Selasa, 31 Agustus 2010

Ceroboh, Ijin Trayek Armada Dicabut


JEMBER- Pemerintah terpaksa memberi peringatan keras kepada pemilik armada angkutan bus lebaran antar kota. Ijin trayek lebaran akan langsung dicabut jika terbukti mengabaikan keselamatan penumpang.Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) selama berlangsungnya arus mudik dan arus balik tahun 2010 dipantau Dishub Pemkab Jember.
Hal itu mengingat angka kecelakaan lalu lintas arus mudik dan arus balik sangat tinggi. Penyebabnya sopir tidak mematuhi rambu lalu lintas dan kondisi bis tak layak jalan.
Kepala Dishub Sunarsono SH., mengatakan mendekati lebaran diakui ada lonjakan penumpang. Rencananya Dishub akan menggelar operasi terhadap bis yang angkutan lebaran.
Operasi ditekankan kepada pemeriksaan ban dan rem, kelayakan jalan, karena begitu salah satu alat tidak berfungsi untuk keselamatan penumpang langsung dicabut ijinnya.
‘ntuk angkutan lebaran 2010 jumlahnya tersedia banyak, sehingga masyarakat yang akan lebaran akan terlayani baik. Memasuki minggu ketiga Ramadhan Dishub akan menggelar operasi angkutan lebaran di luar terminal,’ ujarnya.
Operasi bis angkutan lebaran itu terkait rem, dan ban. Dishub juga akan memantau angkutan lebaran agar awak bis tidak ada yang berulah mengganti ban baru jadi tipis.
Dalam operasi kali ini, melibatkan 30 orang personel. Dinas Perhubungan tak segan mencabut ijin trayek angkutan lebaran yang tidak mengindahkan keselamatan penumpang.
Dinas juga menghimbau kepada pemilik perusahaan otobis yang beroperasi di Jember untuk menyiapkan armadanya dalam menghadapi lonjakan penumpang.
Hal itu untuk menghindari berjubelnya penumpang yang memadati terminal baik di Terminal Tawang Alun dan Terminal Pakusari.
Data di Dinas Perhubungan Perhubungan jumlah bis pengangkut lebaran ada 180 kendaraan, bis untuk mengangkut pemudik baik saat arus mudik dan arus balik dinyatakan tidak jaalan/
Propinsi Jatim rencananya akan menyediakan angkutan lebaran gratis bagi para pemudik di seluruh kabupaten.
Dengan begitu angkutan bis gratis tidak khawatir ongkos dan keselematan di jalan. Kabag Humas Agus Slameto, mendukung operasi Dishub. ki

Mahasiswa Bantu Dokumen Penduduk


JEMBER- Kesadaran masyarakat Kecamatan Sumberjambe dalam kepemilikan dokumen kependudukan semisal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masih sangat rendah.Alasannya dokumen itu tidak terlalu dibutuhkan karena mereka jarang meninggalkan rumah atau pergi ke kota lain.
Camat Sumberjambe Drs Abdul Kadir, MSi mengaku prihatin dengan kondisi masyarakatnya.
Dia menyatakan keluhan itu kepada mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Universitas Jember selama 40 hari. Para mahasiswa itu diajak memberi motivasi arti penting dokumen kependudukan.
Mahasiswa KKT di Kecamatan Sumberjambe berjumlah 40 orang dan tersebar di berbagai desa seperti Desa Pelerean, Sumberpakem, Rowosari, dan Pringgodani.
Dengan penyuluhan oleh mahasiswa KKT diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat Sumberjambe memiliki dokumen kependudukan.
Masyarakat Sumberjambe masih butuh sentuhan dari luar seperti mahasiswa KKT terutama terkait KTP identitas sebagai warga Negara.
“Saya selaku Camat Sumberjambe sangat berterimakasih kepada Universitas Jember dengan KKT disini. KKT sudah dua kali, Dan saya berharap tahun depan ada KKT lagi. Kalau perlu jumlahnya ditingkatkan hingga 100 orang,’ ujarnya.
Abdul Kadir merasa salut kepada mahasiswa KKT karena memberi penyuluhan terkait dokumen kependudukan dan ikut menguruskan.
Langkah ini dinilai Camat sangat menguntungkan masyarakat Sumberjambe. Karena masyarakat tidak perlu mengurus sendiri ke Jember.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi mengatakan mahasiswa KKT di Sumberjambe dapat membantu pemerintah mensosialisasikan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan. ki

Senin, 30 Agustus 2010

Pj Bupati Jember Didesak Tahan Kusen

JEMBER – Formasi (Forum Masyarakat Anti Korupsi) mendesak Pj Bupati Jember Zarkasyi SH yang baru menjabat di Jember untuk segera melepaskan Kusen Andalas, Sip agar ditahan aparat Kejaksaan karena kasusnya P21 alias lengkap dalam kasus korupsi Bankum.Rekan Kusen sebelumnya adalah Mudjoko, Sekkab Djoewito, Mahmud Sardjujono, dan Madini Farouq telah divonis bersalah majelis hakim. Tapi belakangan Kusen yang masih menjabat Wabup hingga 11 Agustus 2010 kemarin malah tidak ditahan.
Semua tersangka di atas telah mengenyam jeruji besi. Tapi Kusen tidak dimasukkan tahanan. Kendati dalam penyerahan P21 tahap II kemarin ke Kejaksaan Negeri dari Mapolda Jatim berlangsung cukup alot.
Kusen dikabarkan lari bersama Cholily menggunakan sedan, karena sudah ada jaminan dari pengacaranya itu agar tidak ditahan, dengan mengeluarkan syarat tertentu.
Sementara itu, Formasi melihat itu sebagai bentuk upaya diskriminasi hukum. Maka karena tidak ada tempat mengadu, dia mengadukan hal itu ke Pj Bupati Jember. Bahwa di Kabupaten Jember sebelum ini terjadi beberapa kasus korupsi.
Pj Bupati Zarkasyi diminta berhati – hati, karena diakui atau tidak memang MZA Djalal berpasangan dengan Kusen Andalas terpilih lagi menjadi Bupati dengan suara terbanyak.
Menanggapi hal itu Zarkasyi, menolak berkomentar. Dia menyatakan bahwa semua yang menimpa Kusen Andalas, dan sebagainya itu bukan wewenang dan haknya untuk berkomentar dan menjawab.
Apalagi memenuhi tuntutan agar Kusen ditahan. “Itu bukan koridor dan wilayah saya. Salah alamat itu,” ujar nya di gedung DPRD usai membahas rencana PAK dengan pimpinan DPRD di hari pertama kerja. ki

Pj Bupati Ingin Cepat Tinggalkan Jember

JEMBER - Sepertinya Pj Bupati Jember Edi Zarkasyi, SH, - Itwilprop Jatim – yang ditugaskan Gubernur Soekarwo memimpin kekosongan Jember ini tak betah tinggal berlama – lama menjabat di Jember.Di sela kunjungan ke pimpinan DPRD Jember, Zarkasyi, mengatakan bahwa keberadaan dirinya ini adalah karena mandat dan tugas dari Gubernur saja. Dan tugasnya adalah menghantarkan hingga Bupati hasil pemilukada itu dilantik.
Sementara itu, pelantikan terhadap MZA Djalal – Kusen Andalas masih menunggu kabar dari Mendagri. Sementara hasil putusan MK dan kondisi peta perolehan suara MZA Djalal – Kusen adalah mutlak.
“Kalau bagi saya, di sini ini lebih cepat dilantik lebih baik. Sehingga saya lebih singkat berada di Jember. Mudah – mudahan segera kita bisa dapat kabar dari Mendagri,” ujar Zarkasyi.
Dia mengatakan baru satu hari kerja masuk di Jember, dan belum bisa menentukan situasi kondisi di Jember ini aman dan tidak. Sementara itu, dirinya juga tidak berani mengungkapkan kalau ada target tertentu jabatan Pj di Jember ini dalam pemerintahan ke depan.
“Saya hanya Pj yang menghantarkan saja. Itu tugas saya, lebih cepat lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan Zarkasyi ini disambut kecewa oleh beberapa pihak yang mengatakan bahwa memang tidak ada target Pj Bupati Jember ini ditempatkan. Sebab, rentang waktu singkat itu bisa digunakan Pj Bupati Jember untuk membenahi kekurangan yang selama ini ada. ki

PJ Bupati Jember Disambut Demo

JEMBER- Pj Bupati Jember Edi Zarkasyi, SH – Kepala Itwilprop Jatim – yang baru kali pertama datang ke Jember disambut demo puluhan aktifis demokrasi dan LSM pengawas kebijakan publik, Senin (30/8) siang.Mengatasnamakan Forum Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI) para pengunjuk rasa dihadang puluhan Satpol PP dan aparat Dalmas Polres Jember yang bersiaga sebelumnya di halaman Kantor Pemkab Jember.
Puluhan massa ini, diantaranya terdiri dari tokoh LSM, pemuda, dan juga mantan perangkat desa ini mengajukan beberapa tuntutan untuk segera melakukan kebijakan yang benar.
Mereka membawa beberapa aspirasi warga yang selama kepemimpinan MZA Djalal, tidak pernah diselesaikan. Diantaranya pembukaan akses jalan wijaya kusuma, dan beberapa kasus yang belum diselesaikan.
Sebelumnya, sempat terjadi adu mulut antara Kasat Pol PP Drs Sanjoto, dengan pendemo karena memaksa minta dipertemukan. Sementara Pj Bupati sedang rapat koordinasi dan keliling ke Forum Pimpinan Daerah, Kapolres, Kejaksaan, Pengadilan, hingga DPRD.
“Kalau memaksa silahkan saja.. Tidak dapat apa – apa. Kalau mau aspirasi mana akan saya sampaikan. Kalau tidak ya silahkan saja,” ujar Sanjoto, didampingi Kepala Bakesbang Edi Budi Susilo.
Sementara itu, Formasi masih menunggu kedatangan Pj Bupati dari safari dan koordinasi keliling pajabat Jember. Mereka ditunggui aparat Polres Jember sambil duduk bersila di halaman Pemkab Jember. ki

84 Milliar Terhambat Dicairkan

JEMBER – Keuangan tunjangan profesi guru (TPP) senilai total Rp 84 milliar masih tertahan tidak bisa dicairkan kepada guru. Kepala Dinas Pendidikan Drs H Achmad Sudiyono, SH,Msi, Psi, menyangkal semua itu karena ada isu penghambatan. Surat perintah membayar baru diterima tanggal 23 Agustus 2010. Dan surat pemberitahuan ada SK No 101 dari Menkeu yang mensyaratkan bahwa pencairan dana itu tidak menunggu PAPBD baru keluar 20 Agustus 2010.
“Kita hanya ingin berhati – hati, jangan sampai ada masalah. Sebab, semua berkas yang dimasukkan itu harus sesuai dengan SK Mendiknas, dan aturan dari Menkeu. Kalau tidak malah akan timbul masalah,” ujarnya.
Achmad Sudiyono, di sela sela hearing dengan Komisi D DPRD Jember itu mengatakan bahwa yang menghambat proses pencairan dana itu karena guru – guru sendiri tidak benar melakukan pemberkasan.
“Kalau semua benar, maka itu bisa dicairkan segera. Wong kita sudah deadline tanggal 20 Agustus 2010 kemarin. Tapi faktanya tidak ada yang sesuai. Pemberkasan itu harus tepat,” ujar Achmad.
Dari hearing itu, akhirnya disebutkan bahwa pemberkasan terakhir dideadline tanggal 3 September 2010 mendatang. Sehingga ada beberapa anggaran yang dicairkan kepada guru sebelum hari raya.
“Nilainya besar itu, mungkin guru – guru kita di Jember ini sudah banyak uang kok ngurus surat lima lembar saja susahnya minta ampun. Dapatnya itu 1 kali gaji pokok dikalikan 1 tahun,” ujar Achmad. ki

Pj Bupati Jember Sidak Hari Pertama Kerja


JEMBER - Setelah beberapa hari dilantik Gubernur Jatim DR H Soekarwo, sebagai Penjabat (Pj) Bupati Jember, Zarkasih SH, melakukan sidak dan bersilahturahmi pertama ke seluruh Kepala dan Staf di lingkungan Sekretariat Pemkab Jember, Camat, dan Kepala SKPD. Pj Bupati Zarkasyi didampingi Sekkab Jember Sugiarto, SH, Kasatpol PP, Kabag umum, Asisten I, Asisten II, serta Kabag Humas Pemkab Jember untuk melakukan perkenalan sekaligus “kulo nuwun” sebagai Pj Bupati Jember.
Adapun tempat yang menjadi kunjungan perdana Bupati Zarkasih adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Bagian Humas, Bagian Umum, dan Bagian Keuangan.
Setelah melihat-melihat beberapa Kantor di Sekretariat Pemkab Jember, Bupati Zarkasih langsung mengadakan rapat koordinasi bersama seluruh Kepala SKPD dan Camat yang berlangsung di lobby Bupati Jember.
Dalam rakor itu Pj Bupati Zarkasih menjelaskan tupoksinya sesuai aturan dan petunjuk Gubernur Jatim saat pelantikan.
Pj Zarkasih mengatakan bahwa ada 4 hal yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh Pj Bupati sesuai Instruksi Gubernur Jatim : Dia tidak diperbolehkan melakukan mutasi pejabat SKPD, jika harus dilakukan harus konsultasi dengan Gubernur.
Yang kedua, dia tidak boleh mengeluarkan perijinan-perijinan yangt bersifat dasar, ketiga, Pj Bupati tidak boleh membatalkan ijin yang telah dikelurkan oleh Bupati yang terdahulu, dan keempat dia tidak diperbolehkan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pejabat terdahulu.
Dalam rakor itu, Bupati Zarkasih, meminta agar semua pejabat selalu melakukan koordinasi dengannya dan Sekkab, sehingga tupoksi dari kinerja melayani masyarakat berjalan baik.
Kepala Irwilprop Jatim ini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh staf dan karyawan Pemkab Jember, karena meski dalam keadaan berpuasa di sidak itu tidak ada kemerosotan kinerja.
Setelah melakukan sidak dan rakor bersama SKPD dan Camat, Bupati Zarkasih juga melakukan silahturahmi dengan DPRD Kab Jember dan Kapolres sebagai langkah realisasi petunjuk Gubernur Jatim, bahwa Pj Bupati Jember agar segera melakukan koordinasi dengan jajarannya Forum Pimpinan Daerah. ki

Wisata Harus Kembangkan Sapta Pesona


JEMBER – Tempat / obyek wisata di Kabupaten Jember harus mengembangkan sapta pesona untuk menyambut momentum Lebaran, dan hari libur selanjutnya.Sapta pesona itu adalah : keindahan, kebersihan, kenyamanan, keasrian, keamanan, ketertiban, dan kesejukan.
“Untuk jangka pendek hotel-hotel, restoran, obyek wisata sudah mulai mengembangkan konsep Sapta Pesona untuk persiapan seni budaya Jember,” ujar Sirajudin, Kasi Kebudayaan Kantor Pariwisata, Kabupaten Jember
Pengembangan konsep Sapta Pesona perlu dilakukan setiap pengelola wisata karena obyek wisata yang ditawarkan harus memiliki nilai jual.
Langkah ini dilakukan sebagai usaha mengangkat Jember di sector kepariwisataan.
“Bila perlu JFC tidak hanya satu kali setahun dipentaskan, namun bisa dilakukan 3 bulan atau 6 bulan sekali. Sehingga masyarakat yang ada di luar Jember bisa melihat JFC tidak hanya di bulan Agustus saja, tapi juga bisa melihat JFC di dalam ruangan,” katanya.
Pertunjukan setahun sekali JFC di bulan Agustus sifatnya hanya reguler. Karena itu agar JFC sebagai sebuah antraksi wisata unggulan bisa lebih diandalkan, maka obyek wisata Jember yang lain perlu dipercantik dibersihkan dan dirawat.
Terkait kebersihan obyek wisata dan keamanan juga menjadi hal terpenting. Dan selanjutnya bagaimana rancangan tempat wisata itu harus jelas control pengelolanya.
Di bulan ramadhan dan menjelang Lebaran ini persiapan seperti yang dilakukan di pantai Kuta dan Parangtritis tanaman laut, dan penyejuk harus disiapkan. Termasuk souvenir dan handycraft yang menggambarkan produk icon Jember.
Setiap obyek wisata itu memilki keterbatasan jumlah daya dukung sehingga harus dihitung berapa kemampuan tempat wisata menerima wisatawan / pengunjung.ki

Sabtu, 28 Agustus 2010

Warung Kampus Penyebar Hepatitis !


JEMBER - Dinas Kesehatan meminta masyarakat pemilik warung memperhatikan kesehatan makanan dan minuman yang dijualnya.Sebab, saat ini merebak virus virus hepatitis atau dikenal sebagai penyakit kuning. Hal itu disebabkan karena cuaca tidak menentu, dan virus berkembang biak mudah.
Bahkan jika makanan tidak bersih, maka seseorang bisa langsung terkena hepatitis. Gejala dan tandanya :berubahnya kondisi tubuh, seperti mual, lemas, demam, mata berwarna kuning, air seni berubah warna seperti teh dan hati mengalami pembesaran serta merasa nyeri bila ditekan.
Drs Agung Catur Wibowo Kasi Pencegahan Penyakit pada Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes mengatakan wabah hepatitis adalah silkus tahunan seiring perubahan musim.
Data di RS yang masuk P2PL jumlah penderita hepatitis dari Januari - Juni 2010 tercatat 153 orang. Yang dirawat di RS Utama Husada (Ambulu) ada 3 orang, DKT 24 orang, RS PTP XII (Jember Klinik) 47 orang, PTPN X Kaliwates 57 orang, RSUD Kalisat 1 orang, RSUD Subandi 11 orang, RS. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) 1 orang dan RS. Citra Husada 9 orang.
“Dari jumlah penderita hepatitis tersebut kebanyakan adalah para pelajar dan mahasiswa, mereka ditengarai kerapkali makan di warung lesehan seperti di kawasan yang kurang menjaga kebersihan makanan dan mimuman terutama di Jl. Kalimantan dan Jl Jawa merupakan wilayah penyebaran virus hepatitis di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Di daerah kampus masih banyak ditemui, warung lesehan yang dipadati pelajar tidak disediakan alat cuci air yang bagus.
Untuk meminimalisir itu, dia menghimbau kepada pemilik warung lesehan untuk menggunakan piring kertas, sehingga tidak perlu cuci.
Dwi asal Malang - mahasiswa pelanggan warung lesehan di Jl Jawa merasa takut ada wabah Hepatitis. Sedangkan Heru pemilik warung lalapan di Jl. Jawa mengaku meski dirinya tidak menggunakan piring kertas tapi dia tetap menjaga menjaga kebersihan makanan dan minuman.
Sedangkan alat alat gelas, garpu dan sendok dicuci khusus. Kabag Humas Agus Slameto, MSi berharap pemilik warung bisa menjaga kebersihan minuman.
Dinas Kesehatan akan member sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit hepatitis, dengan pemberian sabun cuci piring kepada pemilik warung. ki

Perketat Siswa, SMAN 2 Tinggikan Pagar


JEMBER - Menjamurnya warung internet (warnet) dan rental Play Stasion (PS) di kawasan kampus Tegalboto Unej, membuat pihak sekolah SMAN 2 Jember memperketat disiplin siswanya.Salah satunya dengan meninggikan pagar sekolah agar tidak ada lagi siswa yang meninggalkan sekolah saat jam pelajaran dengan melompat pagar.
Pengaruh negatif lingkungan luar sekolah diantisipasi betul oleh sekolah favorit ini. Tak menutup kemungkinan banyak siswa saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung menjadikan warnet dan rental PS sebagai tempat tongkrongan.
Kepala SMAN 2 Jember Drs H Sukamtomo, MSi mengaku sempat dipusingkan dengan banyaknya siswa yang lompat pagar sekolah.
Melihat itu Sukamtomo terpaksa turun langsung menyisiri tempat-tempat ajang bolos siswanya. Hasilnya tak sedikit siswa nya tertangkap basah sedang di warnet dan rental PS,.
Mereka kedapatan mbolos dan dibawa ke guru BP untuk diberi peringatan. “Letak sekolah SMAN 2 Jember cukup strategis dekat dengan kampus Unej. Segala fasiltias penunjang ada di sekitar kampus seperti warnet dan PS,” ujarnya.
Tak dipungkiri itu sebagai dampak negatif. Sehingga ada beberapa siswa yang melanggar disiplin dengan cara lompat pagar.
Tindakan tak terpuji ini selain mencoreng nama sekolah, juga memalukan orangtuanya. Akhirnya membuat prestasi sekolah menurun.
Maka pagar sekolah kini ditinggikan. Dia juga menambah jam pelajaran agama dari 2 jam jadi 4 jam.
Teori di kelas diberikan selama 2 jam dan 2 jam untuk praktek. Penambahan jam pelajaran agama bukan ekstrakurikuler tapi intrakurikuler, semisal sholat Jum’at bersama siswa, guru, karyawan dan kasek, dan mengaktifkan lembaga dakwah sekolah.
Penambahan jam pelajaran agama efektif meredam kenakalan siswa, mengingat setiap sekolah punya daya dukung sendiri selain mata pelajaran agama.
Daya dukung di SMAN 2 dengan do’a bersama setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, dan membaca Asmaul Husna.
Bagi siswa baru di sekolah SMAN 2 juga diberi bekal religius “In House Training ESQ” dengan harapan para siswa baru dapat mengambil hikmah.
Sekolah juga bersama Kantor Kementrian Agama Jember untuk menekan penyalahgunaan narkoba dengan mengundang Polres Jember untuk memberi penyuluhan.ki

Ranting Aisyiyah Match IKC Jember

JEMBER - Jika biasanya kegiatan Pondok Ramadhan diisi dengan materi ke-Islaman, itu sudah biasa.Tapi jika materi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) menjadi salah satu materi di Pondok Ramadhan tentu memberi nuansa berbeda.
Seperti yang digagas oleh Pengurus Ranting Aisyiyah “Karimata” Kecamatan Sumbersari yang menggandeng Izza Kaeru Caravan (IKC) Jember guna memberikan materi PRB dalam kegiatan Pondok Ramadhan yang digelarnya.
Kegiatan Pondok Ramadhan yang digagas Pengurus Ranting Aisyiyah “Karimata” Kecamatan Sumbersari akan dilaksanakan Minggu 29 Agustus 2010 mulai jam 07.00 WIB.
Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pusat Dakwah Muhamadiyah Kecamatan Sumbersari Jember di Jl Rotawu 156 Jember.
Diharapkan kegiatan Pondok Ramadhan ini akan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang putra putri warga Muhamadiyah Kecamatan Sumbersari itu menyerap materi yang juga diantaranya akhlak, hadist, sejarah Islam dan pengetahuan seputar Organisasi Muhamadiyah. Khusus untuk materi PRB akan dilaksanakan mulai jam 13.00 WIB.
Izza Kaeru Caravan (IKC) Jember itu dimotori mahasiswa, dosen dan staf Humas Universitas Jember sebelumnya juga telah memberi pelatihan PRB yang dikemas dalam bentuk permainan ini di SD Al baitul Amien Jember dan SDN Karang Paiton Kecamatan Ledokombo Jember. ki

Bos Cendana Pos Nyaris Jadi Korban

JEMBER - Aksi tipu-tipu melalui peretasan (hack) akun Facebook di Jember masih berlanjut dan nyaris memakan korban bos cendana pos, Isma HR.Kemarin menurut pengakuannya, dia tiba - tiba dihubungi FB pejabat bernama Arismaya Parahita. Kepala Seksi Pelayanan Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember. Dia tiba tiba menawarkan laptop aple dengan harga murah.
"Saya bilang kok Rp 3 juta. Teman saya kemarin Rp 2 juta dikasikan. Eh... gayanya dalam FB itu dia seperti tak butuh jual," ujar Isma.
Tapi, dia terus mengejar. Dirinya bersemangat untuk mencari pinjaman uang ke teman - teman. Teman yang kali pertama dihubungi adalah wartawan Radar. Begitu SMS pinjam uang, wartawan Radar ini langsung bilang "kamu dibujuki".
Beruntung ada SMS teman radar Jember saat itu. Sehingga tidak jadi transaksi. Setelah browsing di internet beberapa waktu kemudian, ditemukan beberapa berita tentang upaya pembobolan FB milik Arismaya.
Saat itu, akun Facebooknya digunakan untuk berjualan laptop selundupan. Pejabat bernasib bernama Arismaya Parahita, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember baru tahu kalau akun FB nya dibobol dan dibajak Jumat 20 AGustus.
"Habis Jumatan tiba-tiba saya dapat SMS dari salah satu teman. Dia tanya: 'Mas, sampeyan kok jualan laptop di Facebook'," kata Arismaya. Laptop yang dimaksud bermerk Apple dan barang selundupan.
Arismaya tentu saja terkejut. Ia tak merasa pernah berjualan komputer jinjing. Ia lalu mencoba mengakses akun FB, dan ternyata gagal. Password-nya tak lagi manjur. "Padahal, paginya masih bisa saya akses lho," katanya.
Terpaksalah Arismaya membuat akun baru dengan alamat surat elektronik baru. Namun ia sudah terlanjur gundah. "Saya jadi tidak tenang. Di FB itu (FB yang kena bajak), ada banyak foto pribadi saya dan tulisan-tulisan yang bermanfaat untuk saya," katanya. Ia juga khawatir akun FB-nya disalahgunakan untuk tindakan negatif.
Kegundahan Arismaya beralasan. Sekitar pukul 13.30, 'Arismaya Parahita' palsu mengobrol (chat via FB) dengan dua wartawan Harian Radar Jember, Heru Putranto dan Elita Sitorini. Heru pernah jadi korban pembajakan akun FB. Akun FB-nya digunakan juga untuk berjualan laptop selundupan. Namun berkat bantuan salah satu kawannya yang pandai dalam urusan teknologi informasi, akun FB-nya bisa dikembalikan.
"Mulanya Pak Arismaya saya tanyai soal KTP. Lha kok tiba-tiba dia nawari saya laptop bajakan. Langsung saya remove (hapus) dari pertemanan," kata Elita. ki

Jumat, 27 Agustus 2010

Buka & Sahur Bersama Tradisi Ramadhan


JEMBER- Suasana di Kantor Kecamatan Sumberjambe, selama ramadhan sangat religious.Tradisi yang tidak dihilangkan adalah bersama Muspika setempat melakukan sholat tarawih bersama, buka bersama hingga sahur bersama.
Pelaksanaan buka bersama dan sahur bersama ini dilakukan giliran di masing - masing desa, dipusatkan di Desa Gunungmalang dan kini di Desa Rowosari dan Desa Pringgodani.
Camat Sumberjambe Drs Abdul Kadir, MSi mengatakan kegiatan ini sudah dua tahun berlangsung untuk menyatukan elemen masyarakat.
Sahur dan buka bersama sangat jarang dilakukan dengan keliling. Tapi sambutan masyarakat sangat baik. Bahkan, masyarakat saking senangnya karena diakhiri dengan jamaah subuh.
“Apa yang dilakukan oleh muspika Kecamatan Sumberjambe dengan mengadakan buka dan sahur bersama adalah ingin memakmurkan ramadhan. Di Masjid Jamik Baitul Inayah Sumberjambe diadakan peringatan Nuzulul Qur’an, dan nantinya ada lomba takbir yang memperebutkan hadiah,” ujar Kadir.
Camat Abdul Kadir sering mengajak masyarakat Sumberjambe menjaga kemanan dan ketertiban, selain kewajiban membayar PBB dan tugas lain.
Untuk lebih mengoptimalkan perolehan PPB Abdul Kadir memotivasi perangkat desa dan Sekdes untuk melunasi PBB karena Kecamatan amsuk peringkat ke 29 dari 31 kecamatan di Jember.
Tapi berkat kerja keras kecamatan dan perangkat desa Sumberjambe, kecamatan ini bertengger di peringkat ke 13.
Digelarnya sahur dan bulk bersama itu mengingatkan masyarakat agar segera melunasi kewajibannya yakni membayar PBB sebelum jatuh tempo 30 September 2010. ki

Alun-Alun Jadi Wisata Baru di Jember


JEMBER - Keberadaan Alun-alun Jember dinilai budayawan nasional asal Jember Prof Dr Ayu Sutarto mempunyai nilai ekonomis, terutama di hari libur dan Minggu. Sehingga dimungkinkan jadi tujuan wisata baru.Di hari itu banyak pedagang yang memenuhi Jl Kartini hingga depan masjid jamik lama. Berbagai macam barang dagangan dijajakan.
Pengunjung dan pengguna Alun alun membludak. Baik yang jalan kaki, motor, mobil hingga bersepeda pancal.
“Berjubelnya para pedagang itu ada pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kendati bersifat pasar dadakan di hari libur dan Minggu pasar dadakan bisa dijadikan wisata kuliner dan kerajinan di Jember,” beber Ayu
Diakui pasar dadakan itu mampu menghidupkan geliat ekonomi kerakyatan, tapi juga sebagai simpul keruwetan lalu lintas di jantung kota.
Tanpa mengorbankan kepentingan para pedagang di tempat itu, kelangsungan pasar itu tanpa menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Mereka yang datang ke alun-alun tak hanya berolahraga saja tapi juga mencari hiburan, dengan pasar dadakan itu masyarakat bisa terhibur dengan mengunjungi tempat itu meski tidak harus membeli barang yang ditawarkan.
Sempitnya lokasi pasar dadakan di seputar Alun-alun sudah menjadi ikon masyarakat Jember, tapi bagaimana agar menjaga agar tidak kumuh dan macet.
Agus Slameto, berpikir bahwa tujuan wisata itu bisa bermacam macam obyek. ki

RSUD Kalisat Siap Tangani Pasien Muntaber Silo


*KLB Diare Silo Meluas

JEMBER- Wabah muntaber yang menyerang Kecamatan Silo kian meluas saja. Menyikapi itu, RSUD Kalisat siap menangani seluruh pasien rujukan dari Puskesmas Silo.
Sarana obat dan cairan infus untuk pasien muntaber sudah disiapkan untuk menampung pasien dari Kecamatan Silo. Saat ini masih ada satu yang masih dirawat inap.
Tapi, Puskesmas di Silo diperkirakan sangat mampu menangani penderita wabah Mutaber tersebut, sebab ada dua unit Puskesmas di Silo. Kedua Puskesmas ini menangani selama 24 Jam, karena mendapat tambahan tenaga dari Dinkes Jember, dan RSD sekitar.
Kasubag Penyusunan Program RSUD Kalisat Drs. Moch Yasin WH, MM, mengatakan bahwa RSD Kalisat tetap bersiap siap untuk menerima rujukan pasien dari Silo.
Dinas Kesehatan meminta agar RSUD Kalisat membuka layanan 24 jam untuk menerima rujukan dari Kecamatan Silo.
Sarana yang harus disiapkan adalah instalasi gawat darurat (IGD) dan kamar rawat inap. “RSUD Kalisat siap menerima pasien muntaber kami siap 24 jam sarana kami sudah cukup lengkap baik tenaga medis,dan obat,” ujarnya.
Tiap tahun RSUD Kalisat membentuk tim khusus untuk member layanan kepada masyarakat selama lebaran.
Tim khusus itu bertugas selama 24 jam dari H-7 hingga H+7 lebaran. Kasus yang menonjol saat lebaran adalah kecelakaan. Tapi RSUD Kalisat dengan 83 kamar siap member pelayanan 24 jam kepada masyarakat.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi mengatakan upaya di atas untuk membantu meringankan penderitaan warga Silo yang kena KLB Mutaber. ki

Pedagang Kembang Api Tak Jual Petasan


JEMBER- Larangan menjual petasan ditaati betul oleh pedagang kembang api di Kabupaten Jember.Selain tak mau ambil resiko meledak. Mereka enggan berurusan dengan aparat kepolisian karena bisa diciduk.
Keuntungan bisa mereka dapat dari barang lain, diantaranya air mancur, bola-bola, dan roket-roketan dengan berbagai ukuran.
Keuntungan mereka diakui masih rata – rata seperti tahun kemarin. Menjelang Idul Fitri para pedagang kembang api benar – benar merebut kesempatan itu untuk meraup keuntungan.
Fajar Gunawan (34) warga Jl. Sultan Agung IX/97 mengaku berdagang kembang api di sekitar Jompo Ruko, sambil jual minuman kopi sejak dua tahun lalu, mendapat hasil lumayan Rp 500.000 semalam.
Paling tidak kebutuhan lebaran anak dan istrinya sudah bisa dicukupi. Barang itu mereka ambil dari Lumajang, yang dikemas dengan warna terang sehingga mampu menarik perhatian para calon pembeli.
“Pedagang kembang api tahu petasan dilarang. Mereka hanya jual kembang api, saja. Harga jual paling murah Rp 1000, bola-bola Rp.15 ribu hingga Rp 25 ribu, dan air mancur Rp.5 ribu,” ujarnya.
Biasanya, H -7 kembang api laku keras. Banyak yang sering memborong barang asat mendekati Lebaran.
Uniknya, para pedagang kembang api Jember memiliki paguyuban berjumlah 60 orang. Dengan membayar uang pendaftaran hanya Rp 1000 siapapun pedagang kembang api di Jember bisa masuk menjadi anggota paguyuban.
Andung warga Kelurahan Gebang, pedagang di Jl Sultan Agung menyambut baik terbentuknya paguyuban sehingga mereka saling bisa mengenal.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi menyambut baik sikap pedagang kembang api di Jember untuk tidak menjual petasan demi menjaga keamanan Lebaran, dan Ramadhan. ki

Rabu, 25 Agustus 2010

“Polisi Tidur “Banyak Salah Prosedur


JEMBER - Masyarakat yang mendirikan “polisi tidur”di areal masuk Pemukiman Perumahan banyak yang salah prosedur, dan mengganggu kepentingan umum.Bahkan tidak membuat enak pengendara roda dua. Keberadaan “polisi tidur” itu bertujuan menghambat laju kendaraan. Tapi para pengguna jalan sering mengeluh karena tak sedikit bangunan yang mencelakakan pengendara.
Korban “polisi tidur” yang menyalahi aturan tidak sedikit jumlahnya, karena itu siapapun yang tengah melintasi “polisi tidur” selalu waspada agar tidak terjatuh.
Penempatan “polisi tidur” tidak dilarang asal memenuhi standart, baik tingkat kemiringan dan ketebalan. “Polisi tidur” itu sehingga aman untuk dilalui seperti fungsi awalnya yakni untuk mengurangi laju kendaraan.
Drs. I Putu Budiada Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Jember mengatakan jumlah “polisi tidur” kian bertambah.
Pantauan Dishub masih banyak “polisi tidur” yang belum memenuhi ketentuan baku baik kemiringan “polisi tidur” yang tak lebih dari 15 derajat dengan lebar 12 cm, kalau aturan pembuatan “polisi tidur“ itu sudah dipatuhi masyarakat maka tidak akan ada mengganggu keselamatan pengendara.
Kalau penempatan “polisi tidur” itu di jalan umum yang padat kendaraan, paling tidak sebelumnya harus ada ijin dari RT/RW yang bertanggungjawab terhadap pembangunan “polisi tidur “ itu.
Dinas Perhubungan menghimbau masyarakat sebelum membangun “polisi tidur” harus mendapat persetujuan RT/RW. Jangan sampai “polisi tidur “ dikomplain pengguna lalu lintas.
Diakui Dishub bangunan polisi tidur selama ini banyak membahayakan pengendara kendaraan dan fungsi utamanya “polisi tidur” menghambat laju kendaraan malah sebaliknya.
Data yang ada, yakni “polisi tidur” di Jl Kyai Mojo Kecamatan Kaliwates, karena banyaknya keluhan dari pengguna jalan terpaksa “polisi tidur” yang kemiringannya tidak standart itu dirubah.
Dulunya “polisi tidur” di Jl Kyai Mojo itu termasuk salah satu dari sekian banyak “polisi tidur “ katagori rawan bahaya utamanya bagi kendaraan roda dua, tidak jarang mereka pengendara roda dua terjatuh saat melewati polisi tidur yang terlalu tinggi.
Selain “polisi tidur “ pemasangan portal di kawasan perumahan juga harus ijin Dishub mengingat “portal” adalah kelengkapan jalan sehingga pemasangannya tidak menganggu kelancararan arus lalu lintas.
Humas Drs. Agus Slameto, MSi meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut, sehingga pemasangan “polisi tidur” dan portal bisa berguna positif. ki

Pencairan THR Semakin Cepat Lebih Baik


JEMBER – Di bulan Ramadhan ini ada perintah wajib melaksanakan saum (puasa). Usai ramadhan masih ada lagi kesempatan momentum bagus untuk saling memaafkan yakni Idul Fitri.Untuk melengkapi datangnya sanak keluarga dari mana berasal pekerja membutuhkan tunjangan dari perusahaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jember, Drs H M Thamrin, M.Si, menghimbau seluruh perusahaan segera mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerjanya.
“Pada prinsipnya sudah ada surat edaran (SE) dari Gubernur Propinsi Jawa Timur pada tanggal 13 Agustus 2010. Tak terkecuali, seluruh perusahaan atau lembaga profit, seluruh lembaga usaha, badan usaha, wajib hukumnya memberikan THR kepada para pekerja,” jelas Thamrin .
Pemberian THR, sebisa mungkin dilakukan lebih awal atau H-7. “Syukur kalau lebih cepat lebih baik. Sehingga pekerja sudah punya cadangan belanja ramadhan,” ujarnya.
Pemberian THR itu disesuaikan masa kerja. Bagi pekerja yang masa kerjanya di atas tiga bulan dan satu tahun ke atas, berhak menerima THR sebesar satu kali gaji atau upah.
Sedang masa kerja 3 bulan - satu tahun, dilakukan professional artinya kalau kerjanya 10 bulan berarti sepuluh dibagi dua belas dikalikan gaji, itu yang diterima. Lalu untuk yang masa kerjanya kurang dari 3 bulan, tergantung kebijakan perusahaan, tapi tetap harus diberi semacam tali asih.
“Siapapun pekerja harus diberi, tidak memandang status, baik pekerja tetap atau tidak tetap, maupun pekerja harian lepas, harus tetap diberi. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Gubernur, berbunyi, tolong jangan sampai ada PHK selama bulan Ramadhan ini,” paparnya.
Soal standar upah bagi buruh tenaga kerja besarannya harus mencapai Rp. 830.000.
“Itu hak dari para pekerja buruh perusahaan, tidak ada alasan apapun, harus tetap memberikan THR kepada para pekerja, apapun bentuknya, besarnya kapan itu sudah saya sampaikan,” tegasnya .
Kabag Humas Pemkab Jember, Drs. Agoes Slameto, menambahkan, agar semua perusahaan tetap mengikuti surat edaran yang dikeluarkan gubenur tersebut. Dimana, semua perusahaan wajib untuk memberikan THR kepada para pekerjanya. ki

PT JAMSOSTEK WARNING PERUSAHAAN JEMBER


JEMBER- Sebagai empat dari salah satu Perusahaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, PT Jamsostek adalah badan publik yang memberi perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi.Resiko social itu termasuk yang diselenggarakan melalui mekanisme asuransi sosial, dan memberikan perlindungan naker yang bersifat dasar, sebagai langkah untuk menjaga tenaga kerja jika mengalami risiko-resiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.
Drs Salman Alfaris, Kepala Cabang PT Jamsostek mewarning kepada perusahaan di Jember yang menunggak pembayaran premi Asuransi ke PT Jamsostek.
Hal itu sebagai amanat dari upaya perusahaan dalam rangka memenuhi hak-hak buruh atau tenaga kerja amanat PP No 32 tahun 2005 tentang hak buruh.
Dengan begitu, pembayaran tunggakan itu adalah bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja, sehingga naker akan tenang bekerja dan pengusaha puas dengan produksinya.
Salman menjelaskan bahwa PT Jamsostek telah mengirim surat ke perusahaan penunggan pajak secara persuasif.
Hal itu sebagai langkah memberi penyadaran terhadap perusahaan akan kewajibannya ke tenaker atau buruh diberikan.
PT Jamsostek hanya bisa berharap agar hak-hak pekerja dibayarkan pengusaha sebagai hak jaminan sosial pekerja, bentuk tanggung jawab perusahaan dalam pemenuhan hak pekerja atau buruh. Sehingga, resiko-resiko para pekerja dan pengusaha mampu diminimalkan. ki

PDAM Bantu Air Bersih di Lokasi Wabah Diare


JEMBER - Perhatian serius ditunjukan Pemerintah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM mengirimkan ribuan liter air bersih untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Silo, di lokasi wabah muntaber (diare).
PDAM Jember sejak mendengar ada wabah tersebut langsung mengirim armadanya untuk memasok kebutuhan air bersih.
Air bersih itu sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk memasak, dan minum karena terjaga sanitasinya. Jika masih menggunakan air yang lama akan tertular bakteri dan virus muntaber (diare).
“Pasokan siang dan malam,” ujar Direktur PDAM Jember Ir M Taufan MBA, MM.
Menurutnya, langkah mengirim air bersih ke lokasi muntaber sebagai langkah progress aktif membantu masyarakat terhadap kebutuhan air bersih.
Pihaknya selama ada wabah muntaber di Kecamatan Silo pihaknya tidak akan berhenti memasok air bersih.
Truk tangki air bersih sengaja ditempatkan di Balai Desa agar memudahkan warga mengambil air bersih.
“PDAM Jember sangat prihatin dengan terjadinya muntaber di Kecamatan Silo di saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan,” ujarnya.
Untuk meringankan penderitaan muntaber itu PDAM mengambil langkah mengirim ribuan liter air bersih sehingga konsumsi air bersih untuk minum dan memasak tidak perlu dikhawatirkan lagi.
“Kita tidak tahu sampai kapan berhenti pasokannya,” ujarnya.
Dibeberkan bahwa sumber mata air milik PDAM saat ini debit airnya cukup bagus sehingga mendukung penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Silo.
Ditambah di Jember masih kerap hujan. Tingginya debit air itu mampu menutupi kebutuhan air bersih bagi warga Silo, dan ribuan pelanggan PDAM di Jember.
PDAM sendiri dalam rangka perbaikan pelayanan terus memperbaiki jaringan PDAM yang rusak.
Agus Slameto, Kabag Humas mengatakan masyarakat Silo, sudah harus berhenti dari pola hidup di sungai untuk Mandi, Cuci, dan Kakus. ki

Selasa, 24 Agustus 2010

PUSLIT UNEJ KIRIM DELEGASI KE VIETNAM

JEMBER - Pusat Penelitian (Puslit) Kebencanaan Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Jember mengirim delegasi ke “Asian Symposium on Disaster Impact and Assessment” di Hue University, Hue City, Vietnam 25 - 27 Agustus 2010.Simposium ini adalah hasil kerjasama MICRODIS Uni Eropa-Belgia dengan Hue University. Delegasi Puslit Kebencanaan Lemlit Universitas Jember dipimpin Ketua Puslit Kebencanaan Adhitya Wardhono, PhD (081559993626) didampingi Prof. Dr. Kabul Santoso, MS, M. Rondhi, SP., MP, Januar Fery, ST. M.Eng dan Bhim Prakoso, SH., MH.
Mereka akan memaparkan makalah berjudul Identification and mapping of Disaster Risk of Flash Foods in Jember Regency, East Java Province, Indonesia.
MICRODIS Uni Eropa-Belgia sendiri adalah lembaga yang menyiapkan kesiapsiagaan mitigasi terhadap bencana dengan cara mereduksi dampak bencana alam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.
MICRODIS Uni Eropa-Belgia memiliki berbagai proyek antara lain bertujuan membangun dan mengintegrasikan IPTEK, peralatan, metode serta basis data menghadapi bencana alam melalui kegiatan ilmiah dan pelatihan.
Ketua Lemlit Unej memberi apresiasi tinggi kepada Puslit Kebencanaan, dan berharap keikutsertaan mereka mampu memberi kontribusi bagi pengembangan IPTEk bidang pencegahan dan penanganan bencana alam dan mampu mengharumkan nama kampus Tegalboto di forum internasional. ki

MCW Ancam Pidanakan Dokter Jember

JEMBER - Dalam kurun waktu sepekan ini, jika tidak ada penyelesaian dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dan juga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baik pusat dan daerah maka Medical Corruption Watch (MCW) Jember akan memperkarakan hingga ke tingkat hukum terkait kasus praktek Medrep, Detailler, dan promo obat serta pelanggaran etik dokter.Ketua MCW Jember Isma Hakim Rahmat, mewarning kepada beberapa dokter untuk segera memperbaiki citra, performance, dan tabiatnya ke arah yang benar dan sesuai kode etik kedokteran.
Jika tidak maka seluruh praktek pelanggaran etika kedokteran seluruh dokter di Jember akan dibongkar ke aparat penegak hukum. Hal itu juga akan berpengaruh kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selaku organisasi dan GPFI (Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia) yang memiliki obat.
Ketua MCW Jember, mengatakan bahwa dokter sangat dilarang menerima uang, promosi, dan jasa selain dari jasa profesi seorang dokter dan tunjangan PNS. Tapi dalam prakteknya, dokter - dokter specialis di Jember menggunakan kesempatan untuk mengarahkan produk obat tertentu, dan menuliskan obat tertentu kepada pasiennya. Sehingga terjadilah monopoli perdagangan obat.
“Bayangkan, seorang dokter bisa minta uang cicilan bayar mobil, minta parcel, minta HP, minta inap di hotel, minta disediakan wanita, penginapan, dan juga yang menyedihkan ada beberapa dokter yang jelas jelas menyalahgunakan jabatannya untuk mendapat fasilitas dari pabrikan obat,” ujarnya.
Yang patut disalahkan pula bahwa pabrikan obat yang masuk ke wilayah Indonesia menggunakan lobi – lobi yang tak masuk akal, dan sangat membabi buta. Bahkan persaingan menjadi tidak sehat antar detailer dan medical representative (Medrep) di daerah.
“Itu sudah tidak sehat, dokter cenderung memilih. Pelanggaran etik ini juga karena dorongan dari Perusahaan obat yang ada di Indonesia,” ujar Isma.
Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan beberapa bukti transfer uang dari rekening pabrikan ke rekening beberapa dokter di Jember, bukti setoran uang, gratifikasi, dan juga bukti KKN dalam persaingan usaha pabrikan. Beberapa pabrikan tidak sehat dalam bersaing harga, sehingga bermain curang dengan iming – iming insentif besar kepada dokter penulis resep obatnya.
Semakin tinggi jenis obat dan nama obat disebut ditulis dokter, maka dokter tersebut semakin bisa meminta apa saja dari perusahaan obat. Mulai dari sewa kamar hotel, pesiar ke luar negeri, hingga urusan beli parfum. ki

HABIB DITANGKAP BAWA SABU

JEMBER – Peredaran Sabu – Sabu (SS) di Kabupaten Jember sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa kali disapu oleh petugas, tapi peredaran barang haram ini masih tetap berjalan.Bahkan, setelah menembus jaringan kyai di Kecamatan Sumbersari, kita merambah pasien dan konsumen kalangan ulama lain, alias habib.
Dua tersangka ditangkap bersamaan di tempat yang berbeda. Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama adalah Habib Fuad Martak bin Abdullah Martak (48) warga JL WR Supratman, Kecamatan Rambipuji.
Lelaki yang dikenal sebagai tokoh agama ini diduga masuk ke jaringan narkoba yang kejam itu dan tidak bisa lepas akibat pengaruh negatif rekannya. Saat kecanduan dia berusaha menebus barang. Tapi, saat menebus barang itu dia tercium aparat di Jalan raya Dharmawangsa Rambipuji.
Sehingga aparat dengan mudah menyanggong, dan menangkapnya. Tapi sayang bandarnya masih belum bisa diungkap. Tersangka masih mengunci rapat mulutnya.
TKP selanjutnya adalah depan SMAN 1 Jember, kawasan Kota. Tersangka pemakai yang diduga baru saja terlibat dalam jaringan narkoba ini adalah bernama ANdi Eko S (48) warga Jl Letjen DI Panjaitan.
Dari tangan kedua tersangka ini ditemukan barang bukti SS sebanyak 4 poket. Masih – masing poket berisi kurang lebih 0,46 gram.
Kasat Narkoba AKP Edi Sudarto SH, mengatakan jaringan besar SS di Jember sudah tercium. Dalam waktu dekat akan diupayakan terungkap. Dia mengindikasikan ada beberapa pengedar baru yang memanfaatkan kelengangan bulan ramadhan ini. “Dari luar kota yang disebut para pemakai Jember ini, tapi kita kejar saja,” ujarnya. ki

UANG 100 RIBU-AN MAINAN UNTUK NIPU


JEMBER – Berbekal uang gebokan terdiri dari Rp 100 ribu-an mainan bergambar kartun di tengah uang kertas, A Hadi Kurniawan (36) warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, berhasil menggondol sepeda motor Yamaha Vega R milik tetangganya.Ceritanya, pelaku diduga baru saja membeli uang palsu Rp 400 juta dari seseorang temannya di luar Kota Jember. Saat itu, dia diduga kecewa tidak sesuai perjanjian. Uang palsu yang disebutkan ternyata hanya setumpuk uang mainan.
Sepintas mirip uang Rp 100 ribu-an. Tapi, begitu label pengikat uang di tengah dilepas maka akan terlihat bahwa uang kertas itu bergambar kartun. A Hadi, yang bersama seorang perempuan yang diduga WIL nya itu mengendarai mobil Xenia AG 884 RH yang nomornya dipalsu menjadi L 1568 PA.
Tepatnya di Desa Seputih Mayang, dia melihat seseorang korban bernama Hariyanto, seorang pedagang cabe setempat diserempet mobilnya. Sehingga korban ketakutan. Apalagi korban ditakut takuti dengan pistol mainan yang mirip dengan pistol betulan jenis FN 45.
Selanjutnya, korban lari kebirit – birit meninggalkan sepeda motornya. Perempuan diduga WIL pelaku langsung mengambil motor itu dititipkan ke warga lain. “Cara menitipkannya, diakui bahwa itu motor perempuan,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Nur Hidayat.
Setelah itu, keduanya kembali lagi dan berniat mengambil motor untuk dijual. Belum lagi berhasil menjual motor itu, korban mengadu ke Polisi. Polisi berhasil meringkusnya, dan mengamankan barang bukti Daihatsu Xenia, uang mainan Rp 400 juta, pistol mainan, Nokia HP 1208 dan Yamaha Vega P 5013 N. ki

Senin, 23 Agustus 2010

KLB DIARE DI SILO


• PHBS Tekan Penyebaran Virus Diare

JEMBER - Hingga hari ke sepuluh ini, ada dua pasien meninggal karena diare akut. Kejadian Luar Biasa (KLB) ini menimpa beberapa Desa di Kecamatan Silo, dengan total penderita ringan hingga berat sebesar 84 orang.
Humas Kadinkes Jumarlis, mengatakan bahwa kondisi itu telah ditangani Dinkes. Dinas telah mendirikan Posko, dan melakukan pelayanan terhadap masyarakat terutama kebutuhan air bersih.
“Kita sudah tangani. KLB ini memang kita akui ada dua pasien meninggal. Itu juga usianya sudah tidak produktif,” ujar Jumarlis.
Sementara itu Asisten II Setda Jember Drs Oerip Slamet Santoso, Msi, saat meninjau Puskemas di Desa Silo pada 20 Agustus 2010 bersama Camat Silo Ir Eko Heru Sunarso, mengatakan bahwa upaya Pemerintah telah cepat dalam pelayanan medis kesehatan terhadap wabah diare di Silo.
Oerip Santoso, mengatakan terkait KLB ini melanda 5 Desa : Desa Silo, Ds. Karangharjo, Harjomulyo, Pace, dan Desa Mulyorejo.
Dinas Kesehatan telah diperintahkan melakukan beberapa langkah di setiap Puskesmas dan menambah Paramedis semisal :Dokter, Bidan, dan Perawat Kesehatan.
Untuk penanganan obat-obatan pasien diare juga telah di distribusikan keseluruh Puskesmas obat tanpa biaya. “Itu penanganan agar penyakit diare yang melanda 5 desa di kecamatan Silo cepat selesai,” ujarnya.
Diakui penyebaran virus Diare sangat cepat. Sehingga banyak warga yang tertular. Dari laporan Camat Ir Eko Heru Sunarso, ada beberapa pasien telah sembuh setelah ditangani secara medis.
Untuk menekan laju penyebaran virus Diare Dinkes diperintahkan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial, untuk penanganan Posko.
“Kita bersama PMI dan Dinsos buka dapur umum sehat bagi pasien diare,” ujarnya.
Sedangkan Kabag Humas Drs Agoes Slameto Msi mengatakan bahwa Pemkab Jember merasa prihatin dengan kejadian itu. Musibah wabah Diare itu tidak musti terjadi jika masyarakat menjaga kesehatan, dan kebersihan dalam Pola Hidup Bersih dan Sehat.
“Pola PHBS itu akan menghambat penyebaran virus Diare,” ujar Agus. ki

1 MILLIAR POHON, UNTUK INDONESIA


JEMBER- Dampak pemanasan global (global warming) membuat cuaca di berbagai wilayah Indonesia tak menentu dan sangat panas.Akibat tingginya panas bumi banyak daerah Indonesia kekurangan air. Ditambah tanaman di hutan sebagai penyedia stok air, banyak yang gundul dan rusak.
Kondisi seperti ini membuat Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Jember, berupaya kembali menghijaukan hutan dengan program penghijauan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jember, Ir. Totok Suhardiyanto, mengungkapkan dalam rangka mengurangi pemanasan global pemerintah tahun 2010 ini dengan tema Farm a Billiun Indonesia Trees For The Wolrd (Penanaman Satu Milliar Pohon Untuk Indonesia).
Totok mengatakan bahwa pencanangan dilakukan serentak tanggal 28 Oktober 2010. Tahun ini disebut tahun obit (fant bilion indonesiatrees) sejak Januari 2010 - Desember 2010.
Harapannya di tahun 2010, kawasan yang kritis dan hutan rakyat kritis sudah tertangani.
Pemerintah mencanangkan penanaman satu milyard pohon di Indonesia untuk mendukung pusat dengan memberi bantuan berupa bibit dari Presiden RI berupa benih trembesi sejumlah satu kuintal kalau di jadikan bibit nanti itu dengan perkiaraan daya kecambah 60 % bisa menjadi sekitar 600 ribu tanaman.
Bantuan dari Menteri berupa program kebun bibit rakyat atau dikenal dengan program KBR di Jember dengan alokasi 31 unit per unit.
Dan akan diberikan kepada kelompok kehutanan dengan harapan masyarakat di sekitar bisa mendapat bibit Rp 50 ribu per bibit.
Jadi kalau 31 unit akan menjadi 1.550.000. Bibit di Jember juga akan didukung APBD sebesar Rp 50 juta dan bantuan Presiden berupa benih trembesi menjadi 780 ribu bibit.
Bantuan dari Badan Usaha Swasta dari Pabrik Kayu di Bangsalsari bernama Sejahtera Usaha Bersama (SUB) dan sekitarnya ada 1 juta bibit tanaman swadaya masyarakat.
Total keseluruhan melalui program KBR minimal 3.627.000 bibit. Tahun 2010 ini disebar di seluruh Kecamatan di Jember.
Dengan begitu, di Indonesia akan terjadi pengurangan kadar emisi CO 2 besar – besaran. ki

Sabtu, 21 Agustus 2010

Sulistyowati Pengabdi Seni Tembus Eropa



“Saya Tidak Pernah Merasa Mengklaim Menciptakan Tari La Baco,”

JEMBER – Tak sedikit pun keinginan Sulistyowati untuk menjadi seniman. Bakat tari yang dipunyai sejak umur 7 tahun adalah awal baginya untuk menitih karir sebagai seniman.
Seni tari hanyalah bagian keinginan melestarikan budaya bangsa saja. Lewat tari ciptaannya kini Sulistyowati termasuk salah satu seniman yang patut diperhitungkan di Jember.
Baginya menjadi seniman adalah profesi yang sangat mulia dan tanpa pamrih, hal itu pula yang ia terapkan kepada seratus orang anak didiknya dengan menggratiskan biaya latihan tari di sanggar tari Sotalisa miliknya
Bagi masyarakat Jember nama Sulistyowati , SPd cukup dikenal sebagai seniman tari yang cukup diperhitungkan, lewat tangan ibu satu anak yang tinggal di Jl.Kyai Mojo 39 itu sampai saat sudah lahir tujuh tari hasil kreasinya.
Ketujuh tari itu adalah tari LA Baco Naos, tari Nyetet, tari Kendi, tari Nyi Gempeng, tari Zapinah, tari Gelang Soko, dan tari Praben Madure, bahkan salah satu tari ciptaanya yakni tari Nyetet mampu meraih juara di tingkat Jawa Timur pada tahun 2008 lalu.
Prestasi membanggakan ini tentu menjadikan Bu Sulis tidak lantas berbangga diri, justru kemenangan itu adalah semangat bagi wanita kelahiran Pamekasan 4 April 1972 untuk terus mencipta tari.
Pengalamannya melanglang buana di 15 negara adalah pengalaman hidup yang sulit dilupakan bagi Sulistyowati yang juga guru seni budaya di SMAN 2 Jember. Dia juga pernah ditunjuk sebagai instruktur tari mewakili Jawa Timur di Amsterdam Belanda.
Seiring ketenarannya itu dan nama sudah dikenal orang di luar Jember, terpaan isu santer menimpanya. Dia dituding tarian tari La Baco bukan ciptaannya.
Tapi hal itu tak membuat Sulistyowati emosi justru ia tidak menyalahkan karena ketidak tahuanya tentang tari La Baco Naos hasil ciptaannya.
“Tanpa mengurangi rasa hormat saya ke Pak Prayit - seniman tari Jember pencipta tari La Baco- saya seorang seniman harus berkarya dan seni itu hakekatnya indah dan menyenangkan tanpa ada rasa permusuhan,” ujarnya.
Dia mengaku sudah menunjukkan lewat tari La Baco Naos dengan inovasi baru tanpa merubabah filosofi tari La Baco sendiri. Dia menciptakan tari La Baco Naos didukung oleh Pak Djalal dan Pak Ahmad Sudiyono selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember.
“Jadi tidak benar kalau tari La Baco itu ciptaan saya, saya hanya menciptakan tari La Baco Naos dan ini perlu diketahui oleh pemerhati seni agar tidak terjadi salah paham,” jelasnya.
Apa yang dilakukan oleh Sulistyowati dengan melakukan kreasi terhadap tari La Baco bukan barang baru lagi di dunia tari, semisal tari jejer Banyuwangi.
Kini muncul tari Jejer Jaran Dawuk dan tari Jejer Gandrung, meski tari Jejer sudah ada sebelumnya tapi tari Jejer lain bukan pesaing tari Jejer pendahulunya.
Begitu juga dengan tari remo berkembang tari Remo Putra dan tari Remo Jombang, diakui atau tidak itu adalah kreatifitas seniman tari yang kenyataannya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, tanpa meminggirkan tari pendahulunya sebagai embrio dan insipirasi.
Sulistiyowati lulusan IKIP Negeri Surabaya jurusan tari in kini mengaku telah memiliki seratus anak didik di sanggar tari yang dipimpinnya SOTALISA.
Tari La Baco Naos akhir bulan Juli sudah tampil di Gedung Grahadi Surabaya, menyambut kedatangan Menteri. Dan ke Gedung Grahadi memenuhi undangan Pemprop serta BRI untuk acara Gebyar Pesta Rakyat. ki

KODIM 0824 JUARA POOL A KOREM 083/BDJ

JEMBER – Dalam Kejuaraan Piala Kasad Cup Tahun 2010 di Surabaya, seluruh satuan jajaran Kodam V/Brw antusias mempersiapkan diri.Termasuk Korem 083/Bdj yang telah menyelesaikan babak penyisihan cabang olah raga sepak bola antar kodim, yang dibagi dalam Pool ”A” Wilayah Timur terdiri dari Kodim 0821. 0822, 0823, 0824 dan 0825 ditunjuk Kodim 0824 sebagai penyelenggara. Dan Pool ”B” Wilayah Barat yang terdiri dari Kodim 0818, 0819, 0820 dan 0833 dengan Kodim 0819 sebagai penyelenggaranya.
Penyelenggaraan di Kodim 0824/Jember ditempatkan di Lapangan Sepak Bola Yonif 509/K dan di Secaba Rindam V/Brw dibuka oleh Kasdim Mayor Arm Soegeng Boediharto pada tanggal 19 Juli 2010.
Acara di lapangan Yonif 509/K diawali upacara pembacaan amanat Danrem 083/Bdj dan dilanjutkan penendangan bola perdana.
Masing-masing tim dari Kodim-kodim menurunkan pemain terbaiknya dengan komposisi pemain dari Personel TNI anggota Kodim yang dikolaborasikan dengan pemain muda dari masyarakat umum.
Dengan sistem setengah kompetisi masing-masing kesebelasan saling bertemu. Kesebelasan Kodim 0824/Jember selaku penyelenggara yang diperkuat oleh Dandim 0824 Letkol Inf Mokhamadf Yasin, mampu menempatkan diri di puncak klasemen sebagai Juara Pool ”A” dengan total nilai 10, dari 4 kali bertanding, menang 3 kali dan seri 1 kali.
Sebagai runner up Kesebelasan Kodim 0822/Bondowoso yang saat ini melangsungkan pertandingan melawan Juara Pool ”B” di Kota Malang, yang masing masing akan memperebutkan tiket sebagai perwakilan Korem 083/Bdj pada Kejuaraan Piala kasad Cup 2010.
Penyelenggaraan event ini adalah sangat menunjang kelangsungan Pembinaan Teritorial (Binter) dan tugas pokok Kodim selaku Komando Kewilayahan.
Karena mengingat sepak bola adalah cabor yang paling merakyat, sehingga dengan penyelenggaraan kompetisi seperti ini secara otomatis terjalin interaksi antara TNI dan masyarakat yang sekaligus menjalin komunikasi sosial dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Bahkan kompetisi Sepak Bola Piala Dandim Cup yang telah dilaksanakan mampu menarik simpati masyarakat dengan harapan dapat diselenggarakan sebagai agenda tahunan guna meningkatkan kualitas pemain dan kualitas olah raga sepak bola di daerah. ki

TEKAN GAR LALIN DAN LAKA

JEMBER - Sejak dilantik tanggal 09 Juli 2010 Komandan Kodim 0824 yang baru Letkol Inf Mokhamad Yasin mulai menelurkan langkah kebijakkan. Tanggal 19 Juli 2010, selesai Upacara 17-an membacakan amanat Panglima TNI, diantaranya ”Memantapkan disiplin anggota, ketertiban berlalulintas dan senantiasa memelihara nama baik satuan dan nama baik TNI.
Usai upacara langsung berdialog dengan Dan Subdenpom V/3-2 Jember untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap anggota berkaitan dengan kelengkapan administrasi diri anggota.
Di kesempatan ini Kasdim 0824 Mayor Arm Soegeng Boediharto didampingi Dan Subdenpom V/3-2 Kapten Cpm Rusdiyanto langsung mengadakan memeriksa pasukan dan anggota TNI dan PNS dari Makodim dan Koramil Jajaran Dim 0824.
Sekaligus pemberitahuan agar anggota tidak segan-segan jika SIM mati agar mengaku. Nantinya akan dibantu pengurusannya baik SIM TNI dan SIM Umum anggota, sehingga timbul rasa tenang dan tentram dalam berkendaraan di jalan.
Kegiatan ini perlu diselenggarakan periodik, sehingga dapat mengurangi pelanggaran anggota terutama pelanggaran berlalulintas di jalan.
Terkait dengan pengurusan SIM Umum anggota, Dandim 0824 berjanji akan berkoordinasi dengan Kapolres Jember, sehingga anggota dapat mengurus secara kolektif dan mendapat kemudahan pelayanan.
Ini sangat penting karena administrasi anggota adalah bekal anggota dalam mengemban tugas pokok di lapangan selaku aparat Komando Kewilayahan yang diharapkan mampu menjadi panutan masyarakat dalam berbicara, bersikap dan bertindak. ki

Operasi Jukir Liar Hindari Aksi Premanisme

JEMBER - UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember benar-benar merealisasikan janjinya menertibkan jukir liar. “Bersih bersih jukir liar “ saat Ramadhan dilakukan di kawasan Jalan Trunojoyo, Syamanhudi, dan Jl Diponegoro. Dibantu Sat Binmas Polres Jember dan Polisi Militer (PM) penertiban jukir liar cukup membuahkan hasil. Enam orang jukir liar ditangkap saat kedapatan beroperasi.
Mereka diangkut dan dilakukan pembainaan Iptu Supriono Sat Binmas Polres Jember agar tidak lagi meresahkan pemilik kendaraan karena kerap meminta uang parkir paksa.
Operasi ini menurut Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember Siswanto, S.SIT.MT sekaligus langkah awal pendataan jumlah jukir liar di Jember.
Rencananya UPT Parkir akan menggelar operasi penertiban jukir liar dalam tiga tahap di kawasan segitiga emas.
Tahap awal masih persuasif kepada jukir liar, jika jukir liar masih memungut uang parkir dengan paksa pihaknya tanpa ragu mengambil tindakan tegas karena untuk mengantisipasi aksi premanisme jukir liar terhadap pelanggan parkir berlangganan Jember.
“Tidak menutup kemungkinan dalam operasi penertiban jukir liar berikutnya tidak hanya di pusat kota saja, tapi digelar di kawasan kampus,” ujarnya.
Jumlahnya diduga tak sedikit. Berbekal peluit, sepatu, topi mereka sudah memarkir. Apalagi saat menjelang lebaran akan terjadi lonjakan parkir kendaraan.
Bersamaan dengan itu, juga dilakukan penertiban parkir roda empat yang tidak sesuai marka dan sudut parkir, sehingga semrawut dan menimbulkan kemacetan seperti di Jl. Trunojoyo dan Syamanhudi.
Apalagi ada banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan memakan badan jalan, karena itu PKL juga diminta memindahkan tempat usahanya.
Agus Slameto, mendukung upaya itu karena yang pokok adalah tindakan premanisme harus dihapuskan dan diantisipasi sejak dini. ki

Kamis, 19 Agustus 2010

Iles-iles Peluang Ekspor Baru ke Jepang


JEMBER - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat Indonesia mengurangi komsumsi beras dengan makanan alternatif selain beras.Salah satu alternatif dengan kandungan karbohidrat sama dengan beras adalah konjac atau iles-iles.
Iles - iles adalah tanaman liar jenis umbi-umbian yang mudah tumbuh dan berkembang. Bahkan masayarakat masih asing dengan iles-les karena dinilai sebagai makanan kuno jaman penjajahan.
Di Jember adalah daerah tropis dengan curah hujan tinggi sebagai tanah yang cocok dengan iles-iles.
Sentra tanaman iles – iles adalah Kecamatan Sumberjambe, Sukowono, Panti dan Silo, dan Kecamatan Silo terbanyak iles-iles.
Dengan sentuhan sedikit iles-iles memiliki nilai jual tinggi, atau sekitar Rp 1500 per Kg.
Iles-iles bisa dibuat makanan ringan seperti kripik bahan campuran pembuatan cat, pembalut wanita dan lem pesawat terbang.
Di Jepang konjak atau iles-iles dijadikan bahan utama tahu dan mie, karena sangat menyehatkan tubuh.
HM. Saefudin, SE Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember, mengatakan bila iles-iles bisa dibudidayakan para petani Jember maka Kabupaten Jember bisa menjadi penghasil iles-iles ekspor ke Jepang.
Masyarakat dengan mudah bisa menanam karena bisa ditumpang sari dengan tanaman keras.
“HKTI menginginkan iles-iles menjadi icon Jember,” ujarnya.
Sementara akan diuji dalam budidaya besar 20 hektar. Sehingga HKTI bisa membuktikan dukungan terhadap pernyataan SBY setelah dilakukan penelitian.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi mendukung ajakan Presiden SBY agar ada solusi bagi masyarakat jika menghadapi kekurangan bahan pangan beras.
Petani penghasil iles-iles perlu mendapat dukungan dari seluruh aparat pemerintah karena biaya perawatan sangat besar. ki

PEMOHON KTP NAIK TAJAM


JEMBER – Menjelang Lebaran kesibukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab berbeda dari biasa.Ratusan warga Jember datang silih berganti mengurus KTP dan KK Nasional. Kantor yang kecil itu membuat ruang tunggu berjubel.
Fenomena itu biasa terjadi menjelang Lebaran, karena syarat administrasi kerja dan kredit barang sangat diperlukan.
Sekalipun luar kota, praktis mereka masuk dalam mekanisme itu. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan tenaga terbatas melayani masyarakat mengurus KTP, dan KK.
Supoyo Hadi Kasi Pelayanan Dokumen Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengatakan membludaknya pelayanan KTP terjadi setiap jelang lebaran.
Pemohon biasanya butuh untuk mencari kerja. Warga itu biasanya belum memiliki KTP, tak sedikit yang mengurus ulang atau ganti hilang.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sendiri tahun 2010 menargetkan perolehan pendapatan retribusi KTP dan KK sebesar Rp 300.000.000. Target itu bisa terpenuhi bergantung ramai tidaknya masyarakat mengurus KTP dan KK.
“Pengajuan permohonan KTP meningkat jelang lebaran tiap tahun. Banyak warga memang mudik tapi pasca lebaran langsung ke luar pulau. Maka mereka perlu KTP. KTP adalah dokumen kependudukan wajib warga,” ujarnya.
Memasuki tahun ke – 4 dari pelaksanaan pembuatan KTP missal tahun 2006 lalu, mereka banyak yang mengurus KTP perbaikan ketimbang KTP baru dikarenakan perubahan status dan alamat.
Data yang ada selama ini pemohon KTP baru diajukan oleh lulusan SMA. Untuk daftar surat ijin mengemudi (SIM) atau administrsai sekolah ke Perguruan Tinggi.
Tahun 2009 Dinas ini, sempat disibukkan dengan para penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk membuat KTP perbaikan sebagai syarat pencairan.
Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi menilai saat ini kesadaran masyarakat di Jember sudah tinggi. ki

JANGAN MELUPAKAN SEJARAH !


JEMBER – Generasi muda dalam memaknai HUT Kemerdekan RI tak sekadar upacara ceremonial biasa, tapi lebih dari itu generasi muda harus mampu berbuat yang terbaik tidak hanya bagi dia saja tapi juga bagi bangsa dan negara.Jiwa nasionalisme dan kebangsaan harus ditanamkan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air mewujudkan keutuhan NKRI contohnya, dengan memberi pelajaran sejarah bangsa bagi anak didik baik dari tingkat TK -Perguruan Tinggi.
Sehingga guru tak sekadar mengajar teori sejarah, tapi pendidik diharapkan mampu membangkitkan semangat patriotisme anak didiknya.
Drs H Ahmad Sudiyono SH MSi MPSi Kadiknas Jember mengatakan bahwa pelajaran sejarah masih relevan diberikan lagi ke Sekolah.
Ir Sukarno mantan Presiden RI pertama menyerukan kepada rakyat Indonesia agar jangan sekali-kali meninggalkan sejarah = Jas Merah. Seruan Proklamator RI, bisa diaktualisasikan dalam bentuk pemberian pelajaran sejarah di bangku pendidikan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
“Kepala Diknas Pemkab sangat setuju bila pelajaran sejarah dihidupkan kembali sebagai upaya menanamkan rasa nasionalisme kepada para generasi muda, agar generasi muda mengetahui bagaimana sejarah bangsanya dalam merebut kemerdekaan. Kalau perlu Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) atau yang dikenal dengan Eka Prasetya Panca Karsa dihidupkan kembali,” ujarnya.
Karena dalam P4 itu terdapat nilai-nilai Pancasila yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Dengan dibangkitkannya kembali P4 juga menanamkan pelajaran budi pekerti kepada para generasi muda.
Tak dipungkiri seiring dengan kecanggihan teknologi tidak sedikit mereka yang kurang memahami sopan santun dalam hidup bermasyarakat sebagai bagian dari budi pekerti.
Ahmad juga menyayangkan dihapuskannya pelajaran Pelajarah Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) di sekolah, menurutnya dengan meniadakan PSPB sama artinya tidak sepaham dengan apa yang diinginkan oleh Bung Karno agar bangsa ini tidak mudah untuk melupakan sejarah.
Meski PSPB sudah lama tidak dikenalkan kepada para pelajar, tapi dia tetap berharap semua sekolah di Jember dari SD - SMA tetap ada materi PSPB di Pelajaran IPS.
Bahkan Dinas Pendidikan Pemkab Jember sendiri dalam upaya menghidupkan kembali pelajaran sejarah di sekolah, rencananya juga akan menambah materi sejarah nasional sehingga para pelajar di Kabupaten Jember tidak pernah melupakan sejarah bangsa ini.
Drs Muhammad Ghozali Kepala SMPN 1 Tanggul setuju bila sejarah perjuangan bangsa dikenalkan kembali kepada para pelajar. Tapi harapannya pelajaran sejarah jangan sampai membuat anak didik menjadi jenuh dan membosankan.
Ide Ahmad Sudiyono menghidupkan kembali pelajaran sejarah didukung penuh Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi.
“Dengan rasa nasionalisme dan nilai-nilai kejuangan maka generasi muda penerus cita-cita bangsa, bisa ikut mengerti dan memaknai arti perjuangan,” ujarnya. ki

Dosen Unej Tewas Saat Ngospek Maba


JEMBER - Susana ruangan mahasiswa baru (maba) di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Jurusan Teknik Hasil Pertanian (THP) Universitas Jember mendadak gaduh. Pasalnya seorang dosen meninggal dunia mendadak saat memberi materi Ospek atau sekarang dikenal dengan kegiatan Program Pengenalan Kampus (PK2).
Dosen bernama Supriyanto (50) warga Jl Manggis 50 yang sudah puluhan tahun mengajar di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unej jurusan Biologi.
Kegiatan PK2 oleh para dosen langsung diminta agar dihentikan sebelum penyampaian materi selesai karena peristiwa itu.
Menurut seorang mahasiswa baru FTP Unej yang menjadi panitia PK2, Fitriana Mayasari, dosen itu memberi materi Pengenalan Kuliah di Kampus selama satu jam.
Kemudian sekitar lima belas menit menjelang akhir materi, Supriyanto mendadak tersedak batuk dan mengaku kepalanya pusing.
"Mic yang dipegangnya sempat diberikan ke sampingnya yakni moderator. Pak Supriyanto sempat bilang, aduh saya tidak enak badan," kata Fitriana Mayasari.
Selanjutnya Supriyanto pingsan dengan kondisi kaki dan sekujur tubuh tampak menguning dan pucat. Pihak panitia PK2 sebenarnya sudah melakukan prosedur menyelamatkan nyawa dosennya.
"Kita sudah menghubungi Unit Medical Center Unej untuk datangkan ambulance agar Pak Supriyanto segera dibawa. Tapi saat itu ambulance tidak bisa operasi karena tidak ada sopir," ujarnya.
Tak ingin menunggu lama dan tidak ada kejelasan kapan ambulance UMC Unej datang, panitia berinisiatif menggotong dosen Supriyanto dengan memakai mobil pribadi milik FTP untuk menuju UMC Unej berjarak 1 kilometer dari kampus.
"Tapi sayang nyawa Pak Supriyanto tidak tertolong saat perjalanan menuju UMC Unej, dokter dan tim medis sempat memeriksa kondisi fisiknya. Tapi memang kata keluarga, pak Supriyanto yang dalam kondisi puasa itu agak tidak enak badan dan oleh keluarga diminta agar tidak ngantor dulu, namun pak Supriyanto tetap berangkat ke kampus," tegasnya.
Ditambahkan, bahwa Supriyanto mengisi dua kali materi PK2. Pertama di FKIP Unej durasi satu jam lalu mengajar lagi materi di FTP THP Unej.
Diduga Supriyanto memiliki riwayat sakit jantung kronis dan parah hingga mengakibatkan tewas di kampus. Sedang staf Humas Unej Iim Fahmi Ilman mengatakan, Supriyanto mempunyai riwayat penyakit jantung.
Penyakitnya diduga kambuh saat mengisi materi PK2, apalagi Supriyanto juga mengalami kecapekan bebarengan dengan puasa ramadhan.
"Beliau punya riwayat jantung, setelah di cek oleh tim medis dan dokter UMC Unej selama setengah jam, jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Jl Manggis Kecamatan Patrang dan segera dimakamkan," kata Iim Fahmi Ilman. ki

ADA PASAR MURAH DI MANGLI


* TEKAN LAJU HARGA

JEMBER - Tim Penggerak PKK Kelurahan Mangli bekerjasama dengan distributor sembako Jember (Carre- Forre) minggu mendatang menggelar pasar murah sembako untuk menstabilkan harga jelang lebaran.
“Rencananya, pasar murah dilakukan 22 Agustus 2010 di Kelurahan Mangli selama satu hari penuh yang dimulai pukul 08.00 s/d 16.00 WIB, “ kata Ketua TP PKK Kelurahan Mangli, Ny. Bobby Arie Sandy, Rabu (18/8).
Mengenai kebutuhan bahan pokok yang dijual di pasar murah, ada sembako yang dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran.
“Semisal, gula pasir, beras, dan minyak goreng, sekarang kita sedang melakukan persiapan. Kita berharap dengan adanya pasar murah ini, kebutuhan masyarakat akan sembako bisa terbantu,“ ujar Ketua TP PKK Ny Bobby.
Di pasar murah ini diakui bahwa kerja sama terjalin dengan sejumlah distributor untuk beberapa komoditas bahan pokok.
Di pasar murah ini TP PKK juga menggandeng careefour untuk membantu penyediaan pasokan saat pasar murah.
“Terkait patokan harga jual, kami upayakan diberlakukan di bawah harga pasar pada kondisi normal,“ tegasnya.
Lokasi nya akan digelar di Kantor Kelurahan Mangli, karena sangat strategis. “Kami harap, masyarakat benar-benar memanfaatkan pasar murah ini untuk memenuhi kebutuhan sembako, khususnya lebaran tahun ini, “ tegasnya.
Lurah Mangli, Bobby Arie Sandy, S.STP menambahkan sampai sekarang harga sejumlah bahan pokok di Jember masih stabil. Jika ada kenaikan harga hanya terlihat di bahan pokok.
“Semisal, gula pasir dan beras yang saat ini harga jualnya terkategori masih wajar dibandingkan harga pekan lalu, “katanya.
Kenaikan masih wajar, terjadi setiap tahun saat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Naiknya harga di pasaran disebabkan permintaan tinggi
“Dihimbau kepada warga masyarakat, khususnya Kelurahan Mangli untuk berduyun-duyun di pasar murah, “ ujarnya. ki

Rabu, 18 Agustus 2010

4482 MAHASISWA BARU UNEJ IKUTI PK 2

JEMBER – Ada 4482 mahasiswa baru Universitas Jember tahun akademik 2010/2011 per hari ini 18 Agustus menjalani Program Pengenalan Kampus (PK2). Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru ini diselenggarakan di masing-masing fakultas/program studi sampai dengan tanggal 24 Agustus nanti. Namun karena penyelenggaraan PK 2 tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, maka penyelenggaraan setiap harinya dibatasi hanya sampai dengan jam 11 siang.
Para mahasiswa baru yang datang dari seluruh pelosok nusantara ini akan mendapatkan materi mengenai Pendidikan Tinggi di Indonesia, Strategi Belajar di Perguruan Tinggi, Implementasi Teknologi Informasi Untuk Kegiatan Akademik, Pengenalan Program Kreatifitas Mahasiswa dan soft skill serta materi lainnya. Para mahasiswa baru juga akan mendapatkan penjelasan mengenai kiprah unit kegiatan mahasiswa dari para mahasiswa senior. Setelah mengikuti kegiatan PK 2, para mahasiswa baru akan mengikuti tes TOEFL yang akan diadakan mulai tanggal 25 Agustus 2010 di Gedung Soetardjo.
Sementara itu Pembantu Rektor III Universitas Jember Drs. Andang Subaharianto, M.Hum menegaskan jika pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jember berdasarkan prinsip edukasi dan bebas dari unsur perploncoan. Menurutnya, tujuan pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru adalah untuk memberi bekal kepada mahasiswa baru agar dapat mengembangkan potensi disi secara optimal selama menempuh pendidikan di kampus Tegalboto.
Selain mengikuti kegiatan PK 2, para mahasiswa baru juga akan mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pengembangan mahasiswa baru (P2 MaBa). khusus untuk kegiatan P2 Maba waktunya ditentukan oleh masing-masing fakultas/program studi. Kegiatan P2 MaBa berisi materi keterampilan manajemen mahasiswa tingkat pra dasar, pengenalan pedoman penulisan karya tulis dan materi-materi yang disesuaikan dengan fakultas/program studi masing-masing. dalam kegiatan P2 MaBa juga dijadwalkan pemberian materi mengenai keselamatan berkendara dan bahaya penyalahgunaan narkoba yang bekerjasama dengan Polres Jember. ki


No Fakultas / Program studi J u m l a h
1. Hukum 347
2. I SI P 440
3. Pertanian 294
4. Ekonomi 612
5. K I P 937
6. Sastra 268
7. Tekonologi Pertanian 175
8. Kedokteran Gigi 95
9. M I P A 219
10. Kedokteran 100
11. Kesehatan Masyarakat 161
12. Teknik 360
13. Farmasi 97
14. Ilmu Keperawatan 98
15. Sistem Informasi 121
T o t a l 4482

DENGAN PRAMUKA RASA KEBANGSAAN MENINGKAT !


JEMBER - Puncak peringatan HUT Pramuka ke 49 di Alun- alun Jember dengan inspektur Asisten I Pemkab Jember Drs. Hamid Sudiono Msi. mewakili Bupati Jember menegaskan ada perlu ada peningkatan teladan bagi generasi bangsa.Pramuka diminta lebih meningkatkan kontribusinya membentuk karakter kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa masa depan.
Meskipun beberapa tahun terakhir ditemukan gejala lunturnya semangat kebangsaan di kalangan pemuda karena rendahnya solidaritas sosial dan menipisnya semangat bela negara serta pemahaman kaum muda terhadap sejarah bangsa.
Ketua Kwarcab Pramuka Achmad Sudiono mengatakan keberadaan Pramuka selama ini sangat membanggakan bagi masyarakat malah kini kiprahnya kian meningkat, dari sekedar kesan rekreasi menjadi akrab terhadap lingkungan.
Sejak reformasi 10 tahun lalu, debat Pramuka terasa kurang bergema dan kurang dilirik generasi muda karena dianggap pramuka adalah warisan orde baru (Orba) yang tak perlu ditonjol- tonjolkan.
Akibatnya Pramuka hanya besar di seragam saja. Tapi kurang bermakna dalam kehidupan sehari hari.
Padahal Pramuka adalah eskrakurikuler penting untuk tetap dipertahankan karena banyak pendidikan pengkaderan bangsa dan patriot bangsa.
Arum Sabil Ketua Pramuka mendorong dan memberi support penuh untuk bangkitnya Pramuka yang dicanangkan Presiden karena perlu ada revitalisasi keaktifan Pramuka.
Padahal yang paling penting adalah bagaimana kesantunan itu dan yang kedua baru menyangkut hal yang lain lain, kesantunan dalam berfikir kesantunan dalam berkarya, kesatunan dalam berkawan dan lain sebagainya.
”Semoga semua anggota pramuka baik yang telah berpengelaman ataupun yang masih berada ditingkat sekolah dapat terus mengembangkan pramuka itu sendiri dan semoga dengan umur yang telah bertambah ini semoga Pramuka,” ujarnya. ki

JEMBATAN KUDUNG CURAH MALANG “PRIHATIN”


JEMBER - Untuk memperkuat sarana prasarana transportasi penunjang roda ekonomi masyarakat desa sebagai akses penghubung antar Desa, Curah Malang Nogosari dan Desa Gumelar jembatan kuno jaman Belanda tahun 1929 itu sudah memprihatinkan. Jembatan kuno ini sudah layak mendapat renovasi dan perbaikan. Jembatan dengan panjang 45 meter, tinggi 25 meter dan lebar sekitar 3 meter itu sudah mulai rusak.
Jembatan ini saat ini sudah tidak layak diakses, maka Kepala Desa Curah Malang semakin tak berdaya karena melihat besi dan penyangga kayu mulai mengelupas.
Kepala Desa Curah Malang Rambipuji, Yosep Yuliadi.S.Sos mengatakan saat ini jembatan kudung ini akan direhab.
Selama ini tidak ada jatah rehab dari Dinas. Padahal, jembatan ini aksesnya roda dua dan empat, untuk roda ekonomi masyarakat baik dari pasar, selep, keliling, angkut pertanian hingga ingin menyalurkan keinginan masyarakat Desa agar dibangun lebih bagus.
Masyarakat Curah Malang menagih janji MZA Djalal karena pernah menjanjikan setelah terpilih lagi.
Akses anak jalan kaki saja orang tuanya sekarang ikut ngantar karena takut jatuh kalau lewat di jembatan kudung berlubang.
Tahun Anggaran 2010 ini DAK paling bisa mengikutkan proyek ini. Tapi jika tidak maka hanya tahun Anggaran 2011 bisa terealisir pembangunan oleh Pemkab Jember. ki.

MUI LARANG WARGA BAKAR PETASAN



JEMBER - Petasan dinilai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember Drs. Baharudin Rosyid sebagai sesuatu yang berbahaya, bermudhorat dan mubazir.
Meski petasan sebelum dilarang oleh Pemerintah tapi sudah jadi trend di masyarakat merayakan idul Fitri.
Kebiasan masyarakat Indonesia meluapkan kegembiraan saat Idul Fitri dengan membakar petasan adalah lumrah, meskipun petasan itu dinilai MUI identik dengan membakar uang dan merugikan.
“Tidak ada seorang ulama yang menganjurkan umat Islam merayakan idul fitri dengan mercon atau petasan, karena petasan tidak ada manfaatnya. Petasan bukan produk Indonesia tapi diadopsi dari Cina kendati banyak korban jiwa akibat petasan masyarakat tidak jera,” ujarnya.
Petasan bukan barang murah tapi mahal, ironis kalau ada mereka masyarakat yang kelaparan tapi masih bisa menyalakan petasan.
MUI mendukung aparat keamanan polisi untuk melarang peredaran petasan, karena petasan bukan lagi layak dilanjutkan.
Saat Idul Fitri, orang kembali fitrah, atau kesucian tapi kenapa harus dikotori oleh suara ledakan yang membuat tetangga marah.
Anwar Sanusi guru agama Islam di SDN Antirogo I Sumbersari, mendukung MUI Jember agar melarang petasan di Jember.
Alasannya sebagai pendidik Anwar anak didiknya sering jadi korban petasan. Sehingga dia mendukung pelarangan itu. Agus Slameto, Humas Pemkab Jember mengatakan petasan adalah jenis tindak pidana yang dapat membahayakan keselamatan orang lain. ki

AWAL MEI DESA GUMELAR TELAH LUNAS PBB


JEMBER - Keberhasilan Desa Gumelar melunasi PBB perlu mendapat penghargaan. karena untuk memimpin lembaga pemerintahan Desa tidaklah mudah.Terlebih yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Selama mampu memimpin Pemerintahan Desa dengan baik baik dipastikan akan berhasil menyelesaikan pekerjaan.
Terbukti Kades Gumelar Ny Hj Siti Rohimah. Di awal Mei 2010 Desa Gumelar berhasil melunasi tanggungan pajak bumi bangunan (PBB) setelah melalui perjuangan luar biasa.
Siti Rohimah mengaku untuk membuat masyarakat sadar membayar PBB, ia bersama-sama perangkat terus sosialisasi, dan mendekati masyarakat lewat kerja sama antar perangkat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat.
“Memang untuk PBB ini, masyarakat datang sendiri ke kantor desa. Tapi, perangkat desa turun langsung (jemput bola) ke bawah, untuk mengingatkan dan menagih tanggungan pajak kepada masyarakat,” ujarnya.
Penagihan pajak kepada masyarakat ini, dilakukan dengan cara mengerahkan seluruh kepala dusun dan 22 orang ketua RT/RW di seluruh Desa Gumelar.
“Untuk pelunasan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang bakunya mencapai Rp 116.739.271,- untuk tahun 2010 ini perangkat mulai dari kepala dusun dan Ketua RT/RW berjumlah 22 orang terbagi di 5 dusun yaitu, Dusun Krajan Tengah, Krajan Lor, Krajan Kidul, Dusun Rejosari, dan Dusun Jogaran,” bebernya.
Dari 22 petugas pelunasan pajak ini tiap petugas bakunya bervariasi, antara Rp 1 juta - Rp 9 juta. Pelunasan pajak ini kerap disampaikan lewat kelompok-kelompok pengajian, mingguan dan bulanan.
Lewat pengajian itu, masyarakat diajak segera melunasi pajaknya karena kewajiban sebagai warga negara.
Kesadaran masyarakat di Desa Gumelar melunasi pajak diakui Siti Rohimah, sudah tertanam sejak kepemimpinan Kades lama Drs Bambang Hariyono.
Waktu pembayaran pajaknya dilakukan menunggu panen. “Kini saya hanya tinggal melanjutkan dan tetap mananamkan kesadaran itu kepada masyarakat,” akunya.
Meski pelunasan PBB Desa lebih baik dibanding desa lain, tapi tahun ini sedikit mengalami keterlambatan dibanding tahun lalu karena Pemilukada dan panen mundur. ki

ETOS KERJA SAAT RAMADHAN TAK BERPENGARUH


• Yon Armed 8 Jember

JEMBER - Bulan puasa adalah bulan penuh barokah, dan kesempatan meningkatkan kadar keimanan kepada Allah SWT, lewat sholat khusyuk dan puasa.
Kendati ramadhan, semua aktifitas Batalyon Armed 8 Jember tak bergeser. Danyon Armed 8 Letkol ARM Maryudi S.Sos mengatakan seluruh anggota Armed 8 mengajak selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan agar Ramadhan tahun ini menjadikan diri ini sebagai insan muttaqien.
Sebagai Komandan prajurit, dia ingin dicontoh prajuritnya untuk tidak terpengaruh kepada aktifitas sehari hari. Kegiatan tarawih, tadarusan tetap dilakukan biasa di masjid termasuk gabung dengan masyarakat.
Selama ramadhan kegiatan bataliyon telah ada program kalender latihan yang harus terlaksana sesuai jadwal waktu. Tapi ada hal khusus terkait fisik sehingga ada kebijaksanaan menggurangi sedikit porsi fisik 100 % menjadi 90 % hingga 85 %.
Selama Ramadhan bagi yang beragama muslim agar terus melaksanakan kegiatan ibadah semaksimal mungkin hingga Idul Fitri.
Saat Idul Fitri komandan bukan raja. Dan siap menerima anak buah apa adanya. Sebagai manusia biasa saling memaafkan.
Dulu harus komandan harus dilayani tapi sekarang bagaimana bisa melayani anggota sehingga keharmonisa atasan dan bawahan tetap langgeng.
Yang jelas, ke depan prajurit dapat menjadi manusia pilihan beriman, dan mudah bergaul dengan masyarakat. ki

Pasca Lebaran, PNS Jangan Bolos Kerja


JEMBER - Pemkab Jember tidak main mian bakal memberi sanksi tegas bagi para PNS Pemkab Jember yang mbolos kerja pasca lebaran. Miaty Alvin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengatakan seperti tahun lalu tetap akan digelar sidak ke SKPD tertentu.
Hasil sidak akan dilaporkan ke Sekkab Jember, untuk diambil tindakan. Sehingga jika PNS mbolos saat itu, sanksi lebih berat dibanding hari biasa.
Diantara hukumannya adalah ada penurunan pangkat dan saknsi lain. Apabila di hari biasa PNS tidak ada sanksi tapi kalau PNS pasca lebaran pasti ada sanksi.
Kami punya catatan tahun lalu beberapa PNS yang tidak ngantor. BKD selalu menyimpan tiap tahun.
Kepada semua PNS diharapkan memperhitungkan secara tepat jika akan mudik. Hari Minggu sudah harus tiba di Jember.
Kalau mengacu dua PP yakni PP 30/2003 dan PP 53/2010 sama-sama mengatur tentang sanksi kepada PNS yang melanggar aturan bedanya kalau di PP sebelumnya memerlukan waktu agak lama, tapi di PP 53/2010 waktunya sangat dekat.
Selain itu ada tambahan sanksi bagi Kepala Unit Kerja yang lalai memberi sanksi kepada bawahannya.
Ini menjadi imbang, sebab kalau awalnya anak buah saja yang disanksi kini kepalanya juga.
“Ya Mas, kalau dulu hanya anak buah, kini kepala unit kerjapun juga dapat sanksi,” ujarnya.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto, mengatakan dalam PP 30 dan PP 53/2010 ada sanksi kepada PNS dan berikut mekanismenya.
Bagi PNS yang mudik lebaran hendaknya dapat diperhitungkan waktunya agar PNS dapat pulang ke Jember sesuai jadwal masuk kerja tepat waktu. ki

Sat Pol PP Operasi Tempat Hiburan


JEMBER- Ibadah puasa Ramadhan hingga hari ke 9 ini membuat Pemerintah Kabupaten Jember ingin menjaga nuansa ramadhan dengan khusyuk. Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab Jember melakukan sidak jam operasional pada tempat-tempat hiburan malam.
Ada 3 tempat hiburan malam yang disidak Satpol PP antara lain H2O Billyard, Wijaya Billyard, karaoke NAV.
Sidak ini bertujuan hanya melihat kesesuaian jam operasional yang dilaksanakan tempat-tempat hiburan di Jember itu lewat SE Gubernur Jawa Timur tentang jam operasional tempat hiburan malam.
Sidak itu dipimpin Koordinator Operasional Satpol PP, Muyadi, yang diadmpingi Polres Jember, Kantor Pariwisata, Bagian Humas.
Dalam sidak tidak ditemui pelanggaran penyalahgunaan tempat hiburan sebagai tempat penyebaran obat-obatan terlarang.
Sesuai hasil sidak bahwa hal itu dilaksanakan untuk melakukan cek & ricek jam operasional jam hiburan malam, sekaligus tindak lanjut SE Gubernur tentang Jam malam tempat hiburan malam selama Ramadhan.
Bahwa sidak ini bertujuan cek & Ricek juga ining memberi kekhusyukkan bagi umat Islam Jember dalam rangka ibadah di bulan yang suci ini.
Sesuai SE Gubernur menurut Agus Slameto Humas Pemkab, bahwa jam operasional tempat hiburan malam adalah pukul 20.00 - 00.00 WIB.
“Sebagai bentuk tindak lanjut, sekaligus menjaga kekhusyukkan ibadah warga Jember di bulan suci ini,” ujarnya. ki

2 Paskibra Jember ke Jatim



JEMBER – Sedikitnya, 71 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember terdiri dari 36 putra dan 35 putri dikukuhkan dan dilantik oleh Sugiharto, SH selaku Plt Bupati Jember .Para anggota Paskibra bertugas di upacara kenegaraan memperingati detik-detik Proklamasi 17 Agustus.
Terpilihnya mereka sebagai anggota Paskibraka 2010 setelah melewati serangkaian seleksi ketat dari Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Pemkab Jember.
Dari data yang ada pendaftar Paskibraka berjumlah 430 siswa-siswi dari SMA/SMK/MA negeri dan swasta se Kabupaten Jember.
Plt Bupati Jember Sugiharto, SH ikut bangga dengan terpilihnya dan dilantiknya anggota Paskibraka Jember 2010 yang bertugas saat upacara bendera HUT RI ke 65. Mereka mendapat kehormatan sebagai petugas upacara kenegaraan detik-detik Proklamasi dan sangat mulia tugasnya.
Karena itu anggota Paskibraka dipilih dari kader terbaik bangsa yang tidak boleh salah dalam bertindak. Untuk itu mereka telah digembleng untuk latihan, selama berhari hari.
“Merah putih adalah warna kebanggaan bangsa Indonesia yang mengandung makna keberanian dan kesucian, usia kemerdekaan negara RI mencapai 65 tahun. Lewat Paskibraka generasi bangsa harus memiliki motivasi tinggi dalam pembangunan,” ujarnya.
Tahun 2010 ini ada prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jember yakni dua orang siswa Paskibraka asal Jember ditugaskan dalam upacara di tingkat Jatim.
Kedua siswa itu adalah Gilang Erlangga dari SMAN Ambulu dan Nabila Ahya Nuri dari SMAN 4 Jember lolos seleksi Paskibaraka Jawa Timur.
Menurut Kepala Kantor Pemuda Pemkab Jember Drs. Suparno, MSi, Paskibraka tidak hanya sebagai petugas upacara kenegaraan saja atau saat HUT RI saja, tapi penanaman jiwa patriotisme di generasi muda untuk persatuan dan kesatuan sangat diperlukan. ki