Senin, 28 Desember 2009

BLACK LIST REKANAN KURANG TEGAS

JEMBER – Banyak pihak menyesalkan karena black list rekanan yang tak berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu oleh Dinas PU Pemkab Jember atas desakan Komisi C pasca hearing (dengar pendapat) beberapa waktu lalu karena kurang tegas diberlakukan.
Selain akan menambah panjang daftar rekanan yang tak serius menggarap pekerjaan, juga tidak ada efek jera terhadap pekerjaan yang semakin hari menuntut peningkatan kualitas mutu pekerjaan, dan kualitas profesionalisme rekanan.
Sebelumnya, Komisi C meminta agar rekanan yang bermasalah dalam pekerjaan dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tak tepat waktu saat tutup tahun anggaran 15 Desember 2009 kemarin harus diblack list.
Anggota DPRD Jember M Asir, dari PDIP, tetap berkeyakinan bahwa rekanan yang tidak professional dalam pengerjaan pekerjaan nya akan menganggap enteng di kemudian hari.
Bahkan cenderung meremehkan dari ketentuan yang ada. Dia melihat ada berbagai alasan yang disampaikan oleh rekanan agar tidak diblack list. Tapi, menurut Asir, dan mayoritas Komisi C bahwa penerapan black list itu adalah agar Dinas PU ke depan juga selektif dalam memilih kontraktor yang bonafit.
Sehingga kontraktor yang tidak bisa professional dan memiliki track record jelek dalam pengerjaannya jelas akan berpengaruh kepada kualitas pekerjaannya. Untuk itu komisi C meminta rekanan tersebut tidak diperkenankan mendapatkan pekerjaan lagi di tahun kemudian.
Tapi, desakan dan penerapan black list rekanan itu mendapat sorotan miring dari LSM PASTI. LSM yang biasa menyoroti proyek pekerjaan tak berkualitas dan terlambat ini memprotes penerapan black list itu.
Ketua LSM Pasti, Sazali, mengatakan bahwa ketentuan black list yang dilakukan terhadap kontraktor “molor” dalam pekerjaan dan tak berkualitas itu harus disesuaikan dengan alasan yang tepat.
Kata dia, pemberlakuan itu tidak bisa secara saklek dan tegas. Sebab, harus ada pertimbangan yang harus ditetapkan. Dia mendukung black list jika semua prosedur telah dijalankan oleh Dinas PU dalam mekanisme pengawasan proyek.
Sejauh ini, desakan Komisi C itu agar Dinas PU memasukkan rekanan daftar hitam itu dasarnya kurang jelas. Bahkan, asumsi Komisi C terkait terlambatnya pengerjaan dan alasan tak berkualitas pengerjaan rekanan itu kurang ada dasar otentik.
“Masak dari hearing saja dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Apakah pernah PU tersebut memberi teguran secara lisan dua kali, dan tertulis kepada rekanan tersebut,” ujar Sazali.
Dengan pemberlakuan black list itu berarti Dinas PU juga harus berani tertib administrasi. Sebab, alasan rekanan terlambat juga bisa karena pengaruh administrasi di Dinas PU. Sebab, beberapa kali Kepala Dinas juga tidak pernah ada di kantor.
Apalagi soal addendum (perubahan pekerjaan) dan pihak rekanan harus dikenakan denda. Baik dari prosentase uang muka, dan uang termin.
“Kalau black list diterapkan. Semua harus tegas. Baik PU juga harus bersih,” ujar Sazali.
Dia mempertanyakan apakah sudah ada keputusan pasti terhadap black list rekanan tersebut. Jika tidak maka ada kesempatan bagi rekanan luar untuk masuk ke Jember dengan seenaknya. Jika ingin ada model black list seharusnya ada kesepakatan antar Asosiasi Kontraktor di Jember.
“Jika tidak maka akan terjadi saling sikut, dan model KKN baru akan terjadi nantinya. Kita harus waspada,” ujarnya.
Sekadar diketahui, hasil hearing Dinas PU dengan Komisi C beberapa waktu lalu mencatat ada beberapa rekanan yang dinilai layak masuk daftar black list diantaranya adalah CV Binari, nilai pekerjaan Rp 176 juta berupa Jalan Raya Arjasa – Calok, CV Cahaya Inti Utama Mandiri, nilai pekerjaan Rp 145 juta berupa Jalan Pulau Kacang Desa Puger Kulon, CV Balgina Sari Mumbulsari, nilai pekerjaan Rp 296 juta berupa Peningkatan Jalan Desa Suco Mumbulsari.
PT Karya Tiga Perkasa, nilai pekerjaan Rp 1,1 milliar berupa peningkatan jalan jarring jarring kota Jombang – Rowo Tengah Kecamatan Jombang, CV Pangestu, nilai pekerjaan Rp 279 juta, berupa peningkatan jalan Desa Kawangrejo, Mumbulsari, CV Dwi Karya nilai pekerjaan Rp 815 juta, berupa peningkatan jalan Desa Kawangrejo – Desa Cangkring. kim

POSKO KEPRIHATINAN DUKUNG MAHMUD


* Protes Ketidakadilan Penerapan Hukum

JEMBER - Kasus Prita Mulyasari, dan kriminaliasi KPK atas dukungan publik membuat para pihak harus berpikir ulang memperbaiki penerapan system hukum dan penerapan pasal pasal yang jauh dari rasa keadilan.

Dua kasus besar nasional itu kini menginspirasi masyarakat Desa yang tergabung dalam Tim Perjuangan Rakyat Mangaran (TPRM) menggugat putusan Pengadilan tingkat tinggi Mahkamah Agung (MA) yang memvonis bersalah tokoh panutan mereka H Mahmud Sardjujono.
Menurut Ketua TPRM Menggugat, Mistar, mengatakan bahwa masyarakat di tingkat bawah merasa khawatir dan takut pasca kasus Prita dan perseteruan Cicak-Buaya. Karena di tingkat pusat itu mereka didukung oleh media besar, dan banyak dukungan semua pihak. Tapi di daerah kasus kasus ketidakadilan serupa juga terjadi.
Seperti yang dialami tokoh panutan mereka, H Mahmud Sardjujono. Menurut Mistar, H Mahmud tidak bersalah. Kasus dugaan penipuan yang dijeratkan kepada mantan Ketua DPD Golkar Jember itu adalah tidak pas, dan cenderung keliru alias dipaksakan.
Masyarakat kecil, hanya melihat H Mahmud orang baik dan perlu dibela. Sebab, selama ini tidak pernah cacat dalam sepak terjangnya selama menjadi anggota DPRD selama beberapa periode. H Mahmud dijepit politik hukum yang besar menjelang Pilkada 2005, dan dipersalahkan.
Sejak pintu awal keberangkatan pelaporan kasus dugaan pidana penipuan terkait rekomendasi pencalonan di Pilkada itu dipaksakan di kepolisian. Hingga akhirnya Kejaksaan memproses. Anehnya lagi, di Pengadilan Negeri Jember, H Mahmud telah divonis bebas murni.
“Sesuai KUHAP Pasal 244 disebutkan bahwa Jaksa diperbolehkan kasasi terhadap putusan Pengadilan, kecuali perkara bebas murni. Anehnya, Jaksa dalam kasus itu mengajukan kasasi,” ujar Mistar.
Anehnya, lagi saat mengajukan memori kasasi Jaksa tidak mendasarkan diri kepada fakta hukum di persidangan. Tapi, yang diajukan ke MA adalah berkas pelaporan di kepolisian dari pelapor, sehingga membuat pertimbangan hakim MA menyimpang dari fakta persidangan.
Untuk itu, masyarakat TPRM Menggugat tak ingin, kasus yang menimpa H Mahmud juga akan mengancam kepada rakyat kecil yang tidak memiliki kekuatan apapun, dan tidak didukung media. Sehingga dia meminta aparat untuk bertindak adil dan memperbaiki putusan tersebut.
Jika tidak masyarakat TPRM Menggugat akan menggelar aksi unjuk rasa lebih besar lagi, di halaman Kejaksaan Negeri Jember, Mapolres Jember, dan Bundaran DPRD Jember meminta kasus kasus ketidak adilan penerapan hukum dibersihkan dari bumi nusantara ini.
Tokoh TPRM Menggugat, Bu Hafid, dan B Anita, pendukung setia H Mahmud dari golongan kecil sempat berorasi dengan mengeluarkan air mata tanda haru mendalam atas perlakuan tidak adil dari aparat hukum di negeri ini.
“Tidak ada lain mendukung Pak Mahmud, karena beliau adalah tokoh pejuang rakyat kecil yang terbukti dan sudah dirasakan oleh masyarakat,” ujar B Anita, dan B Hafid, bergantian sambil meneteskan air mata.
Melihat hal itu, H Mahmud Sardjujono, yang dikonfirmasi mengaku mendengar upaya masyarakat dan pendukungnya secara sukarela. Dia tidak mengondisikan dan memobilisir.
Tapi, itu murni desakan dan aspirasi masyarakat pendukungnya. Dia merasa terharu dan tersentuh terhadap perjuangan rakyat Mangaran. “Mereka itu teman sekaligus warga yang selama ini saya perjuangkan hak hak nya. Sehingga jika saya didholimi, tentu saja mereka akan bergerak sukarela,” ujarnya. kim

Berbuntut ke Penistaan Agama


• Kasus Dua Akta Nikah Fiktif

JEMBER - Hingga kemarin polisi masih belum mengembangkan penyidikan kasus dugaan pembuatan akta nikah tak sesuai prosedur atas laporan warga keturunan, beberapa waktu lalu.
Beberapa tokoh masyarakat mendesak kasus itu diselesaikan agar tidak terjadi kasus yang mengarah kepada penistaan terhadap agama.
Dalam kasus itu, dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Agus Prisdiono kini staf Kecamatan Patrang, tinggal di Perumahan Taman Gading W 10, dan Drs Sutarman – yang kini menjabat Camat Kalisat - warga Perumahan Taman Gading W 11 ini terlibat sebagai actor pembuat akta nikah yang diduga fiktif.
Sementara otak dari pembuat akta nikah diduga fiktif itu adalah Hj Liffani Tjandra dan Budi Tjahyono warga Jl Gajah Mada 84 Jember.
Kasus itu terbongkar setelah perceraian antara Budi Tjahyono dengan pelapor Lisa Rosiana (40) warga Jl Kawi 76 A Kecamatan Jenggawah. Pasangan ini terlibat seteru keras karena dua anak hasil perkawinan itu jatuh ke tangan Budi padahal masih di bawah umur.
Lisa tak terima disebut dalam putusan Pengadilan Agama karena murtad alias keluar agama Islam. Dari situlah terungkap bahwa selama ini, akta nikah KUA itu dibuat dengan asal asalan.
Anehnya lagi, setelah proses cerai Budi Tjahyono berusaha menguasai harta milik ayah Lisa, berupa rumah di Jl Gajah Mada yang didiami Budi. Padahal, rumah itu telah dibeli ayah Lisa dan dipindahtangankan.
Untuk mengganjal keinginan Lisa merebut rumah toko “alat pertanian Sarana Teknik” itu sertifikat dijaminkan Budi dan mantan mertua sebelum perceraian di BCA senilai Rp 800-an juta.
Saat hendak diminta, Lisa diancam Budi dengan satu surat akta nikah baru dari Catatan Sipil. Setelah dicek ternyata akta nikah catatan sipil itu dikeluarkan tahun 1999. Padahal dia menikah dengan Budi tahun 2000.
Setelah dikroscek, Lisa merasa tidak pernah mengurus dan bertandatangan terkait akta nikah Catatan Sipil itu. Tapi, itu semua direkayasa Hajjah Liffani Tjandra, dan Budi Tjahyono Alim Hamzah dengan menyuruh dating Agus Prisdiono, dan Sutarman.
Saat itu kedua PNS ini staf di Bapenduk Jember. Anehnya, saat didatangi Lisa, terkait register di Bapenduk. Kepala Bapenduk yang baru Drs A Hendroyono, mengatakan berkas register rusak karena terkena banjir saat pindah kantor.
“Saya kecewa dengan pernyataan pernyataan Bapenduk. Saya tidak merasa tandatangan di akta catatan sipil. Intinya akta itu fiktif. Makanya saya laporkan,” ujar Lisa.
Kasatreskrim Polres Jember AKP Leonard Sinambela, Sik, saat dikonfirmasi melalui HP dan SMS hanya mengatakan tidak tahu kalau ada proses pemanggilan terhadap salah seorang Camat dalam kasus itu.
“Kami belum tahu,” ujarnya singkat.
Tapi, informasi sumber terpercaya di Mapolres mengatakan bahwa kasus itu telah dilanjut dan penyidik telah memeriksa beberapa saksi termasuk staf PNS di Kecamatan Patrang, dan Kalisat itu.
Hingga sejauh ini belum ada tindak lanjutnya. Jika diteruskan beberapa pihak dalam kasus ini akant terkena pidana pemalsuan, dan penistaan agama.
Sekadar diketahui, Agus Prisdiono dan Sutarman dalam surat bermaterai menyatakan mengaku membuat surat akta catatan sipil itu atas perintah Hj Lifani Tjandra, dan Budi Tjahyono.
Lisa Rosianan sebelumnya didampingi Penasehat hukumnya, KRT Suthejo, SH,MH, mengatakan akta surat perkawinan catatan sipil itu diterbitkan mundur tahun 1999.
Tidak ada tandatangan dirinya, dan tidak ada saksi-saksi. Akta nikah catatan sipil tahun 1999 No 08/191/WNI/1999 dicek di Kantor Bappenduk blanko no CSK 031552B itu tidak ada. kim

Selamat Hari Jadi Pemerintah Jember




KECAMATAN KALIWATES MASUK NOMINASI


• Pelayanan Sinergis Tercepat

JEMBER - Di penghujung tahun 2009 Kabupaten Jember bakal membikin kejutan. Hal itu setelah tim verifikasi penilaian sinergitas Kecamatan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat bersama Kab/Kota se Jawa Timur menunjuk Kecamatan Kaliwates sebagai nominasi.

Selain Kabupaten Jember, ada Kabupaten Pacitan, Malang, dan Nganjuk masuk dalam nominasi.
Keberhasilan Jember menembus lima besar, tidak lain berkat kerjasama yang sinergis antar instansi terkait dalam meningkatkan kesejathteraan masyarakat.
Ketua Tim Penilaian, Chairul Anwar, SH, mengatakan penilaian diberikan kepada nominator karena melihat sejauhmana keberhasilan Bupati memotivasi Camat, sekaligus melihat kreatifitas dan inovasi Camat di daerah.
Dia juga menjelaskan penilaian itu juga melihat sinegitas dari unit kerja dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik di bidang administratif dan kesehatan.
Selanjutnya, tujuan penilaian itu adalah untuk memberikan stimulan atau inspirasi termasuk motivasi camat dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi baik sehingga masyarakat sebagai bahan informasi menjadi acuan bagi Bupati dan Camat dalam mengambil kebijakan penyelenggarakan pemerintahan.
Camat Drs Sigit Akbari, mengatakan penilaian dari Propinsi Jatim itu merupakan lomba sinergitas yang berpatokan kepada leadership Camat.
“Kami saat mengawali lomba mengirimkan satu makalah dan masuk 10 besar, kemudian kita harus memberi paparan di hadapan tim. Alhamdulilah, masuk 5 besar dan sekarang dikunjungi melihat kesesuain paparan dan kenyataan di lapangan,” tegasnya.
Dijelaskan bahwa paparan itu adalah terkait program Kabupaten misalnya mengangkat kelurahan sebagai SKPD sendiri, kesehatan mengangkat masalah posyandu yang di SK kan dan mendapat honor Pemkab.
Pendidikan, terkait program gugur gunung dan pengentasan buta aksara di Jember, sehingga Bupati mendapat penghargaan dari Mendiknas.
Sedang dari sisi ekonomi, terkait KSU serentak dibentuk di seluruh Kabupaten Jember, ada pula pembangunan rumah layak huni (bedah rumah) dengan jumlah lebih dari 5000 di Jember.
Semua itu adalah fakta riil di Jember. Sehingga apa yang di ajukan melalui pemaparan adalah kenyataan. kim

37 Birokrat dan Eks, Terancam Sumpah Palsu

Vonis Bebas Pengadilan Tinggi Bakal Makan Korban

JEMBER – Banyak pepatah yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan begitu banyaknya pejabat dan eks pejabat Pemkab Jember akan terjerat pidana. Diantaranya “gak mangan nangko melu mangan pulute = tidak ikut makan buah nangka, ikut kena getahnya).

Buktinya 3 orang staf Pemkab Jember bagian Tata Pemerintahan Sri Umi Suziki, Dian Fajarwati, dan Yufi Rahman Idavi dijerat sumpah palsu.
Gara-garanya, mereka dinilai telah memberiakn keterangan palsu saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pemotongan dana Kecamatan Rp 5 juta jaman bupati Samsul Hadi Siswoyo, dengan terdakwa Ahmad Sahuri, mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember.
Sahuri, akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi Surabaya. Dalam kasus itu di level Pengadilan Negeri Jember, Sahuri divonis 1 tahun penjara. Tapi, di tingkat pengadilan tinggi justru divonis bebas karena tidak didukung bukti kuat dan saksi yang mendukung.
Tapi jaksa penuntut umum (JPU) tidak terima dengan kekalahan di tingkat pengadilan tinggi itu, dan mengajukan kasasi. Hingga kini kasus kasasi belum turun.
EA Zaenal Marzuki, SH kuasa hukum ketiga staf Pemkab itu menolak kliennya dikatakan memberi memberikan keterangan palsu di bawah sumpah. Pasalnya dalam putusan terakhir, Sahuri justru dinyatakan bebas.
“Padahal atas keterangan ketiga orang itu justru oleh pengadilan tinggi Surabaya dianggap benar, sehingga keluar vonis bebas terhadap Ahmad Sahuri,” tegasnya.
Dia menilai tudingan sumpah palsu terhadap ketiga staf Pemkab itu salah alamat. Dijeratnya ketiga kliennya itu diduga sebagai alat agar Ahmad Sahuri tetap dinyatakan bersalah dalam Kasasi.
“Seharusnya ke 37 orang saksi lain yang mengatakan dalam kasus itu ada potongan dana Kecamatan di Bagian Tapem Pemkab yang dikenakan sumpah palsu. Tapi kliennya malah dituduh keterangan palsu,” tegasnya.
Ketiga puluh tujuh orang saksi yang memberatkan Ahmad Sahuri malah dijerat telah memberikan kesaksian palsu. Jika majelis hakim mengacu ke keputusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang justru membebaskan Sahuri.
Terkait itu Ansori dari LSM Gempar mempertanyakan independesi para penegak hukum di Jember. Pasalnya, jika melihat kasus itu hanya kasus kecil dan ketiga staf Pemkab itu harus ditahan.
“Bukannya membela Sahuri, tapi jika sudah ada putusan tidak bersalah, kenapa ketiga staf justru kesaksiannya dibenarkan Pengadilan Tinggi malah dijerat memberikan kesaksian palsu,” ujarnya.
Ansori justru membandingkan dengan kasus besar di Jember yang melibatkan birokrat-birokrat level atas dibiarkan melenggang tanpa ada penahanan. Seperti kasus Dishub sewa pesawat dan PDP – tersangkanya tidak ditahan alias bebas.
Ansori mencurigai ketiga staf itu hanya korban konspirasi birokrat level atas. Sebab jika ketiga karyawan Pemkab itu tidak dijerat memberikan kesaksian palsu, malah ke-37 saksi yang memberatkan Sahuri bakal dijerat memberikan kesaksian palsu. \
“Seharusnya ke 37 orang saksi itu yang kini duduk di posisi penting di Pemkab Jember yang dijerat,” imbuhnya.
Ke 37 birokrat dan eks birokrat yang yang terancam memberikan keterangan palsu pasca bebasnya Ahmad Sahuri diantaranya : Imam Wahyudi, Bandono, Abdussalam, Bambang Soeprapto, Gatot Suharyono, Gatot Purwanto, Gatot Harsono, Eko Heru Sunarsono, Imam Sumantri, Hadi Mulyono, Hariono, Soejitno, Wandiantoro, Sunarto, Bakri, Sigit Akbari, Ismu Adi Sustyo, Dwi Setya Nusantara, Abdul Wahid, Moch. Jamil, Haidori, Sugijo, Suprapto, Subiyantoro, Budi Susilo, Suwoto, Herwan Agus Darmanto, Wardiman, Murtadlo, Abdul Aziz, Handoyo, Bambang Saputro, Winardi, A.Y. Sujono, Hamid Sudiono, Sutjipto, Gaguk Budi Santoso.
Sekadar diketahui, kasus ini berawal dari adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ahmad Sahuri saat menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Jember.
Ketiga staf ini itu pernah menjadi bendahara di bagian Tapem. Mereka dituding telah memberikan keterangan palsu dalam sidang kasus korupsi pemotongan dana operasional kecamatan dengan tersangka Sahuri.
Medio tahun 2008, PN Jember memeriksa camat di Jember dan ketiga orang itu. Para camat mengakui ada pemotongan dana operasional. Tapi ketiga staf menyangkal keterangan dari camat dan mengatakan tidak ada potongan dana operasional kecamatan.
Keterangan ketiga saksi itu menguntungkan terdakwa Sahuri. Dan penyangkalan itu dilandasi bukti penyerahan uang yang tidak ada pemotongan. Bahkan di LPJ yang diserahkan ke camat telah menunjukkan jika tidak ada pemotongan.
Mereka malah mengaku telah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya sesuai yang diketahuinya berdasarkan bukti administrasi yang ditangani.
Anehnya para camat memberi keterangan ada pemotongan dan justru tidak ada tuntutan apapun terhadap mereka. Padahal jelas-jelas dari sisi administrasi, tidak ada potongan apapun terhadap dana operasional kecamatan. kim

Penanganan Kasus Korupsi, Aparat Harus Fair

JEMBER - Daftar kasus hukum yang menjerat para pejabat Pemkab Jember tampaknya bakal bertambah panjang. Lima tahun terakhir berbagai kasus hukum dan proses hukumnya beragam statusnya.
Mulai dari proses hukum, penyelidikan, penyidikan, hingga menunggu ijin Presiden dan audit dari BPKP.
Kabag Hukum Pemkab Jember Mudjoko SH, mengatakan itu dalam sebuah kesempatan kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, lebih dari 100-an kasus yang dilaporkan LSM di Kabupaten Jember terkait kasus korupsi dan penyimpangan menimpa Pejabat Pemkab Jember.
"Status kasus-kasus macam-macam, ada yang masih dalam tahap pengumpulan data, penyelidikan, penyidikan dan ada yang segera disidangkan atau sudah disidang di pengadilan," ungkapnya.
Mayoritas dari kasus hukum itu adalah terkait kasus dugaan korupsi. Jerat hukum yang mengancam para pejabat di Kabupaten Jember itu tidak terlepas dari peran sejumlah sejumlah tokoh masyarakat dan LSM yang aktif memberikan pelaopran ke aparat penegak hukum, bahkan bahkan pelaporan dari masyarakat itu mulai dari Polres atau Kejari Jember hingga Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan KPK.
Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berulangkali turun ke Jember untuk melakukan pengumpulan data dan penyidikan kasus-kasus dugaan korupsi, ditanggapi miring oleh Ansori, Ketua LSM Gempar.
Bersama Media Center dipimpin DR Teguh Hidayat Teguh Wiyono, dan tokoh Pondok Pesantren Jember Gus Syaif, diakuinya banyak kasus pejabat yang terlibat kasus korupsi.
Menurut Ansori, dengan kasus seperti itu mereka secara tidak langsung berpengaruh kepada kinerja pemerintahan di Kabupaten Jember dan pelayanan terhadap masyarakat.
Dia berharap agar aparat hukum segera mentuntaskan kasus-kasus itu secara fair. “Jika tidak segera tuntas, khawatir akan terus mengganggu kinerja pejabat Pemkab dan yang pasti rakyat bakal dirugikan karena konsentrasi pejabat terpecah ke kasus hukum yang membelitnya,” tegasnya.
Bahkan ada kasus yang perlu ditinjau ulang. Menurutnya Kejaksaan Agung perlu meninjau ulang penetapan status tersangka atas Kepala Bapemas Jember Ir Suhardiyanto MM, yang dituding terlibat korupsi dana program rumah kurang layak huni.
“Pengadaan bahan barang dan jasa atas pelaksanaan proyek tersebut bukan bagian dari tanggung jawab Bapemas, tapi tanggung jawab ormas yang mendapat rekomendasi lewat SK Bupati untuk mendapat jatah pengerjaan program itu, sesuai perjanjian hibah daerah,” tegasnya.
Dalam proyek itu ada perjanjian hibah melalui MoU dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah. Aliran dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing ormas selaku pelaksana proyek tanpa mampir ke Bapemas.
“Bapemas hanya berperan monitoring dan fasilitator, jika ada penyimpangan dalam pelaksanaannya adalah tanggung jawab dari Ormas itu sendiri,” tegasnya.
Saat itu, banyak laporan yang masuk, diantaranya penyimpangan proyek serupa pada tahun 2006 yakni kasus carut marutnya proyek bedah rumah Alokasi Dana Desa, dan Alokasi Dana Kecamatan.
Fatalnya kasus itu Ir Suhardiyanto belum menjabat sebagai kepala Bapemas. Baru menjabat pada April 2007. Kenapa Suhardiyanto, dijerat sebagai tersangka. Dicurigai sebagai grand skenario untuk menjegal posisinya sebagai kandidat kuat Sekeretaris Daerah Kabupaten Jember yang ditinggalkan oleh Djoewito, yang dipenjara karena korupsi Kasda dan Bankum. kim


