Senin, 12 Juli 2010

Pemohon KK Sangat Tinggi


JEMBER- Berbagai upaya terus dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkab Jember dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat terutama dalam mengurus Kartu Keluarga (KK) nasional yang hanya paling lama 2 bulan. Awalnya pengurusan KK memakan waktu 6 bulan. Hal itu dikarenakan kurangnya tenaga bantuan di Dispenduk Capil dan terbatasnya sarana computer.
Dari data di Dispenduk Capil saat ini jumlah KK yang sudah diterbitkan mencapai 26 ribu lembar atau mencapai 400-600 orang per hari.
Hal itu disampaikan oleh Supoyo Hadi Kasi Pelayanan Dokumen Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Jember.
Menurutnya, dengan berlakunya KK nasional masih banyak masyarakat yang belum memahami data isian formulir KK. Mengingat KK adalah dokumen kependudukan dengan pengisian data harus jelas.
Karena itu Dispenduk Capil terpaksa mengembalikan formulir jika salah kepada pemohon. Para pemohon KK kebanyakan berasal dari kota, selebihnya dari berbagai kecamatan di wilayah Jember bagian barat seperti Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Semboro, dan Wuluhan.
“Permohonan KK dipengaruhi tingkat kesadaran masyarakat, biasanya saat mereka memerlukan saja. Tapi saat ini pengurusan KK paling lama dua bulan, tapi bila kebutuhannya mendesak maka proses pembuatan KK bisa dipercepat,” ujarnya.
KK sendiri tidak ada masa berlakuknya seperti KTP ataupun SIM, namun data yang tertulis di KK bisa dirubah dengan alasan adanya mutasi penduduk dan perkembangan penduduk seperti kelahiran maupun kematian.
Biaya pengurusan KK hanya Rp 10 ribu Dispenduk Capil menyangkal jika selama ini memungut biaya lebih dari yang ditetapkan.
Seorang pemohon KK dari Kecamatan Sumbersari mengaku hanya membayar Rp 10 ribu. Dan sistemnya sudah professional baik mengurus KK, KTP, dan Akte Kelahiran.
Hal senada dibenarkan Eko warga Kecamatan Patrang yang pernah mengurus dokumen kependudukan di Dispenduk Capil. Dia tak menemukan petugas yang memungut di luar ketentuan.ki

Tidak ada komentar: