Jumat, 27 November 2009

Tiga RSUD Dilengkapi Fasilitas Smoking Area


JEMBER- Asap rokok kini menjadi perhatian serius dari manajemen tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jember.
Untuk membangun kawasan bebas rokok (smoking area) di : RSUD Dr Subandi, RSUD Balung, dan RSUD Kalisat sehingga bebas dari polusi asap rokok akan membuat kenyamanan pasien yang dirawat.
Hal itu teriinspirasi ketiga RSUD itu untuk membangun ruangan tersendiri bagi para perokok saat menjenguk ke RSUD.
Asap rokok jelas membahayakan kesehatan baik perokok dan orang lain. Termasuk yang membahayakan adalah anak anak.
Salah satu RSUD yang sedang merampungkan pembangunan ruangan khusus bagi perokok adalah RSUD Kalisat.
Setiap harinya masyarakat yang berobat ke RSUD Kalisat, kian meningkat seiring kesadaran kesehatan dan ekonomi. Mereka berasal dari Kecamatan Jelbuk, Sukowono, Sumberjambe, Ledokombo, Silo, dan Mayang.
Bahkan dibuatnya smoking area di RSUD itu tidak akan dijumpai lagi orang merokok seenaknya di RSUD.
Drs Moch Yasin, MM, Kasubag Penyusunan Program RSUD Kalisat, bahwa smoking area ukuran 3 x 4 m, berdaya tampung 20 orang itu di RSUD Kalisat ditempatkan bersebelahan dengan ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Keberadaan smoking area itu melalui Dinkes sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah sakit.
Smoking area di tiga RSUD diperuntukan bagi siapa saja baik itu pengunjung rumah sakit, dokter, ataupun tenaga paramedis yang mempunyai kebiasaan merokok bisa memanfaatkan ruang itu.
“Pasien dengan begitu bebas dari gangguan yang membahayakan. Termasuk para pengunjung harap diperingatkan,” ujar nya.
Yasin menambahkan, di negara maju seperti Singapura, Jepang, Korea, dan Hongkong, Malaysia selama menerapkan smoking area di RSUD baik itu milik swasta dan pemerintah salah satu sarana penunjang rumah sakit yang ada.
Untuk para perokok, bagi yang melanggar di RSUD akan disanksi sesuai perda yang ada. kim



ASPEK : Bupati ke Eropa , Positif


JEMBER - Lawatan Bupati Jember H Ir MZA Djalal Msi, bersama enam Kepala Dinas ke Eropa, : Jerman, Italia, Prancis, Inggris dan Belanda untuk menjalin kerjasama kemitraan dan mempromosikan kekayaan alam Kabupaten Jember ditanggapi positif pelaku usaha.
Ketua Asosiasi Pelaku Ekonomi Usaha Kecil Menengah (ASPEK) Kabupaten Jember HM Saifuddin SE menilai terobosan Bupati Djalal itu adalah positif dan tepat sasaran untuk mencari masukan pembangunan Jember ke depan.
Langkah bupati ke Eropa adalah upaya mencari peluang pasar memasarkan potensi daerah. Baik produk pertanian agrobis, pariwisata, perkebunan perikananan kelautan, industri pengolahan pangan, budaya dan potensi lain untuk kesejahteraan rakyat Jember semisal produk tembakau ekspor yang selama ini ke Eropa.
Memasarkan produk tidak cukup lewat internet. Tapi ada beberapa produk yang harus dipasarkan langsung semisal yang dilakukan MZA Djalal.
Dia mencontohkan untuk memasarkan tembakau ke luar negeri, tidak gampang karena mutu tembakau harus diujicobakan di laboratorium terkait rasa, aroma, kandungan air, termasuk kadar residu pestidanya.
Bupati ke Eropa sekaligus untuk menyakinkan kepada para calon pembeli asing bahwa kualitas tembakau Kabupaten Jember tidak perlu diragukan lagi.
“Bupati apa boleh buat harus datang sendiri ke Eropa memasarkan kekayaan alam Jember patut diacungi jempol. Bupati saya kira tak ubahnya seperti seorang manajer dan diharapkan potensi kekayaan alam bisa dikenalkan dan dijual ke negara lain,” tegasnya.
Saifudin, mengatkaan peluang kemitraan usaha baru harus dibuka oleh Bupati. Sehingga para investor asing ke Jember untuk investasi sangat tinggi.
Kondisi geografis Jember adalah sangat subur dengan kandungan kekayaan alam melimpah.
Saifuddin - pengusaha mini market – ini menambahkan bahwa kunjungan bupati ke Eropa juga untuk melihat dari dekat sejauh mana potensi Jember diminati n negara lain.
Selain datang langsung ke negara tujuan ekspor, juga bisa diketahui apa saja yang bisa dipasok dari Jember ke negara itu.
Tak terlepas satu produk saja tapi bisa berbagai komoditi eskpor yang ada bisa dijual. Di Jember punya banyak produk unggulan ekspor.
Diantaranya home industri manik-manik Desa Tutul, Kecamatan Balung, kerajinan sangkar burung Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, dan kerajinan batik rakyat Sumberjambe. kim

Qurban Tumbuhkan Jiwa Sosial


JEMBER - Tepat 10 Djulhijjah hari raya Idul Adha umat muslim dunia yang melaksanakan ibadah haji melakukan wukuf di padang Arafah.
Rukun haji paling utama itu, ada catatan sejarah tersendiri terkait perjalanan spiritual Nabi Ibrahim saat mendapat perintah dari Allah SWT menyembelih putranya Nabi Ismail.
Tapi, karena keikhlasannya Allah menggantinya dengan domba atau gibas. Momentum qurban, umat Islam diharapkan mampu memantapkan rasa saling tepo seliro, saling berempati dan memiliki society soul diantara umat.
Bupati Jember MZA Djalal, mengatakan itu usai sholat Idul Adha 1430 H, 27 Nopember 2009, didampingi pejabat Pemkab Jember di Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember. Usai sholat Bupati menyerahkan hewan qurban berupa 73 ekor kambing dan 2 ekor sapi.
Kabag Humas Pemkab Jember Drs Agoes Slameto, mengatakan bahwa qurban adalah sunnah bagi ummat Islam, untuk dijadikan amal yang memiliki dampak besar bagi para muslim. “Bupati, juga secara tahunan melaksanakan qurban,” ujar Agus.
Tak ketinggalan para siswa, guru, karyawan, dharma wanita, para suami guru dan karyawan SMPN 1 Wuluhan menyembelih hewan qurban berupa kambing sebanyak 13 ekor.
Hewan itu dihimpun dari dana sukarela para siswa kelas 1 - kelas 3, ditambah sumbangan dari para guru, karyawan dan kepala sekolah.
Tahun ini hewan qurban yang disembelih di sekolah untuk latihan berqurban itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, hanya 6 ekor.
Drs Waqifun Kasek SMPN 1 Wuluhan mengatakan rangkaian Idul Adha diakhiri pemotongan hewan qurban sesuai program Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI), di sekolah.
“Ini merupakan pembinaan moral siswa karena dengan iman dan taqwa generasi muda kita akan selamat,” ujarnya. kim


Angka Kelahiran Jember 0,2 Persen

JEMBER- Angka kelahiran dan angka kematian ibu dan bayi, di Kabupaten Jember menurun. Hal itu berhasil ditekan oleh program PKK KB Kes Jember. Menurut data Bepandukcapil, pertumbuhan penduduk mencapai 0,2 %.
Ketua Pembina PKK Ny H. Havid Setyadi melakukan penilaian dan pembinaan kesatuan gerak PKK KB Kesehatan di Desa Sumberjeruk, Kalisat, 25 Nopember 2009.
Hal itu untuk memacu pemahaman masyarakat terhadap kesehatan dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat agar lebih mengerti manfaat kesehatan dan KB.
Istri mantan Kepala DKLH Jember ini mengatakan pertumbuhan penduduk di Jawa Timur terutama di Jember mencapai 0,2 %. Artinya program PKK KB-Kes berhasil menekan angka kelahiran kesehatan dan angka kematian ibu-bayi.
Kata dia angka kematian ibu (AKI) di Jember cukup tinggi, sehingga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya
Ketua Tim Penggerak PKK Kalisat, Ny Yani Sutarman mengatakan dengan pembinaan PKK KB Kes dengan evaluasinya baik segi administrasi dan implementasi 10 program pokok PKK bisa menekan angka kelahiran dan AKI.
Yang perlu diperhatikan, gizi balita, dan penanganan lansia harus ditingkatkan. Ketua Dewan Penyantun PKK Kalisat, Drs Sutarman, mengatakan dengan lomba pevaluasi gerak PKK KB dan pelayanan gratis berupa pemasangan alat kontrasepsi IUD, Susuk, pil KB masyarakat diharapkan benar - benar menikmati.
Kades Sumberjeruk, Drs Totok Sugiarto, menilai PKK pembinaan 10 program pokok PKK harus ditingkatkan untuk peningkatan gizi anak melalui posyandu, bidan desa, dan derajat kesehatan masyarakatnya bisa meningkat. kim

Humas "Ngoyo" Jelaskan ke Publik Soal Bupati ke Eropa


JEMBER - Lawatan Bupati Jember H Ir MZA Djalal Msi bersama enamp Kepala Dinas ke lima negara di Eropa : Jerman, Belanda, Italia, Inggris, dan Perancis memantik protes masyarakat.
Tapi, Bupati MZA Djalal, berusaha menjelaskan soal keberangkatannya itu melalui media udara (radio). Bupati ingin menjelaskan kepada masyarakat agar tidak negatif thingking terkait kunjugannya ke luar Eropa kemarin.
Melalui pemahaman publik yang benar, diharapkan tidak ada kontroversial terjadi di masyarakat.
Bupati Djalal dalam lawatan ke Eropa, melalui stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) diskusi digelar bersama wakil rakyat.
“Rakyat Jember harus bersyukur punya bupati yang berprestasi mengenalkan Jember ke seluruh nusantara dan dunia internasional melalui Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ),” ujar Agus Slameto.
Dampak BBJ selama tiga periode itu bisa dirasakan saat ini karena banyak wisatawan asing dari Eropa datang ke Jember.
Humas Pemkab, Drs Agoes Slameto, MSi saat diundang RRI Jember dalam acara Opini dan Aspirasi (Opsi) mengatakan Bupati ke Eropa dalam rangka tindak lanjut kegiatan sebelumnya.
Jember di awal telah mengundang tamu dari luar negeri. Kini, saatnya bupati bertandang ke negara Eropa membawa misi “menjual Jember” yang kaya akan hasil bumi, keindahan pariwisata, hasil perikanan, potensi pertanian argobis dan keaneka ragaman budaya itu.
Kedatangan Bupati ke Eropa membawa satu komitmen saja merealisasikan niatnya kepada tamu asing yang pernah ke Jember bahwa Bupati ingin mengimplementasikan niatnya membesarkan potensi Jember.
Salah satu potensi adalah aset perkebunan yang ribuan hektar itu lalu, komoditi tembakau kualitas internasional, lalu ada Jember Fashion Carnival (JFC).
Evi Lestari SE MSi, anggota DPRD menilai lawatan Bupati Djalal ke Eropa adalah langkah proposional sesuai aturan Mendagri No 20 Tahun 2005 soal ijin cuti dan UU No 7 tahun 2007 soal perjalanan dinas ke luar negeri.
Kujungan itu diyakini akan berdampak kepada perekonomian Jember lebih baik secara mikro dan makro.
“Itu tugas bupati menjual potensi daerah dan market share atau brand image untuk promosikan Jember ke Eropa dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Tapi Evi berharap, sepulang dari Eropa, bupati mau mempublikasikan oleh-olehnya kepada masyarakat.
Publikasi itu perlu karena masyarakat menunggu bisa diterapkan di Jember. Biar masyarakat tidak bingung dan niat positif Bupati tidak dimaknai negatif oleh rakyatnya.
Evi berharap untuk memudahkan jalinan hubungan bisnis antara pengusaha dari luar negeri perlu ada sarana transportasi udara.
Akses Bandara Notohadinegoro, harus dibuka kembali karena diakui waktu tempuh Surabaya Jember antara 4 - 5 jam menjadi kendala investor selama ini.
Drs Sumpono, anggota DPRD Jember mengatakan apa yang dilakukan oleh bupati ke Eropa sudah benar. Drs Hamid Sudiono, Asisten I Setda Jember mengajak masyrakat berpikir jernih terkait lawatan Bupati ke Eropa. kim


Petani Bapemas Bangun Irigasi Sawah


JEMBER- Upaya Pemkab Jember melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) kian meningkat.
Kini petani binaan Bapemas diarahkan membangun sarana irigasi persawahan teknis di pedesaan. Program itu sifatnya stimulan sejak tahun 2006 dan sudah tersebar di seluruh Kecamatan di Jember.
Tiap tahunnya ada 10 irigasi Desa dibantu dana partisipasi masyarakat, dibantu Bapemas. Per unit sarana irigasi menelan dana Rp 30 juta sisanya dana dipikul masyarakat.
Tahun 2009 ini irigasi telah hampir selesai. Salah satu contohnya di Desa Jambearum, Desa Cumedak (Sumberjambe), Paseban (Kencong), dan Desa Sukorejo (Bangsalsari).
Tombak Pramudiarosa SH MSi Kabid SDM & TTG Bapemas mengatakan bahwa untuk membangun irigasi pedesaan dilakukan verifikasi proposal pengajuan yang ada.
Karena irigasi pedesaan bersifat bantuan murni Pemkab, sesuai nama pemberdayaan masyarakat diperlukan dana partisipasi masyarakat agar pembangunan irigasi bisa terlaksana.
Irigasi oleh Bapemas ini tak berbenturan dengan program Dinas Pengairan karena sifatnya swakelola dibantu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan warga.
“Sejak awal program ini dilaksanakan tahun 2006 - 2010. Ada 40 saluran irigasi persawahan di 40 Desa sudah dibangun Bapemas dari 240 Desa di Kabupaten Jember,” bebernya.
Agar pembangunan bisa merata untuk desa yang sudah pernah tidak bisa mengusulkan lagi. Tahun 2009 ini program irigasi dilaksanakan di delapan kecamatan ; di Kecamatan Sumberjambe yakni Desa Jambearum dan Desa Cumedak.
Tombak berharap irigasi baru itu hendaknya diikuti kepedulian masyarakat merawat sarananya. Kendati pengerjaan sangat singkat tapi konstruksi irigasi tak diragukan.
Anwar warga Desa Wirowongso Ajung merasa terbantu dengan program Bapemas berupa pembangunan sarana irigasi itu. “Kita bisa mengendalikan musim tanam, “ ujar Anwar. kim

Rp 290 Juta Untuk Posyandu


JEMBER – Bupati MZA Djalal, di akhir masa jabatannya lebih focus kepada pembinaan posyandu. Anggaran Posyandu semakin diperbesar. Hal itu untuk lebih menyentuh pelayanan kesehatan masyarakat ibu dan anak.
Diakuinya, Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI) di Jember tinggi. Dengan pelayanan posyandu diharapkan bisa ditekan. Kegiatan posyandu yang bersentuhan langsung kepada masyarakat dapat focus perhatian Bupati. Bukan semata karena akan mencalonkan lagi, tapi sebagai program lanjutan tahun kelima sesuai RPJM.
Di pihak Kecamatan Sumberbaru memacu gairah kader posyandunya, untuk menggaet akseptor KB dengan berbagai cara. Dalam suatu kesempatan kader posyandu berhasil merekrtu 24 orang peserta KB IUD.
“Kita beri rangsangan insentif bagi kader posyandu Rp 25 ribu, kepada masing-masing kader yang berhasil mengajak peserta KB. Dengan begitu ada semangat kader posyandu berlomba menggaet calon peserta KB,” ujar Camat.
Selain itu kinerja kader juga dirangsang dengan bantuan pelayanan Posyandu di empat desa “Desa Karangbayat, Yosorati, Sumberagung dan Desa Rowotengah.
Total bantuan kecamatan ke semua posyandu mencapai Rp 290.800.000. Bentuknya berupa sarana prasarana, dan sarana pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita.
Camat Sumberbaru, Ir Sujono mengatakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat perlu program penyadaran kepada para bayi, terkait proses persalinan.
Dengan begitu dukun bayi bisa bekerja sama dengan bidan yang ada dan dibekali ilmu kebiadanan.
“Di Desa itu ada 2 bidan dan satu dokter,” ujarnya.
Camat, mengatakan keberadaan dukun bayi masih jadi tumpuan masyarakat saat menjalani persalinan. Meski tak sedikit dari mereka pada akhirnya banyak yang meninggal.
“Tapi kasus seperti itu kini sudah mulai jarang,” ujarnya.
Solusi yang ditawarkan, dukun dukun bayi itu diberi kesempatan untuk menjadi pembantu bidan. Sehingga ilmunya bisa ditransfer agar lebih intelektual dan benar. kim

Stok Beras Idul Adha Cukup


JEMBER – Bulog Jember sebagai BUMN memiliki tanggungjawab besar terhadap kebutuhan stok beras dan antisipasi kebutuhan beras menjelang hari besar semisal Idul Adha.
Kantor Sub Dolog Divre XI Jember menjamin stok beras aman dan tercukupi. Wakil Kasubdolog Divre XI Jember Agung Subali Gunawan, STP, mengatakan bulog Jember telah mengantisipasi lonjakan permintaan beras di masyarakat.
Tolok ukurnya saat menjelang Idul Fitri karena permintaan beras di Jember meningkat jauh. Bulog telah siap selama sepekan ini menghadapi hari hari besar Islam semisal Idul Adha.
Sekadar diketahui dengan adanya badai el nino yang melanda kawasan Asia Tenggara, dan wilayah di Indonesia ada yang mengalami keterlambatan tanam.
Untuk Jatim khususnya Jember tidak terkena dampak el Nino, sehingga tidak mengalami keterlambatan masa tanam.
Mengantisipasi itu, dan musim kering berkepanjangan, Bulog sangat optimis ketercukupan stok beras di Jember.
Wakil Kepala Sub Divre Bulog ini menghimbau masyarakat agar tidak panik terkait stok beras di Jember.
Camat Kalisat Drs Sutarman mengatakan stok beras selama Idul Adha masih cukup. Pengadaan pangan beras hasil survey di gudang ternyata masih cukup.
Dia berharap gudang-gudang beras, perusahaan selep agar tetap menjaga stabilitas pasokan beras ke masyarakat sehingga tidak sampai kekurangan. kim

Rabu, 25 November 2009

MEGA DITANGKAP DI SUMEDANG



• Jadi Buronan Nomor Wahid Rakyat Jember

JEMBER – Ega Camalia (44) yang ber kartu identitas (KTP) di Desa Cisalengka, Bandung, Jabar ini akhirnya berhasil ditangkap Tim Resmob Polres Jember yang melacak hingga ke Bandung, Rabu (25/11) kemarin.
Perempuan setengah dewasa asal Jawa Barat ini selama ini kabur dari Jember karena banyak yang ditipu. Dia dilaporkan wali murid yang berhasil direkrut untuk mengikuti program Sister City ke Canada, Senin kemarin.
Hal itu menyusul, pasca hearing di DPRD Komisi D dan ditemui kejelasan bahwa program itu tidak jelas alias fiktif. Bahkan, ada informasi banyak kasus penipuan dilakukan perempuan ini dan menimpa beberapa event organizer (EO) di Jember, termasuk EO dari golongan wartawan.
Kasatreskrim Polres Jember AKP Leonard Sinambela, SH mengatakan bahwa Ega alias Mega ditangkap di Sumedang. Tanpa perlawanan, karena perempuan Ega langsung diserahkan keluarganya setelah didatangi petugas.
Petugas dengan cepat mendapat informasi keberadaan Mega alias Ega itu dari beberapa korban yang sempat menghubungi dan melakukan kontak dengannya. Dari 72 korban ada yang telah membayar penuh dan tidak penuh.
Tapi, dari sekian laporan itu intinya baru satu kasus terkait program sister city. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Ega. Sejauh mana kejelasan program itu. Apakah fiktif dan masih ada kelanjutannya.
“Kita masih belum mengetahui alibinya. Dia juga masih diperiksa intensif. Kita di Sumedang tidak melakukan pemeriksaan verbal, tapi hanya meminta ditunjukkan beberapa barang bukti yang ada,” ujar Kasat.
Sinambela, mengatakan belum menyita sama sekali barang bukti dari Ega. Sejumlah wartawan khawatir polisi tidak bisa menemukan keterlibatan Ega, dan bukti materil. Sebab, surat surat yang diduga rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Jember itu tanpa ada tandatangan Ega, tapi cukup sakti digunakan Ega mendesak wali murid dan Kasek untuk mengikuti program sister city itu.
“Tidak lah, kita masih akan cari tahu itu. Kita telah melakukan pemeriksaan, dia sudah kita tetapkan jadi tersangka. Artinya polisi menetapkan tersangka itu sudah ada dasar kuat sesuai Undang undang, karena ada bukti yang cukup,” tegas Leonard.
Dalam kasus itu, korban penipuan diduga Bupati, Kadiknas Pendidikan, guru, anggota DPRD, wartawan cetak, dan wartawan Televisi. Bahkan, seorang Dandim 0824 Jember juga tertipu. Tak ketinggalan model, foto model, dan beberapa karyawan Erje Enterprise merasa ditipu.
Dalam kasus itu, Mega, dengan cerdik membuka peluang kesempatan membuat lembaga Think Abroad, yang mengaku ditunjuk Pemerintah Canada mengadakan pertukaran pelajar atau program Sister City.
Dengan modal pendekatan kepada Kepala Dinas Pendidikan rekomendasi dan surat kerjasama dengan Think Abroad Ega Camalia, atau yang dikenal dengan Erje Enterprise ini mengadakan program itu. Karuan saja, tandatangan itu saksi dan berhasil terkumpul dana begitu cepat, dan besar.
Dulunya, Erje Enterprise adalah bagian dari Jawa Pos Group Radar Jember. Tapi, setelah kena kasus, Radar ditinggal dan sering kena tipu. Tapi sialnya, ErJe enterprise telah dipatenkan Ega. Perempuan yang kost di Perum Gunung Batu Blok C 20, ini cukup cerdik.
Rumahnya sudah ditinggal terlebih dahulu, anaknya yang masih SD juga sudah dipindah ke luar kota sebelum kabur. Mega alias Ega Camalia, ini memiliki keahlian bahasa inggris lebih dan public relation yang bagus.
Hingga beberapa kali Kadiknas Ahmad Sudiono kepincut. Iklan ucapan menyanjung dari Kadiknas Ahmad Sudiono, kepada Erje Enterprise Ega Camalia ini tak sedikit tayang di JTV.
Dia juga mahir bahasa Inggris. Sehingga bahasa dan lobi meyakinkan dipadu dengan surat sakti yang didapat dari Kepala Dinas Pendidikan, maka kalangan wali murid dan guru banyak yang tertipu. Sejumlah Kasek tak bisa menolak Erje Entreprise dan Think Abroad ini mengacak acak sekolah mereka.
Kasat Reskrim Sinambela, menegaskan pihaknya belum memiliki kesaksian dan alibi tersangka. Baru setelah diperiksa maka petugas akan segera menetapkan apakah dia ditahan atau tidak. “Kalau sudah kita dapatkan keterangannya, dan tersangka ini bagaimana alibi dan barang buktinya, kita bisa tentukan ditahan atau tidak,” tegas Sinambela.kim


4 JEMBATAN MANGKRAK, 30 PROYEK JALAN MACET


JEMBER – Anggota Komisi C yang datang ke lokasi pembangunan proyek rehab Jembatan di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, yang dikerjakan CV Indah Jaya dan sempat disorot LSM karena melebihi batas waktu akhir pengerjaan – terlihat “marah – marah”.
Melalui Ketua Komisi C, M Asir, Sip, anggota DPRD terutama Komisi C bidang pembangunan mendesak agar proyek itu segera diselesaikan. DPRD tidak mau tahu penyebabnya apa. Bahkan mendeadline proyek itu lima hari lagi harus selesai.
Asir menilai kendala rekanan dan pimpro akan disendirikan dalam pertemuan tersendiri. Komisi C akan memanggil rekanan, dan Dinas PU Bina Marga untuk membicarakan kendala di lapangan soal pembangunan di Jember.
Sebab, menurut M Asir, dari hasil laporan : tidak hanya rehab Jembatan di Desa Sumberkalong saja yang akan dipersoalkan DPRD. Tapi, juga proyek jembatan di Kalisat, dan di Kecamatan lain semisal Panti, dan Umbulsari.
Ditemui Rahman Anda, dan Senan, Komisi C kata Asir, mendapat penjelasan bahwa untuk proyek di Desa Sumberkalong Kalisat, itu karena terkendala besi tidak ada di pasaran. Desain jembatan dengan tipe besi yang disyaratkan tidak ada di pasaran. Sehingga CV Indah Jaya harus pontang panting mencari.
“Pengerjaannya juga hanya bisa dilakukan malam hari Pak, siang harinya akan menganggu aktifitas ekonomi masyarakat setempat,” ujar Rahman Anda, menyergah kepada Asir.
Data yang didapat Komisi C, proyek Jembatan yang mangkrak dan butuh dilakukan penyelesaian cepat adalah dua buah proyek di Kalisat, satu proyek Jembatan di Kecamatan Panti, dan di Kecamatan Umbulsari, satu proyek.
Yang mencengangkan ada sekitar 30 jenis pekerjaan proyek pengaspalan jalan hotmix dan peningkatan jalan di beberapa Kecamatan di Jember yang melebihi batas waktu pengerjaan. Komisi C baru akan melakukan sidak ke sejumlah lokasi itu, selanjutnya. Salah satu contoh proek molor adalah peningkatan jalan hotmix di Desa Dukuh Mencek Sukorambi – ke Rambipuji oleh CV Gunung Klabat, sepanjang 3.500 m. Proyek itu hari Rabu, 25 Nopember 2009 baru bisa diselesaikan.
Untuk melihat kendala apa rekanan dan Dinas, dari daftar proyek yang molor Komisi C meminta digelar hearing dan menghadirkan pihak terkait terutama rekanan. “Kita akan minta alasan para rekanan ini. Dan terutama Dinas PU Bina Marga Pemkab Jember, kita akan panggil semua. Kita akan bicarakan semua apa kendalanya, selama ini,” ujar Asir.
Komisi C, yang terlihat “marah” itu meminta Dinas PU lebih tegas kepada rekanan dalam hal profesionalisme agar rekanan yang “meler” disanksi tidak diberi pekerjaan tahun 2010. Dan jika masih ada tanggungan 20 % yang akan dicairkan Dinas, maka diharapkan untuk ditunda pencairannya sebagai hukuman, kalau memungkinkan harus distop pencairannya. kim


DIDEADLINE 5 HARI OLEH KOMISI C


• Material Besi Hilang di Pasaran

JEMBER – Proyek rehab jembatan di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, senilai Rp 249.863.000 yang dituding melebihi batas waktu pengerjaan mau tak mau dikebut. Bahkan, Komisi C DPRD Jember, terpaksa turun ke lokasi melihat langsung proyek pasca diberitakan koran ini. CV Indah Jaya dideadline 5 hari sejak kemarin untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sebelumnya, proyek ini disorot LSM Pasti karena melebihi batas akhir pengerjaan yang harus berakhir 15 Oktober 2009. Proyek ini dimulai tanggal 18 Juni 2009. Rekanan CV Indah Jaya saat itu dicurigai kabur alias mangkir.
Tapi, Direktur CV Indah Jaya, Robitatius, yang berhasil ditemui menolak disebut melarikan diri. Dia mengaku selalu ada di Jember. Lalu kenapa melebihi batas pengerjaan ?. Robitatius, membeberkan kendala yang dihadapi.
Kata dia material besi yang disyaratkan pimpro sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) tidak ada di pasaran. Jenis dan tipe besi itu model lama, dan tidak diproduksi lagi. Pimpro dalam mendesain dan material besi tidak memperhitungkan kondisi pasar.
Sedangkan stock besi yang sesuai spec (Spesifikasi Teknis,Red) sulit didapat. Itu diketahui saat dia memulai pekerjaan. Sehingga waktunya habis untuk menunggu besi pesanan. Itupun didapat dari luar kota. Spec besi yang diinginkan adalah jenis IMP – dan WF.
Besi baja rangka jembatan yang didesain pimpro di Dinas PU tidak memperhitungkan produksi di pasaran. “Tipe besi yang harus disediakan itu tipe IMP dan WF tidak diproduksi lagi. Sedang tipe besi model canal C yang disyaratkan hanya stok lama,” ujar Robitatius.
Dia mengerti LSM tidak paham itu. Tapi, dia menginginkan masalah ini disampaikan kepada public karena rekanan hanya sebagai pelaksana, bukan penentu desain. “Kalau kita mengikuti bahan semisal kuda kuda bawah memakai diafragma yang lama kita harus pesan dulu,” tegasnya.
Jika dia mengganti spec besi itu dikhawatirkan akan menyalahi aturan dan kualitasnya tak sesuai. Sebab, besi besi yang diproduksi baru saat ini lebih kecil ukurannya.
Karena kendala ini, dia sudah menyampaikan ke Pimpro dan Kabid Jalan Jembatan di Dinas PU Pemkab Jember. Hal itu akhirnya dilakukan perpanjangan masa pengerjaan hingga 1 Desember 2009. “Ada berita acaranya kok mas. Dan tidak ada kata kabur atau melarikan diri. Itu hanya persoalan besi tidak sesuai desain aja yang ada di pasaran,” tegasnya.
Untuk pengerjaan proyek ini, dia akan menambah pekerjaan secara sukarela dengan pengaspalannya. Sehingga saat jembatan siap digunakan sudah ada aspalnya.
Rabu (25/11) pagi anggota Komisi C Yudi Hartono, Karimullah, Indah Wahyuni, Ayub Junaidi, yang dipimpin M Asir, Sip, Ketua Komisi mendatangi lokasi proyek. Di sana anggota dewan ini ditemui Rahman Anda, pimpro dari PU.
Dijelaskan oleh Rahman, bahwa rekanan CV Indah Jaya telah dideadline 5 hari untuk penyelesaian. Dia mengaku ada kelangkaan besi sehingga proyek tertunda. Sementara pengerjaannya dipilih waktu malam hari. Sebab, kalau siang hari mengganggu warga yang beraktifitas ke pasar.
Di tempat itu, M Asir, Ketua Komisi C berharap proyek itu segera diselesaikan. Sebab, jika tidak akan menjadi condite (penilaian, Red) negative kepada rekanan. Pihak nya akan mendesak kepada Dinas PU untuk memblacklist dan member sanksi kepada rekanan yang “meler” dalam pengerjaan proyek di Jember. “Kita minta kalau ada yang belum selesai, selain kena denda dan sanksi, juga kami minta pencairan termin 20 % nya ditunda saja, dan tahun 2010 tidak diberi proyek lagi,” tegas M Asir. kim


Selasa, 24 November 2009

Pengadopsi Akui Pesan Bayi ke RSUD

JEMBER - Sidang lanjutan terkait kasus dugaan tindak pidana jual beli bayi atau adopsi illegal (human trafficking) di Pengadilan Negeri Jember Senin (23/11) menghadirkan saksi pasutri Mohamad Saifullah, S.Pd (43) dan Tutik Asih (27) – pengadopsi yang membawa pulang bayi Siti Fatimah.
Sesuai laporan Siti Fatimah , - orang tua bayi Mochammad Adhar Gempar – anaknya dijadikan obyek jual beli bayi oleh tiga bidan yakni bagian Perinatologi, dan staf ruangan Nifas RSUD dr Soebandi, kepada pasutri M Saifullah – Tutik Asih – guru SD di Pontang Ambulu.
Pasutri ini di depan Majelis Hakim, mengaku telah menikah selama sebelas tahun tapi hingga kini belum dikaruniai seorangpun anak.
Untuk mendapat momongan itu kedua pasangan ini sudah melakukan berbagai cara. Dia sempat bertemu dengan Ritasari, petugas RSUD dr Soebandi yang kebetulan tetangganya di RT 001 RW 010 Krajan Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.
Dia pun mendapat tawaran itu akhirnya datang ke RSUD. Anak yang sudah diambilnya itu dia beli dengan cara menebus biaya pengobatan di RSUD dari ketiga bidan itu. Dan bahkan sudah diberi nama dengan nama Arjuwan Hildan Dirgantara.
Yang terungkap di persidangan, proses jual beli oleh ketiga petugas Ruang Perinatologi RSUD dr. Soebandi itu, tidak melalui prosedur semestinya. Dia mengaku pesan bayi itu sebulan sebelum transaksi sesungguhnya atau kira kira bulan Nopember 2008.
Saat itu suster Ritasari memberitahu jika butuh adopsi bayi bisa lewat RSUD dr Soebandi. Sebulan menunggu, pasutri Saifullah-Tutik Asih mengadakan selamatan kecil-kecilan begitu mendengar bayi yang diharapkan sudah ada di RSUD dr Soebandi Jember.
Dia senang karena bayi yang dikabarkan diadopsi itu sehat, badannya gemuk dan cakep. Dengan hati penuh harap, pasangan dari Ambulu ini lantas datang ke RSUD pada 12 Januari 2009.
Dia memastikan kebenaran informasi dari telepon itu. Tapi karena bayi M Adhar belum bisa dibawa pulang saat itu, dia harus melengkapi berbagai persyaratan, baik yang berkas surat-surat seperti KK, KTP, dan foto calon pengadopsi, termasuk surat nikah dan kartu pegawainya sebagai lampiran dari formulir yang didapat dari Dinas Sosial Pemkab Jember. “Katanya berkas itu akan dikirimkan ke Dinas Sosial Propinsi Jatim,” ujarnya.
Saifullah-Tutik Asih mengaku menebus uang Rp 8 juta – sebagai uang pengganti biaya operasi seksio sebesar Rp 5 juta, uang perawatan anak di perinatologi Rp 2.650.000 dan uang santunan kepada ibu anak (Siti Fatimah) Rp 350 ribu.
Tapi pembayaran itu dilakukan saat pengambilan bayi, dan tidak melalui loket. Hanya melalui petugas ruang Perinatologi Riningsih dan Sri Rahayu.
Sayangnya, saran dari petugas Dinsos : bernama Hasan dan Is, belum sempat dikirim ke Dinas Sosial Jatim. Tapi, pihak Perinatologi RSUD dr Soebandi telah menelpon Saifullah-Tutik Asih agar segera mengambil bayi itu. Kedua pasutri ini tanggal 13 Januari 2009 meluncur ke RSUD untuk mengambil bayi M Adhar.
“Usai dibawa pulang, terkejut karena didatangi anggota DPRD dan LSM Gempar. Dan meminta bayinya dikembalikan,” ujar Syaifullah. kim



Upah Tak Sesuai UMK, PDP Didemo

JEMBER – Ironis. Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) milik Pemkab Jember malah tidak menggaji buruhnya sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan Pemerintah.
Akibatnya, ratusan buruh “ngluruk” kantor Direksi PDP di Jl Gajah Mada Senin (23/11) kemarin.
Mereka menuding PDP sudah menyimpang dan perlu diaudit. Kasus PDP memberi anggaran sewa pesawat bagi operasional Bandara Notohadinegoro Jember bisa tapi membayar buruhnya melanggar UMK.
Koordinator buruh PDP yang tergabung dalam Serikat Buruh untuk Kemakmuran (Serbuk), Sutrisno, mengatakan sudah bertahun-tahun PDP tak menjalankan amanat sesuai peraturan tentang UMK.
"Demo seperti ini sudah tak terhitung. Tuntutan kami hanya minta agar ratusan buruh di Sumber Wadung Kecamatan Silo dibayar sesuai UMK," tegasnya.
Dari data bayaran buruh di sana, ada buruh lepas, buruh borongan dan buruh tetap. Tapi ratusan buruh penyadap karet yang bekerja lebih dari 8 jam sehari hanya dibayar paling tinggi Rp 650 ribu per bulan.
Sempat terjadi ketegangan antara buruh dengan polisi yang berjaga dalam unjuk rasa itu. Buruh membawa sekatong plastik berisi hasil sadapan karet. Rencananya, akan dilemparkan ke Kantor PDP.
Tapi petugas meminta kantung plastik berisi cairan karet itu disimpan saja.
“Kita hanya ingin bertemu Direksi PDP, gaji dia sepuluh juta. Kita juga ingin ada kesejahteraan bayaran sesuai UMK," teriak Sauri.
Massa ngotot membawa kantung plastik berisi getah karet ke dalam, tapi polisi marah dan nyaris memukuli para buruh.
Ditambah secara tak sengaja plastik karet itu pecah mengenai seorang polisi. Amarah demonstran hampir membuat polisi membubarkan mereka.
Situasi mereda, dan massa ditemui jajaran Direksi. Serbuk tetap mendesak agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember menindak tegas perusahaan milik negara ini.
Soal penetapan jasa produksi sebesar sepuluh persen tiap tahun malah tidak ada pemerataan. PDP hanya memberi jasa produksi kepada buruh tetap saja.
"Mestinya ada kesepakatan jasa produksi sejak tahun 1969, maka buruh lepas, buruh harian, buruh bulanan dan buruh borongan dapat jasa produksi Rp 1,29 juta per orang," tegasnya.
Direktur Bidang Teknis Produksi PDP Jember, Sudarisman SS, - mantan anggota KPUD Jember ini – menemui. Dia mengatakan akan membahas tuntutan buruh dengan direksi lain.
Tapi saat didesak membuat komitmen tuntutan buruh agar digaji sesuai UMK, dia malah menghindar. “Saya tidak bisa jawab. Kami masih akan menunggu keputusan hasil rapat nanti,” ujarnya. kim

