah, SMPN 3 Sukowono, SMKN Sumberbaru.
Pembangunan ini adalah bagian dari perluasan akses pendidikan bagi masyarakat termasuk bantuan dana kepada masyarakat khususnya siswa melalui sekolah yang ada. kim

KETUA DPRD : MAJUKAN PENDIDIKAN !


JEMBER - Kemajuan dunia pendidikan Kabupaten Jember dengan penuntasan buta aksara melalui target melliunstone ini meraih sukses wajar dikdas 12 tahun.
Dinas Pendidikan Jember membuat terobosan baru dengan mendekatkan ke lokasi sekolah. Sedikitnya 4 unit sekolah baru (USB) didirikan. Terutama di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari.
Ketua DPRD Saptono Yusup mengaku terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jember.
Bahkan partisipasi masyarakat harus aktif terlibat. Dia berharap kemajuan pendidikan Jember juga direspon DPRD selaku mitra Pemkab dan pengesah APBD Jember.
Anggota Komisi D DPRD Jember Drs Abdul Ghafur mengatakan ada kemajuan besar untuk dunia pendidikan Jember.
Sudah seharusnyalah Pemkab melakukan itu. Keuntungan lain pendirian USB adalah masyarakat Jember tidak lagi jauh berangkat ke lokasi pendidikan.
Selain akses mudah kualitas pengajaran bisa lebih maju. Karena di desa lebih jauh dari kebisingan. Diharapkan APBD Jember ikut mendukung proses itu. Termasuk bagaimana pola perilaku masyarakat setempat bisa mau berpikir tentang sekolah. kim


SAPI KAWIN SUNTIK DIMINATI


JEMBER - Puluhan ekor sapi dan kambing jenis etawa hasil kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) yang dipamerkan di Desa Karang Duren Kecamatan Balung banyak menarik perhatian peserta acara bedah potensi Desa.
Sebab, sapi itu memilki bentuk fisik berbeda pada umumnya. Tapi harga jualnya cukup tinggi.
Sapi unggulan Desa Karang Duren ini bobotnya bisa tembus satu ton. Sapi IB ini perlakuannya berbeda. Bahkan kesehatan harus sering dikontrol. Sebulan sekali Sapi Brahmana ini diberi suntikan vitamin agar tetap prima dan tahan penyakit.
Ramlan - peternak Sapi – membeberkan itu. Kata dia dia tidak ingin Sapinya, dikawin suntik. Semula dia membeli sapi suntik berumur 25 bulan.
Karena jenisnya kwalitas unggul perkembangannya pesat dibanding sapi biasa. Banyak warga profesi peternak Sapi.
Sebab, hasilnya ternak sapi kawin suntik itu menggiurkan. Bahkan kini ratusan warga memelihara sapi ini.
Terkait prospek ke depan, dengan stabilnya harga di pasaran bisa jadi kelak Desa Karang Duren menjadi sentra ternak sapi.
“Sapi hasil kawin suntik hanya diambil dagingnya bukan untuk kepentingan membajak sawah karena tak tahan panas. Saat itu Sapi, sudah mencapai ukuran maksimal dan dijual pemilimnya. Harga satu ekor sapi ini tembus puluhan juta,” ujarnya.
Kini Sapinya ditawar Rp 25 juta per ekor. Tapi katanya belum sesuai. Biasanya para peternak akan melepas ke pembeli jika sapi berumur 4 tahun.
Saat itu harga sapi lebih mahal dan ukuran badan semakin besar. Kendati perawatan sapi kawin suntik tak rumit, tapi perlu tambahan makanan semisal ampas tahu.
Ir Dalhar Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkan) mengatakan sapi kawin suntik sebagai program nasional swasembada daging tahun 2010.
Di Jember program IB sudah dilaksanakan di semua Kecamatan. Dengan ahli suntik atau iseminator sebanyak 67 orang. Satu Kecamatan dilayani 2 orang tukang suntik.
Sejalan program swasembada daging itu tahun 2010 ada satu juta kelahiran anak sapi. Di Jember pelaksanaan kawin suntik marak.
Jumlah sapi di Jember kini mencapai 200.000 ekor. Dan tahun 2010 harus ada 80.000 ekor anak sapi lahir.
“Oktober ini sudah 6000 dosis IB disuntikan kepada induk sapi. Sedang jumlah pencapain kelahiran anak sapi IB baru akhir tahun. Dari segi rasa daging antara sapi IB dan sapi biasa,” ujarnya.
Daging sapi IB ini tembus 140 Kg - 160 Kg per ekor. Dibanding sapi biasa hanya 100 Kg dan maksimal 110 Kg per ekornya.
Sapi yang sudah berusia enam tahun akan dilakukan peremajaan. Karena sapi seumuran itu sudah terlalu tua dan dagingnya kurang enak.
Sapi IB Jember banyak dijumpai di Kecamatan Ambulu. Gumukmas, Sumberjambe dan Silo.
Program IB itu tidak hanya di wilayah selatan saja. Adanya perbedaan jumlah IB saat dikarenakan di wilayah utara secara geografis adalah daerah perkebunanan sehingga banyak dibudidayakan sapi kereman.
Program IB di Kecamatan Balung ada 7000 ekor. Selain sapi, kambing juga sudah di lakukan IB untuk jenis ettawa. kim


BANGKIT PEMUDA INDONESIA !!


JEMBER - Sekitar 81 tahun lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia dari segala etnis dan budaya berikrar suci untuk bersama-sama mewujudkan persatuan demi kemerdekaan.
Ikrar setia kepada NKRI itu dipelopori Budi Oetomo dengan membangkitkan semangat juang para pemuda sebagai wujud Bhineka Tunggal Ika.
Makna tersirat itu, memaknai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh Kantor Pemuda dan Olahraga Pemkab Jember 28 Oktober 2009, kemarin dipimpin Bupati MZA Djalal.
Sebagai Inspektur Upacara semua pejabat Pemkab Jember,dan para siswa yang memakai pakaian adat ikut sebagai peserta.
Membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Bupati MZA Djalal, mengatakan bahwa sebagai bangsa yang besar hendaknya mampu memastikan langkah generasi muda untuk lebih maju berdasarkan cita cita Pancasila dan UUD 1945.
Dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, generasi memiliki tugas berat. Yakni mewujudkan generasi muda Indonesia yang berkualitas menjawab tantangan globalisasi saat ini.
Menpora juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mebangun bangsa tidak hanya 5 tahun ke depan, tapi membangun NKRI demi kejayaan bangsa di mata dunia.
Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga, Drs Suparno, mengatakan dalam momentum sejarah itu dia berharap pemuda Jember mampu bangkit dan menjawab tantangan saat ini.
Dia juga berharap agar pemerintah mulai tingkat Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota membuat konsep terkait pemberdayaan generasi muda terutama bidang wirausaha.
Kini diakui ada degradasi nasionalisme di kalangan pemuda. Dia mengusulkan ada tambahan pelajaran Budi Pekerti masuk kurikulum nasional.
Dia juga berharap antara kantor Pemuda dan Olahraga mampu duduk bersama, dan berkomitmen mendesak Pemerintah Pusat agar pelajaran Budi Pekerti dimasukkan ke kurikulum nasional.
Pemkab telah banyak menfasilitasi olahraga, seni - budaya untuk jadi ujung tombak Pemeirntah meningkatkan kualitas pemuda melalui pembinaan wirausaha pemberdayaan di Jember. kim

SENTRA ALAT DAPUR SERUT SABET JUARA III SE JATIM


JEMBER - Abdul Rosyid (37), asal Desa Serut, Kecamatan Panti, mengawali usaha kecilnya sejak tahun 1999 dengan modal awal Rp 400.000.
Saat itu produksinya hanya 20 unit perminggu. Tapi kini mencapai 1.000 unit perminggu.
Kemajuan pesat ini disertai keikutsertaannya di event-event pameran local, regional dan nasional.
UD Sejahtera saat itu hanya memiliki karyawan 8 orang. Tahun 2009 UD Sejahtera memiliki 43 orang tenaga kerja, dari masyarakat setempat.
Setelah dibantu Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag Jember berupa modal dan pemasaran UD Sejahtera mampu meraih Juara III Tingkat Jatim kategori PARASAMYA KERTANUGRAHA 2009.
Abdul Rosyid, kepada wartawan mengatakan bahwa UD Sejahtera sebagai Sentral Industri Alat Dapur, melalui Dinas Koperasi & Disperindag berhasil mengukir prestasi.
Kendati juara III se Jatim, tapi dia berharap kemudian bisa menyerap pemuda lebih besar lagi agar income masyarakat lebih meningkat.
Sekadar diketahui, bahwa selain jadi sentral industri alat dapur di Jember, juga berhasil menembus pasar luar semisal Bawean, Kalimantan, Sumatra dan Jawa dan Malaysia.
Tapi, melihat prospek ke depan terkait pemasaran dan permintaan luas, dia terkendala modal besar.
Dia mengaku bahwa modal dari Pemkab yang cukup bisa dia kembangkan ke Banyuwangi. Dengan karyawan berjumlah 43 orang sebagai industri pemula dia berharap Pemkab memberi bantuan modal pinjaman lunak.
Kepala Disperindag Ir Hariyanto Msi, melalui Kabid Industri, Ir H Subaidi, mengatakan bahwa keberhasilan pengrajin sentral Industri alat dapur di Jember diharapkan bisa mendorong perajin lain mengasah jiwa wirausahanya baik kedispilinan, kualitas, serta kualitas kuantitas barang.
Pemkab Jember akan segera mengadakan Diklat Teknologi Proses Produksi, agar kerajinan itu saat dipajang di event nasional tidak kalah dengan produk lain.
Kasi UKM Moch Syahrul Hartono, SE membeberkan bahwa Dinas Koperasi memandang usaha Rosyid, perlu dukungan Pemerintah untuk pengembangan usaha.
Dinas akan menfasilitasi pemasaran semisal di event tahun 2009 ini. Abdul Rosyid diakui aktif membina pemuda dan berhasil menyerap tenaga kurang lebih 43 pemuda yang mayoritas dari pendidikan Drop Out (DO) sekolah. kim

TERSANGKA YUSUF AKHIRNYA MASUK BUI

JEMBER - Setelah pingsan dan dirawat di RSUD dr Soebandi, akhirnya Kamis (28/10) tersangka kasus dugaan korupsi P2SEM Jember, Drs H Yusuf Sumarno dimasukkan ke tahanan Lapas Kelas IIA Jember.
Tersangka kasus dugaan penyimpangan dana program peningkatan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) ini masuk bui sekitar pukul 11.00 WIB siang diantar pengacara dan keluarganya.
Dikabarkan tersangka masuk Blok C atau ruang tahanan masa adaptasi. Pengacara tersangka Yusuf, M Nuril mengatakan, kondisi kliennya sudah agak membaik dan sesuai perintah kejaksaan untuk menahan kemudian dilaksanakan untuk menjalani penahanan.
Sementara untuk permohonan penangguhan penahanan, masih belum ada jawaban dari kejaksaan.
"Kondisi Yusuf sudah membaik, kita sudah mengajukan penangguhan penahanan tapi belum ditanggapi," kata Nuril.
Terpisah, terpidana kasus Kasda Jember, Samsul Hadi Siswoyo masih dirawat di RSUD Soebandi Jember karena mendadak sakit mag akut hingga mengalami muntah berat.
Terpidana yang juga mantan Jember ini ditempatkan di ruang paviliun Anggrek 6 dan dipindah lagi ke kamar Angrek nomor 7.
Kabar yang beredar, sakit yang dialami Samsul karena tekanan pikiran menyusul ada isu turunnya putusan Peninjauan Kembali (PK) yakni bebas terhadap dirinya. Tapi itu hanya kabar burung yang akhirnya membuat sakit mag terpidana Samsul kambuh. kim

SEBULAN, DUA CURAS TERJADI

JEMBER - Polsek Patrang diserbu kawanan perampok yang nekat. Sedikitnya tercatat aksi pencurian dengan kekerasan (Curas) terjadi di Patrang.
“Kami masih menyelidiki pelaku curas,” ujar Kapolsek Patrang, AKP Mustamo.
Aksi curas pertama menimpa Ariono alias Pak Nanda (40) warga Lungkungan Krajan Kelurahan Banjarsengon Kecamatan Patrang Minggu (25/10) kemarin.
Pelaku masuk rumah dan cara mencongkel jendela. Setelah jendela berhasil dicongkel, pelaku masuk ke rumah korban.
Istri korban dan anak-anaknya disekap oleh pelaku dengan bersenjata tajam berupa celurit, gobang dan pisau. Baru setelah itu giliran Ariono.
“Korban dikalungi clurit. Jika tidak perampok itu akan membunuh korban. Mereka minta uang,” ujarnya.
Korban mengalami kerugian Rp 16 juta uang tunai. Perampok berjumlah 9 orang itu juga mempreteli perhiasan korban.
Aksi mereka berlangsung cepat, sekitar 15 menit. “Kita masih terus mengidentifikasi pelakunya,” ujar AKP Mustamo. kim

GP ANSOR LAMAR KETUA PKB MAJU CABUP

JEMBER - Pertarungan politik Pilkada Jember agaknya makin menghangat. Jika Partai Demokrat mulai membuka pendaftaran calon bupati (bacabup), Gerakan Pemuda Ansor tidak mau kalah.
Organisasi ini melamar Ketua DPC PKB Jember Miftahul Ulum S.Ag, untuk maju sebagi cabup. Ketua PKB Jember dan kini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember ini disebut sebut sangat kuat menempati posisi bakal calon di kalangan unsur nahdhiyin.
Ketua GP Ansor Jember Prof Babun Suharto di sela-sela konsolidasi Ansor se-Tapal Kuda kemarin.
Menurut Babun, perjalanan politik dan pengabdian Miftahul Ulum sudah cukup mumpuni sebagai kader Ansor untuk maju sebagai kepala daerah Jember.
"Cak Ulum adalah kader Ansor yang kini duduk sebagai wakil pimpinan dewan sekaligus Ketua DPC PKB. Aspirasi dari bawah, selain putra daerah, juga banyak yang menginginkan kader NU ini maju cabupo," kata Babun Suharto.
Dia juga mengatakan, jika ada kader sendiri yang potensial untuk maju sebagai P-1 (sebutan calon Bupati Jember, Red), pihaknya tidak segan untuk mengusung cabup seperti Ulum.
"Soal koalisi ya nanti biar diurus internal PKB," ujarnya.
Tapi, dia menilai, jika cabup incumbent masih maju kembali, maka peluang Ulum masih tetap ada.
"Kalau peluang walaupun harus bersaing dengan incumbent, saya kira sama. Bedanya hanya saja Djalal sudah banyak masyarakat tahu dengan pembangunan yang asal bongkar saja tapi tidak ada manfaatnya, begitupula dengan BBJ yang hanya proyek boros. Nah Ulum kita harapkan tidak demikian," tandas guru besar STAIN Jember ini.
Sementara Miftahul Ulum sendiri menanggapi positif lamaran GP Ansor itu. "Kita hormati keputusan pinangan itu, nanti akan kita sampaikan di internal rapat-rapat PKB," kata Miftahul Ulum yang juga Ketua Dewan penasehat GP Ansor Jember ini.
Dia menambahkan, harapan kalangan nadhliyin bisa merebut kembali tampuk pimpinan Jember antara NU dengan PKB tidak ada lagi ada perbedaan yang mencolok saat ini.
Diakuinya selain itu, jika didukung massa PKB, maka Ulum akan bersedia mewujudkan perubahan dan mengedepankan identitas putra daerah yang bisa membangun daerahnya sendiri.
Soal pendaftaran cabup yang akan lewat PKB, Ulum mengatakan masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari DPP PKB.
"Nantinya cabup yang akan lewat PKB tetap dilakukan survei oleh tim independen, DPP juga memiliki keputusan sendiri untuk merekomendasi cabup yang memenuhi kriteria," tegasnya. kim

PUTUS CINTA, TEWAS TENGGAK DEXTRO DIOPLOS EXTRA JOSS


JEMBER – Tingkat pergaulan pemuda di Kabupaten mulai mengkhawatirkan. Dari awal tahun hingga bulan April - Mei 2009 saja, sudah ada 30 an kasus pemuda tewas menenggak obat dan miras oplosan.
Terakhir, menimpa Dian Purnama Putra (17) warga Lingkungan Sumberketangi Dusun Krajan Desa / Kecamatan Tempurejo, Kamis (29/10).
Siswa kelas I SMA Ma’arif Tempurejo ini tewas setelah menenggak pil dextro yang dia beli di Apotik di Jenggawah bersama teman temannya, Anwar, Misto, dan Mat Dhofir.
Pil obat keras yang dijual bebas terbatas ini, sebenarnya untuk obat batuk kering. Tapi, disalahgunakan oleh korban dan teman temannya. Usai ditemukan tewas, ketiga teman Dian, langsung dimintai keterangan oleh Polisi Reskoba Jember.
Dari keterangan itu, bahwa tiap orang menenggak sekitar 15 hingga 17 butir dicampur minuman Extra Joss, dan Susu Indomilk Kental Manis sachet-an. Kontan saja menurut mereka, Dian mengelinjang dan mengeluarkan busa di mulutnya. Dia pun tewas sesaat hendak dievakuasi ke RSUD dr Soebandi.
Mayat korban telah di VER oleh tim dokter kamar mayat. Sementara ketiga teman korban dimintai keterangan. Polisi masih berupaya mengembangkan kasusnya. Karena ada indikasi mereka terlibat jaringan pengedar pil koplo dan jaringan pemabuk.
Karuan saja, dari penampilan teman korban terlihat sangat nyeleneh. Bahkan terkesan seperti anak jalanan. Ipda Totok Suhartono, S.Sos, Kaur Bin Ops Reskoba Polres Jember mengatakan dari sekian kasus Over Dosis (OD) itu mayoritas karena salah pergaulan.
Bahkan, factor yang paling kuat adalah pergaulan. Para korban mayoritas pemuda yang kondisi jiwanya labil. Penyebab dan pemicu mereka melakukan kenekatan itu adalah karena beberapa hal diantaranya putus cinta, dan patah hati.
“Dian ini, menurut keterangan Anwar, dan Mat Dhofir, memang baru seminggu putus cinta dengan pacarnya di Desa Curahmati,” ujar Totok.
Dari data yang ada di Mapolres, semua korban OD mengalami stress dan depresi. Dia juga mengalami tekanan mental tak kuat menahan amarah, dan emosi. Sehingga pelampiasannya kepada obat obat berbahaya.
“Kalau obatnya tidak dilarang beredar. Tapi, penggunaannya keliru,” ujar Totok.
Tapi, polisi masih tetap akan mengawasi peredaran obat ini, dan melakukan pengembangan untuk mencari Apotik tempat para pemuda itu membeli. “Itu dijual Rp 5000 dapat 50 butir. Sangat murah sekali. Nah, mereka minumnya, sekali tenggak 15 hingga 18 butir,” ujar Totok.
Nyawa korban Dian, tak terolong saat dilarikan ke Puskesmas Jenggawah. Anak pasangan Hariyanto - Misnati ini, diketahui tewas pukul 03.30 dini hari. kim


Selasa, 27 Oktober 2009

DJALAL JANJI TUNTASKAN TUGASNYA



JEMBER - Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sesuai visi dan misi Jember “Membangun Desa Menata Kota Demi Kemakmuran Bersama” melalui Bedah Potensi Desa banyak rakyat mengusulkan program yang belum terselesaikan harus tetap dilaksanakan.
Bupati Jember MZA Djalal, mendapat permintaan dari warga Desa Seputih, Mayang, HM Syakur.
Menurut Syakur dia bersedia membantu pembangunan pagar makam di wilayah Seputih, karena Syakur sejak pergantian 9 Kades Seputih belum bisa membangun pagar.
Bupati Djalal, mengatakan dia akan membangun pagar tapi harus ada partisipasi masyarakat dan sharing dari camat, kades, sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat.
Selain itu, ada juga yang mengusulkan aspal jalan sepanjang 45 Km di wilayah Desa Mrawan. Seketika Bupati Djalal langsung berjanji akan menganggarkan untuk tahun 2010.
Dalam dialog itu, Bupati Djalal berharap agar anggaran Pemkab akan melaksanakan program pembangunan optimal sehingga cita-cita kesejahteraan rakyat Jember terwujud.
Bupati Djalal juga meminta masyarakat berperan aktif mendukung pembangunan karena jika tidak pembangunan di Jember, akan banyak kendala.
Sementara terkait layanan kesehatan sebagai salah satu prioritas Pemkab Jember, Bupati Djalal, menjelaskan bahwa untuk program tahun 2010 diharapkan seluruh Puskesmas sudah mampu memberi layanan kesehatan dengan baik.
Meningat sejumlah Puskesmas yang ada saat ini masih belum memuaskan banyak pihak, menurut bidan Restuning, warga Desa/Kecamatan Mayang, bahwa kondisi puskesmas masih jauh dari harapan.
Kendati pelayanan sudah cukup baik, tapi untuk layanan rawat inap kerap menghadapi kendala. Saat masyarakat butuh layanan rawat inap, puskesmas tak bisa.
Maka Bupati Jember, menurut Restuning berharap ada penambahan ruang rawat inap di puskesmas Msayang.
“Masyarakat Mayang sering kesulitan saat akan melahirkan. Karena itu, kepada bapak bupati, kami mohon ada penambahan ruang rawat inap di puskesmas Mayang, agar masyarakat tidak kesulitan saat mau melahirkan,”.
Dikatakan bahwa seluruh masyarakat Jember, terutama pelayanan bidang kesehatan tahun 2010, seluruh puskesmas akan dilakukan penambahan ruang rawat inap.
Mengakhiri pertemuannya Bupati Djalal, berjanji akan menyelesaikan seluruh tugasnya yang tersisa tahun 2010 mendatang.
“Akan saya gunakan sisa waktu saya untuk menyelesaikan tugas yang masih tersisa. Mohon doa restunya kepada seluruh masyarakat Jember,” ujarnya.kim


PREDIKAT PERTANIAN TETAP DIPERTAHANKAN


JEMBER - Meski keseluruhan mempertahankan Jember sebagai daerah pertanian belum bisa dikatakan sepenuhnya berhasil. Tapi beberapa indikasi yang ada, impian itu sudah berhasil dicapai.
Sebab, ada peningkatan produksi pangan di Kabupaten Jember, dari tahun 2006 hanya 650 ribu ton, meningkat menjadi 850 ribu ton, tahun 2009.
Peningkatan produksi gabah di Jember sesuai rencana sebab Bupati Jember lewat empat program prioritasnya diantaranya bidang pertanian, menargetkan produksi gabah di Jember bisa mencapai 900 ribu ton tahun 2010.
“Alhamdulillah, dibanding tahun 2002-2006, saat ini produksi gabah di Kabupaten Jember ada peningkatan 4 kali 4,” tegas Bupati.
“Setahap demi setahap, berhasil kita laksanakan,” katanya.
Dikatakannya, pemilihan empat program prioritas yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan sarana prasarana, meski secara keseluruhan belum bisa dikatakan tuntas tapi sebagian program itu sudah terbilang berhasil.
Lihat saja penyediaan sarana prasarana pedesaan, selain jalan umum di desa yang sudah aspal, tapi masyarakat saat ini juga bisa menikmati penerangan.
Khusus bidang pertanian, kini Jember tak hanya dikenal sebagai daerah yang mampu meningkatkan produksi gabahnya. Lebih dari itu, Jember dikenal sebagai daerah penangkaran benih dengan jumlah penangkar terbanyak se Indonesia.
Sebagaimana dikatakan Ketua Himpunan Penangkar dan Pedagang Benih, Kabupaten Jember, besarnya Jember dalam hal penangkaran benih ini, tidak saja dilihat dari jumlahnya yang banyak tapi dari sisi kuantitasnya juga terbilang baik.
Mendengar ini, Bupati Djalal ingin mengembangkan penangkaran benih di Jember. “Kita tetap komit menjadikan Jember sebagai daerah agrobisnis. Biarlah saat daerah lain sudah berusaha mengalihkan dari pertanian ke industri, kita tetap menjadikan Jember sebagai daerah pertanian,” tegas Bupati Djalal. kim




JEMBER SENTRA BENIH LOKAL NASIONAL


JEMBER - Membangun masyarakat yang kuat, mandiri dan berkualitas, yang harus diprioritaskan adalah kebutuhan pangan selalu tercukupi.
Tantangan besar dihadapi setiap daerah untuk mengentas kemiskinan. Kabupaten Jember sebagai lumbung pangan di Jawa Timur, telah dilirik oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk dijadikan sentra industri perbenihan varietas unggul, baik padi, jagung, kedelai, dan palawija.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dalam dialog “Membangun Industri Perbenihan Berbasis lokal Menuju Swasembada Benih Nasional” yang diikuti produsen benih Jember dan Kabid Pengawas Tanaman Pangan & Hortikultura Dinas Pertanian Prop Jatim, Ka. Disperta & Tanaman Pangan, Asisten I, Asisten II, Ka Disperindag, Ka Bapemas, Kabag Humas mengatakan itu.
Sementara Kepala Pengawas Tanaman Pangan & Hortikultura Dinas Pertanian Prop Jatim, Ir Yusron Nasrul Msi, mengatakan sebagai Kabupaten yang terkenal SDA tinggi, Jember adalah wilayah Jawa Timur yang banyak memberi sumbangan pangan terbesar, baik regional dan nasional.
Dia membeber bahwa program Gubernur Jawa Timur adalah mewujudkan swasembada pangan di Propinsi Jatim untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Kabupaten Jember dilirik Pemprop sebagai pilot Project swasembada benih tingkat Nasional mengingat hasil pertanian Jember tahun 2009 mencapai 850 ribu ton.
Karena itu, Yudi berharap petani mampu mengembangkan pembibitan benih varietas unggul bekerjasama dengan produsen-produsen benih di Jember.
Senada dengan hal itu Bupati Jember MZA Djalal, menyampaikan saat pencalonan Pilkada dulu dia telah banyak melakukan riset. Sehingga dari situlah Bupati Djalal banyak menemukan potensi-potensi SDA Kabupaten Jember.
Maka dia sangat ingin membangun Jember ini menjadi Kabupaten yang maju dan makmur serta mampu memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara.
Untuk itu, Bupati Djalal mencetuskan sebuah slogan “Membangun Desa Menata Kota Untuk Kemakmuran Bersama“ yang kini sebagai visi misi Kabupaten Jember.
Bupati Djalal mengatakan bahwa Jember adalah Kabupaten yang penuh harapan, tapi masih perlu perjuangan keras membangun Jember makmur ke depan.
Selain itu, kualitas padi Jember sangat baik, mengingat beras hasil pertanian Jember banyak yang di kirim ke daerah lain semisal NTB, Kaltim, Sulawesi.
Bahkan, ada benih padi hasil pembenihan petani Jember yang diekspor ke Negara Timor Leste.
Bahkan sempat Bupati Jember mengumpulkan 4 Kepala Dinas : Ka. Disperta, Ka. Disperindag, Ka Disnak & Perikanan untuk membangun sentra industri benih di Jember sebagai pusat benih nasional.
Kabag Humas Kab Jember, Drs. Agoes Slameto, menyatakan Jember secara lokal atau regional sudah teruji hasil pertanian Jember.
Jika sebagai Pilot Project Jatim untuk membangun sentra benih di Jatim di tingkat Nasional, Jember telah memenuhi syarat. kim

MORENTIO RIDWAN


SANG ELEKTONIS TUNA NETRA

JEMBER - Meski terlahir dengan tak sempurna tapi ternyata bukan menjadi faktor penghalang bagi Morentio Ridwan murid kelas II SD Tegalrejo 01 Mayang untuk meraih sukses di bidang musik.
Ridwan telah membuktikan bahwa seorang yang terlahir tak sempurna dengan tuna netra mampu mengiringi musik elekton paduan suara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Mayang di acara bedah solutif bedah potensi desa.
Penampilan Ridwan di acara ini tentu saja membuat semua undangan terharu, tak terkecuali Bupati Ir. MZA.Jalal. MSi dan jajaran Muspida.

Ridwan anak kedua dari pasangan dari Marsam dan Siti Aminah warga Dusun Tegalrejo Desa Mayang Kecamatan Mayang semula tidak pernah menyangka bahwa impiannya untuk unjuk kebolehan memainkan elekton di depan Bupati bisa terwujud.
Informasi sayup sayup lama terdengar saat Bupati hendak bertatap muka bersama rakyat Mayang dalam acara bedah potensi.
Mendengar rencana itu, Marsam dan Siti Aminah tampak gembira. Dia lantas tercetus keinginan agar bisa menampilkan anaknya yang tuna netra sejak lahir itu berunjuk kebolehan.
Lantas Siti Aminah ibu Ridwan mengatakan itu kepada Drs Mahfud Jaya Camat Mayang. Camat ini sebelumnya sudah tahu kehebatan Ridwan dalam memainkan elekton sejak duduk di bangku TK.
Tanpa pikir panjang Ridwan langsung merestui agar bisa mengisi acara di bedah potensi itu. Anehnya, hanya dua kali latihan bersama kelompok paduan suara PGRI Mayang, Ridwan betul-betul prima memainkan elekton.
Awalnya kedua lagu yang ditawarkan paduan suara ini sedikit asing di telinga Ridwan, dengan kemampuan otodidaknya akhirnya bisa memainkan.
Baik musik dangdut, pop dan campursari bisa dia lakukan. Ridwan baru kali pertama tampil di muka umum dan dihadapan Bupati dengan mengiringi paduan suara.
Akhirnya keinginan Ridwan agar bisa menghibur Bupati lewat alunan elekton-nya bisa terpenuhi.
“Senang mas rasanya bisa tampil dihadapan bupati dan ini adalah suatu kehormatan bagi diri saya yang cacat, meski cacat ternyata Tuhan memberikan kelebihan pada saya untuk memainkan elektone. Ini adalah modal buat hidup saya nanti tanpa menggantungkan orang lain, bagi mereka yang mengalami nasib sama seperti saya tidak perlu sedih dan minder karena orang cacat juga bisa sukses dalam bidang apapun sesuai dengan kerampilan yang dimilki. Perhatian pemerintah juga cukup besar bagi para penyandang cacat, dengan adanya sekolah inklusi maka saya bisa belajar dibangku sekolah,”ungkap Ridwan.
Di keseharian Ridwan dia mendapat bimbingan Pak Timbul tetangganya pemain organ. Dari situ Ridwan dibimbing mengenal not, nada serta beragam irama musik.
Semula Ridwan sebelum mengenal elekton oleh sang ayah diajarkan dengan alat musik kendang. Rupanya Ridwan punya talenta memainkan musik lain seperti drum dan organ.
“Ridwan orangnya cerdas mas diajari sedikit elektone langsung bisa dengan sendirinya, padahal memainkan alat itu tak mudah. Ridwan,” tegasnya.
Bupati merasa bangga dengan penampilan Ridwan bahkan sempat digendong. Saat itu Bupati mengaku Ridwan bukan hanya milik Kecamatan Mayang tapi juga milik seluruh rakyat Jember.
“Ridwan adalah aset Jember meski dirinya cacat, saya bangga dengan Ridwan ternyata Jember punya pemain elekton cilik yang hebat,” tegas MZA Jalal sembari merogoh koceknya Rp 1.000.000 kepada Ridwan.
Spontan Ridwan lantas mendoakan MZA Jalal tahun depan bisa terpilih lagi menjadi Bupati Jember, mendengar hal itu Bupati hanya tersenyum dan disambut aplaus undangan. kim


