Senin, 31 Mei 2010

UNEJ SIAPKAN 8000 KURSI SNMPTN 2010

JEMBER - Universitas Jember telah siap menyelenggarakan tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 tanggal 16 dan 17 Juni nanti. Kesiapan itu antara lain dengan menyiapkan 8000 kursi bagi para peserta tes SNMPTN.
Keseluruhan kursi terdiri dari 7700 kursi utama dan 300 kursi cadangan. Banyaknya kursi yang disediakan karena Panitia Lokal (Panlok) Jember berkaca dari jumlah peserta SNMPTN tahun lalu.
Humas Unej Haryanto, mengatakan jumlah peserta yang SNMPTN 2010 yang ujian di Jember sebanyak 7094 orang dan masih bertambah.
Sementara peserta SNMPTN tahun lalu diikuti oleh 7114 peserta yang terdiri dari 2360 peserta ujian IPA, 2400 peserta ujian IPS dan 2354 peserta ujian IPC.
Karena jumlah tempat ujian yang tidak mencukupi di kampus Tegalboto, maka Panitia Lokal (Panlok) Jember bekerjasama dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi di seputaran kampus Tegalboto swasta untuk menyediakan lokasi ujian SNMPTN 2010. Lokasi tersebut antara lain SMAN 2 Jember, SMEA Trunojoyo Jember, IKIP PGRI Jember, Politeknik Negeri Jember dan beberapa lokasi lainnya.
Kahumas Unej Budi H mengingatkan para peserta SNMPTN 2010 untuk melihat lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan ujian, terutama bagi mereka yang berasal dari luar kota.
Kelengkapan yang harus dibawa saat ujian selain alat-alat tulis juga kartu tanda peserta SNMPTN, dan jangan lupa membawa kartu identitas yang dipakai saat membayar biaya ujian SNMPTN di Bank Mandiri.
Tahun ini Universitas Jember menerima mahasiswa baru dari tiga jalur, yakni PMDK (termasuk Program Bidik Misi), SNMPTn dan jalur Ujian masuk Universitas Jember. Khusus untuk jalur PMDK, Universitas Jember telah mengumumkan calon mahasiswa baru yang diterima sebanyak 1299 orang. Mereka ini adalah hasil seleksi dari 4913 formulir yang masuk dari seluruh penjuru Indonesia.
Tercatat FKIP mendapatkan pelamar PMDK paling banyak dengan jumlah formulir yang masuk mencapai 1220 orang, sementara yang diterima hanya 250 orang. Tempat kedua diraih oleh Fakultas Kedokteran dengan jumlah pelamar 969 sementara yang diterima hanya 85 orang. Fakultas Kesehatan Masyarakat juga menjadi favorit calon mahasiswa, tercatat ada 422 pelamat PMDK, namun yang diterima hanya 78 orang.
Sementara itu dari Program Bidik Misi, Universitas Jember menerima sebanyak 300 calon mahasiswa dari 1956 berkas yang masuk. Para calon mahasiswa yang diterima dari jalur PMDK dan Program Bidik Misi diwajibkan registrasi ulang tanggal 14 sampai dengan 19 Juni 2010 nanti. ki

GEDUNG BARU RSGM FKG UNEJ

JEMBER - Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember makin lengkap dan canggih. Pasalnya RSGM yang didirikan tahun 2007 lalu kini dilengkapi dua gedung baru beserta fasilitas pendukungnya. Gedung baru dirsemikan oleh Rektor, Dr. Ir. T. Sutikto, MSc.
Bangunan baru ini terdiri gedung A seluas 1249 meter persegi dengan tiga lantai yang akan digunakan untuk instalasi Radiologi (lantai I), klinik Periodonsia (lantai II) dan lantai tiga digunakan sebagai klinik Pedodonsia.
Gedung B seluas 700 meter persegi yang diperuntukan laboratorium Klinik dan penelitian di lantai satu, laboratorium Teknik Gigi di lantai dua, dan lantai tiga digunakan sebagai ruang diklat.
Bangunan RSGM juga dilengkapi instalasi pengolahan limbah (IPAL), incinerator serta rumah genset. Gedung lama dan baru RSGM dilengkapi selasar yang menghubungkan keduanya yang mempermudah mobilitas diantara kedua gedung ini.
Biaya pembangunan gedung baru RSGM secara keseluruhan mencapai Rp 9,9 milyar yang berasal dari APBN tahun 2009. Sedang gedung lama RSGM berlantai tiga seluas 4529 meter persegi yang telah aktif digunakan, biaya pembangunannya sebesar Rp 8,6 milyar yang berasal dari dana masyarakat yang dihimpun oleh FKG Universitas Jember.
Direktur RSGM FKG Universitas Jember, drg. A. Gunadi, Ph.D, mengatakan tahun ini seluruh peralatan canggih bagi gedung baru RSGM akan tiba.
Peralatan itu antara lain alat mengidentifikasi kepekaan kuman terhadap antibiotik, peralatan dental implant, pembuatan gigi porselin, peralatan laser untuk pembedahan gigi/gusi tanpa pendarahan, real time PCR untuk laboratorium BioScience dan peralatan lainnya.
Bahkan RSGM FKG Universitas Jember juga menerapkan sistem informasi manajemen rekam medis secara online. RSGM FKG Universitas Jember juga dilengkapi dengan enam perangkat VIP dental unit.
Dekan FKG, drg. Herniyati, M.Kes menjelaskan bahwa RSGM adalah RS pendidikan tempat bagi calon dokter gigi menjalani masa profesi (klinik).
Selain mengemban misi pendidikan, RSGM mengemban misi penelitian dan pelayanan masyarakat. Misi pelayanan dibuktikan banyaknya pasien RSGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Setiap harinya ada sekitar 300 pasien, dan 80% nya berasal dari kalangan ekonomi bawah.
Bahkan tanggal 16-18 Juli nanti, RSGM FKG universitas Jember bekerjasama dengan PT. Unilever akan mengadakan bhakti sosial periksa gigi gratis bagi seribu orang.
Dekan FKG juga menepis kesan jika pasien yang datang ke RSGM hanya akan menjadi kelinci percobaan.
Hal itu tidaklah benar sebab pemeriksaan yang dilakukan para dokter gigi muda selalu dalam pengawasan dan bimbingan dosen. Apalagi RSGM dilengkapi berbagai peralatan cangih yang bahkan tidak dimiliki oleh rumah sakit umum daerah.
Kebanggaan akan keberadaan RSGM juga terlontar dari Rektor, Dr.Ir. T. Sutikto, MSc., pasalnya di seluruh Indonesia hanya ada 12 RSGM, dan salah satunya milik Universitas Jember.
Keberadaan RSGM bagi fakultas kedokteran gigi saat ini adalah mutlak, sebab di RSGM para dokter gigi muda mendapat kompetensinya, pengetahuan, skill dan attitude. Akreditasi sebuah fakultas kedokteran gigi juga ditentukan dari keberadaan RSGM-nya.
Karena itu Rektor mempersilahkan FKG lain yang belum memiliki RSGM untuk memanfaatkan RSGM Universitas Jember.
Tentu dengan manajemen dan tata aturan yang jelas. Dalam eksempatan itu, Dr. Ir. T. Sutikto, MSc juga bertekad akan membangun rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Jember. ki

BIAYA RP 33 M, DIHARAP SATU PUTARAN


JEMBER – Ada harapan masyarakat disampaikan Wabup Jember Kusen Andalas agar Pemilukada 7 Juli 2010 mendatang, bisa menjadi Pemilukada terbaik di Indonesia. Kusen mengaku tak berlebihan karena selain Pemilukada Jember mampu menekan tingginya angka golput semisal Pilleg, Pilgub dan Pilpre, diharapkan Pemilukada di Kabupaten Jember dengan pemilih dari 1.700.000 orang bisa berjalan lancar, aman, demokratis, serta kondusif tanpa timbulnya konflik seperti yang terjadi di kabupaten lain.
Wabup Jember Kusen Andalas saat acara silahturahmi dan sosialisasi Pemilukada damai di Lapangan Kecamatan Arjasa mengatakan bahwa masyarakat harus sadar hak politiknya.
“Saya mengajak yang hadir dalam silahturami ini untuk memberitahukan kepada sanak saudara, teman maupun kepada tetangganya, bahwa 7 Juli di Kabupaten Jember akan dilaksanakan Pemilukada. Biaya Pemilukada di Kabupaten Jember tidak sedikit yakni Rp.33 milyar oleh karena itu diharapkan bisa berlangsung satu putaran saja,” ujarnya didampingi Madini Farouq mantan Ketua DPRD Jember.
Adanya perbedaan dukungan di Pemilukada harus disikapi secara arif dan bijaksana jangan sampai gara-gara Pemilukada terjadi bentrokan antar pendukung Cabup.
Pelaksanaan Pemilukada di Jember tidak menutup kemungkinan akan muncul hasutan dan fitnahan sehingga memperkeruh suasana.
Masyarakat diminta tidak mudah terpancing propaganda apapun yang bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan Pemilukada di Jember. ki

Ajang Bibit Baru Pesepak Bola Jember


Dandim Cup 2010

JEMBER - Para penggemar sepak bola Jember masih berharap ada penerus dan bibit unggul pesepak bola yang berprestasi di kancah Nasional dan Internasional.
Dandim Cup 2010 di Stadion Notohadinegoro digelar dengan salah satu tujuan untuk memperebutkan Tropi Dandim 0824 dan melahirkan atlit-atlit sepakbola Jember yang handal.
Letkol Arm Totok Suhartono, Dandim Jember, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh Klub-klub sepak bola se Jember dengan batasan usia maksimal 21 tahun, tinggi badan minimal 167.
Kegiatan ini dibagi 6 zona. Satu zona melingkupi 6 Kecamatan. Letkol Arm.Totok Suhartono mengatakan bahwa Dandim Cup ini adalah bentuk dari kemanunggalan antara TNI dan rakyat di bidang olah raga.
Dandim Cup adalah juga sebagai format baru TNI AD dalam manunggal dengan masyarakat.
Selain juga sebagai sarana menjaring bibit pemain muda baru untuk diikutkan lomba antar Dandim se Jatim tingkat Nasional.
“Program ini dicanangkan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) hingga tingkat bawah (Koramil),” ujarnya.
Terkait Dandim Cup 2010 ini, Kabag Humas Drs Agoes Slameto Msi, mengatakan bahwa pertandingan Dandim Cup 2010, ini diharapkan bisa kontinyu dan bisa mencetak pemain andal nantinya.
“Bisa jadi pemain Jember, adalah gabungan dari TNI dan Masyarakat umum,” ujarnya. ki

Lautan Manusia di Istqosah Akbar


JEMBER - Untuk semakin meningkatkan rasa keimanan dan memperkuat Akhlakul Kharimah masyarakat Jember, Bupati MZA Djalal, menggelar Istiqosah dan Dzikir Akbar bersama KH. Muzzaki Syah pengasuh Ponpes Al Qodiri. Istiqosah dan Dzikir Akbar itu dihadiri KH Mochtar Bustomi pengasuh Ponpes Bustanul Ulum, Ajung, dan kyai se Eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang.
Istighosah ini dihadiri 30.000 muslimin muslimat dari berbagai daerah, seperti Bondowoso, Banyuwangi, Surabaya, Jember dan Lumajang.
Alun-alun Jember berubah menjadi lautan manusia. Bupati MZA Djalal, mengatakan selaku Bupati selama memimpin Jember ini merasa sangat bangga atas kerukunan umat Islam.
Dia berharap agar kegiatan semacam ini terus dilakukan untuk membangun ukhuwah Islamiah dan membangun keimanan masyarakat Jember.
“Jember adalah kabupaten yang masyarakatnya mayoritas umat Islam dan diharapkan terus memupuk keimanan kepada Allah SWT dan mengumandangkan Shalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW”, bebernya.
Djalal menyampaikan bahwa dalam istiqosah ini sengaja mengundang seluruh kyai dan ulama di eks karesidenan dan Lumajang agar masyarakat Jember mampu mencontoh dan menauladani ulama serta kyai untuk dapat hidup berdampingan tanpa harus ribut.
”ini adalah contoh, dimana ulama, kyai dan umaroh mampu hidup berdampingan guna menciptakan kerukunan umat Islam,” akunya. ki

Bumi Sholawat Wujud Keberhasilan


JEMBER - Suasana Jember religius sangat dirasakan masyarakat sebagai bentuk keberhasilan pembangunan ahlak dan moral.Di bawah MZA Djalal Jember mampu memerangi kemaksiatan, termasuk pentutupan prostitusi di Jember.
Tak heran Jember juga dikenal sebagai bumi sholawat dengan nuansa religius yang sangat kental selain banyaknya pondok pesantren juga seringnya event keagamaan malam seribu sholawat digelar di Jember.
H Abdul Jamil Cholil, SPdi tokoh masyarakat di Desa Patemon Kecamatan Pakusari, sebagai pengasuh Pondok Pesantren Asyahidi, mengatakan apa yang dilakukan Pemkab bidang keagamaan cukup menyentuh masyarakat desa.
Pemkab begitu perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji, meski jumlahnya tidak terlalu besar. Ditambah bantuan pembangunan mushola, masjid dan Ponpes begitu besar.
“Saya menilai Pemkab berhasil mewujudkan Jember religius, termasuk di pedesaan. Adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat Jember terang. Pengajian hanya kini bisa digelar malam hari,” ujarnya.
Senada dengannya, Ahmad Suyanto warga Desa Patemon Kecamatan Pakusari, mengatakan keberhasil pembangunan keagamaan dirasakan hampir oleh semua masyarakat di seluruh kecamatan di Jember.
Dia mencontohkan, di desanya saat ini banyak mushola yang direhab. Sehingga masyarakat bisa khusuk ibadah dan semarak.
Langkah Pemkab melalui Dinas Pendidikan berupa penanambahan jumlah jam tatap muka pelajaran agama Islam di semua jenjang sekolah dipandang langkah bijaksana karena mampu meningkatkan keimananan dan ketaqwaan siswa. ki


JEMBER OUTLET UNTUK GALERI


JEMBER- Keberadaan Jember Outlet di Jubung perlu sentuhan kreatif dari pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengembangkannya.Sehingga industri kecil itu bisa menopang pendapatan daerah dan penduduk sesuai harapan.
Jember Outlet (JO) diharapkan bisa menampung hasil kreatif para pelaku UKM sehingga untuk mengenalkan dan memasarkan produknya, masyarakat tidak perlu memikirkan tempat lain.
Karena dengan JO, wisatawan yang akan datang ke Jember bisa langsung menuju JO untuk melihat hasil produksi kerajinan Jember.
Budayawan Nasional Prof Dr Ayu Sutarto, mengatakan bahwa dengan adanya JO selain menjadi ikon Jember diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UKM dengan menghasilkan produk berkualitas.
Maka para pelaku UKM dituntut kreatif menuangkan produknya. JO kata dia masih belum mewakili potensi Jember secara keseluruhan, karena itu diharapkan mereka yang berkompeten harus terus menggali ide kreatif sehingga menarik perhatian pengunjung.
“Selain sebagai wahana promosi industri kecil bagi JO bisa untuk tempat wisata karena itu Disperindag perlu bekerjasama dengan kantor Pariwisata,” ujarnya.
Dengan penampilan kesenian milik Jember di JO Pemkab juga menampung kreatifitas seni pekerja budaya sehingga mereka tidak tampil di pinggir jalan.
Jauhnya jarak bisa diatasi dengan menggarap JO supaya bisa tampil apik dan menarik, serta melengkapi fasilitas pendukung serta galeri seni dan perajin.
Agus Slameto mengakui JO masih jauh dari harapan masyarakat karena baru saja dioperasikan, maka butuh saran dan masukan masyarakat agar JO bisa sesuai harapan. ki

MANUNGGAL TNI DAN KB KES


JEMBER - Bupati Ir MZA Djalal membuka acara TNI Manunggal Kesehatan Keluarga Berencana (TMKK) – KB Kes di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo dihadiri seluruh jajaran TNI, POLRI dan Birokrat di Jember.Satgas TMKK 2010, Letkol ARM Totok Suhartono, yang juga Dandim 0824 Jember mengatakan bahwa TMKK 2010 ini akan lebih banyak target atau 90.861 orang, karena tahun lalu hanya 84680 orang.
Hal ini bisa terpenuhi sebagai salah satu wujud keberhasilan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2KB) bekerjasama dengan TNI.
“Ini wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam bentuk KB dan kesehatan, sekaligus merupakan ke 5 kalinya, setelah Tanggul, Mumbulsari, Arjasa dan Wuluhan”, bebernya.
Acara kali ini diadakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Letkol Totok juga menjelaskan bahwa program ini adalah program nasional yang harus dijalankan mulai Pusat sampai ke desa.
Selama enam (6) bulan, sejak Mei hingga Oktober acara ini digelar. Apresiasi atas keberhasilan program ini, sudah terbukti dengan Kabupaten Jember menempati posisi teratas dalam pemasangan IUD.
Ke depan dia berharap akan berhasil di bidang implant atau MUP. Bahkan, dia berharap Babinsa di masing-masing wilayah dapat berperan aktif menyukseskan program ini.
Peserta KB baru kini mencapai 110,87%. Sementara Bupati Ir MZA Djalal mengatakan kalau dia sejak menjadi Bupati sudah menghadiri acara serupa sebanyak 5 kali.
Itu menunjukkan keberhasilan kerja sama antara TNI dan Pemkab Jember yang mengindikasikan kelancaran dan besarnya manfaat bagi masyarakat.
Jelas hal itu akan membuat Jember menjadi lebih baik di kemudian hari. Sehingga program TMKK sangat berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan masyarakat.
Di Jember pertumbuhan ekonomi meningkat 6%, dan lebih tinggi dari daerah-daerah lain termasuk PDRB mencapai Rp 9 Trilliun. ki

CROSSER JEMEBR BLUSUKAN


JEMBER - Mengikuti perjalanan Bupati MZA. Djalal blusukan ke daerah terpencil dirasa sangat melelahkan tapi mengasyikan.Selain menemui medan menantang dan sulit ditambah musim hujan croser Jember yang dengan motor trailnya itu tak patah semangat.
Crosser Jember Pungki Budi Cahyono warga Jl Kertanegara Kecamatan Kaliwates Jember, mengatakan sepanjang perjalanan kendati capek luar biasa, tapi MZA Djalal masih sempat menyambut dengan senyum warga yang ditemui.
Bahkan, kedekatan Bupati dan rakyat kecil sangat dirasakan. Termasuk saat sepeda motor trail yang dinaiki MZA Djalal berhenti.
Pungki melihat MZA Djalal tak merasa canggung membaur dengan rakyatnya, dan tak jarang dia melihat Bupati ini ikut melihat keseharian warganya.
Dia mengaku sudah tak terhitung mendampingi MZA Djalal turun dengan motor trail. Dia merasa kagum dengan MZA Djalal sebagai muslim tak pernah meninggalkan sholat lima waktu dan tak kenal lelah.
“Setiap ada rombongan sepeda motor trail turun ke pedalaman mesti yang ditanyakan terlebih dahulu oleh masyarakat sekitar adalah Pak Djalal, termnasuk masyarakat pinggit hutan sekalipun,” ujarnya.
MZA Djalal tidak pernah lupa menyampaikan titipan dari istri tercinta Sri Wahyuni Djalal kepada masyarakat berupa makanan dan kerudung sehingga masyarakat merasa sangat diperhatikan oleh Bupati dan senang.
Banyak daerah terpencil yang disinggahi rombongan Djalal dengan menggunakan sepeda motor trail. Diantaranya Baban Silo Sanen, Rembangan, Sucopangepok, Keputren, dan Kalijompo, dan lain sebagainya.
Menurut Pungki, perjalanan itu sekaligus ingin melihat potensi bagaimana merealiasikan pembangunan desa dengan jalan yang aspal. ki

5 Triliun Untuk Pelayanan Kesmas


JEMBER - Bidang kesehatan merupakan garapan serius Pemkab Jember sejak lima tahun terakhir. Keseriusan itu indikatornya adalah besarnya anggaran lebih dari Rp 5 Triliun untuk menangani permasalahan kesehatan di Jember.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyakat, adalah bagian dari upaya untuk memerangi penyakit semisal TBC, kusta, dan demam berdarah.
Hal itu sudah bisa dirasakan masyarakat Jember. MZA Djalal saat membuka jambore posyandu di Lapangan Secaba kemarin, mengatakan dengan terjaminnya kesehatan maka terjamin pula kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Pencapaian keberhasilan pembangunan kesehatan adalah tolok ukur kemajuan suatu wilayah atau disebut human development indeks (indeks pembangunan manusia) / HDI.
Di Jember lima tahun terakhit HDI nya meningkat dari 58% menjadi 62 %. “Sejak tahun 2006 lalu Pemkab telah menggratiskan pengobatan kepada seluruh lapisan masyarakat, Angka statistik menunjukan sebelum program pengobatan gratis ini rata-rata kunjungan masyarakat di puskesmas hanya 20-30 orang perhari. Tapi setelah itu diterapkan angka berkujung naik cukup tajam antara 60-90 orang perhari. Ini artinya masyarakat ingin selalu hidup sehat dan tidak mau sakit,” ujarnya.
Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kabupaten Jember sejak lima tahun lalu juga dinilai sangat turun.
Hal itu berkat sukarelawan kader posyandu yang bertugas secara tulus dan iklhlas untuk membantu Pemkab dalam bidang kesehatan.
Tahun 2005 jumlah posyandu di Jember hanya 2755, tahun 2010 ini naik menjadi 2819.
Hal ini juga merupakan jawaban atas kebutuhan kesehatan bagi masyarakat khususnya balita dan ibu menyusui. Ditambah lagi Pemkab dalam rangka menaikan taraf hidup masyarakat, telah membangun 50.000 rumah sehat layak huni, dan mengeluarkan anggaran Rp 100 Milliar untuk plesterisasi.
Peningkatan kesehatan masyarakat ini adalah bukti kepedulian seorang pemimpin kepada rakyatnya. ki

Rabu, 26 Mei 2010

Hakim PN "Takut" Tahan Masdar

Berkas Masdar Dilimpahkan

JEMBER - Setelah tiga hari pasca pelimpahan tahap kedua berkas dakwaan tersangka Syahrazad Masdar ke Kejari, Kejari Jember langsung melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Jember. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember Adang Sutardi mengakui penyidikan kasus terhadap tersangka mantan Plt Bupati Jember yang kini menjabat Bupati Lumajang itu sangat cepat.
"Sudah saya katakan , tidak akan ada pemeriksaan lagi. Jadi kami sudah langsung limpahkan berkasnya kepada PN biar cepat disidangkan," kata Adang Sutardi.
Dengan begitu kewenangan penahanan juga sudah berpindah menjadi kewenangan majelis hakim. "Yang jelas kita sudah tidak menahan karena alasan Masdar masih diperlukan sebagai Bupati Lumajang dan menjaga agar situasi tetap kondusif," bebernya.
Sedang Kepala Pengadilan Negeri Jember Singgih Prakoso SH membenarkan ada pelimpahan berkas dakwaan itu. Pelimpahan itu dilakukan sekitar pagi oleh tim jaksa penuntut umum Hari Wibowo dan Adik Sri Sumarsih.
"Saya pagi-pagi sudah menerima berkas pelimpahannya dari bagian pidana umum. Berkas itu juga sudah kami register dengan nomor 485.Pidsus.2010.PNJR," kata Singgih Prakoso.
Selanjutnya, dia akan membentuk majelis hakim yang berjumlah tiga orang. Majelis hakim itu nantinya yang akan memiliki kewenangan untuk menahan tersangka kasus dana bantuan hukum senilai Rp 416 juta.
"Jadi wewenang untuk menahan atau tidak, tergantung majelis hakim. Termasuk untuk menentukan jadwal sidang yang setidaknya bisa ditentukan dalam waktu 7 sampai 10 hari, yang jelas sidang itu akan bebas diakses untuk umum," bebernya.
Dari berkas dakwaan ini tersangka Syahrazad Masdar diancam pidana pasal 2 ayat 1 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Sedang dalam dakwaan subsidair, Masdar tahun 2005 dianggap telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan Sekkab Jember Djoewito, Kabag Hukum Mudjoko, Madini Faruq Ketua DPRD memiliki tujuan menguntungkan diri sendiri atau orangh lain atau korporasi menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan yang ada padanya karena jabatannya yang dapat merugikan keuangan negara.
Sekadar diketahui, Masdar terbelit dana bankum saat menjadi Penjabat (Pj) Bupati Jember tahun 2005. Saat itu, dia mengizinkan pencairan dana bantuan hukum sebesar Rp 450 juta atau Rp 416 juta setelah dipotong pajak bagi tiga pimpinan DPRD Jember, yakni Madini Farouq, Kusen Andalas, dan Machmud Sardjujono.
Madini Farouq dan Machmud Sardjujono sudah diadili untuk kasus bankum ini dan dinyatakan tak bersalah. Sedangkan Sekkab Jember Djoewito juga demikian. Tapi dalam putusan Mahkamah Agung, Djoewito dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.
Dia harus mengganti kerugian Rp 416 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Saat ini, mantan Kepala Bagian Hukum Mudjoko juga diadili dalam kasus serupa dan tengah diperiksa dengan mendatangkan saksi dari para pejabat Pemkab Jember.
Sementara itu, pengacara Masdar, Zaenal Marzuki, mengatakan pihaknya belum mengetahui jika pelimpahan berkas dakwaan itu sudah dilakukan oleh kejaksaan.
"Rencananya begitu, tapi kami belum ada komunikasi dengan kejaksaan kalau berkas itu sudah dilimpahkan," ujarnya.
Rencananya dalam persidangan nanti pihaknya akan mendatangkan para saksi ahli dan saksi yang meringankan agar kliennya bisa bebas dari jeratan hukum.
"Kami bakal mendtaangkan saksi ahli seperti Ryas Rasyid mantan menteri otonomi daerah, selain itu juga Himawan Sulistyo dosen Unair Surabaya dan ada saksi lain yang kami anggap paham keabsahan penyaluran dana bantuan hukum itu," bebernya. ki

FKB Dukung Pengusutan Kasus PJU

jember - Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) mendukung penuh langkah LSM Anti Korupsi Jember mengungkap dugaan penyimpangan proyek PJU Rp 85 miliar. Ketua FKB DPRD HM Ayub Djunaedi SH menegaskan usai melihat temuan investigasi LSM Anti Korupsi di ruang Panmus. Ayub mengatakan bahwa sejak awal FKB telah menolak proyek multi years itu.
"Dulu, anggota dewan lama dari FKB berani walk out karena menolak proyek ini, dan jika sekarang ada temuan penyimpangan maka kami mendukung penuh kasus ini diusut tuntas," ujar nya.
Ayub berjanji bakal mendesak pimpinan dewan untuk segera mengeluarkan rekomendasi tentang pengusutan PJU. "Jika hasilnya begitu maka kami segera mendesak pimpinan dewan, dan atas nama FKB kami siap memback up teman-teman LSM," serganya.
Sedangkan anggota Badan Kehormatan (BK), Suprapto menegaskan pihaknya juga mendesak semua anggota dewan yang bakal menerima tugas untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan ini, agar serius bekerja.
"Kami akan awasi komisi D dan B yang bakal ketiban sampur akan menindaklanjuti ini," akunya.
Senada ditegaskan Anang Murwanto, Ketua Komis B DPRD Jember. Kata dia usai menerima LSM langsung bakal menghadap pimpinan dewan untuk menindaklanjuti persoalan ini.
"Kami bakal laporkan segera temuan ini, untuk dikaji dan secepat mungkin dikeluarkan rekomendasi," ungkapnya.
Para anggota dewan yang menemui LSM Anti Korupsi Rabu siang mengaku heran terkait kondisi memprihatinkan itu. Karena kerugian negara yang terjadi tak sedikit. Diprediksi mencapai puluhan miliar.
Diberitakan sebelumnya, kasus PJU telah ditangani Tim Anti Korupsi dari Kejaksaan Agung. Tapi, tim ini yang dipimpin Jaksa M Anwar yang kini Aspidsus Kejati Jatim, tidak berbuah. Hasilnya, kendati ditemukan kerugian tapi kabarnya telah terjadi deal untuk pengembalian keuangan kerugian Rp 20 milliar yang diambilkan langsung dari hasil sisa pemotongan mark up. ki

Data :
- Per tiang di mark up Rp 15 jutaan
- data sementara, di Jl Riau hanya ada 12 tiang.
- Jl A. Yani ada 18 tiang dianggarkan Rp. 25,5 jutaan
- di Jl M Yamin ada 30 tiang dianggarkan per tiang Rp. 15 jutaan
- di Jl Arjasa-Bondowoso ada 204 tiang dengan per tiang Rp Rp. 10 jutaan

Mark Up PJU 85 Milliar Dibeber di Dewan

jEMBER - Koalisi LSM Anti Korupsi Jember : LSM Sakera, Gempar, Media Centre, PETA, Gebrak membeber hasil investigasi di lapangan terkait korupsi mark Up proyek PJU Rp 85 miliar. Koordinator LSM Anti Korupsi Jember, DR. Hidayat Teguh Wiyono bahwa proyek itu diduga sarat penyimpangan. "Kami mendapat tawaran dari sejumlah perusahaan tiang PJU dari Indonesia hingga China dan Jepang, semua berani menawarkan harga rata-rata Rp. 2,6 juta per tiangnnya dan paling mahal Rp. 3 juta," bebernya di ruang Panmus , Rabu (26/5).
Wajar katanya, jika BPK RI menemukan kerugian sekitar Rp 18 miliar atas pelaksanaan proyek ini. "Tapi kali ini kami menemukan kejanggalan lain, dimana selain mark up harga juga ada pengurangan titik atau jumlah tiang," ujarnya.
Dengan pengurangan jumlah tiang itu maka jatuhnya harga per tiang semakin mahal. "Ada di satu ruas jalan harga per tiang tembus Rp 50 juta, tapi ada yang Rp 10 juta, padahal anggaran di RAB per tiang Rp 7,3 juta belum termasuk BPU-JLnya," sergahnya lagi.
Motif baru temuan korupsi PJU ini kata Teguh layak diungkap di depan publik karena cukup memprihatinkan. Dan sampai sekarang tidak ada satupun tim yang turun untuk mengecek jumlah tiang yang ada.
Tapi, LSM anti korupsi Jember yakin bahwa temuan mereka valid dan menyatakan jumlah tiang tidak sebanyak yang telah dilaporkan. Terbukti pada sejumlah ruas jalan jumlah tiang mesti tidak banyak, lebih sedikit daripada yang ada di laporan.
"Sehingga jumlah yang dimark up semakin banyak," bebernya lagi. Dalam hearing dengan DPRD itu, mereka menunjukkan slide temuan di lapangan dengan disertai dengan teknologi GPS. ki

NYOBLOS, TENTENG CELURIT !


JEMBER - Persiapan demi persiapan dilakukan guna menghadapi Pemilukada 7 Juli 2010.Tak hanya di tingkat Kabupaten saja, tapi di tingkat Kecamatan, persiapan semulasi gejolak Pemilukada dilakukan.
Contohnya di Kecamatan Silo. Untuk mendukung penyelenggaraan Pemilukada digelar apel kesiapsiagaan Satlinmas Kecamatan Silo.
Apel kesiapsiagaan Satlinmas ini digelar pukul 08.00 di lapangan Sempolan dihadiri oleh 326 linmas se Kecamatan Silo.
Anggota Linmas melakukan simulasi dan apel. Mereka terlihat dengan antusias melakukan simulasi termasuk saat mengamankan demonstrasi rakyat yang protes dengan membawa celurit.
Kapolsek Silo AKP M Zaenuri, sebagai pembina dalam apel kesiapsiagaan itu member pengarahan dan menjelaskan mengenai netralitas linmas dalam mengamankan pemilukada.
Selain itu diminta, seluruh anggota linmas agar menjaga performance dan wibawa serta bertanggung jawab dalam pengamanan kotak suara dan keamananan dalam TPS.
Kegiatan simulasi ini melibatkan PPK Kecamatan Silo dan KPPS Desa Sempolan ini. Dalam simulasi itu penanganan konflik di lokasi TPS bisa diselesaikan.
Terlihat seorang pemilih datang ke TPS yang jarinya sudah ada tanda tinta menandakan sudah memilih berniat minta mencoblos lagi.
Anggota Linmas yang berjaga di pintu masuk, melarang dia ke TPS, dan terlihat masyarakat awam usai mencari rumput membawa celurit datang ke TPS.
Karena cek - cok dengan anggota linmas celurit itu dirampas. “Tetapi setelah diberikan pengertian, pemilih ini bersedia meletakkan celuritnya di luar lokasi TPS,” beber Ir Heru Eko Sunarso, Camat Silo.
Menurut Heru, apel kesiapsiagaan anggota Satlinmas Kecamatan Silo cukup mendapat perhatian dari anggota Linmas. ki

BELUM TERDAFTAR HUBUNGI PPS


JEMBER - Terselenggaranya Pemiihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang sukses di Kabupaten Jember 7 Juli 2010 mendatang tergantung partisipasi aktif dan dukungan masyarakat Jember.Maka masyarakat yang punya hak pilih diharapkan berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).
Jika mereka belum terdaftar di DPT mereka disarankan untuk segera melapor ke PPS dan minta didata, agar bisa menyalurkan aspirasi politiknya di Pemilukada.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jember meminta masyarakat yang bersangkutan untuk menghubungi Petugas Pemungutan Suara (PPS).
Itok Wicaksono anggota KPUD Divisi Sosialisasi, berharap masyarakat sudah terdaftar semua sebagai pemilih sehingga tinggal ke TPS saja.
Jika mereka memiliki anak yang tanggal pelaksanaan Pemilukada di Jember telah genap berusia 17 tahun, maka anak ini sudah punya hak untuk memilih dan orangtuanya mengusulkan anak ini untuk didaftar sebagai pemilih.
Kendati anak belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah secara resmi, orangtuanya dapat mendaftarkan anaknya sebagai pemilih.
“Daftar pemilih ini sangat penting karena merupakan syarat utama untuk bisa mencoblos, setelah terdaftar dalam daftar pemilih maka pemilih akan mendapatkan kartu pemiih untuk memasuki bilik suara,” ujarnya.
Pemilih akan mendapat undangan dari Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Dan sudah sudah ditentukan di TPS mana harus mencoblos.
Pemilukada lima tahun sekali adalah kesempatan emas untuk menentukan nasib Jember lima tahun ke depan. Satu suara atau satu coblosan sangat penting demi suksesnya pelaksanaan Pemilukada yang jujur, adil dan demokratis. ki

584 KK TERIMA PKH DAN SEMBAKO


JEMBER - Program keluarga harapan (PKH) adalah program pemerintah pusat untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan (RTSM).Banyak manfaat bisa dirasakan masyarakat di kawasan bawah dan terpencil. Maka Pemkab Jember melalui Dinas Sosial melakukan evaluasi bagi keluarga Rumah Tangga penerima Program keluarga harapan (PKH) yang akan dihadiri Kepala Dinsos, Suhanan,Spd, Muspika Kec Kencong, PKK, seluruh jajaran SKPD, Kades, dan Petugas Pendamping PKH se-Kecamatan.
Camat Kencong, Drs. M. Yusuf Msi, mengatakan bahwa rumah tangga yang sangat miskin (RTSM) terdapat 584 KK.
Mereka diberi tambahan sembako seperti gula, beras, mie instans saat pembagian insentif itu.
“Kami selalu koordinasikan dari semua komponen dan rekan-rekan yang bekerjasama dengan Muspika, sehingga Kencong bisa mengumpulkan bingkisan sebanyak kurang lebih dari 600 bingkisan kepada RTSM penerima PKH untuk tambahan,” ujarnya.
Camat Yusuf mengatakan ide semacam ini dilakukan agar warga masyarakat Kencong yang berada di bawah garis kemiskinan bisa tersenyum.
Dia hanya berusaha memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat Kencong yang berada di garis kemiskinan, sehingga mereka bisa merasakan kenikmatan lain.
Dia berharap dapat membesarkan hati, dan membangkitkan keinginan keluarga PKH. Serta memotivasi agar tetap bekerja keras dan berusaha memperkuat taraf ekonomi dan sosialnya. ki

GEDUNG SMAN 1 KENCONG TERMEGAH


JEMBER - Kedatangan MZA Djalal di SMAN 1 Kencong, ternyata dinantikan warga setempat. Bupati diminta meresmikan sarana pendidikan SMAN 1 Kencong. Dia disambut atraksi group musik hadrah sebagai penghormatan.MZA Djalal, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Drs H Achmad Sudiono, UPT Dinas Pendidikan, Muspika Kecamatan kencong, dating bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Mereka selanjutnya meresmikan sarana prasarana pendidikan di SMAN 1 Kencong semisal musholla, kantin sehat, dan toilet one for a class atau satu toilet untuk satu kelas.
Djalal disambut atraksi tari-tarian dari siswi sekolah setempat. Kepala Sekolah SMAN 1 Kencong, Drs. Abd Wahid. M.Si, yang juga mewakili ketua panitia, mengaku bersyukur atas peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang ia pimpin.
Tahun ajaran ini siswa-siswi SMAN 1 Kencong memperoleh jumlah kelulusan 100 persen. Selanjutnya Kasek ini berterima kasih kepada Bupati dan Dinas Pendidikan, serta tokoh masyarakat serta tokoh agama di Kencong karena keberhasilan itu sebagai tanda syukur.
Drs Sugiyo Msi - mantan Camat Kencong – yang juga Ketua Komite Sekolah bersyukur atas peningkatan prestasi akademik sekolah ini.
Jika Musholla itu penggarapannya selesai selama tiga tahun ajaran dan telah menelan biaya Rp 560 juta, sedang Toilet One For A Class berjumlah sesuai kelas yaitu 24 buah dibangun dengan biaya sebesar Rp 170 juta.
Sementara kantin sehat menelan biaya paling kecil Rp 70 juta. Dan dengan dibangunnya beberapa fasilitas pendukung sekolahan ini, dia berharap peningkatan mutu pendidikan lebih baik lagi.
Ditegaskan bahwa SMAN 1 Kencong telah menjadi nominasi predikat sekolah Adiwiyata atau sekolah berbasis peduli lingkungan di Tingkat Propinsi Jatim.
Bupati MZA Djalal mengaku bangga dengan prestasi SMAN 1 Kencong.”Tingkatkan lagi ya, saya bangga,” ujarnya.
Bupati lantas memanggil siswa berperingkat 10 besar untuk naik di atas pentas dan diberi hadiah khusus berupa uang tunai Rp 500 ribu rupiah.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Mushola, dilanjutkan dengan peninjauan kantin sehat, dan toilet. ki

Selasa, 25 Mei 2010

KAJARI JEMBER DILAPORKAN KE KOMPOLNAS




* Ada Markus Kasus Bankum Jember

JEMBER - Tidak ditahannya Bupati Lumajang Syahrasad Masdar, saat pelimpahan tahap II oleh Mapolda Jatim itu membuat sejumlah LSM di Jember yang menjadi pelapor kasus itu geram. Mereka menuding ada markus, dan tindakan amoral KKN terkait tidak ditahannya tersangka kasus yang menyeret mantan Plt Bupati Jember tahun 2005 ini.
Sejumlah LSM diantaranya, Format, Gempar, Sakera, GCW, Foker, Misi Persada, Laskar, BPD Ardin, Libas, dan Gertak, menyerbu kantor Kejaksaan Negeri Jember meminta penjelasan Kepala Kejaksaan Negeri Sampe Tuai Ginting. Di sana mereka ditemui secara lengkap. Tapi terjadi debat kusir antara LSM dan Kejaksaan. Sebab, Jaksa tetap berpegangan bahwa penahanan itu adalah kewenangan dari aparat dengan pertimbangan yang diatur dalam pasal 21 KUHAP.
Disana disebutkan bahwa tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengluangi perbuatannya lagi, dan tidak akan kabur menjadi jaminan keluarga yang dipersyaratkan pasal 21 KUHAP itu. Bahkan jaminan Rp 100 juta berupa uang itu juga disampaikan kepada Jaksa. Sehingga tidak ada alasan bagi Jaksa untuk menahan tersangka. Bahkan tersangka dan pengacaranya selalu kooperatif dan tidak melakukan upaya penolakan.
Sementara itu, di pihak lain LSM Gempar tetap meminta Syahrasad Masdar ditahan. Sebab, penerapan hukum juga harus memenuhi unsur keadilan di masyarakat. Bupati Pasuruan, Dade Angga ditahan saat pelimpahan berkas, dan Bupati Situbondo juga demikian. Banyak Bupati lain yang menjadi tersangka ditahan. Tapi kenapa di Jember ini lain sekali.
Sedangkan kasus yang menimpa Masdar itu bukan kasus pencurian ayam, tapi korupsi. Baginya, harga mati bagi kasus korupsi atau koruptor untuk dilepaskan dari jeratan pidana, dan sel tahanan. Tapi aneh menimpa kasus bankum di Jember. Satu - satunya kasus korupsi yang tidak ditahan adalah Bupati Lumajang Syahrasad Masdar.
Ansori menyebut bahwa rangkaian kasus Bankum ini sangat panjang. Dan ini adalah preseden buruk yang terjadi dalam penerapan hukum. Sebab, tersangka lain yang menunggu giliran adalah Wabup Jember Kusen Andalas. Surat ijin presiden sudah turun bareng surat ijin mantan Plt Bupati Jember 2005 ini. Dengan tidak ditahannya Syahrasad Masdar, maka kemungkinan besar eksekusi terhadap Kusen Andalas, tidak akan terjadi.
Calon Wabup yang akan mendampingi Djalal di Pemilukada 7 Juli 2010 ini, dipastikan tidak akan ditahan saat pelimpahan tahap kedua meniru Syahrasad Masdar. "Saudara tahu, kasus ini banyak tersangkanya. Dan mereka sudah ditahan semuanya. Dan divonis. Kenapa ini kalau penguasa tidak ditahan.; Mentang - mentang Bupati dan Wakil Bupati. Ini preseden buruk. Pasti nanti Kusen Andalas, tidak ditahan," ujar Ansori.
Untuk itu, LSM melaporkan kasus KKN dan dugaan markus itu ke Kompolas dan Satgas Mafia Hukum RI. Dalam kasus Bankum, korupsi yang menghilangkan uang Rp 1,1 milliar itu melibatkan mantan Ketua DPRD Jember Gus Mamak (divonis 1 tahun kasasi, mantan Sekkab Jember Djoewito (divonis 24 bulan), Mahmud Sardjujono (jaksa kasasi vonis bebas). Sedangkan tersangka yang belum dipanggil adalah Wabup Jember Kusen Andalas, yang menunggu ijin Presiden turun. ki

LSM Tuding Ada Markus


* Pasca Tidak Ditahannya Syaharasad Masdar

JEMBER - Sejumlah LSM di Jember yang sering berkoar terkait kasus korupsi, dan melapor ke sana sini terkait kasus korupsi Bankum, merasa sangat menyesalkan ulah Jaksa di Jember yang tidak menahan Syahrasad Masdar - Bupati Lumajang, saat pelimpahan tahap II.
Syahrasad Masdar, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu menyusul surat ijin Presiden turun dari SBY terkait pemeriksaan itu. Tapi, sebulan setelah turun baru Senin (24/5) malam pelimpahan tahap II dilakukan Mapolda Jatim.
Kanit Idik III bersama anggota Wayan dan Johan Situmorang, menyerahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jember. Tapi oleh Kejari tersangka tidak ditahan.
Mendapat kabar itu, LSM di Jember terutama Ansori dari LSM Gempar, Media Centre, Sakera, Libas, Elpamas, dan beberapa LSM anti korupsi lain di Jember memprotes dan melabrak Kasi Pidsus yang meneliti berkas perkara itu. Sebelumnya Kajari Jember Sampe Tuai, menyangkal bahwa akan dilakukan penahanan. Sebab, yang diberi kewenangan penuh adalah jaksa peneliti. Dia sendiri tidak ingat siapa saja nama - nama jaksa peneliti itu.
"Saya tidak ingat, namanya. Pokok ada itu jaksa penelitinya. Tergantung jaksa peneliti mau bagaimana selanjutnya," ujar Sampe Tuai, Kajari Jember sesaat sebelum Syahrasad Masdar dipulangkan.
Sekitar 14 menit setelah Kajari Jember keluar dari Kantor Kejari malam itu, Bupati Lumajang Syahrasad Masdar, dikawal dua pengacaranya melenggang dan memasuki mobilnya. Tapi dicegat oleh belasan wartawan cetak dan elektronik yang sudah stand bay selama 3 jam lebih.
Kepada wartawan Syahrasad Masdar, mengatakan kondisinya sehat, dan masih dibutuhkan masyarakat Jember. "Saya ini kan masih Bupati Lumajang, jadi pulang menjalankan tugas. Tidak ada pengaruhnya masalah ini dengan kinerja," ujarnya.
Ansori, yang mendengar berita itu bersama rombongan menghadang Kasi Pidsus. Di depan halaman Kejari Jember Kasi Pidsus Adang Sutadi, SH dibuat LSM tidak bisa berkutik dan tidak bisa bicara. Sebab, menurut keterangannya bahwa Kejaksaan hanya menerima uang jaminan Rp 100 juta dan jaminan dari keluarganya sehingga Syahrasad Masdar dilepaskan alias dibebaskan.
Sementara itu, pasukan Polisi yang berjaga di sekitar Lapas Kelas II A Jember akhirnya kecele. Mereka langsung merangsek ke Kejari Jember. Di sana kebetulan Ansori, dan kawan kawan sedang bersitegang dengan Kasi Pidsus Kejaksaan. Ansori dengan gaya teriaknya, menyesalkan tindakan Jaksa tidak menahan Bupati Lumajang itu.
"Ini tidak adil. Apa alasannya tidak menahan hayo.. silahkan kasih saya argumen. Pasal berapa dan bagaimana dasar hukumnya sehingga tidak ditahan. Pasuruan itu lebih bagaimana lagi, kenapa ditahan. Ini sama - sama Bupati juga harus ditahan. Ini tersangka korupsi. bukan maling pitik. Saya akan laporkan ke Kompolnas di Jakarta, di Jember ini ada markus terkait tidak ditahannya Masdar ini," ujar Ansori. ki

SERAHKAN 100 JUTA, BUPATI LUMAJANG TAK DITAHAN


* Kasus Korupsi Bankum Semasa Plt Bupati Jember

JEMBER - Kasus bantuan hukum semasa menjabat Plt Bupati Jember tahun 2005, DR Masdar, yang kini menjabat Bupati Lumajang - nyaris menyeret lelaki asal Dayak ini ke sel Lapas Kelas IIA Jember. Korupsi dana bankum yang melibatkan beberapa tersangka itu : mantan Ketua DPRD Jember, Wabup Jember Kusen Andalas, mantan Sekkab Djoewito, ini memasuki tahap pelimpahan tahap II (berkas dan tersangka), Senin (24/5) pukul 19.45 WIB.
Masdar didampingi dua kuasa hukumnya, EA Zaenal Marzuki dan Holili SH, batal ditahan oleh Jaksa Jember. Aparat Kejaksaan Negeri Jember keder melihat profile Bupati Lumajang. Sebab, dengan jaminan uang Rp 100 juta, dan keluarga tersangka, Jaksa peneliti yang menerima berkas pelimpahan dari Mapolda Jatim tidak jadi menahannya.
Padahal, beberapa pasukan dari Mapolres Jember sudah bersiap siaga di Lapas Kelas II A sejak habis Isya' kemarin. Karena ada kabar dari Mapolda bahwa pelimpahan tahap II itu dimungkinkan akan dilakukan penahanan, seperti tersangka lain selama ini, Djoewito, dan Gus Mamak mantan Ketua DPRD.
Tapi, perlakuan hukum lagi - lagi ternodai. Kali ini ketidak adilan muncul. Bagi pejabat yang tersandung masalah masih bisa berkelit dari hukuman karena masih berpengaruh dan menjabat. Terutama menjabat sebagai Bupati.
Setelah diserahkan Johan Situmorang, dan Kanit Idik III Mapolda Jatim Wayan, berkas, barang bukti dan tersangka Masdar sepenuhnya menjadi hak dan kewenagan Kejaksaan Negeri Jember. Selanjutyna akan segera diproses menuju persidangan di Pengadilan Negeri Jember. Isu di luaran sejumlah LSM memprotes dan bersiap siap berunjuk rasa jika Masdar tidak ditahan.
Karuan saja, begitu pukul 22.30 WIB Masdar dan rombongan dilepas begitu saja, dan melenggang menuju mobil Toyota Altis hitam bernomor polisi N 1695 YA hendak pulang ke Lumajang, sejumlah LSM datang dan langsung melakukan protes. "Hoi kenapa tidak ditahan, itu tidak adil. Tersangka korupsi itu harus ditahan," ujar Ansori, berteriak.
Sementara itu, Masdar sendiri saat diserbu wartawan hanya berkomentar singkat. Menurutnya, dia dalam kondisi baik - baik. Kesehatannya tidak kurang suatu apapun. Dia mengaku ada pemeriksaan itu oleh Kejaksaan. Tapi dia mengaku warga negara yang taat hukum, dan taat prosedur. Semuanya diserahkan sepenuhnya kepada pengacaranya, EA Zaenal Marzuki dan Holili SH.
"Pak.. setelah ini pulang atau bagaimana," teriak wartawan . "Saya pulang dong.. saya khan Bupati. Masih dibutuhkan rakyat Lumajang," ujarnya santai menuju mobilnya.
Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan dan perkiraan selama ini bahwa Bupati Lumajang Masdar ini akan ditahan saat pelimpahan tahap II oleh Kejaksaan Negeri Jember. Kuasa hukumnya, EA Zaenal Marzuki, mengatakan bahwa dalam kasus ini pihaknya tetap akan kooperatif dan tidak menyulitkan penyidikan dan proses hukum. Pihaknya tetap menaati peraturan dan prosedur yang berlaku.
"Saya juga akan terbuka dan kerjasama terus dengan teman teman wartawan, oke ," ujarnya.
Ditanya, statusnya apa kliennya itu, Zaenal mengatakan bahwa status kliennya adalah tersangka. Dan berkasnya segera diserahkan ke Pengadilan Negeri Jember untuk disidangkan. "Bukan tahanan kota, atau tahanan rumah, tapi statusnya tersangka begitu saja. Dan tidak musti harus ditahan," ujarnya. ki

SATU GURU SATU LAPTOP

JEMBER- Kebijakan Dinas Pendidikan Pemkab Jember berupa ajakan para guru untuk memiliki laptop (komputer jinjing) bagi satu guru atau sagusala disambut baik pendidik se Jember.Kebijakan ini dinilai pendidik sebagai upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru di Jember.
Bahkan banyak pendidik yang menilai sudah saatnya guru memiliki laptop dalam menunjang tugas kesehariannya.
Dengan dimiliki laptop tugas guru akan semakin ringan karena kegiatan belajar mengajar (KBM) di depan kelas jadi ringan. Dan siswa merasa diuntungkan karena KBM tidak lagi menjemukan dan mudah dipahami sehingga hasilnyapun bisa optimal.
Ghozali Kepala SMPN 1 Tanggul, mengatakan bahwa dengan laptop satu guru seorang gurun bisa melakukan berbagai hal.
Termasuk persiapan mengajar. Tidak bisa dibayangkan bila laptop tidak diciptakan mungkin guru akan lebih kesulitan lagi mengerjakan tugas karya ilmiah, dan laporan.
“Saya memiliki laptop sebelum ada kebijakan itu lama sekali. Bayangkan jika tidak ada barang ini, bisa keteteran saya,” ujar Pria asal Semarang ini.
Drs Abdul Ghani Kasi Kesetaraan dan Keaksaraan Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan mengatakan bahwa para guru hendaknya menyikapi himbauan satu guru satu laptop bukan paksaan.
Tapi sebagai kebutuhan. Kepemilikan laptop oleh guru se Jember tidak hanya bermanfaat bagi sekolah tapi juga murid dan guru, mulai SMP/SMA/SMAK.
Bahkan, guru SD pun bisa melengkapi dengan laptop. “Akhirnya mereka semua belajar computer. Dan itu meningkatkan SDM guru kita,” ujarnya. ki

Rest Area , JO Jadi Rekreasi Keluarga


JEMBER - Jember outlet diresmikan beroperasi sejak Kamis 20 Mei. Jember Outlet yang dirancang untuk rest area ini bertempat di Kelurahan Jubung Kecamatan Sukorambi.Tempat yang digunakan untuk galeri pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) ini juga dimaksudkan agar menjadi tempat rekreasi keluarga.
Sarana promosi produk kerajinan local icon Jember ini tempatnya sangat strategis dan berada di jalur poros jalan Propinsi Jember - Surabaya.
MZA Djalal berharap pelaku usaha UKM di Jember, bahwa keberadaan Jember Outlet bisa maksimal menyajikan berbagai icon produk Jember.
Heri MA salah satu pemilik stand mengatakan minimal para pelaku UKM di Jember memiliki tempat “jemput bola” untuk menarik calon pembeli.
“Jember outlet adalah miniatur Jember yang sesungguhnya karena sebagai Eka tempat menampung hasil kerajinan dari pengrajin Jember. Bisa ada batik Sumberjambe, Sangkar Burung Sukowono, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Jember Outlet ternyatan menarik perhatian Eka (35) asal Banyuwangi. Kata dia, Jember outlet perlu ditingkatkan agar lebih banyak pengunjung.
Sarana yang perlu adalah fasilitas WC dan kamar mandi serta Musholla. Selain itu perlu dibangun sarana bermain anak – anak, sehingga bisa jadi tempat rekreasi keluarga. Bukan tidak mungkin bisa menggandeng biro wisata di Jember.
Eni (20) warga Jl Suprapto mengatakan Jember Outlet selain memamerkan industri kerajinan, hendaknya menampilkan makanan dan jajanan rakyat seperti rujak cingur dan lopes. Sehingga pengunjung tidak kesulitan jika ingin mengisi perut. ki

SOPIR MPU DIBEKALI TERTIB LANTAS


JEMBER- Sopir angkutan umum di Jember dinilai Dinas Perhubungan masih banyak melanggar disiplin lalu lintas.Perilaku sopir angkutan kota yang menaikan dan menurunkan penumpang seenaknya masih terus terjadi.
Padahal hal itu dilarang. Kecuali di rambu yang telah ditetapkan. Kondisi ini mengakibatkan seringnya kecelakaan lalu lintas.
Baik saat jam sekolah, atau pulang sekolah. Ditambah di jam padat itu volume kendaraan sangat padat.
Karena itu, Dinas Perhubungan berupaya memberi pembinaan kepada sopir angkot agar sadar tertib lalu lintas.
Juga dibina agar para sopir angkot menghindari kemacetan dengan taat rambu lalu lintas.
Menurut Putu, Staf Dishub di Jember terdapat 306 jenis kendaraan angkutan umum dan sopir sebanyak 700 orang.
Dinas Perhubungan tiap tahunnya menilai kinerja para sopir angkutan kota untuk dipilih sebagai sopir teladan yang akan mewakili Jember ke tingkat Propinsi.
“Dinas Perhubungan terus berupaya menekan kemacetan lalu lintas dengan meningkatkan disiplin sopir, sekaligus mengembalikan citra angkot sebagai sarana yang dicinta rakyat,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu ada 30 sopir angkot, otobis, dan angkutan barang dibekali pelajaran tertib lantas di Hotel Rembangan.
Siswoyo (30) warga Baratan Patrang dinobatkan Dishub sebagai sopir teladan Tahun 2010.
Siswoyo selama menjadi sopir angkot selalu berusaha taat peraturan lalu lintas, dan dilakoni selama 6 tahun. Penghasilannya Rp 25 ribu – Rp 45 ribu Siswoyo tetap bersyukur dan tidak sekadar mengejar setoran. ki

Senin, 24 Mei 2010

DJALAL BLUSUKAN KE DESA


JEMBER - MZA Djalal, masih saja blusukan menyerap aspirasi kepada warga miskin. Mengunjungi masyarakat di kawasan terpencil dengan motor trail terus dilakukan MZA Djalal.Sandi warga Jl Ahmad Sidiq Talangsari Kelurahan Jember Kidul yang pernah mengikuti rombongan Bupati mengatakan bahwa kepedulian pejabat terhadap rakyatnya terwujud dari aktifitas itu.
Bupati ingin mengetahui penderitaan rakyatnya. Dan ingin melihat keberadaan dari dekat jalan yang dilalui bagaimana merancang prioritas pembangunan di Jember.
Kendati dengan motor trail masyarakat sempat terkejut melihat rombongan Bupati yang datang. Sebab, mereka selama puluhan tahun belum pernah didatangi Bupati.
“Dengan berkunjung ke pemukiman pinggir hutan bupati tahu penderitaan rakyatnya, dan tahu keluhan secara spontan rakyat. Termasuk tahu betul batas hutan, batas desa serta batas kabupaten sekalipun,” ujarnya.
“Dulu pernah saya ikut, dan malam hari hujan deras terpaksa ya minum air hujan dan makan seadanya bersama MZA Djalal. Meski rombongan bupati kelihatan kelelahan tapi tetap bersemangat dan kompak,” ujarnya.
Apa yang dilakukan MZA Djalal sangat menyentuh rakyat sehingga tercipta jalinan kedekatan antara bupati dan rakyat kecil.
Pribadi merakyat itu dengan blusukan ke desa-desa terpencil adalah bagian dari realisasi visi dan misi Membangun Desa dan Menata Kota Untuk Kemakmuran Bersama. ki

RSUD TAK PERNAH TELANTARKAN PASIEN


JEMBER - Keluhan santer masyarakat ke RSUD dr Soebandi masih saja terjadi. Tapi, kini keluhan terkait penelantaran pasien dan penolakan pasien miskin tidak ada lagi.Bahkan RSUD dalam melayani pasien selalu mengedepankan kejelasan pembayaran administrasi keuangan. Hal itu meningkatkan grade dan penerimaan masyarakat kepada RS Swasta.
Fenomena ini membuat RS Swasta diterima dibanding RSUD padahal RSUD Dr. Subandi misalnya selama ini merupakan RS rujukan di Jatim wilayah Timur.
Ungkapan di atas itu adalah sekadar celotehan tanpa data. Saat dialog solutif di Lapangan Desa Sukoreno Kecamatan Kalisat pengelola RSUD dr Subandi, RSUD Balung dan RSUD Kalisat dan kelimpungan.
Sebab, RS ini tak pernah mengabaikan pasien. Direktur RSUD Kalisat Drg.Kunin Nasiha, M.Kes, membantah keras anggapan negative masyarakat itu.
Mantan Ka Puskesmas Pakusari ini RSUD Kalisat tidak pernah menolak pasien meski dari kalangan tidak mampu karena tenaga medis mereka juga ramah dan selalu senyum dalam melayani.
“RSUD Kalisat tidak pernah sekalipun menolak atau menelantarkan pasien yang datang untuk berobat, siapupun baik itu kaya maupun miskin akan dilayani dengan baik,”ujanrya.
Jika pasien tidak membawa uang dan tidak membayar, tetap dilayani dengan baik atas dasar pertimbangan kemanusiaan.
Di RSUD Kalisat dan RSUD lain tidak ada istilah pasien harus bayar terlebih dahulu baru ditangani, sesuai Instruksi Menkes bahwa RSUD harus lebih mementingkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selama ini di RSUD Kalisat jika ada pasien minta keringanan biaya, RS tidak pernah menahan pasien di luar Jamkesmas dan Jamkesda untuk pulang.
Untuk pasien umum biaya penanangan dan perawatan sepenuhnya ditanggung oleh pasien, berbeda dengan pasien Jamkesmas dan Jamkesda.
Tapi syarat pasien Jamkesmas dan Jamkesda, apabila pihak keluarga bisa menunjukkan suratnya 1 x 24 jam untuk mengurusnya.
Terkait pelayanan RSUD Kalisat terhadap pasien rawat jalan dan rawat inap, Kunin mengakui terus berupaya membenahi dan mengevaluasi pelayanan.
Penerapan standart profesi dan etika perawat serta dokter terus digencarkan. Jika ada laporan masyarakat terkait pelayanan tak ramah dia tak segan-segan memberi teguran kepada dokter atau perawat. ki

KADAR NIKOTIN MAMPU DITEKAN


JEMBER - Para peneliti dan pakar tembakau di Kabupaten Jember diminta MZA Djalal untuk terus melakukan penelitian bagaimana bisa menekan kandungan nikotin di tanaman tembakau.Sehingga para perokok dapat terhindar dari resiko. Apabila itu bisa dilakukan maka para perokok khususnya di Jember tidak perlu takut lagi untuk merokok karena merokok tidak lagi merugikan kesehatan.
Saat rembug kampung di Gudang Kalisari Kecamatan Arjasa MZA Djalal mengatakan bahwa peran dan peneliti tembakau dibutuhkan untuk memberi rasa aman kepada para perokok.
Djalal menjelaskan hampir sebagian besar tanaman di dunia mengandung racun tidak hanya tembakau saja. Tapi itu dapat diatasi bila para pakar mampu meminimalisirnya, juga dengan tembakau yang telah mengangkat nama Jember sebagai kabupaten penghasil tembakau terbesar.
“Para perokok tidak perlu takut untuk merokok karena pabrik rokok telah memperkecil kandungan nikotin sebelum rokok tersebut dipasarkan, hebatnya tanaman tembakau mampu memberi kontribusi cukai lebih dari Rp.50 triliun di Indonesia,” ujarnya.
Kabar ini menggembirakan petani tembakau, pengusaha tembakau, dan ekportir tembakau, karena prospek tembakau dunia cukup bagus hingga 200 tahun kedepan.
Peluang bisnis ini bisa ditangkap untuk mendapatkan keuntungan, dari sektor pertembakauan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Tiga puluh juta orang per tahun di Indonesia menggantungkan nasibnya dengan menjadi pekerja di lahan tembakau, gudang tembakau, dan pabrik rokok.
Pemkab Jember akan terus berupaya memacu produksi tembakau yang ada, sebab selama ini Indonesia mampu menyumbang 34% kebutuhan tembakau naos dunia sedang 50% lainnnya dihasilkan dari berbagai negara.
Ke depan peningkatan kwalitas dan kwantitas tembakau Na Ogst untuk menenuhi pasar dunia Jember punya andil besar dalam pemenuhan kebutuhan tembakau dunia. ki

13 Tahun Jembatan Gantung


JEMBER – Akhirnya jembatan gantung penghubung Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan dan Desa Wonosari, Kecamatan Puger genap berusia 13 tahun. Untuk mengenang dibangunnya jembatan ini digelar tasyakuran. Jembatan yang dibangun sejak 13 tahun itu adalah penghubung Desa di Wuluhan dan Puger untuk arus perputaran ekonomi.
Tasyakuran peringatan 13 tahun jembatan gantung ini dihadiri MZA Djalal. Jembatan gantung yang dibangun sejak 1996 ini melibatkan swadaya masyarakat dan diberi nama “Jembatan Gotong Royong”.
Alasannya dana pembangunan jembatan ini diambilkan dari dana iuran warga Rp 175 ribu per orang. Tapi, dengan alokasi dana desa (ADD) dari tiga desa : Desa Wonosari membantu Rp 50 juta-an.
H. Badrus Sofi, Ketua Pembangunan Jembatan mengatakan bahwa warga membentuk panitia kecil sejumah 22 orang.
Sempat pesimis karena hanya bisa menyelesaikan 10 meter saja. Dana yang terkumpul hanya Rp 25 jt.
"Dulu penghubung desa Tamansari dengan Desa Wonosari hanya sebuah jukung (getek) tahun 1996 dibentuk panitia kecil dan tidak ada uang dari Pemerintah sama sekali,” ujar H Badrus Sofi.
Tapi dengan semangat gotong royong warga kegiatan selama 4 bulan dari bulan Mei 1996 - September 1996 jembatan berhasil dibangun.
Selanjutnya panitia Jembatan menerapkan tarif swadaya restribusi bagi pengguna jembatan dan per harinya bisa terkumpul Rp 200 ribu.
“Banyak warga berharap jembatan ini jadi permanen, sehingga kendaraan roda 4 bisa memanfaatkan jembatan ini,” ujarnya.
MZA Djalal berjanji akan membangun jembatan ini agar menjadi permanen.
"Insya Allah jika saya terpilih tahun ini Jembatan akan kita bangun. Kurang lebih Rp 800 juta, silahkan uang Rp 70 juta dimanfaatkan ke hal yang lain, untuk urusan jembatan biar saya yang menanggung,” ujarnya. ki

Jumat, 21 Mei 2010

Jembatan Gantung Hasil Gotong Royong


JEMBER - Jembatan Gantung Desa Pondokjati Kecamatan Tempurejo, berukuran 32 X 2 meter didanai anggaran PNPM–MP Rp 45, 4 juta, ditambah bantuan Swadaya Masyarakat gotong royong Rp 231,3 juta.Wujud fisik jembatan ini setelah diselesaikan membuat warga Desa Pondokjati merasa senang. Karena dua desa yakni Desa Pondokrejo, dan Sidodadi bisa saling mengakses.
Jembatan ini diresmikan Bupati MZA DJalal kemarin. MZA Djalal mengatakan Jembatan gantung Pondokjati ini akan bermanfaat bagi warga dua Desa.
Sehingga ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan ekonomi bersama.
Dia selaku Bupati berterima kasih atas kerukunan dan kegotong royongan warga setempat. Sehingga Jembatan gantung Pondok Jati bisa selesai baik.
Yang penting Jembatan ini bisa dirawat dan dijaga. Bagaimana agar tidak cepat rusak.
Sedang Camat Tempurejo, Widayaka, SH, mengatakan Jembatan Gantung Pondok Jati ini bisa mempermudah akses ekonomi masyarakat Desa Kemiri Pondok Rejo dan Sidodadi. Sehingga, anggaran ditanggung warga Dua Desa itu secara gotong royong.
“Keuntungannya warga biasanya lewat memutar 5 Km, kini kalau ke Pasar cukup 25 meter saja,” ujarnya.
Selain rasa bangga, Kades Pondok Rejo Samsul Arifin, mengatakan bahwa bantuan PNPM-MP dan Swadaya bisa menyelesaikan akses penghubung dua Desa itu.
“Tidak hanya bersandar ke bantuan Pemerintah saja, tapi partisipasi yang dinginkan oleh bapak Bupati juga bisa diperlihatkan,” bebernya. ki

Unas Angkat Pendidikan ke Puncak Prestasi


JEMBER - Peningkatan kualitas pendidikan secara umum di kabupaten Jember, diakui membawa sector Pendidikan sebagai puncak prestasi Kabupaten Jember di tingkat Lokal, Regional dan Nasional baik bidang akademik dan non akademik. Kabid Pendidikan SMP/SMA/SMK, Tatang Prijanggono, Spd, Mpd., mengatakan bahwa untuk Tahun Ajaran 2009/2010, ujian Nasional diawali dengan ujian tingkat SMA lalu SMP.
Berkat kerjasama orang tua, siswa, lembaga sekolah, dan Dispendik Jember untuk UNAS tahun 2010 ini mampu mengantarkan anak-anak didik ke jenjang prestasi puncak.
Bahwa tahun Ajaran 2009 – 2010 untuk tingkat SMA, Kabupaten Jember telah menduduki ranking I (pertama) Jawa Timur untuk kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Sedang kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Jember masuk ranking 19 dan sekolah lain di Jember masuk urutan ke 3 se- Jawa Timur didominasi oleh Sekolah Menengah Negeri.
Tatang membeberkan bahwa pelaksanaan UNAS tingkat SMK, pihak Dispendik terus memacu peningkatan prestasi , dan hasil bisa dikatakan memuaskan.
Untuk tingkat SMP, tahun ini telah ada kenaikan bagus sebesar 1 %, dibanding tahun lalu.
“Bagi siswa yang masih belum berhasil akan ada ujian utama untuk siswa SMA tanggal 10 Mei lalu. Sedang ulangan bagi SMP tanggal 17 – 20 Mei 2010,” ujarnya. ki

LAHAN PINUS UNTUK PEPAYA


JEMBER- Masyarakat yang tinggal di kawasan pinggir hutan di Kecamatan Ledokombo terutama di Dusun Karanganyar Desa Sumbersalak sedang membudidayakan tanaman papaya.Uniknya mereka memanfaatkan areal lahan milik Perhutani yang ditanami pinus. Budidaya pepaya ini ditanam tumpangsari sejak empat tahun lalu dan Perhutani member kelonggaraan untuk itu.
Meski ditanam di lahan pinus tapi pepaya itu mampu tumbuh subur, dan hasil keuntungannya pun bisa dirasakan warga.
Agung Pitono Warga Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat desa dilakukan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sangat gencar dilakukan.
Lembaga ini memfasilitasi para petani hutan dengan pengadaan bibit tanaman pepaya dan pupuk sehingga para petani pepaya tak kesulitan dalam mendapat bibit pepaya.
Dari lahan pinus ini para petani dapat memanen pepaya hingga mencapai lebih dari 1 ton, petani pepaya di lahan Perhutani ini tidak perlu kesulitan pemasaran.
Karena begitu memasuki masa panen para pedagang dari Kecamatan Kalibaru Banyuwangi sudah datang ke Dusun ini.
“Para petani pepaya di lahan pinus milik Perhutani di Dusun Karanganyar Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo tidak sebanyak dulu, karena pinusnya sudah tinggi sehingga sinar matahari sulit untuk menembus pohon pepaya dan petani pepayanya tinggal 1 orang,” ujarnya.
Tapi, kendati begitu keuntungan petani bisa menghasilkan 1 ton 6 kwintal pepaya dan rasanya tidak kalah dengan pepaya daerah lain.
Selain rasanya manis pepaya Dusun Karanganyar ini warnanya merah, dagingnya sangat kenyal dan tidak mudah busuk karena kandungan airnya tidak terlalu banyak dan pemasarannya sudah menjangkau luar pulau yakni Bali.
Camat Ledokombo Sidhartawan menyambut baik langkah warga Desa hutan di Dusun Karanganyar, menanam tumpang sari dengan lahan Pinus. “Kita berharap ada peningkatan pendapatan petani, dan lapangan usaha baru,” ujarnya. ki

Ada Motif Lain di Balik Kampanye Anti Rokok


JEMBER - Kampanye anti rokok oleh Negara Eropa tak menciutkan nyali Bupati Djalal, untuk mempertahankan budidaya tembakau di Jember. Bupati menegaskan bahwa tembakau adalah sumber devisa negara yang besar dan sangat bisa diandalkan, karena keberadaan komoditi ini tidak bergantung kepada negara manapun.
Budidaya tembakau sejak ditanam, dipetik hingga dikeringkan lalu diolah untuk bahan baku rokok, sepenuhnya dilakukan di dalam negeri.
Bahkan, penjualan rokok sebagai hasil dari sebuah proses produksi berbahan baku tembakau tidak bergantung kepada pasar luar negeri, sebab hampir sebagian besar dari hasil produksi rokok dijual di dalam negeri.
“Tembakau adalah devisa besar yang tidak mudah dicampuri urusannya oleh negara lain. Beda dengan yang lain seperti gula, dan sebagainya,” kata Bupati.
Sebelumnya, di gudang UD Kalisari, Arjasa kepada petani pertembakauan, Djalal meminta agar tidak khawatir akan kelangsungan budidaya tembakau, di Jember.
Kampanye pengurangan tembakau dari negara-negara Eropa dan dunia menurut bupati tak sepenuhnya karena motif kesehatan, tapi ada kepentingan lain di balik itu.
“Jangan khawatir kampanye pengurangan tembakau, karena Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada negara lain. Negara lain melarang penggunaan tembakau tidak sepenuhnya karena kesehatan, tapi ada motif lain,” ujarnya.
Yumiarti, warga Arjasa, mengatakan tetap khawatir terhadap kemungkinan ditutupnya gudang tembakau karena kampanye itu.
Perempuan pekerja ini terlihat begitu khawatir akan kehilangan mata pencahariannya akibat gencarnya kampanye pengurangan tembakau.
Tapi, kampanye seperti itu kata Bupati tidak perlu diresahkan akan berimbas pada pembumihangusan budidaya dan penutupan gudang tembakau.
Karena tanaman perkebunan sudah ratusan tahun lalu. Dan Jember termasuk jenis tembakau komoditi paling imune dibanding lainnya.
“Tembakau itu kita tanam sendiri, jadi rokok kita buat sendiri. Negara lain iri melihat kondisi Indonesia yang seperti ini,” jelas Bupati Djalal. ki

ASBAK DONGKRAK PERKAPITA WARGA


JEMBER - Kerajinan Asbak, dipandang sepele. Tapi, bagi sebagian orang kerajinan ini sangat menjanjikan.Apalagi di Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo. Dengan hasil kerajinan asbaknya, yang bisa tembus pasar luar kota dan pulau menghasilkan nilai tambah warga.
Bahkan pendapatan perkapita warga Desa Sumbersalak dari home industry ini bisa meningkat.
Kerajinan asbak lipat ini mampu member pula kontribusi berupa lapangan kerja serta tambahan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kades Sumber Salak Moch Siswoto, bahwa pembuatan kerajinan asbak lipat ini bersumber dari swadaya masyarakat setempat.
Kegiatan ini sudah berjalan 5 tahun. Dia sendiri berharap ada bantuan modal dari Pemkab ke depan.
Sehingga keterampilan dan pengembangan bisa cepat. “Kalau mungkin ada bantuan modal dan pelatihan Mas, saya yakin kerajinan asbak lipat bisa lebih bersaing kualitasnya di pasaran,” ujarnya.
Hasil produksi asbak ini telah dipasarkan ke 5 kota antara lain Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Bali, dan Surabaya.
Asbak lipat ini diproduksi dari memanfaatkan hasil limbah kayu. Sehari Desa ini mampu menghasilkan 3.000 asbak dari 5 KK yang terlibat. ki

KESILIR, ETRCEPAT LUNASI PAJAK


JEMBER - Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan dikenal sebagai Desa yang paling taat pajak.Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Nur Rohim, menjadikan Desa ini sebagai teladan bagi desa lain se Kecamatan Wuluhan.
Terutama dalam hal pembayaran dan pelunasan pajak bumi dan bangunan (PBB). Desa ini selalu terdepan dalam pelunasan pajak.
Mei 2010 ini saja, target pembayaran pajak Desa ini terealisasi 60%. Bahkan target bulan Juni 2010 bisa lunas.
“Saya menjamin Juni nanti target pajak di desa kami bisa lunas,” ujar Kades Nur Rohim dan istri.
Keberhasilan Desa Kesilir dalam pembayaran pajak tidak bisa dilepaskan dari pendekatan selama ini.
Pendekatan kepada warga melalui Jamaah Yasinan dan Tahlil selalu gencar diikuti nya.
“Di sini saja ada 60 jamaah Yasin, sehingga tiap malam Jumat saya selalu menggilir untuk mendatangi para jamaah Yasin,” ujarnya.
Kiat lain adalah dengan dianggarkannya bantuan untuk masjid dan pesantren se Desa Kesilir Rp 2 juta untuk tiap masjid dan pesantren.
Dengan insentif sebesar itu sinergitas antara pemerintah desa dengan tokoh masyarakat dapat berjalan baik.
Pembangunan di Desa Kesilir terbilang maju, sebab banyak terobosan dialkukan. Bersama 30 perangkatnya Gerakan Jumat Bersih dan pengurukan jalan desa dengan batu putih (grasak) rata-rata 2 truk dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keasrian desa.
Istrinya yang seorang bidan sangat membantu kerjanya. Sehingga posyandu Desa Kesilir 90% tercapai sasarannya.,” ujarnya.
Kades Nur Rohim meminta warganya tetap rukun dan membantu Pemerintah Desa membangun. Menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan serta kesehatan lingkungan. Tahun 2010, ADD tahun ini akan dirupakan dalam bentuk jalan sepanjang 1 km dengan biaya Rp 270 juta. ki

Gus ipul - Kang Djalal Tanam Sejuta Pohon


JEMBER - Sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memilki hutan yang cukup luas, Kabupaten Jember terus meningkatkan reboisasi.Kantor lingkungan hidup (KLH) Pemkab Jember merealisasikan program pengurangan dampak pemanasan global (global warming), dengan menanam reboisasi bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Ansori (GP Ansor).
Ketua PP Ansor yang juga Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf alias Gus Ipul datang langsung menemani Bupati MZA Djalal untuk menanam sejuta pohon di Desa Klompangan, Kecamatan Jenggawah, dan melakukan jalan sehat di Kecamatan Puger.
Gus Ipul, menilai langkah Pemkab Jember sangat baik dan harus didukung masyarakat. GP Ansor, ulama dan kyai serta diharapkan mendukung program penghijauan.
“Ansor ini adalah lembaga masyarakat, jadi melibatkan Ansor, juga akan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Gus Ipul mengatakan dia selaku Wagub Jatim terkesan melihat perkembangan Jember akhir-akhir ini.
“Saya harap Jember bisa ditingkatkan lagi perkembangannya,” ujarnya.
Selain kondusif, partisipasi masyarakat juga tinggi. “Maka dalam Pemilukada mendatang cabup dan cawabup jangan melakukan hal-hal yang mampu membakar emosi masyarakat, sehingga membuat keadaan tak kondusif. Lakukan pemilukada damai, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Djalal juga mengatakan bahwa Pemkab dan GP Ansor telah banyak melakukan kerjasama mendukung program pemerintah.
Saat ini GP Ansor menanam sejuta pohon. “Saya berharap nawaitu yang baik ini bersama teman-teman Ansor mampu membuat Jember tetap hijau lestari,” tegas MZA Djalal.
MZA DJalal selain mengajak menanam, juga ikut partisipasi aktif dalam Pemilukada. “Gunakan hak pilih sesuai hati nurani. Dan mari kita jaga kondusif, aman dan saling khusnudzhon antar sesama,” ujarnya.ki

SENI UKIR BUTUH SENTUHAN PEMKAB


JEMBER – Seni ukir dan seni pahat di Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat, menunggu uluran tangan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Jember.Potensi Kalisat yang membanggakan itu telah bergaung keras se Jember. Bahkan nama Desa Sumber Kalong Kalisat, telah berhasil mengangat nama Desa ini ke luar kota.
Lima tahun bisnis seni pahat dan ukir ini digeluti, dan sudah menghasilkan karya besar. Karya dibentuk seni ukir dan pahat sebagai cindera mata ini menjadi bahan materi bahasan di dialog bedah potensi Desa dengan Bupati MZA DJalal.
Wakil seniman setempat, mengatakan ada empat orang seniman yang kini sudah diperhitungkan di tingkat Nasional. Bahkan menguasai seni lukis, seni ukir dan seni pahat.
Kendati begitu, masih saja kurang sentuhan. Sebab, minimnya peralatan dan permodalan dan akses informasi pasar itu membuat mereka nyaris tenggelam.
Wujud produk hasil seni yang mereka buat kata nya adalah bentuk kecintaannya kepada kampong halaman.
Mereka semua setelah merantau memutuskan kembali ke Desa Sumber Kalong untuk mengajarkan secara luas kemampuan mereka dalam melukis, memahat dan mengukir.
“Ke depan seniman Desa Sumber Kalong akan terus ditingkatkan. Hasil karya mereka bisa dipesan, dan cukup beragam produksinya mulai Rp 250.000 seni ukir dan seni pahat seharga RP 500 ribu,” tegasnya.
Mereka juga telah berkelompok, memperkuat diri dengan membentuk gerai seni tersendiri di Desa dan melakukan pameran.
Sulitnya pengembangan dan permodalan diakui para seniman itu sehingga ke depan Pemerintah bisa memberi sentuhan. ki

PORSENI RRI AKAN GANTI JAMSIDA


JEMBER - Atlet Jember yang bertanding di Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Radio Republik Indonesia (RRI) terlihat semangat. Pembukaan PORSENI RRI se Korwil V Jatim di Lapangan Poltek itu dihadiri Direktur Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Direktur Poltek Negeri Jember, dan Muspida.
Marching Band Gita Irama SMPN 1 Jember turut tampil. Sedang kesenian daerah menarik sengaja ditampilkan RRI semisal musik kentrung (RRI Surabaya), tari topeng (Malang), musik gamelan reog (Madiun), tari srongen (Sumenep) dan can macanan kaduk (Jember).
PORSENI ke 4 oleh RRI ini diikuti lima kontingen dan kurang lebih 350 atlet, yaitu, RRI Surabaya dengan 75 atlet, Malang 70 atlet , Madiun 78 atlet, Sampang 65 atlet dan tuan rumah Jember 65 atlet.
Ada 8 Cabor yang dilombakan selama 3 hari (14 -16 Mei). Diantaranya, tenis lapangan beregu, tenis meja beregu, badminton, catur, billiard, senam sehat, futsal serta volly.
Adapun kegiatan lomba-lomba tersebut akan berlangsung dibeberapa tempat, yaitu di kampus Poltek Negeri Jember, Gor Argopuro, gedung RRI dan Royal billiard Jember.
Direktur Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Parni Hadi mengatakan bahwa PORSENI di Jember ini adalah terakhir, karena PORSENI RRI akan dikembangkan menjadi Jambore Siaran Daerah (Jamsida) seperti di Propinsi Gorontalo.
“Jambore Siaran Daerah adalah kompetisi yang lebih lengkap, lebih baik, lebih kompetitif. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh karyawan RRI, tetapi juga masyarakat umum. Adapun isi kegiatannya, tidak hanya olahraga dan seni, tapi juga ada kompetisi siaran, seperti lomba komentator, lomba siaran dan lain-lain,” paparnya. ki

167 HONDA TAK SESUAI PP JADI PNS

JEMBER - Nasib honorer Pemda (Honda) di Kabupaten Jember masih terkatung – katung. Selama ini, tidak pernah mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten.Tapi, di akhir masa jabatannya ini Ir MZA Djalal, MSi bupati Jember berjanji akan meningkatkan kesejahteraan karyawan Honda, dengan syarat sesuai PP No 48 Tahun 2005 dan PP 43 Tahun 2007.
Dalam PP itu disyaratkan tenaga Honda bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maksimal umur 50 tahun atau lahir tahun 1960.
Saat ini sedang diupayakan untuk menjadi CPNS ke Pemerintah Pusat. Data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terdapat 167 orang tenaga honorer (Honda) tak tidak memenuhi syarat PP, merata di semua lingkup dinas.
Joko Santoso, SH Kabid Pengadaan, Formasi, Data Kepegawaian BKD mengatakan bahwa usulan regulasi itu diharapkan tenaga Honda Jember yang tidak memenuhi syarat PP No.48 Tahun 2005 dan PP 43 Tahun 2007 bisa meningkat kesejahteraannya.
Sebab, tenaga Honda itu selama ini dibiayai APBD dan dirasa sangat membebani APBD. Jika Honda itu disetujui sebagai CPNS lewat regulasi baru itu, maka APBD bisa dialihkan untuk pembangunan fisik lain.
Dari 167 tenaga Honda itu memiliki latar pendidikan beragam, mulai dari SD, SMP, SMA serta S-1.“Sebanyak 167 tenaga honda itu tidak masuk kwalifikasi PP tapi punya masa pengabdian mulai dari 7 tahun - 30 tahun. Kami tetap mengupayakan perhatian dan reward kepada mereka,” ujarnya.
Selain, ada 167 honda yang tak tidak memenuhi PP 48 Tahun 2005 dan PP 43 Tahun 2007, juga terdapat 21 tenaga medis berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tersebar di berbagai RS di RSUD Subandi, RSUD Balung dan RSUD Kalisat serta Puskesmas.
Tenaga medis ini terdiri dari : dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi. Mereka selama ini mendapat gaji dari APBD dan kini sedang diusulkan sebagai formasi khusus sejak tahun 2006 sesuai pengabdian mereka ke Pusat. ki

PNS Harus Netral


JEMBER – Pernyataan menarik disampaikan Sugiharto SH – Sekkab baru – menggantikan Drs Ec Djoewito, MM yang menjabat sejak 2002 dan purna tugas ini. PNS diminta tetap netral dan menjaga professional dalam Pemilukada mendatang.Sugiharto, mengajak seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Derah (SKPD), serta karyawan di lingkungan Pemkab Jember untuk professional dan kompak.
“Semua PNS terikat banyak aturan dan harus tetap bekerja professional dan kompak untuk pelayanan kepada masyarakat siapapun pejabat dan sekretaris kabupatennya,” ujar Sugiharto.
Sekadar diketahui, sebelumnya jabatan Sekkab itu dijabat oleh Djoewito sejak tahun 2002. Djoewito, tersandung masalah kasus bantuan hukum, dan dana operasional.
Dia menjalani hukuman di LP selama 9 bulan. Selanjutnya hingga kemarin Pembebasan Bersyarat nya (PB) telah dikabulkan.
Djoewito, telah mengundurkan diri atau pensiuan dini sebelum dikenakan sanksi administrasi pemecatan di PNS.
Kini jabatan dipegang oleh Sugiharto. Sugiharto, dalam statement awal kerjanya berjanji untuk melaksanakan tugas dengan baik dan segala konsekwensi amanah itu.
Diakui bahwa selama ini banyak keberhasilan yang telah dicapai. Sugiharto hanya meminta agar dalam menjalankan tugas untuk selalu professional dan kompak.
Menjelang Pemilukada di Jember 7 Juli 2010 mendatang, dia menghimbau PNS tetap menjaga netralitasnya dan ikut mengabarkan kepada masyarakat terkait gawe besar demokrasi itu, karena menentukan nasib rakyat Jember 5 tahun mendatang. ki

Posko Cabup di Kantor NU Diturunkan

JEMBER - Spanduk yang bertuliskan posko calon bupati Guntur - Gus Aab, yang dipasang di Kantor NU diturunkan pengunjuk rasa mahasiswa karena memprotes kenetralan NU. Aliansi Mahasiswa Nahdhiyin ini Kamis (20/5) di kantor NU langsung menaiki pendopo kantor itu dan mempreteli spanduk bertuliskan Posko Pemenangan Cabup Guntur Gus Aab tersebut.Saat unjuk rasa, kantor NU sedang sepi. Sembari berorasi mahasiswa meminta NU tidak dijadikan ajang politik praktis oleh segelintir oknum tertentu. "NU bukan pemuas politik. Kami selama ini resah melihat spanduk ini. Sekarang kita copoti, dan kita minta PCNU tidak mencampuradukkan politik praktis," ujar Rifal korlap aksi.
Setelah orasi sebentar, tiga orang mahasiswa naik ke balkon bangunan pendopo kantor PCNU di Jl Imam Bonjol Jember itu. Mereka mencopot spanduk bertuliskan 'Posko Pemenangan Haji Guntur-Gus Aab' itu, dan membuangnya ke tanah.
Para mahasiswa juga melepas stiker-stiker bergambar duet Guntur-Gus Abdullah, yang menghiasi beberapa jendela kantor. Stiker itu sangat kuat menempel sehingga mereka menggunakan silet.
Rifal mengaku bahwa aksi yang digelar adalah bentuk keprihatinan dan panggilan hati nurani. Dia meyakini bahwa warga Nahdhiyin berpikiran sama dengannya. "Saya kira mereka warga nahdiyin itu sama dengan kami," ujarnya.
Dia tak memperdulikan jika ada pengurus PCNU yang mencalonkan diri di Pemilukada 7 Juli 2010 mendatang. "Jangan gunakan NU sebagai sarana," ujarnya.
Gus Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab adalah Ketua Tanfidz PCNU Jember. Dia berpasangan dengan Guntur Ariyadi - mantan Kapolda Maluku - untuk mencalonkan di Pemilukada 7 Juli 2010 mendatang.
Merujuk hasil Musyawarah Kerja NU Jawa Timur dan NU Jember secara kelembagaan NU harus memberi petunjuk kepada kadernya tentang siapa yang akan dipilih dalam Pemilukada. Ikutnya Gus Aab, di pemilukada sebagai calon wabup membuat NU secara kelembagaan harus mendukung dan menyukseskan.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Jember, Alfan Jamil, mengaku berterima kasih kepada Aliansi Mahasiswa Nahdliyyin, karena telah menurunkan spanduk bertuliskan 'posko pemenangan' salah satu calon bupati di kantor NU.
"Kami baru dengar itu. Kami tidak tahu kalau ada spanduk itu. Terima kasih telah diturunkan kalau memang ada," tegasnya.
Ditegaskan, bahwa pihaknya tak tahu-menahu soal posko pemenangan Guntur-Gus Aab di kantor NU. "Faktanya (kantor NU) memang bukan posko," tukasnya.
Siapapun baginya yang menurunkan spanduk bertuliskan posko jika ada yang memasang diminta diturunkan kembali. Pernyataan Alfan kontraproduktif dengan pernyataan Sekretaris PCNU Misbahussalam, yang mengijinkan pemasangan spanduk itu.
"Kan memang kader NU yang mencalonkan, bagaimana," ujarnya.
Sebelumnya, pemandangan itu dikritik habis Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Saifullah Yusuf yang memprotes dan menyayangkan penggunaan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember sebagai posko pemenangan salah satu calon bupati. ki

Masih Ada 44 Pabrik Gula Perlu Direvitalisasi

JEMBER - Program revitalisasi Pabrik Gula (PG) terus berjalan. Tapi Pabrik Gula PT Perkebunan Nusantara XI di Kecamatan Semboro yang dijadikan contoh malah beralih seratus persen ke sistem produksi gula yang menggunakan sulfitasi kini menggunakan sistem karbonatasi.
Deputi BUMN Agus Pakpahan saat ke PG Semboro mengawali musim giling tebu tahun 2010 ini menyampaikan, PG Semboro
merupakan awal bagi 44 pabrik lain dalam penggunakan sistem karbonatasi untuk pengolahan tebu menjadi gula.
"Karbonatasi selain efisien menekan biaya produksi, juga bisa menghasilkan lebih Rp 1.500 per kilogram. Nira dan limbah tidak terbuang Penggunaan belerang juga nol, gula yang dihasilkan lebih putih," kata Agus Pakpahan.
Ditambahkan, gula produksi karbonatasi juga memiliki kejernihan yang hampir sama dengan gula rafinasi. Rencananya, dua tahun ke depan akan ada 44 pabrik gula di Jawa akan berubah dari sulfitasi menjadi karbonatasi.
Itu juga termasuk 4 pabrik gula baru salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Untuk biaya perubahan itu memang tidak kecil yakni mencapai sekitar Rp 30 miliar dengan kapasitas 30 ribu ton. Pemerintah juga menargetkan produksi gula nasional sebanyak 5,7 juta ton di Tahun 2014 mendatang. Target produksi sebanyak itu dapat tercapai dengan catatan harus dilakukan penambahan lahan tebu seluas 200.000 hektar di Indonesia.
Target produksi gula itu juga dipastikan dapat memenuhi seluruh kebutuhan nasional. Angka produksi itu juga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat atau rumah tangga.
"Dengan swasembada gula, maka pemerintah tidak perlu melakukan impor gula untuk kebutuhan nasional," katanya.
Sementara, untuk kebutuhan produksi pabrikan makanan dan minuman belum mampu dipenuhi, sehingga, produksi gula kristal putih atau rafinasi masih harus diimpor dari luar negeri. Dia juga mengatakan, untuk memenuhi target produksi juga diperlukan tambahan perluasan lahan tebu hingga 200.000 hektar. Sementara ini pertambahan lahan tebu di Pulau Jawa sejak Tahun 2004 hingga 2009 masih mencapai 45.000 hektar.
"Pertambahan lahan itu tanpa harus mengurangi lahan hutan di Pulau Jawa," katanya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil meminta jaminan dari pemerintah, untuk tidak melakukan impor gula. Pasalnya, impor gula dipastikab bakal mematikan petani lokal. Karena itu, yang perlu diwaspadai, menurut Arum, adalah membludaknya produksi gula dari Tailand, yang dikhawatirkan meluber ke Indonesia. Selain itu, Arum juga meminta jaminan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gula, terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani tebu.
Keputusan HPP itu ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.20/M-DAG/PER/5/2010 pada tanggal 10 Mei 2010 tentang Penetapan Harga Patokan Petani (HPP) Gula Kristal Putih atau Plantation White Sugar.
"Kita berharap HPP ini akan secara langsung menguntungkan para petani tebu. Selain itu, dengan penetapan HPP ini maka produksi gula nasional bisa berswasembada dan memiliki daya saing yang sehat di pasar dalam maupun luar negeri," kata Arum Sabil. ki

Selasa, 18 Mei 2010

BUS ANTAR KOTA DI TERMINAL DITERTIBKAN

JEMBER – Pengelola Terminal Tawang Alun terus menertibkan Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang masih sering menurunkan penumpang di luar Terminal dan dalam Terminal Tawang Alun.Dampaknya jelas, bahwa terjadi penurunan pendapatan restribusi peron penumpang. Dari data di Terminal Tawang Alun, penumlah yang turun ke di dalam hanya 1400 orang.
Untuk trayek jarak pendek masyarakat cenderung memilih berpergian dengan menggunakan kendaraan roda dua, dan terus melonjak hingga 3000 penumpang perhari. Di saat libur Nasional dan lebaran banyak pemudik dari luar kota yang menggunakan sarana Bus.
Gatot Triyono, Amd.LLAJ.ST Kepala Terminal Tawang Alun mengatakan penertiban ini sengaja dilakukan intensif agar tidak ada lagi Bus AKDP yang menurunkan penumpang di dalam terminal.
Sejak ditertibkan banyak Bus yang sudah mulai mengikuti aturan dengan menurunkan di pintu depan. Sehingga calon penumpang yang akan menggunakan jasa transpotasi Bus Antar Kota lain harus membeli tiket peron masuk Terminal Tawang Alun Rp 200 per orang.
Sehingga pendapatan Terminal dari peron mampu menambah kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Terminal Tawang Alun Jember memiliki armada 230 Bus. Sejak Januari dengan melibatkan berbagai pihak terutama Satlantas, DLDJ Propinsi dan CPM kita beri pengarahan kepada sopir Bus agar tertib,” ujarnya.
Bagi kendaraan yang dokumen di buku uji, dan trayek, tertera masih aktif tapi seenaknya keluar masuk menaikan dan menurunkan penumpang di dalam terminal sehingga akan dilakukan sanksi.
Upaya penertiban di Terminal Tawang Alun berdampak kepada penilaian positif yang diberikan oleh Dishub Propinsi Jatim.
Terminal Tawang Alun mendapat penilaian sebagai salah satu terminal yang paling tertib.di Jatim. Bahkan Kabid Angkutan Sumarsono dari Propinsi telah melayangkan surat ke terminal lain agar menertibkan hal serupa. ki