Nelayan Watu Ulo, Dapat PNPM Mandiri


JEMBER - Nelayan di kawasan Jember Selatan tepatnya di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu di tahun 2009 ini bisa bernafas lega.
Pasalnya mereka akan mendapat alokasi dana hibah dari Pemerintah Pusat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Kelautan dan Perikanan PNPM-KP 2009.
Program ini adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang baru atau kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar pesisir yang memiliki kegiatan usaha perikanan.
Melalui pola PNPM, tingkat derajat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan akan lebih terangkat. Bidang yang akan digarap adalah rehabilitasi ekosistem kelautan dan penanaman pohon mangrove, perbaikan alat tangkap, peningkatan budidaya udang lobster dan ikan kerapu.
Termasuk aktifitas ibu-ibu nelayan bidang pengembangan usaha seperti rengginang ikan dan krupuk ikan.
PNPM Mandiri–KP 2009 akan digrojok anggaran sebesar Rp 513 juta kepada 27 kelompak nelayan yang punya usaha kelautan dan perikanan. Tiap kelompok akan menerima Rp 17 juta - Rp 20 juta.
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Ir Dahlar Msi saat membuka loka karya PNPM Mandiri–KP di Aula Papuma Watu Ulo mengatakan, alokasi dana PNPM Mandiri KP untuk Jember telah melalui kajian teknis bersama konsultan dan jatuh kepada masyarakat nelayan Watu Ulo.
Dipilihnya nelayan Watu Ulo ini perlu ada peningkatan dan back up anggaran PNPM Mandiri–KP karena wisata pantai Watu Ulo memiliki cirri khas tempat wisata.
“Kondisi ini perlu digarap terpadu bersama pendamping,” ujarnya.
Kondisi eksistem pesisir Watu Ulo telah mengalami degradasi fungsi dan manfaat dan perlu perbaikan dini semisal terumbu karang, pemulihan sistem hutan bakau, areal muara sungai dan meminimalisir penggunaan potasium sianida.
Kabid Perikanan dan Kelautan Ir Mahfud, Msi, semangat dari PNPM Mandiri-KP adalah untuk menumbuh-kembangkan tingkat ekonomi nelayan. Saat musim paceklik ada alternatif mencari pendapatan.
Karena itu empat konsultan yang ditunjuk akan bekerja di sana. Guna mengevaluasi dan mengkonsolidasi program agar tepat dan cermat.
“Jangan sampai program ini disalahgunakan oleh penerima,” ujarnya. kim



Arum : Bupati ke LN, Harus Dilihat Positif


JEMBER - Kepergian Bupati Jember MZA Djalal, ke sejumlah negara di Eropa, bersama beberapa pejabat cukup mendapat perhatian dari kalangan pengusaha.
Mereka menilai, kepergian Bupati Djalal, diyakini sebagia hal positif untuk menggaet para pemilik modal di Eropa agar berinvestasi ke Jember.
Hal itu adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin daerah. Sebab dengan cara itu, minimal dunia luar memiliki gambaran terkait potensi Jember.
“Itu kewajiban bagi seorang bupati Kepala Daerah untuk memberdayakan masyarakat. Karena itu kepergian Bupati ke Eropa untuk menggaet investor, dan harus dilihat dengan kacamata positif,” ujar HM Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).
Arum menilai, upaya Bupati ke sejumlah negara di Eropa tidak berbeda dengan study banding. Sehingga apa yang dilihat di Eropa, akan jadi gambaran, bagaimana pola pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan.
Apakah pola pemberdayaan di Eropa bisa dijalankan di Jember atau tidak. Kalau tidak bisa diterapkan di Jember, ada pola pemberdayaan masyarakat di Eropa yang akan sesuai dengan kondisi masyarakat Jember.
“Ini upaya bagus. Artinya Bupati mau jemput bola. Kalau tidak mau jemput bola, kapan investor mau datang ke Jember. Karena itu saya sangat setuju dengan upaya ini,” tegasnya.
Hanya terkait upayanya menarik investor Pemkab harus menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan. Paling tidak kebutuhan pengusaha, agar mereka mau datang ke Jember semisal ketersediaan sarana transportasi yang memadai.
Keberadaan Lapangan Terbang (Lapter) Notohadinegoro, yang sampai saat ini belum beroperasi, harus segera dioperasikan.
Karena bandara itu sangat vital, untuk memudahkan gerak laju ekonomi dunia. Jika ingin investor menanamkan modalnya ke Jember, terlebih dahulu harus ada fasilitas bandara.
“Transportasinya harus memadai dulu. Teman-teman saya aja bingung saat akan ke Jember. Mereka tanya, nanti saya akan tidur di mana,” tegasnya.
Ketersediaan bandara sangat mutlak karena jika tidak, maka jangan harap akan ada investor datang.
“Kalau APBD tidak cukup, minta support APBN. Buatlah bandara sesuai standar nasional,” tegasnya.
Arum yakin, jika bandara Notohadinegoro operasi maka akan terjadi pertumbuhan penginapan di Kota Jember. Setidaknya hotel bintang tiga, akan banyak bermunculan di Kota Seribu Pesantren ini. kim


Kontraktor Kabur, Pekerjaan Ditinggal

JEMBER – Diduga karena besi dinyatakan tak sesuai teknis, tapi terlanjur dibeli CV Indah Jaya terancam terkena kasus hukum.
Sialnya lagi, CV Indah Jaya penggarap proyek jembatan senilai Rp 249.863.000 di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, ini tak ditemukan rimbanya.
Ada informasi CV Indah Jaya, direkturnya bernama M Robith, tinggal di Kelurahan Talangsari, Kecamatan Kaliwates. Tapi, saat dicari ke tempat kediamannya tidak ada yang kenal.
Sementara itu, ada informasi yang bersangkutan dikenal sebagai orang dekat Partai Politik besar di Jember. Bahkan, ada keinginan dari keluarga untuk menyelesaikan ke Dinas PU Pemkab Jember.
Tudingan miring datang dari berbagai LSM, karena dinilai rekanan ini tak mau tanggungjawab. Terbukti kabur tak jelas rimbanya. Ada informasi ke Jakarta. Ada informasi masih di Kabupaten Jember.
Hingga sepekan ini, Bos CV Indah Jaya ini tak berhasil dikonfirmasi. Sementara itu saat dicek di lapangan kondisi proyek mendesak dibangun dan memprihatinkan. Besi besi balas, masih dibiarkan mangkrak.
Ada beberapa pekerjaan yang telah dimulai. Sementara di sisi kiri dan kanan bahu Jembatan masih dibiarkan menganga. Sedangkan batas waktu pengerjaannya adalah dimulai tanggal 18 Juni 2009, berakhir hingga 15 Oktober 2009.
“Kami cek ke lapangan tidak ada aktifitas. Itu jelas menyalahi kontrak. Masa sudah lewat waktu belum dikerjakan sama sekali,” ujar Sazali, dari LSM Pasti Jember.
Sementara itu, Kabid Jembatan dan Jalan Dinas PU Pemkab Jember, Ir Masud, saat dikonfirmasi sedang berangkat haji ke tanah suci. Di sisi lain, Kepala Dinas PU Pemkab Jember, Ir Juwarto, menemani Bupati MZA Djalal, ke Jerman keliling lima negara. kim

Suara Parpol Islam, 2009 Turun Drastis

JEMBER – Ada masa devaluasi partai politik Islam, secara radikal. Data Pemilu 1955 perolehan partai Islam mencapai 43,9 %, tapi sepanjang sejarah Pemilu di RI ini, perolehan partai Islam tidak pernah melampuai perolehan suara pemilu Pertama di Indonesia.
Ada grafik turun naik, tapi partai Islam mengalami penurunan drastis dan dramatis. Hasil Pemilu 2009, mengkonfirmasikan mencairnya massa konstituen partai Islam dari Pemilu ke pemilu.
Secara kumulatif, perolehan partai Islam hanya 29,5 %. Padahal, berdasarkan data demogratis, penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta , 88 % nya adalah beragama Islam.
Data yang ada, tahun 1955 perolehan 43,9 %, data tahun 1971 turun menjadi 27,10 %, data tahun 1977 meningkat menjadi 29,20 %, data Pemilu tahun 1982 turun lagi menjadi 27,7 %, dan tahun 1987 perolehan partai Islam turun drastis yakni 15,90%. Tahun 1992 naik dua persen menjadi 17 %, dan tahun 1997 naik menjadi 21 %, tahun selanjutnya pasca Reformasi perolehan partai Islam meningkat menjadi 37,50 %, dan tahun 2004 menjadi 41,90 %. Tahun 2009, anehnya lagi turun menjadi 29,50 %.
Demikian disampaikan oleh Abdul Munir Muklhan, pengarang buku “Politik Santri Cara Menang Merebut Hati Rakyat” terbitan Impulse dan Kanisius Jogjakarta 2009 yang dibedah oleh mantan Anggota KPUD Jember M Eksan, S.Ag yang juga Dosen STAIN Jember, Minggu (22/11) di Aula Yabina Jl Mastrip Jember.
Diakuinya, bahwa senyatanya politik santri gagal dalam banyak hal. Baik dalam melakukan reideologisasi dan repolitisasi politik santri, kapitalisasi politik umat, konsolidasi agenda keumatan dan kebangsaan hingga mempertahankan basis massa Islam.
“Itu fenomea politik paradoksal. Satu sisi, ada partai Islam yang mengalami peningkatan suaranya. Di sisi lain, ada partai Islam mengalami penurunan,” ujar M Eksan, yang menjadi panelis pembedah buku hasil kerja sama Fiqhul Haraqah, kelompok kajian pemuda Islam di Jember.
Menurut catatan M Eksan, tahun 2010 Indonesia akan menghadapi beberapa Pilkada di 244 daerah otonom. Momentum ini tentu batu uji bagi politik santri dalam mempertahankan atau merebut kekuasaan.
Data Depdagri, di Indonesia tercatat 524 daerah otonom. Masing masing 33 Propinsi, 298 Kabupaten dan 92 Kota yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.
“Keberadaan otonom itu adalah peluang dan kesempatanuntuk meraih cita cita politik santri dalam menentukan arah perjalanan kehidupan bangsa ke depan,” ujar Eksan.
Tapi, peluang dan kesempatan itu akan sia sia bila kaum santri tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan koreksi total terhadap dinamika politik nasional yang semakin permisif dan pragmatis. “Kaum santri sudah semestinya melakukan reorientasi politik, konsolidasi ideologis dan sosial, regulasi syariah islam dalam peraturan perundang undangan, santri harus sadar, atau terpaksa. Jika nasionalisasi Islam akan membuahkan kapitalisasi Islam,” segah Abdul Munir Mulkan, menyergah dalam bedah bukunya. kim

Senin, 23 November 2009

Penadah Tambang Emas Liar Dijaring

• Seorang Oknum Polisi Jadi Becking ?

BANYUWANGI - Puluhan penambang emas liar di Pegunungan Tumpang Pitu. Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi terjaring operasi aparat Polres Banyuwangi.
Mereka bukan pelaku asli, tapi mereka adalah para penadah dan pengolah material emas hasil penambangan liar.
Sebagian besar dari mereka adalah bos atau pemilik mesin pengolah dan pemisah material emas. Dari tangan tersangka diamankan puluhan karung berisi bahan material emas pasiran dan batu.
Bahkan polisi juga menyita beberapa peralatan pendulang tradisional hingga semi modern dengan menggunakan mesin pompa. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa buah tabung sebagai alat pemisah emas atau gelondong.
Gelondong ini disita dari dari rumah Karno. Terdapat pula cairan kimia yang diduga air raksa untuk pemisah emas.
Dari sebelas orang itu ada seorang perempuan bernama Satiyem (35) warga Wringinsari, Kecamatan Pesanggaran. Dia ditangkap bersama dua anggota keluarganya.Tapi saat hendak dikeler dia menolak terlibat. “Saat itu saya sedang masak di dapur,” kata Satiyem.
Tapi perempuan tetap dikeler.“Beberapa waktu lalu saya memang mengolah tapi sudah tak pernah lagi,” ujarnya.
Hasil operasi itu aparat kepolisian belum memberi keterangan resmi. Sumber di Kepolisian mengatakan operasi dimulai pukul 09.00 WIB. Petugas terdiri dari 6 tim dengan sasaran berbeda.
Sasaran utamanya di lokasi penambangan liar semisal di Kecamatan Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran.
Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP I Ketut Redana saat dihubungi via telepon menolak berkomentar terkait operasi ini.
Dia menyarankan wartawan konfirmasi ke Kabag Ops Polres Banyuwangi AKP Kholilurohman.
“Konfirmasi ke Kabag Ops saja karena beliau yang mimpin,” kata Ketut.
Sementara itu, Kabag Ops AKP Kholilurrohman mengaku masih berada di lokasi operasi. Dia juga menolak berkomentar. “Langsung ke Kapolres saja,” tegasnya.
Beberapa wartawan berusaha menemui Kapolres Banyuwangi AKBP Slamet Hadi Supraptoyo tapi sayang, orang nomor satu di Polres ini tak kunjung menemui wartawan.
Informasi diluar, operasi ini sempat mengamankan seorang anggota Polisi berada di balik penambangan liar sebagai becking. win


Gak Puas BBJ, Bupati ke Eropa

JEMBER - Menyusul polemic dan kritik pedas masyarakat terkait kepergian bupati Jember ke lima negara di Eropa, membuat pihak Pemkab Jember gerah.
Bupati Jember, dituding menghambur hamburkan uang, dan berangkat ke luar negeri tanpa tujuan yang jelas. Bahkan dituding para LSM tidak ada kaitan mengajak enam kepala dinas ke Eropa selain hanya untuk plesiran.
Kabag Humas Pemkab Jember, Drs Agoes Slametto, mengatakan bahwa bupati Jember tidak puas dengan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang telah berhasil meraih dampak besar di tingkat perekonomian masyarakat dan wisata itu.
“Maka dari itu, beliau berangkat ke luar negeri secara langsung untuk lebih mempercepat wujud kerjasama dengan dunia di Eropa. Karena di sana lebih dikenal tahan krisis,” ujar Agus Slameto.
Menurutnya kegiatan yang menyedot perhatian dunia di Jember adalah BBJ. Meski BBJ Tahun 2009 telah dilalui, tapi ghirah masih terasa.
Upaya dan terobosan menindaklanjuti upaya sosialisasi mengenalkan potensi Kabupaten Jember masih terus dilakukan. Bupati MZA Djalal, berusaha menjual kekayaan Kabupaten Jember kepada pemilik modal di Eropa. Ketika dipersoalkan terkait ijin keberangkatannya ke Eropa dari Depdagri. Kata Agus tidak ada masalah.
“Ijin Pak Bupati sudah turun dari Depdagri,” ujar Agus, menirukan pernyataan dari Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf.
Ada lima negara tujuan Bupati Jember ke Eropa itu, diantaranya Jerman, Italia, Belanda, Inggris dan Prancis. Salah satu yang penting dicatat kata Agus, adalah bahwa keberangkatan ke Eropa dalam rangka membuka pasar baru bagi komoditi unggulan Kabupaten Jember diantaranya tembakau.
“Selain buyers, juga harus ada pengembangan ke arah industry,” ujar Agus.
Sektor kepariwisataan, bidang perikanan dan peternakan dan perkebunan kopi rakyat hingga pertambangan dan hasil kerajinan masyarakat dari Jember : batik Sumberjambe dan sebagainya masih perlu dikenalkan ke Eropa.
Sebab di sisi lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Jember sempat membikin pagelaran pameran di Jogyakarta, Bali, Jakarta melalui info BBJ dan info lima puluh kedutaan di Indonesia. kim


Komisi A : “Bupati sambut investor”

JEMBER - Polemik keberangkatan bupati Jember ke lima negara di eropa mendapat tanggapan positif dari jajaran anggota DPRD Komisi A.
Kendati sebelumnya, mendapat protes dari sekian banyak LSM terkait dugaan menghambur hamburkan uang. Karena, bupati Jember berangkat ke lima negara itu bersama pejabat yang tak ada kompetensinya dengan pembangunan di Jember.
Salah satu anggota DPRD Jember dari Komisi A, Evie Lestari, mengatakan bahwa masyarakat harus diajak berpikir positif menyikapi perjalanan bupati Jember ke lima negara di Eropa tersebut.
Dia meyakini ada misi khusus yang dibawa ke Eropa sehingga bupati Jember mengajak beberapa Kepala Dinas. Sejauh yang dia ketahui, bupati Jember berangkat ke lima negara itu untuk memperkenalkan potensi dan kemajuan Kabupaten Jember baik di bidang perkebunan, pariwisata, pertanian agribis, perikanan kelautan, industri pengolahan pangan, budaya serta potensi-potensi lain yang digemari masyarakat Eropa.
“Saya kira ada juga manfaatnya. Mungkin bupati bias menggambarkan dan “jualan” tentang Jember ke Eropa,” ujarnya.
Yang terpenting ke depan, bagaimana seorang bupati bisa menjelaskan kepada masyarakat apa hasil yang didapat dari kunjungan ke luar negeri tersebut. Sebab, masyarakat diakui tidak tahu persoalan pemerintahan dan manajemen serta atmosfir perekonomian hingga iklim investasi di Jember ke depan.
“Sekarang ini perdagangan sudah mengalami globalisasi. Hanya di negara- negara Eropa yang mampu survive dan terus tumbuh cepat. Itulah yang mungkin akan dibidik sekaligus langkah jemput bola agar Jember bisa mendapat potret jelas kerjasama yang akan dibangun, termasuk potret sesungguhnya Jember di dunia Eropa,” ujar Evie Lestari dari PAN.
Anggota DPRD dari Partai Gerindra Sumpono S.Sos, malah mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember, ibaratkan perusahaan, sehingga diperlukan marketing yang handal untuk bisa menjual produknya.
“Tanpa marketing yang handal perusahaan tidak akan berjalan guna menghidupi dan membiayai seluruh karyawan dan operasional yang dibutuhkan. Nah karyawan di sini ibaratnya masyarakat Jember,” tegasnya.
Jika yang jualan itu langsung bupatinya, tentu sangat berbeda jika menyuruh orang lain.”Saya mendukung keberangkatan bupati untuk memasarkan Jember ke Eropa,” tegas Sumpono.
Menurutnya, sikap positif masyarakat perlu dibangun seiring dengan keinginan bupati yang berusaha untuk memperkenalkan Jember secara tinggi pihak luar.
Sebelumnya, beberapa anggota LSM Elpamas, Fiqhul Haraqah, LKR, dan Media Centre mengkritik kepergian Bupati Jember ke Eropa. Sedikitnya ada enam Kepala Dinas yang diajak (dinas pendidikan, dinas PU, dinas pengairan, dinas perdagangan, dinas perhubungan dan dinas pendapatan).
Selain itu ikut pula rombongan, kabag umum, kabag perlengkapan, adiknya bupati hingga istrinya bupati ikut dalam rombongan. Biayanya diperkirakan per orang mencapai Rp 70 juta. Sementara itu saat mendesak agar DPRD memanggil bupati Jember sepulangnya dari Eropa, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf, mengaku masih belum jelas terkait keberangkatan para pejabat dan bupati itu ke Eropa. Dari mana anggarannya, hingga ijin perjalanan dari Depdagri terkait pejabat eselon II yang berangkat itu, padahal sejauh ini ijin dari depdagri itu hanya turun tiga orang, bupati, wabup dan ketua DPRD. kim


Jumat, 20 November 2009

Studi Banding ke Canada Mengarah Penipuan


• Dandim Juga Kecewa

JEMBER - Program studi banding Vancouver itu juga diduga membawa korban Kepala Komandan Distrik Militer 0824 Jember dan anggota dewan selaku orang tua siswa peserta program studi ini yang diduga ada unsure penipuannya.
"Kami dijanjikan berangkat 23 Desember, tapi diundur 4 Januari. Ada kabar lagi Walikota Vancouver akan datang ke Jember bertemu Bupati 26 Nopember 2009, jadi simpang siur dan tidak jelas," tegasnya.
Sejumlah siswa sempat tak ingin beli pakaian musim dingin, tapi ditakut takuti alias dipaksa akan dijadikan peserta 1 pekan. Dalam berkas Term of Reference program itu tertanggal 19 Agustus 2009, Kepala Dispendik Jember Achmad Sudiyono bertanda tangan.
Artinya, semua itu tanggungjawab Kepala Dinas Pendidikan. Bahkan ada indikasi keterlibatan Bupati Jember MZA Djalal yang mendelegasikan kepada Drs H Achmad Sudiyono, sebagai Kadiknas.
“Kita mengadukan ini supaya kami tidak tertipu dan uang bisa kembali. Kalau tidak, ya kita akan lapor polisi,” ujar ortu siswa.
Sementara itu, Yasin, staf Dinas Pendidikan sudah melaporkan kasus ini kepada atasannya. "Kita sudah bahas kasus ini. Kadiknas meminta agar Ketua EO segera dicari dan dilacak sampai ketemu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Yasin.
Sementara itu, anggota Komisi D Abdul Ghafur langsung menegaskan program ini ilegal. Program Sister City seharusnya disampaikan ke DPRD Jember secara kelembagaan.
"Program kok hanya omong kosong Sister City seperti itu. Dinas Pendidikan harus tanggungjawab, jangan enak-enakan ngelencer ke luar negeri," tegas Ghofur.
Sebelumnya, sejumlah perwakilan orang tua siswa yang protes program studi banding ke luar negeri Vancouver Canada oleh Diknas bekerjasama dengan event Organizer Erje Enterprize.
Di depan anggota DPRD komisi D para orang tua dan siswa merasa belum ada kejelasan keberangkatang. Mereka bahkan curiga ada unsur penipuan dalam program studi itu. Padahal, mereka telah membayar Rp 10,4 juta.
Program studi ini oleh EO ErJe Enterprise, menggandeng Think Abroad. Dwi Ratnawati mengatakan program itu disebut Sister City. Isinya bertajuk Vancouver English Center (VEC). Belakangan ada dugaan penipuan.
"Wali murid siswa sudah pada membayar tapi lembaga EO ini malah melarikan diri," ujar Dwi.
Dalam program ini ada 72 siswa yang sudah bayar sekitar Rp 10,4 juta-an per siswa. Mereka berasal dari SMA, SMK, sebagian SMP dan sebagian mahasiswa.
Rinciannya, dana Rp 7 juta untuk teknis dan Rp 3,4 juta untuk pakaian musim dingin winter set.
Data di Dinas Pendidikan ada 31 orang terdiri atas siswa, orang tua siswa, dan pegawai Dispendik yang terdaftar sebagai peserta studi banding.
Tapi, data di TOR yang ditandatangani Ahmad Sudiono itu ada 6 kepala sekolah, 3 guru, 3 kepala seksi Dispendik, dan 12 siswa yang terdaftar namanya.kim

Ternak Untuk Qurban Aman


JEMBER - Menghadapi Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Jember mengantisipasi gangguan penyakit hewan ternak Qurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Drh. Sudarsono, Msi, mengatakan bahwa Kabupaten Jember adalah kabupaten gudang ternak.
Jumlah ternak untuk konsumsi Qurban telah tercukupi bahkan banyak dikirim ke daerah lain semisal Bali, Jakarta, dan Bandung.
Sudarsono mengatakan terkait kesehatan hewan hingga kini belum ada laporan penyakit di masyarakat, baik sapi gila dan Antrax.
Jika terjadi sesuatu Dinas Peternakan melalui petugas lapangan (Manak) siap mendatangi selama 24 jam ke berbagai wilayah.
Dinas Peternakan tanggal 24-27 Nov 2009, akan melakukan pemantauan di masyarakat yang akan memotong hewan Qurban.
Sudarsono meminta agar para manti Peternakan (Manak) bisa mengawasi pedagang nakal yang menjual ternak kurang sehat.
Sekadar diketahui, populasi ternak kambing kacangan di Jember mencapai 90.000 ekor. Untuk domba gibas mencapai 133.000 ekor.
Untuk sapi jawa dan limosin mencapai 190.000 ekor. Populasinya yang cukup besar itu posisi mantri peternakan di kecamatan bekerja ekstra untuk memantau hewan qurban sebelum disembelih.
“Kami juga berharap masyarakat teliti sebelum membeli hewan ternak untuk Qurban. Jika harga miring dari harga normal, patut dicurigai,” ujarnya. kim