BANGUN JALAN DESA TERPENCIL


JEMBER - Pembangunan infrastruktur sarana transportasi sangat mutlak dibutuhkan masyarakat untuk membuka akses ekonomi, dan akses social lain.
Kabid Pembangunan & Peningkatan Jalan & Jembatan, Ir. Mas’ud Msi, mengatakan bahwa program tahun ini Dinas PU Bina Marga Pemkab sesuai tupoksi yang dia emban, setiap tahun ada pemeliharaan pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan pelus minus 90 km.
Pemeliharaan jalan dan jembatan.untuk tahun 2009 adalah sekitar 43 unit jembatan yang sudah dilaksanakan baik baru dan pemeliharaan jalan dan jembatan.
Bidang pembangunan dan peningkatan jalan-jembatan meliputi pembangunan jalan atau jembatan dari ada dan tidak ada.
Maka peningkatan jalan dan jembatan semisal pelebaran dari dua meter setengah menjadi empat meter disamping peningkatan jalan rusak akan tetap diperhatikan karena terkait akses ekonomi masyarakat agar tidak terhambat.
Dengan pemeliharaan jalan atau jembatan, sebagai sarana transportasi akan lancer maka kini jalan jalan yang sudah diperbaiki, diminta partisipasi aktif masyarakat untuk membantu menjaga kebersihan saluran air (gorong-gorong) dari sampah sehingga air tak menggenang.
Gilirannya merusak jalan. Menurut Mas’ud di Jember masih ada jalan jalan yang terisolir dan belum terjangkau perbaikan.
Tapi dia berharap dengan anggaran itu Pemkab berusaha untuk menyentuh ke seluruh di wilayah terpencil, semisal Desa Sucopagenpok, Desa Baban Silo.
Menurut Mas’ud, mengingat jalan dan jembatan merupakan infrastruktur yang paling vital dalam penigkatan jaringan ekonomi masyarakat maka akses desa kota harus dibuka. “Salah satunya pembangunan jalan di daerah terpencil,” ujarnya. kim

PINGSAN SAAT AKAN DIBUI

Tersangka Kasus Korupsi P2SEM

JEMBER - Kejaksaan Negeri Jember akhirnya memenuhi janji menahan Yusuf Sumarno, tesangka kasus dugaan penyimpangan dana Program Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) milliaran rupiah itu.
Tersangka adalah mantan anggota dewan dari PDI era 1990-an sekaligus Ketua Gerakan Penghijauan dan Lingkungan Hidup (GPLH) Jember yang mendapat kucuruan dana P2SEM senilai Rp 300 juta.
Sebelum ditahan, Yusuf sempat diperiksa jaksa penyidik selama 4 jam lebih.
Yang mengejutkan, di saat penandatanganan berita acara penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember, tersangka Yusuf mendadak pingsan.
Jaksa dan dua pengacara yang mendampingi tersangka, menduga Yusuf terkena kram perut atau penyakit jantung.
Hingga kabar ini diturunkan, tim dokter dari Lapas masih memeriksa kesehatan tersangka di RSUD Soebandi Jember.
Kepala Kejaksaan Negeri Jember Irdam SH, mengatakan pihaknya sudah memerintahkan pada jaksa penyidik untuk segera menahan tersangka Yusuf.
"Karena tersangka pingsan, sejauh ini tersangka masih diperiksa oleh dokter. Kalau perlu dirawat inap, ya silahkan, tapi perintah penahanan tertap berlanjut," tegasnya.
Irdam menegaskan jika kondisi kesehatan tersangka benar-benar memburuk, maka kemungkinan bisa dilakukan pembantaran tapi masa penahanan tetap diperhitungkan.
Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Adang Sutardi, mengatakan penahanan tersangka dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti serta pemeriksaan tahap selanjutnya.
"Untuk untuk tahap awal, penahanan akan dilakukan selama 20 hari pertama, selanjutnya akan dievaluasi apa perlu perpanjangan penahanan atau tidak," kata Adang Sutardi.
Dia mengakui tersangka cukup kooperatif dalam pemeriksaan. Selain itu tersangka mengakui perbuatannya bahwa progam itu direalisasikan tidak sesuai dengan dana yang dikucurkan.
Selain itu, dana P2SEM itu juga diakui ada pemotongan sekitar 40 persen oleh oknum Sekwan Pemprop Jatim, dengan dalih atas perintah Ketua DPRD Propinsi.
Bahkan tersangka mengakui beberapa orang lain termasuk pihak keluarga tersangka juga diduga terlibat dalam kasus ini. Saksi yang masih famili tersangka itu selama ini kooperatif, jika tidak kooperatif memberikan keterangan aliran dana itu Kejaksaan akan segera mengusut, dan memanggil famili tersangka tersebut.
“Tersangka Yusuf murni ada koneksi dengan Pujiarto. Selain menahan, kami juga menyita aset tersangka Rp 300 juta diantaranya sebuah rumah kosong dan akan dibangun di Kecamatan Jelbuk," tegasnya.
Dia juga memastikan setelah proses penahanan selesai, maka akan langsung melanjutkan ke tahap penggeledahan untuk mencatat semua aset milik tersangka untuk disita.
Ada indikasi saat ini aset milik tersangka diduga sudah ada yang berpindahtangan ke orang lain. Sementara tersangka Yusuf Sumarno berjanji akan menerima keputusan penahanan dari Kejari itu. Tapi dia membantah tudingan sejumlah pihak, telah menghilangkan atau memindahtangankan barang bukti.
Saat pemeriksaan di Kejari, dia didampingi dua pengacaranya yakni M Nuril dan Didik Muzanni yang rencananya akan mengajukan penangguhan penahanan.
P2SEM menurutnya sejak awal dikondisikan oleh Bappemas Propinsi. Pengkondisian ini tersurat dalam kegiatan sosialisasi program oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Provinsi.
"Staf provinsi saat itu menekankan, yang penting anda dapat dan terimalah dulu apa yang anda dapat," beber Yusuf Sumarno.
Bahkan katanya, seluruh peserta yang mengikuti sosialisasi diajari cara membuat proposal P2SEM. Selain itu, Yusuf juga menduga para penerima program akan mendapat jaminan keamanan jika menuruti ketentuan pemerintah provinsi.
Tak hanya itu, penerima P2SEM tidak dilakukan verifikasi oleh Bapemas Provinsi. "Kalau saya dapat 300, ya saya ikhlas saat dipotong pihak provinsi," jlentrehnya.kim



BAPPEMAS PROPINSI DICOKOT TERSANGKA

* Terkait Kasus Korupsi P2SEM Jember

JEMBER – Tersangka kasus dugaan korupsi P2SEM Jember Yusuf Sumarno, mantan anggota DPRD tahun 1994 ini, merasa dikorbankan pejabat Pempro Jatim di lembaga Bapemas.
Tersangka yang kini ditahan di Lapas Kelas IIA Jember ini merupakan saudara dekat dari Pujiarto, Staf Sekwan DPRD Jember yang menyaring proposal selama ini dan mengkoordinir penarikan uang potongan bersama Ketua DPRD Propinsi Fathorrosid.
Yusuf , yang sempat pingsan saat dijebloskan ke Lapas Jember itu membeber semua kronologi proyek P2SEM itu. Menurutnya Bapemas Propinsi terlibat pengondisian proyek tersebut. Semua penerima P2SEM diajari cara korupsi dan dikondisikan untuk pemotongan dan system administrasinya.
Di sela - sela pemeriksaan di Kejari Jember, sebelum ditahan dia mengatakan bahwa sebelum dana P2SEM diberikan seluruh calon penerima diundang Bappemas Propinsi ke Surabaya.
Agendanya untuk pembekalan progam P2SEM. Tapi faktanya terjadi pengkondisian yang intinya menjelaskan akan ada pemotongan.
Kepala Bappemas Propinsi Jatim meminta para calon penerima mengiyakan saja berapapun dana yang diterima kendati tidak sesuai dengan proposal yang diajukan.
Yusuf membeber pula bahwa Kepala Bappemas Propinsi saat pertemuan itu sempat mengatakan “Jangan banyak protes. Yang penting uman, aman dan amin,” ujar Yusuf menirukan.
Artinya, semua akan kebagian kendati nilainya tak sesuai yang tertulis dalam pengajuan proposal. Jika kemudian kini para penerima diminta mempertanggungjawabkan semua anggaran sesuai kuitansi tanda terima, menurut Yusuf Sumarno, jelas tidak adil. Dan tidak akan mungkin bisa.
“Kalau dana dana yang dipotong dari Bappemas itu tidak dikembalikan, saya kira tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Yusuf, para penerima dana P2SEM ini adalah korban. Karena mereka pada umumnya ditekan untuk menandatangani kuitansi yang tidak sesuai kenyataan.
Tentang besarnya potongan cukup bervariasi antara 20 - 40 persen. Dia sendiri kena pemotongan 40 persen dari Rp 300 juta yang harus dia terima. Sehingga hanya diberikan Rp 180 juta saja. kim


PENDOBRAK ADOPSI ILEGAL DITUNTUT 8 BULAN

JEMBER - Hanya gara-gara membongkar adopsi illegal yang dilakukan pihak RSUD dr Soebandi Ketua LSM Gempar Anshori dituntut jaksa 8 bulan kurungan.
Fakta itu, terkuak saat sidang lanjutan dengan berkas dakwaan berbunyi bahwa Ansori, diduga kuat telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap staf RSUD Seobandi Jember.
Menurut JPU, Awaludin SH, terdakwa Anshori dijerat pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan terhadap sejumlah perawat dan pegawai RSUD Dokter Soebandi. Jaksa juga memohon kepada majelis hakim agar terdakwa Ansori segera ditahan.
"Pemohonan penahanan itu kepada majelis hakim, terserah itu kewenangan majelis apakah menahan atau tidak. Kita lihat nanti di sidang replik pekan depan," tegasnya.
Sementara terdakwa Ansori, mendesak agar ada kejelasan status dirinya yang sudah ditetapkan oleh kejaksaan yakni sebagai tahanan kota.
"Sidang ini aneh dan penuh keraguan, karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan itu buktinya tidak kuat. Saya minta kejelasan status hukum saya pada majelis hakim," tegasnya. kim

MAHMUD AJUKAN 4 NOVUM

JEMBER - Terpidana kasus dugaan penipuan Pilkada 2005, Drs H Machmud Sardjujono Ketua Bidang OKK DPD Golkar Jatim, serta mantan Wakil Ketua DPRD Jember 2004-2009, mengolor eksekusi terhadap dirinya menyusul terbitnya putusan MA yang memvonis dirinya harus menjalani selama satu tahun penjara itu.
Dia akhirnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung itu. Melalui Tim Penasehat hukumnya Hadi Eko Yuchdi Yuchendi, SH bahwa dirinya telah mengajukan draft PK ke PN Jember.
Hadi Eko Yuchdi Yuchendi, SH mengatakan, setidaknya ada 4 bukti baru atau novum yang diajukan untuk membalas putusan MA.
"Ada sekitar 4 novum yang kami ajukan, tidak akan saya sebut sekarang, namun akan saya beber saat dipersidangan nanti," kata Eko Yudi Yuhendi.
Dia menjelaskan sejauh ini masih belum ada pernyataan dari kliennya tentang kesiapannya menghadapi eksekusi yang akan dilakukan kejaksaan. Sebab, sampai kemarin, kliennya belum menerima surat panggilan eksekusi dari Kejari.
Tapi, yang pasti Tim Penasehat Hukum akan mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan dari pihak keluarga.
Sebelumnya, terpidana Machmud pengurus DPD Partai Golkar Jatim ini dijatuhi vonis 1 tahun penjara atas tuduhan penipuan terhadap seorang pengusaha asal surabaya senilai Rp 200 juta, Heppy Indra Kelana.
Sementara jaksa eksekutor Kejari Jember, Mahfud SH mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat panggilan eksekusi jika salinan putusan sudah sampai di tangan jaksa.
"Kita masih menunggu salinan putusan dari PN, baru kita bisa eksekusi," tegasnya. kim

30 PERSEN CJH JEMBER SAKIT

JEMBER - Angka ini sangat mengejutkan. Karena sekitar 30 persen Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Jember masuk kategori rawan gangguan kesehatan.
Bahkan ada satu orang diantaranya terpaksa harus ditunda keberangkatannya karena tim medis tidak bersedia memberikan rekomendasi.
Kepala Bidang Humas Dinas Kesehatan Jember Yumarlis mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap JCH di dua RS : RSUD Soebandi dan RSUD Balung tercatat 25 persen JCH masuk kategori rawan, sedang di RSUD Balung tercatat 30 persen yang rawan.
"Kategori rawan bagi jamaah calon haji itu bukan hanya adanya gangguan kesehatan, tetapi juga karena faktor usia yang sudah di atas 60 tahun. Bahkan ada satu orang calon jamaah yang terpaksa ditunda keberangkatannya karena saat ini sedang hamil, sehingga tidak bisa dilakukan imunisasi meningitis yang merupakan salah satu persyaratan dari pemerintah Arab Saudi," tegasnya.
Katanya, hanya JCH yang hamil saja yang tidak bisa berangkat. Sedang sisanya masih bisa berangkat karena saat ini sudah mendapat terapi dan perawatan dari tim medis jamaah haji. Yumarlis menjelaskan, JCH yang masuk kategori rawan ini selama berada di tanah suci akan dipantau terus setiap hari perkembangan kesehatannya oleh tim medis.
“Pagi dan sore secara rutin akan diperiksa untuk meminimal resiko kesehatan," katanya.
Bahkan sampai beberapa hari sepulang dari tanah suci JCH yang masuk kategori rawan kesehatan itu masih akan dipantau.
"Musim haji tahun ini kami akan menurunkan 4 orang dokter pendamping yang akan disebar di tiap-tiap kloter, dengan dibantu 2 orang para medis untuk tiap dokter," ujarnya.
Katanya, 4 dokter dan 8 orang paramedis itu diyakini sudah mampu mengatasi semua jamaah haji asal Jember yang tahun ini sebayak 1.900 orang lebih.
Terpisah, untuk lokasi maktab atau pemondokan bagi jamaah calon haji asal Jember dipastikan berada di ring dua. Artinya, pemondokan nya yang terbagi 5 kloter itu hanya berjarak 2 kilometer dari Masjidil Haram.
Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh Kantor Departemen Agama Jember Muhammad Muslih mengatakan, jamaah calon haji terbagi menjadi lima kloter yakni kloter 68 sampai kloter 72. Lokasi pemondokannya paling dekat hanya kloter 72 di Misfallah atau sekitar 2 setengah kilometer dari Masjidil Haram.
Sementara untuk kloter lainnya berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram. "Kondisi itu sedikit lebih baik dibanding lokasi pemondokan tahun lalu yang berjarak lebih dari 14 kilometer. Lokasi itu juga berada di perkotaan seperti di Aziziah sehingga transportasi disana terus beroperasi hingga 24 jam," kata Muhammad Muslih. kim


PENDATAAN PEMILIH PILKADA TERHAMBAT

JEMBER - Anggaran menjadi kendala utama pendataan pemilih Pilkada. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jember, dipastikan tidak akan mendata ulang pemilih di Pilkada sebagai tahapan pendataan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).
Padahal, tahapan Pilkada sudah harus memasuki bulan depan. Saat ini Dinas ini masih terhalang keterbatasan waktu dan anggaran.
Kepala Seksi Pelayanan Informasi Kependudukan Dinas Kependudukan Jember, Arismaya Parahita, mengatakan, DP4 menurut aturan harus disiapkan oleh Dispenduk.
"Yang jelas sudah ada kesepakatan dengan KPU untuk menggunakan DP4 dari Dispenduk," ujar Arismaya Parahita.
Dia menjelaskan, DP4 itu bukan berasal dari pendataan door to door atau dari rumah ke rumah. Tapi disesuaikan dengan perkembangan jumlah penduduk dengan jumlah warga yang mengurus kartu tanda penduduk atau wajib KTP yang sudah tervalidasi.
Selanjutnya, DP4 divalidasi dari prosedur rutin pengurusan KTP yang kemudian diserahkan ke KPU akhir Februari atau bulan Maret.
"Tiap tahun kita melayani pengurusan 30-40 ribu KTP baru. Untuk verifikasi DP4 kembali dilakukan KPU untuk dijadikan daftar pemilih sementara dan tetap, karena KPU Jember memiliki anggaran, dan perangkat organisasi dari kabupaten hingga desa dan tempat pemungutan suara," tegasnya.
Sedang jumlah staf Dispenduk Jember masih belum memadai jika melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Selain itu, Dipenduk juga khawatir akan ada duplikasi anggaran.
"Verifikasi data pemilih kewenangan KPU tapi Dispenduk akan membantu saat supervisi dan pendampingan," katanya.
Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum Jember Ketty Tri Setyorini berharap Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil memberi data kependudukan yang cukup valid, agar tak terjadi persoalan data pemilih dalam pemilihan kepala daerah tahun 2010.
Dalam persoalan data pemilih, biasanya KPU selalu menjadi sasaran demo tim sukses dan bakal calon bupati.
"KPU berharap Dispenduk berjalan kompak. Jangan sampai setelah tugas menyerahkan DP4 selesai, lalu ada masalah melepaskan sepenuhnya ke KPU. Padahal data itu dari dinas," kata Ketty. kim

SIKAT MOTOR MAHASISWI, BENGEP

JEMBER - Warga Jalan Letjen Soeprapto Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari, marah.
Seorang lelaki yang diduga pencuri sepeda motor dihajar hingga babak belur. Saking emosinya, pencuri ini mukanya remuk setelah itu baru diserahkan ke polisi.
Begitu petugas tiba di lokasi, pelaku langsung diserahkan dan dievakuasi untuk dirawat di RSUD dr Soebandi. Tim Resmob Polwil Besuki, langsung mengamankan.
Belakangan lelaki itu bernama Ferdi (21) warga Desa / Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Dia mencuri sepeda motor seorang diri.
Tapi, kepergok massa dan berhasil ditangkap. Hingga menjadi bulan bulanan warga setempat.
“Saya sendirian Pak ke Jember, karena ditinggal teman pulang. Saat itu berangkat dari Genteng boncengan. Tapi saya ditinggal,” ujar Ferdi.
Karena sendirian di Jember, Ferdi setiap harinya butuh makan. Karena Ferdi di Jember tidak kerja dan tidak mempunyai famili akhirnya dia nekat mencuri.
“Ya kalau dapat uang maunya untuk makan. Saya mencuri karena kepepet karena butuh uang,” tegasnya.
Ferdi tidak diproses di Polres Jember, tapi dibawa ke Polwil Besuki. Diduga sepak terjang Ferdi bukan sekali ini saja. Aksi curanmor beberapa kali dia lakukan. Pengakuan sebelumnya itu diduga hanya rekayasa belaka.
“Tolong jangan diekspos dulu karena masih dikembangkan. Sepertinya, Ferdi ini mempunyai laporan (LP) yang lain selain (Kebonsari). Nanti kalau sudah tuntas semua pasti dipersilahkan,” tegas salah satu petugas Resmob.
Pelaku saat itu berusaha mencuri motor milik Nurhidayah (19) warga Desa Andongsari Kecamatan Ambulu. Korban yang sedang di kamar rumah temannya di Jalan Letjen Soeprapto VI Kelurahan Kebonsari mendengar sepeda motor korban Nopol P 4925 LH diotak atik seseorang.
Dia pun teriak. Seiring dengan itu dia melihat sepedanya dituntun pelaku. Sekali teriak warga berhamburan dan mengejar pelaku. “Begitu tertangkap, langsung dihajar warga,” ujarnya. kim


Kamis, 22 Oktober 2009

ITWILKAB SIAP KAWAL KEBIJAKAN BUPATI


JEMBER - Inspektorat Kabupaten Jember selaku lembaga pengawasan di lingkungan Kabupaten terus melakukan terobosan mengintensifkan kinerja.
Itu untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam mengimplementasikan tugas bidang pengawasan. Inspektorat semakin eksis memberi pelayanan kepada masyarakat terutama pengawasan internal.
Kepala Inspektorat kabupaten jember, Drs. Soedjito, mengatakan bahwa kendati baru dilantik oleh Bupati sebagai Kepala Inspektorat amanah Bupati itu akan dilaksanakan sesuai program kerja.
Terutama program kerja pengawasan pembinaan pemerintahan dan pembinaan pengelolaan keuangan dan terhadap pemeriksaan kasus secara khusus dan pemeriksaan rutin tahunan.
“Kami terus membek up apa kebijakan Bupati. Ke depan kami siap untuk mengawal kebijakan Bupati sebagai prioritas tahun 2010. Kami siap membina SKPD untuk pengawasan dan pengelolaan bidang pemerintahan dan keuangan,” ujarnya.
Pengawasan menurutnya adalah fungsional melekat tapi pengawasan melekat dijabarkan mulai dari struktural pejabat tertinggi hingga terendah.
Jika pengawasan melekat fungsional termasuk pengawasan bidang inspektorat berupa auditor pengawasan bidang keuangan.
Nantinya pengawasan fungsional ini akan dilakukan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan terkait pemeriksaan BPK, BPKP, Beppoprof.
“Kita juga ingin memberi peningkatan dalam pengawasan semisal mengirim SDM didiklat sekitar 4 orang untuk jabatan fungsional auditor tentu saja berusia muda. Kita mengemban visi misi Men PAN,” tegasnya.
Selain sebagai lembaga pengawasan Inspektorat ingin mengintensifkan jabatan fungsional auditor untuk mengawasi SKPD terkait keuangan, disiplin aparatur, peraturan formasi jabatan sesuai kepangkatan, absensi rutin semua SKPD.
“Kami ingin mempertahankan yang sudah dicapai pimpinan lama,” ujarnya. kim

TIM LOMBA PSN KUNJUNGI SDN MARIA FATIMA


JEMBER - Tim penilai dari Propinsi Jawa Timur dalam lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Demam Berdarah (DBD) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) se Jatim singgah ke Jember Rabu (21/10).
Tim yang didampingi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Kecamatan Kaliwates, ini berkunjung ke SD Katolik Maria Fatima di Jl.Kartini Jember. SD Katolik Maria Fatima yang berdiri sejak tahun 1935 mewakili Kabupaten Jember di lomba PSN dan DBD melawan 9 Kota/Kabupaten se Jatim.
Sembilan Kabupaten itu diantaranya : Banyuwangi, Lumajang, Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kotamadya Surabaya, dan Kabupaten Kediri, serta Jember.
Bahkan SD Katolik Maria Fatima masuk peringkat kelima dari sembilan peserta. Maka Dinas Pendidikan menunjuk sekolah dari ribuan SD untuk mewakili lomba PSN.
Kedatangan tim penilai lomba PSN dan DBD merasa puas, bahkan di kamar mandi siswa dan guru nyaris tak dijumpai jentik nyamuk.
Kadinkes Jember dr. Olong Maulana Fajri mengatakan program PSN dan DBD tiap tahunnya terus digerakkan.
Tak dipungkiri sekolah juga menjadi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegepty penyebab DBD, maka unit kesehatan sekolah (UKS) diminta meneruskan.
Ribuan abate sudah dibagikan oleh Dinkes ke sekolah-sekolah. Itu untuk membunuh jentik-jentik nyamuk di kamar mandi atau selokan sekolah.
Muhammad Nawawi dari Kanwil Depag Jatim Ketua Lomba mengatakan soal PSN di Jember merasa puas dan kagum dengan keseriusan Pemkab dalam program PSN, yang dikemas Gerakan Jumat Bersih.
Di Kabupaten Jember dinilai masih relatif kecil dibanding kabupaten lain. Upaya Jumat Bersih untuk memberantas sarang nyamuk adalah wujud perhatian kepada masyarakat.
Terbukti di kamar mandi SD Katolik Maria Fatima airnya bersih dan tidak ada jentik-jentik nyamuk.
Suster Stefani SPM Kepala SD Katolik Maria Fatima, sejak PSN dicanangkan setahun lalu ditindaklanjuti sekolah.
UKS-nya juga punya tim khusus memantau jentik nyamuk. Secara rutin seminggu sekali SD Katolik Maria Fatima dengan kader lingkungan dan dokter kecil mengoptimalkan peran UKS sekolah membersihkan sekolah. kim

KORUPSI P2SEM JEMBER MBENGKAK JADI 10 MILLIAR

JEMBER – Nilai korupsi hasil penelusuran dan pemeriksaan kasus Program Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang dilakukan tersangka di Kabupaten Jember mencapai Rp 10 milliar.
Kejaksaan Negeri, sempat terperanjat saat penyelidikan dilakukan. Sebab, dari pemeriksaan seorang tersangka H Yusuf Sumarno, mantan anggota DPRD Jember dan juga kerabat dari Staf Sekwan DPRD Propinsi Jatim ini menemukan beberapa asset yang ditampung Yusuf. Itu berasal dari kasus kasus tersangka lain.
Kejaksaan Negeri Jember mencium indikasi penambahan potensi kerugian negara dalam kasus korupsi total nilainya tidak main-main antara Rp 5 miliar - Rp 10 miliar.
Sebelumnya, diakui Kepala Kejaksaan Negeri Jember Irdam SH, bahwa jaksa hanya menemukan kerugian negara Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar.
Irdam menegaskan dalam penyidikan salah satu tersangka P2SEM yakni Ketua Gerakan Penghijauan dan Lingkungan Hidup (GPLH) Jember H Yusuf Sumarno, terkuak dari keterangan sejumlah saksi.
"Setelah kita periksa saksi, ada yang menyatakan kalau dari tersangka Yusuf banyak mengelola dana P2SEM. Saksi itu orangnya tak bisa disebutkan. Kata dia kisaran mencapai Rp 5 - 10 miliar," tegas Irdam.
Dia menduga dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi muncul dana yang diduga dikorupsi oleh tersangka Yusuf tidak hanya progam penghijauan yang ditanganinya senilai Rp 1,1 miliar.
Tapi tersangka juga melakukan pemotongan dari para penerima dana P2SEM yang lain. Nilai potongan dana yang berakibat pada realisasi P2SEM berkurang itu cukup bervariasi. Ada berupa uang Rp 5 juta.
"Kita sudah perintahkan jaksa segera melakukan penyitaan terhadap barang bukti, sebab ada informasi beberapa barang bukti : 4 buah mobil milik tersangka sudah berpindah tangan ke orang lain. Kita menghimbau kepada kerabat atau teman tersangka yang merasa dititipi aset milik tersangka segera melapor,” ujarnya.
Irdam, Kajari Jember mewarning kepada semua orang yang membantu menyembunyikan asset tersangka ini. Jika sampai waktu penyitaan pemegang barang bukti tidak melapor dan ternyata ditemukan oleh Jaksa, yang bersangkutan bisa diproses hukum.
Tuduhannya tuduhan turut dan membantu menghilangkan barang bukti. Sebaliknya, jika pemegang barang bukti melapor ke Kejari, dia berjanji akan melindungi.
Kejari Jember memanggil tersangka Yusuf Sumarno dan saksi Kades Jelbuk Suciati untuk memeriksa harta kekayaan pribadi milik Yusuf Sumarno.
Jaksa Awaludin SH, membeber dia menduga dana PSEM yang digunakan Ketua Gerakan Penghijauan dan Lingkungan Hidup (GPLH) Jember Yusuf Sumarno untuk kepentingan memperkaya diri.
"Dari pemeriksaan lapangan, program ini tak semua direalisasikan. Kenyataannya, setelah kasus itu kami periksa ternyata tersangka Yusuf baru melaksanakan program fiktif itu," ujarnya.
Selain Yusuf, tersangka LSM Trast - mantan mahasiswa dan Ketua PKM Unej - Sudarti terus diperiksa intensif. kim

PHL POLRES EMBAT MOTOR BB



JEMBER - Memalukan. Seorang pegawai harian lepas (PHL) yang biasa bertugas di Mapolres Jember menyikat motor barang bukti (BB) hasil tangkapan dan ungkap jajaran Reskrim dan Sat Lantas Mapolres Polres Jember, yang digelar di halaman Mapolres selama ini.
Kasus itu terungkap setelah, tertib administrasi diberlakukan untuk mendata semua barang bukti sepeda motor hasil tangkapan petugas.
Ternyata ada beberapa motor BB yang hilang. Dari situlah petugas melakukan penyelidikan lebih detail lagi. Alhasil diketahui bahwa BB laka lantas itu sebagian hilang.
Setelah diselidiki, didapat info bahwa pelakunya orang dalam sendiri. Indikasi orang dalam itu berdasar keterangan ada yang mengarah kepada PHL berinisial Bejo Untung.
PHL ini akhirnya dipantau petugas gerak geriknya. Suatu ketika petugas berhasil memergoki PHL yang berusia sekitar 35 tahun tinggal di Dusun Tetelan Desa Seputih Kecamatan Mayang ini mengeluarkan motor BB dari gudang.
Seketika itu, Bejo ditangkap petugas. Untuk memastikan aksinya, Bejo diinterograsi. Terungkap bahwa Bejo mengakui semua perbuatannya selama ini. Dan di diserahkan Reskrim Polres untuk diperiksa.
“Tanggungan utang saya banyak Pak. Karena, sebagian uang yang saya dapatkan dari kerja saya pakai untuk foya-foya. Hutang saya membekak dan waktunya melunasi,” tegasnya.
Dengan motor BB ini, rencananya dipakai untuk menutup semua tanggungan utang. Dia mengaku terdesak hutang. “Tak ada pilihan lain, kecuali cara cepat,” ujarnya.
Lelaki yang bertugas di sopir mobil laka lantas ini ternyata tidak sendirian dalam aksinya. Saat mengeluarkan sepeda motor dia mengontak Edi Susanto (36) warga Dusun Sumberketangi Desa Wirolegi Kecamatan Pakusari.
”Motot saya keluarkan dari gudang, lalu Edi sudah yang mengambilnya,” ujarnya.
“Saya berani membeli ini karena ada jaminan dari Bejo. Bejo bilang kalau motor ini sah karena telah dilelang,” ujar Edi.
Bejo menjual motor BB ini per unit seharga Rp 400 - Rp 500 ribu. Aksi Bejo sebelum bulan puasa sudah dilancarkan.
Tiap bulannya, Bejo mampu mengeluarkan kendaraan sebanyak 5 – 7 unit sepeda motor.”Motor BB ini ada yang dititipkan di bengkel dan ada yang telah dijual. Sekitar 17 unit kami amankan dari bengkel,” tegas Kasatreskrim Polres Jember, AKP Leonard M Simanmbela.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP. Tersangka Bejo tidak sendirian dalam aksinya tapi ada orang yang menjualkan sepeda motornya. Dan tersangka sudah kami tahan,” imbuhnya.
Leonard menghimbau kepada masyarakat jangan tergiur membeli sepeda mptpr dengan harga murah. “Cek dulu suratnya dan cek fisik. Kalau sudah sip, silahkan dibeli,” tegasnya. kim

MAHMUD TETAP AKAN DIEKSEKUSI


JEMBER - Meski terpidana Machmud Sardjujono berusaha mengajukan permohonan penangguhan penahanan, Kejaksaan Negeri Jember tak menggubrisnya.
Pasalnya, dalam vonis Mahkamah Agung itu adalah eksekusi putusan dan bukan masa penahanan lagi.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksan Negeri Jember Achmad Sujayanto menerangkan, permohonan penangguhan penahanan itu tidak akan diberlakukan bagi terpidana Machmud Sardjujono.
"Kami sudah menerima petikan putusan MA soal Machmud, kita tinggal menunggu salinan putusannya. Rencana eksekusi sudah kita beritahukan ke terpidana," kata Achmad Sujayanto.
Dia minta agar terpidana kooperatif sehingga tak menyulitkan jaksa eksekutor. Sebaliknya, jika terpidana tidak kooperatif maka jaksa eksekutor bisa melakukan eksekusi dengan penjemputan paksa.
Diberitakan, terpidana Machmud Sarjujono masih berada di Jakarta karena urusan dengan DPP Partai Golkar. Mantan Wakil Ketua DPRD Jember, Ketua DPD Partai Golkar Jember serta kandidat Ketua Partai Golkar Jatim ini seperti mengolor-olor waktu eksekusi dengan berbagai alasan kesibukan rapat penting.
Padahal dia berjanji sebelumnya kemarin, sudah berada di Jember untuk menjalani eksekusi.
"Saya masih banyak rapat-rapat di Jakarta, mungkin setelah HUT partai baru ke Jember," ujarnya dalam SMS kepada wartawan.
Sebelumnya, Mahkamah Agung menjatuhakn vonis 1 tahun dalam surat putusan nomor 2784/Panmud.Pid/1321 K/PID 2008 yang memutuskan Machmud Sardjujono dinyatakan bersalah melakukan perbuatan penipuan senilai Rp 200 juta terhadap Heppy Indra Kelana, pengusaha asal Surabaya.
MA juga mengabulkan permohonan kasasi serta membatalkan putusan bebas Pengadilan Negeri Jember No 1136/Pid.B/2007/PN.JR tertanggal 16 April 2008.
Sedang barang bukti yang disita : adalah satu lembar surat asli dan amplop dari DPD Tingkat II Partai Golkar Jember, satu lembar asli perincian transaksi bank dengan rekening milik Heppy Indra Kelana, dan satu buah buku asli Tahapan BCA tanpa dan nomor rekening.
Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember Alvi Zahri BCip mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan ruangan untuk terpidana Machmud. Namun demikian, dia menekankan bahwa tidak ada ruangan khusus bagi tokoh politisi gaek Partai Golkar Jember itu. "Ruangan apalagi ?. Yang ada kamar biasa," kata Alvi Zahri BCip. kim

KREDIT MACET TEMBUS 196 MILLIAR

JEMBER - Jumlah kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Perbankan Kabupaten Jember berdasarkan catatan Bank Indonesia hingga Agustus 2009 telah mencapai Rp 196,26 miliar.
Sementara jumlah pengucuran kredit perbankan keseluruhan mencapai Rp 4,18 triliun. Meski angka kredit macet mencapai ratusan miliar rupiah, namun Pemimpin Kantor Bank Indonesia Jember Abdul Rasjid Madjid tak terlalu khawatir.
"Persentase kredit bermasalah di Jember 4,69 persen, masih di bawah target nasional sebesar 5 persen," tegasnya.
Ditambah, kata dia persentase itu turun jika dibanding catatan pada Desember 2008 yang saat itu menyebutkan persentase NPL 4,95 persen.
Rasjid menegaskan, Bank Indonesia selalu memantau perkembangan dan penanganan kredit bermasalah dari perbankan.
Itu dilakukan untuk memastikan bahwa Bank sudah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan kredit bermasalah.
Saat ini BI Jember memantau ketat melalui laporan bank dan langsung ke lapangan atau on the spot. Dana yang digunakan bank untuk menyalurkan kredit adalah dana masyarakat yang dihimpun dalam bentuk tabungan, deposito maupun giro.
Sementara untuk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Jember sepanjang tahun 2009, Januari-Agustus, mendapat kucuran kredit Rp 3,68 triliun dari perbankan.
Jumlah ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp 3,27 triliun. Dari angka itu menun jukkan adanya peningkatan 12,72 persen. kim

PENGANIAYA PENGACARA DIJEBLOSKAN PENJARA

JEMBER – Akhirnya penganiaya pengacara Rudy Suteja, SH yang berkantor di Jl Diponegoro Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, dijebloskan ke sel Mapolres Jember.
Pelaku bernama H Ahmad Abdul Rahman (57) warga Jl Karimata Gang Murni No 7, - keturunan Arab ini – terlibat cek cok dengan pengacara bernama Rudi Sutejo (38). Kini dia mendekam di sel Mapolres akibat perbuatannya menganiaya pengacara itu. Dia dijerat pasal 351 KUHP, terancam pidana 5 tahun penjara. Sebab, Rudi kini menjalani opname di RS Jember Klinik PTPN X.
Ceritanya, penganiayaan oleh Ahmad Abdul Rahman ini, terjadi di kantor Rudi, di Jl Diponegoro. Saat itu Ahmad datang dengan emosi tinggi. Dia tanpa ba bi bu langsung menonjok pengacara tepat mengenai bibir, dan rahang korban. Akibatnya, dua gigi korban mrotol, dan mengucurkan darah segar.
Melihat itu, beberapa karyawan Rudi, berusaha melerai. Tapi, Ahmad yang disebut sebut beristri tiga dan sedang dapat masalah internal ini terus berusaha menghajar korban yang sudah terluka itu.
Akibat aksi Ahmad, kaos yang dikenakan pengacara Rudi, ini berlepotan darah. Saat itu kakak korban bernama Gunawan Suteja, yang juga mantan pendiri Partai Demokrat Jember ini berusaha melaporkan kejadian itu ke Mapolres. Tak selang beberapa lama petugas SPK datang ke TKP.
Ahmad semua tak mau diperiksa dan dibawa ke Mapolres. Dia nantang dan mengeluarkan kata kata ancaman dan menghardik petugas. “Saya ini orang Arab, tak bisa ditahan,” ujar Ahmad. Akibatnya, petugas kesal.
Dia pun diseret ke Mapolres untuk menjalnai pemeriksaan. Dia juga masih tak mau dimintai keterangan. Dia terus menghardik petugas. Untuk sementara dia dimasukkan ke sel tahanan. Begitu dimasukkan sel, dia baru tenang.
Informasi yang dihimpun, kasus itu muncul akibat Ahmad Abdul Rahman ini kesal karena diadukan Rudi Suteja, telah memeloroti fee kontrak kerja yang dibikin bersama temannya sebagai klien pengacara ini, Helmi Al Jubair.
Helmi, sedang kena kasus. Dia minta didampingi pengacara. Ahmad sebagai mengantar ke Rudi, dengan minta imbalan. Tapi, setelah janji pembayaran Rp 10 juta di awal dicairkan, Ahmad menarget Rudi dengan fee Rp 6 juta. Rudi kesal, karena honor sesuai perjanjian Rp 10 juta sisanya hingga sebelum sidang belum diserahkan Helmi.
Padahal, kontrak kerja sudah berjalan. Dan Rudi sudah melangkah melakukan pengurusan perkara di PA Malang. Karena terus dipaksa memberi fee Rp 6 juta. Sedang untuk biaya pengurusan ke PA Malang dan ongkos transportasi kurang, Rudi tak mau memberi.
Beberapa hari Ahmad, tetap meminta uang Rp 6 juta karena merasa berjasa memperkenalkan Rudi, kepada Helmi. “Dia merasa berjasa mempertemukan saya dengan Helmi, tapi saya laporkan ulahnya ke Helmi. Tak tahunya dua orang ini sekongkol.,” ujarnya.
Helmi, malah minta surat kuasa dicabut. Karena Ahmad, terancam tak dapat tambahan penghasilan, dia merasa malu kepada Helmi. Rudi didatangi dan diancam. “Ada apa Pak. Kan surat kuasa sudah dicabut. Jadi tidak ada urusan lagi, Jroootttt !!!”
Sekali tonjok Rudi kelenger. Tepat mengenai rahang dan mengakibatkan dua gigi atasnya rompal. Rudi belepotan darah. Dan kasusnya langsung ditangani polisi. Kini, Ahmad menikmati hasil ulahnya mendekam di sel Mapolres Jember. kim

KABUPATEN PATI BELAJAR KE JEMBER


PEMANFAATAN DANA BAGI HASIL CUKAI

JEMBER - Kabupaten Pati, adalah salah satu Kabupaten penghasil kacang tanah. Untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat.
Pemkab Pati Selasa (20/10) datang ke Jember, untuk menggali informasi dan sharing informasi bagaimana pemanfaatan dana bagi hasil cukai di Kabupaten Jember.
Ketua Rombongan Pati, Propinsi Jateng, Drs Sukadam, Kabag Perekonomian ini - mengatakan bahwa kunjungan kerja rombongan Pemkab Pati bersama komisi II DPRD Pati ke Kabupaten Jember adalah untuk belajar menyerap informasi bagaimana terkait Surat Edaran Menkeu No 2 / 2007 tentang penggunaan dana bagi hasil cukai.
Sukadam juga menyampaikan bahwa masing-masing Kabupaten memiliki kebijakan sendiri dalam mengaplikasikan Surat Edaran itu yang telah dibreak down melalui SK Gubernur tiap daerah.
Sukadam mengatakan apa yang dilakukan Jember diperkirakan bisa untuk Kabupaten Pati. Karena itu Pemkab Pati sangat membutuhkan informasi dari Jember sebagai referensi. Komisi II DPRD Pati juga telah menyusun Perda alokasi anggaran bagi hasil cukai rokok. Sehingga di TA 2010 Pemkab Pati sudah bisa membuat aturan penggunaan dana bagi hasil cukai seperti di Jember.
Sukadam sangat terkesan dengan Pemerintah Kabupaten Jember karena sebagai Kabupaten terbesar No 3 di Jatim sekaligus sebagai Kabupatern penghasil tembakau terbaik di Indonesia dan diharapkan bisa diterapkan di Pati.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Pati, Aji Sudarmadji, mengatakan agar ke depan alokasi Anggaran oleh SKPD di Pati tidak menimbulkan masalah maka lanjut Aji, belajar dari Pemkab Jember untuk bahan study komparatif.
Sehingga di TA 2010 alokasi dana itu memiliki dasar hukum dan referensi. Sehingga alokasi dana bagi hasil cukai itu bisa digunakan sebagai dana untuk pembangunan dan tepat sasaran. kim


PERDALAM KTSP, GURU DAN KASEK IKUTI BIMTEK


JEMBER - Sebanyak 45 orang guru dan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab didikat serta bimbingan teknis (bimtek) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA di Hotel Rembangan selama empat hari.
Program Direktorat Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional di Tingkat Kabupaten/Kota ini diselenggarakan di Jember diserahkan kepada panitia penyelenggara SMAN 1 Balung diikuti 15 SMA Negeri dan SMA swasta.
KTSP sendiri adalah standart nasional pendidikan (NSP), oleh karena itu kalangan pendidik paling tidak harus memahami NSP secara baik dan benar.
Lima belas SMA yang mengikuti bimtek : SMAN 5, SMAN 1 Balung, SMAN 1 Arjasa, SMAN 1 Kalisat, SMAN 1 Rambipuji, SMAN 1 Jenggawah, SMAN 1 Ambulu, SMAN 1 Tanggul, SMAN Pakusari, SMAN 1 Umbulsari, SMAN 1 Mumbulsari, SMA Pancasila Ambulu, SMA Baitul Arqom, SMA Bustanul Ulum Mlokorejo Puger, dan SMA Satya Dharma Balung.
Bimtek ini meliputi presentasi, diskusi interaktif, simulasi selama 21 jam (48,9%), praktik menyusun perangkat 8 jam (l8,6%). Selain itu praktik presentasi 10 jam (23.3%), pembukaan, orientasi program dan penutupan 2 jam (4.5%) serta pre tes dan postes 2 jam (4.5%).
Drs I Wayan Wise Atmaja, MSi Kabid SMA Diknas mengatakan usai mengikuti diklat KTSP para peserta dapat menerapkannya di sekolah masing-masing.
Program bimtek KTSP oleh pemerintah pusat dimulai sejak tahun 2006 hingga 2012. Karena luasnya ruang lingkup materi dan beragamnya kateristik sasaran peserta bimtek maka dilakukan kontinyu dan berkesinambungan serta terkordinasi baik.
Tahun 2009 ini bimtek KTSP SMA berlangsung di 310 lokasi pada 306 kabupaten/kota meski jadwal nya tidak bersamaan agar pemahaman pencapaian NSP dan KTSP meningkat.
“Peserta KTSP adalah mereka yang belum pernah ikut bimtek KTSP, terkait kemampuan operasional komputer, keterwakilan kelompok mata pelajaran MIPA, IPS, bahasa dan umum. Kriteria fasilitator paling tidak pernah menjadi tim fasilitator bimtek KTSP di tingkat pusat, propinsi, atau kabupaten/kota. Selain itu juga pernah menjadi tim pengembang berbagai naskah atau program diklat bimtek KTSP yang dikembangkan oleh direktorat pendidikan SMA, serta memiliki kemauan dan kemampuan untuk mendesiminasikan hasil workshop bimtek,” ujar Wayan, Ketua PGRI ini.
Drs. Suparno, MSi Kepala SMAN 1 Balung mengatakan, pelaksanaan KTSP di sekolahnya sudah berjalan 2 tahun lalu sejak tahun 2007.
Bahkan untuk siswa kelas X dan kelas XI di sekolah itu sudah menerapkan KTSP, selain itu juga menerapkan muatan lokal (mulok) yang mengacu ke potensi daerah dengan memberikan ketrampilan pada anak didik.
Meski SMAN 1 Balung bukan sekolah kejuruan, mengingat di Balung Kulon ada sentra industri manik-manik, sekolah ini mengajarkan siswa membuat manik-manik.
Dengan adanya kecakapan hidup (life skill) bisa dijadikan bekal untuk membuka peluang usaha sendiri bagi siswa jika tidak melanjutkan ke PTN karena ekonomi. kim

Selasa, 20 Oktober 2009

BAYI DIBUANG DI SUNGAI

JEMBER – Ketenangan warga Dusun Krajan utara Desa Patemon Kecamatan Pakusari dikejutkan oleh temuan bayi tewas ditemukan mengambang di sungai setempat, pukul 05.00 WIB.
Selasa (20/10) itu warga kampung yang biasa ke sungai untuk mandi, cuci, dan kakus, dikagetkan dengan adanya bayi yang mengambang di sungai.
Diduga bayi hubungan gelap dan tak diinginkan orang tuanya itu kali pertama ditemukan Eka Y (14) warga dusun setempat. Saat itu Eka saat hendak buang air besar.
Saat akan duduk di bibir sungai itu, Eka melihat benda aneh seperti boneka.
Karena melihat benda aneh dia membatalkan buang air besar.
Eka memilih mengecek benda aneh itu. Boneka yang diduga Eka itu, ternyata bayi. ”Saya kira boneka. Lalu saya amati, ternyata bayi sungguhan,” ujarnya.
Seketika, pelajar SMP kelas III minta tolong kepada warga. Begitu cepatnya kabar temuan bayi itu tersebar sehingga sekejap, lokasi dipenuhi warga.
Sayang bayi itu sudah meninggal. Jasad bayi sudah mengambang di air dan dievakuasi dengan serok.
Jasad bayi masih lengket ari arinya. Bayi dimasukan ke kardus bekas bungkus mie.
”Kalau saya amati bayi baru lahir. Darah masih terlihat dan ari arinya masih ada,” ujar Miswari warga setempat.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas Polsek setempat mengevakuasi jasad bayi ke RSUD dr Soebandi. Bayi laki-laki dengan panjang 20 cm itu tampak masih merah.
”Kita visum ke RSUD untuk mencari siapa orangtua bayi itu,” ujar AKP Sutomo, Kapolsek Pakusari.
Dia menghimbau agar warga di sekitar kita, di sepanjang aliran sungai kecil itu curiga melihat tetangganya buncit lalu mendadak kempes patut dicurigai.
”Wajar kalau buncit tahu-tahu kemps berarti, dia. Karena gak ada kabr persalinan,” ujar Kaolsek.kim

MANTAN PIMPINAN DPRD DIVONIS 1 TAHUN


• Kasus Dugaan Penipuan Pilkada

JEMBER – Masih ingat kasus dugaan penipuan bakal calon bupati dalam ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2006 lalu, kini kasusnya mencuat lagi.
Kasus yang melibatkan mantan pimpinan DPRD Jember Machmud Sardjujono melawan pengusaha asal Surabaya Hepi Indra Kelana itu telah menemui titik akhir.
Dalam kasus itu Pengadilan Negeri Jember menerima berkas putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap terpidana Machmud Sardjujono.
Ketua Pengadilan Negeri Jember Singgih Prakoso SH, mengatakan MA memutuskan perkara itu 18 Desember 2008 melalui rapat majelis hakim Djoko Sarwoko, Mansur Kartayasa dan I Made Tara.
"Kami terima tembusan berkas putusan MA sejak 19 Oktober lalu. Putusan ini sudah kita disposisi pada Kejaksaan negeri sebagai pelaksana eksekusi serta terpidana," kata Singgih Prakoso.
Hakim MA dalam surat putusan nomor 2784/Panmud.Pid/1321 K/PID 2008 memutuskan Machmud Sardjujono, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan penipuan senilai Rp 200 juta terhadap Hepi Indra Kelana dan mengabulkan permohonan kasasi serta membatalkan putusan bebas Pengadilan Negeri Jember No 1136/Pid.B/2007/PN.JR tertanggal 16 April 2008.
Sementara barang bukti yang disita antara lain, satu lembar surat asli dan amplop dari DPD Tingkat II Partai Golkar Jember, satu lembar asli perincian transaksi bank dengan rekening milik Hepi Indra Kelana, dan satu buah buku asli Tahapan BCA tanpa dan nomor rekening.
Machmud yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Jember dan sekarang masih menjabat Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) sekaligus Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Jatim ini sebelumnya tersandung kasus penipuan dan dilaporkan ke Polda Jatim.
Menjelang Pilakda 2005 lalu, Hepi Indra Kelana yang teman dekat Machmud yang saat itu masih menjabat Ketua DPD Golkar Jember menawari menjadi cawabup. Sebab, Golkar sudah menentukan Machmud Sardjujono sebagai Cabup Jember dan sedang mencari pasangan.
Heppy, tertarik dan melamar. Dia dijanjikan Machmud kalau dia dijamin bisa menjadi pasangannya asal menyediakan uang untuk syarat kendaraan Partai Golkar dan PKPB.
Hepi mentransfer uang senilai Rp 200 juta ke rekening pribadi Machmud Sardjujono. Transfer uang itu dilakukan tiga tahap : tanggal 2 Februari 2005 sebesar Rp 75 juta, 3 Februari Rp 75 juta dan 10 Februari sebesar Rp 50 juta.
Seiring waktu proses Pilkada keinginan, Heppi kandas. Bahkan janji Mahmud hanya isapan jempol. Dalam kasus itu, Machmud didakwa pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Terpidana Machmud Sardjujono masih di Jakarta saat dikonfirmasi kemarin. Dia mengatakan akan melakukan upaya hukum berupa Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan MA itu.
Sebab, menurutnya uang senilai Rp 200 juta itu semuanya untuk "biaya politik"
menggandeng kendaraan PKPB dan memuluskan Heppi sebagai Calon Wakil Bupati.
Tapi PKPB ternyata memutuskan berbeda dan tidak mengakomodasi Hepi sebagai Bacawabup.
"Dalam politik tidak ada yang gratis dan uang Rp 200 juta itu semua sudah diberikan kepada PKPB. Saya tak terima dengan putusan MA dan akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan serta peninjauan kembali atas putusan itu," timpal Machmud Sardjujono.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Jember Irdam mengatakan, hingga kemarin pihaknya mengaku masih belum menerima surat putusan MA.
"Kalau kita sudah menerima putusan itu, jelas kita sudah siap untuk mengeksekusi," kata Irdam.
Kabar beredar, Machmud masih di Jakarta hingga besok lusa. Dia juga menjadi salah satu kandidat Ketua DPD Golkar Jawa Timur yang sebentar lagi akan digelar di Surabaya. kim

PINJAM MOTOR, MALAH DIJUAL

JEMBER – Teman sendiri ditipu. Pelaku bernama Budiono (32) warga Dusun Mandigu Desa Suco Kecamatan Mumbulsari ini, nekat memperdayai teman barunya.
Meski baru kenal sehari saja, Budiono mampu melancarkan niat jahatnya kepada korban bernama Pak Dar (40) warga Dusun Mrapen Desa / Kecamatan Mayang ini.
Alasan pinjam motor untuk membeli pulsa, Budiono, malah membawa kabur dan dijual. Pelaku kabur meninggalkan rumah korbanb pukul 09.00 WIB, sebelum lebaran lalu.
Karena pamitnya hanya beli pulsa, korban menunggu sebentar sepeda motornya.
Tapi, hingga berhari hari Budiono, tak kunjung kembali.
Kondisi ini membuat korban bingung. Dia terus mencari Budiono. Karena kesal dia melapor ke Mapolsek Mayang.
Setelah dimintai keterangan, cirri cirri pelaku termasuk cirri cirri sepeda motornya, korban pulang. Usaha petugas mencari cukup kesulitan.
Tapi, petugas terus mengejar pelaku dan akhirnya ketangkap juga. Di tengah sedang mencari pelaku Budiono, petugas menerima informasi sepeda motor jenis Beiking Nopol P 5655 RC melintas di Dusun Sumberlanas Desa Harjomulyo Kecamatan Silo.
Dari info itu, dicocokkan dengan motor korban sangat cocok. Begitu tiba di lokasi pengendara sepeda motor itu langsung ditangkap.
Pengendara motor langsung dikeler ke Mapolsek Mayang. Saat diinterogasi dia mengaku sepeda motor itu membeli dari seseorang bernama AZ (35) warga Mayang.
Pengendara ini mengambil motor itu setelah menggadai dengan uang Rp 600 ribu.
“Saya beri Rp 600 ribu,” ujarnya.
Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap. Budiono selama kabur itu pergi ke Bali dan Banyuwangi.
”Kemarin itu, saya ingin ke rumah. Tak tahunya ditangkap,” ujarnya.
Terkait kasus itu, Kapolsek Mayang, AKP Rahmat Kurniawan melalui Kanitreskrim Aiptu Suprayitno mengatakan pengejaran polisi berhasil setelah proses panjang. “Sekarang tersangka diperiksa dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan,” imbuhnya. kim