Jumat, 23 April 2010

Oli Yamalube dan Federal Oil Dipalsu




* Home Industri Pemalsu Oli Dibongkar Polres Jember

JEMBER – Belakangan banyak pengendara motor atau konsumen mengeluhkan mesin sepeda mereka cepat rusak. Ternyata, banyak beredar olie palsu.

Jajaran Resmob Polres Jember berhasil membongkar kasus pemalsuan olie merk Yamalube dan Federal Oil, yang diproduksi secara rumah tangga (home industri) tanpa ijin dengan tersangka bernama Yongky Yusaka Bin Sanjaya Sinarawadi (48) warga Jl Imam Bonjol, No 167 Dusun Krajan, Desa Glagah Wero, Kecamatan Kalisat, Jember, Jumat (23/4) kemarin.
Ceritanya, Tim Resmob Polres ini secara tidak sengaja membongkar pemalsuan olie merk Yamalube dan Federal Oil ini saat dimintai bantuan oleh jajaran Resmob Polwiltabes Surabaya untuk menangkap tersangka penipuan dan penggelapan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Surabaya. Kebetulan yang dicari – cari adalah tersangka Yongky Yusaka tersebut.
Tapi, saat dilakukan penggerebekan tersangka dan beberapa karyawan serta pembantunya sedang memproduksi oli palsu tersebut. Tersangka langsung dikeler ke Mapolres Jember berikut barang bukti. Ratusan botol / kaleng kosong yang belum terisi, zat perwana pakaian (wenter), puluhan duz kaleng berisi olie dengan dua merk itu, dan peralawatan pencampuran.
Hanya tersangka sempat dibawa ke Mapolwiltabes untuk melengkapi berkas perkara di Surabaya kasus penipuan penggelapan. Setelah itu baru tersangka dibon untuk diperiksa di Polrse Jember terkait kasus pemalsuan olie tersebut.
Kapolres Jember AKBP M Nasri, Sik, didampingi perwiranya Kasatreskrim AKP Nur Hidayat, Mayor Dedy, dan Kaur Bin Ops Reskrim Polres Jember membeber barang bukti untuk ditunjukkan ke masyarakat alias gelar ungkap perkara.
Menurut Kapolres penangkapan itu patut disyukuri karena tanpa sengaja pelaku penipuan dan penggelapan itu adalah pemroduksi olie palsu. Kalau tidak terungkap maka akan lebih banyak merugikan masyarakat konsumen di Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Sebab, pemasaran hasil produksi olie palsu itu sudah menembus daerah Lumajang, Kencong, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. “Kita bersyukur dan terima kasih karena dari dimintai bantuan Polwiltabes kita malah bisa mengungkap kejahatan lain,” tegas M Nasri, calon Wakapolres Metro Tangerang ini.
Kata dia, tersangka jelas – jelas melanggar pasal 62 ayat 1 dan 2 UU No 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 24 Ayat 1 UU No 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian.
Yongky Yusaka, di sela wawancara itu mengaku setiap 1 drum olie jumbo yang dipalsukan menjadi merk Yamalube dan Federal Oil dia meraup keuntungan Rp 1,2 juta. Kata dia modus yang digunakan kali pertama adalah dia mendirikan bengkel sepeda motor di rumahnya di Jl Imam Bonjol No 167 Dusun Krajan II Dsea Glagahwero, Kecamatan Kalisat Jember.
Yongky Yusaka bin Sanjaya Sinarawadi dibantu M Ahmadi, Abu Safar Hadi dan Holifah istrinya lantas memproduksi oli palsu dan diberi merk Yamalube dan Ferderal Oli, seolah olah isinya asli.
Tanpa ijin usaha, dan segala macamnya, dia kulakan kaleng kosong di Demak Surabaya, berikut tutup alumunium dan tutup klep plastik. Setelah bengkel didirikan, produksi dijalankan sejak bulan Pebruari 2010.
Kulakan kaleng kosong di tempat rongsokan itu per kardus berisi 24 kaleng Rp 27.500. Dia lantas kulakan 1 drum olie merk Jumbo seharga Rp 2.550.000.
Kaleng bekas dibersihkan lalu diisi dengan olie jumbo itu sesuai takaran 0,8 liter, dan 1 liter. Untuk oli jenis Federal dia mencampur zat pewarna baju / wenter agar menjadi merah.
Untuk jenis Yamalube Oli langsung diisikan ke kaleng bekas. Lalu botol disegel dengan segel alumunium dengan cara dipanasi pakai seterika.
Olie bekas itu dia lantas pasarkan ke bengkel – bengkel dari Jember , Kencong, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo dengan harga Yamalube 0,8 liter Rp 24.000, oli jenis Federal Supreme ukuran 0,8 liter Rp 20.000, ukuran 1 liter Rp 22.000. ki

Tidak ada komentar: