Kamis, 30 September 2010

Dewan Profesi Akan Pantau Kinerja Guru



Jember, magnetcendana.blogspot.com- Kualifikasi guru tidak berarti dan tidak otomatis lulus uji kinerja, jika uji kinerja guru tak beres.Itu juga berlaku bagi guru yang sudah menempuh S1, S2, bahkan S3. Ketua PGRI Jember, I Wayan Wise Atmaja, mengatakan itu bisa terjadi, kalau guru tidak mencapai syarat minimal kinerja empat kompetensi. Dengan begitu maka seorang guru akan menghadapi punishment profesi.
“PGRI khawatir ketika guru tidak mencapai syarat minimal kinerja empat kompetensi, maka guru tidak menutup kemungkinan akan menghadapi punishman profesi,” ujarnya.
Dicontohkan, setelah dirujuk dan dapat rekomendasi dari berbagai pihak terkait kinerja guru, maka dilakukan pemendingan terhadap hak-hak guru yang bersangkutan.
Tapi catatan bahwa hak-hak seorang guru, seperti tunjangan profesi, tambahan penghasilan, termasuk gaji, tidak satu pihakpun yang bisa meng-cansel, tanpa proses dan prosedur yang berlaku.
Hanya saja meski tidak ada aturan untuk meng-cansel hak-hak seorang guru, tapi tidak berarti guru bisa seenaknya melaksanakan tugasnya.
“Karena itu mari kita saling menjaga, yang di lapangan berkerja profesional, di dinas juga harus demikian,”
Untuk melindungi dan memberi pembinaan terhadap tugas yang dilakukan guru, PGRI Kabupaten Jember, akan membentuk Dewan Profesi. Tugas yang akan dijalankan dewan ini, adalah monitoring tugas yang dijalankan guru, sampai sejauh mana profesionalisme yang dimiliki.
“Jadi tugas PGRI tidak hanya membela penjenengan, tapi juga akan memberikan rekomendasi, bahwa penjenengan tidak profesional dan tidak layak menyandang guru profesional,” tegas Wayan, dalam acara halal bil halal di aula SDN Jubung I, Kecamatan Sukorambi. (22/10).
Agenda organisasi PGRI akan menghadapi konferensi kerja Kabupaten Oktober ini. Agenda ini tujuannya agar PGRI Jember, memiliki rambu-rambu kerja.
Terkait pasca pelantikan Bupati dan Wabup, agar kalangan guru sudah mempersiapkan diri bekerja profesional. Mengingat, program ke depan bidang pendidikan cukup dapat perhatian Bupati.
“Jangan sampai Pak Djalal berjalan cepat, para gurunya justru tertinggal karena tidak profesional. Karena itu, sejak sekarang kita tingkatkan kinerja kita agar lebih profesional,” pungkasnya.ki

FKB Jember Kirim Surat ke PN


Jember, magnetcendana.blogspot.com – Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) hari ini, mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri (PN) Jember untuk mendapatkan nomor register perkara korupsi yang melibatkan terdakwa Bupati Jember MZA DJalal, dan Wabup Kusen Andalas.Perkara kasus korupsi yang melibatkan Bupati Jember MZA Djalal, adalah dugaan kasus korupsi pengadaan mesin asphalt (ARM) dengan nomor perkara register di Pengadilan No 4640/Pid.B/2010/PN.Sby, dengan Jaksa penuntut Umum Mahayuning Wulan SH. Rencananya tanggal 6 Oktober 2010, MZA Djalal sudah dihadapkan di muka persidangan.
Majelis hakim yang menyidangkan kasus itu, adalah Ahmad Sugeng Djauhari, SH M Legowo SH, I Wayan Sastrawan SH, MH.
Kenapa FKB mengirim surat ke PN, hal itu terkait sikap DPRD Jember selanjutnya karena sesuai aturan yang berlaku bahwa berdasarkan PP No 6 Tahun 2005 pasal 126 ayat 1 bahwa Bupati dan atau Wabup diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi.
Di dalam UU No 32 Tahun 2004, dalam pasal 31 ayat 1 juga diterangkan dengan jelas. Bahwa mekanisme itu sudah diatur, ketika kedua pimpinan berhalangan tetap, atau didakwa karena kasus korupsi. Maka selanjutnya adalah pemberhentian sementara oleh Presiden, tanpa usulan dari DPRD setempat.
“Untuk perkara Pak Kusen, kan sudah jelas. Nomornya 754/Pid.Sus/2010, PN.Jr, artinya kedua pimpinan daerah Jember ini berstatus terdakwa,” ujar Cak Ulum, Ketua DPC PKB Jember.
Kata dia, jangan sampai masyarakat menjadi bertanya – tanya dan semakin tidak jelas. Sedangkan wakil rakyat harus mendapatkan bukti itu secara tertulis dari Pengadilan. Baik perkara yang melibatkan Bupati dan Wabup Jember. “Biar tidak katanya. Kita butuh kejelasan saja,” ujar Ayub Junaidi Muchson SH. ki

Diduga Korupsi Rp 25 milliar

• Libas Laporkan Kepala Bappekab ke Kejati

Jember, magnetcendana.blogspot.com- Drs Mudhar Syarifuddin, dilaporkan LSM Libas ke Kejaksaan Tinggi Jatim karena dugaan korupsi anggaran SKPD yang berpotensi merugikan keuangan Negara Rp 25 milliar.
Nilai kerugian itu dihitung sejak dia menjabat, sejak tahun 2007 – 2010. Posisi dosen Unej yang dikaryakan sebagai Kepala Bappekab atas permintaan Bupati MZA Djalal itu sedang di ujung tanduk. Sebab, posisinya juga dipersoalkan.
SK pengangkatannya, dan keabsahan dia sebagai Kepala Bappekab disangsikan. Sebab, dia selama menjabat sebagai Bappekab juga menjadi Dosen, dan menerima tugas belajar S3 ke Unibraw. Tapi, soal SK ini Drs Mudhar Syarifuddin, Ms, saat ditanya beberapa wartawan mengaku bahwa tidak ada masalah soal itu.
Dia kendati sebagai tenaga fungsional dosen, tidak mengambil jatah itu. Dan keuangan telah dikembalikan. Tugas belajar dia hentikan setelah menerima kepercayaan dari Bupati Jember.
Sementara, kasus lain menjeratnya sebab selama ini dia tidak boleh menerima gaji dari Pemerintah Kabupaten. Sehingga hanya menerima tunjangan fungsional jabatan saja dari Kas Daerah. Sementara kabar terakhir, Dr Ir Sutikto, MS, Rektor Unej sudah tidak menerima Mudhar sebagai dosen karena mengundurkan diri dari tenaga dosen.
Belum selesai polemik itu, Mudhar dilaporkan ke Kejati. Dia dituding sebagai actor di balik pemotongan dana APBD tiap SKPD sebesar 20 % anggaran. Hasil pemotongan itu dibagi – bagi dengan alasan untuk kepentingan Sekretariat Bersama (Sekber) – kantor Tim Sukses MZA Djalal -, dan alokasi lain untuk kepentingan olah raga Persid dan lain sebagainya.
“Dalam bukti yang kami temukan, dia berhasil mendapatkan 7,5 % dari hasil pemotongan itu, sebesar kurang lebih Rp 4 milliar untuk kepentingan sendiri,” ujar David Handoko Seto, yang siap dengan bukti, dan keterangan saksi.
Sumber terpercaya yang disebut David Handoko Seto – Ketua LSM LIbas – adalah beberapa pegawai staf Keuangan Bappekab. Bahkan mantan pegawai Bappekab mengetahui betul aliran dana pemotongan tersebut.
Hingga berita diturunkan, Mudhar belum berhasil dikonfirmasi. Sementara LSM Libas, telah datang ke Kejati di Surabaya 30 September 2010, bersama rombongan. Surat laporan itu ditembuskan ke Presiden, KPK, hingga ke Mabes Polri dan Polda Jatim. ki

Sonic Pranoto SH : Surat KPT Jatim Berbahaya !



• Memalukan Peradilan Indonesia

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Gagalnya eksekusi tanah obyek sengketa milik Honulus Toddy Herijanto Raharja, hasil putusan PK melawan raja developer FX Andojo bos PT Gunung Batu Utama, hingga kali keenambelas itu biangnya adalah surat dari Pengadilan Tinggi.
Surat dari Pengadilan Tinggi itu meminta agar Pengadilan Negeri meninjau kembali dan berhati hati dalam mengeksekusi tanah itu. Sebab, menurut pertimbangan PT bahwa tanah obyek itu dalam putusan PK nya No 822pdt. Itu, tidak memiliki batas – batas yang jelas. Sehingga baik Kepolisian RI resort Jember dengan Pengadilan Negeri merasa khawatir.
Hal itu tergambar saat wartawan mengkonfirmasi ke Pengadilan Negeri. Suharis SH, Pansek Pengadilan Negeri Jember mengatakan bahwa surat PT itu memberi pertimbangan. Sementara Kepolisian mengirim surat yang intinya kondisi belum kondusif untuk dilakukan eksekusi.
Drs. Ec. Sonic Pranoto, SH, MH kuasa hukum Honulus Toddy Herijanto Raharja, protes keras. Dia menyangsikan surat Pengadilan Tinggi itu kekuatan hukumnya. Sebab, dalam aturan tata negara Indonesia bahwa lembaga MA adalah lebih tinggi dari Pengadilan Tinggi. Apapun, yang sudah ditetapkan oleh MA harus dilaksanakan. Jika PT mencampuri dan menilai vonis putusan MA itu artinya sangat berbahaya.
Maka hukum administrasi negara, dan tata usaha negara Indonesia yang mengaku sebagai negara hukum dibolak balik. Surat Pengadilan Tinggi itu jelas memberi preseden berbahaya bagi hukum di Indonesia.
Sekadar diketahui, Pengadilan Tinggi Surabaya tanggal 15 September 2010, menerbitkan surat “aneh” Nomor W.14-U/4554/HK-02/IX/2009, yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jember. Anehnya, itu jawaban penilaian atas surat dari Andojo.
Isinya, mohon Perlindungan Hukum dengan cara membatalkan pelaksanaan eksekusi perkara No 13.pdt/G/1993/Pn.Jr, jo No 14/PdtEks/1998/PN.Jr, karena Non Executable.”.
Surat yang ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Kimar Saragih Siadari, SH.S.Sos dengan NIP 19450224.197104.1.001 ini menyatakan jelas bahwa PT menerima surat dari FX Andojo Nusa Putra - Direktur PT Gunung Batu Utama - tanggal 30 Agustus 2010 No 098/umm/GBU/Prmh/VIII/10, untuk pokok surat tanggal 12 Agustus 2010 No W -15-U.3/1745/Pdt/VIII/2010 itu, maka, Pengadilan Tinggi menyimpulkan :
“Pada dasarnya pembatalan terhadap pelaksanaan eksekusi perkara No 13/Pdt.G/1993/Pn.Jr jo No 14/Pdt.Eks/1998/PN.Jr karena non executable merupakan kewenangan dan tanggungjawab Ketua Pengadilan Negeri Jember”.
Selanjutnya, “oleh karena sesuai penjelasan Andojo, maka sebelum eksekusi diperlukan : prinsip kehati hatian, tidak merugikan pihak ketiga, baik yang sudah mengajukan perlawanan hingga yang belum mengajukan perlawanan akan tetap sudah memiliki alas hak kepemilikan., kemudian meneliti terlebih dahulu Hak Milik, atas tanah sengketa secara cermat karena tanah yang akan dieksekusi sebagaimana dalam putusan PK No 822PK/Pdt/1996 tanggal 29 April 1998 juncto no 13/Pdt.G/1993/PN.Jr tanggal 01 Nopember 1993 tidak menyebutkan batas – batas tanah obyek sengketa.
“Maka, oleh karena putusan kasus perkara NO 3463K/Pdt/Pdt/1994 jo putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No 335/Pdt/1994/PT.Sby, jo putusan pengadilan Negeri Jember No 13.Pdt.G/1993/Pn.Jr telah berkekuatan hukum tetap maka sepanjang obyek eksekusi yang dimaksud dalam PK No 822 itu telah berpindah tangan kepada pihak ketiga yang beriktikat baik harus dilindungi dan agar Andojo diminta menyuruh pemohon eksekusi untuk mengajukan gugatan tuntutan ganti rugi.
Dari fisik surat itu menurut Sonic, jelas bahwa PT telah melampaui batas kewenangan dengan menilai putusan hakim MA.
Ditanya soal pernyataan Polres Jember yang menolak eksekusi karena ada alasan keamanan dan tidak kondusif, Sonic Pranoto tak terima.
Terkait ijin dari Polres yang sudah mau melakukan pengamanan. Tapi, sebelumnya tanggal 21 September 2010, surat Kapolres ditandatangani Wakapolres Kompol Dedi Hartadi, SIK, M.Hum, nomor B /1584/IX/2010/Polres , tentang penundaan pelaksanaan eksekusi di Kecamatan Kaliwates dilakukan tanggal 24 September 2010. Tapi, sayang tanggal 24 September 2010, eksekusi gagal lagi.
“Saya per hari ini, sudah menerima surat kesediaan Polres untuk melakukan pengamanan eksekusi itu. Bohong besar itu semua. Itu pernyataan sesat. Bisa kita buktikan bahwa Polres Jember dengan surat resminya menyatakan siap bantu eksekusi tanah hari ini,” ujar Sonic Pranoto SH.
Menurut Sonic, yang menjadi persoalan dan masalah besar adalah surat dari Ketua Pengadilan Tinggi Jatim yang menurutnya sangat berbahaya.
“Surat KPT itu sangat berbahaya dalam dunia Peradilan di Indonesia karena institusi PT tidak boleh dan bukan wewenangnya menilai putusan dari institusi yang lebih tinggi (MA) sehingga orang bodohpun bisa menilai mutu seorang oknum KPT itu seperti apa ? (goblok banget),” teriak Sonic.
Sonic balik bertanya tinggi mana lembaga MA dengan PT?. “Dasar manusia dungu, bikin malu dunia peradilan Indonesia saja,” sergah Sonic.
Diberitakan sebelumnya, Honulus Toddy Herijanto Raharja, tetap pada pendirian semula. Dia adalah korban ketidakadilan, dan kesewenang – wenangan bos developer PT Gunung Batu Utama, FX Andojo.
Dia tetap minta keadilan ditegakkan. Tanahnya faktanya jelas diserobot Andojo, dengan perkara sejak tahun 1987. Yang jelas banyak kontroversi antar penegak hukum dari Pengadilan Negeri hingga ke MA. “Ada apa saya tidak tahu. Ada teman – teman Andojo, mungkin di aparat itu,” ujarnya.
Ceritanya, tahun 1987 tanah miliknya di Desa Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, - kini jadi kawasan Jl Nusantara, Perumahan Bumi Kaliwates - seluas 9.910 m2 itu akan dibeli paksa oleh F.X Andojo Nusa Putra (Peng Sun An) Direktur PT Gunung Batu Utama.
Harga tanah Toddy itu dibeli berdasar ketentuan dari developer karena developer memiliki ijin lokasi Nomor 591.4/82/320/1987 untuk proyek pembangunan rumah sederhana tanggal 7 Oktober 1987, Toddy, ingin terlibat di dalam proyek tapi tapi ditolak oleh FX Andojo.
FX. Andojo, mengatakan itu karena ada 5 orang pemodal yang sudah gabung dengan Andojo. Jika Toddy masuk lainnya tak menerima. Sedang ijin lokasi Andojo yang pegang.
Tahun selanjutnya, negosiasi berjalan alot. Toddy, tak sepakat dengan harga tanah yang ditentukan. Tahun 1988, tanah langsung dibuldoser. Toddy, menyangkal keterangan FX Andojo, yang mengatakan dia setuju harga tanah Rp 153 juta. Sebab, dia tidak pernah mau tandatangan.
“Tapi, mereka langsung saja membuldoser,” ujar salah satu keluarga Toddy.
Yang mengenaskan, ketidaksetujuan harga tanah itu hingga berlanjut sampai sekarang. Tanahnya Toddy, tidak pernah terbayarkan. Tapi, sudah dibangun untuk Perumahan.
Selama sekian tahun dia berjuang mendapatkan keadilan, tapi tak berhasil. Selama 13 tahun ini tanah dengan sertifikat HM No 1213, 1314, dan 1315 ini belum bisa direbut kembali.
Beberapa kali eksekusi dimentahkan oleh Pengadilan. Terakhir, 22 September 2010 kemarin upaya eksekusi dilakukan. Honulus Toddy, sudah membayar biaya eksekusi Rp 5,250 juta, tapi masih belum dijalankan.
“Loh, padahal kami kan menang di Pengadilan Tinggi. Seharusnya PN membantu mengeksekusi tanah milik kami,” ujar Honulus. ki

Toddy : PT Gunung Batu Serobot Tanah Saya !



Polisi, dan Pengadilan Memihak Yang Kuat !

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Honulus Toddy Herijanto Raharja, tetap pada pendirian semula. Dia adalah korban ketidakadilan, dan kesewenang – wenangan bos developer PT Gunung Batu Utama, FX Andojo.Untuk itu dia tetap meminta keadilan ditegakkan. Menurut pengakuan Toddy, kronologi penyerobotan tanah hingga berujung hingga sekarang ini, adalah sejak tahun 1987. Bahkan kasusnya penuh kontroversi antar penegak hukum di tingkatan Mahkamah Agung (MA) hingga putusan terakhir.
Ceritanya, saat itu sekitar tahun 1987 dia memiliki obyek tanah di Desa Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, yang kini dijadikan kawasan Jl Nusantara, Perumahan Bumi Kaliwates. Tanah seluas 9.910 m2 itu akan dibeli secara paksa oleh seorang developer bernama F.X Andojo Nusa Putra (Peng Sun An).
Selaku direktur PT Gunung Batu Utama, Jember. Rencananya harga tanah milik Toddy itu ditentukan developer dengan alasan karena memiliki ijin lokasi Nomor 591.4/82/320/1987. Saat itu ada proyek pembangunan rumah. Tanggal 7 Oktober 1987. Toddy, ingin ikut dalam korporasi itu, tapi ditolak oleh FX Andojo.
Hal itu juga dibenarkan FX. Andojo, karena jumlah pemodal saat itu sudah genap 5 orang. Jika Toddy masuk maka yang lain tidak setuju. Sementara dirinya selaku pemegang proyek itu telah sepakat untuk membeli tanah seperti yang diajukan syarat oleh Toddy. “Kita tolak, karena yang lainnya tidak setuju,” ujar FX Andojo.
Saat itu proyek yang akan dijalankan adalah dari Pemerintah dengan pembebasan sejumlah tanah untuk Perumahan Sederhana. Tahun selanjutnya, negosiasi berjalan alot. Toddy, tidak sepakat dengan harga tanah yang ditentukan saat itu. Tahun 1988, tanah itu sudah dibuldoser.
Toddy, menyangkal keterangan FX Andojo, yang mengatakan dia setuju harga tanah Rp 153 juta karena dia tidak tandatangan. Toddy, mengakui setelah dipikirkan harga tanah itu sangat kecil dan tidak pantas.
“Tapi, mereka langsung saja membuldoser,” ujar salah satu keluarga Toddy.
Yang mengenaskan, ketidaksetujuan harga tanah itu hingga berlanjut sampai sekarang. Tanahnya Toddy, tidak pernah terbayarkan. Tapi, sudah dibangun untuk Perumahan.
Selama sekian tahun dia berjuang mendapatkan keadilan, tapi tak berhasil. Selama 13 tahun ini tanah dengan sertifikat HM No 1213, 1314, dan 1315 ini belum bisa direbut kembali. Beberapa kali eksekusi dimentahkan oleh Pengadilan. Terakhir, 22 September 2010 kemarin upaya eksekusi dilakukan. Honulus Toddy, sudah membayar biaya eksekusi Rp 5,250 juta, tapi masih belum dijalankan.
“Loh, padahal kami kan menang di Pengadilan Tinggi. Seharusnya PN membantu mengeksekusi tanah milik kami,” ujar Honulus.
Dia menyesalkan pula, hingga kini PN masih takut mengeksekusi. Sementara itu, Suharis, SH Pansek Pengadilan Negeri Jember terkait itu, menyatakan dirinya menerima surat dari Polres Jember terkait keamanan wilayah yang dirasa belum kondusif.
Bahkan, alasannya, ada surat dari Ketua Pengadilan Tinggi, yang menyatakan bahwa pemohon tanah harus mengajukan gugatan ganti rugi. Soal eksekusi itu tergantung dari Pengadilan Negeri Jember. Dia hanya menjalankan saja.
Sementara itu, Drs. Ec. Sonic Pranoto, SH, MH kuasa hukum , pengacara sekaligus yang mendampingi Honulus Toddy selama ini mengatakan bahwa kasus ini unik dan janggal. Bagaimana seorang yang memiliki tanah, hanya karena tidak setuju harga tanah pembeliannya malah kehilangan tanahnya dan tidak bisa mendapatkan apapun. Sepeser uang juga tidak menerima.
“Tanah nya sudah diserobot, lalu dikalahkan di Pengadilan saat menggugat tanahnya kembali,” ujar Sonic.
Jika FX Andojo, yang katanya memegang ijin lokasi atas pembangunan proyek perumahan di lokasi tanah Toddy itu, padahal sebenarnya PT Gunung Batu Utama tanggal 7 Oktober 1987 ijinnya nomor 591.4/90/320/1988 itu masa berlakunya habis tanggal 18 Juli 1989 dan tidak dapat diperpanjang lagi.
Sehingga secara hukum menurut Sonic, bahwa tanggal 18 Juli 1989 tanah hak milik Honulis Toddy seharusnya sudah tidak lagi masuk dalam ijin lokasi PT Gunung Batu Utama, dengan kata lain sejak tanggal 19 Juli 1989 itu pemilik tanah sudah bebas kembali memanfaatkan tanah itu.
Sonic Pranoto, SH, lawyer nomor wahid di Bondowoso ini membeberkan bahwa ada banyak manipulasi data yang dilakukan oleh PT Gunung Batu Utama sehingga membuat Honulis mendapat kerugian seperti itu.
Yang sangat menyedihkan PT Gunung Batu Utama tidak melaksanakan pembangunan sesuai dengan ijin lokasi yang dimiliki. Artinya ijin lokasi PT Gunung Batu Utama itu diminta proyek itu membangun Perumahan Sederhana oleh pemerintah, tapi faktanya malah untuk perumahan elit dan besar serta mewah.
“Itu jelas sudah menyalahi tujuan. Bahkan, ada salah satu rumah di situ, milik Ando Andojo Sucipto SH yang merupakan pejabat tinggi di Mahkamah Agung RI,” ujar Sonic Pranoto, yang diakui sangat berperan besar dalam kasus ini karena informasinya adalah saudara FX Andojo.
Sehingga menurut hemat Sonic, bahwa dari 16 rumah mewah yang dijual PT Gunung Batu Utama, yang dibangun di atas lahan Honulus Toddy itu masih ada salah satu yang mengerti hukum. Bahkan sudah menyelesaikan pembayaran pembelian rumah melaluinya.
Otomatis sangat wajar, ketika ada LSM LPKPP yang bersimpati untuk membela Honulus Toddy, sehingga dilakukan penyegelan darurat dan paksa. Hal itu sebagai jawaban atas bekunya penegakan hukum di tengah reformasi saat ini. Bahkan aparat hukum terkesan sangat takut dengan bos developer FX Andojo, sehingga tidak bisa jernih melihat kasusnya dan siapa yang jadi korban dan didholimi. ki

Terdakwa Perlu Dilindungi Sebelum Vonis PN


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Azas praduga tak bersalah merupakan salah satu azaz ketentuan hukum pidana Indonesia.Azaz ini berlaku bagi semua perkara pidana baik itu delik umum dan delik khusus, tindak pidana korupsi.
Seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka atau terdakwa karena diduga melakukan tindak pidana korupsi, selama belum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka yang bersangkutan wajib dinyatakan tidak bersalah.
Tapi faktanya masyarakat kurang memahami azas praduga tak bersalah ini, sehingga dengan mudah menganggap orang yang didakwa korupsi dianggap sudah bersalah.
Pendapat ini disampaikan pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jember Suyatna, SH.
“Siapapun yang didakwa melalukan tindak pidana korupsi dan belum ada putusan pengadilan maka menurut azas praduga tak bersalah hak yang dimiliki terdakwa perlu mendapat perlindungan. Bahkan tidak jarang pemenuhan azas praduga tidak bersalah sering kali “digrogoti”,” ujarnya.
Dicontohkan terdakwa korupsi kerapkali diberitakan media cetak dan elektronik dengan vulgar. Secara etika pemberitaan kasus korupsi harus tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah, dan sebaiknya tidak perlu mencantumkan nama lengkap dan foto terdakwa.
“Masyarakat Indonesia masih banyak yang awam dan belum mengetahui azas praduga tak bersalah, karena itu perlu diberi pemahaman melalui sosialisasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan azas praduga tak bersalah ini. Bahkan dalam hal pemberitaan kasus korupsi di media seringkali tidak menuliskan inisial terdakwa,” ujarnya lagi.
Mestinya dalam kaitannya dengan azas tersebut seharusnya penulisan nama tidak perlu ditulis lengkap, cukup inisial dan tidak perlu memampangkan foto karena hal ini justru berdampak negatif baik bagi terdakwa sendiri dan keluarganya.
Dengan pemberitaan seperti itu bisa jadi keluarga terdakwa merasa malu dan minder, karena tidak dipungkir masyarakat luas akan melihat atau membaca berita itu.
Suyatna berharap pemberitaan kasus korupsi di era kebebasan pers hendaknya tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah, sehingga hak yang dipunyai oleh mereka yang tersandung masalah korupsi tetap terlindungi karena hal itu dijamin oleh hukum.
Penayangan wajah koruptur untuk diketahui oleh masyarakat umum bukanlah hal yang baru di Idonesia, beberapa puluh tahun lalu wajah koruptor di layar televisi pernah ditayangkan oleh TVRI.
Tidak semua wajah terdakwa korupsi waktu itu bisa ditayangkan di televisi, hanya koruptor yang lari ke luar negeri menghindari jeratan hukum saja.
Dengan penayangan itu diharapkan aparat penegak hukum dalam hal ini polisi bisa menangkapnya kembali, karena menampilkan wajah koruptor di televisi sangat efektif untuk menemukan jejaknya.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi, mengatakan dengan azaz praduga tak bersalah paling tidak masyarakat hendaknya tidak mudah memvonis bersalah pelaku tindak pidana korupsi sebelum perkaranya divonis putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.ki

Dja-Ka Pantas Pimpin Jember Kembali


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Dilantiknya MZA Djalal dan Kusen Andalas (Dja-Ka) sebagai bupati dan wakil bupati Jember 2010-2015 , tanggal 25 September 2010, dinilai sangat layak.Sebab, rakyat Jember lima tahun ke depan sudah mengharapkan pembangunan lebih baik. Paling tidak sesuai janji saat kampanye.
Keduanya dapat membawa kemajuan di berbagai bidang di Kabupaten Jember. Salah satu kemajuan diantaranya bidang pendidikan, pertanian, perdagangan, dan industri.
Jika pasangan Jaka (Djalal-Kusen) berhasil mewujudkan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Jember sehingga angka kemiskinan di Jember semakin berkurang.
Ungkapan ini disampaikan KH Luthfi Ahmad, Pengasuh PP. Madinatul Ulum, Cangkring, Jenggawah.
Kiai Luthfi yang mantan anggota DPR RI pusat itu, juga menilai, dalam kepimpinan MZA Djalal dan Kusen Andalas 5 tahun sebelumnya banyak kemajuan yang sudah dirasakan oleh rakyat Jember.
MZA Djalal dan Kusen Andalas dinilainya berhasil mewujudkan visi dan misi Pemkab Jember yakni membangun desa menata kota untuk kemakmuran bersama.
Keberhasilan itu dibuktikan dengan pembangunan infra stuktur jalan dan jembatan baik di desa dan di kota serta Jember menjadi terang benderang di malam hari berkat adanya penerangan jalan umum (PJU).
“Secara pribadi saya melihat kepimpinan MZA Djalal dan Kusen Andalas pada lima tahun lalu banyak membawa perubahan, pembangunan infra struktur jalan dan jembatan serta pemasangan PJU sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selama memimpin Jember, Pak Djalal dan Pak Kusen cukup banyak mencurahkan perhatian kepada lembaga pendidikan dan pesantren.
Wajar kalau akhirnya rakyat Jember menjatuhkan pilihannya untuk memilih mereka berdua kembali memimpin Jember, pilihan rakyat tersebut tidak tanpa alasan tapi rakyat telah merasakan sendiri keberhasilan yang dicapai oleh MZA Djalal sebagai bupati Jember lima tahun sebelumnya.
Tapi KH Lutfi berharap, 5 tahun ke depan MZA Djalal mampu meningkatkan kwalitas pendidikan di Ponpes.
Mengingat Kabupaten Jember dengan julukan kota santri yang disandangnya, saat ini telah bertebaran ribuan pondok pesantren hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember.
Selain itu Pengasuh PP Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah itu berpendapat perlu adanya peningkatan pembinaan keagamaan bagi generasi muda.
Terutama agar dinas pendidikan menambah jam pelajaran mata pelajaran agama menjadi empat jam dalam seminggu.
Drs. Eko Budiono, M.Si Kepala SMPN 5 Jember, mengatakan keberhasilan di bidang pendidikan telah banyak dirasakan manfaatnya oleh rakyat Jember.
Pendirian SMP satu atap merupakan jawaban terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Sehingga angka putus sekolah berkurang. Pemberlakuan celana panjang dan rok panjang bagi pelajar SMP adalah keberhasilan dinas pendidikan Pemkab Jember untuk pendidikan moral. ki

Selasa, 28 September 2010

Raja Developer Andojo, Lapor Polisi



• Tak Mau Meladeni Secara Fisik

Jember, magnetcendana.blogspot.com - FX Andojo, terkenal piawai bahkan salah satu petinggi REI Jatim ini mengaku bukan developer nakal. Selama ini kepercayaan public dan stake holder tidak pernah cacat. Apalagi konsumen.
Menanggapi aksi penyegelan paksa dan eksekusi sepihak dari kubu Honulus Toddy Heriyanto Raharjo – melalui LSM LPKPP – (Lembaga Pengawas Kebijakan Publik dan Pemerintahan), FX Andojo tidak mau melayani secara fisik.
Dia mengaku dipancing untuk keluar dari pokok persoalan. Dan kini kasus penyegelan paksa itu dilaporkan ke Mapolres Jember. Bahkan beberapa pemilik tanah pemegang Sertifikat HGB yang sudah menempati tanah Jl Nusantara Kaliwates kawasan GOR Jember itu banyak yang tak terima. Malah berniat melaporkan telah terjadi pengancaman, dan juga terror. Selain tindakan premanisme.
Sebab, menurut Andojo, aksi penyegelan itu tanpa seijin Polisi. Pengadilan Negeri sebenarnya sudah membatalkan ijin ke Kelurahan, tapi oleh pihak Honulus Toddy Herijanto Raharjo memaksa mengeluarkan massa melakukan penyegelan dan eksekusi sepihak.
“Itu tanpa pengawalan resmi dari Polisi, dan Pengadilan Negeri. Apa namanya kalau bukan illegal. Saya kira itu premanisme. Dan kondisi ini sudah kita laporkan ke Mapolres Jember. Kalau tidak bisa ditangani saya akan lapor ke Mapolda Jatim,” ujar FX Andojo.
Dalam konfirmasinya, dari ikhwal cerita sengketa itu berawal tahun 1987. Saat itu, Toddy – pemohon – adalah teman dengan Andojo. Dia ingin bermitra dengannya. Tapi kondisinya tidak mungkin. Tapi, Toddy minta tanahnya dibeli Andojo.
Tanah seluas 9900 m2 itu ditawarkan ke Andojo Rp 4.000 per meter. Tapi, Toddy selalu mengingkari kesepakatan. Dia selalu minta harga tanah naik per meternya, menjadi Rp 6.000, terus naik hingga Rp 10.500 per m2. Total keuangan yang harus dibayar Andojo, adalah Rp 153 juta.
Dengan harga tanah per meter Rp 15.600 / m2. Tapi, setelah dibuatkan perjanjian di notaris dia mengelak. Dan datang lagi ke Andojo, meminta kenaikan menjadi Rp 163 juta. Setelah menyatakan setuju, dan sudah diproses Toddy tidak mau teken atau tandatangan.
Wan prestasi dan pengingkaran. Toddy, dituntut ke Pengadilan. Tapi meskipun vonis Toddy tidak mau menerima, tan cek tidak mau dicairkan. Dia minta banding Rp 173 juta. Harga itu dia naikkan menjadi sebesar itu tahun 1993.
Setelah diproses dan diteliti MA, maka terjadi putusan konsinyasi dengan ganti rugi yang harus dikeluarkan PT Gunung Batu Utama, Rp 225.975.000. Toddy tidak mau, dan dipanggil 3 kali tidak hadir. Pengumuman di koran juga tidak dihiraukan.
Selanjutnya, Andojo terus memproses tanah itu ke BPN Jember. Hingga akhirnya, turun sertifikat baru atas nama PT Gunung Batu Utama, seluas 11.033 m2. Surat sertifikat itu resmi nomor 12.3h.71.05.00267 atas nama PT GBU. Sementara tiga buah sertifikat yang dimiliki Toddy itu sudah dihapuskan dengan turunnya pembatalan Sertifikat Putusan Menteri Agraria No 19/XI/-1997.
Karena merasa kuat dan legal, Andojo membagi sertifikat itu menjadi 14 dan dibagikan kepada calon konsumennya. Tahun 1997 tanah dipecah pecah. Toddy melihat itu mengajukan PT dan akhirnya dimenangkan.
Tapi, disitu tidak dijelaskan batas batas tanah Toddy, dan putusannya aneh karena menyebut tanah harus dikembalikan seperti semula. Dari para konsumen pemegang hak sertifikat pecahan PT GBU tadi, melakukan perlawanan terhadap putusan PK itu satu persatu.
Dan yang dimenangkan ada 12 buah. Salah satu isi PK sempat diprotes oleh Andojo dan diajukan fatwa ke MA. Karena ternyata dari salah satu konsumen PT GBU yang melawan PK nya Toddy , jelas membongkar kasus putusan PK tersebut hingga memenangkan Toddy.
“Ternyata PK yang diajukan Toddy itu kedaluwarsa, alias melebihi batas waktu 3 bulan. Yakni lewat 3 hari. Dan dalam mengajukan PK tidak ada novum alias tidak ada bukti baru yang dilampirkan,” ujar Andojo.
Apalagi dasar hukum yang dipakai untuk memutus PK itu tidak relevan karena salah satunya menggunakan Keppres No 55 Tahun 1993 padahal kasusnya terjadi tahun 1990. Hukum tidak berlaku surut. Putusan MA yang melawan PK nya Toddy itu diputus oleh hakim bersih yakni Bagir Mannan, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia.
Sehingga, dalam Kasasi konsumen PT GBU itu jelas meniadakan PK nya Toddy, dan kendati PK diterima. Tapi secara hukum tidak bisa dieksekusi tanah tersebut. Wajar jika selama ini Ketua PN yang dijabat 5 periode Ketua PN Jember tidak ada yang bisa mengeskusi itu.
“Anehnya, sekarang kok berani. Ketua PN sekarang ini kok berani, ada apa saya tidak tahu,” ujar Andojo.
Terakhir ada surat pengajuan eksekusi tanggal 12 Agustus 2010, tapi terbit pula surat dari Pengadilan Tinggi yang memerintahkan PN Jember untuk meninjau kembali putusan dan rencana eksekusi karena sudah ditempati oleh orang lain. Muncul lagi terakhir, tanggal 22 September 2010.
“Surat PT terbit lagi untuk menunda itu. Tapi, PN sudah membatalkan di Kelurahan, mereka jalan sendiri. Itu eksekusi sepihak, dan illegal,” ujar Andojo.
Nyaris Bentrok
Sementara itu, kubu FX Andojo, sempat merampas beberapa poster segel yang dipasang massa LPKPP dikoordinatori Jumadi tersebut. Ada tiga lembar spanduk yang diambil oleh pegawai PT GBU. Massa LPKPP pun meluruk PT GBU. Nyaris terjadi adu jotos antar massa itu. Tapi, berhasil ditenangkan. Setelah LPKPP diwarning akan dilaporkan ke polisi. Sedang LPKPP Jumadi, tetap menantang. Hingga akhirnya datang wartawan yang sempat dicurigai massa dari LPKPP.
Wartawan Metro TV nyaris dipukul oleh centeng FX Andojo. Tapi, kemudian dilerai dan centeng Andojo meminta maaf. Dan menyilahkan untuk konfirmasi kepada Andojo. ki

MZA Djalal : Hapus Perbedaan di Pemilukada !



Jember, magnetcendana.blogspot.com – MZA Djalal usai dilantik, Selasa (28/9) melakukan apel besar besar diikuti seluruh karyawan-karyawati se Pemkab Jember dan SKPD.Djalal dalam pesannya mengingatkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Jember agar melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pegangan sekaligus referensi, sehingga singkron dengan tupoksi SKPD masin – masing.
Pertama, yang harus diselesaikan adalah penyusunan RAPBD Tahun 2010. Mengingat, waktu tersisa hanya 3 bulan.
Djalal, meminta Kepala SKPD segera menyelesaikan laporan keuangan RAPBD 2010 karena RAPBD sangat penting untuk menentukan RPJMD program pengentasan kemiskinan.
Djalal mengingatkan agar ke depan semua pejabat SKPD dan jajaran stafnya berkonsolidasi untuk mensinergiskan visi misi yang jadi prioritas pembangunan ke depan.
Djalal meminta agar segala perbedaan politik selama ini dalam Pemilukada dihilangkan dan bersama – sama membangun Jember yang religius, sejahtera dan bermartabat.
“Baik pendukung saya dan yang tidak mendukung, lupakan perbedaan itu. Mari kita bersama-sama, membangun Jember demi pembangunan masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan religius,” ujarnya menjelaskan visi misinya.
Di periode kedua ini Djalal mengaku bersyukur diberi kesempatan Allah SWT untuk menjadi nahkoda pembangunan Jember.
Selaku abdi Negara PNS harus bekerja profesional, lebih keras, serta mampu menempatkan diri sesuai tupoksinya membangun dan melayani masyarakat.
Kabag Humas Agoes Slameto, menambahkan Bupati Djalal menginginkan staf Pemkab Jember sinergi melayani masyarakat. ki

Banjir Order Karangan Bunga


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Ratusan karangan bunga ucapan Selamat dan Sukses pelantikan Bupati MZA Djalal dan Kusen Andalas memenuhi halaman Pemkab Jember.Hal itu jelas membawa dampak eknomi baru bagi pengusaha karangan bunga. Di sector ini, pesanan biasanya tergantung momentum. Tapi, kali ini orderan sangat besar.
Hingga beberapa karangan bunga dipasang di atas trotoar Alun-di kawasan Jl. Sudarman dan Jl. Ahmad Yani.
Mayoritas pengusaha karangan bunga, di Jember laris manis. Untuk membikin karangan bunga dalam waktu sehari, karena berita pelantikan hanya H-1 produsen banyak keteteran dengan mengeluarkan tenaga lebih banyak.
Galeri Bunga Ani Jaya di Jl. Wijaya Kusuma milik Ani Diani selama 12 tahun banyak terima pesanan bunga papan sehari.
Dibantu dua anaknya dia mendapat order dari Pemkab Jember untuk acara pelantikan sebanyak 15 karangan.
Untuk ukuran 2m x 1,5 m harganya Rp 400.000, ukuran 2m x 2m harganya Rp 650.000 – Rp 750.000.
“Senang juga, tapi capeknya juga kerasa,” ujarnya.
Kebanyakan yang memesan adalah dari pemerintahan, kontraktor, bank dan perorangan.
Untuk membikin karangan bunga, diperlukan design grafis. Setelah itu dalam waktu 2 jam dilukis dan diberi bunga bunga.
Ani mengaku harus pandai mengkombinasikan warna dasar bunga papan dengan bunga.
Melihat banyaknya order bunga papan sehari menjelang pelantikan MZA Djalal dan Kusen Andalas Kabag Humas Drs. Agus Slameto, MSi ikut merasa senang.
Artinya prosesi pelantikan membawa keuntungan bagi produsen bunga papan di Jember. ki

Nina Soekarwo Lantik, Ny Sri Wahyuni Djalal

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Setelah mendampingi suaminya MZA Djalal dilantik sebagai Bupati Jember, Ny Sri Wahyuni Djalal juga dilantik oleh Nina Soekarwo istri Pakde Karwo Gubenur Jawa Timur menjadi Ketua Tim Penggerak PKK.Selain itu, Sri Wahyuni Djalal juga menyandang jabatan baru sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember 5 tahun ke depan.
Nani berharap sebagai Ketua Dekranasda Jember, Sri Wahyuni Djalal dapat memajukan produk kerajinan Jember ke depan.
Sehingga kerajinan khas Jember akan mampu bersaing di pasar luar dan memberi kontribusi daerah.
“Saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Timur mengucapkan selamat kepada Bu Djalal, karena dipercaya mempimpin PKK dan Dekranasda Kabupaten Jember,” ujarnya.
“Saya juga berharap angka traficking di Kabupaten Jember bisa diturunkan, tidak ada salahnya kalau PKK ikut advokasi korban traficking,” beber Nina Soekarwo.
MZA Djalal sebagai Ketua Dewan Penyantun PKK Kabupaten Jember akan memajukan PKK Jember karena selama ini subsidi APBD Rp 1 miliar per tahun dinilainya terlalu kecil untuk PKK.
“Saya terima kasih kepada kader Posyandu yang telah bersama-sama membangun Jember, insentif kendati baru Rp.15.000 tapi dengan ketulusan dan keikhlasan membantu masyarakat ke depan diharapkan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi optimis PKK dan sektor kerajinan di Jember di bawah kepimpinan Sri Wahyuni Djalal akan lebih berkembang lagi lima tahun kedepan. ki

Heli Mendarat, Jadi Tontonan Warga

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Ada ada saja warga Jember. Helikopter yang ditumpangi Gubernur Jatim Soekarwo, untuk melantik Bupati Jember MZA DJalal - Kusen Andalas, jadi tontonan warga di Alun Alun Jember.Burung besi ini jarang parker di Alun alun. Sehingga helikopter ini jadi obyek tontonan gratis warga.
Tak sedikit yang mengabadikan helicopter itu melalui Handphone nya, alasannya untuk kenang kenangan.
Salah satunya Wahyudi pelajar SMKN 4 Jember. Pelajar kelas XI ini sempat kaget melihat helikopter parker.
Dia dan tiga temannya hendak pulang lewat Jl. Sudarman terperanjat melihat helikopter mendarat.
Kontan Wahyudi menunda pulang ke rumah, dan mengambil foto burung besi dengan HP nya.
“Baru kali ini saya melihat ada helikopter parkir di tengah Alun-alun,”ujarnya.
Selama ini dia mengaku melihat helicopter di televise dan koran. Dia bahkan sempat berangan – angan ingin menjadi pilot pesawat dan helicopter kelak.
Sutrisno purnawirawan TNI –AD sengaja mengajak cucunya melihat helicopter agar cucunya tahu kenal dengan helikopter.
Dia juga berangan – angan, cucunya bisa menerbangkan helicopter kelak. Karena dengan begitu, rasa nasionalisme generasi muda bisa bangkit. ki

16 Kali Eksekusi Kandas, Massa LPKPP Segel Paksa


• Toddy Lawan Developer Raksasa FX Andojo

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Belasan tahun proses persidangan sengketa tanah antara Honulus Toddy Herijanto Raharjo, melawan raja Developer Jember FX Andojo, tak kunjung berakhir. Kini, telah berujung.
Massa LSM LPKPP Jember, dibawah komando Jumadi melakukan eksekusi paksa penyegelan rumah – rumah elit di kawasan GOR Kaliwates Jember yang dikelola pengembang PT Gunung Batu Utama, Selasa (28/9) siang tadi.
Sekitar seratus massa berpakaian hitam – hitam uniform LSM ini membentangkan spanduk bertuliskan “Awas tanah ini milik Honulus Toddy Herijanto Raharjo berdasarkan putusan PK No 822.Pdt/PK/ tahun 1996 tanggal 29 April 1998. Juncto Perkara No 13 pdt.G/1993/PN.Jr, tanggal 1 Nopember 1993”.
Tak sedikit dari rumah itu yang berpenghuni. Tapi, oleh Jumadi diterangkan bahwa rumah tersebut benar milik mereka, tapi tanah ini sebelum mereka beli dari Andojo, sudah bermasalah. Dan kini, putusan tertinggi incracht telah dimenangkan Honulus Toddy Herijanto Raharjo melalui putusan terakhir Peninjauan Kembali (PK) dari MA.
Beberapa pemilik rumah yang menempati dengan Sertifikat HGB itu adalah Dokter Soesatyo P dokter spesialis anak, di kawasan Jl Nusantara H 12, dan dokter spesialis THT Kuntoro setelah mendapat penjelasan itu mau menerima tindakan Jumadi, dan massa LPKPP tersebut. Di tengah kerumunan massa itu terdapat Tantri – ibu kandung Honulus Toddy – dan anak dari Toddy.
Sementara itu, massa terus melakukan pemasangan spanduk segel di beberapa obyek tanah kosong dan bangunan. Beberapa penghuni lain yang mayoritas warga keturunan itu kaget. Mereka semula tidak terima. Tapi, setelah dijelaskan maka mereka akan memprotes FX Andojo.
“Saya tidak diberitahu hingga sekarang. Tapi saya tahu katanya sudah menang di Pengadilan Negeri saat itu,” ujar salah satu penghuni di blok H 14, Jl Nusantara.
Penyegelan sepihak ini, berjalan mulus dan tidak ada perlawanan dari FX Andojo kendati kabarnya sempat terjadi perang urat syaraf bos Argopuro Resort and House ini akan mengerahkan massa tandingan dari LSM Gagak Hitam. Tapi, Gagak Hitam sudah beralih ke Honulus.
Tanah seluas 9.882 meter persegi atau kurang lebih satu hektar ini, menurut Tantri – istri Toddy – diserobot Andojo. Toddy sempat disiksa di jaman Orba agar menandantangani penyerahan tanah di bawah tekanan militer yang disewa oleh Andojo.
Hingga akhirnya, tahun 1993 saat tiba – tiba tanah nya dibuldoser oleh Andojo, dia mengajukan gugatan. Dengan kekuatan uangnya dan lobi FX Andojo, sempat memenangi di beberapa level Pengadilan. Tapi, saat PK FX Andojo tumbang dengan ditemukannya bukti baru bahwa tanah tersebut adalah murni milik Toddy. Kendati telah menang, Honulus Toddy masih kalah kuat lobi. Dia tidak bisa melakukan eksekusi. Karena Andojo, telah memindahtangankan ke pihak ketiga dengan alasan membangun perumahan RSS. Padahal, rumah yang dibangun adalah tipe besar, dan elit.
Sekitar 16 kali eksekusi. Toddy, berupaya ke PN hingga ke MA untuk melakukan eksekusi, tapi PN tak bergeming. Terakhir, anehnya Pengadilan Tinggi mengirim surat agar PN meninjau eksekusi tanah itu, dan berhati – hati serta mengecek kembali riwayat tanah karena tidak ada batas - batas tanah.
HGB nomor 273 – 284 ini, disangsikan oleh Pengadilan Tinggi. Hingga akhirnya, dalam pengajuan eksekusi terakhir pun PN masih tak bergeming. Diduga ada praktek tak sehat dalam tubuh PN. Sebab, Ketua PN Jember Singgih Budi Prakoso, SH tiba - tiba mutasi setelah berjanji akan mengeksekusi tanah itu. “Pembayaran dan administrasi sudah siap. Eh dia minta ditunda setelah hari Raya , kok ternyata kesempatan dia hengkang dari Jember,” ujar Drs. Ec. Sonic Pranoto, SH, MH Kuasa Hukum Toddy, bersama Wagino, SH.
Hingga berita ditulis, FX Andojo, belum mau berkomentar. Saat dihubungi beberapa wartawan dan di SMS tidak menjawab sama sekali. ki

Kecewa Berat, Loyalis Masdar “Serbu Kejari”


* Empat Kali Penundaan Sidang Tuntutan

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Karena ketidakhadiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Wibowo, SH dkk, di sidang tuntutan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Syahrasad Masdar – Bupati Lumajang non aktif- loyalis terdakwa “ngamuk”.
Senin (27/9) sore mereka meluruk ke Kejaksaan Negeri meminta keterangan dan kejelasan alasan ketidakhadiran JPU dalam sidang. Sebab, mereka sangat menyesalkan sudah empat kali sidang ditunda untuk mendengarkan tuntutan JPU.
“Kita semua dirugikan. Para pencari keadilan ini merasa dipermainkan. Masak empat kali sudah ditunda. Kini tidak hadir dan ditunda lagi.,” ujarnya sambil menumpang beberapa mobil menuju ke Kejari Jl Karimata Jember.
Setibanya di sana mereka sempat beradu argument, dan meneriakkan yel – yel protes. Sekitar 7 mobil station yang mengangkut loyalis Bupati Lumajang ini merangsek meminta agar jaksa Hari Wibowo, SH menemui mereka dan menyampaikan alasannya.
Salah satu dari mereka Jamal Abdullah Alkatiri, tokoh PPP Lumajang ini menyatakan protes keras akibat penundaan yang diakibatkan oleh ketidakhadiran JPU tersebut. Apalagi, alasan yang dia dengar bahwa JPU bekerja lambat dan terkesan tidak professional karena mengirimkan Rencana Tuntutan (rentut) ke Kejaksaan Agung tiga hari sebelum sidang. Padahal, penundaan sudah sebulan lalu lebih beberapa hari.
“Saya minta JPU bersih. Tidak ada intervensi dari pihak lain. Saya khawatir penundaan ini ada terkesan campur tangan pihak lain yang ingin menodai proses hukum,” teriak Jamal.
Karena takut terjadi sesuatu massa yang emosi, Kliwon Sugianto, Kasi Pidsus Kejari Jember berusaha menenangkan massa dan menemuinya. Tapi, massa menolak. Mereka tetap meminta penjelasan Hari Wibowo, SH kenapa tidak hadir di sidang.
Dalam pertemuan perwakilan massa, terdiri dari Jamal, Munir, Purwanto, dan Rohani – loyalis Masdar- JPU Hari ditemani Kliwon Kasi Pidsus menerangkan bahwa Jaksa sebenarnya sudah datang, pukul 14.30 WIB tapi karena keburu sidang ditunda dan dimulai majelis PN.
JPU minta maaf
Di depan para loyalis Masdar, JPU meminta maaf atas keterlambatan persetujuan Rentut yang dikeluarkan Kejakgung tersebut. Sehingga ada beberapa berkas tuntutan dari redaksional teks tuntutan masih perlu penyusunan yang lebih cermat, dan teliti.
“Kita sudah minta maaf, karena ada yang perlu diperbaiki susunan redaksional tuntutan. Karena ini kan akan perkara serius. Dan perlu pertimbangan hukum. Ada 70 halaman ini Mas.,” ujarnya.
Kliwon Kasi Pidsus beberapa kali ditanya wartawan tetap mengelak kalau berkas rentut baru dikirim tiga hari sebelum sidang sehingga turunnya rekomendasi dari Kejakgung tidak tepat waktu hari Senin (27/9), alasannya ada keredaksionalan tuntutan yang harus diperbaiki.
Jamal Alkatiri, akhirnya menerima permintaan maaf JPU tersebut. Dan selanjutnya mewarning agar sepekan lagi tanggal 7 Oktober 2010 tidak ada lagi kendala dalam sidang. Sehingga tuntutan bisa dibacakan.
“JPU telah minta maaf kepada kami, dan membaca syahadat. Jaksa Hari Wibowo dalam keadaan puasa dan membaca sumpah Demi Allah, dan syahadat segera menyelesaikan berkas tuntutan sidang ke depan,” ujarnya, sambil menarik semua pendukung meninggalkan Kejari menuju Lumajang. ki

Meja Kursi DPRD Amburadul


Jember, zonaberita.com – Meja kursi di DPRD Jember amburadul. Hingga pukul 11.00 WIB hari Senin (27/9) masih belum dibersihkan dan dikembalikan.Padahal, meja kursi untuk tempat duduk anggota DPRD Jember itu dipinjam untuk pelantikan di Aula PB Sudirman Jl Sudarman Pemkab Jember hari Sabtu (25/9) kemarin.
Ada waktu dua hari untuk melakukan penataan kembali. Tapi hingga Senin, masih terbengkalai. Sehingga banyak anggota DPRD merasa terganggu dan risih. Menurut mereka selain tidak sedap dipandang mata, terkesan tidak professional.
Bahkan jika dibiarkan terkesan bahwa tidak ada koordinasi antar staf dan pegawai di lingkungan Setwan Jember. Ditambah lagi, ada beberapa masyarakat yang keluar masuk DPRD menyampaikan aspirasi baik berkirim surat, atau menemui anggota DPRD terganggu oleh amburadulnya kursi DPRD.
Meja kursi yang biasa ditempatkan di ruang Paripurna DPRD itu ditumpuk di ruang lobi gedung DPRD Jember. Berserakan, ditambah kursi bekas acara halal bi halal dan panggung yang masih belum dicopot.
Salah satu anggota FKB DPRD Jember, Ayub Junaidi Muchson menyayangkan kinerja secretariat DPRD yang terkesan tidak ada koordinasi itu. “Kalau cuma mengangkuti dan menata kembali apa sulitnya. Kenapa tidak menyuruh kuli atau tukang becak saja. Kalau mengandalkan tenaga sukwan di DPRD itu butuh anggaran besar,” ujarnya.
Jika dilihat acara pelantikan kemarin, yang jelas banyak anggaran yang sudah bisa digunakan. Tapi kenapa tidak sampai kepada penyelesaian penataan meja kursi di ruang paripurna. Apalagi terlihat banyak meja kursi paripurna itu yang rusak. Alat sarana palu sidang dan deck name (nama meja) para anggota DPRD hanya dibungkus plastic dan ditumpuk di ruang lobi. Sementara tamu DPRD bergiliran datang Senin kemarin. ki

DPRD Merasa Dilecehkan

• Banmus Akhirnya Divoting

Jember, zonaberita.com – Pelantikan Bupati Jember yang direncanakan Sabtu 25 September 2010, terancam tertunda. Sebab, mekanisme rapat Badan Musyawarah (Banmus) belum dilalui.
Sementara sejumlah anggota DPRD Jember merasa ada unsur pelecehan yang dilakukan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) dan Pemkab Jember karena menyebar undangan secara mendadak dan tiba – tiba sebelum ada ketetapan rapat Banmus oleh DPRD .
“Jika dipaksakan, maka pelantikan sabtu besok tanpa banmus dan tidak akan dihadiri oleh wakil rakyat Jember terutama pimpinan DPRD,” ujar M Ayub, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa.
Ketua Fraksi Golkar Yudi Hartono, juga menyayangkan beberapa tindakan Sekwan yang tanpa koordinasi dan terkesan meninggalkan anggota DPRD. Padahal, syarat dilakukan pelantikan Bupati dan Wabup terpilih adalah melalui rapat paripurna DPRD. Sementara syarat rapat paripurna itu sudah harus diagendakan dan ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus).
“Kita susah – susah membuat tata tertib, dan kemudian dilecehkan sendiri oleh oknum secretariat dewan ini kan lucu,” ujarnya.
Baik Yudi Hartono, Ayub dan beberapa rekan sesama anggota Banmus semisal Bukri, dan Iwan dari PDIP tidak akan menghambat pelantikan. Yang jelas, sesuai mekanisme dan tahapan Pemilukada setelah terpilih, dan melalui proses selanjutnya bupati dan wabup terpilih tersebut harus dilantik.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Soekarwo memanggil beberapa bupati dan wabup terpilih di beberapa Kabupaten di Jatim. Dalam pertemuan itu diperoleh kesediaan masing – masing daerah untuk tanggal dan hari pelantikan. Di Surabaya, tawaran tanggal 25 September 2010 ditolak oleh cabup dan cawabup setelah berkoordinasi dengan DPRD setempat sehingga ditunda menjadi tanggal 27 September 2010, tapi anehnya di Jember. Belum koordinasi dengan Banmus dan DPRD Jember oknum Setwan memutuskan siap pelantikan tanggal 25 September. Padahal, tanggal 24 September 2010, belum ada tanda – tanda rapat Banmus.
Voting
Akhirnya, rapat banmus digelar malam hari pukul 23.00 WIB. Dari hasil rapat banmus itu ada voting untuk menentukan diteruskannya pelantikan esok hari atau tidak. Hasilnya, setuju pelantikan ada 12 orang. Dan tidak setuju ada 10 orang. Hingga akhirnya, Sabtu 25 September 2010, dipastikan ada pelantikan MZA Djalal – Kusen Andalas, oleh Gubernur Jatim, DR Soekarwo.ki

Minggu, 26 September 2010

MZA Djalal - Kusen, Akhirnya Dilantik


• Program 5 Tahun Ditunggu – Tunggu

Jember, magnetcendana.blogspot.com – Akhirnya, keraguan masyarakat Jember akan berita pelantikan terjawab sudah.
Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember terpilih di Pemilukada 7 Juli 2010 mendatang dilantik DR Soekarwo – Gubernur Jatim atas nama Mendagri.
Banyak harapan ditunggu masyarakat Jember, karena banyak program pembangunan 5 tahun ke depan yang telah dijanjikan pasangan Jaka saat kampanye ini.
Tak ketinggalan Direktur Politeknik Jember Drs Asmuji, yang ingin menyampaikan harapannya agar Bupati Jember dan Wabup ke depan mampu membawa Jember menjadi lebih baik.
Menurut Asmuji, pelantikan MZA Djalal dan Kusen Andalas di periode kedua ini telah menjawab harapan bahwa Jember memiliki pemimpin yang harmonis.
Kini, tinggal bagaimana seluruh masyarakat bersama-sama mendukung program visi misi yang dijalankan Bupati Djalal dan Wabup Kusen, guna melanjutkan pembangunan di Jember terutama memberdayakan masyarakat baik masyarakat kota dan masyarakat desa.
Asmuji menyakini Bupati Djalal dan Wabup Kusen akan lebih antusias meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember.
Untuk itu selaku akademisi, Asmuji, menyampaikan bahwa Politeknik Jember akan selalu mendukung program Pemkab Jember dalam rangka memberdayakan masyarakat sehingga seperti yang diharapkan masyarakat Jember dan Gubernur Jatim.
Tentunya, untuk membangun Jember perlu kebersamaan semua masyarakat. ”Sebagaimana Visi dan Misi Bupati Jember ”Menata Kota dan Membangun Desa perlu dilanjutkan. Dengan adanya program itu saya yakin Jember lebih baik. Mulai dari taraf hidup masyarakat, pembangunan fisiknya, apalagi ditambah dukungan semua masyarakat,” ujarnya.
Camat Kencong Drs Yusuf, mengakui bahwa pelantikan Bupati Djalal – Kusen Andalas adalah harapan besar masyarakat Jember, untuk pembangunan 5 tahun ke depan.
Terutama bidang infrastruktur pertanian, dan jalan. Dia yakin Bupati Djalal dan Wabup Kusen istiqomah dalam niatnya membangun kesejahteraan masyarakat Jember ke depan.ki

