Jumat, 30 Juli 2010

ONH TURUN, TINGGAL TUNGGU KEPPRES


JEMBER - Penurunan Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 2010 tinggal menunggu Keppres. Kepala Kantor Kementrian Agama Jember, Drs. H. M Rafie Mpd. I mengungkapkan tentang penurunan ONH tahun 2010 itu sudah positif. “Tentang Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) masih belum ada edaran maupun KEPRES sampai hari ini, tapi kemarin antara komisi VIII dengan kementrian agama sudah ada kesepakatan bahwa biaya haji akan ada penurunan hanya saja penurunannya belum dapat dipastikan,” ujarnya
Bahwa biaya ONH saat ini dipatok 3.342 US Dollar. Meskipun masih menggunakan Dollar, biaya yang akan dikeluarkan untuk ongkos haji masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama RI.
Untuk jumlah haji dari Jember saat ini melebihi quota. “Alhamdulillah tahun 2010 ini jamaah haji dari Jember adalah 1.962 CJH dan insyaallah kloter pertama ini akan diberangkatkan medio Oktober 2010 ”, jelas Rafie.
Sampai saat ini Kementrian Agama RI di Jember sudah memberikan informasi dan pembinaan berupa adanya manasik haji massal di tingkat Kabupaten dan manasik di tingkat Kecamatan ditangani oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dan oleh KUA telah disediakan bimbingan- bimbingan bagi mereka para jamaah yang akan berangkat haji.
“Beberapa hari yang lalu memang banyak calon jamaah yang menanyakan kapan pengumuman pelunasan ongkos haji, dan sekarang saya akan menekankan kembali bahwa hal itu masih menunggu kepres RI,” ujarnya.ki

Komputerisasi Untuk Laporan Data Puskesmas


JEMBER – Sistem pelaporan data Dinas Kesehatan Pemkab Jember saat ini mulai beralih ke teknologi informatika (TI) atau komputerisasi, meski belum on line seperti Kabupaten Banyuwangi, tapi TI dirasa lebih menguntungkan dibanding cara lama. Bahkan TI kini sudah diterapkan di 49 puskesmas dan nantinya juga akan diterapkan di 136 puskesmas pembantu di Jember. Penggunaan TI itu selain untuk merekam data jumlah kunjungan pasien, juga untuk pengolahan data di luar puskesmas seperti kegiatan posyandu, jumlah balita yang sudah diimunisasi dan berat badan balita itu sendiri.
Hal itu diungkapkan oleh H. M. Sudam Kasi Informasi dan Penelitian Pengembangan (Litbang) Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab Jember.
Menurut pria asal Lamongan pihaknya ingin mengembangkan data base yang bersumber dari puskesmas dan berbasis IT.
Dengan menggunakan IT diharapkan validitas data bisa terjaga ketimbang manual yang rawan kesalahan karena menggunakan tulisan tangan, terhimpunnya laporan yang tertuang dalam data base ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan evaluasi, bahan perencanaan, maupun pemantauan wilayah setempat (PWS) baik ditingkat puskesmas maupun dinas kesehatan sendiri.
“Kegiatan di dalam dan diluar puskesmas saat ini sudah ada software-nya, termasuk kegiatan posyandu sebagai entry datanya adalah bidan desa yang akan dilaporkan secara bulanan ke dinas kesehatan dengan menggunakan flash disk karena belum diberlakukan sistem on line. Kendala penerapan IT ini adalah minimnya tersedianya perangkat hardware berupa komputer di puskesmas induk maupun puskesmas pembantu, dari kondisi yang ada saat ini puskesmas di Jember rata-rata hanya mempunyai 2 sampai 3 komputer,” ujarnya
Idealnya tiap puskesmas paling tidak minimal mempunyai 5 komputer lengkap dengan printernya, meski demikian di Jember sudah ada 3 puskesmas yang memiliki 10 komputer seperti Puskesmas Tanggul, Puskesmas Kencong dan Puskesmas Puger.
Untuk lebih memuluskan program pengunaan IT bagi puskesmas, Dinas Kesehatan Pemkab Jember sejak tahun 2008 lalu telah memberikan pelatihan komputer bagi petugas kordinator sisitim informasi komputer (SIK) dan bidan PTT.
Dinas Kesehatan Pemkab Jember sampai saat ini tengah mengusulkan pemenuhan penyediaan sarana komputer di tingkat puskesmas sesuai standart yang ada, meski diakui saat ini banyak para bidan yang ada di puskesmas sudah mempunyai laptop sendiri.
Nantinya penggunaan TI oleh puskesmas di Jember bisa secara on line seperti kabupaten lain, sehingga puskesmas tidak perlu datang ke dinas kesehatan untuk mengirimkan laporan bulanan seperti selama ini. ki

Kamis, 29 Juli 2010

MEDALI EMAS BUAT JEMBER


* Peraih Aseptor KB Terbanyak

JEMBER - Badan Pemberdayan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Pemkab Jember, tahun 2010 mendapat penghargaan dari Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan jumlah aseptor Intra Uterine Device (IUD) / alat kontrasepsi rahim terbanyak.
Keberhasilan ini membanggakan sebab Jember mampu menyisihkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
Selain mendapat medali emas dari BP2 KB, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Jember juga mendapat penghargaan dari BKBN Propinsi Jawa Timur yang dinilai punya andil dalam ikut mendukung suksesnya program KB di Jember.
Kepala Badan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2 KB) Pemkab Jember Dra Lilik Harini, MSi, mengatakan medali emas ini diakui Lilik berkat kerja keras semua komponen semisal tim pengerak PKK, Unit Pelaksana Teknis BP2 KB, kecamatan, kepala puskesmas, dan koramil.
Data BP2KB Jember hingga tahun 2009 ada 9270 aseptor IUD, jumlah ini melebihi target yakni 9007 aseptor IUD atau naik 102,70%.
Banyaknya Aseptor IUD ini menunjukan kesadaran masyarakat Jember cukup tinggi mengikuti program KB. Ajakan pemerintah untuk memiliki dua anak lebih baik sangat menguntungkan keluarga.
“Diraihnya medali emas bagi Jember merupakan prestasi sangat membanggakan di bidang KB, artinya Jember mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk salah satunya melalui IUD dengan jumlah aseptor terbanyak di Jawa Timur,” ujanya.
Sasaran dari IUD ini adalah pasangan usia subur (Pus) yakni antara umur 20-49 tahun, kelebihan dari IUD ini sendiri tidak mengandung zat kimia seperti alat kontrasepsi KB lain yakni pil maupun suntik.
IUD bersifat menghambat pertumbuhan sel telur dan sperma dalam rahim, IUD ternyata cukup banyak diminati oleh masyarakat utamanya yang tinggal di perkotaan ketimbang mereka yang tinggal di pedesaan dengan perbandingan 60: 40.,”ungkap Lilik.
Hingga awal Juli 2010 BP2 KB Kecamatan Kaliwates menduduki peringkat pertama jumlah aseptor IUD terbanyak yakni 88, disusul Kecamatan Tempurejo dengan jumlah 55, Kecamatan Jombang 44, Kecamatan Ambulu 41 serta Kecamatan Kalisat dan Kecamatan Puger sebanyak 40 . Sedang kecamatan dengan jumlah aseptor IU sedikit berada di Kecamatan Tanggul 19, Kecamatan Sukorambi 18, Kecamatan Jelbuk, Kecamatan Kencong, Kecamatan Semboro, Kecamatan Gumukmas dan Kecamatan Pakusari 17, Kecamatan Jenggawah 15, Kecamatan Mayang 14, Kecamatan Patrang 13, serta Kecamatan Arjasa merupakan kecamatan yang paling kecil jumlah aseptor IUD-nya yakni 12. ki

MULAI PUASA, 11 AGUSTUS


* ADZAN RRI JADI ACUAN BERBUKA

JEMBER- Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia, bakal menjalani satu perintah wajib yakni puasa Ramadhan.
Terkait itu Selasa 27 Juni lalu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, menggelar rapat koordinasi Tim Rukyat Hilal terdiri dari tokoh agama dan ahli ilmu falak ormas Islam, yang akhirnya menetapkan Puasa Ramadhan dimulai 11 Agutus 2010.
Untuk penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal Kantor Kemenag Jember menghimbau seluruh masyarakat menunggu pengumuman dari Menteri Agama Republik Indonesia.
Unutk jadwal Imsakiyah, seluruh peserta Rakor Tim Hisab Rukyat Hilal, sepakat mengikuti hasil hisab dari Tim Badan Hisab Rukyat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Pencapaian kesepakatan atas jadual imsakiyah ramadhan 1431 H ini, melalui proses cukup alot karena hasil hisab Tim Badan Hisab Rukyat Kemenag Jember, untuk waktu Maghrib, berbeda dengan hitungan peserta rakor.
Peserta dari Kencong KH Zaenal Fanani, Ketua Lajnah Falakiyah, NU Cabang Kencong, saat Maghrib jatuh pukul 17.28 WIB.
Sedang berdasarkan hitungan Tim Badan Hisab Rukyat Kemenag Jember, Maghrib, jatuh pada pukul 17.29 WIB.
“Semua sudah sepakat, bahwa Maghrib jatuh pada pukul 17.29, ini didasarkan atas batas-batas toleransi,” jelas Drs H Raefi, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember.
Sehingga jadwal imsakiyah di Kabupaten Jember tidak ada masalah lagi. Selanjutnya, saat penentuan Maghrib (berbuka puasa), Kemenag mengimbau masyarakat di luar kota Jember mengikuti kumandang adzan maghrib RRI Jember.
Selain imsakiyah terkait arah kiblat (Ka’bah) berdasarkan kajian dan pengamatan Kemenag RI di Jember arah kiblat berada pada posisi 2940 0’.
“Saya sering dapat telepon, yang Tanya soal arah kiblat. Kasihan masyarakat resah,” ungkap KH Luthfi Ahmad, Pengasuh Ponpes Madinatul Ulum, Jenggawah, yang menjawab tidak ada masalah. ki

SATPOL PP PERBAIKI CITRA


JEMBER – Keberadaan Satpol PP semakin menjadi sorotan. Karena itu skill dan SDM terus ditingkatkan.Salah satunya adalah digelar jambore se Jatim di Lapangan Glantangan, Tempurejo, Jember selama 3 hari sejak 28 Juli - 30 Juli 2010 dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Drs Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).
Jambore Sat Pol PP Tingkat Jawa Timur diikuti seluruh Sat Pol PP se Jawa Timur. Ada 38 Kabupaten/ Kota yang ikut dalam kegiatan ini.
Sedikitnya ada 500 personil Sat Pol PP sebagai peserta. Mereka selain dibekali berbagai ketrampilan, juga dibekali materi untuk meningkatkan kemampuan dan profesioanlitas personil.
Ditambah aktifitas bakti soasial perbaikan saluran, penanaman Pohon, pembuatan Air bersih dan bakti sosial kepada masyarakat di Lingkungan Desa Pondok Rejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Sat Pol PP yang menggelar jambore VIII tahun 2010.
Tema nya dinilai cukup mengena yakni “Dengan Jambore Satuan Polisi Pamongpraja Kita Bangun Kepercayaan Masyarakat Melalui Cara- Cara Persuasif, Simpatik, Edukatif dan Humanis serta Hindari Penggunaan Kekerasan “.
Gus Ipul juga mengatakan, bahwa jambore adalah salah satu cara untuk memperbaiki citra Sat Pol PP yang terkesan semau gue.
Maka, dengan pembinaan dan penambahan profesionalisme diharapkan citra negatif Sat Pol PP bisa berubah positif.
“Saya bangga dengan Sat Pol PP , semoga ke depan citra itu bisa berubah menjadi positif ,“ ujarnya.
Bupati Jember Ir Mza Djalal mendukung semua bentuk perbaikan kualitas personil Sat Pol PP agar bisa melaksanakan tugasnya sesuai aturan.
“Saya menghimbau, agar kedepan Sat Pol PP bisa bekerja sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,“ ujarnya. ki

DEPAG : “Jaga Kesucian Ramadhan !”

JEMBER - Ramadhan, adalah salah satu bulan dalam almanak Hijriyah yang makna tinggi, karena terdapat perintah Allah yang harus dikerjakan umat Islam. Perintah wajib adalah puasa, yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap pribadi muslim, kecuali sakit atau hal-hal lain yang diperbolehkan agama.
Mereka yang tidak melaksanakan puasa karena sebab tertentu, masih harus mengganti di waktu lain atau membayar fidiyah sesuai ketentuan agama.
“Menyambut bulan suci Ramadhan tentu saja dengan senang hati, bergembira, karena barang siapa yang bergembira atas datangnya bulan suci Ramadhan maka diharamkan jasadnya dari neraka,” tutur Drs Fachrurrozi, M.Hi, Kepala Bagian Tata Usaha, Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Jember.
Bagaimana menunjukan kegembiraan itu, tentu dengan mempersiapkan diri, baik lahir dan bathin. Kondisi fisik harus sehat, sehingga bisa melaksanakan puasa dengan baik, apalagi salah satu manfaat dan hikmah puasa adalah menjadikan manusia menjadi sehat secara fisik tentu saja juga bathinnya.
Sebagaimana Nabi Muhamad SAW, menyuruh berpuasa agar menjadi sehat. Bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga dalam batas waktu yang telah ditentukan, tapi segenap raga, jiwa, hati dan pikiran harus pula menjauh dari hal-hal yang menyebabkan pahala puasa menjadi berkurang.
Maka Farchrurrozi, mengajak masyarakat menghormati bulan suci Ramadhan. Serta diharapkan melaksanakan kegiatan ibadah lain, semisal sholat tarawih, tadarus.
Yang disesalkan, jika ada masyarakat yang mengaku Islam, tapi tidak berpuasa. Malahan, menciderai bulan puasa semisal makan atau minum di sembarang tempat.
“Bagi warung makanan selama Ramadhan, sebaiknya tidak buka terang-terangan,” ujarnya. ki

PARADE SISWA PAUD


JEMBER - Rabu (28/7) di Alun- alun Jember, pemandangan sedikit berbeda. Menyambut HUT RI parade layaknya karnaval digelar K2P3A Kecamatan Kaliwates bekerja sama dengan UPTD setempat.Yang berbeda, karena pesertanya adalah siswa siswi PAUD. Yatmidia Lestari Ketua Panitia, mengatakan tema kegiatan adalah AKU BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA. “Harapannya kegiatan ini bisa memupuk rasa cinta mereka siswa- siswi sejak dini,” ujarnya.
Parade ini berlangsung 2 jam dan hadiah yang diberikan adalah tropi untuk masing- masing sekolah pemenang.
“Hadiah bukan masalah yang penting anak senang jika didandani seperti ini kami sebagai orang tua juga senang jadi hadiah itu bukan hal yang besar,” ujar Ani.
“Lomba ini berakhir pukul 10.00 WIB dengan penilaian bermacam criteria,” ujar Tari.
Parade ini tidak hanya untuk memperingati HUT RI tapi juga untuk memperingati Hari Anak Nasional.
Para guru juga berharap kegiatan ini bisa melekat di memory mereka agar tidak hanya bangga sebagai anak Indonesia tapi juga mereka memiliki rasa bangga kepada para pahlawan.
Lomba ini baru diadakan tahun ini dan diharapkan bisa rutin digelar setiap tahun. “Jiwa anak sejak dini harus dipupuk dengan baik,” ujar Kabag Humas Drs. Agoes Slameto Msi. ki

LPM UNEJ SAFARI PEMBERDAYAAN

JEMBER - Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Jember, bekerjasama dengan Yayasan Dana Mandiri, pimpinan Prof. Dr. Haryono Suyono menggelar Safari dan Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat 29 Juli. Acara dimulai dengan kunjungan Rektor Universitas Jember dan Prof. Dr. Haryono Suyono ke lokasi Kuliah Kerja Terpadu (KKT) mahasiswa Universitas Jember di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, jam 07.00 WIB pagi.
Acara dilanjutkan sarasehan di gedung Mas Soerachman bertema pemberdayaan masyarakat mulai. Sebagai pembicara, Prof. Dr. Haryono Suyono dengan makalah “Peran Posdaya Dalam Pencapaian MDGs (Millenium Development Goals)” dan Paul Bernadi yang akan menjelaskan program Pencarian Mutiara Bangsa.
Kegiatan juga disertai peresmian simbolis 125 Posdaya yang digagas mahasiswa peserta KKT Universitas Jember. Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono. Posdaya adalah kelompok usaha pemberdayaan masyarakat yang dimotori masyarakat bergerak dalam usaha kewirausahaan (UKM), pendidikan anak usia dini (PAUD), Posyandu dan Pos Lansia serta usaha pemberdayaan masyarakat lainnya. ki

UNEJ BUKA PROGRAM STUDI TELEVISI DAN FILM

JEMBER – Satu- satunya layanan pendidikan yang ada di Jawa Timur, Universitas Jember tahun ini membuka program studi baru, yakni Program Studi Televisi dan Film (PSTF) yang di Fakultas Sastra. Kepastian dibukanya PSTF ini sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 97/D/O/2010 tanggal 9 Juli 2010.
Keberadaan PSTF adalah satu-satunya di Jawa Timur. Sekadar diketahui, dengan dibukanya PSTF, kini Universitas Jember memiliki 57 program studi di 15 Fakultas dan Program Studi setara Fakultas.
Dekan Fakultas Sastra, Drs. Syamsul Anam, MA mengaku telah siap menerima mahasiswa baru. Berbagai persiapan sudah dilakukan termasuk merekrut tenaga pengajar kompeten, menyiapkan fasilitas praktek dan menjalin kerjasama dengan institusi yang bergerak di bidang televisi dan film.
“Kami telah merekrut dua tenaga pengajar dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam proses belajar mengajar, secara reguler kami juga akan mendatangkan dosen tamu dari ISI Yogyakarta, Multi Media Training Center Yogyakarta, IKJ Jakarta dan lembaga lain,” ujar Drs. Syamsul Anam, MA.
Nantinya lulusan PSTF diharapkan mampu mengisi posisi di dunia televisi dan film seperti di bidang penyutradaraan, penyusunan program televisi dan film serta manajemen televisi dan film.
Sebagian besar perkuliahan akan berupa praktek seperti mata kuliah penyutradaraan, animasi, spesial efek, editing, tata lampu bahkan tata rias. Lulusan juga dibekali kemampuan analitis di bidang televisi dan film, seperti yang tertuang dalam mata kuliah filsafat seni, sejarah seni, dramaturgi kajian film dan lainnya.
Pendaftaran PSTF tahun ini tergabung dalam Ujian Masuk Universitas Jember Gelombang II yang dibuka dari tanggal 26 Juli sampai dengan 4 Agustus nanti. Pendaftaran dipusatkan di gedung Soetardjo kampus Tegalboto. Ujian diselenggarakan tanggal 5 Agustus 2010 atau hubungi Humas di nomor telepon (0331) 330224 pesawat 317. ki

Selasa, 27 Juli 2010

SAYUR POLYBAG, ATASI TERBATASNYA LAHAN


JEMBER – Tidak ada lahan pertanian bukan halangan untuk meningkatkan produksi tanaman sayur mayur.
Petani di Jember kini mengembangkan tanaman sayur semisal lombok, terong, timun, dan tomat dengan menggunakan media polybag (kantong plastik).
Hal itu adalah menjawab keterbasan lahan pertanian, sementara kualitas sayuran hasil panen masih tetap.
Cara yang sama juga dikembangkan Kantor Kecamatan Ajung. Kebetulan Camat Ajung Sutrisno lama bertugas sebagai petugas penyuluh lapang (PPL).
Kini halaman depan kantor kecamatan seperti sawah dan terlihat hijau karena sayuran polybag.
Dengan begitu diharapkan bisa memberi semangat kepada para petani yang tidak memiliki lahan pertanian.
Edi Prastowo staf Kecamatan Ajung mengatakan tanaman sayur berumur pendek antara 3 - 5 bulan. Tingkat resiko terserang hama penyakit sangat kecil, karena mudah dikontrol dan pemakaian pupuk organic terkontrol.
Dengan polybag tidak perlu hasil produksi busuk dan terlalu banyak biaya, Sebab, harga polybag sangat murah.
“Untuk saat ini di kantor Kecamatan Ajung semua jenis tanaman sayur ditanam di polybag, Terong hijau ada 40 polybag menghasilkan 10 karung terong. Terong hijau cukup diminati konsumen.,’ ujarnya.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi berharap contoh pengembangan budidaya tanaman sayur dengan polybag bisa menyemangati masyarakat yang tidak memiliki lahan untuk terus berkarya. ki

PELUKIS OTODIDAK HIDUP DI JALANAN




JEMBER – Kendati tak berpendidikan khusus melukis, Aji Smu71 biasa disapa - Aji – tetap optimis bisa hidup dari keahliannya melukis.Kini dia hidup di jalanan sambil menjual jasa melukis wajah, gambar foto, dan sebagainya. Saat ditanya kenapa kerasan di pinggir jalan? Dengan senyum dia mengaku sudah sangat terbiasa.
“Saya senang, karena di jalan banyak inspirasi. Semua bisa digambar, dibuat karikatur, dan bisa dibikin lukisan realis. Baik memakai serbuk konte, ada lainnya. Semuanya menantang,’ ujarnya.
Dia mengaku melukis sejak tahun 1989. Bakatnya dimiliki dari belajar otodidak di rumah. Setelah menguasai, dia nekat terjun di jalanan.
“Aku mulai turun ke jalanan tahun 2002 akhir, ternyata kalau di rumah buntu insiprasi. itung- itung uji nyali dan mental di jalanan,’ ujarnya.
Dia biasa mangkal di depan SMAN 2 Jember. Beberapa lukisan Aji layak untuk diperhitungkan karena sangat halus, dan berdaya seni tinggi.
Bak seorang ‘maestro’ dia merendah masih terus belajar. Soal penghasilan, dia merasa cukup. Sebab, dari keahliannya itu per bulannya dia tidak mati dapat uang Rp 800.000/
Terkait kendala dia merasakan banyak hal. “Cuasa di Jember, kadang panas kadang hujan membuat penghasilan nggak menentu,’ ujarnya.
Aji tetap berharap pekerjaannya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten, bahkan ada yang mengayomi dan membinanya.
‘Di Jember banyak seniman. Tapi tidak ada karya - karya pelukis besar di Jember bisa dikenal dan diperhatikan,’ ujarnya. ki

BULOG JEMBER GELAR OPERASI PASAR


JEMBER - Akhirnya, Pemkab Jember dengan Bulog Jember menggelar operasi beras.Operasi pasar dipantau Asisten II, Kepala Bulog Jember, Disperindag, Mantri Pasar, dan Satpol PP untuk menekan gejolak harga di pasar.
Asisten II Urip Slamet Santoso, mengatakan operasi pasar ini diharapkan bisa memberi pelayanan bagi masyarakat, karena harga beras sudah tembus Rp 6.400.
Bulog dari hasil survey akan menjual harga beras Rp 5.800. Dengan jenis beras medium 4. Di jalur Kota, disediakan 2,5 ton beras di titik Trunojoyo 2,5 ton dan selanjutnya di kelas 1, 2 dan 3.
Sesuai instruksi Gubenur Jawa Timur maka semua Kabupaten termasuk Jember segera melakukan operasi pasar untuk mengevaluasi animo masyarakat menjelang ramadhan.
Tri Wahyudi Saleh, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Jember, mengakui ada instruksi Gubernur soal itu sejak tanggal 22 Juli 2010 sesuai Surat Menteri Perdagangan.
Monitoring terus dilakukan untuk melihat perkembangan harga menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Natal.
Warga diminta tidak panik dan resah karena stok beras di Bulog masih lebih hingga Juni 2011.
Humas Pemkab, Drs Agoes Slameto, mengatakan operasi pasar adalah menjawab keresahan masyarakat. Sehingga dengan begitu masyarakat bisa punya gambaran bahwa beras tidak kekurangan. ki

AYO GEMAR MAKAN IKAN


JEMBER - Minat masyarakat untuk mengkomsumsi ikan ternyata masih kurang meski jumlah ikan cukup melimpah.Hal itu karena anggapan harga ikan lebih mahal dibanding daging sapi dan ayam. Padahal, selisih harga ikan dengan daging ayam dan sapi tak terlalu tinggi.
Untuk itu perlu digerakkan kampanye kegemaran konsumsi ikan laut. Karena ikan laut mengandung kandungan DHA dan omega 3 untuk meningkatkan kecerdasan otak.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Jember Ir. Dalhar, membenarkan bahwa minat masyarakat mengkomsumsi ikan laut juga terjadi di Jember.
Dalam kesehariannya masyarakat masih sulit mengkonsumsi ikan laut. Berbeda dengan Jepang. Selain tradisi, kegemaran masyarakat Jepang mengkonsumsi ikan laut itu telah menjadi kebiasaan.
“Masyarakat Jember sangat gemar makan daging sapi atau ayam ketimbang ikan, terbukti jumlah daging yang dikonsumsi di Jember mencapai 6,5 Kg per orang per tahun. Padahal potensi laut Jember sangat melimpah. Masyarakat belum sadar akan kandungan gizi ikan laut,’ ujarnya.
Ke depan Dinas Peternakan dan Perikanan akan memacu produksi ikan untuk memenuhi kebutuhan nasional baik tawar dan laut menjadi 35 %.
Jika terpenuhi, maka tak ada alasan bagi masyarakat Indonesia untuk tidak mengkonsumsi ikan. Untuk menyeimbangkan potensi tangkapan ikan Dinas melakukan upaya meminimalisir kerusakan ekosistem.
Caranya dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), untuk memantau tingkat pencemaran di laut akibat penggunaan potassium. ki

Minggu, 25 Juli 2010

STABILKAN HARGA, BULOG GELAR OPERASI PASAR


JEMBER - Prediksi terjadinya kenaikan harga beras, menjelang bulan Ramadhan, diantisipasi Badan Usaha Logistik Sub Divisi Regional (Divre) Jember, dengan menggelar operasi pasar. Operasi pasar oleh Bulog Divre Jember ini tinggal menunggu permintaan Pemkab Jember, dan kebutuhan masyarakat.
“Bulog Jember siap mengadakan operasi pasar kapan saja, apabila itu diperlukan oleh Pemkab Jember maupun masyarakat,” ujar Tri Wahyudi Saleh, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Jember.
Selama ini Bulog Jember, terus melakukan monitor bersama BPS yang sama-sama memiliki instrument analis harga pasar perhari. Bulog sendiri, sebenarnya sudah tahu adanya kenaikan harga beras sejak 2 minggu lalu.
Karena itu, instrument Bulog bersiap-siap untuk melakukan operasi pasar, sebab sudah ada surat dari Menteri Perdagangan RI kepada seluruh Gubenur di Indonesia.
Bulog Jember sendiri sedang mendistribusikan penyaluran raskin untuk alokasi bulan Agustus, Juni dan Juli.
“Harapan kami bisa menggelontorkan raskin untuk 273 ribu rumah tangga. Sasaran, kita harapkan harga beras ini bisa bertahan, artinya tidak terus naik. Jadi kami siap dengan stok yang ada,” akunya.
Ditanya terkait harga beras saat ini masih kisaran Rp. 5.800,- sebelummnya Rp.5.600,- per Kg.
Kenaikan hanya Rp.200. Kasub Dolog juga mengatakan bahwa beras raskin di Jember sudah didistribusikan hingga Juli, dan Agustus 15 kg per rumah tangga sasaran akan berlanjut hingga Desember 2010 dengan harga Rp 1.600 per Kg.
Masyarakat diminta tidak panic dan khawatir stok beras, saat Ramadhan, Idul Fitri hingga Natal. Saat ini masih periode distribusi beras raskin untuk bulan Agustus dan tambahan Juli, Juli sekitar Rp. 4.500,- ton untuk sejumlah 273.700 rumah tangga sasaran sampai H – 1 bulan Ramadhan.
Hingga H - 1 sebelum bulan puasa distribusi beras raskin sudah selesai. Di target nasional stok beras belum memenuhi target 40 % tapi hingga Mei 2011 stok beras masih cukup. Karena sebentar lagi, panen raya akan dilakukan. ki

DESA SIAGA BAKAL DITAMBAH


JEMBER – Tahun 21010 ini Desa Siaga akan ditambah jumlahnya. Data di Dinas Kesehatan di tahun 2009 tercatat sebanyak 206 desa siaga. Rencananya akan ditambah 42 desa siaga lagi atau 17 % dari 83% desa siaga yang sudah terbentuk di Kabupaten Jember.
Dari 248 desa diharapkan keseluruhan tersentuh desa siaga, sebagai program kerja pemerintah pusat sejak tahun 2006.
Tujuannya awalnya Indonesia sebagai negara rawan bencana sehingga pusat perhatian soal kesehatan harus difokuskan. Hingga kini mengembang ke masalah lain berupa peningkatan kesejahteraan.
Yumarlis SH Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, salah satu desa siaga yang sudah terbentuk adalah Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa.
Desa Siaga adalah kemandirian masyarakat di bidang kesehatan, mau, sadar dan mampu menangani masalah kesehatan di desanya secara mandiri.
Desa siaga digolongkan aktif bila ada forum masyarakat desa (FMD), pelayanan kesehatan, upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM), serta penanggulangan kegawat daruratan, FMD sendiri diketuai oleh tokoh masyarakat dan punya peran untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam tiap minggunya atau bulan sehingga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat desa dalam hal pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasan buruk dengan memanfaatkan sungai sebagai sara mandi, cuci, dan kakus (MCK).
“Kita akan tambah jumlah Desa Siaga dilengkapi ambulance desa, dengan swadana masyarakat desa sehingga seluruh warga yang sakit bisa segera dibawa ke RS,” ujarnya.
Desa siaga memiliki layanan kesehatan (Yankes) dasar semisal pos kesehatan desa atau polindes yang memiliki bidan, petugas kesehatan, serta 2 kader kesehatan.
Mereka bekerja 24 jam, baik saat gawat darurat hingga kondisi normal. Swadana dan gotong royong masyarakat diharapkan bisa memacu usaha mikro lainnya di masyarakat sehingga penanganan kesehatan menjadi baik. ki

Jumat, 23 Juli 2010

HARGA PUPUK NAIK, HKTI ADVOKASI PETANI


• DESAK DISPERTA LATIH PETANI CARA BIKIN PUPUK ORGANIK

JEMBER - Kebijakan pusat memberlakukan tarif baru harga pupuk sejak 8 April 2010 akan mempengaruhi harga satuan produksi petani. Karena naiknya harga pupuk berdampak pada naiknya komponen produksi lain.
Di tingkat petani stok pupuk cukup tapi belum bisa terbeli petani. Kenaikan harga pupuk kendati tidak ditanggapi resah, jika kenaikan harga masih batas wajar.
Syaifudin, SE Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, mengatakan kebijakan pemerintah menaikkan harga pupuk jangan sampai mengganggu produksi petani.
HKTI yang mengadvokasi petani mendesak ada solusi. Karena petani akan lebih terpukul apalagi pupuk menghilang. Kenaikan harga pupuk di Jember, dan distribusi pupuk masih terus dalam pantauan HKTI.
“Petani ingin pupuk tersedia cukup, jangan sampai pupuk hilang. Di Jember jumlah pupuk cukup meski pemerintah pusat telah menaikkan harga. Tak sedikit petani yang beralih ke pupuk organic,” ujarnya.
Meski pupuk organik lebih baik tapi pupuk organik sampai saat ini masih belum bisa dijadikan andalan.
Tidak adanya standarisasi produk terkait produksi pupuk organic. Pupuk organik dengan merk yang sama kadang diproduksi berbeda. Faktanya kualiats tidak sama saat diterapkan.
Untuk itu, HKTI Jember mendesak kepada Dinas Pertanian untuk memberdayakan petani membikin pupuk organik sendiri. Seharusnya Dians member pelatihan kepada petani tentang proses pembuatan pupuk organic.
Selain hemat, pupuk dibutuhkan saat musim tanam sangat tepat. Dengan begitu petani tidak akan tergantung kepada pupuk kimia.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi menyikapi bahwa langkah HKTI itu benar. Tapi, dengan pelatihan pembuatan pupuk organik diharapkan lagi agar ada penciptaan lapangan kerja dan mengentaskan pengangguran. ki

UNEJ MEWISUDA 1080 LULUSAN

JEMBER - Universitas Jember Sabtu (24/7) mewisuda 1080 lulusannya di acara periode III tahun akademik 2009/2010 Gedung Soetardjo kampus Tegalboto.Acara wisuda akan dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Ir. T. Sutikto, MSc. Berikut jumlah wisudawan beserta lulusan terbaik untuk tiap Fakultas/Program Studi,

No FAKULTAS/PS JUMLAH LULUSAN TERBAIK
1. Fakultas Hukum S.1 54 orang

2. FISIP S.2 4 orang
S.1 72 orang
Diploma 27 orang
1. Nita Ryan Purbosari, S.Sos., M.Si (Magister Ilmu Administrasi) IPK 3,87
2. Irma Rahmasari, S.Sos (Ilmu Administrasi Niaga) IPK 3,65
3. Desy Rizkya Putri, A.Md (D 3 Perpajakan) IPK 3,67

3. Fakultas Pertanian S.2 11 orang
S.1 43 orang 1. Delly Hos Kapila, S.P., MP (Magister Agronomi) IPK 4,00.
2. Rena Yunita Rahman, SP (Agrobisnis) IPK 3, 84

4. Fakultas Ekonomi S2 28 orang
S1 200 orang
Diploma 72 orang 1. Sri Edi Astuti, MSi.
(Magister Ilmu Ekonomi).
IPK 3, 93.
2. Elfia Setya Ningrum, SE.
(Manajemen ). IPK 3, 86.
3. Siti Mufarohah, A.Md (D 3 Kesekretariatan) IPK 3,80.

5. FKIP S1 281 orang
Aulia Eska Rahmawati, S.Pd (Pend. Bhs. & Sastra Indonesia)
IPK 3, 70.

6. Fakultas Sastra S1 19 orang
Diploma 23 orang


7. Fakultas Teknologi Pertanian 30 orang Asmak Afriliana, STP (Teknologi Hasil Pertanian) IPK 3, 68

8. Fakultas Kedokteran Gigi 27 orang

9. FMIPA
27 orang
10. Fakultas Kedokteran 25 orang

11. Fakultas Kesehatan Masyarakat 31 orang Reny Indrayani, SKM . IPK 3,62
12. Fakultas Teknik S1 45 orang
Diploma 32 orang Feri Ejin, ST
(Teknik Sipil)
IPK 3, 53
13. Fakultas Farmasi 23 orang Maulidia Rahmani, S. Farm
IPK 3,57

14. Program Studi Ilmu Keperawatan 6 orang

T O T A L
1080


SOSIALISASI PNPM


JEMBER – Program pengentasan kemiskinan melalui PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2007 lalu Dinas PU Cipta Karya menggelar sosialisasi program pembangunan Infrastruktur Pedesaan dan Forum Komunikasi Antar Lembaga Keswadayaan Masyarakat (FKALKM), bersama Camat, Kades, dan pendamping PNPM. Sugiarto, Sekkab Jember mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya penanganan kemiskinan dan pengangguran maka seluruh potensi baik Camat, Kades harus memiliki persepsi dan komitmen kuat bersama mewujudkan keberhasilan PNPM Mandiri Pedesaan di Jember dengan baik.
Visi Pembangunan infrastruktur pedesaaan adalah kesejahteraan masyarakat miskin pedesaan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Serta mandiri menyelesaikan masalahnya sendiri.
Kepala Desa Kemiri, Suryono mengatakan bahwa sosislisasi program PNPM sudah terlambat karena seharusnya sejak medio April. Tapi karena pemilukada sehingga molor bulan Juli.
“Kegiatan ini sedikit terlambat tapi akan dikejar hingga selesai di waktu yang telah ditentukan, jadi sebenarnnya keterlambatan jadwal kegiatan PNPM itu bukan disengaja,” ujar Sekkab Sugiharto.
PNPM adalah salah satu program bagus karena fokus ke sasaran, dikerjakan organisasi masyarakat sendiri, dikelola dengan swadaya dan partisiapsi masyarakat sendiri.
Maka perlu dilanjutkan. Karena tiap tahun ada perbaikan dari sisi yang belum tergarap. ki

LAYANAN ASKES HARUS SEHAT


JEMBER - Menyambut HUT ke 42, PT Akes, Jember, 23 Juli menggelar senam berhadiah diikuti karyawan Pemkab di depan Kantor Pemkab, juga sebagai program Sehat Bersama Askes.Wakil Bupati Kusen Andalas, hadir dalam kegiatan itu. Manager PT Akses Cabang Jember, Dra Indah Erlina Susislowati, AAAK, menjelaskan bahwa untuk jaminan kesehatan, PT Akses terus melakukan promotif dan preventif.
Cara sosialisasi pola hidup sehat kepada seluruh masyarakat khususnya peserta Akses terus dilakukan.
“Dengan pola hidup sehat kita akan memiliki hasil pemeriksaan kesehatan yang sehat pula,” ujarnya.
PT Akses 15 Juli lalu, genap berusia 42 tahun, Program jaminan kesehatan Askes adalah medical check up dan pups mear. Untuk medical Chep Up, pesertanya baru hampir 20% dari seluruh perserta Askes.
Sedang peserta pups mir, mencapai 90 %. “Kami berharap, pegawai yang belum pemeriksaan bisa langsung ke RSU dr Subandi , RSU Balung atau Jember Medical Center (JMC). JMC ini punya mobil keliling yang siap melayani peserta Akses dimanapun berada,” paparnya.
Untuk Sehat Bersama Akses, diwujudkan dalam bentuk senam dan olahraga lain.
PT Askes, dalam hal kesehatan tidak sebatas itu ada juga program Pro Lanis (Program Pengebalan Peserta Berpenyakit Kronis, khususnya Diabetis Militus).
“Pesertanya ada dari organisasi pepabri, atau veteran, dan sebagainya. Sampai akhir Juni lalu, pesertanya sebanyak 72 orang dan setiap dua bulan diberi pembinaan, termasuk masalah gizinya,” tandasnya.
Wakil Bupati Kusen Andalas, mengaku betapa pentingnya sebuah kesehatan. Dengan sehat, seseorang akan bisa bekerja baik.
Maka karyawan Pemkab diminta pandai-pandai menjaga kesehatan. Sehingga karyawan tidak bergantung kepada Askes. ki

Rabu, 21 Juli 2010

NELAYAN TOLAK GUNAKAN PELEDAK


JEMBER- Kesadaran tinggi dimiliki nelayan Puger. Dalam melakukan penangkapan ikan di laut selatan, nelayan menolak menggunakan peledak. Mereka beralasan dengan alat peledak, ekosistem terumbu karang dan benih ikan akan mati.Sehingga ke depan, anak cucu mereka tidak akan mendapat hasil tangkapan dan mengalami paceklik berkepanjangan.
Pemahaman itu juga terkait bahwa terumbu karang adalah tempat tumbuh kembang biak ikan bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu, dan kakap. Kedua jenis ikan ini sangat digemari masyarakat dan mendongkrak eksport.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Pemkab Jember Ir. Dalhar, melaporkan kondisi terakhir nelayan Puger saat ini.
Pria kelahiran Kudus Jawa Tengah ini mengatakan bahwa terumbu karang di kedalaman laut 15-20 meter diharapkan tetap terjaga. Karena terumbu karang di laut selatan Puger sangat disenangi ikan eksport.
“Jika digunakan alat peledak, maka terumbu karang rusak. Dan ikan bernilai tinggi akan hilang. Nelayan selama beberapa tahun terakhir ini tidak ada yang menggunakan alat peledak,” ujarnya.
Untuk menambah potensi itu, dibuatlah terumbu karang buatan tapi biayanya sangat besar. Terumbu karang buatan itu dibuat dengan kerangka besi cor dan semen , berbentuk bulat, kotak, atau piramid dan diberi lobang-lobang ditempatkan didasar laut.
Terumbu karang buatan ini lama kelamaan akan dijadikan tempat mangkal ikan kerapu, dan ikan kakap.
Dengan begitu, nelayan bisa dengan enak menangkap ikan. Disnakkan dalam waktu dekat akan membuat 3 buah terumbu karang. Satu unit di timur Pulau Nusa Barong dengan dana APBD dan di sebelah utara Pulau Nusa Barong.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, menyesalkan jika masih ada nelayan yang menggunakan bahan peledak untuk mencari ikan. Itu jelas tindakan melawan hukum.
“Jika tertangkap, maka ancaman hukumannya sepuluh miliar rupiah, dan kurungan 20 tahun penjara sesuai UU No 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. ki

DANDIM SIAP BESARKAN PERSID


JEMBER- Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol M Yasin menyatakan kesanggupan dan tekadnya untuk membina Persid Jember menjadi Tim besar dan berlaga di Super Liga Indonesia.Lalu apa modal yang dimiliki Yasin ?. Alumni Akabri tahun 1990 ini mengaku sering menangani tim sepak bola.
Semisal ketika dia tugas di Malang, sebagai Ka Ops Korem Malang, Yasin ikut menangani Arema. Hasilnya, kini Arema berhasil menjadi tim besar dan sukses merebut juara pertama Indonesia Super Liga (ISL).
“Kalau diberi kesempatan (ikut menangani Persid-red), apapun akan saya lakukan dan saya siap. Karena saya juga punya pengalaman, pernah ikut menangani Arema. Bagaimana cara mencari dana, saya tahun jalannya,” tegasnya.
Soal dunia sepakbola Yasin mengaku sedang mempersiapkan tim binaannya untuk melakoni kompetisi merebut Piala Pangdam. Tim binaannya disiapkan maju ke babak semi final dan kini juara pool 2, bersama tim sepakbola dari Bondowoso sebagai runner up.
Terkait tugas pokok sebagai TNI, dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0824 Jember, semua bisa dijalankan dengan biak, sesuai koordinasi dengan Muspida.
“Karena sekarang masih semester satu sudah lewat, tinggal melanjutkan semester dua. Jadi hanya tinggal pemantapan,” tandasnya.
Sebagai Dandim baru dia akan memperkenalkan diri kepada semua aparat terkait serta tokoh agama dan masyarakat dengan mendatangi kantor atau kediaman para tokoh, bisa ke pesantren dan sebagainya.
Soal pemilukada yang baru digelar, Yasin mengaku bersyukur karena tidak ada peristiwa yang menonjol. Kondisi ini, menunjukkan koodinasi berjalan sangat baik dan maksimal.
“Untuk program kerja atau program pembangunan dari Pemkab Jember saya sangat mendukung program Bupati Jember,” ujarnya. ki

LAPANGAN BASKET DIKEBUT


JEMBER- Alun-alun terus diperbaiki. Sebelum 17 Agustus 2010, sarana olah raga berupa lapangan basket dan beberapa fasilitas lain ditarget kelar.Untuk itu, pengerjaan proyek itu dikebut. Tujuannya agar masyarakat Jember, bisa memanfaatkan dan menggunakan fasilitas Alun – alun secara maksimal sebagai jantung kota Jember yang megah.
Rehab lapangan basket Alun-alun oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya menurut Kepala Dinas Ir Mervin Luciana, untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat terutama atlit pemula bola basket.
“Perbaikan yang kita lakukan, utamanya untuk tujuan esthetika, agar nampak lebih indah dan nyaman bagi pengguna maupun pengunjung yang datang ke alun-alun,” ujarnya.
Pengerjaan lapangan basket diakui sudah ada. Saat ini tahapnya penyempurnaan. Dia menolak disebut bongkar pasang fasilitas Alun – alun hanya untuk proyek, karena memang sebelumnya penggunaan batu alam dilakukan untuk rehab trotoar.
Diharapkan dengan perbaikan itu pebasket pemula terbiasa dengan lapangan yang nyaman dan sesuai standar nasional.
“Ring basketnya kita ganti, sesuai dengan standar nasional. Dan sebelum 17 Agustus, harus klaar (selesai),” tegasnya.
Penyempurnaan lapangan basket ini dengan panjang papan pantul bagian luar 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Sedang panjang papan pantul bagian dalam 0,59 meter dan lebar papan pantul bagian dalam 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedang panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter. ki

Selasa, 20 Juli 2010

ISO 9001-2008 DI SATLANTAS JEMBER


JEMBER – Tiga lembaga pemerintah di Jember berhasil meraih penghargaan pelayanan public. Kini giliran Kantor Satlantas Polres Jember didatangi Tim Penilian Sertifikasi management mutu ISO 9001- 2008. Tim Auditor ISO AKBP, Sri Sardjati menilai dari criteria Administrasi Satlantas Polres Jember, Pelayanan Publik berupa pelayanan pembuatan SIM Tim Auditor sertifikasi ISO 9001-2008 akan menilai Satlantas Jember.
Sertifiktasi ISO ke Satpas Polres Jember merupakan penilaian Satuan Pelaksana Administrasi Sim (SATPAS) Polres Jember.
Tim ISO akan menilai pelayanan SATPAS tentang standart nilai dari Tim sertifikasi ISO 9001-2008.
“Jika sesuai sertifikat ISO akan diberikan dan diakui secara Internasional bahwa Satpas Polres Jember mendapat predikat pelayanan publik terbaik di Bidang SATPAS,” ujarnya.
Kepala Satlantas Polres Jember, AKP I Gusti Agung, mengatakan terkait pelayanan SIM di Satuan Satlantas Polres Jember Satlantas telah mendaftarkan ke ISO 9001 – 2008, dan telah menjalani konsultasi dengan Tim konsultan selama 3 bulan tentang pembenahan management operasional peningkatan standart mutu kualitas dan kuantitas.
Ada 7 lembaga kepolisian di Jatim yang mendaftar bidang pelayanan public ini diantaranya Polwiltabes Surabaya, Polres Malang, Polres Tulungagung, Polres Gresik, Polres Ponorogo, Satlantas Polres Jember, dan Polres Sidoarjo.
“Dari penilaian tim ISO 9001-2008 ini akan dititik beratkan ke penilaian citra pelayanan Satpas Satlantas dari masyarakat, mulai pelayanan SIM hingga kecepatan dan ketepatan selesai pembuatan SIM, termasuk apakah ada pungli dan calo atau tidak,” ujarnya.
Kanit Regident Aiptu Wahyu Sulistyo, menambahkan program Polres untuk peningkatan pelayanan terutama di Satpas dengan kehadiran tim penilaian sertifikasi ISO 9001- 2008, di harapkan agar seluruh komponen petugas di Satpas mampu menerapkan standart management ISO sebagai acuan pelayanan prima.
Wahyu berharap dukungan masyarakat Jember sehingga impian bersama melakukan pelayanan prima masyarakat dapat diwujudkan.ki

KANTOR DESA TERMAHAL



JEMBER - Kantor Desa yang dibangun dengan dana termahal, terbaik dan paling representatif hanya ada di Jember, Kantor Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul.Dengan menelan anggaran pembangunan Rp 2,4 milliar Kantor Desa Tanggul Wetan ini murni menggunakan dana Desa, dan kreatifitas Kepala Desa nya yang seorang tokoh bernama H Suwadi.
Seluruh elemen masyarakat di bawah kendali Kades Suwadi, mampu membangun Kantor Desa paling megah di Indonesia.
“Masukan dan dorongan masyarakat kita jadikan bahan penyusunan program pembangunan,” tutur H. Sulton Suwadi. AT, Kepala Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul.
H Sulton mengatakan apa yang dilaksanakan di desanya selama ini tidak pernah lepas dari program Pemerintah.
Semua program pembangunan dijalankan di Desa Tanggul Wetan, adalah kelanjutan program Pemerintah Daerah.
Semua yang dia lakukan selama ini tak lebih dari sebagai upaya pengabdiannya kepada masyarakat.
“Saya bekerja sebagai kades berorientasi kepada program dan pengabdian, yaitu bagaimana bisa membangun desa dan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan desa yang baik,” tegasnya.
Langkah dia adalah membangun kantor dengan proses pelayanan dan kenyamanan yang bagus. Baik petugas, perangkat, dan masyarakat yang dilayani sangat kerasan di Kantor Desa.
H Sulton, mengakui tahap pelaksanaan sudah 99 %. Dana yang digunakan tidak kurang dari Rp 2,4 milliar.
Anggaran pembangunan kantor desa sebesar itu, diambil dari simpanan miliknya sendiri.
“Saya sudah ngomomg, bahwa pembangunan balai desa ini saya hibahkan. Kalau saya menjadi Kades Tanggul Wetan, harta saya ini milik sampean semua, jadi kalau sampean punya aspirasi apa yang kurang baik mari kita laksanakan,” tegasnya.
Kata H Sulton, dia sudah bangga bisa membangun keinginan dan menuruti kemauan rakyatnya.
Melihat itu, Bupati MZA Djalal yang datang langsung menawarkan bantuan. MZA Djalal mengaku salut dan bangga karena untuk melayani masyarakat masing – masing Kepala Urusan (Kaur) memiliki ruang sendiri.
Beberapa fasilitas di Kantor Desa ini antara lain, Aula, Pendopo, Perumahan Dinas Kades, Ruang Sekretariat, Ruang Kaur : Ekbang, Pemerintahan, Keamanan, Babinsa, Ruang Tani, ruang BPD, ruang PKK, ruang polindes, dan Mushollah.
Yang mengejutkan, target baku PBB Desa Tanggul Kulon Rp 135 juta sudah terlunasi sejak awal. ki

PERSID MENAPAK BARU KE DIVISI DUA


JEMBER – Performance dan seragam Tim kesebalasan Persid Jember ke divisi utama agak berbeda dari sebelumnya. Dari kostum warna biru kini beralih ke warna kuning kombinasi hitam. Dasarnya sebagai keputusan bersama pengurus Persid, klub-klub sepakbola di Jember, dan supporter Jember. Juga bertujuan mengenang kejayaan Persid tahun 1970-an.
Petniggi Persid juga merombak susunan pemain agar Persid masuk Divisi Utama.
Kostum baru Persid diluncurkan beberapa waktu lalu oleh MZA Djalal agar Jember memiliki harapan baru untuk tidak mengecewakan rakyat Jember.
Di hadapan Persid mania di Alun –alun Jember Djalal mengatakan Pemerintah tetap mendukung Persid.
Terbukti dengan pemberian anggaran pembinaan mencapai Rp 1 milliar saat masuk divisi I bahkan untuk ke divisi utama Persid akan disuntik anggaran Rp 5 milliar.
“Ini adalah langkah awal yang baik bagi Persid sebagai sebuah tim untuk meningkatkan mutu permainan menuju divisi utama,” ujarnya.
Djalal berpesan agar Persid bisa memuaskan keinginan pecinta bola Jember. “Persid tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Djalal siap berdiri di barisan terdepan untuk mendukung Persid, tidak seperti kekhawatiran suporter Persid mania selama ini.
Dia meminta dukungan suporter dan masyarakat untuk mendukung penuh Persid menuai sukses ke divisi utama.
Drs Sunardi Manager Persid mengatakan 70% pemain Persid adalah diisi oleh pemain baru, dan mereka adalah asli putra daerah dari klub lain. ki

Dinsos Dirikan PSKS

JEMBER - Untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan social peran serta masyarakat dibutuhkan.Maka Dinas Sosial Kabupaten Jember mendirikan sebuah Sekretariat Potensi Sumber Kesejahteraan Social (PSKS) di Jl. Slamet Riyadi, utara TMP.
Bupati MZA Djalal mengatakan bahwa tempat itu sebagai pusat akomodasi masyarakat menghadapi persoalan di masyarakat.
Gedung Sekretariat PSKS ini bisa untuk tempat serap informasi dan komunikasi antar potensi sumber informasi di masyarakat.
Bupati MZA Djalal, mengatakan sebagai SKPD yang baru berumur 3 tahun, Dinas Sosial bisa dikatakan memiliki tanggung jawab besar menekan penyakit social di Jember.
Dinas Sosial dinilai mampu eksis dan merekrut berbagai macam komponen masyarakat untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan social.
Persoalan glandangan, pengemis, pelacuran adalah penyakit masyarakat yang menjadi tugas berat Dinas Sosial untuk diatasi.
Penyakit itu susah disembuhkan. Tapi dengan sinergisitas antara Pemkab Jember dan Masyarakat melalui Ormas, Tokoh-tokoh masyarakat, LSM langkah baik bisa dilakukan.
Jika konsisten dan kontinyu dia yakin kondisi soial seperti di atas bisa diselesaikan dengan baik. ki

BUPATI MINTA KADES MAMPU BERINOVASI


JEMBER - Bupati MZA Djalal, meminta semua Kades di Kabupaten Jember bisa melakukan inovasi bidang pembangunan.Peran Kades sangatlah penting bagi terwujudnya keberhasilan pembangunan di pedesaan, sehingga Kades harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya.
Melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tiap Desa Rp 500 juta diharapkan agar Kades bisa kerjasama dengan perangkat desa melalui sentuhan program pembangunan.
Dengan jalinan kerjasama itu jelas akan memperkuat pemerintahan desa untuk pencapaian kemakmuran.
“ADD ke Desa adalah bentuk kepercayaan Pemkab untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, maka Kades harus melaksanakan kepercayaan itu dengan baik dan menggunakan ADD secara transparan,” ujarnya.
Kades diharapkan mampu mengelola dana itu untuk membiayai kegiatan pembangunan, baik infra struktur sarana fisik jalan dan jembatan yang dibutuhkan masyarakat.
ADD adalah bagian dari visi dan misi Pemerintah “membangun desa menata kota demi kemakmuran bersama”.
Camat dan Kades adalah kepanjangan tangan Pemkab di pedesaan memiliki peran strategis, untuk menjelaskan keberhasilan pembangunan selama ini dan mengetahui potensi kelemahan masing – masing.
Humas Pemkab Jember, Agus Slameto, mengatakan dengan ADD Kades harus mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. ki

Durian & Batik Sumberjambe Icon Desa Wisata


JEMBER - Durian dan Batik dari Kecamatan Sumberjambe sebagai produk unggulan daerah ini bisa menjadi icon, dan produk andalan promosi sebagai Desa Wisata di Jember.Camat Sumberjambe Drs Abdul Kadir terus memantau keberadaan durian di wilayahnya untuk menjaga citarasa kelezatan jenis durian Sumberjambe.
Tak sedikit durian dijual bebas di Jember. Tapi cita rasa Durian Sumberjambe berbeda dengan lainnya.
“Buah durian Sumberjambe berbeda dengan durian kota lain. Durian sudah identik dengan Sumberjambe dan jadi icon petani di sini. Upaya menjaga kualitas dan produksi terus dilakukan untuk menaikan pamor durian Sumberjambe,” ujarnya.
Abdul Kadir juga memfokuskan kepada batik Sumberjambe. Bahkan sempat didatangkan ahli batik dari Yogyakarta dan Bali untuk membina pengrajin batik Sumberjambe.
Langkah ini cukup efektif untuk meningkatkan kualitas batik di Sumberjambe, yang semula hanya bermotif daun tembakau.
Tapi kini, dengan kemajuan teknologi bisa membuat motif batik dengan menggunakan komputer, dan berbagai motif.
Dalam waktu dekat, Sumberjambe, akan dipromosikan sebagai daerah Desa Wisata. Dua potensi itu dirasa sangat cukup menjadikan Sumberjambe sebagai Desa Wisata karena sudah dikenal di nusantara ini. ki

TUNTASKAN BUTA AKSARA BUKAN REKAYASA


JEMBER - Pemerintah sukses menuntaskan angka buta aksara Tahun 2007 bukanlah rekayasa politis memanfaatkan euphoria politik.Tapi semata karena pertanggungjawaban sebagai pemimpin kepala daerah kepada rakyat.
“Keberhasilan itu benar nyata lewat program gugur gunung,” ujar Kabag Humas Agus Slameto.
Penuntasan buta aksara mencapai 30.000 lebih, tidak melibatkan pemerintah semata tapi kerja keras organisasi keagamaan dan TNI-POLRI seperti Fatayat NU, Aisiyah, PKK, ibu Bhayangkari, dan Persit Candra Kirana.
“Kita masih ingat bahwa semua terlibat tidak terkecuali dari PGRI seluruh Kabupaten Jember cancut taliwondo ikut serta memberikan pendidikan kepada masyarakat Jember yang buta huruf,”tegas Agoes.
Program gugur gunung kata dia, memiliki kelompok binaan. “Ketika itu oleh Bapak Bupati dijadwal dan hasilnya dilaporkan ke beliaunya,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Drs Sudiyono, Msi bahwa penuntasan buta aksara di Jember mendapat Penghargaan Tingkat Pratama Tahun 2007 dan Tingkat Madya Tahun 2008 berhasil menuntaskan buta aksara usia 14 - 45 tahun.
Saat ini Tim Satgas penuntasan buta aksara dengan system gugur gunung digiatkan lagi.
“Di tahun 2005 lalu masyarakat yang berusia 14 tahun ke bawah di tahun 2010 masuk target penyandang buta huruf di Jember,” tegasnya.
Saat itu, mereka berusia 14 tahun dan sebagai penyandang buta huruf di 31 kecamatan. “Usia 14 ke bawah tidak kita tangani. Baru tahun 2010 kita tangani,” tegasnya.
Kabib PLS ini mengatakan tidak sekali menuntaskan persoalan warga belajar di Jember. Perlu ada kontiunitas program.
Mantan penilik PLS Pakusari ini mengatakan Jember yang lewat Gugur Gunungnya berhasil menyabet piala dari Mendiknas RI atas dasar penilaian Menteri Pendidikan sedunia.
Jember menyabet Penghargaan Tingkat Pratama Tahun 2007 dan Tingkat Madya Tahun 2008 karena Kabupaten Jember memiliki kriteria penyandangnya di bawah 5 %. Padahal Jember saat itu menyandang 3 %. ki

Infra Struktur Jalan Dongkrak Ekonomi Rakyat


JEMBER - Selama lima tahun pembangunan infra struktur dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat karena infra stuktur lebih bagus.Salah satu kunci sukses pemabngunan adalah tersedianya fasitas jalan, mengingat jalan berpengaruh untuk aktifitas perekonomian masyarakat dan lalu lintas perdagangan.
MZA Djalal Bupati Jember pembangunan infra struktur di Jember mengarah kepada efektifitas jaringan jalan dan jembatan.
Hal itu bagian dari empat skala prioritas pembangunan di Jember untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Dinas PU Bina Marga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemeliharaan dan pembangunan jalan dan jembatan.
“Infra struktur jalan aspal di Jember meningkat menjadi sepanjang 483 Km hingga akhir tahun 2009. Jenisnya, menjadi 1,7 juta Km jalan aspal, tahun 2005 panjang jalan hanya 1,2 Km. Kondisi jalan rusak Tahun 2009 tercatat 70 Km,” ujarnya.
Tahun 2005 turun drastic jalan rusaknya mencapai dari 248 Km, selama tahun 2006 - 2009 jalan rusak di pedesaan sudah berkurang.
Tahun 2005 - 2009 jumlah jembatan meningkat. Tahun 2005 jembatan baik ada 318, kondisi sedang 163, sedang jembatan rusak 52 buah.
Tahun 2009 jembatan baik berjumlah 383, kondisi rusak ditekan hingga mencapai 15 jembatan dan rusak berat hanya 8 jembatan.
DPU Cipta Karya di lain sisi melakukan perbaikan jalan di gang pemukiman. Tahun 2005 - 2009 jalan lingkungan baru dibangun sepanjang 104.940 meter termasuk gabungan PNPM dan PAM DKB. ki

Gelontor Bibit Ikan


JEMBER - Pemerintah Jember terus menggelontor bibit ikan untuk meningkatkan budidaya perikanan air tawar.Bantuan bibit ikan itu sebanyak 1.132.000 ekor terdiri dari ikan nila, ikan mas, ikan lele dan dan ikan gurami. Tujuannya agar mampu mendongkrak produksi ikan di Jember. Tahun 2009 lalu jumlah produksi ikan mencapai 2.634 juta ton tahun 2005 lalu hanya 1.795 juta ton.
Keberhasilan itu kata MZA Djalal mampu memenuhi asupan gizi masyarakat. Selain budidaya ikan air payau meningkat sebesar 6,32%, ada peningkatan produksi ikan bandeng dan udang mencapai 448,3 ton.
Hasil tangkapan ikan oleh nelayan selama lima tahun juga terus melonjak tajam hingga 1,82%.
Hal itu dibarengi dengan berkembangnya Koperasi Unit Desa (KUD) yang kian meningkat tiap tahun mencapai rata-rata 21,05%, dengan jumlah kelompok 108 pada tahun 2006 berkembang menjadi 196 kelompok.
Dari sisi pendapatan di sektor perikanan tiap tahun meningkat 16,4%, termasuk peningkatan pendapatan 33,75juta per tahun Tahun 2009, Tahun 2005 hanya sekitar 26, 25 juta per tahun.
Naiknya pendapatan ini Pemkab dinilai berhasil. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Jember Ir. Dalhar, mengatakan usaha keras untuk meningkatkan jumlah produksi ikan dan pendapatan petani ikan terus digencarkan baik di sector laut dan air tawar. ki

CIPTAKAN INDUSTRI KREATIF


JEMBER- Tingginya angka kelulusan kerap tidak diimbangi dengan tersedianya peluang kerja.Maka Pemerintah Kabupaten akan memperbanyak pendidikan kejuruan. Lulusan sekolah kejuruan ini diharapkan sudah memiliki bekal kemampuan kerja.
Bupati MZA Djalal, di SMKN I Jember beberapa waktu lalu meminta kepada siswa sekolah kejuruan agar sejak sekarang mulai berpikir untuk menciptakan industri kreatif.
Industri kreatif itu jika digarap baik dan dedikasi tinggi akan dapat dijadikan sumber penghasilan besar.
Bahkan bisa mengangkat Jember semisal Jember Fashion Carnaval atau JFC, selain menghasil uang, juga mengharumkan nama Jember.
Contoh lain penciptaan kreatifitas jelas mampu mendatangkan keuntungan tidak kecil. Dari musik saja, Ebiet G Ade atau Krisdayanti bisa menghasilkan uang ratusan juta.
Pengamat pendidikan FKIP Prof Sutanto, mengatakan apa yang dilakukan pemerintah terkait pendidikan cukup membanggakan.
“Saya memberikan apreasiasi kepada bupati, karena dalam lima tahun terakhir peningkatan jumlah sekolah kejuruan dari 23 lembaga menjadi 62 lembaga pada tahun 2010 sangat bagus,” ujarnya.
Meningkatnya jumlah lembaga pendidikan kejuruan ini menunjukkan trend pendidikan, sudah bergeser dari era tahun 70-an.
“Tahun 70-an trend kejuruan cukup menonjol. Malahan waktu itu mau masuk kejuruan saja sulit,” ujarnya. ki

PETANI DIMINTA GUNAKAN PUPUK ORGANIK

JEMBER - Ketersedian pupuk kimia di Jember lebih dari cukup bahkan cenderung melimpah. Jumlah jenis urea mencapai 101.000 ton. Dibanding tahun 2009 stok pupuk tidak diimbangi daya beli petani.Hal itu karena naiknya harga pupuk hingga berakibat petani mengurangi penggunaan pupuk.
Tiap hektar petani menggunakan 3 kwintal tapi karena harga naik penggunaan turun menjadi 2-2,5 kwintal.
Semula dengan pupuk berimbang belakangan digunakan pupuk tunggal. Jumantoro - petani Kecamatan Arjasa – mengatakan naiknya harga pupuk hampir merata di semua jenis termasuk NPK dan Urea.
Tinginya harga pupuk jauh sebelum pengumuman kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Kondisi ini membuat petani kelimpungan. Kenaikan harga pupuk ini tidak dibarengi upaya Pemkab mengoptimalkan pupuk organic.
Diakui bahwa selama dipimpin MZA Djalal stok pupuk di Jember sangat mencukupi.
Tapi kondisi harga di pasaran, tidak bisa dielakkan terjadi juga di daerah lain secara nasional.
Kepala Dinas Pertanian (Deptan) Ir Hari Wijajadi mengatakan kebijakan Menteri Pertanian, terkait naiknya harga pupuk karena rendahnya permintaan pupuk oleh para petani.
Itu juga diprediki karena tingginya penggunaan pupuk organic. Semisal di Kecamatan Mayang, pupuk organic kini dikembangkan.
“Hampir semua jenis pupuk naik sejak 8 bulan April 2010 harga pupuk Urea menjadi Rp.1600/Kg, SP-36 Rp.2000/Kg, ZA Rp.1400/Kg, Ponska, NPK Kujang dan Pelangi Rp.2300/Kg, pupuk organik Rp.700/Kg,” ujarnya.
Jika dirasa harga pupuk memberatkan petani, Disperta harus membuat terobosan dengan membuat pupuk organik.
Dengan pupuk organic petani akhirnya mandiri dan kualitas panen tidak jauh berbeda.Apalagi bisa memperbaiki tekstur dan kondisi tanah.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi berharap petani tidak resah dengan naiknya harga pupuk dan pemerintah tetap mengupayakan pembuatan pupuk organik yang menguntungkan petani. ki

PWRI RASAKAN KUE PEMBANGUNAN

JEMBER - Pembangunan di kabupaten Jember dinilai sukses oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Empat bidang pembangunan dinilai berhasil di Kabupaten Jember diantaranya : kesehatan, pendidikan, pertanian dan juga infrastruktur. Ketua PWRI Cabang Jember, Santoso menyatakan “Bahkan orang- orang yang telah lanjut usia pun benar- benar diperhatikan oleh Pemerintah Daerah termasuk organisasi lansia lainnya seperti GRONTOLOGI mendapatkan anggaran- anggaran untuk organisasi PWRI ,” ujarnya.
Santoso di depan pengurus lain mengatakan perhatian Pemkab memberikan anggaran hingga organisasi berjalan bisa memberdayakan anggota yang usia lanjut itu.
PWRI di Cabang dan Ranting mengakui kue pembangunan di berbagai bidang dan dirasakan oleh masyarakat.
“Peranan nyata yang merupakan salah satu dari kebijakan- kebijakan Bupati Djalal adalah pembangunan jalan bukan hanya daerah- daerah kota namun daerah pelosok juga telah tersentuh oleh kebijakan Bapak Bupati,” ujarnya.
Dukungan lain ditunjukkan Pemda dengan memberi anggaran kepada PWRI yang memiliki 3500 anggota dari 32 ranting.
“Tidak hanya anggaran didapat dari dana APBD tahun 2010 melainkan masih ada anggaran PAK yang digunakan menjadi penopang tetap terlaksananya a
Tidak hanya organisasi PWRI saja mendapat sentuhan dari pemerintah namun organisasi seperti GRONTOLOGI.
“Perhatian kepada para manula yang tergabung baik dari PWRI maupun GROTOLOGI,”ujar Santoso setelah temui Sekda.
Belum lagi perhatian pemerintah kepada PWRI berupa inventaris mobil yang digunakan untuk operasional organisasi PWRI Cabang Jember. “Inventaris mobil yang ada di PWRI sangat menopang kelancaran operasional pengurus kami,”tandasnya.
Motto Bupati Djalal “membangun desa menata kota” diakui benar- benar dirasakan. Semisal ADD 2011 tiap desa menerima anggaran Rp 500 juta.
Sekkab Jember, Drs Sugiarto, mengatakan sebenarnya ada 500 pensiunan dari Pemkab Jember yang berpeluang menjadi anggota PWRI.
PWRI dalam pembangunan tetap menempati urutan penting. Karena PWRI dan GRONTOLOGI adalah perpanjangan tangan dari Pemkab Jember untuk membantu permasalahan di masyarakat. ki

Senin, 19 Juli 2010

‘Bom’ Meledak di Dapur El Yasin


JEMBER – Cerita memilukan dan menyedihkan masih saja terjadi di negeri kita ini. Bukan salah bapak mengandung, tapi salah Pemerintah tidak melakukan pengawasan ketat terkait kualitas karet dan klep pengaman kompor gas.Korban ke sekian belas menimpa pasangan keluarga di Jember. Senin (19/7) ‘bom’ kompor LPG kelas 3-kg-an meledak di dapur pasnagan El Yasin (40) - Timah (35).
Pasangan keluarga miskin penerima hak konversi ini terpaksa dirawat di RSUD dr Soebandi Jember karena luka bakar serius. El Yasin menderita luka di muka dan sekujur tubuhnya bagian depan.
Sedangkan istrinya, Timah, terpaksa dirawat di ruang bedah karena luka bakarnya lebih serius. Warga Dusun Durjo, Desa Karang Pring, Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember ini, adalah korban keganasan ‘Bom’ tabung LPG 3 Kg-an pembagian dari Pemerintah.
Ikhwal mulanya, pasutri ini hendak memasak nasi buat keperluan makan dan sarapan anaknya yang akan masuk sekolah. Tapi, begitu menyalakan kompor dia mencium bau tak sedap. Dipikirnya adalah sesuatu masuk dapur, hingga keduanya mendekat bau gas yang terterpa angin itu telah sampai di titik api kompor.
‘Blarrr..!!’ Seluruh isi dapur hancur. Keduanya terbakar hebat. Kedua wajahnya rusak, dan tubuh bagian depan melepuh. Melihat itu tetangga kiri dan kanan langsung menolong keluarga miskin ini. Hingga akhirnya dilarikan ke RSUD dr Soebandi untuk dirawat.
Selang beberapa saat kemudian, rombongan dari Pertamina dan Hiswana Migas DPC Jember dipimpin H Satib Msi, menjenguk dan menyantuninya. Mereka diberi pembebasan biaya perawatan oleh Pertamina karena menjadi hak warga tersebut.
‘Hal ini berlaku bagi penerima hak konversi. Tapi, kalau ternyata warga lain yang bukan penerima hak konversi pemegang kartu hijau tidak masuk kategori itu,’ sergah Satib. ki

HISWANA MIGAS TURUN TANGAN




• Belasan Korban Kompor Meledak

JEMBER – Himpunan Pengusaha Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cabang Besuki dimotori H Satib Msi, memfasilitasi Pertamina Jember melakukan sosialisasi dan turun langsung ke bawah melihat, dan menyantuni korban ledakan kompor Elpiji (LPG) 3 Kg-an di beberapa tempat, Senin (19/7) pagi.
Korban terakhir ledakan kompor gas LPG adalah di Sukorambi. Dua korban kritis dirawat di RSUD dr Soebandi Jember karena karet slang kompor LPG tersebut ngowos (bocor) sehingga saat dinyalakan korban akhirnya terkena sulutan dan ledakan.
Usai, melakukan kunjungan ke RSUD dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sukorambi, rombongan melakukan sosialisasi bersama Pertamina di Balai Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates.
Dari berbagai keluhan yang ada, akhirnya Pertamina melakukan praktek dan pemaparan khusus terkait bagaimana menggunakan kompor gas LPG yang benar dan aman. Sebelumnya Wakil Hiswana Migas Jember Benny Satria mengatakan bahwa diakui atau tidak beberapa kejadian itu seakan – akan Pemerintah memberi ‘bom’ waktu kepada masyarakat.
‘Kenyataannya seperti itu. Tapi, itu karena memang kualitas serta pengaruh dari cara pemakaian di lapangan,’ ujar Benny Satria.
Diharapkan dengan pemaparan dan sosialisasi kali ini, masyarakat bisa memiliki sedikit ilmu bagaimana menggunakan kompor LPG yang aman dan benar.
Di tempat yang sama, H Satib Msi, Wakil Bidang LPG Hiswana Migas DPD Jatim meliputi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, mengatakan bahwa bagi penerima hak konversi dengan kartu hijaunya itu warga yang menjadi korban ledakan itu akan mendapat perawatan dan kompensasi dari Pemerintah (dalam hal ini Pertamina).
‘Itu sudah diatur dan menjadi kewajiban Pertamina. Kita Hiswana Migas memfasilitasi komunikasi dengan masyarakat,’ ujar Satib.
Dari catatan di Jember, kejadian ledakan kompor sudah membuat korban luka bakar serius berjumlah sekitar belasan orang. Di Silo terparah. Dua korban luka bakar suami istri, rumahnya hancur. Sedangkan di Arjasa dua korban luka bakar. Selanjutnya di Ambulu, di Jenggawah, dan terakhir di Sukorambi masing – masing 2 korban luka bakar serius. ki

PEMILUKADA JEMBER DIGUGAT DI MK

• Pelanggaran Sistemik, dan Massif

JEMBER – Sepertinya, kemenangan MZA Djalal dan Kusen (incumbent) masih akan menemui kerikil dalam kurun waktu beberapa pecan ke depan. Sebab, incumbent dituding melakukan pelanggaran sistemik di Pemilukada 7 Juli 2010.
Karena tudingan pelanggaran sistemik dan massif di Pemilukada Jember 7 Juli 2010 tiga pasangan calon bupati yang kalah, saksi atau partai pendukung menggugat hasil Pemilukada ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Salah satu anggota Forum Penyelamat Jember (FPJ) yang ikut mengawal pelaporan ke MK itu, Nurdiansyah Rahman (Nunung) mengatakan bahwa pendaftaran yang diajukan tiga pasangan calon itu sudah memenuhi syarat.
Karena di dalam pasal dan UU yang ada disyaratkan bahwa pendaftar ke MK adalah saksi, paslon, atau partai pendukung. Yang jelas untuk kasus di Jember semua paslon, saksi, dan partai mendukung melakukan pelaporan yang sama ke MK.
Rombongan pelapor diterima MK pada Senin (19/7) sekitar pukul 15.00 WIB di Jakarta, dan daftarkan dalam nomor register perkara Nomor 1154/PAN/MK/VII, tahun 2010.
Menurut Nunung, semua bukti pelanggaran pemilukada secara sistemik dan massif telah diajukan. Kendati tiga pasangan calon selama ini tidak melawan dengan demo dan unjuk rasa kerena penyimpangan tapi mengajukan ke jalur hukum saja. Hal itu juga sebagai pembelajaran bagi masyarakat dalam bidang politik secara benar dan sesuai Undang – Undang.
‘Jangan dikira selama ini rakyat Jember diam melihat pelanggaran di Pemilukada Jember 7 Juli 2010. Karena yang dihadapi memang incumbent yang mengerahkan semua kekuatan birokrasi dan kekuatan anggaran keuangan. Kami mencurigai bahwa yang dilakukan di Pemilukada itu pelanggaran sistemik dan memang yang dilakukan ketiga paslon kalah itu saya kira benar, dan harus begitu,’ ujarnya.
Sebelumnya, ketiga saksi paslon saat Rapat Pleno perhitungan suara di Hotel Bandung Permai oleh KPUD Jember, mereka menyatakan keberatan, menyampaikan protes, dan menyampaikan pelanggaran – pelanggaran pemilukada. Tapi karena Panwaslukab tidak memiliki kekuatan maka bukti selama ini dikumpulkan. Mereka melakukan walk out saat rapat pleno itu, dan menolak mengikuti sampai selesai. Setelahnya mereka meminta form keberatan dari KPUD tapi sempat diolor oleh KPUD.
Pasca KPUD menetapkan pasangan terpilih dengan Pleno internal, ketiga saksi dan paslon ini tetap mendesak diberi form keberatan. ‘Saya kira pernyataan Ketua KPUD yang menolak memberikan form keberatan saat rapat Pleno alasan kita walk out, itu terlalu mengada – ada. Itu hak kami,’ ujar Anasrul Chaniago, SH, dari Tim Bagong Center.
Sementara KPUD Jember mereaksi dengan mendatangi MK sehari sebelumnya dan menyatakan bahwa dipastikan tidak akan ada gugatan yang bisa diterima MK kaerna seluruh proses Pemilukada sudah sesuai dengan Undang – undang dan tidak ada pelanggaran yang berarti. Seperti dikutip dari pernyataan Ketua KPUD Jember Ketty Tri Setyorini, melalui humasnya Gogot Cahyo Baskoro di harian local Jember bahwa tidak ada yang bisa memenuhi syarat Pemilukada diajukan keberatan ke MK.ki

SEKOLAH BANTAH PUNGUT DAN BISNIS SERAGAM

JEMBER – Belakangan banyak tudingan mengarah kepada sekolah yang melakukan Penerimaan Siswa Baru (PSB) sebagai ajang pungutan liar, dan bisnis seragam siswa.Sehingga banyak orangtua murid menjerit dengan kondisi itu apalagi sekolah juga mengharuskan membayar biaya daftar ulang untuk anaknya yang diterima di sekolah.
Keluhan masyarakat di atas dibantah Kasek SMPN 2 Jember Drs Hendro Purwanto, MSi.
Menurutnya untuk pungutan bagi murid baru di SMPN se Jember termasuk SMPN 2 Jember, tidak ada.
Anggaran PSB di masing – masing SMP diambilkan dari dana bantuan operasional siswa (BOS), baik pendaftaran, daftar ulang, hingga pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS).
Tudingan tersebut dinilai Hendro karena ketidakpahaman masyarakat saja terhadap penyelenggaraan PSB sehingga sekolah sangat dipojokan dan disalahkan.
“Tidak benar sekolah memungut kepada orangtua murid melalui PSB, PSB itu didanai BOS dan aturannya sudah jelas. Di SMPN 2 Jember pihak sekolah tidak menyediakan seragam sekolah, tapi atas dasar desakan orangtua murid agar sekolah mengadakan pengadaan seragam,’ ujanrya.
Tapi sekolah tidak pernah mengharuskan orangtua murid membeli seragam, dan memberi kebebasan orangtua murid mengukur ekonominya untuk membeli seragam di luar sekolah.
Urusan seragam sekolah ditangani koperasi sekolah (Kopsis) bukan kepala Sekolah. ‘Jadi saya tidak tahu berapa harga seragam di SMPN 2 Jember,” jelas Hendro.
Di SMPN 2 Jember rencananya akan menggratiskan seragam sekolah dan kaos olahraga bagi murid yang tidak mampu, dari 160 murid baru yang diterima di SMPN 2 Jember 10% atau 16 orang akan digratiskan.
Hasil penjualan seragam sekolah siusanya untungnya untuk membantu murid dari keluarga miskin. Kalau sekolah dituding berpraktek bisnis itu hanya fitnah.
Hendro menyilahkan masyarakat menanyakan langsung kepada sekolah dan hal itu akan diterima baik.
Kabag Humas Drs Agus Slameto MSi menyayangkan tudingan masyarakat itu. Dia mengaku salut kepada SMPN 2 Jember yang menggratiskan seragam sekolah dan kaos olahraga bagi murid baru, dengan system subsidi silang. ki

UNEJ KIRIM DELEGASI KE PIMNAS XXIII

JEMBER- Universitas Jember mengirimkan delegasi ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIII 19-24 Juli 2010 di Universitas Mahasaraswati, Denpasar Bali. Pembantu Rektor III, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum. Kampus Tegalboto mengatakan Unej mengirim enam tim di lomba Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).
Keenam tim ini satu tim di kategori PKM Pengabdian Kepada Masyarakat dan satu tim di PKM Penelitian.
Dua tim lain di ajang PKM Teknologi dan PKM Gagasan Tertulis. Mereka akan bertanding unjuk kebolehan dengan perwakilan dari PTN dan PTS seluruh Indonesia.
Sebelum bertanding di ajang PIMNAS XXIII, setiap tim yang lolos telah melewati seleksi cukup panjang. Proposal mahasiswa sudah diajukan sejak medio Tahun 2009.
Tercatat ada 300-an proposal yang diajukan oleh mahasiswa Universitas Jember ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.
Dari seluruh proposal itu 50 proposal masuk babak kedua dan diseleksi langsung oleh perwakilan Ditjen Dikti di Universitas Jember tanggal 10 Mei 2010 lalu.
Seleksi tahap kedua itulah terpilih 4 wakil Kampus Tegalboto ke babak final di PIMNAS XXIII di Bali. Mereka terdiri dari tim di kategori PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Penelitian dan PKM Teknologi.
Untuk PKM Gagasan Tertulis seleksinya terpisah, bulan Februari 2010 lalu. Dari 146 proposal dua kelompok lolos ke PIMNAS XXIII. Seluruh tim yang lolos ke babak final di Bali akan mendapat biaya penelitian sesuai proposal.
Drs. Andang Subaharianto, M.Hum meminta kepada para mahasiswa yang akan berlomba di ajang PIMNAS XXIII agar mempersiapkan diri agar mampu berprestasi setinggi mungkin.
Berikut nama dan judul penelitian mahasiswa Universitas Jember yang akan bertanding di arena PIMNAS XXIII di Bali.

No Judul Penelitian Nama
1. “Gold Generation For The Best Future” : Suatu program Pendekatan Model BCC (Behaviour Chance Communication) Sebagai Solusi Untuk Menangani Masalah Perilaku Seks Pranikah Remaja Indonesia.
* PKM Gagasan Tertulis Yuskinau Efendi (Ketua, 08575339304)
Sinatrya Dewi, Ismi Dita Muniroh.
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Dosen Pembimbing Elfian Zulkarnaen, SKM., M.Kes


No Judul Proposal Nama
2. “Penerapan Safety Behaviour Untuk Menminimalisir Tingginya Tingkat Kecelakaan Kereta Api Di Indonesia”
* PKM Gagasan Tertulis

M.K. Aditya Wardhana (Ketua, 085655992782)
I. Fatah Sagedistira, Yudha Dewa Permana
Fakultas Teknik
Dosen Pembimbing Andi Sananta, ST., MT.
3. “Penggunaan Kompos Asal Jerami Bekas Bedengan Jamur Merang Sebagai Biopestisida Di Desa Rambipuji Jember”
* PKM Pengabdian Kepada Masyarakat
Ali Wafa (Ketua, 085236675625), Layalil Muntazah, Fransisca Agustin, Ibnu Rizal Kristanto, Yosi Oktavianus.
Fakultas Pertanian
Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Wiwiek Sri Wahyuni, MS.
4. “Rekayasa Pembuatan Ragi Fermentasi Dari Isolat Kotoran Binatang Luwak Untuk Produksi Kopi Berspesifikasi Kopi Luwak Yang Bermutu Tinggi”
* PKM Penelitian
Lalilatul Azkiyah (Ketua, 085648375356), M. Syafril, M. Erfan, Hilda Rosmalia
Fakultas Teknologi Pertanian
Dosen Pembimbing Dr. Yuli Witono, SP., MP
5. “Teknologi Pompa Air Tenaga Bayu (Angin) Untuk Sistem Irigasi Lahan Pertanian Masyarakat Tani Di Kabupaten Jember”
* PKM Teknologi
Anggi Hernandia Sonya (Ketua, 085232009359), Rendra Agung, Didit Setyo Iswoko, Bagus Priagung
Fakultas Teknik
Dosen Pembimbing Satryo Budi Utomo, ST
6. “Pemodelan Press Tembakau Untuk Pengepakan Skala Industri Rumah Tangga (Home Industry) Desa Ledokombo Kabupaten Jember”
* PKM Teknologi
Endry Novianto (Ketua, 08563585722), Regik Dwi Setiawan, Hermanto, Andri Arif Cahyono
Fakultas Teknik
Dosen Pembimbing M. Darsin, ST., MSc












DJALAL DIMINTA TETAP BERSEPEDA PANCAL

JEMBER- Kemenangan MZA Djalal di pemilukada 7 Juli 2010 sangat diharapkan para pemilik toko sepeda pancal.Karena selama menjadi Bupati Jember MZA Djalal sering menggalakkan program sepeda pancal.
Hampir di semua pengusaha sepeda di Jember mengaku omzet penjualan naik selama MZA Djalal memimpin Jember.
Puncaknya saat Pemkab Jember menggelar event bulan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), dan Fun Bike HUT Jember.
Falen pemilik toko sepeda Polygon di Jl Trunojoyo, mengaku meraup untung besar saat digelar Fun Bike HUT Jember. Barangnya bak kacang goreng.
Termasuk saat digelar down hill di Kawasan Wisata Puncak Rembangan. Betapa tidak, seluruh SKPD, dan pegawai tertarik membeli sepeda pancal mengikuti Bupati Djalal saat rencana keliling Jawa Timur, dan Madura.
Kusdianto alias Kwok Fee bos Toko Sepeda United di Mangli, mengaku sering didatangi Camat untuk beli sepeda rakitan.
Mereka lebih puas membeli sepeda rakitan daripada jadinya. Omset penjualanya naik hampir lima kali lipat dibanding hari biasa.
Demikian juga terlihat di toko sepeda Sampurna di Jl Sultan Agung, dan toko lain. “Pak Djalal lima tahun ke depan saya kira masih gemar olahraga bersepeda, karena omset kami akan naik. Pak Djalal diakui mampu menggairahkan olahraga bersepeda di Jember,’ ujanrya.
Dalam sejarah, Djalal mampu mengadakan perjalanan bersepeda pancal sejauh 400 km lebih hingga ke Madura bersama tokoh dan masyarakat Jember. ki

Jumat, 16 Juli 2010

Jember Butuh Pemimpin Pemersatu Golongan


JEMBER - Terpilihnya incumbent MZA Djalal dan Kusen Andalas di Pemilukada 7 Juli 2010 banyak disyukuri oleh berbagai kalangan kyai Ponpes di Jember. Meski awalnya MZA Djalal tak berniat maju sebagai Buapti, tapi atas permintaan kyai Ponpes akhirnya dia yang dikenal agamis, santun, cerdas dan sederhana ini mau dicalonkan menjadi Bupati.
Dukungan kepada MZA Djalal mencalonkan kembali menjadi Bupati Jember berawal dari silahturahmi para kyai Ponpes di Hotel Bandung Permai . Para Kyai menilai MZA Djalal dan Kusen Andalas masih layak memimpin Jember 5 tahun ke depan.
KH Muhammad Hilmi Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Mayang, mengatakan MZA Djalal dinilai ingin mengabdi bagi Jember.
Semangat jiwa raga itu dirasakan sebelum pencalonan. Kata KH. Muhammad Hilmi MZA Djalal serius dalam memimpin Jember 5 tahun ke depan.
MZA Djalal adalah sosok pemimpin amanah, berahlaq, agamis dan tidak mementingkan kelompok.
Figur seperti MZA Djalal masih diperlukan di Jember. “Secara pribadi saya mengenal sosok Pak Djalal sejak beliau menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jember, ada yang berubah di diri Pak Djalal. Dia sangat sederhana, santun, supel cerdas merupakan ciri khas yang dipunyai beliau, sehingga tidak heran bila Pak Djalal selama jadi bupati dikenal dekat dengan para kyai pondok pesantren,” ujarnya.
Setiap akan mengambil kebijakan para kyai pondok pesantren di Jember selalu dimintai pendapat. Perhatian kepada ngaji,guru ngaji juga besar.
MZA Djalal dan Kusen Andalas selama memimpin Jember sangat serasi dan harmonis. Bahkan, kebijakan MZA Djalal selalu didukung Kusen Andalas sebagai wakil Bupati.
Kekompakan ini dipertahankan terus dalam membangun Jember ke depan. Sebab di Jember masih bergelut dengan kemiskinan yang masih tinggi. ki

Tembakau Turun Dishutbun Jamin Harga Bibit


JEMBER- Musim hujan yang tak menentu membuat para petani tembakau di Kabupaten Jember enggan menanam karena mereka tak mau berspekulasi jika belum berakhir musim penghujan.Kalau dipaksakan menanam tembakau para petani jelas akan rugi. Sembari menunggu kemarau mereka menanam lahan dengan tanaman padi, untuk meminimalisir kerugian karena tembakau butuh investasi tak sedikit.
Jumantoro – petani kecamatan Arjasa – mengatakan bahwa saat ini harga bibit tembakau naik. Saat ini harga terus menanjak naik, hingga mencapai Rp 40.000 hingga Rp.60.000 per seribu bibit.
Padahal, sebelumnya harga bibit tanaman tembakau hanya Rp 15.000 hingga Rp.20.000 per seribu bibit. Kenaikan ini membuat petani harus merogoh kocek tak sedikit untuk biaya tanam padahal mereka lebih dari satu kali menanam per tahun.
“Para petani di Jember sedang pusing dengan harga bibit tembakau yang melonjak, belum lagi mereka menunda tanam. Sekarang musim susah ditebak. Belum perawatan nantinya,” ujar Jumantoro.
Cuaca tidak bersahabat tahun ini, dipastikan berpengaruh pada mundurnya musim tanam tembakau dan menurunnya jumlah produksi tembakau.
Selain juga berkurangnya areal tanaman tembakau di Jember, hingga 30% dari tahun sebelumnya karena petani lebih aman menanam jagung dan tanaman padi.
Para petani tembakau di Jember berharap ada perubahan harga tembakau seiring dengan mulai membaiknya cuaca. Tahun 2009 lalu harga tembakau rajangan bekisar Rp 15.000 – Rp 25.000 tahun ini naik.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemkab Jember Ir. Totok Harijanto, menjamin harga bibit tembakau menjelang musim tanam bulan Agustus mendatang normal.
Disthutbun mengaku kenaikan harga bibit tembakau akibat faktor cuaca seiring pergantian musim. Di Jember wilayah selatan petani sudah berani menanam tembakau Na Ogst.
Berbeda dengan jenis tembakau kasturi dan rajang di Jember utara petani masih normal. Humas Drs Agus Slameto, MSi, menghimbau para petani untuk tetap menanam tembakau dan tidak terpengaruh harga bibit.
Karena Dishutbun menjamin stabilitas harga bibit tembakau Na Ogst. ki

Kamis, 15 Juli 2010

PEMILUKADA USAI, DANDIM DIMUTASI


* Letkol Inf M Yasin Gantikan Letkol. ARM. Totok Suhartono

JEMBER - Baru saja melaksanakan gawe besar pesta Demokrasi (Pemilukada Jember, 7 Juli 2010), Dandim 0824 Jember Letkol ARM Totok Suhartono harus segera melepaskan jabatannya sebagai Dandim 0824 Jember.
Totok harus memangku jabatan barunya di Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad), Kondam XII Tanjungpura, Kalimantan Barat.
Totok digantikan oleh Letkol Infanteri M.Yasin. Acara sertijab dilakukan di Makodam V Brawijaya beberapa waktu lalu, ditindaklanjuti dengan lepas pisah Dandim di Gedung Serba Guna Jember.
Totok dipindahtugaskan menjadi prajurit karier di Kodam XII Tanjungpura, Pontianak. Sedang penggantinya, Letkol Inf. M Yasin, sebagai Komandan Kodim 0824 Jember, yang sebelumnya menjabat Kasat. Op di Korem 083 Bhaladhika Jaya, Malang.
Letkol. Arm. Totok, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak, baik dari unsur masyarakat dan pemerintah daerah atas kerjasamanya selama ini.
Dia mengaku bangga bertugas di Jember, karena itu berharap TNI bisa terus melanjutkan kerjasamanya dengan Pemkab Jember sebagai bentuk kemanunggalan TNI bersama Rakyat.
Di lain pihak, Letkol. Inf. M. Yasin, mengaku bahwa apa yang telah dilakukan oleh Dandim terdahulu, akan diteruskan.
Yasin berharap, ada dukungan dan kerjasama dari seluruh jajaran di Kabupaten Jember.
“Ini sebagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat,” ucap M. Yasin, serya mengucapkan selamat jalan kepada Letkol. ARM Totok Suhartono yang akan melaksanakan tugasnya di Kodam XII Tanjungpura.
Bupati Jember, MZA Djalal, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Letkol Arm. Totok Suhartono, yang telah banyak membantu menciptakan situasi politik, hingga Kabupaten Jember kondusif.
Berkat kerjasama yang baik di jajaran Muspida Jember, pemilukada mampu dilaksanakan dengan aman dan kondusif.
“Pemerintah kabupaten mengucakan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kerjasama yang telah dijalin bersama Pak Dandim, kami sangat senang, karena di tangan beliau juga lah, Jember menjadi aman dan kondusif saat pelaksanaan pemilukada,” tegasnya. ki

UJI KIR RANMOR, DISERTA OPERASI TERTIB


JEMBER - Untuk memberikan kenyamanan, keselamatan kepada para pengguna jalan pengendara kendaraan bermotor, Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (BPKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, melakukan pengujian kendaraan bermotor. Pengujian ini, untuk mengetahui tingkat kelayakan kendaraan bermotor, yang beroperasi di jalan raya.
Kepala UPT Pengujian Kendaraan bermotor Dishub Jember, Samsul Hadi, SH, menghimbau, masyarakat agar mengujikan kendaraannya agar diketahui kelayakan kendaraan.
“Masalah kelayakan jalan, terutama kendaaran yang masih layak atau laik uji, yaitu untuk menentukan kelayakan jalan. Seorang penguji meloloskan kendaraan itu berpedoman syarat teknis dan persyaratan laik jalan,” terang Samsul Hadi.
Untuk persyaratan teknis bisa dilihat dengan kasat mata, dari bodinya kropos apa tidak. Sedang persyaratan laik jalan, sebuah kendaraan harus diukur dari kondisi mesinnya dari asap yang keluar, termasuk daya rem, penyimpangan cahaya lampu utama, juga kekuatan cahaya minimal dan kekuatan sinar lampu utama.
“Untuk asap gas kendaraan diesel, 70 %, kalau dulu 50% ,” jelasnya
Samsul menyarankan, agar masyarakat pemilik kendaraan melakukan pengujian sendiri tanpa menyuruh orang lain. Karena, pemilik kendaraan akan tahu persis proses pengujian.
Selama ini, banyak pemilik kendaraan bermotor tak mengerti untuk apa pengujian kendaraan (kir kendaraan) dilakukan.
“Sebelum diuji, kendaran terlebih dahulu harus dimasukan ke bengkel, mungkin harus di stel dulu rem-nya. Kalau catnya kurang bagus, ya dicat dulu, kalau bodynya kropos harus ada pengawasan dulu,” sarannya.
Ada empat tingkatan harus dilakukan dalam pengujian kendaraan. Diantaranya penguji pelaksana pemula, penguji pelaksana, penguji pelaksana lanjutan, penguji penyelia, yaitu penguji yang bertanggung jawab atas lulus tidaknya suatu kendaraan.
Penguji penyelia berhak menandatangani buku uji. Kalau suatu kendaraan dinyatakan lulus, berarti selama 6 bulan penguji bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan. Tanggung jawab atas keputusan ini berlaku sepanjang tidak ada perubahan persyaratan tehnis maupun persyaratan laik jalan.
“Misalnya pada waktu diuji bannya bagus, tapi setelah diuji dan keluar dari pengujian diganti, makanya kita harus bisa mengawasinya terus menerus,”tandasnya.
Dari jumlah kendaraan yang ada di Jember, hingga saat ini sudah melaksanakan uji, diperkirakan mencapai 75%. Prosentase kendaraan yang diujikan ini, menurut Samsul Hadi, sudah memenuhi target yang ditetapkan.
“Insya Allah targetnya sudah terpenuhi, terutama target mengenai keselamatan. PAD tetap kita perhatikan, jangan sampai keselamatan terpenuhi tapi PAD-nya tidak terpenuhi. Jadi kita harus balance, keselamatan kita penuhi, kontribusi kepada pemerintah daerah harus juga dipenuhi,” akunya.
Untuk peningkatan pengujian, perlu dilakukan operasi tertib uji kendaraan. Peningkatan pengujian ini, untuk menjawab pertanyaan pemilik kendaraan bermotor, terkait banyaknya grandon yang tidak dilengkapi STNK dan bayar pajak serta tidak pernah uji kir, tapi bisa memuat barang. ki