Harga Sepeda Meroket, Penghobi Protes


JEMBER - Tingginya harga sepeda gunung di Jember dikeluhkan konsumen kalangan pejabat. Ir H MZA Djalal, MSi sempat mengeluh hal serupa. Karena hobi bersepeda Bupati sering mengajak anggota Muspida dan pejabat keliling kawasan terpencil dengan sepeda.
Kondisi itu ditangkap berbeda oleh para pemilik toko sepeda sebagai suatu peluang mencari keuntungan. Fenomena ini membuat para pejabat dan masyarakat penggemar olahraga bersepeda terpaksa membeli di luar kota semisal di Lumajang karena harga lebih miring.
Hobi sepeda santai ini mulai ngtrend di era pemerintahan MZA Djalal karena bupati dan muspida sering berjalan.
Berbagai kawasan berbatuan terjal dilalui. Bahkan sempat tiba di kawasan Bandealit. Belum lama ini muspida sempat mengitari kawasan eks Karesidenan Besuki melalui gungun gumitir ke Banyuwangi.
Lalu dilanjut ke Situbondo lewat pantura lalu memasuki Kabupaten Bondowoso dan berakhir di Kabupaten Jember.
Indra G Mertowijoyo warga Tanggul, mengatakan kebiasaan bersepeda oleh Bupati selain menyehatkan juga menjadi ajang tour wisata meningkatkan PAD.
Faktanya harga sepeda gunung di Jember masih lebih murah dibanding kabupaten lain. Tidak hanya itu pembeli dari luar kota bisa menikmati keindahan kota Jember dan membeli produk unggulan sebagai oleh oleh.
Dengan begitu banyak wisatawan domestik ke Jember sebagai cara mempromosikan potensi daerah.
Seorang pemilik gerai sepeda Polygon di Jl. Trunojoyo, mengatakan sepeda yang dijualnya berstandart harga pabrik dan bergaransi resmi. Tapi bukan berarti tak bisa ditawar.
Setiap pembeli secara kontan harga bisa turun. “Kalau ada yang jual merk sama dan harga murah patut dipertanyakan keasliannya, spare partnya sudah diganti kemungkinan besar,” ujarnya.
Kok Fe alias Kusdianto penjual sepeda merek United barat Pasar Mangli Kecamatan Kaliwates merasa untung akibat munculnya kembali olahraga bersepeda di Jember.
Omzet penjualannya terdongkrak dibanding sebelumnya. Kalangan pejabat Pemkab semisal Camat yang datang pesan sepeda rakitan lebih banyak. Karena kalau beli jadi lebih mahal. kim

Soal Test CPNS Tiba di Jember


JEMBER - Naskah test CPNS telah tiba. Pelaksanaan ujian CPNS sendiri digelar Sabtu 21 Nopember 2009.
Kamis (19/11) naskah ujian test CPNS telah didistribusikan dari pusat ke Kabupaten Jember, melalui jalur Bondowoso via truk Rindam V Brawijaya dikawal ketat Polres Jember.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sugiarto, SH, mengatakan naskah test CPNS akan disimpan di ruang rapat BKD dan dapat pengamanan penuh.
Baik dari Polres dan Satpol PP selama 24 jam. Pintu tempat penyimpanan ini dilengkapi gembok ganda. Tiap gembok ada 3 kunci dipegang Polres, Sat Pol PP, dan BKD mengantisipasi kebocoran.
Kunci baru didistribusikan tanggal 21 Nopember 2009 pukul 06.00 WIB ke 22 lembaga sekolah lokasi seleksi Tes CPNS melalui 22 armada mobil dan pengamanan ketat Polres.
Sugiarto mengatakan bahwa sekolah yang telah ditunjuk akan diberi pengamanan dari Polres dan Satpol PP. Sedang untuk pelaksanaan test CPNS masing - masing ruang kelas akan diawasi 2 orang pengawas dengan 1 koordinator pengawas.
Sugiarto, yang mengikuti seleksi Tes CPNS sebanyak 11.763 peserta akan memperebutkan formasi sejumlah 278.
“Tak bisa dibayangkan satu orang bersaing dengan berapa peserta,” ujarnya.
Sugiarto, mengatakan tidak menempati GOR dan Stadion karena akan memecahkan konsentrasi.
Atas pertimbangan BKD menggunakan ruang kelas.bagi test CPNS. Dia mengatakan untuk penerimaan CPNS Jember, lebih mengutamakan bagi pelamar berkualifikasi pendidikan teknis.
“Rekrutmen berbasis kompetensi,” ujarnya.
Formasi rekrutmen CPNS Tahun 2009 terbanyak adalah guru sebanyak 129 orang, tenaga kesehatan 97 orang, : dokter, perawat, farmasi, dan apoteker.
Sedang paling sedikit adalah tenaga teknis 52 orang penyuluh pertanian, dan insinyur teknik. Kepala BKD menghimbau agar masyarakat tak perlu khawatir pelaksanaan rekrutmen CPNS digelar transparan.
Sugiarto minta agar tak tergiur bujuk rayu oknum yang mengaku pejabat dan menjanjikan bisa meloloskan sebagai CPNS.
Wakil Ketua Komisi A, Evi Lestari, SE, Msi, mengatakan DPRD akan membekup proses test itu.“Dia berharap calo CPNS bisa hilang,” ujarnya. kim

Selasa, 17 November 2009

Sujen, dan Kopi Andalan Jember


Jember - Dialog Solutif Bedah Potensi Desa ke 14 di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Bupati dan Ketua DPRD disambut hangat warga.
Bupati berhasil menyerap aspirasi masyarakat dan didengarkan langsung lembaga satuan kerja masing masing.
Salah satu yang menarik adalah aspirasi Bu Susi Astutik, warga Desa Trisnogambar, Kecamatan Bangsalsari.
Dia membikin kelompok usaha kecil bidang produksi sujen (tusuk sate,Red). Susi mengaku kelompok usaha ini sudah 3 tahun produksi.
Pasarnya telah menjangkau pasar Bali dengan volume pengiriman 2 x sepekan. Usaha ini mempekerjakan ibu RT sebanyak 20 orang tapi tersendat modal.
Susi berharap ada uluran tangan Bupati sehingga usaha bisa berkembang. “Modal besar, bisa menyerap tenaga lebih banyak,” ujarnya.
Bupati segera meresponnya. Dia mendukung usaha itu. Dikatakan, melalui Dinas Koperasi dan UMKM diminta segera membantu PKK setempat.
Produk asli masyarakat harus dipelihara, sehingga mampu mengangkat nama Jember di kancah nasional.
Selain produk tusuk sate, juga ada produksi kopi. Kopi rakyat bisa tembus Surabaya, Malang dan Sidoarjo.
Camat Bangsalsari, Drs H Syafii Msi mengatakan 70 % masyarakat Desa adalah petani kopi.
Petani kopi bekerjasama dengan UPTD membuat klinik pertanian untuk konsultasi pertanian. Lahan di Desa Tugusari mencapai 3.000 hektar.
Dalam pemasarannya dipasarkan di kota besar. Ketua Tim penggerak PKK Ny, Purwaningsih Syafii, mengatakan unggulan produk kopi rakyat dikelola sendiri oleh petani.
Rakyat telah dapat bantuan PNPM dikelola PKK. Menurut informasi, sekali giling kopi, petani mencapai satu kuintal.
Kades Tugusari, Abd Aziz merasa bangga, karena produk unggulan kopi nya jadi terbaik di Jatim.kim

USB Tekan Angka Putus Sekolah


Jember - Pembangunan unit sekolah baru (USB) di pedesaan bisa menekan angka putus sekolah (DO) SD.
Semisal USB SMPN 2 Mumbulsari. Cukul beralasan karena selama ini tidak adanya sekolah atau karena jauh tempatnya.
Ribuan USB didirikan Pemerintah pusat di seluruh Indonesia demi suksesnya tujuan pendidikan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa dan menuntaskan wajar 12 tahun.
Susiani Ariani, SPd Kepala SMPN 2 Mumbulsari mengatakan, adanya USB di Mumbulsari adalah bentuk kepedulian pemerintah di bidang pendidikan.
Mahalnya pendidikan bukan alasan masyarakat untuk tidak melanjutkan sekolah anaknya, mengingat pemerintah telah ada program sekolah gratis melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Meski SMP baru menerima murid tahun ini tapi jumlah pendaftar mencapai 100 orang dari pagu 120 orang.
“Di SMPN 2 Mumbulsari ini anak sempat putus sekolah selama 1 - 2 tahun, perlu pendekatan khusus agar mau sekolah lagi. Murid SMPN 2 Mumbulsari 40% dari warga miskin : Desa Lengkong, Babadan, dan Kawang Rejo,” ujarnya.
Kendati ada Ponpes ditambah Lembaga Pendidikan, SMPN 2 Mumbulsari tetap optimis dapat murid. Dia berharap akses jalan menuju sekolah bisa diaspal.
UPT Diknas Mumbulsari Seniman Riyadi, S.Sos merasa senang peresmian SMPN 2 itu.
Dia sudah lama merindukan USB karena bisa membantu pendidikan masyarakat. Selama ini hanya ada satu SMP di Desa Lengkong.
Dengan USB itu lulusan SD akan lebih bisa ditampung. “Yang jelas kesadaran pendidikan masyarakat bisa meningkat,” ujarnya. kim


Demokratisasi Muncul di Sekolah


Jember - Keterlibatan seluruh masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan, diharapkan Bupati MZA Djalal dalam empat program prioritas : bidang pendidikan.
Bak gayung bersambut. Masyarakat tak hanya memperhatikan perkembangan pendidikan tapi juga untuk melibatkan diri langsung dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa.
Hal itu terlihat dari pembentukan pengurus Komite Sekolah, yang merupakan lembaga pendamping dalam upaya peningkatan kualitas proses kegiatan belajar mengajar.
Komite Sekolah beranggotakan wali murid dibentuk secara demokratis. Demokratisasi pendidikan pada pembentukan Komite Sekolah terjadi di SDN Tanggul Kulon I.
Seluruh wali murid sebanyak 821 orang, diberi kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri menjadi pengurus Komite Sekolah.
“Kita ingin ada keterbukaan menejemen. Sehingga tidak ada lagi kecurigaan, dan seluruh wali murid ikut bertanggung jawab atas kemajuan pendidikan sekolah ini,” ujar Hari Mulyo, S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SDN Tanggul Kulon I, Kecamatan Tanggul.
Pembentukan Komite Sekolah diupayakan berjalan sesuai keinginan masyarakat dan bebas dari penunjukkan itu melalui formulir yang disebar. Tercatat ada 40 murid yang menyatakan siap menjadi pengurus.
Dari 40 surat pernyataan ini 24 dinyatakan tidak memenuhi syarat. Hanya 16 orang wali murid yang berhak mengikuti kompetisi pemilihan pengurus komite sekolah. Dan 16 calon menyusut menjadi 15 orang karena satu calon tidak punya ijasah SMA.
“Mungkin ini baru yang pertama. Pemilihan pengurus komite sekolah secara langsung melibatkan seluruh wali murid,” tandas Hari Mulyo.
Proses pemilihan di SDN favorit ini menurut Panitia Pemilihan Pengurus Komite Sekolah SDN Tanggul Kulon I, Edy Sucipto, M.Pd dibuat langsung untuk menghindari tudingan rekayasa.
Diawali penukaran kartu undangan wali murid diberi kartu suara menuju bilik suara untuk menyalurkan hak politiknya memilih calon yang disukai.
Hasilnya tujuh orang suara terbanyak berhak menjadi pengurus Komite Sekolah SDN Tanggul Kulon I. Mereka adalah A Solikhin, pengurus Yayasan Yatim Piatu An Najah, dapat suara terbanyak, 181 suara. Lalu Hj Tien Herlambang dapat 62 suara, Sama’i, 34 suara, Abdul Azis, 29 suara, Desy Y, SE, 27 suara, Suryadi, SP, 21 suara, Musyahwar H, 20 suara.
“Dari 821 jumlah wali murid ada 465 suara yang ikut,” pungkas Edy Sucipto, guru MTs Negeri III Jember, di Tanggul. kim




Jogging Track Jadi Ajang Latihan Atlet


Jember – Alun-alun Jember diberi fasilitas jogging track selain terlihat cantik, wajah kota Jember ini juga bisa digunakan sebagai ajang latihan para atlet.
Kendati belum rampung penggarapannya tapi Alun-alun kini menjadi terkesan indah dan luas.
Masyarakat Jember haruslah bangga dengan wajah Alun alun Jember, lengkapi fasilitas jogging track.
Selain penambahan fasilitas jogging track membuat warga gemar berolahraga juga sesuai program pemerintah pusat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Sejak kepemimpinan Bupati Jember Ir H MZA Djalal, MSi Alun alun semakin lengkap dengan sarana olah raga masyarakat, dari Basket hingga Volli.
Para pecinta olah raga menjadi sangat dimanjakan. Terutama pelajar dan siswa SD. Terbukti di malam minggu Alun alun sering digelar futzal.
Sehingga alun alun menjadi pusat olahraga yang murah meriah, dan tempat rekreasi lengkap dengan taman dan sarana bermain bagi anak-anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit.
Sehingga PKL di Alun alun, sangat beruntung jika semakin ramai. Sirajuddin, SST Par Manejer Persid Jember mengatakan bahwa joging track di Alun alun bisa menguntungkan pemain Persid karena bisa digunakan fisik.
Jelas jogging track sangat menguntungkan para atlet. Mereka bisa meningkatkkan latihan fisik tanpa dipungut biaya.
“Alun-alun modern keberadaannya dibutuhkan masyarakat, mengingat open space (tempat terbuka) itu hanya ada di Batu Malang, Jakarta, dan Yogyakarta,” ujarnya.
Di negeri maju jogging track dikelilingi taman rindang dan air mancur, selain dilengkapi lampu penerang. kim



Sabtu, 14 November 2009

Korban Tertimpa Tower Lapor Polisi


Jember- Akhirnya para pemilik ruko dan hotel yang tertimpa Tower Mutiara FM melaporkan kasus kejadian itu ke Mapolsek Kaliwates.
Petang kemarin, pemilik Toko Tiga Jaya Iwan, H Syaiful Bahri, diwakili anaknya dan Bu Ida, melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Kaliwates termasuk bos Hotel Lestari yang juga Ketua PHRI Jember, Ir Teguh Suprayitno.
Menurut Ketua PHRI Jember ini bahwa dirinya sudah mendengar bahwa manajemen Mutiara FM yang berhasil menggeser kedudukan Best FM yang dikelola Infokom Pemkab itu, kini sedang mengalami kemerosotan.
Bahkan, Mutiara FM yang saat kejadian itu sebenarnya sudah off air. Sehingga tidak ada satupun karyawan yang terkena imbasnya. Saat itu listrik dan power dari tower itu sudah dimatikan karena hujan deras dan angin kencang.
“Saya matikan semuanya. Sehingga tidak ada arus listrik yang masuk di tower itu,” ujar Dewi Mutiara. Staf dan karyawan Mutiara FM kini terancam tidak bekerja alias nganggur selama beberapa pekan.
Sebab, untuk mengembalikan tower itu butuh perijinan yang ketat. Masyarakat pasca kejadian itu jelas tidak menginginkan tower itu didirikan kembali. Karena menurut warga setempat, bahwa kasus itu telah lama dilaporkan ke DPRD dan Bupati MZA Djalal, tapi tidak ada tanggapan. “Mentang mentang yang ngelola itu Tim Suksesnya,” ujar warga.
Ketua IBW Sudarsono, mengatakan bahwa kasus tower Mutiara FM itu telah lama dilaporkan terjadi kemiringan 7 derajat. Tapi tidak ada yang menggubrisnya. Sehingga dirinya sangat bersyukur jika tower itu ambruk terkena tiupan angin kencang. Sebab, dengan begitu dirinya tidak capek capek lagi berteriak dan demo bersama warga menentang ijin HO yang tidak dimiliki Tower Mutiara FM itu.
Sementara Iwan, pemilik Toko Cat Tiga Jaya, mengaku masih menghitung kerugian yang dialaminya. Kerugian nya cukup besar. Sebab, atap toko, bangunan belakang dan mobol Toyota Innova silver Nopol L 1482 Q.(kim)

Bando Telkomsel Makan Korban


Jember, Selain tower Mutiara FM yang membawa korban kerusakan, selang bersamaan dengan kejadian itu hujan deras disertai angina kencang merobohkan bando iklan reklame Telkomsel ukuran besar, di Jl Jawa Jember.
Tepat samping SMAN 2 Jember ini, bando Telkomsel membawa korban. Rizki, penjual bensin eceran tergores di lengannya dan di pipinya karena terkena serempetan pipa dan seng reklame tersebut.
Bando Iklan Telkomsel itu banyak yang mempertanyakan. Baik ijinnya dan juga konstruksinya. Sebab, bangunan bando Telkomsel itu baru 4 bulan didirikan.
Kejadian ambruknya bando itu sempat membuat jalan tertutup dan dua warung yang berada di sekitar lokasi ikut roboh diterjang ambruknya bando.
Sejauh ini, pengamatan zona berita.com, menyebutkan tidak ada korban jiwa. Tapi, hanya salah seorang penjaga kios bensin tergores di pipi dan tangannya. Bagian mata kiri juga terkena goresan. Ada mobil yang nyaris tertimpa bando itu. Beruntung lokasinya agak berjauhan.
"Bando itu, baru didirikan 4 bulan lalu. Itu kena angina dan tiba tiba bergoyang. Roboh, lalu menimpa warung warung di bawahnya,” ujar Edi, warga setempat saat berteduh kala kejadian berlangsung. (kim)

Djalal, Turba Keliling Desa Pake Ontel


JEMBER - Setelah beberapa pekan Bupati MZA Djalal, dan beberapa pejabat teras Pemkab Jember menaklukkan wilayah Eks-Karesidenan Besuki.
Kali ini Djalal mengajak para pejabatnya menengok wilayah kecamatan Wuluhan. Sepeda jelajah desa ini bukan kali pertama dilakukan oleh orang nomor satu di Jember ini.
Kegiatan olahraga yang diikuti seluruh jajaran Muspika Kecamatan Wuluhan sangat akrab.
Termasuk diikuti para pencinta sepeda tua Wuluhan Onthel Sepeda (WOS). Kegiatan sepeda ria bersama Bupati dimulai dari Kecamatan wuluhan diberangkatkan Wabup Kusen Andalas.
Kegiatan yang menempuh rute hampir 35 km ini etape pertama dimulai dari Pendopo Kecamatan Wuluhan, lewat jalan areal persawahan makadam, memasuki wilayah Desa Lojejer dan berhenti di Kantor Desa Ampel.
Lalu dari situ dilanjutkan menuju etape ketiga Desa Glundengan dilepas para siswa-siswi SDN 1 Ampel.
Suasana terasa bersahabat saat rombongan Bupati Djalal berhenti di sekitar areal pintu air Glundengan disambut masyarakat setempat.
Selain untuk meregangkan otot-otot kaki yang kaku Djalal meninjau pintu air Glundengan.
Djalal berkesempatan mencoba fungsi pintu air. Lalu mencoba pintu air Glundengan, dengan menyapa warga setempat dan bersalam-salaman.
Suasana akrab ini dimanfaatkan masyarakat untuk foto bersama sebagai kenang kenangan. Tak lama rombongan melanjutkan perjalanan melalui jembatan pintu air ke Kecamatan.
Setibanya Djalal langsung istirahat dihibur penyanyi. Kabag Humas, Drs Agoes Slameto, mengatakan bukan kali pertama Bupati Djalal ingin berolahraga menyapa masyarakat.
Itu sebagai bentuk kepedulian Bupati melihat kehidupan masyarakat desa. Senada dikatakan Sutoyo peserta sepeda. Dia merasa bangga terhadap Bupati dan dinilai sebagai pemimpin yang baik karena turun langsung ke desa melihat rakyatnya. kim

APBD 2010 Akhirnya Digedok DPRD


JEMBER - Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang dengan melelahkan karena menampung aspirasi masyarakat dengan pertimbangan berbagai hal terkait kepentingan public secara riil RAPBD Tahun 2010 akhirnya digedok.
Dengan semangat maju di dalam kemakmuran dan nafas “Membangun Desa Menata Kota “ secara utuh.
Hampir seluruh Fraksi di DPRD memberi apresiasi beragam yang intinya sama bahwa APBD tahun 2010 harus transparan, akuntable dan partisipatif. Termasuk bisa diakses langsung oleh masyarakat lebih baik.
Ir MZA Djalal Bupati Jember, dalam pandangan akhir (PA) Fraksi Fraksi di DPRD mengatakan, penyusunan RAPBD Jember Tahun 2010 telah melalui proses mekanisme menyangkut kepentingan masyarakat bawah.
Sehingga figur APBD Tahun 2010 Jember benar-benar untuk rakyat dan dapat memberi kemakmuran serta kesejahteraan di segala bidang.
“Karena itu menyikapi RAPBD 2010 hanya melalui ketulusan hati untuk rakyat yang bekerja ikhlas bisa dipastikan Jember akan lebih baik,” tegasnya.
Bupati MZA Djalal menambahkan APBD Tahun 2010 adalah susunan seluruh urat nadi sistem tata laksana Pemerintahan untuk menyukseskan segala program kerakyatan.
Karenanya APBD dapat memberi informasi langsung ke masyarakat atas belanja dan hasil yang dicapai seluruh SKPD.
Masyarakat harus benar benar punya peran guna turut menyukseskan program Pembangunan. Diakui atau tidak, APBD adalah nafas pembangunan.
APBD Tahun 2010 harus dikawal, diawasi penggunaannya secara cermat agar realiasinya tepat sasaran sesuai aspirasi rakyat Jember.
“Dengan rasa ikhlas dan semangat pengabdian yang tulus baik Legislatif dan Eksekutif Insya Allah APBD 2010 dapat memberi kemakmuran dan kemajuan bersama bagi Jember,” tegasnya.
Tapi ada catatan kecil ke tujuh Fraksi DPRD Jember diantaranya persoalan parkir agar bebas praktek premanisme, pungli, parkir di RSUD harus berlangganan.
“Pemkab Jember harus optiomalkan kinerja dan pendapatan PDP dan PDAM karena PAD-nya masih kecil. Manajemen dan karyawan harus bekerja lebih profesional,” ujar Jubir FKB Hafidi.
Fraksi Annur Abdul Gofur dinyatakan bahwa RAPBD Jember 2010 ini telah memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas. Karena setiap rupiah harus benar-benar berfungsi untuk kepentingan dan memakmurkan rakyat. “Secarara umum fraksi Annur menerima RAPBD Jember Tahun 2010,” ujarnya.
Di sisi lain, Fraksi Keadilah Sejahtera (PKS) melalui Jubirnya Lilik Niamah, mengatakan bahwa persolan pembangunan pertanian harus ditingkatkan, peran APBD dalam memberdayakan PPL juga harus ditingkatkan. Selain itu, catatan ke depan adalah program Pemberdayaan perempuan juga harus difokuskan lebih gender. kim

Lahan Kritis Dijadikan Sengonisasi


JEMBER - Banyaknya lahan tidak produktif di wilayah Kecamatan Ledokombo membuat masyarakat resah.
Pasalnya keberadaan lahan ini tidak bisa ditanami dan kritis. Praktis masyarakat setempat yang selama ini bercocok tanam terpaksa menanggalkan cangkul.
Padahal, Kecamatan ini mayoritas masyarakatnya petani. Selama ini di kawasan Jember utara ini secara geografis tingkat kesuburan tanahnya kurang, dibanding Jember selatan.
Tapi pihak Kecamatan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan menggelar program sengonisasi.
“Kecemasan masyarakat berangsur hilang sebab lahan yang semua tak produktif kini sudah mendatangkan keuntungan,” ujar Camat Sidartawan.
Kendati sengon baru bisa dirasakan hasilnya 6 tahun tapi wajah desa sedikit berubah. Kini jadi hijau.
Camat Ledokombo Sidartawan, mengatakan pemanfaatan tanah tidak produktif itu sejak sengonisasi harga sewah tanah rendah. Kini jadi melonjak naik.
Dulu areal sengon tidak produktif sewanya murah, sekarang di sini sulit sekali ditemui lahan tidak produktif, hampir di tiap desa di Desa Ledokombo, Sumberanget dan Suren ada ratusan tanaman sengon.
“Di Desa Ledokombo hampir separuh luas tanah ditanami sengon, sengon memiliki nilai ekonomis tinggi karena tembus harga Rp.250.000 per pohon,” ujarnya.
Selain sengon sebagai penyangga tanah dari erosi saat musim hujan tiba, kebanyakan laku dipasarkan di pabrik pengolahan kayu Kalibaru Banyuwangi.
Kualitas sengon Ledokombo tak kalah dengan daerah lain. Diharapkan ke depan program sengonisasi bisa menjadi andalan Kecamatan Ledokombo.
Dalam sengonisasi itu, Bupati Ir H MZA Djalal, MSi menyatakan prospek tanaman sengon cukup menjanjikan. Tingginya permintaan kayu sengon oleh pabrik pengolahan kayu harus bisa dibaca masyarakat sebagai peluang usaha.
Sebab, kayu sengon sangat dibutuhkan para pengusaha properti perumahan. Kebutuhan papan untuk perumahan perkotaan cukup pesat. Artinya banyak pemukiman baru butuh kayu sengon. kim

Hidupkan Kembali P4



JEMBER - Krisis moral di kalangan generasi muda akibat pengaruh teknologi membawa keprihatinan tersendiri terutama dalam peringatan sumpah pemuda ke 81.
Berbeda jika dibanding kondisi pemuda era tahun l928 –an saat pemuda bersatu berikrar atau dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Derasnya pengaruh globalisasi tak bisa dibendung. Perubahan drastis pada kondisi kejiwaan generasi muda terus terjadi. Kalau pemuda tidak dibekali pendidikan moral dan kepribadian maka akan terjadi krisis moral.
Drs Suparno MM Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Pemkab Jember mengatakan rasa nasionalisme generasi muda sudah mulai luntur.
Pemerintah perlu menerapkan strategi agar generasi muda mempunyai rasa nasionalisme bangkit dengan menghidupkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
“Saat itu P4 adalah wajib diikuti para pelajar, mahasiswa dan pegawai, dengan terbagi dalam pola waktu yang bebeda. Karena di P4 terkandung nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi hak azasi manusia, P4 juga mengatur tata cara berprilaku dan bermasyarakat sehingga relevan diterapkan kondisi sekarang,” ujarnya.
Tidak ada salahnya bila pemerintah menghidupkan kembali P4 yang telah lama ditiadakan, apalagi generasi muda (pelajar dan mahasiswa) jauh dari P4.
Di dalam P4 itu terdapat butir-butir Pancasila sebagai pedoman dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. P4 adalah nilai-nilai luhur dengan mengedepankan budi pekerti dan etika moral.
Ade Hariyanto guru bimbingan konseling (BK) SMKN 1 Jember mengatakan, mendukung dihidupkannya kembali P4 untuk mengatasi kriosis moral.
Tapi yang terpenting adalah implementasi dari pelaksanaan P4 dalam kehidupan sehari-hari. Karena P4 selain dihayati juga harus diamalkan.
Candra pelajar Jember, mengatakan sebagai pelajar harus paham kewajibannya, sehingga terhindar dari tawuran.
Dengan pakaian khas daerah saat upacara Sumpah Pemuda, puluhan pelajar lain ada rasa kebanggan tersendiri, paling tidak ingat peristiwa bersejarah sumpah pemuda1928. kim



NELAYAN PUGER BUTUH COLD STORAGE


JEMBER - Agar kondisi paceklik nelayan tidak terjadi terus menerus perlu dilakukan langkah inovasi sekaligus terobosan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan ikan di perairan Puger.
“Butuh investor untuk investasi bidang pengawetan ikan berupa cool storage di Puger . Dan itu sangat dibutuhkan masyarakat nelayan,” ungkap Kabid Perikanan dan Kelautan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jember Ir. Mahfud Affandi Msi.
Cool storage setiap harinya menampung ikan dari nelayan kurang lebih 100 ton. Sejak awal sangat diharapkan nelayan karena bisa mencegah paceklik ikan.
“Dengan begitu ikan segar bagi para konsumen yang kerap kali datang dari berbagai daerah tetap terpenuhi. sehingga TPI Puger selalu menyediakan ikan segar, meski masuk paceklik. Sehingga harga bisa tinggi,” tegasnya.
Tapi manakala cool storage bisa menyediakan ikan segar praktis konsumen akan selalu mendapat ikan bermutu kendati harga tinggi.
”Adanya cool storage otomatis mengihindarkan problem tahunan paceklik,” tegasnya.
Sehingga ikan-ikan hasil tangkapan nelayan mampu disimpan dengan batas tertentu dan terjaga kesegaran nya.
“Persoalannya saat musim ikan harga jadi murah. Bahkan sampai tidak ada nilai jualnya. Nelayan seperti itu akan rugi. Padahal, ikan Puger bisa tembus pasar Malang, Probolinggo, Surabaya dan Tuban,” tegas Mahfud.
Diakui cool storage adalah sarana mempertahankan mutu ikan segar, selain upaya meningkatkan pemasaran di tengah persaingan harga pasar ikan di Jatim.
“Dengan cool storage sebagai solusi nelayan guna menghindarkan dari harga murah,” tegasnya.
Di saat panen raya para nelayan mendapat penghasilan tidak sebanding dengan operasional tangkapan karena murah.
“Dengan sistem penyimpanan yang bisa menjaga mutus kesegaran ikan akan berpengaruh kepada hasil tangkapan, dan pendapatan nelayan,” ujarnya.
Justru harga ikan dengan sirkulasi perdagangan ikan di TPI Puger akan tetap terjaga. “Sejauh ini pemilik cool storage akan melambungkan harga ikan mereka karena bisa mengawetkan dan menyiasati jika permintaan tinggi,” ujar nya.kim

Optimasi Jeruk, Lewat Sekolah Lapang


JEMBER - Langkah serius diambil oleh Pemkab Jember terutama Dinas Pertanian untuk mendongkrak produksi jeruk.
Di Jember ada 5 Kecamatan penghasil jeruk diantaranya Kecamatan Umbulsari, Semboro, Sumberbaru, Jombang, dan Gumukmas.
Salah satu cara adalah mendirikan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), untuk tanaman holtikultura khususnya tanaman jeruk.
SLPHT merupakan program Departemen Pertanian pusat didanai APBN 2009 Rp 50 juta ditempatkan di Desa Sumber Agung Kecamatan Semboro.
Menunjuk Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur yang beranggotakan 25 orang dengan luas lahan jeruk 24 hektar, SLPHT sangat diminati petani sebagai wahana belajar bercocok tanam Jeruk.
Dipilihnya Kecamatan Sumberbaru sebagai tempat SLPHT karena selama ini belum pernah disentuh program ini. Dibanding kecamatan penghasil jeruk lain semisal Umbulsari sudah sering.
Program ini akan digelar selama 3 bulan sejak Oktober lalu dengan jadwal 12 pertemuan setiap Selasa pagi hingga pukul 13.00 WIB.
Para peserta diberi materi teori (25%) dan praktek (30%). Para petani di Kecamatan Sumberbaru rata-rata memiliki tanaman jeruk siam usia produktif yakni 3-5 tahun. Dengan SLPHT diharapkan bisa membantu meningkatkan hasil produksi.
Ir Imam Mujiono Kasi Perlindungan Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian Pemkab Jember mengatakan, kualitas jeruk Sumberbaru tak jauh beda dengan jeruk dari Kecamatan Umbulsari dan Semboro.
Budidaya jeruk di Kecamatan Sumberbaru diharapkan Jember bisa menjadi sentra tanaman jeruk di Jatim. Keinginan itu tidak berlebihan mengingat selama musim panen jeruk bisa mencapai ratusan ton.
Lambat laun jeruk dari 4 kecamatan di Jember sudah banyak diminati oleh warga Jember, bahkan jeruk Jember telah tembus kota seluruh Indonesia : Semarang, Yogya dan Jakarta.
Petani dengan SLPHT bisa mengamankan tanaman jeruk dari hama penyakit, dan mengurangi residu (racun) di jeruk.
Ilmu bercocok tanam jeruk yang baik hingga pemilihan bibit dan penanganan pasca panen yang benar didapat dari kegiatan ini.
Data di Dinas Pertanian jumlah tanaman jeruk di Jember mencapai 7000 pohon. Diantaranya masih ada benih tak bersertifikat.
Dinas Pertanian mengakui jumlah produksi jeruk masih kurang untuk ditawarkan ke produsen minuman jeruk pabrikan seperti nutrisari.
“Kita cari terobosan untuk meningkatkan hasil panen Jember. Jeruk sendiri banyak dikonsumsi segar, selain diperlukan untuk pabrikan,” ujarnya. kim

Tower Mutiara FM Ambruk


Jember, Tower Mutiara FM di Jl Gajah Mada 234 Kaliwates Jember, ambruk, Sabtu (14/11) siang. Sekitar pukul 14.30 WIB hujan deras mengguyur Kabupaten Jember disertai angin kencang.
Persis menjelang pukul 03.00 WIB hujan mulai mereda. Tapi, angin terus menerpa. Bak angin puting beliung angin menderu deru di seluruh kawasan Jember. Di Tower Mutiara FM dengan ketinggian kurang lebih 50 meter itu ambruk.
Tragisnya tower ini menimpa sejumlah bangunan ; satu hotel (Hotel Lestari), Toko Cat terbesar Tiga Jaya, dan dua ruko di Kavling Ruko Kaliwates GOR. Kerusakan terparah di dua ruko milik Bu Ida, dan H Syaiful Bahri - Ketua Kadin Jember.
Pantauan di lokasi, tower yang terlihat kokoh warna merah dan putih ini terlihat melengkung. Lengkungannya ini menimpa bangunan atap hotel, dan atap tiga ruko. Beruntung, pondasi tower tidak ikut jebol.
Sore itu, langsung menjadi tontonan masyarakat yang ingin melihat dari dekat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Jl Gajah Mada sempat macet, terutama di Jl Double Way GOR Kaliwates.
Jalan menuju Hotel Bintang Mulia tertutup. Sementara aliran listrik di sebagian GOR Kaliwates, dan perumahan GOR Jl Nusantara padam.
Salah satu saksi Ketut, karyawan Hotel mengaku sedang berada di lobi hotel saat kejadian. Dia bersama lima orang temannya sedang bercengkerama, tiba tiba ada suara “Brakkkk !! “ bergemuruh. Disusul kucuran deras air hujan dari atap.
Setelah dilihat keluar, besi tower melintang di atas atap menimpa atap bangunan hotel dan Toko Cat Tiga Jaya. Pemilik toko cat tiga jaya mengaku sangat menyesalkan kejadian itu. Sebab, keselamatan warga sekitar Tower selama ini tidak dihiraukan Pemerintah Kabupaten Jember. Mutiara FM adalah radio yang dikelola swasta tapi sebelumnya adalah milik Pemerintah Kabupaten yang diprivatisasi.
“Kalau begini bagaimana, “ ujar Ko, Ho menyesal.
Sementara itu selain atap bangunan jebol, mobil Toyota Innova warna silver terlihat rusak tertimpa bongkahan genteng dan besi tower. Di ruko kav 3 tempat penjualan mebel jati unik juga rusak parah. Beruntung saat itu seluruh karyawan sedang pergi. Termasuk toko keramik, Karania Mebel di Kav 2.
Beberapa karyawan Hotel Lestari, termasuk pemilik Hotel Teguh Supriyanto, mengaku sangat menyesalkan kejadian itu. Sebab, dia selama ini telah memprotes di DPRD dan Bupati Jember. Tapi tidak digubris. Protes itu terkait siapa yang menjamin jika ada kerusakan alat elektronik mereka, selama ini dan bagaimana jika tower ambruk.
“Ternyata Pemkab dan DPRD diam saja,” ujar Teguh. (kim)

Pemburu Lutung Ditangkap

JEMBER- Satuan petugas Polisi Hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menangkap pemburu satwa liar dilindungi. Dua orang berhasil dibekuk. Aksi perburuan satwa liar dilindungi itu diketahui kian marak terjadi di kawasan Balai TNMB. Jumat (13/11) petugas dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sarongan berhasil membekuk dua pelaku perburuan liar.
Dua pelaku itu adalah Suparman (39), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Basir alias Daniel (30), asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.
Keduanya ditangkap saat melakukan perburuan lutung di kawasan TNMB Teluk Ijo. Ulah kedua tersangka ketangkap basah petugas saat membawa 30 kg daging lutung, pukul 18.30 Kamis (12/11) malam. Ketika itu, petugas memergoki kedua pelaku sedang naik dua buah sepeda motor keluar dari TNMB. “Saat kita geledah kita temukan barang bukti itu,” jelas Kepala Seksi SPTN, Wiwid Widodo.
Alumni Fahutan Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta ini menambahkan, selain dua tersangka, ada satu pelaku lain yang berhasil kabur meloloskan diri. Pemburu liar yang kini ditetapkan sebagai DPO itu bernama Matroji alias Eko, asal Dusun Sumber Urip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung.
Keberadaan ketiganya di kawasan TNMB tercium petugas dari info warga yang mendengar suara letusan senjata api (senpi).
Letusan senpi yang berulangkali didengar warga itu kemudian diadukan kepada petugas SPTN Sarongan. Dari laporan itu, Wiwid Widodo yang juga alumni SMAN 2 Jombang ini lantas mengerahkan anggotanya untuk mengejar para pelaku. “Hasilnya dua pelaku berhasil kita hadang di sekitar Teluk Ijo. Selain kendaraan dan daging lutung, ada barang bukti lain berupa senpi. Hanya saja, senpi itu masih dalam pencarian karena ditinggalkan pelaku di dalam hutan,” beber Widodo.
Hasil pemeriksaan petugas, perburuan lutung oleh kedua tersangka sudah tiga kali aksi. Dua diantaranya berhasil menangkap dan menguliti 9 ekor satwa yang kini hampir punah tersebut. “ Pertamakali dapat 3 ekor. Terus yang kedua mendapatkan 6 ekor. Kalau dijumlah dengan yang terakhir, sudah 21 ekor lutung yang dikuliti pelaku. Tiap ekor bisa menghasilkan daging antara 2-2,5 kg. Tergantung besar kecilnya lutung,” imbuhnya.
Kata Wiwid, daging hasil buruan itu dijual pelaku ke sejumlah peminat. Versi tersangka, daging itu banyak dikonsumsi warga sebagai obat.
“Pengakuannya seperti itu. Tapi, daging itu dijual ke sejumlah toko obat. Ini yang tengah kita selidiki,” jelasnya lagi.
Perburuan lutung yang kian marak ini tentu saja mengkhawatirkan satwa ini akan punah. Populasi lutung jawa hampir senasib dengan harimau jawa yang kian punah. Karenanya, petugas mengambil sikap tegas dengan rutin menggelar razia perburuan liar. (kim)