BULOG JAMIN STOCK BERAS CUKUP


JEMBER - Persediaan beras di Kabupaten Jember di hari Natal hingga tahun baru 2009 dijamin cukup.
Sub Dolog Divre XI Jember, menyatakan stock beras hingga akhir tahun 2009 sangat cukup. Di gudang Subdrive XI masih ada stock 23.555 ton, bahkan sepanjang tahun 2009 Bulog Subdrive Jember tak menggelar operasi pasar karena tidak ada gejolak harga beras.
Realisasi pengadaan beras dan gabah hingga awal Desember 2009 mencapai target 100%, yakni sebanyak 88.362 ton setara beras, dan realisasi penyaluran beras raskin 2009 mencapai 44.520.42 ton.
Kepala Bulog Subdrive XI Jember Chairul Anwar mengatakan di setiap hari besar Bulog selalu waspada dengan stock beras.
Karena saat itulah kebutuhan konsumsi beras masyarakat meningkat. Bahkan hingga panen awal petani bulan Pebruari 2010 mendatang Kabupaten Jember sebagai penghasil beras bisa mampu memenuhi kebutuhan beras di luar pulau dan NTB.
“Stock beras di Bulog melimpah dan sebaggian dikirim ke Sumatera,” ujarnya.
Ditambahkan Wakasubdolog Subali Agung Gunawan bahwa stok beras Jember menunjang stok nasional.
Harga beras di pasaran masih wajar. “Khusus untuk program beras keluarga miskin (raskin) Bulog Subdrive XI Jember dari target 44.704.080 mencapai 100%. Bulog sendiri mampu merealisasikan raskin dan tidak memiliki tunggakan pembayaran raskin. Bulan Desember ini target raskin mencapai 3.725.340 dengan realisasi target 1.235.385,” bebernya.
Begitu pula bulan sebelumnya Nopember dengan target yang sama dengan bulan Desember yakni 3.725.340 realisasi target sebanyak 4.361.505 terpenuhi. kim


SENGKELIT CLURIT, DITANGKAP

JEMBER - Niatnya jaga diri dengan menyengkelit celurit Arif Khoirul (19) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong berurusan dengan polisi.
Dia ditangkap dan dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 pasal 2 ayat 1 bahwa siapa saja yang membawa dan menyimpan sajam tanpa dilengkapi dokumen surat ijin dapat dikenakan ancaman pidana 5 tahun penjara.
Lajang ini kini mendekam di sel Mapolres Jember. Dia ditangkap petugas usai nonton acara pagelaran musik di Kasiyan Kecamatan Puger.
Petugas menaruh curiga gerak - gerik tersangka dan langsung digeledah. Saat di geledah, petugas menemukan celurit di balik bajunya. Spontan itu juga tersangka diamankan dan digelandang ke Polres Jember. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku membawa sajam untuk jaga diri.
Tapi, tersangka tak berkutik saat dikeler aparat dan diminta menunjukkan surat ijinnya. ”Tersangka tak tahu kalau bawa sajam harus ada ijin,” kata KBO Reskrim Polres Jember, Iptu Suroso.
Ternyata bukan kali ini saja tersangka ditangkap bawa sajam. Alasan yang disampaikan selalu sama. Dia selalu tertangkap tangan membawa sajam saat melihat acara musik.
Suroso, mengatakan sudah banyak warga yang terjerat UU darurat ini, tapi masih saja tidak jera.”Rata-rata dalihnya untuk jaga diri. Padahal, sajam itu bisa membahayakan orang lain,” tegasnya.
Suruso menghimbau kepada masyarakat yang berpergian agar tidak membawa sajam. kim

MK HARAPAN BARU KONSTITUSI


* Ketua MK Jadi “Man of The Year 2009”

JEMBER - Tidak berlebihan ketika beberapa majalah dalam dan luar negeri menobatkan Prof Dr Mahfud MD – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) – menjadi “man of the year 2009” ini. Sebab, berbagai terobosan hukum dan penerapan konstitusi benar - benar membawa harapan baru keadilan di bumi nusantara ini.
Mahfud MD yang berbicara di hadapan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (HTN – HAN) se Jawa Timur di Hotel Panorama kemarin, mengatakan bahwa terobosan hukum yang selama ini disebut sebut orang dalam beberapa keputusan MK itu adalah bukan semata ingin popularitas. Tapi, ingin benar benar menegakkan hati nurani dan menyempurnakan keadilan.
Diakuinya dalam 10 tahun terakhir ini setelah ada MK rakyat berbondong - bondong ke MK mengadukan berbagai kasus terkait ketidak adilan hukum yang diterimanya. Dia melihat kebutuhan mendasar dalam penerapan hukum di negara ini adalah penerapan konstitusi secara adil.
Dia lantas membedakan apa yang disebut ilmu hukum tata negara dan hukum tata negara itu sendiri. Sementara ini ada banyak konsep ilmu hukum tata negara tapi belum banyak yang dimasukkan dalam hukum tata negara itu sendiri. Sehingga menjadi wacana. Dari situ saja, MK lantas mencari terobosan baru dalam system hukum tata negara di Indonesia.
“Untuk itu saya minta kepada semua pengajar HTN dan HAN di seluruh Indonesia untuk mengkaji dan merumuskan apa apa yang menjadi kebutuhan keadilan masyarakat terkait ilmu hukum tata negara untuk dirumuskan dan disampaikan kepada pemerintah menjadi hukum tata negara,” tegasnya.
Di MK sendiri, pihaknya tidak bisa menolak pengaduan pengaduan dan laporan masyarakat yang mengaku menjadi korban pelanggaran hak konstitusional warga negara akibat penerapan hukum yang keliru. Diantaranya terkait pelarangan penerbitan buku, kasus Lia Eden, Ahmadiyah, dan beberapa kasus lain.
“Tentu saja mereka merasa ada hak konstitusional yang mereka miliki baik menulis mempercayai sesuatu, tapi dilarang. Semua persoalan itu dimasukkan ke MK. Sehingga konstitusi di negara kita harus ada perbaikan terus menerus sesuai perkembangan jaman,” tegasnya.
Satu hal yang harus dilakukan adalah adanya sinergisitas antara tindakan praktis dan konsep akademis tentang ketatanegaraan. Ilmu hukum tata negara di kampus, bagaimana tidak hanya sekadar menjadi wacana dalam hukum tata negara itu sendiri.
Melihat perkembangan yang signifikan dalam hukum di Indonesia, MK melakukan terobosan apa yang disebut Konstitusional Komplain. Setiap pengaduan perkara telah didaftar dan diinventarisir yang diprediksi nantinya menjadi salah satu kewenangan MK.
“Siapa yang bisa menyelesaikan apabila ada masyarakat yang menjadi korban putusan Pengadilan tertinggi, padahal penerapan pasal dan proses nya yang salah ?. ,” kata Mahfud.
Dari terobosan penyelesaian kasus sengketa yang selama ini ada, wajar jika Mahfud MD dinobatkan menjadi Man Of The Year tahun 2009 oleh Globe TV, majalah Asia Globe sebagai Changes Agent 2010”, dan majalah Gatra sebagai Man of The Year, tak ketinggalan majalah SINDO yang menobatkan Ketua MK menjadi Man of The Year. kim

BI Rehab Gedung SMP dan Bikin MCK

JEMBER - Keterlibatan peran sektor perbankan dalam kepedulian kepada masyarakat ditunjukkan kantor Bank Indonesia (BI) dalam HUT Jember ke-81.
Kegiatan itu diantaranya rehab gedung SMP Kartika dan pembuatan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates.
Dalam rehab gedung sekolah dan MCK ini, BI menggandeng Kodim 0824 dan Yon Armed 8. Kedua proyek ini dikerjakan personil Kodim 0824 dan Yon Armed 8 sedang biaya pengerjaan proyek ditanggung BI.
Herry Kurniawan analis muda bagian moneter BI mengatakan, rehab gedung SMP Kartika ini akan menelan biaya Rp 22 juta.
Dan pembuatan MCK Rp 28 juta. Khusus MCK di Desa Karanganyar dirampungkan Nopember 2009 dan diresmikan pimpinan BI Jember A.Rasyid Madjid dan Komandan Yon Armed 8 Letkol Choirul Hadi terdiri dari 2 unit dan 1 unit untuk mencuci fasilitas umum.
“Pembangunan MCK oleh BI untuk 100 KK di Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar, karena sebelum ada MCK warga sering ke sungai untuk MCK,” ujarnya.
Kegiatan itu adalah bagian dari Corporate Social Responbility (CSR) BI Jember. Tahun 2010 nanti BI juga akan mengembangkan di luar Jember.
Karena wilayah BI Jember meliputi empat Kabupaten : Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo.
Warga Desa Karanganyar Tegalbesar P Bambang mengatakan warga di desa bersyukur ada pembuatan MCK dan tempat cuci umum.
Dengan MCK dan tempat cuci umum itu warga tidak lagi perlu dipusingkan lagi untuk urusan itu. Bahkan lebih sehat terhindar dari wabah penyakit karena budaya ke sungai tidak terjadi lagi.
Herry, mengatakan BI juga peduli pendidikan. Untuk itu BI membantu biaya pendidikan bagi anak pegawai cleaning servis berupa bea siswa.
Lewat seksi kerohanian Islam di BI, zakat gaji karyawan disisihkan dan dikumpulkan sebagai zakat, infaq dan sodaqoh (Ziz).
“Selain pelatihan UMKM, juga ada pemberian tunai untuk pendidikan,” ujarnya. kim


NONTON BARENG WAYANG KULIT


JEMBER - Pergantian tahun 2009 ke tahun 2010 tinggal menghitung hari saja. Momentum 1 Januari 2010 usia Jember juga bertambah menjadi 81 tahun. Sejak 1 Januari 1929 sebagai kota pemerintahan.
Peringatan HUT Jember sederhana dirayakan Pemkab dengan menggelar wayang kulit nonton bareng di GOR Kaliwates.
Tak hanya itu, pentas musik group ST 12 di Stadion Notohadinegoro 31 Desember dan dangdutan Humas ikut meramaikan HUT Jember ke 81.
Wayang kulit adalah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. "Lewat anggaran yang ada. Tanggal 31 Desember 2009 di GOR Kaliwates akan ada nonton bareng pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk," beber Agus Slameto Humas Pemkab.
"Ini wujud kepedulian Pemkab memberi hiburan kepada masyarakat sebagai bentuk cintanya pemerintah kepada rakyatnya ,” ujarnya.
Pagelaran wayang kulit dimulai pukul 20.30 WIB hingga pagi. Sekaligus menyambut tahun baru 2010.
"Lakonnya Bimo Sakti dengan Ki dalang Timbul Lukito dari Ambulu," bebernya.
Bagi penggemar wayang, Humas berharap lakon yang disajikan itu bisa disaksikan masyarakat.
Karena lakon itu banyak hikmah yang bisa diambil. Dipilihnya lakon Bimo Sakti mengandung filosofi sebagai kesatria yang memegang teguh amanah dari guru meski sering diperintah ke arah yang jelek.
"Disni kesetiaan Bimo diidentikkan dengan seorang pemimpin yang memegang teguh amanah rakyat kendati banyak tantangan dan kendala terutama fitnah,” ujarnya.
Bagi komunitas penggemar wayang kulit di Jember Pagelaran Wayang Kulit itu adalah berkah tersendiri. RRI Jember akan menyiarkan secara langsung pagelaran wayang kulit itu. kim

KARTU ASKES MIRIP ATM DILUNCURKAN


JEMBER - Salah satu upaya PT Askes (Persero) agar pesertanya bisa mengakses informasi tentang hak dan kewajibanya, dan tata cara pelayanan administrasi hingga pelayanan kesehatan yang standart adalah dengan memperbarui kartu peserta Askes dengan sistem laminasi berbarcode yang bisa diakses layaknya kartu ATM.
Kepala PT Askes Jember Dra Indah Erlina Susilowati saat sosialisasi rencana distribusi kartu Askes dengan sistem laminasi berbarcode itu mengatakan kartu Askes baru itu menggantikan kartu askes lama.
Kartu baru itu cirinya berbentuk Folder Chard dengan laminasi berukuran 5,5 x 8,5 cm dilengkapi security printing dan penyimpanan data barcode.
Kartu ini secara nasional berlaku 1 Pebruari 2010 mendatang. PT Askes sendiri masih menyiapkan data dan cetakan baru.
Salah satu yang akan didistribusikan adalah ke Kantor BKD. Untuk sosialisasi ke SKPD di Pemkab Jember, PT Askes akan mengadakan Rakor di GOR Kaliwates.
Rakor itu terkait rencana distribusi kartu pendataan peserta dan sistem penggunaannya. Untuk pengendalian risiko biaya akibat penggunaan askes bagi yang tidak berhak, PT Askes mengantisipasi dengan Master File online secara nasional.
“Data itu diserahkan ke RS, Apotek, laboratorium yang telah masuk Link Master file pelayanan kesehatan,” ujar Indah.
Disamping kartu Askes baru akan memberi kemudahan bagi RS selaku provider dalam mengidentifikasi pasien peserta Askes.
Masing masing RS akan dilengkapi master file anggota, terutama di UGD RS. Peserta cukup membawa kartu yang bisa diakses.
“Selain dengan Barcode, kartu juga dilengkapi identitas peserta di bagian depan,” bebernya.
Indah menhimbau agar pasien peserta askes selalu minta obat DBHO, dimana resep obat itu tidak ada tambahan biaya bagi pengguna kartu Askes.
Kartu ini akan di cetak secara nasional, bertanda tangan langsung Direktur utama PT Askes, dengan harapan peserta ke manapun pergi bisa menggunakan kartunya. kim

DANGDUTAN HUT JEMBER


JEMBER - Safari dangdut yang digelar Humas Pemkab Jember hasil kerja bereng Soka Radio FM didukung sponsor seluler di Indonesia memeriahkan HUT Jember ke 81.
Pentas Dangdut berkolaborasi dengan layar tancap Humas Jember ini diminati masyarakat Jember, Wuluhan dan sekitarnya.
Ribuan penonton bergoyang bersama penyanyi dangdut lokal Jember. Rasid Mukdori warga Desa Dukuhdempok mengaku rela mengayuh sepeda ontel 7 kilometer hanya untuk melihat dangdut.
“Warga haus hiburan Mas,” ujarnya.
Hiburan dangdut ini menarik perhatian warga Wuluhan dan Ambulu apalagi ditarif gratis. Rangkaian kegiatan itu dalam rangka merealiasikan niatan Bupati merayakan HUT Jember ke 81 lewat safari dangdut keliling 5 Kecamatan.
Kabag Humas Agoes Slameto mengatakan hiburan dangdut sebagai obat rindu warga akan hiburan. Ke depan masih ada 3 Kecamatan lagi yakni Kalisat, Kencong, dan terakhir Bangsalsari 31 Desember 2009.
“Ini dalam rangka sebagai wujud kerbersamaan Bupati dengan masyarakat,” ujarnya.
Di setiap panggung dangdut itu Humas menyelipkan kampanye tertib bermasyarakat dan menjaga keamanan di setiap lingkungan.
“Bupati titip salam I Love You Full untuk masyarakat Jember," ujarnya.
Tato – Direktur Soka Radio FM mengaku merasa terpanggil sebagai warga Jember untuk bersama-sama terlibat di HUT Jember.
“Kendati event event ini sifatnya kerja bakti karena besarnya beaya operasional yang harus kami keluarkan,” ujarnya. kim


Rabu, 23 Desember 2009

DITAGIH, KAJARI BEBER KASUS KORUPSI


• Kejaksaan Didatangi Belasan LSM Anti Korupsi

JEMBER – Belasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyatakan diri koalisi LSM Anti Korupsi se Kabupaten Jember mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk meminta hearing dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajar) Irdam Amran SH, Rabu (23/12) siang.
Dalam hearing itu, sejumlah LSM yang dimotori oleh LSM Elpamas, Gempar, Format, Picket Nol, Laskar, Sakera, Media Center, Komunitas Anti Korupsi (KAK), dan beberapa LSM lain langsung mengeluarkan pernyataan sikap.
Diwakili, Bambang Irawan Ketua LSM Elpamas, bahwa sekelompok elemen masyarakat di Jember yang peduli terhadap pemberantasan korupsi tidak banyak. Tapi, dalam perjuangan selalu menguras tenaga. Karena pemberantasan korupsi adalah melawan kekuasaan dan orang berduit.
“Sehingga semua LSM sempat kecapekan dan nyaris putus asa. Tapi, ada semangat baru ketika beberapa pejabat penegak hukum ternyata tidak semua menyimpang. Masih ada harapan baru, baik di Kejaksaan, KPK, hingga Kepolisian,” ujar Bambang.
Menurutnya, dalam pernyataannya yang dibacakan bahwa masyarakat ingin sekali berperan dalam pemberantasan korupsi untuk mewujudkan good government dan clean government. Termasuk yang terpenting adalah penegakan supremasi hukum dan memberantas Korupsi, Kolusi, dan Korupsi (KKN).
Dia membeber data bahwa laporan korupsi di Kabupaten Jember terutama terkait dugaan korupsi di anggaran pemerintah kabupaten Jember telah sangat menggila. Bahkan jumlah kasus nya sangat mengagumkan, lebih dari 30-an laporan korupsi yang menimpa pejabat Kabupaten Jember.
LSM mengakui bahwa untuk memberantas KKN itu tidaklah mudah. Sehingga timbul keinginan di berbagai lembaga semisal KPK untuk mencegah, dan mengontrol agar tidak terjadi korupsi. Baik dari bidang pendidikan, penyuluhan, dan kesadaran dari masyarakat. Lembaga pengawas dan pengontrol korupsi semisal Banwas, DPRD dan masyarakat masih belum mampu melawan praktek korupsi.
Tentu asja, factor itu terkait hukuman dan punishment para koruptor yang nyata nyata di Kabupaten Jember ini sangat rendah. Sehingga efek jera bagi pejabat Pemkab Jember yang korupsi tidak ada sama sekali.
“Kami ingin memastikan bahwa penegakan hukum di Kabupaten Jember terutama penanganan kasus korupsi itu lebih tegak, dan pasti. Sehingga kami semua LSM dan masyarakat akan all out, dan bersama sama mendukung membangun jaringan dan kekuatan bersama aparat keamanan,” ujar Bambang.
Mendengar itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jember Irdam Amran SH, yang menemui bersama seluruh staf Kejaksaan Kasi Pidsus Adang Sutardi SH, Kasi Pidum Achmad Sujayanto, SH, dan Kasi Intel Kejaksaan Sigit SH, mengatakan bahwa bahwa kejaksaan siap menerima dalam bentuk apapun informasi terkait dugaan korupsi yang terjadi dari LSM.
Dia menyatakan terima kasih mendapat dukungan dari LSM untuk melakukan penyidikan, dan penyelesaian kasus kasus korupsi di Kabupaten Jember yang sedang dan akan ditangani. Dia mengaku sangat bersyukur seperti mendapat semangat baru dan support tenaga baru dari pertemuan dengan LSM itu.
“Saya kira semua elemen masyarakat harus bersatu untuk memberantas korupsi. Kita berterima kasih, atas dukungannya. Dan perkara yang sudah kita tangani dalam waktu dekat memang segera kita selesaikan. Bahkan ada beberapa kasus yang sempat tidak tertangani, akan kita tangani, semisal KUT Ponpes dengan terdakwa Gus Fikri,” ujarnya.
Dari data yang ada, kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Jember adalah kasus korupsi P2SEM dengan tersangka baru akan muncul lagi yakni ada anggota DPRD asal Bondowoso jadi tersangka, dan beberapa ketua LPM tersangka baru setelah H Yusuf Sumarno, telah dijebloskan ke bui dari dana P2SEM.
Kasus lain adalah korupsi lapangan tembak di Secaba oleh Dinas Pendidikan, Mobil Puskesmas Keliling, dan Bandara Notohadinegoro Sewa Pesawat Rp 5 milliar. Kajari bahkan dalam kesempatan itu, sempat menyatakan akan segera menjalankan eksekusi H Mahmud Sardjujono, yang telah ketiga kalinya dipanggil terkait vonis MA terhadap kasus dugaan penipuan saat Pilkada 2005.kim

PUPUK DIISUKAN HILANG DI PASARAN


KADISPERINDAG : STOK PUPUK CUKUP!

JEMBER – Sejumlah petani di wilayah selatan dan utara kesulitan pupuk. Tapi, kondisi itu ditanggapi dingin oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Sebab, menurut perhitungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jember, stok pupuk hingga akhir Desember 2009 masih aman.
Bahkan kebutuhan pupuk untuk tanaman pertanian menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Jember Ir Hariyanto, MM dipastikan tidak akan ada persoalan.
Ditambah lagi Pemerintah Kabupaten Jember menjamin keamanan stok pupuk hingga Desember 2009 ini.
Kepala Disperindag, Ir Hariyanto, M.Si, menjelaskan bahwa pasokan pupuk untuk petani di Jember masih terkendali.Bahkan bisa menunjang kebutuhan tanam sampai akhir tahun.
“Tadi sudah rapat koordinasi dengan Tim Penanggulangan Pupuk dan Pestisida. Bersama dengan produsen dan distributor pupuk kita cek sejauh mana kebutuhan pupuk akhir tahun ini,” ujarnya.
Jaminan ketercukupan kebutuhan pupuk ini, bisa dilihat dari kuota pupuk yang diberikan pemerintah mencapai 96.000 ton.
Dari jumlah kuota itu, yang terealisasi hingga awal Nopember, baru 86.000 ton, sehingga masih ada sisa yang bisa diatur sedemikian rupa dan seifisien mungkin agar kebutuhan pupuk hingga akhir bulan Desember 2009 ini bisa terpenuhi.
Dikatakan, bahwa kaitan ketersediaan pupuk di Jember, berdasar laporan rutin setiap hari, pupuk masih cukup tersedia dan terkendali.
Karena itu, untuk hingga akhir tahun ini, dijamin untuk ketersediaan pupuk, tidak ada masalah atau dengan kata lain tidak akan terjadi kelangkaan.
“Artinya masih cukup, karena itu untuk tahun 2010 kita sudah melayangkan surat ke gubenur kaitan dengan kebutuhan pupuk tahun 2010. Nantinya kita alokasikan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing kecamatan,”ungkapnya.
Tidak bisa dipungkiri, fakta di lapangan terjadi kepanikan. Para petani banyak mengaku menemui kesulitan mendapatkan pupuk. Salah satunya di gudang Pakusari, tidak terisi pupuk.
Pengiriman pupuk harus disesuaikan dengan jatah petani yang masuk dalam RDKK. Tapi, kondisi ini menurut beberapa tokoh pupuk Jember, Miftahul Rahman, karena ada kondisi di mana petani banyak terjadi perubahan musim tanam.
Sebab, diperkirakan saat ini tidak bisa tanam. Tapi sering panas dan jarang hujan sehingga petani banyak yang memulai tanam.
Di Kabupaten Jember sendiri usulan kuota pupuk yang diberikan Propinsi adalah 113.000 ton sesuai usulan Pemkab Jember.
Di sisi lain, Pemerintah terus menggalakkan upaya beralih dari pupuk kimia ke organic. Gejala perubahan penggunaan pupuk oleh petani ini, diupayakan digerakkan terus, sehingga petani betul-betul menggunakan pupuk organik dan tidak lagi bergantung pada pupuk urea. kim

DICEKOKI MIRAS, DIGILIR LIMA PEMUDA

JEMBER - Sial, nasib yang dialami oleh Bunga. Gadis muda warga Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo ini, menjadi korban kebiadaban nafsu binatang lima orang pemuda setempat.
Korban mengalami syock berat. Kini korban masih dalam perawatan dan pendampingan keluarga dekatnya pasca kejadian. Traumatik masih menyelimuti keluarga korban, dan korban sendiri.
Ceritanya, korban terlebih dahulu dicekoki miras sebelum akhirnya digarap lima orang pemuda secara bergiliran di rumah kosong.
Beruntung aksi bejat pemuda ini dipergoki massa warga setempat. Perbuatan tak senonoh itu berlangsung pukul 20.00 WIB pecan lalu.
Kasus itu, Rabu (23/12) ditangani jajaran kepolisian setempat. Prosesnya masih dilakukan pemeriksaan saksi dan penangkapan para tersangka satu persatu.
Yang menggembirakan, kelima tersangka itu telah diketahui identitasnya satu persatu. Mereka adalah Yan (20), Sis (22), Fathor (35), Un (23) dan Lut (25). Kelima pemuda yang semula diidentifikasi warga setempat ternyata sebagian berasal dari luar desa setempat.
Saat kejadian, sebenarnya kelima pemuda ini sempat dikumpulkan di balai desa setelah kejadian. Tapi, setelah diinterogasi oleh sejumlah petugas kasus itu tak diteruskan lagi.
Bahkan sempat mandeg hingga beberapa hari. Sudah sepekan kasus itu mengendap. Proses hukum seperti ini, dicurigai warga ada sesuatu yang terjadi.
Kecurigaan warga terkait penanganan kasus itu menyeruak setelah diidentifikasi ada beberapa pelaku yang terlibat itu adalah merupakan anak tokoh masyarakat setempat.
”Masak kasus itu didiamkan pasca disidang di balai desa. Cara cara itu kan tidak mendidik,” tegas warga.
Warga yang tak takut disebutkan namanya itu mengatakan tanpa sepengetahuan pihak terkait yang ikut rembug di balai desa, orangtua korban mendatangi Polres Jember.
Orangtua korban mengaku tidak terima atas penyelesaian kasus di balai desa.
”Orangtuanya tidak puas akhirnya ke sini (Polres). Karena di tempat kejadian perkara ada pihak yang menakut nakuti,” ujarnya lagi.
Kejadian dugaan perkosaan yang diawali dengan dicekoki miras itu berawal dari Bunga yang saat itu sekitar pukul 11.00 siang pecan lalu, dicegat kelima pemuda.
Di tengah perjalanan ke rumah temannya Bunga dihentikan sejumlah laki-laki yang sebagian telah dikenalnya. Karena ada yang kenal, Bunga menghentikan langkahnya.
Dari pertemuan itu berlanjut ke pesta miras di rumah kosong. Diduga korban dipaksa menenggak miras, dan dicekoki sehingga bunga teler.
Kondisi Bunga teler itu dimanfaatkan pemuda yang sedang diselimuti nafsu setan itu untuk melampiaskan nafsu bejatnya.
Mereka menggarap bunga secara bergiliran. Tapi aksi itu sempat dipergoki warga setempat. Saat itu warga juga menggerebek lokasi pesta miras itu. Pelaku bahkan sempat ditangkap warga, dan disidang. Tapi, kasusnya hingga kini masih diproses.kim


AKLI SIAP LAYANI KOMPETITOR


* Dilawan dengan Mutu dan Kualitas Pekerjaan

JEMBER - Persaingan kontraktor bidang listrik semakin hari semakin ketat. Seiring dengan munculnya banyak asosiasi rekanan kontraktor listrik sejenis. Tapi, bagi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kabupaten Jember hal itu sebagai dorongan dan motivasi untuk lebih professional, terampil dan bermutu dalam pekerjaan.
Demikian salah satu tekad yang disampaikan oleh Ketua DPC AKLI Kabupaten Jember Drs H Arief Sugito ST, MM, di sela sela acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC AKLI periode 2009 -2013 di Hotel Panorama Rabu (23/12) kemarin.
Untuk itu kali pertama yang akan dilakukan dalam menghadapi persaingan global dan persaingan beberapa asosiasi dan rekanan baru itu adalah konsolidasi dan kualitas anggota. Disadari atau tidak ada perbedaan antara kemampuan anggota yunior dan senior.
“Kita akan senantiasa bekerjasama antar lembaga dan secara jujur. Sehingga anggota AKLI tetap bisa bersaing menghadapi tantangan ke depan. Sebagai mitra PLN AKLI akan menjalankan program dengan meningkatkan komunikasi terutama dalam mengikuti program IT dalam tender tender atau E- Procurement,” ujar Ir Arief Sugito.
Fakta di lapangan disadari sering banyak yang mengaku - ngaku sebagai anggota AKLI tapi kemudian dalam pekerjaannya merugikan masyarakat, dan melakukan penipuan di masyarakat terkait pemasangan instalasi listrik. Hal itu menurut Sugito, bisa diantisipasi dengan memperketat system keanggotaan, dan system standart pelayanan anggota ke masyarakat.
Dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus itu, dihadiri seluruh anggota AKLI berjumlah 57, Muspida Jember, serta PT PLN Persero. Sedangkan wakil dari AKLI Jawa Timur yang melakukan prosesi pelantikan dan pengukuhan hasil Muscab AKLI di Kabupaten Jember ini adalah Suwandi, ST.
Sementara itu, Ir Didik Supriyanto, salah satu Manager di PT PLN persero APJ Jember, mewakili Kepala APJ Jember mengatakan bahwa tahun 2010 mendatang PLN akan melaksanakan banyak pekerjaan berupa pembangunan jaringan dan perawatan yang besar.
Untuk bisa mendapatkan pekerjaan itu AKLI harus mampu memahami system e-proc (internet - procurement) sehingga sebagai organisasi penyedia jasa bisa bersaing dan bisa mendapatkan pekerjaan secara dominant.
“Kuncinya, AKLI harus solid dan bertanggungjawab terhadap profesionalismenya dan terbuka,” ujar Didik.
Usai pelantikan, Arief Sugito, menegaskan bahwa ke depan AKLI akan mempersiapkan diri integritas anggotanya untuk bersaing dengan asosiasi lain. Baik kualitas, mutu, dan harga yang ditawarkan kepada masyarakat. Karena, AKLI akan tetap berpegang teguh kepada motto AKLI yakni “jujur, trampil, dan mampu,”. kim

Rabu, 16 Desember 2009

Sejarah 1 Muharram & 10 Muharram

Sejarah Tahun Baru Islam
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

“Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (QS. At Taubah: 36)
Kata Muharram artinya “dilarang”. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya.
Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (Syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula.
Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan kalender Islam, atau lebih terkenal dengan "tahun Hijriah". Berbeda dengan tahun Masehi yang dihitung berdasarkan perputaran Bumi terhadap Matahari, tahun Hijrian dihitung berdasarkan perputaran Bulan terhadap Bumi. Satu bulan terdiri atas 29 atau 30 hari, dan satu tahun terdiri atas 12 bulan.
Sesuai dengan namanya, Hijriyah yang berarti hijrah atau berpindah, hitungan "1" kalender Islam dimulai ketika Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Ini bertepatan pada hari Jumat 16 Juli 622 Masehi - Usia Rasul saat itu sekitar 53 tahun. Rasulullah hijrah sesuai dengan perintah Allah, yang salah satu analisisnya adalah menyelamatkan kaum muslimin dari siksaan kaum kafir di kota Makkah.
Sebelumnya, sebagian besar kaum muslimin sudah hijrah terlebih dahulu dan tidak mendapatkan rintangan dari kaum kafir - kelak mereka disebut kaum Muhajirin, yaitu kaum yang hijrah. Di dalam rombongan itu tedapat Umar bin Khatab r.a., yang dengan lantang dan gagahnya berkata, "Ini Umar hendak hijrah, siapa yang ingin istrinya menjanda dan anaknya yatim karena ingin menghalangi Umar silakan maju!"
Penggunaan sistem perhitungan Islam belum dilakukan di masa Rasulullah SAW masih hidup. Juga tidak dilakukan di masa khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Secara singkat sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islam bermula sejak kejadian di masa Umar bin Al-Khattab ra. Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun.
Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun berijma’ untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.
Sedangkan sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudah dikenal oleh bangsa Arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Zulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.
Sehingga yang dijadikan titik acuan hanyalah tahun dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi SAW. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. Sebab menurut riwayat beliau dan Abu Bakar hijrah ke Madinah pada bulan Sya’ban, atau bulan Rabiul Awwal menurut pendapat yang lain, tapi yang pasti bukan di bulan Muharram. Namun bulan pertama dalam kalender Islam tetap bulan Muharram.
Penting untuk dicatat disini adalah pilihan para shahabat menjadikan peristiwa hijrah nabi sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam. Mengapa bukan berdasarkan tahun kelahiran Nabi SAW? Mengapa bukan berdasarkan tahun beliau diangkat menjadi Nabi? Mengapa bukan berdasarkan tahun Al-Qur’an turun pertama kali?.
Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya perang Badar? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya pembebasan kota Mekkah? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya haji Wada’ (perpisahan) dan mengapa bukan berdasarkan tahun meninggalnya Rasulullah SAW?
Jawabannya adalah karena peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum international. Sejak peristiwa hijrah itulah umat Islam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak dan legitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum.
Dan sejak itulah hukum qishash dan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina, menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Dan sejak itulah umat Islam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan dunia international.
Keutamaan 10 Muharram
Bagi orang Syiah 10 Muharram adalah peristiwa yang tidak dapat mereka lupakan dan mereka menganggap sebagai hari agung yang wajib diperingati setiap tahunnya, tanggal 10 Muharram 61 H atau tanggal 10 Oktober 680 merupakan hari pertempuran Karbala yang terjadi di Karbala, Iraq sekarang.
Pertempuran ini terjadi antara pasukan Bani Hasyim yang dipimpin oleh Husain bin Ali beranggotakan sekitar 70-an orang melawan pasukan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad, atas perintah Yazid bin Muawiyah, khalifah Umayyah saat itu.
Pada hari itu hampir semua pasukan Husain bin Ali, termasuk Husain-nya sendiri syahid terbunuh, kecuali pihak perempuan, serta anak Husain yang sakit bernama Ali bin Husain. Kemudian oleh Ibnu Ziyad mereka dibawa menghadap Khalifah di Damaskus, dan kemudian yang selamat dikembalikan ke Madinah.
Sebelum Islam datang, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura - bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur . Saat itu, Muhammad menyatakan bahwa Muslim dapat berpuasa pada hari-hari itu.
Asyura merupakan peringatan hal-hal di bawah ini dimana Muslim, khususnya Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.

• Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar.
• Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz.
• Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemua dengan Nabi Yusuf
pada hari asyura.
• Nabi Musa selamat dari pasukan Fir'aun
• Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalibnya
gagal.

Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Assyuuraa' dari lain-lain
hari. Jawab Rasulullah: Benar!.

• Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Assyuuraa'.
• dan menjadikan Adam juga Hawa pada hari Assyuuraa';
• dan menjadikan Syurga serta memasukkan Adam di syurga pada hari Assyuuraa';
• dan Allah menyelamatkan dari api neraka pada hari Assyuuraa';
• dan menenggelamkan Fir'aun pada hari Assyuuraa';
• dan menyembuhkan bala Nabi Ayyub pada hari Assyuuraa'
• dan Allah memberi taubat kepada Adam pada hari Assyuuraa';
• dan diampunkan dosa Nabi Daud pada hari Assyuuraa';
• dan juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Assyuuraa';
• dan akan terjadi Qiyamat pada hari Assyuuraa'

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah berkata;
Hari Assyuuraa' ialah hari diterimanya taubatnya Nabi Adam. Dan hari itu pula hari turunnya Nabi Nuh dari perahunya. Maka ia berpuasa syukur; dan ia pula hari tenggelamnya Fir'aun dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa a.s. dan Bani Israil. Maka mereka berpuasa; kerana itu jika dapat; engkau berpuasalah pada hari Assyuuraa'.
Dinamakan Assyuuraa' kerana ia jatuh pada sepuluh bulan Muharram.
Ada lain pendapat yang mengatakan hari Assyuuraa' kerana Allah telah memuliakan pada
Nabi-nabi dengan sepuluh kehormatan;

1. Allah telah menerima taubat Nabi Adam a.s.
2. Allah menaikkan darjat Nabi Idris a.s.
3. Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s.
4. Nabi Ibrahim a.s dilahirkan pada hari Assyuuraa' dan diangkatkan sebagai kholilulLah
juga diselamatkan dari api.
5. Allah menerima taubat Nabi Daud a.s.
6. Allah mengangkat Nabi Isa a.s. ke langit
7. Allah menyelamatkan Nabi Musa a.s.
8. Allah menenggelamkan Fir'aun
9. Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan
10. Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Semua ini terjadi pada hari Assyuuraa' . Sebahagian lain berpendapat, dinamakan hari Assyuuraa' kerana ia kesepuluh dari kemulian-kemulian yang diberikan Allah pada umat ini.
Pada bulan ini juga tepatnya, tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah SAW menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah SWT.
Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah jadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Dari Ibu Abbas ra, bahwa Nabi SAW, ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram).
Mereka berkata, “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah SWT. Rasulullah SAW, berkata, “Saya lebih berhak mengikuti Musa as. Daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa”. (HR. Bukhari)
Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, ketika Nabi s.a.w. tiba di Madinah, Baginda melihat orang yahudi berpuasa pada hari asyura. Nabi pun bertanya, "Hari apa ini ?". Jawab mereka, "Hari ini ialah hari yang baik. Pada hari ini Allah melepaskan Bani Israil dari musuh mereka, kerana itu Nabi Musa berpuasa kerananya". Sabda Nabi, "Aku lebih berhak daripada kamu dengan Musa".
Oleh itu Nabi berpuasa dan menyuruh orang lain berpuasa pada hari asyura.(Sahih Bukhari) Rasulullah s.a.w. bersabda; "Berpuasa kamu pada hari ke sembilan dan sepuluh Muharam dan jangan meniru cara orang-orang Yahudi." - Riwayat Al Baihaqi.
Selain keutamaan demi keutamaan yang telah disebutkan di atas, mungkin disebagian masyarakat lazim dan mengenal istilah bulannya yatim, yaitu menyelenggarakan sebuah acara dimana mereka memberikan santunan kepada para anak yatim di hari yang telah ditentukan dalam setiap tahun baru muharram, yaitu antara 9 dan 10 Muharram setiap tahunnya.
Ada kesan lain yang patut disoroti dari perayaan tahun baru anak yatim diwajibkannya untuk memuliakan anak yatim, menanggung kehidupannya, menyayanginya, dan segala amal kebaikan yang menyenangi anak Yatim.
Maka ia akan mendapatkan ganjaran seperti dalam hadist sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dari jalan Abu Hurairah, dimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “ Orang yang menanggung anak yatim baik anak yatim itu ada hubungan famili maupun tidak, maka saya dan orang yang menanggungnya seperti dua jari ini di dalam surga.”, Malik bin Anas perawi hadist itu mengatakan, Rasulullah memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah.
Terhadap anak yatim pula kita sebagai muslim dilarang menghardiknya (QS. Adh Dhuha (93) : 9), dan dalil-dalil lainnya yang memiliki kaitannya dengan muamalah terhadap anak yatim.
Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: Nabi SAW. bersabda; “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuuraa' yakni 10 Muharram, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Assyuuraa', maka akan diberikan pahala 10, 000 orang Haji dan Umrah, dan 10, 000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Assyuuraa', maka Allah akan menaikkan dengan rambut satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Assyuuraa', maka seoleh-oleh memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW. dan mengenyangkan perut mereka”.
Tentu kita tidak akan melewatkan kesempatan demi kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk mencari kebaikan sebanyak-banyaknya dari bulan Muharram ini, termasuk memuliakan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial kita kepada anak yatim, dan tentu hendaknya bukan hanya pada bulan Muharram saja kita peduli pada mereka, di bulan-bulan berikutnya selayaknya kita tetap menyantuni anak-anak yang tak mampu, karena apalah artinya kita mengagung-agungkan bulan Muharram sebagai bulan yatim tapi ketika Muharram habis, kita tidak memperdulikan dan bersikap acuh serta seolah-oleh tutup telinga terhadap mereka.

Disarikan dari teman teman di seluruh nusantara, dan jiran. Oleh Isma HR
(sumber utama, Sofyan Effendi El Minangy)

Sejarah Bulan Muharram

Muharram adalah satu dari empat bulan-bulan yang dijuluki bulan haram. bulan-bulan itu antara lain: muharram, dzulhijjah, dzulqaidah, dan rajab. sejak zaman dahulu (bahkan jahiliyah), keempat bulan itu sudah ditetapkan ke’haram’annya. hal ini termaktub dalam alquran diantaranya pada ayat:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.. [QS Al-Maidah (5) : 2]
menurut riwayat ternyata di bulan muharram terjadi kejadian-kejadian bersejarah yang berkaitan dengan kisah-kisah para nabi. kejadian-kejadian itu antara lain:
1. taubat nabi adam diterima oleh Allah
2. nabi idris diangkat ke langit
3. bahtera nabi nuh berlabuh setelah peristiwa banjir
4. nabi ibrahim dilahirkan, diangkat menjadi rasul, dan diselamatkan dari api
5. nabi ya’qub dikembalikan penglihatannya
6. nabi yusuf dikeluarkan dari penjara
7. nabi musa diselamatkan dari kejaran fir’aun dengan melintasi laut merah yang terbelah
8. nabi daud diterima taubatnya oleh Allah
9. kembalinya anugrah kerajaan nabi sulaiman
10. nabi ayyub diuji dengan penyakit, lalu disembuhkan
11. nabi yunus keluar dari perut ikan
12. nabi isa diselamatkan (di angkat) dari kejaran orang-orang yang ingin menyalibnya
ahli kitab seperti yahudi malah menjadikan tanggal 10 muharram sebagai hari besar dan mereka berpuasa sebagai peringatan kisah nabi musa. berkenaan dengan masalah syariat ini, umat islam disunnahkan berpuasa pada bulan muharram. puasa ini dikenal sebagai puasa tasu’a (9 muharram) dan puasa asyura (10 muharram).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” [HR Muslim, Abu Daud]
Rasulullah ditanya tentang puasa Asyura, beliau menjawab: “Puasa itu bisa menghapuskan dosa2 kecil pada tahun kemarin.” [HR Muslim]. kim. imamul muttaqin (sumber)

Selasa, 15 Desember 2009

Subhanallah!, Penyakit Aneh Gerogoti Pelajar Berprestasi



* RSUD Dr Soebandi Hanya Jamin Biaya Rawat Inap

JEMBER – Subhanallah. Segala puji bagi Allah”. Begitulah ungkapan yang keluar dari mulut para anggota DPRD Jember yang menjenguk Wijianto, di RSUD dr Soebandi.
Pasien miskin asal Desa Serut Kecamatan Panti ini, menderita penyakit aneh. Tubuhnya, digerogoti oleh panyakit komplikasi, diantaranya jantung, anemia, hingga lengket jari alias boulous desease. Sekujur tubuhnya, mengenaskan. Luka serius dan melepuh terlihat di seluruh tubuhnya.
Sehingga nampak bocah berumur 14 tahun ini seolah masih berusia 8 tahun. Berat tubuhnya menyusut hingga beberapa kg dari ukuran normal. Anak usia 14 tahun seharusnya berat tubuhnya (berat badan,red = BB), itu adalah 32-35 Kg tapi, Wijianto, pelajar kelas 1 Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam, Rambipuji ini hanya sekitar 15 kg.
Kini, Wijianto sudah hampir sepekan tergolek di RSUD Soebandi Jember. Berat badannya yang separuh dari berat normal dan tinggi tubuhnya itu juga menyusut drastis. Terlihat tulang belulang lengket dengan kulit dan nyaris tidak berdaging itu, mirip terkena kwasiokor (kekurangan gisi,red).
Sebenarnya pelajar ini dikenal sebagai pelajar yang berprestasi. Sejak taman kanak kanak, dan sekolah dasar dia selalu rangking pertama. Tapi, karena sakit parah yang dideritanya, mengharuskan absen dari sekolahnya kelas 1 di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam dan otomatis tertinggal jauh dengan temannya.
"Rasanya sakit gatal semua, saya ingin sembuh dan sekolah lagi," akunya saat didatangi dua anggota DPRD Jember dari Komisi C, Ayub Junaidi, dan Yudi Hartono, dari PKB dan Golkar ini.
Ayah Wijianto, Didik Sumiati membeberkan bahwa penyakit yang diderita putranya itu sebetulnya sejak anaknya berusia 4 hari. "Awalnya gelembung itu hanya terhadap di tangannya. Karena berisi air, akhirnya memecah gelembung itu dengan peniti. Saya sudah tidak tega melihat kondisi anak saya ini. Padahal, dia rangking satu terus selama sekolah," ujarnya berkaca kaca.
Dia yang berprofesi sebagai juru parkir di Pasar Rambipuji, ini, lantas melihat gelembung yang nyaris menyebar di sekujur tubuh anaknya itu panik. Tapi, lagi lagi sayang. Biaya menjadi kendala bagi dirinya untuk mengobati putranya.
Tapi, dia lantas mengirimnya ke RSUD dr Soebandi atas desakan para tetangga dan keluarga. Sebab, kasihan dan iba melihat kondisi Wijianto.
Sejak tercatat menjadi pasien RSUD Soebandi Jember, Wijianto dimasukkan dalam kategori pasien umum. Padahal kondisi keluarga tergolong kekurangan dan seharusnyadifasilitasi Jamkesmas oleh Pemkab Jember.
Didik juga mengatakan, selama ini, putranya hanya dirawat di Puskesmas pembantu. Tapi, karena kemarin kondisinya sedikit parah, sehingga dirujuk ke RSUD dr Soebandi.
Didik, mengaku iba kepada putranya. Karena saat musim kemarau tiba keringat yang ada di tubuhnya, membuat gelembung di tubuh putranya itu menyiksa dan sangat gatal.
Solidaritas kemanusiaan muncul dari dua Fraksi di DPRD Jember. Yakni Fraksi Kebangkitan Bangsa, dan Fraksi Golkar. Ketua Fraksi PKB Ayub Junaidi, sedangkan Ketua Fraksi Golkar diwakili oleh Yudi Hartono.
Keduanya atas nama Fraksi memberi santunan kepada keluarga Wijianto untuk biaya perawatan. Bahkan kedua pimpinan Fraksi di DPRD ini mendesak langsung kepada direktur RSUD dr Soebandi, dr Yuni Ermita, Mkes, untuk segera memberikan fasilitas surat keterangan miskin bagi pasien ini.
"Kita tahu, ini pasien korban kebijakan. RSUD kondisinya sudah minus Rp 6,5 miliar dan SKM kata bupati berlaku, tapi faktanya di RSUD tidak berlaku," tegas Ayub.
Sementara itu, RSUD dr Soebandi Jember melalui Dirut dr Yuni Ermita menegaskan bahwa pasien Wijianto didaftarkan orang tuanya memilih menjadi pasien umum.
"Kondisi keuangan rumah sakit tahun ini harus menanggung hutang Rp 6,5 miliar. Apalagi Jamkesmas non quota belum maksimal," bebernya.
Tapi , RSUD akan berusaha maksimal untuk meringankan biaya perawatan pasien Wijianto. Di tempat yang sama, dr Bagas Kumoro wadir Yanmed mengatakan berdasarkan diagnosa medis, Wijianto terkena panyakit sangat komplikasi.
"Istilahnya Bulluous Disease, dia juga terkana sesak nafas, anemia, dan jantung. Ini bukan penyakit aneh, tapi kami berusaha mengobatinya," tegasnya.
Soal akan ada rencana dirujuk ke RSUD dr Sutomo Surabaya, dia mengatakan orang tuanya menolak karena terkendala biaya. “Kita usahakan biaya selain obat akan ditanggung oleh RSUD dr Soebandi tapi, untuk obat obatan belum bisa,” ujar Bagas, menimpali.
Sementara, di dalam APBD Kabupaten Jember tahun 2010 mendatang, anggaran untuk belanja hibah mencapai Rp 50 milliar lebih. Belum lagi, anggaran teknis dinas untuk menyukseskan BBJ, dan anggaran untuk Desa sebesar Rp 500 juta per desa dikalikan 248 Desa, sudah terluncur digedok. Sementara hutang biaya jamkesmas di RSUD Rp 6,7 milliar belum terbayarkan. kim

16 Cabup-Cawabup Diaudisi Demokrat

JEMBER - Sedikitnya ada sekitar 16 orang bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Jember yang mendaftar melalui Partai Demokrat (PD), sehingga melengkapi berkas yang disyaratkan hari ini melalui tahapan audisi.
Juru bicara tim penjaringan Partai Demokrat, Doni A Purwadi menjelaskan hingga hari terakhir pelengkapan berkas, hanya ada satu calon yang tak melengkapi berkas sehingga dianggap gugur.
"Berkas tang tidak melengkapi hanya Sucipto. Sedang berkas lengkap terdapat 10 bakal calon bupati dan 6 bakal calon wakil bupati," tegasnya.
Ditambahkan, tahapan mekanisme selanjutnya adalah para kandidat itu akan diminta membuat materi visi dan misi yang dibukukan dan dijilid rangkap lima.
Ada waktu hari ini 16 Desember hingga 22 Desember 2009 untuk persiapan audisi yang berisi pemaparan visi dan misi, serta pendalaman materi.
"Ada wacana uji kandidat dari kalangan ahli dan publik. Tapi, kami akan mendatangkan tenaga para ahli terlebih dahulu untuk audisi dan wawancara kandidat itu,” tegasnya.
Diharapkan, surat keputusan DPP Partai Demorat segera turun. Sehingga proses penjaringan calon cepat selesai.
Sementara itu Komisi Pemilihan Umum memastikan bakal membuka pendaftaran calon bupati-wakil bupati pada tanggal 1 Maret 2010.
Ketua KPU Ketty Tri Setyorini mengaku bahwa kandidat perseorangan (independent) dipersilakan mendaftarkan diri . Tapi para calon diharuskan memberikan bukti surat pernyataan dukungan dari warga berikut kartu tanda penduduk.
"Pernyataan itu harus dibubuhi materai. Tapi, materai itu cukup satu desa satu materai, jadi bukan per satu surat pernyataan satu materai," tegasnya.
Selanjutnya, berkas persyaratan itu sudah harus dilimpahkan ke petugas panitia pemungutan suara, 20 hari sebelum Hari-H pendaftaran.
Soal jumlah minimal suara dukungan awal yakni tiga persen dari jumlah penduduk, KPU Jember masih akan berkonsultasi dengan Dinas Kependudukan, untuk mengetahui jumlah penduduk Jember terakhir.
Selain itu, setiap kandidat independen sekurang-kurangnya harus mengumpulkan KTP dan surat pernyataan dari warga di 50 persen dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Jember berjumlah 31 itu, dengan sebaran merata. “Harus ada dukungan minimal di 16 kecamatan," tegasnya. kim


40 Anggota TNI-Polri Positif AIDS

JEMBER – Astaghfirullah. Kondisi Kabupaten Jember sedang memprihatinkan. Dari data yang dilansir Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jember dalam acara pelatihan stake holder penanganan AIDS membeberkan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Jember, telah ada 40 anggota TNI dan Polri yang terinfeksi HIV/AIDS atau ODHA.
Kepala Dinas Kesehatan dr Olong Fajri Maulana merahasiakan dari satuan mana saja TNI/Polri yang terkena virus mematikan itu.
"Data hasil pemeriksaan klinik VCT kami rahasiakan. Dan kami operasionalkan sejak tahun 2007 klinik itu. Dan ini adalah rahasia jabatan. Maka setelah ditemukan ada yang positif, kita wajib merahasiakan identitasnya, pimpinan Polri atau TNI saja tidak bakal kita beri tahu," tegas Olong Fajri Maulana.
Ditambahkan, data itu sangat mengejutkan, sebab anggota aparat negara itu tersebut tergolong memiliki konsistensi dalam menjaga kesehatan dengan bekal ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
"Kenyataanya, pendidikan tinggi tidak menjamin tidak terinfeksi penyakit itu. Karena itu kami lebih getol lagi sosialisasi bahaya AIDS, bahkan di instansi, kalau cek darah dengan Mobile VCT," tegasnya.
Sementara berdasarkan data KPA Jember, jumlah ODHA paling banyak berasal dari profesi wiraswasta berjumlah 56 kasus. Disusul dari kalangan anggota TNI / Polri berjumlah 40 orang dan ibu rumah tangga 38 orang.
Selanjutnya kalangan pekerja seks komersial ada 19 orang. KPA mentotal hingga bulan Oktober tahun ini ada sekitar 261 ODHA.
“Sebenarnya ada yang menarik dari data itu. Dari jumlah 261 justru pekerja seks komersial hanya ada 19 orang yang terinfeksi," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, untuk golongan tenaga kerja indonesia asal Jember, berjumlah 30 orang terjangkit positif virus HIV-AIDS.
Konselor Klinik VCT RSUD Subandi Jember, Yustina Evi membeberkan bahwa para tenaga kerja itu diketahui mengidap virus mematikan itu setelah setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
"TKI itu ada yang tertular melalui jarum suntik dan hubungan seksual dengan penderita AIDS.
Bahkan ada salah satu TKI dipulangkan dari Malaysia karena positif mengidap HIV-AIDS," tegasnya.kim


Korban Perampokan, Dilempari Bata

JEMBER- Aksi kejahatan marak di wilayah pinggiran Kabupaten Jember. Pelakunya bahkan tak segan berbuat nekat dan kekerasan kepada korban. Terutama saat dipergoki korban atau pemilik rumah.
Seperti yang dialami Suminah (35) warga Dusun Krajan Desa Suco Kecamatan Mumbulsari Senin (14/12) dinihari. Aksi anarkis pelaku perampokan nyaris mencederai Suminah. Sebab, rumahnya dilempari bata hingga rusak.
Sebelumnya, kawanan ini sempat dipergoki korban hendak menyatroni rumahnya. Karena tepergok, kawanan ini membatalkan niatnya. Dia memilih melempari Suminah dengan batu. Beberapa tetangga saat itu sudah berkumpul begitu mendengar teriakan tolong dan "maling - maling" dari korban.
Beruntung saja, saat itu sedang ada kegiatan di rumah tetangganya yang menggelar hajatan. Korban yang tak enak perasaan itu pulang ke rumah mendadak. Diapun kaget saat memergoki pelaku sedang berusaha menyatroni rumahnya.
Begitu masuk rumah, Suminah mendengar suara gaduh ayam piaraannya. Selang beberapa saat terdengar suara manusia berisik. Suara itu lantas dicek. Begitu membuka pintu belakang, mendadak ada batu bata melayang di sekitarnya.
Seketika Suminah tiarap menghindari lemparan batu susulan. Suminah tak mau menyerah. Diam diam dia mengambil celurit berniat untuk melawan. Tapi, para pelaku keburu kabur.
“Pelakunya berjumlah dua orang. Mereka pakai tutup wajah. satu tinggi besar dan gemuk satunya kurus," ujarnya.
Suminah usai pelaku kabur langsung memanggil suaminya Fauzi di rumah tetangga. Saat itu Fauzi, bersama warga berbondong bondong menyisir perkampungan. Tapi, sial mereka tidak berhasil menangkapnya.
"Saya sudah kehilangan dab air, pompa sumur itu," ujarnya.
Sementara itu Tomas setempat Kholik Mohtar aksi kejahatan itu, hendaknya menjadi fokus perhatian para aparat. Warga diakui sudah semakin tidak tenang belakangan ini. Keamanan masyarakat sudah terganggu. “Saya harap petugas menindaklanjuti nya. Masyarakat sini biar tidak was-was terhadap pelaku pelaku kejahatan nekat itu," ujarnya.kim



SINDIKAT PEMALSU STNK DIBONGKAR


• Beroperasi Sejak Tahun 2005

JEMBER - Mencengangkan petugas. Tim Resmob Polres Jember akhirnya dengan sedikit geram memberangus sindikasi pemalsu Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNKB).
Betapa tidak. Aksi para kawanan dan sindikat ini berjalan sejak tahun 2005 tanpa ada yang tercium aparat. Baru kemarin, sindikat ini dibongkar berkat informasi dari masyarakat.
Sedikitnya ada empat tersangka yang dibekuk dalam sindikat ini, diantaranya Sumaji alias Pak Eksan (50) warga Desa Ringintelu Kecamatan Puger dan Anam alias Saiful (45) warga Dusun Sadengan Desa Grenden Kecamatan Puger.
Setelah kedua orang ini ditangkap terlebih dahulu, lantas dikembangkan. Menyusul dua tersangka selanjutnya adalah Katam (65) warga Desa Yosowilangun –Lumajang dan Matjoko (40) warga Dusun Suling Desa Bagonrejo Kecamatan Puger juga dibekuk petugas.
Dari keempat tersangka, masing – masing memiliki peran dan fungsi berbeda. Untuk Sumaji dan Saiful berperan sebagai pelempar dan penerima kendaraan bermotor.
Sebelum kendaraan dilempar (dilego, Red) lebih dulu dibuatkan STNKB asli tapi palsu. Data di STNKB yang asli sebelum dilempar ke pembeli dilakukan perubahan.
Data yang ada di STNKB, misalnya Nopol di STNKB yang asli digosok lalu diganti sesuai selera angka yang diinginkan.
“Saya melakukan ini sudah sejak 2005. Tapi, setahun kemudian saya berhenti karena ditangkap petugas. Setelah keluar dari Lapas, saya kembali lagi menekuninya palsukan STNKB,” ujat Matjoko.
Hal itu dijalaninya, untuk menghidupi istri dana anaknya. ”Hasilnya saya pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan anak. Saya kapok pak tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti ini,” imbuhnya.
Tak hanya Nopol kendaraan yang dirubah, tapi juga kondisi data lainya seperti nomer mesin dan rangka juga dirubah sekaligus masa berlakunya pajak atau notis.
Cara seperti itu ditempuh kawanan ini untuk memuluskan jalannya transaksi motor dengan korban. Dengan begitu korban semakin percaya bahwa barang yang dibeli adalah kondisi suratnya lengkap.
“Kami sarankan kepada masyarakat selalu waspada saat akan membeli sepeda motor bekas. Teleti secara seksama dan dicek kondisi surat dan fisik kendaraan. Jika tidak ingin mengalami nasib menjadi korban pemalsuan STNK,” kata Kapolres Jember, AKBP Nasri didampingi Kasatreskrim AKP Leonard M Sinambela.
Kalau ada keragu - raguan terkait kondisi sepeda motor dan surat suratnya agar dikroscekkan ke Samsat. Langkah itu lebih efektif daripada kecewa belakang harinya bahwa sepeda motor yang dibeli ternyata kondisi tidak beres.
”Cek kendaraan tidak dipungut biaya. Kalau ada yang minta biaya, lapor ke saya,” tandasnya.
Dari tangan tersangka ini petugas berhasil mengamankan barang bukti kendaraan bermotor belasan unit diantaranya sepeda motor bernomor polisi P 3763 YE jenis yamaha, yamaha tanpa Nopol, N 4468 ZF jenis honda, N 4620 ZF jenis yamaha, N 3877 VH jenis honda dan P 5051 MW jenis honda. Berikut kendaraan bermotor Nopol 4948 KJ jenis yamaha, P 4310 PW jenis yamaha, Nopol DK 8902 DL jenis yamaha, Nopol P 4320 LF jenis yamaha dan Nopol BK 3219 OG jenis yamaha.
Selain belasan sepeda motor, petugas juga menyita 22 lembar STNKB aspal. Disamping itu juga, petugas menyita sarana peralatan untuk merubah dan memalsu data. Peralatan itu terdiri dari spidol, silet dan potelot.
Belasan kendaraan bermotor ini berhasil diamankan petugas dari Dusun Blok Aren Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo. Kendaraan bermotor ini telah berada ditangan warga Dusun Blok Aren dengan cara membeli kepada pelaku dengan harga antara Rp 5 juta – Rp 11,5 juta.
Sedang pelaku mendapat sepeda motor dari wilayah Bangsalsari, Balung dan Yosowilangun-Lumajang. Praktik ini dilakukan pelaku sekitar tahun 2005.
Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Warga menaruh curiga harga sepeda motor yang dibeli warga dengan harga di bawah standart di pasaran laku keras. kim

Kalah Opini, Jaksa Pending Eksekusi “Pejuang Anti Korupsi”


• Oknum Jaksa Arogan Nyaris Adu Jotos

JEMBER - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melalui Kajari Irdam Amran SH, menegaskan tetap komitmen sebagai pejabat negara dalam pemberantasan korupsi. Sehingga wajar dia menemui dilemma saat akan mengeksekusi Sudarsono, Ketua Indonesian Bureucracy Watch (IBW) Jember Senin (13/12) siang.
Sudarsono, sendiri sebetulnya telah mendapat surat panggilan ketiga untuk eksekusi terhadap vonis Mahkamah Agung (MA) yang memvonis pidana kurungan kurang lebih 3 bulan. Kasusnya terkait pidana pencemaran nama baik pejabat Pemkab Jember. Saat itu Sudarsono, hari Sabtu dan Minggu tanggal 27 – 28 Juli 2002 merazia mobil plat merah para pejabat.
Razia itu adalah menempeli mobil plat merah itu sebagai bentuk korupsi karena digunakan untuk kepentingan di luar kedinasan. Kepala Pengairan Ir Suhardiyanto, saat itu tak terima dan mempolisikan Sudarsono. Karena berita di Koran itu menyudutkan Suhardiyanto.
Aksi penyerahan diri Sudarsono, kemarin dibarengi aksi unjuk rasa puluhan LSM, dan masyarakat binaan IBW ke halaman Kejaksaan. Orasi dan yel - yel meneriakkan pemberantasan korupsi berdengung keras di halaman Kejari Jember.
Kasus kasus lama, baik yang ada di Kepolisian dan Kejaksaan yang macet atas laporan IBW sontak menggema dan menyeruak muncul ke permukaan. Massa sempat nyaris bentrok dengan aparat polisi yang menghadang aktifis LSM anti korupsi ini masuk halaman Kejari Jember di Jl Karimata.
“Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Ayo masuk.. masuk serbu…!”. Kasat Samapta Polres Jember AKP Mahrobi Hasan, sepertinya menghindari betul terjadinya aksi bentrok. Dia berusaha menenangkan massa dan memilih menuruti permintan pengunjuk rasa masuk ke halaman Kejari.
“Iya.. anda anda akan kami persilahkan masuk tapi yang tertib,” teriak Mahrobi, yang lantang dijawab Sudarsono, “ Biarkan mereka masuk.. mereka pasti tertib. Kita taat hukum, dan tahu aturan hukum. Kita tidak akan buat onar,”.
Akhirnya perwakilan tetap diminta masuk ke dalam menemui Kajari Jember. Sementara sisanya diperkenankan orasi di halaman Kejari. Dalam pertemuan yang berjalan landai itu, Kajari Irdam, sempat mengatakan berulang kali bahwa melihat kasus Sudarsono, itu menjadi sangat dilemma.
Di satu sisi dia akan disalahkan rakyat, karena mengeksekusi aktifis pelapor korupsi. Tapi kalau tidak dia akan dituduh criminal oleh atasannya. “Karena itu, eksekusi Sudarsono, tetap kami jalankan. Dan harus ada endingnya. Kami akan berkoordinasi dengan pimpinan kami di Pusat,” ujarnya.
Diceritakan, bahwa dia menjabat baru tahun 2008. Dan posisi kasus Sudarsono, dituduh menista pejabat dengan pasal 310 KUHP itu sudah terjadi sejak tahun 2002. Seharusnya dia menyarankan ada Peninjauan Kembali (PK) sebagai upaya hukum lain. Tapi, setelah putusan MA turun tidak bisa dihilangkan. Tetap harus dijalani.
Nyaris Adu Jotos
Saat Kajari asyik berbicara dengan Sudarsono, dan perwakilan pengunjuk rasa itu tiba - tiba muncul seorang jaksa bernama Zaenal Arifin, SH. Melihat jaksa ini masuk ruangan pertemuan Sudarsono, langsung berdiri. “Ayo.. saya tidak takut kamu.. Kamu yang gak tenang. Kalau aku tenang,” ujar Sudarsono, berteriak.
Situasi memanas, diikuti teriakan dan cercaan para aktifis anti korupsi itu kepada oknum jaksa Zaenal. Sebab, Zaenal ini dituding sebagai Jaksa yang “mentang – mentang” dan main paksa saat menyerahkan surat panggilan ketiga terhadap Sudarsono, di rumah Ketua IBW itu.
“Siapa yang takut. Kami semua tidak takut. Negara ini milik kamu apa ?. Kamu yang tidak tenang, jangan sok…. Jangan mentang – mentang. Ayo aku di sini …! Kamu ngapain .. kamu mau apa?,” teriak Sudarsono lagi.
Dari situlah, pertemuan nyaris bubar. Sudarsono, ditenangkan Kajari Irdam, dan Kasi Pidum Achmad Sujayanto, untuk tidak melayani oknum kejaksaan itu. Kajari meminta Sudarsono, dan rekan yang bisa dipercaya masuk ruangannya untuk membicarakan rencana eksekusi tersebut.
Usai dari ruangan itu, Faourzan Arif, sekretaris IBW mengatakan eksekusi tetap akan dilaksanakan. Dan putusan MA itu harus ada endingnya. Tapi IBW meminta syarat, yakni tidak ada jemput paksa, dan upaya liar tangkap paksa. IBW juga mendesak kepada Jaksa agar menjamin kasus kasus korupsi yang dilaporkan IBW yang macet harus dilanjutkan.
Beberapa kasus yang dilaporkan IBW adalah 4 di Kepolisian, dan 4 di Kejaksaan. Diantaranya korupsi eks gedung BHS senilai Rp 5 milliar, kasus sekoci Rp 1 milliar, kasus korupsi Dinsos soal Losisi Puger, dan kasus pembangunan Al Qodiri. Keempat kasus ini ditangani Kejaksaan dan macet.
Kasus selanjutnya, adalah dugaan korupsi modus pemalsuan surat kenaikan pangkat di Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans), Plesterisasi, korupsi Best FM, dan kasus korupsi dana operasional DPRD.
“Semua kasus itu harus dijamin oleh Kejaksaan akan dilanjutkan. Kami akan menyerahkan Sudarsono, ketua kami untuk menjalani eksekusi MA itu. Jaksa tadi sudah mengiyakan tinggal menunggu petunjuk baru dari pimpinan di Kejakgung. Soal teknis harinya, tidak bisa disebutkan,” ujar Faourzan Arif.
Sebelumnya, sejumlah aktifis sempat menggoreskan jempolnya dengan silet hingga berdarah. Lalu darahnya ditempelkan di lantai putih teras Kejaksaan, sebagai symbol perlawanan pejuang dan aktifis anti korupsi terkena kriminalisasi mafia peradilan. Tak ketinggalan istri Sudarsono, Nurwati, sempat berorasi dan meneriakkan yel yel sambil menggendong anak nya, Dawud, dengan teriakan berontak lawan ketidakadilan. “Saya tidak terima suami saya jadi korban kriminalisasi aparat dan kriminalisasi mafia peradilan. Segera tegakkan keadilan,” ujar Nurwati.
Aksi itu bubar setelah massa dan aktifis anti korupsi ini puas menerima penjelasan dari Kajari Jember Irdam Amran SH. Bahkan, oknum jaksa Zaenal, sempat dipanggil ke ruang Kejari dan diberi briefing karena bertindak di luar kendali. Massa pun beringsut pulang ke rumah masing - masing. kim

Senin, 14 Desember 2009

RAZIA KTP DI TAWANG ALUN


• Rendahnya Masyarakat ber KTP

JEMBER – Rendahnya masyarakat Jember mengurus Kartu Identitas Penduduk (KTP) sebagai bukti kewarganegaraan dan kejelasan domisili hingga statusnya di masyarakat membuat aparat Dinas terkait, yakni Dishub dan Dispenduk.
Sebenarnya, dengan KTP akan memudahkan masyarakat dan petugas dalam menghubungi keluarga hingga pengurusan surat jika ada persoalan yang menimpa orang itu saat bepergian.
Dalam razia KTP atau dikenal Operasi Yustisi yang digelar di Pasar Tanjung ditemukan hampir 75 % masyarakat tidak membawa KTP.
Sedang di Terminal Tawang Alun ditemukan 50% warga tak ber KTP. Kasi Pelayanan Informasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Jember, Arismaya Parahita, mengatakan bahwa bagi masyarakat yang saat dilakukan operasi yustisi diketahui tidak punya KTP, dilakukan pemeriksaan.
Mereka yang tidak punya KTP diminta membuat surat persyaratan dan data. “Tadi pagi, di Pasar Tanjung ada sekitar 75 % orang, dan ini akan menjadi bahan untuk menuangkan berbagi kebijakan. Ini akan kita konsultasikan dan diskusikan, kita pelajari lebih lanjut. Dari data ini akan kita temukan akar persoalan sebenarnya. Kalau itu dari sisi pelayanan, maka kita benahi pelayanannya,” ujar Aries, dalam kegiatan Operasi Yustisi, di Terminal Tawang Alun, Senin (14/12)
Masih lemahnya kesadaran penduduk menggunakan KTP saat bepergian akan berubah menjadi baik setelah operasi yustisi sering digelar. Masyarakat sendiri sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak memiliki KTP.
Terlebih lagi pengadaan KTP, itu Dispenduk selalu proaktif member layanan kelengkapan administrasi kepada masyarakat baik melalui jaringan Dispenduk, kecamatan hingga ke Desa.
“KTP saat ini, dikeluarkan tahun 2006. Karena itu operasi yustisi KTP ini merupakan salah satu moment di akhir tahun untuk menyempurnakan data kartu keluarga tahun depan,” ujarnya.
Dalam kepemilikan KTP itu, tahun 2011 akan diganti KTP nasional dan sekarang mulai sosialisasi.
“Namun dispenduk masih belum melibatkan tokoh masyarakat, tapi saya kira ini masukan baik. Kita akan coba untuk melibatkan tokoh supaya ikut bertanggung jawab. Tolong kepada masyarakat Jember bahwalah KTP sebagai identitas tunggal ini demi keamanan dari masyrakat itu sendiri,”tandasnya.
Kepala UPT Terminal Tawang Alun, Gatot Triyono, menyambut baik operasi yustisi itu. Dengan begitu pendatang baru dari luar kota, atau yang tidak tertib terpantau.
“Harapan saya nggak hanya pada penumpang yang datang, para pekerja di sini juga harus ditertibkan,” ujarnya.
Diharapkan semua petugas dan penumpang di Terminal Tawang Alun, agar senantiasa melengkapi identitasnya agar tidak terjadi sesuatu di kemudian hari. kim


MZA DJALAL MELO, KENANG DI AWAL MENJABAT


JEMBER - MZA Djalal, tiba - tiba “melo” karena mengaku mengenang masa jabatan di awal karir menjadi Bupati Jember.
Empat tahun, dia menjabat menjadi pemimpin Pemerintahan dan Wilayah Jember membuatnya terkenang. Terutama saat berada di Kecamatan Puger.
Waktu yang lama itu terasa masih singat. Dan dirasakan jika diukur dengan program dan kebijakan yang digulirkan sudah banyak program dan kebijakan yang dikeluarkan dan masih ada yang belum klaar (tuntas).
Terakhir bahkan yang mengejutkan, Ir MZA Djalal, menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat yang telah mendukungnya selama ini.
“Roh pembangunan itu adalah khusnudzon. Mungkin di penghujung jabatan masih ada pekerjaan yang belum selesai. Dan ada yang pernah saya sakiti, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Bupati Djalal, di hadapan masyarakat dalam acara Dialog Solutif Bedah Potensi Desa, di Lapangan Olahraga Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Senin (14/12) kemarin.
Di kesempatan itu pula Bupati mengajak masyarakat Kecamatan Puger, untuk memanfaatkan acara Dialog Solutif sebagai media mencurahkan isi hati (Curhat).
Terkait besarnya potensi Kecamatan Puger selama ini baik perikanan, dan peternakan, Djalal, memaparkan kisahnya saat awal menjadi Bupati Jember.
Saat baru menjabat sebagai Bupati dia pernah mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger.
Saat datang kali pertama ke TPI, dia didatangi nelayan-nelayan Puger dan diberondong usulan agar plawangan Puger dikeruk.
Karena plawangan itu bahaya dan menyulitkan nelayan menambatkan (menyandarkan) perahunya pada muara Sungai Bedadung itu.
“Awal jadi bupati saya datang ke TPI. Saya dikerubuti nelayan dan minta agar muara atau plawangan dilakukan pengarukan,” papar Djalal.
Dia saat itu menjawab bahwa persoalan pintu masuk ke TPI itu, adalah tanggung jawab Pempro Jatim. Tapi, karena melihat kepentingan dan kesulitan nelayan Puger dia mengusulkan ke Pempro Jatim dan disetujui hanya SPBU.
Baru tahun 2006, Djalal mengusulkan ke DPRD untuk melakukan pengerukan plawangan. DPRD Jember setuju dan dilakukan pengerukan.
“Saya kira pendangkalan akan terus terjadi, dan Tahun 2006 dengan anggaran Rp 5-6 milliar, pengerukan dilakukan,” ujarnya. kim



Dua “Gajah” Dipastikan Rebutan Ketua DPC PDIP

• Musda Golkar Ditunda

JEMBER - Sudah hamper bisa dipastikan, dua nama “Gajah” (orang orang besar, Red) maju dan berhadapan merebut posisi Ketua DPC PDIP Jember, dalam Konfercab yang akan digelar Januari mendatang.
Konfercab akan digelar sebulan lagi. Tapi, tahapan yang paling menentukan adalah tanggal 17 Desember 2009. Sebab, dalam mekanisme partai berlambang moncong putih ini, menghasilkan keputusan penentuan siapa calon yang akan diusung oleh masing masing Pengurus Anak Cabang (PAC) sebanyak 31 PAC se Kabupaten Jember.
Sehingga dalam keputusan PAC itu jelas sudah menyebut nama yang akan diusulkan dan diajukan dalam Konfercab PDIP Januari 2010 mendatang. Nama yang muncul di dalam Keputusan PAC itu akan diputuskan dan diusulkan untuk mendapat restu dan rekomendasi dari Ketua DPP PDIP di Jakarta.
Dua nama “gajah” itu adalah Kusen Andalas, Sip. Incumbent yang juga wakil Bupati Jember 2005-2010 ini, masih memiliki akar kuat di tubuh PDIP. Tapi, beberapa kader yang ingin perubahan menghendaki nama lain yakni H Satib Msi yang juga mantan Ketua Gapensi Jember ini.
H Satib, Msi, adalah pengusaha yang juga kader PDIP yang sukses. Dia dengan sepak terjangnya selama menjabat Ketua Gapensi itu berhasil membesarkan organisasi dan berpengalaman luas di jaringan perekonomian dan usaha di Jatim dan Nasional.
Sebaran dukungan kepada H Satib Msi, ini sangat merata. Sehingga dipastikan nama H Satib akan mendapat dukungan suara mutlak.
Tapi, Kusen Andalas, Sip, yang juga Wakil Bupati Jember ini berusaha mati matian mempertahankan kekuasannya. Sebab, ada gerbong besar di belakang Kusen yang diemban. Diantaranya, beberapa anggota DPRD Jember yang kini menjabat dan berhasil dalam Pilleg 2009 kemarin merasa berhutang budi.
Tapi, ganjalan sangat besar adalah, status hukumnya. Kusen Andalas, ini statusnya adalah tersangka kasus korupsi Bankum dan korupsi anggaran operasional pimpinan. Dua pimpinan DPRD semasa dia menjabat yakni HM Mahmud dan HM Madini Farouq, telah dipenjara. Kini tinggal menunggu vonis dari kasasi MA yang dilakukan oleh jaksa.
Sementara itu Mapolda Jatim, masih akan mengusut kasus korupsi lagi yakni Bankum dengan tersangka Kusen Andalas. Dari perhitungan sementara, dari 31 PAC se Jember dukungan kepada H Satib adalah 20 PAC, sedangkan sisanya adalah mendukung Kusen Andalas.
Wakil Ketua Bidang Politik dan Pmenangan Pemilu DPC PDIP Jember, Yusuf Iskandar mengatakan, sampai saat ini kandidat hanya memiliki waktu tiga sampai empat hari untuk gerilya mendapat dukungan PAC.
"Jika PAC sudah menentukan kandidat ketua, maka selanjutnya tinggal merumuskan dan merekomendasikan saja ditingkat konfercab," katanya.
Sedang proses penjaringan bakal calon bupati yang akan diusung akan menjadi tanggungjawab kepengurusan DPC PDIP yang baru. Yusuf sendiri berharap tidak ada intervensi terhadap basis pimpinan anak cabang di 31 kecamatan untuk menentukan kandidat ketua.
Terpisah, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Gokkar yang rencananya akan digelar pada 13 Desember ternyata molor. Setelah turun surat instruksi dari DPP dan DPD 1 Partai Golkar maka Musda digelar pada 23 Desember mendatang.
Sekretaris Partai Golkar Jember, Yudi Hartono mengatakan, sampai saat ini sudah mulai bermunculan lima kandidat antara lain, Mahmud Sardjujono, mantan Ketua DPD Golkar Tahun 2005, Yantit Budihartono (inkamben), Abdul Arif Anang Ismail- Ketua Pemuda Pancasila, Karimullah Dahrujiadi-anggota DPRD, Sujatmiko- Ketua Kosgoro 1957 dan Agustono- Ketua AMPI. kim