Rabu, 31 Maret 2010

Pemilukada dan Ramadhan Jadi Potensi BBJ


JEMBER – Setelah kemeriahan spektakuler digelar tahun kemarin, Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) bakal digelar kembali tahun 2010.
Tentu saja BBJ kali ini masih tetap untuk kesejahteraan masyarakat Jember dengan mengusung 3 demensinya.
Demensi pertama terkait nilai historis, agar masyarakat Jember sebagai penerus bangsa selain dapat melanjutkan perjuangan pahlawan diharapkan bisa menghormati hasil jerih payah pendahulunya.
“Di saat kita memperingati Hari Kemedekaan Bangsa Indonesia maka masyarakat akan selalu teringat jasa para pahlawan dengan selalu mengibarkan bendera merah putih disitu berbedanya masyarakat Jember ketika memperingati Hari Proklamasi,” diungkap Bupati Jember MZA Djalal usai memimpin rapat BBJ.
Kata Djalal tidak saja masyarakat Jember mengibarkan bendera merah putih bagi anak didik setiap hari selama satu bulan penuh akan tetapi lewat moment itu dapat lebih jauh melakukan pengecatan pagar, toko-toko, melakukan kerja bakti, mengganti bendera yang telah usang, memasang umbul-umbul dan memasang penjor.
“Jadi ada yang berbeda bagi masyarakat Jember dalam memperingati Hari Proklamasi,” tegasnya.
Dimensi lain sebagai motor penggerak dalam BBJ kali ini yakni dimensi ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat ketika berlangsungnya BBJ di Jember.
“Banyak gemuyunya masyarakat Jember baik itu pedagang, industri, perdagangan maupun hotel dan restoran sehingga event yang digelar selama hampir 2 bulan dapat meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Terakhir sebagai motor penggerak dalam BBJ yaitu prestasi, diharapkan dari Jember dari berbagai event yang digelar bakal muncul prestasi atau pemikiran baik tingkat regional, nasional maupun internasional. Apakah hal itu di bidang olah raga, seminar, seni, budaya, religi, lingkungan dan sebagainya
Tahun 2010 bagi Kabupaten Jember dalam menyelenggaran BBJ kali ini sebagai moment khusus karena saat penyelenggaraan BBJ bakal bersamaan dengan jadwal Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) memilih calon Bupati dan Wakil Bupati Jember Tahun 2010-2014.
Namun hal itu oleh Bupati tantangan Pemilukada meminta panitia BBJ untuk berpikir cerdas agar dari tantangan menjadi sebuah potensi dan peluang dapat digunakan sebagai pengisi berbagai event di BBJ nantinya. “Dalam BBJ bisa diwujudkan kunjungan tamu luar kota melihat pernak pernik Pemilukada yang kondusif dan berbeda sehingga menjadi daya tarik tersendiri,”pungkas Djalal.
Demikian juga bulan Ramadhan 1430 H bukanlah menjadi persoalan tidak terselenggaranya BBJ kali ini, namun hal itu menjadi peluang untuk menjadikan keunikan tersendiri bagi masyarakat Jember. “Bisa berwujud pasar ngabuburit menjelang sore hari bagi umat Islam menunggu buka puasa dan itu yang sedang kita cari bentuknya,”jelas suami Sri Wahyuni Djalal.
Lebih jauh Bupati Jember berharap pada BBJ nanti bakal ada nuasa religi yang dapat mewarnai di Bulan Ramadhan saat umat menunaikan ibadah puasa. “Bisa juga BBJ nanti salah satu eventnya diisi dengan kegiatan lomba adzan baik itu tingkat regional atau nasional, atau mungkin diselenggarakan juga kuliah tujuh menit tentang kandungan islam,”imbuhnya.
Bahkan ada pemikiran yang cukup briliyan dari orang nomor satu di Jember yang ditawarkan kepada panitia BBJ yang dikomandani Asisten Ekonomi Ekbang yakni ditawarkan agar Jember sebagai tempat berkumpulnya alumni Sholat Khusuk atau Es Q. Kabupaten Jember yang kaya akan batu kapurnya bisa dimanfaatkan sebagai tuan rumah para alumni, hanya saja waktunya disesuaikan dengan BBJ.
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Agoes Slameto yang mendampingi Bupati menuturkan BBJ kali ini digelar mengajak tamu manca negara maupun tamu domestik untuk datang ke Jember yang selanjutnya berinvestasi sesuai potensi dan kekayaan yang dimiliki Kabupaten Jember. “Bisa kita tunjukkan kepada daerah lain meski ada Pemilukada dan Ramadhan Jember tetap aman dan kondusif,”pungkasnya.
Sehingga dengan Menajemen BBJ yang mengusung 3 dimensi merupakan ajang untuk mensejahterakan masyarakat Jember. “Karena lewat event itu banyak masyarakat berkesempatan untuk meningkatan ekonominya,”jelas Agus. ki

DJALAL : CAMAT – KADES HARUS DEKAT !


JEMBER - Hubungan kedekatan laiknya bapak dan anak yang dibangun selama kepemimpinan Bupati Jember MZA Djalal MSi sangat dirasakan Camat dan Kepala Desa.
Hal itu terlihat saat silaturrahim Camat dan Kades se Jember Timur dan Utara di Desa Ajung Kecamatan Kalisat.
MZA Djalal dengan santai dan guyon menanggapi setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh para Kades. Sehingga mampu mencairkan suasana panas siang itu menjadi gayeng dan bersahabat.
Camat dan Kades dari Kecamatan Kalisat, Jelbuk, Sukowono, Sumberjambe, Ledokombo, Mayang, Silo, dan Pakusari tampak senang dan terhibur mendengarkan arahan dari orang nomor satu di Jember ini.
Sehingga menjadikan para Kades tidak segan untuk mengungkapkan permasalahan yang tengah dihadapi nya kepada Bupati MZA Djalal.
Para Camat dan Kades di kesempatan ini oleh MZA Djalal bukan lagi sebagai bawahannya tapi dianggap anak kandung sendiri, karena dengan kedekatan seperti itu Djalal berharap Camat dan Kades ikut memajukan Jember melalui pembangunan melalui Anggaran Dana Desa (ADD).
“Saya sebagai bupati ingin camat dan Kades bisa bekerja sama untuk membangun Jember lebih baik, karena dengan suasana kekeluargaan dan rasa kasih sayang yang saya jalin tidak ada lagi jarak antara atasan dan bawahan, antara yang memimpin dan yang dipimpin. Bahkan pada waktu lima tahun lalu saat saya belum terpilih menjadi bupati Jember , apa yang saya punyai tidak hanya harta benda saja tapi juga nyawa juga untuk rakyat Jember. Keberhasilan pembangunan lima tahun yang telah dicapai selama ini merupakan pondasi bagi pembangunan lima tahun kedepan, karena itu kedepan rencananya ADD akan ditingkatkan jumlahnya menjadi 1 Milyar per desa untuk lebih memajukan desa,” bebernya.
Sementara itu Kades Karang Paiton Kecamatan Ledokombo semasa kepimpinan bupati MZA Djalal, banyak perubahan yang dirasakan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan sekalipun sehingga mampu meningkat taraf perekonomian dan peningkatan pendapatan.
Salah satunya pengaspalan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sudah menyentuh Desa Karangpaiton Kecamatan Ledokombo, hal ini jauh berbeda pada saat program pembangunan infra struktur dan penerangan jalan dilakukan, di desa tersebut masih banyak jalan berlobang dan suasana malam hari sangat gelap dan masyarakat tidak berani keluar rumah karena takut dengan munculnya aksi kejahatan.
Kabag Humas Pemkab Jember Drs Agus Slameto, MSi mengatakan selama ini banyak kemajuan yang sudah dicapai selama tahun kepemimpinan bupati MZA Djalal, baik itu pembangunan dibidang infra struktur juga pembangunan dibidang kesehatan, pertanian maupun pendidikan.
Kedekatan MZA Djalal dengan SKPD, camat dan Kades cukup berhasil untuk terwujudnya pembangunan lima tahunan. Sehingga visi dan misi Pemkab Jember membangun desa menata kota demi kemakmuran bersama dapat dirasakan oleh masyarakat Jember secara luas tidak hanya mereka yang tingga di perkotaan tapi juga di pedesaan. ki

TIM SUKSES GUNTUR MENGUNDURKAN DIRI

JEMBER – Dinilai karena terlalu banyak mengolor waktu untuk bisa menemui pendukung, beberapa leader tokoh masyarakat yang selama ini ditunjuk sebagai Tim Sukses (TS) Calon Bupati Guntur Ariyadi (mantan Kapolda), Agustono dan kawan - kawan membubarkan diri dan mengundurkan diri.
Mereka ini, adalah tokoh – tokoh yang memiliki simpul kekuatan di masyarakat yang semula ditunjuk sebagai Tim Sukses (TS) H Guntur. Tapi, belakangan mereka merasa tidak pernah dilibatkan dalam setiap bentuk kegiatan.
Alasan lain, karena mereka tidak pernah dianggap dan diorangkan. Beberapa tawaran program juga tidak pernah direspon oleh yang bersangkutan. Sehingga mereka menyatakan kekecewaannya.
Gambaran kekecewaan itu terungkap jelas dalam pernyataan yang keluar dari mulut Agustono, kendati dikemas dengan bahasa yang santun dan sopan.
Di sela – sela Deklarasi Indonesian Crisis Center (ICC) yang digelar di warung To Soto Selasa (30/3) pukul 21.00 WIB kemarin Ketua Tim Sukses Agustono BPW, sempat membeber kronologis dan rentetan komunikasi pertemuan awal dengan calon bupati H Guntur.
Hingga akhirnya sampai kepada pertemuan – pertemuan membahas program. Saat itulah waktu berbulan bulan, Agustono berusaha mengajak gerbongnya.
Al hasil beberapa gerbong berhasil ditarik. Simpul simpul kekuatan masyarakat Jember juga berhasil dikumpulkan.
Salah satu tokoh yang berhasil direkrut adalah Sugiyanto, Junaedi, Rahmadi, hingga beberapa tokoh Persid Mania, dan juga tokoh pemuda Agus di Ambulu, Kencong, Wuluhan, Sumberjambe, dan Bangsalsari. Tapi, faktanya tidak ada tindaklanjut yang berarti.
“Kita mengalami kebuntuan informasi dan komunikasi. Sehingga kami merasa berdosa dan tidak ingin ada fitnah macam – macam di tingkat bawah. Kami menyatakan mengundurkan diri, dan membubarkan diri,” ujar Agustono.
Sebelumnya, Sugiyanto, dalam paparannya sempat mengaku kecewa karena banyak hal yang telah ia korbankan. Tapi, dia tetap menginginkan ada bentuk perubahan di Kabupaten Jember. Tapi perubahan seperti apa itu ? Dia mengatakan tidak musti dari pilihan seorang pimpinan baru. Masih banyak factor yang bisa dikaji.
Agustono, lantas menegaskan bahwa dirinya membubarkan diri bersama Sugiyanto, Ervan (pemodal), Agus Kampung, Junaidi, dan beberapa teman lainnya bukan karena sakit hati dengan H Guntur. Tapi, dia merasa tidak bisa bertanggungjawab kepada Tim Sukses yang ada di bawah akibat komunikasi yang tidak progresif yang bisa diraih dari Tim Sukses Kabupaten Jember, dan H Guntur.
“Kami tidak sakit hati, atau mangkel kepada siapapun. Tapi, komunikasi yang macet itu jika diteruskan kami sendiri akan berakibat fatal. Saya kira kalau pilihan kami serahkan semua kepada anggota,” ujar Agustono.
Kendati Agustono, dan tim inti membubarkan diri dirinya masih memiliki tanggungjawab moral untuk mengantarkan tim yang ada di bawah (pemilik simpul kekuatan massa) – yang telah direkrutnya – untuk tetap dipertemukan langsung dengan H Guntur. Soal tindaklanjut dan keputusannya diserahkan sepenuhnya. “Kami ikut Pak Agustono, kalau Agustono dan Pak Gik mundur, berarti kami juga harus mundur,” ujar Rahmadi, dan Pairin.
Sementara itu, M Eksan Ketua Tim Sukses H Guntur Ariyadi, belum berhasil dikonfirmasi terkait soal ini. Saat dihubungi melalui SMS hingga berita ditulis, belum ada jawaban.ki

PKS "PATOK" CABUP RP 1 MILLIAR

JEMBER - Positioning Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih ditunggu banyak pihak. Sepertinya, PKS ingin bermain safety di Pemilukada Jember ini. Sehingga PKS tidak akan mencalonkan bupati atau memasang calon wakil bupati. Tapi mendukung saja.
Hal itu, membuat harga PKS semakin mahal. PKS masih cenderung memilih milih calon bupati untuk didukung dengan kontrak politik tertentu. Sebelum pengambilan formulir pendaftaran cabup-bacabup, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jember belum juga menemukan figur cabup.
Tapi, ada sinyalemen calon yang akan diusung PKS ini karena partai itu mematok "mahar" yang terlalu tinggi. Bahkan mahar yang diminta bisa Rp 1 miliar kurang atau lebih untuk tiap kursi kader PKS yang duduk di dewan.
Ketua Dewan Syariah Daerah PKS Jember Khoirul Hadi saat dhubungi wartawan mengatakan, diakuirnya sampai saat ini belum ada figur cabup yang cocok untuk diusung dalam pemilukada 7 Juli mendatang. Kata dia ada sejumlah kandidat yang sudah menawarkan uang 'mahar' untuk mengikat koalisi dengan partainya.
"Tiap kandiat ada yang menawari, ada yang kurang dari Rp 1 miliar, ada yang lebih dari Rp 1 miliar. Tapi tidak usah disebutlah," kata Khoirul Hadi.
Tapi, Khoirul menampik belum menemukan cabup itu karena persoalan mahar, tapi persoalan tawar-menawar politik. PKS sebelumnya berdasarkan sumber dari sejumlah partai politik, pernah melakukan komunikasi tawaran politik ke sejumlah cabup diantaranya cabup incumbent Djalal, cabup Guntur Ariyadi, Taufik Setyadi dan lainnya.
Dari tiga nama itu, PKS berharap cabup incumbent masih membuka pintu koalisi meski deklarasi Djalal-Kusen sudah dilakukan. Cabup Djalal-Kusen saat itu deklarasi diusung oleh enam parpol yakni PDIP, PKNU, Golkar, PPP, PAN dan Hanura.
"Kita akan cari momentum yang pas. Yang penting koalisi jangan sampai seperti nikah sirri," katanya.
Terpisah Juru Bicara cabup Djalal-Kusen, M Jupriadi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah ada komunikasi politik dengan PKS. Hanya saja ada beberapa hal yang belum bisa disepakati dalam tawaran politiknya. Tidak secara terbuka pria yang juga kader PKNU itu menyebut karena alasan "mahar" yang dianggap jual mahal.
"Yang jelas pintu kolisi masih terbuka dengan PKS, dengan PKB pun juga begitu. Kita tidak akan bicara mahar dulu, yang penting ada komitmen untuk membangun Jember," kata Jupriadi.
Kata dia, jika kembali pada kesepakatan mahar, maka bisa saja koalisi partai dengan PKS untuk mengusung Djalal-Kusen akan tertutup penuh. "Iya kalau PDIP atau partai besar lainnya dengan pemilih yang banyak bicara (mahar), itu masih pantas," katanya. ki

Selasa, 30 Maret 2010

PENGAWASAN EKOSISTEM LAUT PUGER LIBATKAN RAKYAT


JEMBER - Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan Puger terkait rasa kepedulian pentingnya menjaga ekosistem kelautan di perairan Puger maka perlun dibangun komitmen bersama.
Kesadaran menghindari tingkat kerusakan terumbu karang dan biota laut di perairan Puger masih perlu dibangun kebersamaan dengan semua pihak termasuk nelayan sendiri.
Ada usulan dibentuk Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) dari unsur masyarakat nelayan sendiri.
Sehingga jika terjadi perusakan terhadap ekosistem terumbu karang di laut Puger maka harus diperangi bersama.
Kabid Perikanan Kelautan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Ir HM. Mahfud Affandi, Msi mengatakan dengan pembentukan Pokwasmas praktis seluruh perairan di sepanjang Puger akan teratasi, dan terhindarkan dari kegiatan kanibalisme atau perusakan dengan bom, dan racun sianida hingga setrum listrik.
Selain Pokwasmasm akan mewujudkan masyarakat sadar lingkungan kelautan sebagai seumber daya yang perlu dipelihara juga bisa menjamin kelangsungan ekonomi masyarakat.
Sekadar diketahui, bahwa biota laut semisal terumbu karang adalah rumah ikan untuk berkembang biak.
Bahkan ikan-ikan bernilai tinggi ada karena ada terumbu karang. “Bilamana terumbu karang dirusak praktis ikan-ikan bermutu akan hilang. Agar kondisi itu tidak terjadi maka masyarakat nelayan diminta saling menjaga,” ujarnya.
Direncanakan, tahun 2010 Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemkab Jember, akan memberi bantuan kepada para nelayan berupa terumbu karang buatan yang akan ditempatkan disisi utara Pulau Nusa Barong.
Dengan begitu hasil tangkapan nelayan akan tinggi, dan tidak khawatir musim paceklik ikan.
Untuk itu, Bupati MZA djalal akan melakukan bantuan berbagai hal untuk meningkatkan dan melesatrikan biota laut di perairan Puger tersebut.
Tahun 20101 ini Bupati akan membeirkan lampu sorot di kepala (helm) lengkapa dengan lampu, helm dan accu sebanyak 130 buah siap pakai untuk nelayan kecil yang menggunakan jaring ayak (sotkok) guna menangkap nener udang, bandeng dan ikan-ikan kecil di pinggiran.
M Mahfud Affandi, Msi menambahkan pemberdayaan prinsipnya kepada seluruh nelayan tapi nelayan kecil masih menjadi prioritas utama.
Di lain pihak, korban jiwa nelayan Puger di pelawangan dengan ombak tinggi itu memacu Bupati membantu seperangkat alat berupa mesin lampu sorot dan jensetnya untuk SAR.
Tak hanya itu, di Plawangan Puger direncanakan akan dipasang lampu mercuri berjajar untuk memberi penerangan agar memudahkan nelayan keluar masuk ke pelabuhan dan ke laut. ki

JALAN DESA TERUS DIASPAL


JEMBER - Geliat pertumbuhan ekonomi di Jember kian menggembirakan. Ini ditandai, oleh Bank Indonesia Jember selama lima tahun mengalami kesulitan mengucurkan dana, dan kini berbanding terbalik.
BI Jember, sempat menghadapi kesulitan menggelontorkan dana bank kepada masyarakat.
“Lima tahun lalu, BI kesulitan mencairkan dananya sekarang sebaliknya BI malah kesulitan dana,” ujar Bupati Djalal.
Kesulitan dana yang dihadapi BI Jember salah satunya dikarenakan dana itu banyak terserap bank-bank yang menjalankan program ke masyarakat.
“Dana BI sekarang sudah banyak yang dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.
Kesulitan BI dalam pendanaan menyusul tingginya pemanfaatan dana oleh masyarakat, menunjukkan sektor perekonomian di Jember terus menggeliat.
Artinya perputaran uang sekaligus aktivitas masyarakat di sektor ekonomi terus mengalami percepatan.
“Dulu (lima tahun yang lalu), karena BI kesulitan mencairkan uangnya, akhirnya uang yang ada dikirim ke Jakarta. Dan yang untung jelas orang Jakarta, karena mereka yang memanfaatkan dana dari BI Jember itu,” paparnya.
Kendati begitu, apa yang sudah dicapai lewat percepatan pertumbuhan di ekonomi ini, masih banyak kekurangan kaerna masih perlu upaya tertentu untuk penyempuraannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melejitnya pembangunan di Jember sejak lima tahun terakhir ini, bisa dilihat dari ketersediaan infrastruktur jalan yang dibangun.
Lima tahun terakhir tercatat 400 Km jalan yang sudah diaspal di pedesaan.
Seluruh jalan itu sebelumnya tak beraspal.
“Hitung saja jaraknya, 400 km itu adalah jarak Jember – Madiun,” ujarnya.
Sedang panjang jalan pemeliharaan atau rehab selama lima tahun terakhir, tak kurang dari 300 Km.
“Tiga ratus kilometer itu sama dengan jarak dari Jember ke Sumenep,” tegasnya.
Diakuinya bahwa semua upaya dan keberhasilan selama ini tidaklah semata-mata karena Bupati. Tapi upaya bersama seluruh masyarakat di Kabupaten Jember.
“Saya ini bukan raja, juga bukan amir (emir), tapi hanya sebagai koordinator pembangunan dan pelayan masyarakat. Dan yang lebih penting lagi bahwa keberhasilan program pembangunan di Jember, berkat dorongan, doa, dzikir dari para kiai, alim ulama, dan pimpinan pesantren serta bacaan sholawat dari kelompok-kelompok pengajian,” tegasnya.
Tidak Hanya Urusan Duniawi
Kepada seluruh masyarakat, dan para tokoh masyarakat agama atau kiai dan pimpinan pesantren serta kelompok pengajian, Djalal memohon bantuan dia.
Sehingga program pembangunannya, senantiasa bermanfaat bagi masyarakat dan mendapat ridho dari Allah.
Pembangunan di Jember, tidaklah semata-mata hanya untuk tujuan duniawi. Ada tujuan lain yang ingin dicapai dari dilaksanakannya pembangunan, selain kebahagian dunia juga kebahagiaan akhirat.
Menurut Djalal, fungsi kepala daerah di Indonesia, berbeda dengan di daratan Eropa dan Australia. Kata dia program pembangunan yang dilaksanakan kepala daerah di Eropa dan Australia, sepenuhnya untuk peningkatan kesejahteraan atau duniawi semata.
“Saya tidak mau jadi bupati di Eropa atau Australia. Karena mereka hanya berpikir untuk memakmurkan masyarakat, urusan duniawi. Sedang di Jember, selain untuk memakmurkan masyarakat, juga untuk kebahagiaan di akhirat,” tegasnya.
Bukti perhatian kepada urusan akhirat bisa dilihat dari kebijakan yang dikeluarkan Bupati terkait penutupan lokalisasi prostitusi (Losisi) Puger dan daerah kecamatan-kecamatan lain. ki

BUPATI MINTA RAKYAT KERJA KERAS

JEMBER - Ada pernyataan menarik yang disampaikan masyarakat kepada Bupati Jember MZA Djalal, saat acara bedah potensi desa, di Tempurejo beberapa waktu lalu.
Rakyat mengaku cukup siap menghadapi pemilukada 7 Juli 2010 mendatang. Maka Bupati akan memberi penghargaan khusus kepada masyarakat Tempurejo karena antusias antusias menyalurkan hak politiknya.
Djalal mengatakan selama dia mejnabat lima tahun mayoritas masyarakat Jember buta huruf tapi tahun 2007, Jember telah bebas buta aksara atau buta huruf meski diakui Bupati Djalal masih ada beberapa anggota masyarakat di 31 kecamatan yang belum tersentuh pendidikan keaksaraan funsional (KF).
Di bidang infrastruktur sarana dan prasarana, selama memimpin Jember telah menginvenstasikan anggaran lebih kurang Rp 400 milliar untuk melakukan pengaspalan jalan hampir 400 km.
Sedang untuk perbaikan (rehab) jalan, Dinas PU Bina Marga telah memperbaiki hampir 300 Km.
Semua itu, demi peningkatan kehidupan masyarakat. Dia juga mengaku masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki, dan program belum sempurna.
Tapi Bupati telah mencoba menyempurnakan itu ke depan. Dia meminta dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan di Jember.
Tujuannya untuk mengangkat perekonomian masyarakat dan meminta kepada masyarakat agar tetap bekerja keras dan produktif.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto, mengatakan bahwa bedah potensi desa seperti ini sengaja digelar sebagai serap aspirasi bagi Bupati dan akan dijadikan sebagai acuan langkah dalam menentukan kebijakan pembangunan.
Apa yang disampaikan Bupati dan telah dilakukan diakui masih banyak yang yang perlu disempurnakan, maka forum inlah sarana efektif untuk mengetahuinya. ki

REKOM PKB DIPASTIKAN KE GUNTUR

JEMBER- Menjelang pengembalian formulir cabup, PKB mulai mengubah peta dukungan cabup. Sebelumnya, hampir bisa dipastikan ke mantan wakil bupati Jember Bagong Sutrisnadi, terakhir malah jatuh ke Guntur Ariyadi.
Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaedi yang mengaku baru mendapatkan pemberitahuan lisan itu dari DPW PKB Jatim.
"Tadi malam saya dikabari oleh DPW, bisa jadi rekom itu akan jatuh ke pak Guntur," kata Ayub Junaedi.
Alasan merekomendasi Guntur, kemungkinan DPP PKB memiliki dasar tersendiri. Sebelumnya diakui yang diusung DPC untuk diusulkan ke DPP ada dua nama cabup yakni Bagong Sutrisnadi dan Guntur Ariyadi mantan Kapolda Maluku.
"Kami berharap siapun yang direkom, termasuk Guntur nantinya bisa menandingi Djalal-Kusen," tegasnya.
Ditambahkan, jika harus berkoalisi dengan Partai Demokrat yang juga mengusung cabup Guntur Ariyadi dan cawabup Gus Aab yang juga Ketua PCNU, hal itu tidak jadi masalah.
"Saya rasa tidak ada masalah jika koalisai nasional terjadi di Jember untuk momen pilkada. Apalagi Gus Aab, dengan Kyai Khotib tidak ada persoalan," tegasnya.
Sedang Konsultan Politik cabup Guntur, M Eksan berharap agar dekom cabup PKB nantinya juga turun ke Guntur.
"Ya mudah-mudahan begitu, kalau iya maka dukungan akan semakin banyak dan solid," lata M Eksan.
Terpisah, pasangan calon independent urung ambil formulir pendaftaran pemilukada yang akan digelar 7 Juli mendatang. Pasangan bakal calon bupati-wakil bupati M Sholeh-Deddy Iskandar gagal mengambil formulir dikarenakan bakal calon wakil bupatinya sedang sakit.
Bakal calon bupati M Sholeh mengatakan, sedianya pihaknya akan mengambil formulir pendaftaran bersama dengan sejumlah pendukung. Tapi, karena Dedi mengalami sakit flu berat yang disertai demam, sehingga rencana itu gagal dilakukan.
"Yang jelas, kami tidak ingin mengambil formulir sendirian. Kami berjanji akan maju bersama-sama, sehingga pengambilan formulirpun akan dilakukan bersama-sama," kata Sholeh.
Terkait beberapa laporan tentang berkas dukungan yang tidak beres dari PPS dan PPK, Sholeh mengaku belum mendapatan tembusan secara langsung. Tapi, Sholeh mengaku yakin akan lolos verifikasi dukungan, sehingga bisa mendaftarkan diri.
Sementara itu, hingga hari ke-10 pembukaan pengambilan formulir pendaftara oleh KPU, ada 3 formulir yang telah keluar dari kantor KPU Kabupaten Jember. Satu formulir diambil oleh PKB bersama partai koalisinya, formulir kedua diambil oleh PDI Perjuangan, sementara formulir ketiga diambil oleh 22 gabungan partai parlemen dan non parlemen. ki

TUTUP FACEBOOK MENISTA NABI MUHAMMAD SAW !

• KALAU TIDAK UMMAT ISLAM AKAN DEMO KE POLRES

JEMBER – Warga muslim di Jember marah. Mereka meminta aparat kepolisian, Ketua PCNU, Muhammadiyah, FKUB, MUI hingga organisasi Islam lainnya untuk segera melawan gerakan yang berniat menghancurkan dan memprovokasi ummat Islam dengan memunculkan grup Facebook yang menjelek jelekkan Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya, Ir H Sujatmiko. Tokoh yang juga Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jember ini meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan dan menutup FB yang menista Nabi Muhammad tersebut.
Menurutnya, nama pendiri FB itu adalah samaran. Dia yakin bahwa pendiri grup FB penista nabi Muhammad itu adalah orang yang sakit, dan ingin Islam buruk dan terpancing kemarahannya.
“Saya akan melawan jika menemukan siapa pendiri situ itu, dan saya meminta kepada Polisi untuk segera menutup dan memblokir situs FB itu agar tidak memancing permusuhan antar lain agama. Bisa mungkin itu pekerjaan provokator,” ujar Sujatmiko.
Di sisi lain, Hakim Rahmat, salah satu pengurus Takmir Mushollah di Kaliwates segera mengumpulkan masyarakat untuk melakukan desakan kepada aparat kepolisian untuk mengusut pemilik situs FB itu agar ditangkap. Karena jelas sudah menista Nabi ummat Islam.
Yang memperihatinkan, pendiri FB itu bernama Yindia Sudah Murtad sudah memiliki teman sekitar 287 orang dan menyebut akronim ISLAM dengan singkatan yang menista : I (ikut), S (setan), L (lewat), A (ajaran), M (muhammed).
“Itu kan sangat menista agama Islam. Kalau gentle tolong jangan ditutupi identitasnya. Allahu akbar – allahu akbar,” ujar Hakim.
Sementara itu, mantan Ketua PCNU Jember KH Muhyidin Abdusshomad, mengatakan bahwa tokoh agama, antar kyai, pendeta, biksu hingga tokoh ummat Budha di Jember sangat harmonis. Tidak mungkin FB itu sengaja dilakukan oleh para tokoh.
Yang jelas, dia juga tidak meyakini itu bagian dari misi orang non muslim. Tapi, KH Muhyidin yang juga pengasuh Ponpes Nuris di Antirogo, Sumbersari ini menuding sebagai provokator. “Kita mau dijadikan seperti Poso, dan Maluku. Maka kita ummat Islam jangan terpancing,” tegasnya.
Dia meminta kepolisian, FKUB, MUI, dan beberapa tokoh aparatur pemerintah hingga Polri untuk segera mengusut kasus itu. Sebab, jika dibiarkan akan bisa dibaca oleh muslim awam yang selama ini ada sebagian yang mudah terpancing emosinya.
“Itu harus segera diusut, dan ditutup atau diblokir,” ujar KH Muhyidin Abdusshomad.
Bagaimana kenekatan dari pemilik FB ini menista Nabi Muhammad, fb yang dimaksud bisa diakses di alamat ini, http://www.facebook.com/group.php?rb79b1d9e&gid=354344960755&refid=28
Sementara pemilik FB ini mengkaitkan Situs Web milik tokoh muslim Iran, dan Arab Saudi, yang sengaja mengkaburkan diri dan menyamar.
http://www.tellthechildrenthetruth.com/
http://www.thereligionofpeace.com/
http://www.facebook.com/note.php?note_id...
http://www.faithfreedom.org/forum/viewto...
Pendiri, FB ini adalah Yindia Sudah Murtad. Berikut gambaran Fb nya yang sudah memiliki jaringan 287 orang netter dan facebookers.
Pendiri :
Yindia Sudah Murtad

Buat sebuah Iklan
Xwww.rumah-dijual.org


Iklan baris gratis tanpa daftar. Kunjungi website kami, Pasang iklan dan jual Properti anda saat ini juga... Gratis

Suka
Tidak Suka
Anda menyukai ini.
X#1 in the World? Me?


FarmVille is the most popular application on Facebook, with more players than any game on the Web. Play now to see why!

Suka
Tidak Suka
Anda menyukai ini.
XKoleksi Naruto dkk


Japanese Figure dijual di Tokobagus, yang hobi cekidot sekarang!

Iklan Lainnya
Yindia hanya berbagi sebagian informasi Profilnya dengan semua orang.
Informasi Umum
Agama:
REINKARNASI
Informasi Pribadi
Musik Favorit:
I = ikut
S = setan
L = lewat
A = ajaran
M = momedsaw
Tentang Saya:
Saya adlh yindia ariesty yg murtad
Informasi Kontak
Pendidikan dan Pekerjaan
HalamanLihat Semua (12)

Hindu Dharma (Ciwa Buddha)

Usut Tuntas TRAGEDI MEI '98

FFI

HIMBAUAN MENGURANGI POLUSI SUARA SURAU - MESJID

GERAKAN 10.000.000 FACEBOOKER DUKUNG Bpk SBY MEMBUKA DUTA BESAR ISRAEL


UPTD, ANCAM CELURIT GURU

• Gara- gara Bongkar Pungutan Kaos Djalal Kusen

JEMBER- Ribut di lingkungan Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Sumberbaru, terus memanas. Aksi pengancaman oknum UPTD Kecamatan Sumberbaru, itu akan berlanjut ke kepolisian.

Nono, guru SD Yosorati 1, Kecamatan Sumberbaru yang baru saja mengadu ke suara rakyat Radio swasta di Jember diancam oknum UPTD berinsial Mjk (45) dengan celurit.
Ikhwal kejadian itu bermula saat rencana deklarasi Djalal – Kusen tanggal 28 Maret 2010 kemarin di GOR PKPSO Jember. Saat itu, UPTD ditugaskan oleh Tim Sukses MZA Djalal Jember untuk menerima kaos bergambar pasangan incumbent ini.
Kaos yang disebarkan itu adalah sebanyak 300 buah kaos per UPTD. Oleh UPTD Dinas Pendidikan setempat, kaos itu dibebankan kepada masing – masing SD di lingkungan Kecamatan.
Harga per kaos itu dibebankan Rp 30.000. Sementara para guru dan pejabat di tingkat bawah merasa kesulitan mendapatkan uang. Jumlah SD di Kecamatan Sumberbaru tak lebih dari 50 sekolah.
Sehingga beban itu masih tetap tinggi dan mahal. Sementara pihak sekolah selain harus menyiapkan pembayaran kaos juga transport dan memilih orang yang akan dikerahkan untuk ikut deklarasi.
“Itu belum lagi terkait transport mereka,” ujar sumber yang tak mau disebutkan.
Nono, akhirnya membeber kasus itu ke radio swasta di Jember. Melalui program telepon langsung melalui suara rakyat, kasus itu diblow up. Seluruh pejabat pun mendengar termasuk masyarakat. Sehingga terjadi pro kontra dan kontraproduktif terkait deklarasi yang dimotori partai politik PDIP – PKNU tersebut.
Tak sedikit petugas kepolisian dan intelejen datang ke Sumberbaru untuk melakukan kros cek. Hal itu menyusul terjadinya aksi pengancaman celurit oleh oknum UPTD berinisial Mjk, kepada Nono tersebut. Nono tak terima dan langsung mengadu ke salah satu mantan anggota DPRD Jember minta back up.
“Kita akan tindaklanjuti, dan melalukan kros cek. Kepolisian yang turun pun kita akan mintakan hasil informasinya,” ujar Nunung, dari Indonesian Crisis Center, Jember.
Nunung, berencana untuk melakukan advokasi terhadap guru SDN Nono itu. Sebab, dia dalam posisi terancam. Karena pasca bicara di radio itu, dia didatangi oknum dengan ancaman celurit. Sementara UPTD setempat, dipanggil kadiknas dan dimarahi karena tidak bisa menyimpan rahasia itu. ki

Incumbent Perdaya Diri

* ICC Pelototi PNS Terlibat Tim Sukses

JEMBER – Incumbent MZA Djalal, yang diprediksi berpasangan tetap dengan Kusen Andalas, Ketua PDIP Jember sangat percaya diri maju mengalahkan Guntur Ariyadi, dan rival berat lainnya Bagong di Pemilukada 7 Juli 2010, mendatang.

MZA Djalal, tetap akan melakukan deklarasi di GOR PKPSO Kaliwates Jember. Di dalam acara itu, seluruh partai pendukung dan pengusung tumplek blek mendeklarasikan pencalonan MZA DJalal – Kusen (incumbent) untuk maju Pemilukada.
Tapi, berbagai prediksi terkait peta politik Pemilukada di Jember kian carut marut. Hanya saja, Indonesian Crisis Center (ICC) yang diketuai oleh Nurdiansyah Rahman, bidang politik mengatakan bahwa ada grand scenario dari pusat kekuasaan di Jakarta yang belum diketahui khalayak.
Publik Jember masih menunggu berbagai kejutan politik yang akan terjadi menjelang detik terakhir pengembalian formulir pencalonan parpol, gabungan parpol tanggal 15 April 2010.
Jika tanggal itu, sudah bisa dilihat siapa yang bakal ditetapkan dan disahkan sebagai calon bupati di Pemilukada Jember mendatang.
ICC mengajak masyarakat tidak berkutat kepada bagaimana otak atik gatuk pasangan bacabup – bacawabup yang sedang dimainkan oleh parpol. Karena wilayah itu adalah domain partai politik.
Seharusnya, masyarakat pemilih sudah harus bisa membedakan arah tujuan Pemilukada di Jember ini berbeda dengan tahun 2005 kemarin. Sebab, incumbent saat ini harus mempertahankan kekuasaannya.
“Saya kira untuk mempertahankan kekuasaan itu lebih sulit. Tapi, karena lawan tidak ada yang bisa mengungguli incumbent dari segala sisi maka dipastikan incumbent akan memenangi pemilukada 2010 ini,” ujar Nunung.
Melihat gejala itu, bahwa demokrasi di Jember tidak akan lebih baik dibanding Pemilukada 2005. Politik praktis di masyarakat yang dimainkan masih seputar soal rekayasa suara, rekayasa dukungan, dan politik uang.
“Yang ngerinya lagi, kita akan dihadapkan dengan kekuatan birokrasi yang membantu pemenangan incumbent,” ujar Nunung.
Jika itu terjadi maka ancaman kerusakan demokrasi di Jember akan berlangsung selama dua dasa warsa. Betapa tidak, lima tahun ke depan, hingga sepuluh tahun ke depan masih akan memainkan pola yang sama dalam memenangkan Pemilukada.
KPUD sendiri sangat disesalkan karena tidak memberi peluang kepada calon perseorangan untuk tampil. “Yang sudah daftar itu akan jadi “makanan” bulan bulanan dari petugas PPS, dan KPUD di tingkat bawah dan atas,” ujar Nunung.
ICC tetap akan konsis untuk mengawal demokrasi. Siapapun bupatinya dia tidak memperdulikan. Hanya saja, ICC yang beranggotakan system sel hingga ke Desa – desa itu tetap mempersoalkan pendataan pemilih yang dilakukan Bapenduk, hingga ke KPUD.
“KPUD harus bisa menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pendataan pemilih yang jelas – jelas asal asalan itu,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, incumbent didukung PDIP – PKNU (utama), pengusung kedua Golkar, PAN, Hanura, dan PPP. Sementara PKB – Barnas – dan PPD gabungan suara mengusulkan calon sendiri, kandidat lain diduga akan melewati partai gurem berjumlah 23 partai, ditambah PKS untuk menandingi bacabup yang sudah muncul di awal. ki

BAN KEMPES NASABAH BCA DIRAMPOK

JEMBER - Nyaris bersamaan dengan aksi pencurian, di rumah pembantu Dekan Unej. Aksi perampokan dialami nasabah BCA bernama Suparjo MS (35) warga Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono.
Saat itu korban bersama istri, dan anaknya usai mencairkan uang dari BCA Cabang Kalisat, Rp 45 juta dengan menendarai mobil Toyota Avanza P 1609 TB tapi saat melintas di jalan raya jurusan Arjasa–Kalisat tepatnya di Desa Gumuksari Kecamatan Kalisat mobil korban oleng karena ban kempes.
Dugaan ban kempes itu diduga kerjaan para pelaku untuk melumpuhkan korban. Korban langsung memarkir mobilnya, tapi tidak tahu kalau pintu kanan depan ada orang yang membuka.
Saat itu juga tas berisi uang Rp 45 juta, cek dan akte tanah sudah lenyap digondol perampok. Korban sempat curiga sepulang dari BCA Kalisat seperti ada orang yang membuntuti dari belakang mobol berupa dua sepeda motor jenis RX King dan Yamaha Fiz R. Polisi Sektor Sukowono masih menyelidiki kasus perampokan itu. ki



HARTA PEMBANTU DEKAN DIKURAS

JEMBER - Kriminalitas di Jember kian tinggi. Menjelang Pemilukada, perampokan terjadi di mana mana. Terakhir kejadian yang menimpa Pembantu Dekan Fakultas Farmasi Unej.
Tim Resmob yang hingga kini mengejar kawanan perampok itu masih belum menemukan titik terang. Para pelaku diduga sindikat lama yang baru keluar dari penjara.
Kapolres Jember AKBP M Nasri, mengakui bahwa tingkat kriminalitas juga dipengaruhi oleh faktor moral, dan ekonomi. Para pelaku yang sudah keluar dari LP malah tidak jera untuk lebih ganas melakukan aksinya.
"Kita sudah perintahkan untuk segera mengusut kasus itu tuntas," ujarnya.
Sekadar diketahui, di siang bolong kemarin pencurian terjadi di rumah pasangan suami-istri dosen di perumahan Semeru Kecamatan Sumbersari. Suami korban juga diketahui sebagai Pembantu Dekan. Yang mengejutkan, di siang bolong itu pelaku menyikat satu unit mobil Suzuki Swift tahun 2006 warna hitam serta perhiasan milik korban Eka Dedi (35) dan Lusia Oktaro (30) warga Jl Semeru XX II Z/ 15 Sumbersari.
Kata korban, Eka Dedi civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Jember ini, seusai dari kampus dia dan istrinya pulang sebentar ke rumah pukul 11.30 WIB. Tapi saat di depan rumah, korban kaget bukan kepalang saat melihat mobilnya di garasi sudah lenyap. Korban saat itu hanya memakai roda dua.
Pasutri ini langsung syok. "Saya semakin penasaran setelah melihat pintu rumah depan bagian bawah ada bekas congkelan. Setelah saya mencoba untuk membuka pintu, ternyata langsung terbuka," ujarnya.
Dia pun langsung melapor ke Mapolres Jember. Dari situ petugas berusaha menanyakan saksi dan tetangga korban untuk diambil keterangannya. Salah satunya ada seorang tetangga yang mengetahui ada seseorang membawa keluar dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah.
Parahnya lagi, BPKB dan STNK kendaraan itu juga ikut disikat. Selain kehilangan mobil, perhiasan emas dan barang berharga lainnya juga ikut dicuri.
Kasatreskrim Polres Jember AKP M Nur Hidayat mendampingi Kapolres AKBP M Nasri, mengaku masih mengusut kasus itu. "Kasus ini masih lidik," kata AKP M Nur Hidayat.
Dari penyelidikan, para pencuri mudah menggondol mobil karena garasi tidak terkunci . Korban dalam kejadian itu mengalami kerugian materiil sekitar Rp 200 juta. ki

PSN TEKAN ANGKA DB


JEMBER - Keseriusan menangani demam berdarah (DB) melalui Gerakan Jum’at Bersih (GJB) dan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara konsisten dinilai cukup berhasil.
Hal itu terlihat dari angka jumlah penderita DB dari tahun ke tahun menurun tajam. Bupati MZA Djalal pada penyampain Laporan Keterangan Pertanggungan Jawab (LKPJ) kemarin, mengatakan keberhasilan Jember menekan jumlah penderita DB karena tingkat kesadaran masyarakat mulai tinggi termasuk perubahan perilaku hidup sehat, dan gerakan 3 M : menguras, mengubur dan menutup.
Data di Dinas Kesehatan menyebutkan di tahun 2005 terdapat 1077 kasus DB dengan korban meninggal 20 orang, berkat PSN setiap hari Jum’at selama 60 menit jumlah kasus itu di tahun 2006 hanya 1050 dengan korban meninggal 17 orang.
Pada tahun 2007 jumlah kasus DB 1214 kasus korban meninggal 12 orang, tahun 2008 dapat ditekan menjadi 780 kasus DB dengan korban meninggal 3 orang serta di tahun 2009 lalu kasus DB 983 dengan korban meninggal dunia 5 orang.
Meski jumlah penderita Pemkab Jember mampu ditekan melalui PSN, Tapi program ini masih tetap terus akan digalakkan mengingat kesehatan adalah satu dari empat prioritas pembangunan di Kabupaten Jember.
“Berdasarkan standart yang baku untuk mengukur penanganan kasus DB maka harus ada rasio perbandingan antara kasus yang ada dengan jumlah penderita DB yang meninggal, apabila rasio perbandingan tersebut kurang dari 1% maka penanganan DB dinilai cukup berhasil.`Di Kabupaten Jember sendiri pada tahun 2005 perbandingan rasio tersebut mencapai 1,86% dan terus turun pada tahun 2006 hingga 1,2%, pada tahun 2007 mengalami penurunan yang cukup drastis menjadi 0,99%, pada tahun 2008 0,38% serta pada tahun 2009 0,48%. Hal ini sungguh sangat menggembirakan karena penanganan kasus DB menjadi perhatian serius dari Pemkab Jember, karena itu saya juga berterimakasih kepada masyarakat Jember yang ikut mendukung program PSN,” tukas Djalal.
Maka peran kader juru pemantau jentik (jumantik) di puskesmas kecamatan dinilai MZA Djalal punya peran besar dalam penanganan kasus DB di Jember, karena mereka secara rutin mengunjungi rumah warga untuk melihat bak mandi untuk mengetahui ada tidaknya jentik nyamuk.
Bahkan mobilisasi masyarakat selama ini di PSN melalui cara gugur gunung sangat efektif. Dengan PSN masyarakat termotivasi untuk membersihkan lingkungan tempat tinggalnya dan meninggalkan kebiasaan buruknya yakni membiarkan selokan yang tergenang sehingga nyamuk Aedes Agepthy mudah berkembang biak.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi mengatakan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Jember dalam menurunkan angka penderita DB melalui PSN merupakan tekad untuk menjadikan Jember sehat.
Bupati dan jajajaran muspida terus melakukan PSN secara merata dan bergilir tiap minggunya, baik di kecamatan pinggiran hingga kecamatan kota sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh. ki


Senin, 29 Maret 2010

SMKN I Sukorambi Sabet Pelayanan Publik Terbaik


JEMBER - Lembaga pendidikan SMKN 1 Sukoambi tidak hanya mampu menghantarkan menjadi sekolah bertaraf internasional.
Tapi lebih sekolah ini juga mampu memposisikan diri sebagai lembaga pelayanan publik terbaik tingkat Propinsi Jawa Timur tahun 2009.
Karena itu ada konsekuensi logis bagi lembaga ini untuk tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan kemasyarakatan (publik) secara cepat, prima dan paripurna.
Mengingat penghargaan yang diraih sekolah ini memiliki nilai yang sangat berharga dan pertama kali diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur.
Alasan penghargaan jatuh ke SMKN 1 Sukorambi Jember ini menurut Drs Bambang Iryanto, M.Si, - Kasek setempat - karena sekolah ini dinilai mampu menempatkan diri yang terbaik diantara kabupaten lain.
Beberapa sekolah yang berhasil memperoleh penghargaan itu adalah Gresik, Trenggalek, Malang, dan Surabaya ditambah instansi di luar pendidikan yang ikut penilaian publik tingkat Jawa Timur.
Kepala Sekolah SMKN 1 Sukorambi Drs Bambang Iryanto, Msi mengatakan, keberhasilan ini nantinya di tahun mendatang akan lebih ditingkatkan mengingat prestasi tingkat Jawa Timur ini bukanlah sikap main-main sekaligus akan selalu dilihat dan dipantau oleh publik Jember dan Jawa Timur.
“Karenanya pelayanan pembelajaran kepada peserta didik akan menjadi layanan fokus yang mutlak melihat dinamika masyarakat yang kian cerdas menyikapi berbagai hal termasuk kebijakan sekolah,” tegasnya.
Program unggulan SMKN 1 Sukorambi Jember selama ini bahwa sekolah ini telah menetapkan pendidikan bebas dari uang gedung.
Dan ini mendapat perhatian serius dan dukungan positif dari kalangan wali murid dengan biaya murah dan bertaraf internasional.
Karena manajemen harus pandai-pandai melakukan inovasi dan terobosan baru dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak khususnya dengan steakholder baik di tingkat regional, provinsi dan nasional.
Bambang Iryanto menegaskan keberhasilan yang diraih itu semata-mata bukan kebanggaan sekolah saja tapi juga milik masyarakat Jember.
“Dengan begitu Jember yang memiliki banyak potensi dan talenta-talenta pendidikan yang handal ternyata mampu diperhitungkan di tingkat Jatim,” tegasnya.
Dari semua itu masyarakat diminta percaya atas potensi dan kemampuan pihak sekolah sesuai penghargaan itu.
Untuk kemajuannya Lembaga ini menyusun renstra yang akan mengejar puncak prestasi berupa serapan dunia kerja terhadap lulusan sekolah ini. ki

MINTA DIDIRIKAN PUSAT JAJAN TRADISIONAL


JEMBER - Era otonomi daerah yang ditandai dengan pemberian hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri kepada pemerintah kabupaten/kota, hingga ke desa, menjadikan banyak desa berpacu memajukan desanya.
Hampir semua desa kini berlomba-lomba untuk menjadikan desanya lebih baik dan maju.
Terutama setelah kucuran dana pembangunan melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2010, Rp 500 juta, membuat semua desa menyusun program pembangunannya sebaik mungkin.
Pembangunan jalan desa, pemberdayaan ekonomi koperasi, pasar desa yang khusus menjual hasil bumi serta membuat rancangan pusat keramaian baru dengan multyplier effect tinggi terhadap ekonomi rakyat kecil.
Terkait pasar desa Rabu, 17 Maret lalu, seorang warga sekaligus anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Firman Hariyanto, mengusulkan agar MZA Djalal, menata pasar malam di sekitar Sungai Bondoyudo, dan Semboro.
Pasar malam ini bisa untuk menjual produk kue tradisional atau pusat jajan Tradisional Semboro (Pujatrase) dan menurutnya kue itu bisa menembus ke pasar modern nantinya.
“Kami sudah pernah melakukan study banding ke pasar kue tradisional di Jawa Tengah. Mudah mudahan Pujatrase bisa jadi pasar kue tradisional yang modern. Apalagi di sekitar pasar ini sudah banyak berdiri swalayan,” ujarnya.
Bupati Djalal, langsung memberikan dukungannya atas keinginan menata ulang keberadaan pasar kue tradisional yang ada di Semboro.
Hanya penataan nantinya, pihak desa berkoordinasi dengan kecamatan. Yang penting, penataan itu tidak sampai menimbulkan masalah dengan para pedagang lama.
MZA Djalal meminta rencana itu dimatangkan dulu agar tidak menimbulkan ekses negative di masyarakat.
“Sering terjadi keinginan pihak desa bertolak belakang dengan keinginan pedagang, ini harus dihindari. Tapi pada prinsipnya, saya sangat setuju,” ujarnya. ki

KUNJUNGAN MASYARAKAT KE RSUD TINGGI


JEMBER - Keberadaan Rumah Sakit Daerah RSUD Subandi , RSUD Kalisat dan RSUD Balung masih tinggi angka kunjungannya.
Salah satunya dari jumlah pasien rawat inap di RSUD dr Subandi tahun 2005 lalu mencapai 10215 orang, tahun 2009 mencapai 14000 orang.
Sedang jumlah pasien rawat jalan di RSUD dr Subandi tahun 2005 hanya 150.000 orang, jumlah ini naik tajam menjadi 191 ribu orang. Selain itu jumlah hunian kamar di RSUD dr Subandi tahun 2005 hanya 53, 52%, pada tahun 2009 dan berkembang naik menjadi 62,73%.
Bupati Jember Ir.H.MZA.Djalal MSi mengatakan itu dalam Laporan Keterangan Pertanggungan Jawab (LKPJ) terkait program kesehatan di Jember.
Kata dia naiknya jumlah pengunjung di RSUD karena kepercayaan masyarakat masih tinggi kepada pelayanan kesehatan.
RSUD Dr.Subandi dari tahun ke tahun terus berbenah diri untuk meningkatkan kwalitas layanan kesehatan, renovasi gedung RSUD dr.Subandi yang modern dan megah, juga sarana medis dan dokter spesialis disediakan yang memadai.
“RSUD lain di Jember semisal RSUD Balung, kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan terus meningkat. Tahun 2005 jumlah pasien rawat inap 20273 orang dan mengalami peningkatan luarbiasa menjadi 6200, selain itu jumlah rawat jalan di RSUD Balung hanya sekitar 19 000 orang (43%) dan pada tahun 2009 lalu naik tajam menjadi 32000 orang (49,035%),” ujarnya.
Kondisi ini dialami RSUD Kalisat tahun 2005 jumlah pasien rawat inap berjumlah 20213 orang dan meningkat menjadi 5454 orang (64,57%), sedang kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2005 sebanyak 5617 orang dan pada tahun 2009 menjadi 12357 orang.
Meski selama lima tahun pencapaian jumlah kunjungan masyarakat selama lima tahun di RSUD milik Pemkab terus menunjukan angka peningkatan, Pemkab berjanji akan terus memberikan pelayanan kesehatan memadai melalui sarana dan SDM.
Pemkab Jember juga menyekolahkan tenaga bidan di pedesaan melalui program beasiswa D-3 kebidanan, semisal di Desa Gunungmalang Kecamatan Sumberjambe, Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk, Desa Darsono Kecamatan Arjasa, serta Desa Karangbayat Kecamatan Sumberbaru.
Kabag Humas Pemkab Drs Agus Slameto MSi mengatakan, meski di Kabupaten Jember saat ini banyak bermunculan RS swasta, tapi masyarakat masih percaya kepada RS milik daerah. ki


BP2KB Tekan Angka Perkawinan Dini Lewat PIIKR

JEMBER – Untuk angka perkawinan usia dini, Badan Pemberdayaan Perempuan & KB (BP2KB) Pemkab Jember, membentuk Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIIKRR) di tiap kecamatan.
PIIKRR adalah program pemerintah pusat yang diimplementasikan ke daerah hingga ke tingkat kecamatan, karena perkawinan usia dini yang rentan terhadap kematian ibu saat melahirkan masih tinggi.
Di Jember lembaga ini berjumlah 35 buah yang tersebar di 31 kecamatan, ada yang tiap kecamatan mempunyai 2 lembaga PIIKRR seperti Kecamatan Sumbersari dan Kaliwates.
Tugas PIKKR sendiri adalah memberikan informasi, motivasi, serta konsultasi kepada remaja terkait dengan kesehatan remaja, untuk mencegah terjadinya perkawinan usia dini.
Dengan pendewasaan perkawinan artinya menunda kehamilan, dengan demikian paling tidak angka kematian saat ibu melahirkan juga bisa minimalisir akibat adanya perkawinan usia dini.
Mereka yang melakukan perkawinan dini adalah pasangan suami istri di bawah umur 20 tahun, maka penundaan kehamilan perlu dilakukan hingga usia istri minimal sudah mencapai 20 tahun.
Dengan PIIKRR di Jember diharapkan berdampak pada menurunnya jumlah angka perkawinan usia dini, serta keberhasilan program pendewasaan perkawinan di Kabupaten Jember.
Kepala BP2KB Dra Lilik Hartini, Msi, mengatakan PIKKR di Jember sangat membantu Pemkab dalam menekan jumlah angka usia perkawinan dini. Dari BP2KB Pemkab Jember selama tahun 2009 tercatat jumlah pernikahan di Jember sebanyak 17014 , dari jumlah ini umur perkawinan di atas 20 tahun sebanyak 50,69% atau 8625 orang.
Sedang usia perkawinan 26-30 tahun mencapai 18,76 % atau 3192 orang , sedang mereka yang usia perkawinannya di atas 30 tahun sebanyak 4,06% atau 690 orang.
Jumlah pernikahan usia dini di tahun lalu berkisar 26 % atau 4567 orang, angka ini jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya karena tingginya kesadaran masyarakat untuk tidak menikah di usia dini.
“Jumlah pernikahan usia dini di Kabupaten Jember tiap tahunnya terus cenderung menurun, para tokoh agama ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya telah dibekali pemahaman tentang kesehatan reproduksi baik di masyarakat maupun di sekolah dan perguruan tinggi,” ujarnya.
Selain itu PIKKR juga harus memahami tentang bahaya HIV AIDS, narkoba serta organ reproduksi. Sedang Humas Drs Agus Slameto, MSi berharap ke depan di Jember tidak ada lagi perkawinan usia dini. Dengan PIIKR diharapkan semua bisa terpantau dan ditekan. ki


Jumat, 26 Maret 2010

CPNS DIBEKALI ATURAN KEPEGAWAIAN

JEMBER - Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah menerima SK pengangkatan dari formasi umum baik kategori golongan III ditatar dan dibekali aturan kepegawaian oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Jember.
Diklat sengaja dilakukan agar CPNS dapat melaksanakan tugas dengan baik. Diklat kepegawaian diikuti 100 orang CPNS golongan III, selanjutnya golongan II,
Baik CPNS golongan III dan golongan II perlu memahami aturan kepegawaian sehingga mereka bisa melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai pegawai .
Kepala BKD Pemkab Sugiharto, SH usai membuka diklat kepegawaian mengatakan, dengan bekal aturan kepegawaian ini CPNS dapat mengetahui kewajiban dan larangan apa saja sesuai PP No 30 Tahun 19980 terkait dengan predikat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Meskipun sebelumnya CPNS yang sudah menerima SK pengangkatan selama seminggu juga telah mengikuti pelatihan, tapi BKD memandang perlu diberi bekal aturan kepegawaian.
Agar, penyampaian materi atruran kepegawaian bisa efiesien, BKD tidak melaksanakan secara bersamaan dari golongan III dan golongan II.
“Selain pematerinya dari BKD yang memaparkan aturan kepegawaian yang harus ditaati oleh para peserta, bagaimana mereka harus bersikap, bertindak dan beretika selama menjadi PNS. Selain itu juga ada pemateri yang lain seperti dari PT Taspen, dan PT. Askes,” ujarnya.
Dengan demikian para CPNS ini sebagai peserta Taspen dan Askes juga mampu memahami tatacara dan prosedur yang berlaku.
Sebagai PNS mereka berhak atas taspen dan askes yang bisa dimanfaatkan oleh keluarganya. Taspen dan askes merupakan bentuk perhatian yang diberikan oleh pemerintah kepada para PNS selama statusnya sebagai pegawai masih belum dicabut karena dinilai kinerjanya masih baik dan belum pernah melakukan tindakan criminal.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, berharap mereka yang ikut pra jabatan bisa mengikuti dengan baik sehingga bisa dinyatakan lulus oleh badan diklat kepegawaian Propinsi.
Bila peserta pra jabatan tidak lulus maka yang bersangkutan diwajibkan mengulang mengikuti pra jabatan. ki

LUNASI PAJAK SEBELUM JATUH TEMPO


JEMBER - Pajak sebagai sumber dana pembangunan diperlukan kesadaran tinggi masyarakat sebagai warga negara.
Karena itu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jember menjelang akhir Maret 2010 getol kampanye agar masyarkat segera melunasi pajak baik PPH orang pribadi atau PPH Badan atau Perusahaan.
KPP Pratama Jember sempat meminta Bupati Jember, MZA Djalal untuk melakukan kampanye di Pekan Panutan Pajak PPH Tahunan kemarin.
Kepala KPP Pratama Jember Fathoni, SH, mengatakan bahwa terkait dengan kepatuhan pelaksanaan kewajiban warga negara bagi mereka yang memilki NPWP berkewajiban menyampaikan SPPT tahunan PPH pribadi.
PPH itu akan dilakukan penghitungan, sehingga wajib pajak akan mengetahui ada atau tidak kekurangan pajak yang harus dilunasi, sebelum jatuh tempo.
Fathoni juga menjelaskan bahwa sebelum tanggal 31 Maret 2010 ini, diharapakan, untuk SPPT tahunan PPH orang pribadi diserahkan kepada kantor pelayanan pajak dan drop box yang telah disediakan di setiap Kecamatan.
Untuk masalah PBB, diharapkan kepada para pejabat, khususnya Camat, Kades/Lurah untuk memberi contoh kepada masyarakat agar segera melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo.
“Masyarakat bisa menyetorkan PBB langsung di Bank Jatim ataupun di Kelurahan yang ada,” ujar Fathoni.
Untuk efektifitas dan kecepatan dalam membayar pajak, wajib pajak juga bisa langsung melakukan melalui bank Jatim atau ke KPP Pratama, baik itu pelaporan pajak di luar pajak PBB dan pembayaran atau setoran PBB.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto mengatakan bahwa pejabat daerah sebagai publik figur harus memberikan contoh kepada masyarakatnya untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo.
“Selain dukungan kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak untuk melunasi pajak pejabat juga tidak boleh dilupakan,” ujarnya. ki

Kamis, 25 Maret 2010

Trend Kecelakaan Lalin Bergeser ke Kecamatan



JEMBER – Ada kecenderungan bahwa angka kecelakaan terjadi di wilayah Kecamatan di Kabupaten Jember.
Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap merenggut nyawa itu, jajaran Polres Jember Kamis (25/3) menggelar kegiatan sosialisasi Safety and Responsibility Riding (SR2) serta sosialisasi UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ yang baru serta bahaya Narkoba.
Bertempat di balai Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, sosialisasi juga diramaikan dengan kegiatan touring sepeda motor mengelilingi kota Tanggul.
Kelompok pertama menyusuri desa-desa. Dan kelompok kedua di pelosok lain.
Upaya ini untuk memberi contoh dan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya berperilaku tertib dalam berlalu lintas.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jember dengan rasa bangga dan hormat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran kepolisian yang telah membantu saya secara tulus ikhlas menyelamatkan masyarakat Jember,” kata Bupati Djalal, dalam sambutannya.
Djalal, mengatakan dari catatan yang ada ternyata dalam setiap hari ada saja peristiwa kecelakaan berlalu lintas dan ada yang meninggal dunia.
“Saya tanya sama Pak Kapolres, ternyata tiap hari tingkat kecelakaan bisa sampai 3 orang,” paparnya
Karena itu di kesempatan itu, Bupati mengajak sekaligus ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya berperilaku tertib dalam berlalu lintas.
Karena kendaraan bermotor tidak akan banyak memberikan arti saat si pemilik atau pengendaranya tidak memiliki kesadaran bahwa ada sesuatu yang berharga dalam dirinya yakni jiwa.
Rendahnya tingkat kesadaran tertib berlalulintas di masyarakat Indonesia, khususnya Jember ini sebenarnya sangat memprihatinkan. Sebab angka kecelakaan di Jember kian hari kian meningkat, dan jumlah yang meninggal dunia sia sia bertambah.
Tingginya angka kecelakaan di jalan raya di Indonesia dan Negara berkembang diakui sangat tinggi, karena kesadaran masih kurang.
Akibat kurang sadarnya masyarakat dalam tertib berlalu lintas dan menyedihkan lagi korban kecelakaan lalu lintas kebanyakan dari kalangan anak-anak muda dan pelajar.
“Anak kita yang masih sekolah masih belum paham benar bagaimana cara berkendaraa yang baik harus diprioritaskan,” tegasnya.
Rendahnya tingkat kesadaran tertib lalu lintas di kalangan anak muda juga dipicu karena lingkungan dan tingkat pendidikan masyarakat.
“Sekarang kecelakaan justru banyak terjadi di wilayah Kecamatan,” ujarnya.
Yang mengenaskan, tidak hanya terjadi siang hari tapi juga malam hari. “Untuk itu kami harapkan masyarakat ikut serta membantu sosialisasi ini sampai ke tingkat desa,” tegasnya.
Kasat Lantas Polres Jember, AKP I Gusti Agung DA, mengatakan bahwa S2 merupakan kelanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya di tahun 2008 dan tahun 2009. Untuk tahun 2010, sengaja digelar di kota kecamatan karena terjadi pergeseran trend kecelakaan lalu lintas dari kota kabupaten ke kecamatan.
“Kendaraannya banyak pelanggaran dan angka kecelakaan tinggi di Kecamatan sehingga kita di tahun 2010 ini bisa menggiatkan di Tanggul,” tegasnya.
Dengan sosialisasi terkait UU No 22 Tahun 2009 sampai ke pelosok pedesaan. Diharapkan Tanggul bisa menjadi pelopor.
“Bisa kita lihat saat touring, desa-desa sudah mulai tergiat dan telah ada kesadaran berlalu lintas. Bahkan ada yang minta di kampong sekitar RT/RW agar dilaksanakan sosialisasi,” tegasnya. ki

KEMBANGKAN BUAH NAGA ORGANIK


JEMBER - Kabupaten Jember kaya akan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Tidak hanya dikenal penghasil tembakau kelas dunia, tapi hasil pertanian lain yakni buah Naga.
Besarnya pengembangan potensi buah Naga di Jember ini bisa dilihat dari keberadaan masyarakat Desa Arjasa, karena di setiap Kepala Keluarga di Kecamatan Arjasa telah menjadikan buah Naga sebagai komoditi tambahan bagi perekonomian masyarakat setempat.
Ketua KTNA Kecamatan Arjasa dan Ketua Forum Komunikasi Petani Jember, Jumantoro, mengakui bahwa ide pertama pengembangan penanaman buah naga adalah dilakukan oleh Bupati Samsul Hadi Siswoyo.
Semasa Bupati MZA Djalal, tanaman ini terus dipacu untuk menjadi komoditi menjanjikan di pasar.
Tapi, kali ini perlu ada terobosan untuk pengembangan pertanian organic. Sehingga direncanakan, para petani pekebun buah Naga akan digencarkan menggunakan pupuk organic.
Di Desa Kemuningsari Lor Arjasa, juga telah memulai pengembangan budidaya buah Naga organic.
Kata Jumantoro, kualitas buah organic dan non organic sangat berbeda. Selaku Ketua komunikasi Petani Jember, Jumantoro mengatakan bahwa di Sumberjambe terkenal akan durian, tapi di Arjasa, terkenal sebagai buah Naga.
Jumantoro, dengan masyarakat Forum Komunikasi Petani Jember juga berusaha membuat minuman olahan dari buah Naga dan mengembangkan menjadi juice.
“Dengan begitu, nilai ekonomisnya juga akan lebih tinggi,” ujar Jumantoro.
Camat Arjasa Drs Suparmin, mengatakan bahwa merubah pola tanam dengan memakai pupuk kimia ke pupuk organik bukan hal mudah. Tapi pemahamanan dengan pupuk organic untuk dikonsumsi akan aman bagi kesehatan terus digencarkan.
Sementara itu, untuk harga buah Naga organic lebih mahal dibanding non organik. “Kita anjurkan semua memakai pupuk organik agar harga mahal,” ujarnya.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto mengatakan pengembangan buah naga oleh masyarakat merupakan langkah mandiri rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pemerintah telah memfasilitasi berbagai pengembangan dan pendidikan pembinaan petani. Dia bersyukur jika dibantu oleh Forum Komunikasi Petani Jember untuk pengembangan Naga organik. ki

GUS IPUL MEMUJI KEPEMIMPINAN MZA DJALAL


JEMBER - Wakil Gubernur, Drs. Saifullah Yusuf atau yang bias disebut Gus Ipul untuk kali kesekian ke Jember.
Ketua GP Ansor ke Jember untuk membuka diklat dan pembinaan fisik anggota di Rambipuji, dihadiri Bupati Jember, MZA Djalal, Dandim Kab Jember, pejabat SKPD, serta para pimpinan cabang GP Ansor dan NU.
Gus Ipul tak meninggalkan permintaan untuk peletakan batu pertama di Masjid Jami’ Raudlatul Mukhlisin, Lingkungan Tjondro Kaliwates.
Bupati Jember, MZA Djalal yang sempat melapor ke Gus Ipul selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, bahwa selama 5 tahun terakhir dia memimpin Jember telah banyak yang telah dilakukan.
Pemkab Jember mampu menginventasikan hamper Rp 400 milyard untuk pembangunan sarana dan prsaran Infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan, rehab jalan hingga jembatan-jembatan dan sarana irigasi.
Tak hanya itu Jember juga membangun akses-akses sarana pendidikan sampai ke pelososk desa, sehingga membawa dampak yang baik pada kehidupan warga Jember.
Kemajuan itu ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi hampir 6,5 % di atas standart Jatim, bahkan Nasional.
Djalal mengatakan selain membangun infrastruktur sarana dan prasarana pembangunan di bidang keagamaan dan pembinaan akhlak di anak didik sejak tahun 2007 - 2010, juga dilakukan.
Semisal, pemberian honor insentif bagi para guru ngaji sebanya 400 orang guru dengan per orang mendapat Rp 400 ribu per tahun.
Selain itu bantuan pembangunan pendidikan di seluruh Ponpes Jember tiap Pondok Rp 10 juta, dan sertifikasi guru-guru Madrasah, Aliyah, dan Tsanawiyah, termasuk pengembangan masjid dan mushola terus ditingkatkan.
Hal itu kata Djalal, agar terjadi keseimbangan antara pembangunan dan penguatan ekonomi kesejahteraan rakyat tanpa meninggalkan pembangunan bidang keagamaan, iman dan akhlaq.
Diharapkan ulama mampu bersinergis dengan umara dalam rangka mewujudakan Kabupaten Jember sejahtera. Dalam rehab masjid itu lingkungan Tjondro, dialirkan dana Rp 500 juta.
Menanggapai itu, Gus Ipul mengakui saat dia setahun ke Jember dia hanya melihat sebuah kabupaten kecil tanpa ada yang istimewa.
Tapi kini perkembangan pembangunan di Jember pesat. Terutama sarana prasaran Jalan dan pendidikan.
Gus Ipul menyatakan terima kasih, karena sinergi Ulama dan Umaro, di Jember mampu selaras sejalan.
“Yang dilakukan Pak Djalal, ini patut dicontoh oleh Kabupaten lain, dan ini yang disebut pembangunan dunia akherat,” ujarnya. ki

MZA DJALAL DAPAT DUKUNGAN DIN SYAMSUDDIN


“Loyalitas Kepada Masyarakat Teruji”

JEMBER - MZA Djalal, dipastikan mendapat dukungan meluber dari berbagai kalangan. Incumbent ini yang berniat maju di Pemilukada 7 Juli 2010 terus menuai dukungan. Salah satunya, adalah Din Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah.

Prof DR H Din Samsudin, didampingi Drs. H. Baharuddin Rosyid, Ketua PD Muhammadiyah Jember, memuji loyalitas Bupati Jember terhadap rakyat.
Jika dilihat dari pernyataan saat peresmian Kantor baru PD Muhammadiyah Jember Ketua PD Muhammadiyah Jember, Baharuddin Rosyid, menaruh simpatik kepada kepemimpinan MZA Djalal selama ini.
Dalam peresmian gedung baru PD Muhammadiyah Jember yang menelan anggaran Rp 1,5 milliar itu Prof Din Syamsuddin sempat menyentil dukungan secara implisit kepada incumbent. Bahkan, para kader Muhammadiyah yang hadir memaknai itu sebagai bentuk dukungan politis secara eksplisit.
Sebagai organisasi terbesar setelah NU, Muhammadiyah kata H Baharuddin Rosyid, juga turut serta dalam pembangunan selama ini. “Kita sedang berlomba – lomba untuk kebaikan masyarakat, atau fastabikul khoirot,” ujar Baharuddin Rosyid.
Sedangkan MZA Djalal, mengakui Muhammadiyah banyak mengambil peran dalam pembangunan di Kabupaten Jember. Terutama bidang pendidikan.
Buktinya, lembaga pendidikan berlabel Muhammadiyah di Jember sangat banyak, mulai dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.
Kendati masyarakat Jember mayoritas NU, tapi kerukunan umat masih sangat terpelihara. Djalal berharap kader Muhammadiyah ikut berpartisipasi dalam membangun kerukunan umat beragama di Jember.
Bupati sempat menyumbang Rp 50 juta untuk pembangunan kantor, dan menawarkan asset tanah Pemkab untuk digunakan sebagai Rumah Sakit, atau yang lain.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Din Samsudin menyampaikan rasa bangganya melihat Bupati Jember, MZA Djalal, yang begitu peduli terhadap perkembangan Muhammadiyah di Jember.
Din juga menyampaikan, agar PD Muhammadiyah mendukung segala kebijakan Bupati Jember untuk melaksanakan pembangunan bagi masyarkat.
Diakui bahwa loyalitas MZA Djalal terhadap masyarakat telah teruji. Din samsudin juga berharap bantuan yang di lakukan Bupati Jember dan penawaran tanah asset pemkab yang akan dijadikan lahan rumah sakit, dapat dijadikan sebagai langkah investasi menuju kebaikan.
“MZA Djalal, layak dijadikan pemimpin Jember masa depan,” ujar Prof Din Syamsudin. ki

Rabu, 24 Maret 2010

Seni Tak Butak’an Usir Bala’


JEMBER -Seni budaya berupa Tak Butak’an (ondel ondel) merupakan salah satu seni budaya khas Jember dari Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.
Seni ini disajikan dalam menyambut kedatangan Bupati Jember beserta rombongan Muspida di acara dialog solutif bedah potensi desa di lapangan Biting, Kecamatan Arjasa.
Ketua Seni Budaya Tak Butak’an (ondel-ondel), Andiyanto, mengatakan bahwa seni budaya ondel ondel tak bu’taan merupakan seni budaya asli Jember terutama wilayah utara.
Tak Butak’an masih banyak ditemui di masyarakat setempat sebagai salah satu sajian dalam acara-acara selamatan desa, dan bersih desa.
Seni tarian ini merupakan ajaran dari leluhur Desa Kamal, karena diyakini sebagai upacara untuk menghalau bala atau musibah yang akan melanda desa, misalnya gagal panen dan penyebaran wabah penyakit.
Andiyanto berharap Pemkab Jember bersama-sama dengan pihak terkait bisa melestarikan seni budaya peninggalan nenek moyang ini sebagai warisan budaya dan potensi daerah.
Sementara itu Kepala Desa Kamal, .Kusnadi mengatakan kesenian tak butak’an ini merupakan warisan budaya yang sama dengan kesenian-kesenian lain seperti ludruk suroboyoan, gandrung banyuwangi, dan can macanan kathukyang juga milik khas masyarakat Jember.
Kusnadi mengatakan bahwa seni tak butak’an itu merupakan sesuatu yang terbilang wajib dilakukan oleh seluruh masyarakat desa, disaat desa melaksanakan hajatan bersih desa dan ruwat desa.
Seni ini semakin hari semakin terkikis oleh perkembangan zaman, sehingga perlu adanya perhatian khusus dari Pemkab Jember, agar pelaku seni bisa hidup.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto Msi, mengatakan dengan ditampilkan seni Tak Butak’aan di Desa Kamal menunjukan masyarakat setempat masih mau mencintai kesenian daerahnya dan perlu mendapat dukungan dari Pemeirntah. ki

SERAGAM PELAJAR SMA JEMBER KHAS


JEMBER- Kesan elegant dan sopan nampak dari seragam yang dipakai oleh sejumlah pelajar SMA di Kabupaten Jember. Hal itu menarik perhatian tersendiri bagi warga luar Kabupaten Jember.
Empat tahun lalu MZA Djalal, dalam memimpin Jember program kebijakan seragam yang diterapkan di dunia pendidikan itu mendapat acungan jempol.
Seragam putri khususnya baik pelajar tingkat SMP dan SMA yang semula biasa menggunakan pakaian (rok) sebatas lutut, sejak dikeluarkannya himbauan ditindaklanjuti dengan Surat Edara (SE) dari Bupati mampu merubah kebiasaan cara berpakaian di kalangan siswa.
Di kalangan siswi SMP, yang biasanya hanya menggunakan celana pendek, sejak SE dari MZA Djalal, mendadak berubah dengan menggunakan celana panjang.
Terutama di kalangan siswi SMP dan SMA, yang semula menggunakan rok pendek sebatas lutut atau di atasnya, berubah dengan menggunakan rok panjang.
“Padahal waktu itu saya tidak mengeluarkan peraturan, tapi hanya surat edaran,” jelas Bupati Djalal.
Tak disangka , perubahan pakaian untuk seragam sekolah yang digunakan siswa dan siswi SMP dan SMA ini mendapat perhatian dari daerah lain.
Banyak kalangan dari luar daerah Jember, menilai seragam sekolah yang digunakan siswa siswi SMP dan SMA, sangat tepat, karena bisa menutupi sebagian aurat, utamanya perempuan.
Karena itu, mereka berusaha mencari tahu, resep dan cara apa yang digunakan Pemkab Jember, hingga mampu merubah kebiasaan cara berpakaian siswa dan siswi itu.
Tak sedikit diantara mereka yang terpaksa datang ke Jember hanya sekadar ingin tahu, sekaligus mempelajari kiat-kiat yang dilakukan Pemkab Jember.
“Orang dari luar daerah heran. Jember kok bisa merubah cara berpakaian siswa dan siswi. Dan ini merupakan satu-satunya di Indonesia, karena itu banyak yang heran,” ujar DJalal.
Bupati Djalal mengeluarkan SE terkait seragam pakaian yang digunakan siswa dan siswi SMP dan SMA kali pertama disampaikan di acara Dialog Solutif Bedah Potensi Desa, Serial ke I, putaran ke 5 di lapangan olahraga Kecamatan Ledokombo, 15 Mei 2007 silam.
Saat itu Djalal mengatakan bahwa anak-anak yang duduk di bangku SMP, baik putra dan putri tidak sama dengan beberapa tahun silam.
Kata dia siswa dan siswi saat ini terlihat besar laiknya orang dewasa. Sehingga Bupati menghimbau siswa SMP menggunakan celana panjang dan siswinya mengunakan rok di bawah lutut (panjang).
Kabag Humas Drs Agoes Slameto, M.Si, mengatakan bahwa pergantian pakaian di kalangan siswa dan siswi ini adalah program berbeda dari sebelumnya. ki

TERBUKTI PRAKTEK ASUSILA, IJIN RUMAH KOST DICABUT

JEMBER- Perda No 7 tahun 2008, baru diterapkan tahun 2010 ini. Dalam pelaksanaannya diatur dalam Perbup. Dalam aturan terbarunya, Perda ini mensyaratkan pengetatan ijin usaha tempat kos atau rumah kost.
Karena dari pengaduan masyarakat ke DPRD selama ini, banyak rumah kost tanpa induk semang yang digunakan ajang asusila, dan praktek mesum. Bahkan dikhawatirkan digunakan sebagai sindikat narkoba, dan sindikat pencurian motor. Kerawanan itu dikaji DPRD dan diterbitkan Perda Indekost.
Hal itu untuk mencegah maraknya praktek asusila dalam rumah kost. Mengingat arus globalisasi informasi semakin tanpa batas menembus masyarakat berbagai level termasuk pelajar dan mahasiswa yang menempati rumah indekost.
Salah satu point penting adalah, bahwa dalam Perda itu mengatur jika ada rumah kost yang tidak memenuhi syarat maka ijin bisa dicabut. Tidak memenuhi syarat itu jika ijin tak procedural, dan terbukti sebagai tempat praktek asusila.
Praktek seks bebas (sex in the kos) dikhawatirkan menjadi biang kehancuran generasi masyarakat Jember.
Untuk itu, Perda No 7 Tahun 2008, diterapkan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kententraman baik pengelola, anak kos, dan lingkungan sekitar.
Dengan perda rumah kos ini paling tidak bisa meminimalisir dampak negatif dari rumah kos. Selain untuk memudahkan inventarisasi pendataan rumah kos di Jember.
Munculnya perilaku sex bebas akibat pengaruh perkembangan teknologi di rumah pemondokan diduga karena tidak jelas nya pemilik rumah kost dalam menjaga.
Drs Suhanan, MPd Kepala Dinas Sosial Pemkab Jember selaku pelaksana Perda ini mengatakan, sosialisasi Perda ini telah dilakukan. Tapi pelaksanaannya menunggu Perbup yang masih diproses.
Dengan Perbup akan diatur syarat dan permohonan ijin rumah pemondokan atau kost. Dalam perda jelas ditegaskan bahwa rumah kost atau pemondokan adalah usaha yang bergerak dalam persewaan kamar atau kontrak rumah untuk tempat tinggal sementara yang harus ada ijin usaha.
“Perda rumah pemondokan ini mewajibkan pada semua pemilik rumah pemondokan atau rumah kos di Jember untuk melengkapi dengan ijin, adapun berlakunya ijin selama rumah tersebut masih difungsikan oleh pemiliknya sebagai rumah pemondokan dan akan dilakukan pendaftaran ulang setiap lima tahun sekali,” ujarnya.
Ijin rumah pemondokan itu dapat dicabut oleh Bupati bila yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dan kewajiban dan terbukti untuk praktek asusila.
Bagi para pengelola rumah pemondokan yang ijinnya habis masa berlakunya, harus memperpanjang ijin ke Bupati minimal tiga bulan sebelum ijin habis.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, Msi, terus mendorong upaya Pemerintah mencitrakan Jember sebagai Kota religius dan bebas maksiat menuju kehidupan masyarakat yang lebih agamis.
“Diakui atau tidak, bahaya aids, dan hubungan seks bebas sudah bisa menjangkiti masyarakat kelas mahasiswa yang mayoritas menempati rumah kost tanpa pengawasan,” ujar Agus.ki


BANYAK JUKIR NAKAL

JEMBER- Tudingan bahwa UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember melakukan pungutan dengan mewajibkan setoran harian Rp 3000 dari juru parkir (jukir), dibantah Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember Edi Hariyanto.
Kata dia, tudingan itu salah sasaran. Dan hal itu karena kesalapahaman antara jukir dalam memahami apa instruksi saat apel besar yang dihadiri pihak Polres dan Dishub.
Edi, meminta jukir untuk memberi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa restibusi parkir kendaraan dari luar kota sebesar Rp 3000, para jukir sendiri saat itu langsung menyatakan sanggup.
Besarnya kontribusi ini diambilkan dari hasil penarikan restribusi parkir kendaraan luar kota saja karena untuk kendaraan dalam kota sudah diberlakukan parkir berlangganan.
Edi hanya menginstrusikan kepada para jukir untuk menyetor hasil penarikan restribusi 1 mobil dan 1 sepeda motor saja dari luar kota dalam per harinya.
Sesuai Perda No 12 Tahun 2008 untuk parkir parkir kendaraan roda empat Rp.2000 dan roda dua Rp 1000, tapi di lapangan banyak fakta bahwa para jukir ini tidak konsisten dan kerapkali laporan ke UPT Parkir Dishub tidak sesuai di lapangan.
Dengan setioran Rp 3000 kepada UPT Parkir oleh jukir, menurutnya tidak terlampau memberatkan jukir.
“Temuan di lapangan oleh UPT banyak kendaraan dari luar kota ditarik parkir oleh jukir, tapi hasil restribusi parkir tidak disetorkan ke UPT Parkir. Jumlah mereka yang tidak melapor setoran ada 50 orang dari 237 orang, sisanya mereka mengeluh sepi,” ujarnya.
Kalau jukir ini mekapor hasil pendapatannya sesuai kenyataan di lapangan maka konrtibusi parkir untuk PAD akan meningkat tajam.
Bila tiap jukir di Jember mampu memenuhi setoran Rp 3000 per hari sesuai yang ditetapkan oleh UPT Parkir, maka akan terkumpul setoran restribusi parkir luar kota sebanyak Rp 711.000 per hari untuk PAD.
Data di UPT Parkir ternyata setoran parkir para jukir ini tiap bulannya bervariasi, antara Rp 3 ribu, 20 ribu hingga Rp 414.000 dan itupun hanya seorang.
Dari setoran jukir ke UPT Parkir setiap bulannya, sesuai kesepakatan jukir mendapat tambahan penghasilan 20% dari besarnya setoran dan honor sesuai masa kerja yang bersangkutan.
Untuk itu UPT Parkir mengatur roling jukir dalam tugas. Di Kota ada 200 titik parkir yang terbagi dalam 5 zona dengan 12 orang pengawas dan 1 orang kordinator.
Di wilayah kampus sendiri ada sekitar 24 jukir, mengingat tempat ini tidak pernah sepi karena selain tempat bercokolnya lembaga pendikan juga saat ini mulai berkembang menjadi pusat perniagaan seperti menjamur toko-toko dan warung makan..
Rencananya pihak UPT Parkir Dinas Perhubungan sendiri mulai bulan Maret tahun ini akan memberi reward kepada para jukir yang berprestasi.
Diharapkan tahun 2010 realisasi parker meningkat Rp 6 milliar dari tahun 2009 hanya Rp 4,5 milyar setahun. ki


Dispendik Lakukan Pemetaan Guru Profesional


JEMBER - Dinas Pendidikan Pemkab Jember dalam meningkatkan pelayanan pendidikan secara optimal, tenaga pendidik harus dipriporitaskan.
Untuk itu diambil langkah meningkatkan kualitas SDM guru dan pendidik serta keilmuan tenaga guru hingga administrasi structural agar profesional dan berstandart pengajar.
Kepala BIdang Tenaga Pendidikan, Hj Henny Hajane, mengatakan terkait kesejahteraan tenaga guru harus jgua diperhatikan.
Tapi, tenaga pendidik sudah diberi prirotas itu dalam gaji dari pusat. Untuk non PNS dan TTD hingga Guru tidak tetap (GTT) sudah termasuk dalam tunjangan fungsional.
Mengingat jumlah tenaga non PNS cukup banyak lebih kurang dari 10.241
pemerintah pusat melalui Propinsi memberikan 30 % dari jumlah guru itu insentif.
Hal itu masih dinilai belum merata. Tapi masih ada juga di tunjangan dengan Insentif lewat APBD Jember, sehingga masih bisa membantu kesejahteraan tenaga pendidik swasta, dan negeri.
Henny berharap ada tambahan Kuota dari Propinsi tahun 2010 ini. Saat ini saja masih 3.300. Karena hampir 3.000 orang yang belum bisa mendapatkan tambahan tunjangan kesejahteraan.
Dispendik dalam hal ini terus mengupayakan tambahan tunjangan selain memperketat sertifikasi guru.
“Semoga tahun 2011 bisa realisaskani dengan baik termasuk adanya pemetaan guru yang kita lakukan, karena kurang berimbangnya antar guru, khususnya guru-guru di sekolah satu atap,” ujar Henny.
Karena itu, harus ada pemetaan dalam waktu dekat ini. sehingga proses KBM tidak terhambat.
Kabag Humas, Drs. Agoes Slameto, mengatakan ada pemetaan guru yang dilakukan Dispendik itu harus dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Jember.
Sehingga, dengan begitu guru atau tenaga pendidik yang ada mampu untuk bersaing menjadi tenaga-tenaga pendidik yang professional. ki

DJALAL TERUS GENCAR KE BAWAH


JEMBER- Menjelang akhir jabatan, MZA Djalal terus turun ke bawah. Bupati yang mencalonkan lagi di Pemilukada 7 Juli 2010 ini mengajak masyarakat terus membangun melalui berbagai bidang.
Kali ini, Bupati meresmikan Masjid Baitus Salam di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, hasil tanah wakaf.
Djalal dalam pembangunan infrastruktur bidang keagamaan dan pembinaan akhlak di masyarakat mengaku telah berbuat banyak.
Terbukti total pembangunan Masjid untuk tahun 2010 ini, mencapai Rp. 2.927.500.00 hingga 2010 ini.
Total semua masjid se Jember Jember sebanyak 2.391 masjid. Disamping itu juga, Pemkab telah memberikan honor insentif bagi para guru ngaji sekitar 400 orang guru dengan gaji per orang mendapat 400 ribu per tahun.
Untuk membangun akhlak masyarakat, Djalal juga meresmikan Masjid Baitus-Sallam.
H. M. Siswoyo, Ketua Panitia pembangunan masjid sekaligus takmir menjelaskan tentang sejarah masjid itu adalah masjid wakaf yang tanahnya merupakan pemberian Alm. KH. Zawair Kastari, dibangun sejak tahun 1967,
Lantas dilanjutkan warga Sidodadi tahun 2005, tanggal 20 Januari 2005, hingga tahun 2008. Hingga kurun waktu itu Masjid Baitus-Sallam telah digunakan untuk sarana Madrasah Diniyah, dan ibadah sholat.
Pembangunan rehab Masjid tahun ini, memakan anggaran hampir 825 juta dari swadaya murni masyarakat Desa Sidodadi.
MZA Djalal mengatakan selaku Bupati Jember merasa bangga atas kerukunan umat beragama di desa Sidodadi.
“Saya bahagia melihat bagaimana masyarakat disini mampu bahu membahu untuk membangun masjid, Mudah-mudahan ini bisa dicontoh oleh masyarakat Jember secara keseluruhan,” ujarnya.
Djalal juga berjanji sebagai reward kepada masyarakat Sidodadi, akan memberi hadial aspal jalan desa.
Djalal juga memohon maaf, jika selama 5 tahun terakhir ini dalam melaksanakan pembangunan masih belum sempurna. ki


Jalur Sidomekar-Klatakan Akan Diaspal


JEMBER - Keinginan warga Desa Klakatan, Kecamatan Tanggul dan Sidomekar, Kecamatan Semboro, agar jalan mereka diaspal bakal dipenuhi Bupati Jember, MZA Djalal.
Djalal, dalam Dialog Solutif Bedah Potensi di Desa/Kecamatan Semboro, berjanji mengupayakan pengaspalan jalan makadam yang menghubungkan Desa Sidomekar dan Klatakan.
Pengaspalan jalan penghubung dua desa ini penting karena jalur ini adalah jalan vital untuk transportasi akses ekonomi.
Kedua desa ini, aktivitas mayoritasnya sebagai petani. Hasil pertanian sangat berlimpah di kedua desa ini.
Maka dengan sarana yang baik maka Kecamatan Tanggul dan Semboro, bisa bergerak sector ekonominya.
Bupati Jember, mengatakan pengaspalan jalan itu bisa menunjang hamparan lahan pertanian di sisi kiri kanan jalan tersebut.
“Saya setuju usulan pengaspalan jalan Sidomekar - Klatakan. Mudah-mudahan ini bisa segera terealisasi,” ujar Djalal.
Djalal juga menyinggung terkait Pemilukada di Jember. Dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk hadir pada tanggal 7 Juli 2010 untuk memanfaatkan hak suaranya.
Karena itu seluruh masyarakat hendaknya menyalurkan hak politiknya dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) guna memilih calon bupati dan wakil bupati Jember sesuai hati nuraninya.
“Monggo sinten kang dikersaaken. Mboten ngersaaken kulo, mboten nopo-nopo. Kulo mboten nesu. Silahkan pilih siapa yang disukai cocok. Tidak menyukai saya, tidak apa-apa, saya tidak akan marah,” ujar Djalal.
Djalal juga menekankan bahwa agar pelaksanaan pemilukada di Jember bisa berjalan sukses, aman tertib dan lancar sebaiknya seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga agar tetap kondusif dan menjaga kerukunan.
“Silahkan pilih siapa yang cocok, yang penting rukun,” tegasnya. ki

SI BOLANG TRANS TV ANGKAT POTENSI JEMBER



JEMBER - Satu lagi potensi Kabupaten Jember yakni Jember Fashion Carnaval (JFC) dan buah naga dilirik oleh stasiun televisi swasta Jakarta untuk ditayangkan sebagai potensi Kabupaten Jember dalam program petualangan Si Bolang.
Si Bolang adalah program Trans TV yang menceritakan seorang bocah berpetualang berkeling daerah-daerah potensial di Indonesia untuk mengungkap kekayaan alam dan wisata.
Sajian acara ini akan mengupas tuntas persiapan pelaksanaan JFC IX yang akan segera dilaksanakan, pengambilan gambarnya sudah dilakukan beberapa hari lalu di Alun-alun Jember.
Dipilihnya Alun-alun Jember sebagai tempat pengambilan gambar JFC, juga untuk mengenalkan ikon Jember seperti Masjid Jami’ Al Baitul Amin, kantor Pemkab Jember, serta Pendopo Wahya Wibawa Graha yang memiliki arsitektur unik.
Hal itu dibeber wakil Dynan Fariz, Suyanto, yang datang untuk menemani kru si bolang di alun-alun Jember.
Suyanto mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kerjasama kali kesekian antara pihak JFC dengan TV swasta (Trans 7).
“Sebelumnya kru Trans 7 ini pernah datang ke Jember pada bulan Agustus tahun lalu untuk pengambilan gambar tayangan program Si Unyil”, ujarnya.
Pengambilan gambar JFC akan ditayangkan dalam acara Si Bolang ini hanya berlangsung sekitar 2 jam, tapi tema JFC IX kali ini mengisahkan tentang Toraja (Sulawesi Selatan), apukalip yang terinsipirasi dari suku bangsa Maya, serta voyage yang menampilkan kejayaan perahu layar tempo dulu seperti Phinisi Nusantara sudah terwakili dalam pengambilan gambar tersebut.
“Setiap tahun JFC selalu mengangkat tema budaya daerah dengan pakaian adat yang dimiliki, hal ini untuk menepis anggapan masyarakat bahwa JFC sudah meninggalkan budaya daerah yang adiluhung”, tegas Suyanto.
Untuk itu, dalam pelaksanaan JFC IX tahun ini sengaja akan mengangkat kebesaran suku Toraja, dengan menampilkan kesenian khas yang dimiliki untuk ditampilkan kepada masyarakat Jember, masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia sekalipun.
JFC sangat terinspirasi sekali dengan budaya Toraja yakni keberadaan rumah adat dengan ukiran dan tanduk kerbau yang dipunyai, bahkan untuk memperkuat konsep tersebut, rencananya pihak JFC akan mengadakan kunjungan ke anjungan Toraja di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Mei mendatang, sekaligus JFC diundang oleh pihak TMII untuk merayakan HUTnya.
Suyanto juga menjelskan tentang persiapan JFC IX nantinya, bahwa saat ini kru JFC terus dikebut dengan meningkatkan frekwensi latihan di depan kantor Dynan Fariz, disamping melakukan rekrutmen anggota sekitar 500 orang. JFC sendiri, jelas Suyanto, dalam setiap tampilannya akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jember, baik dari tema yang dibawakan maupun pesan yang akan diusung.
“Hal ini sesuai keinginan masyarakat agar dari tahun ke tahun JFC diharapkan untuk lebih kreatif sehingga tidak hanya menjadi sajian tontonan, melainkan mampu menghidupkan kembali dunia mode Indonesia yang saat ini terkesan mati suri”. Tegas Suyanto.
Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto MSi mengatakan Pemkab sendiri selama ini juga telah memberi perhatian lebih terhadap kesenian dan kebudayaan di Jember, salah satunya adalah JFC yang sudah menjadi ikon Jember.
JFC saat ini sudah mendunia dan mampu disejajarkan dengan tontonan lain seperti karnaval bunga di Pasadena Amerika Serikat. ki


CALON PERSEORANGAN ANCAMAN PARPOL

JEMBER – Munculnya calon perseorangan di Pemilukada Kabupaten Jember akan menjadi ancaman tersendiri bagi calon – calon yang diusung partai politik (parpol).
Sebab, masyarakat selama ini terlanjur sakit hati dengan stigma dan praktek transaksional parpol serta ada potensi kejenuhan dengan sepak terjang parpol.
Terutama usai Pemilukada, melihat ulah para Tim Sukses (TS). Sehingga munculnya calon perseorangan di Pemilukada Jember jika lolos verifikasi akan menjadi ancaman tersendiri bagi calon bupati yang diusung parpol tak terkecuali bagi incumbent.
Demikian disampaikan Nurdiansyah Rahman, dari Divisi Politik Lembaga Kajian Indonesian Crisis Centre (ICC) yang berkantor pusat di Jember kemarin.
“Jika calon perseorangan lolos verifikasi, ini awal dari demokrasi Jember mengalami titik balik,” ujar Nunung sapaan akrabnya.
Sekadar diketahui, menjelang detik terakhir penutupan batas akhir penyerahan berkas oleh KPUD Sabtu (20/3) pukul 24.00 WIB, calon perseorangan Drs M Sholeh – mantan sekda kabupaten di Madura – dengan Dedi Iskandar – Ketua Persatuan Gulat Indonesia Cabang Jember –mendaftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jumat (19/3) sekitar pukul 16.04 WIB.
Mereka didampingi beberapa tim kesekretariatan, menyerahkan berkas dukungan berupa foto kopi KTP pendukung, foto kopi surat pernyataan, dan berkas lampiran formulir yang berisi materai dukungan dari para pendukung.
Dedi Iskandar, yang sedianya akan diusung oleh gabungan calon perseorangan sebagai P2 memilih sepakat untuk dipasangkan dengan M Sholeh, sebagai P1 (calon bupati Jember). Potensi dukungan yang diraih kedua pihak sudah dianggap memenuhi syarat pencalonan bilangan yang ditetapkan KPUD Jember yakni 3 % sesuai UU No 12 Tahun 2008, tentang Pemilukada atau setara 70.229 pendukung untuk Kabupaten Jember.
“Kami menyerahkan dengan dukungan sebanyak 90 ribu-an pendukung. Lengkap KTP dan juga foto kopinya,” ujar Dedi Iskandar, didampingi istrinya Titin asal Gambirono Bangsalsari ini.
Sementara itu, sebelumnya M Sholeh, yang terkesan tertutup ini diam – diam mengumpulkan dukungan sejak tahun 2008. Dia menembus sasaran pemilih dan pendukung dari kelompok pengusaha kecil, dan menengah ke bawah. “Kita optimis bisa lolos verifikasi. Sebab, itu sudah kita persiapkan lama,” ujar M Sholeh, diamini Dedi Iskandar.
Salah satu bagian dari strategi calon perseorangan adalah, tidak muncul ke permukaan dalam silat komentar di media. “Kita bergerak langsung ke bawah. Jangan sampai, terkesan kita tidak serius,” ujar Dedi.
Salah satu yang diperjuangkan Dedi, adalah kemiskinan rakyat Jember masih mendominasi. Sehingga jika dia terpilih maka tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui sector lapangan pekerjaan harus ditingkatkan. ki

Polisi dan Istrinya Bakar Diri

JEMBER - Diduga cekcok urusan rumah tangga, pasangan suami-istri dari kalangan kepolisian ini nekat bakar diri. Suami istri itu yakni Brigade Polisi Nanang, 32, anggota Samapta Polres Situbondo dan Yeni, 31.
Pasangan yang tinggal di Perumahan Pancoran Mas H-41 Bondowoso ini nekad melakukan aksi bunuh diri dengan membakar diri. Beruntung
tetangga yang memergokinya berhasil menyelamatkan jiwa suami-istri yang belum dikaruniai anak ini.
Tak ayal kondisi korban memprihatinkan. Nanang terluka bakar cukup parah di bagian muka, dada dan perut. Sedang Yeni mengalami luka bakar bagian perut sampai bagian alat kelaminnya.
Keduanya sempat dirawat di RSUD Koesnadi Bondowoso, namun Nanang kemudian dirujuk ke RSUD Soebandi Jember dan dirawat di ruangan bedah khusus. Menurut tetangga korban tetangga kiri-kanan rumah korban sempat mendengar adanya suara pertengkaran antara pasangan itu Senin (22/3) sore.
"Sempat ada teriakan minta tolong dari rumah korban. Tak tahunya tubuh mereka sudah dalam kondisi terbakar, warga ramai-ramai terus menyelamatkan keduanya dan dibawa ke rumah sakit," katanya.
Pasangan suami-istri yang berumah tangga sekitar 3 tahun ini diduga membakar diri dengan cara saling menyiramkan minyak tanah ke tubuh mereka. Pertengkaran itu mereka lakukan di ruangan tamu. Hal itu tampak beberapa helai kain yang sudah dilumuri minyak tanah dan juga terdapat korek api dan pisau.
Sedang Kapolsek Kota Polres Bondowoso, Iptu Indarso mengatakan, usai kejadian polisi langsung mendatangi rumah korban dan melakukan penyelidikan. Penyebabnya masih kita telusuri. Kami juga memeriksa keterangan sejumlah saksi.
Karena kondisi kedua korban masih kritis maka masih belum bisa dimintai keterangan," kata Kapolsek Kota Iptu Indarso.
Polisi sempat memberi tanda garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian rumah korban. Dari informasi di kepolisian, pasangan itu diduga terbelit masalah ekonomi atau hutang. Nanang yang dinas di Polsek Subo Situbondo diduga agak keberatan saat dipindah tugaskan di Polres Situbondo.
Sedang Wakil Direktur RSUD Soebandi Jember, dr Bagas Kumoro menjelaskan, korban mengalami luka bakar yang cukup parah hingga 30 persen dari bagian tubuhnya. Di bagian muka dan kepala Nanang mengalami pembengkakan dan kulitnya nampak menghitam karena luka bakar itu. "Korban Nanang mengalami luka bakar parah sekitar 30 persen dengan grade 2.
Bagian tubuh yang parah yakni muka, dada dan perut," kata Bagas Kumoro. Diperkirakan Nanang akan dirawat untuk diobservasi selama pengobatan selama sepekan karena luka bakar akibat api dari siraman minyak tanah itu.
"Selama sepekan nanti, kita melakukan observasi, untuk kondisi organ vital seperti otak dan jantung sertta paru-paru masih bisa diselamatkan. Korban cukup dirawat disini dan belum memerlukan perawatan rujukan ke rumah sakit Surabaya," ujarnya. ki