Bupati dan Wabup Diminta Realiasasikan Visi Misi


Jember, magnetcendana.blogspot.com – Pelantikan bupati dan wabup Jember terpilih dalam Pemilukada langsung 2010, Ir MZA Djalal – Kusen Andalas, yang dinantikan masyarakat terjawab sudah.Sabtu, 25 September, Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo, atas nama Menteri Dalam Negeri, melantik pasangan pemenang Pemilukada MZA Djalal dan Kusen Andalas, di Aula PB Sudirman Pemkab Jember.
Pelantikan dihadiri Ketua dan anggota DPRD, jajaran Muspida, Kepala SKPD, Pimpinan Instansi Lintas Sektoral, Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat itu.
Pelantikan juga sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas santer penundaan dan penggagalan pelantikan pasangan MZA Djalal dan Kusem Andalas, menyusul kasus hukum yang menimpa keduanya.
Karena itu, masyarakat menyambut dengan suka cita acara pelantikan itu. Sehingga MZA Djalal dan Kusen Andalas, secara resmi menjabat Bupati Jember 2010-2015. Banyak harapan dipundak mereka.
Diantaranya, program pembangunan yang terhenti. Terutama bidang pemberdayaan masyarakat dan pengadaan sarana prasarana, seperti penerangan jalan umum diharapkan bisa dilanjutkan.
Keinginan masyarakat ini sejalan dengan janji keduanya saat kampanye dan acara Dialog Solutif Bedah Potensi Desa. Bupati Djalal berjanji bahwa penerangan jalan umum akan ditambah sebanyak 50 ribu titik lagi.
Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo yang melantik Bupati dan Wakil Bupati Jember, Ir MZA Djalal dan Kusen Andalas, S.Ip mengatakan bahwa kabupaten sebagai sebuah daerah sub sistem program pembangunan Propinsi.
Dan Propinsi adalah sub sistem program pembangunan nasional. Ini sesuai pesan Menteru Keuangan dan Mendagri bahwa Presiden menyerahkan sebagian kekuasaan pengelolaan keuangan kepada Propinsi dan Kabupaten.
“Ini saya mengingatkan kembali, bahwa otorisator keuangan, adalah Gubernur dan Walikota/ Bupati,” ujarnya.
Dengan begitu kata Gubernur sangat penting agar dalam melaksanakan tugasnya, keduanya, bupati dan wakil bupati, bisa berjalan bersama-sama.
“Ini penting saya ingatkan, agar wakil bupati juga diajak bicara. Dia tidak memiliki kewenangan, tapi karena janji kampanyenya bersama-sama, hendaknya wakil bupati juga diajak bicara,” tandas.
Gubernur Soekarwo menganggap pesan itu sangat perlu disampaikan, mengingat, ada beberapa daerah, setelah bupati dan wakil bupatinya dilantik sudah tidak rukun.
“Alhamudillah, di Jember ini rukun, tapi di tempat lain baru 3 bulan saja sudah tidak bersama,” ungkapnya.
Dikatakan, ketidakrukunan seorang bupati dan wakilnya, akan banyak mempengaruhi kinerja pemerintahan. Bahkan tidak jarang pula, akibat dari ketidakrukunan tersebut, staf dan masyarakatnya menjadi bingung.
“Kalau tidak rukun, jelas masyarakat dan stafnya, jadi ini penting, karena akan mempengaruhi kinerja. Suami isteri saja kalau tidak akur, anaknya bingung. Ini yang perlu saya ingatkan, agar semuanya bisa berjalan propduktif,” pesannya
Mengenai visi misi bupati dan wakil bupati, Gubernur meminta harus dipenuhi. Dari paparan visi misi terwujudnya masyarakat Jember yang sejahtera, agamis dan bermartabat, bukan perkara yang mudah direalisasikan.
“Saya sudah baca visi misi bupati dan wakil bupati, jadi tolong direalisasikan. Sebagai Gubernur saya yakin pada Pak Djalal dan Kusen bisa merealisasikan,” ujarnya. ki

Jumat, 24 September 2010

Anggota Gapensi Harus Teladani Nabi


Jember, magnetcendana.blogspot.com - DPC Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Jember menggelar halal bi halal sederhana di Café Ever Green.Seluruh anggota DPC Gapensi Jember terlihat hadir. Ketua Gapensi Jawa Timur Ahmad Amin, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf, Kabag Humas Drs Agus Slameto, MSi, wartawan dan sejumlah undangan lain juga turut hadir untuk saling berjabat tangan dan saling memaafkan.
Ketua Gapensi Propinsi Jawa Timur Ahmad Amin menyambut baik halal bihal untuk mempererat silahturahmi keluarga besar Gapensi dari Kabupaten hingga Propinsi.
Secara pribadi Amin meminta maaf atas kesalahan selama ini, melalui momentum Idul Fitri komunikasi antara pengurus dan anggota diharapkan ke depan semakin kuat dan erat.
“Saya senang bisa datang ke Jember berkumpul dengan teman teman. Kita berharap Gapensi menjadi keluarga besar yang harmonis, rukun, dan tak ada permusuhan,” ujarnya.
KH Achmad Nasihin AR dalam tausiyahnya mengatakan bahwa sebagai umat Islam hendaknya meniru apa yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Ada tiga hal penting yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setiap kali Idul Fitri, pertama, Nabi selalu merasa bersalah kepada dirinya, kedua meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat, ketiga berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Kalau tiga hal itu bisa ditiru oleh pengikut Nabi Muhammad SAW, maka tidak akan ada kesalahan yang sama karena sudah berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. ki

Poktan & Penyuluh Kuat, Ubah Nasib Petani


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Kondisi cuaca anomaly seperti tahun 2010 ini membuat nasib petani Jember semakin terpuruk.Tahun 2010 ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Sejak musim kemarau (MK) I bulan Maret - Juni, petani sudah mengalami gagal panen akibat hama wereng.
Di MK II ini petani berharap ada perubahan nasib tapi harapan sirna setelah faktanya di MK II ini cuaca semakin anomaly burun menghancurkan tanaman tembakau dan hortikultura lainnya.
Jumantoro Ketua Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, musim hujan (MH) kali ini kata dia, cenderung lebih cepat dari biasanya dan membuat petani sibuk menyiapkan proses tanam.
Biasanya petani memulai tanam di akhir bulan Desember atau awal Januari. Bahkan untuk areal pertanian tadah hujan sudah mulai ditanami jagung dan padi.
Lazimnya musim tanam di bulan Januari dan Pebruari. Tapi Jumantoro memprediksi target produk pertanian gabah di Jember antara 800 ribu ton – 1 juta ton akan terpenuhi, karena didukung cuaca.
“Saya berharap ada regulasi kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan nasib petani, gagal panen di MK I dan MK II membuat para petani kesulitan modal,” ujarnya.
Gagal panen ini terjadi merata di semua wilayah Kabupaten Jember. Sehingga petani semakin terpuruk.
Tapi petani tak boleh putus asa dan harus bangkit untuk terus menanam. Dengan pola efisiensi dengan pupuk organik dan campuran non organik, agar lebih murah.
Yang terpenting, perlunya penguatan kelembagaan kelompok tani dan kelompok penyuluh karena keduanya kelompok ini bagai dua sisi mata uang.
Keduanya tak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung. Bahkan ke depan harus ada Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan Lembaga Mikro Keuangan Petani untuk mengantisipasi anomaly cuaca, dan gagal panen. ki

P2MABA UNEJ GANDENG POLRES

Jember, magnetcendana.blogspot.com - Mahasiswa baru Universitas Jember menjalani Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru P2MABA 24 September - 10 Oktober 2010.Pembukaan P2MABA dipimpin Pembantu Rektor III Universitas Jember, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum dimulai acara jalan sehat bersama dan atraksi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kampus Tegalboto pukul 06.00 WIB.
Kegiatan P2MABA adalah lanjutan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) yang tahun ini dilakukan bareng bulan Ramadhan.
Untuk jalan sehat diawali dari Stadion Universitas Jember berkeliling Kampus Tegalboto. Garis finish di Stadion Universitas Jember, tempat mahasiswa baru akan menyaksikan kebolehan seniornya dari UKM-UKM se Universitas Jember.
Karena proses belajar mengajar sudah berjalan, maka pelaksanaan P2MABA hanya diselenggarakan hari Sabtu dan Minggu. Sehingga kegiatan tidak menganggu proses perkuliahan.
Pembantu Rektor III Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, mengatakan PK2 lebih banyak materi pengenalan dunia perguruan tinggi sedang P2MABA lebih banyak materi menggali potensi mahasiswa baru.
Khusus P2MABA materi diberikan adalah Dasar-Dasar Manajemen Organisasi, Ketrampilan Berkomunikasi, Pengenalan dan Pengembangan Diri.
Dalam P2MABA, Universitas Jember bekerjasama dengan Polres Jember yang akan menyampaikan materi safety riding (keselamatan berkendara) dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta tata cara penyampaian aspirasi. ki


IUD, Alat Kontrasepsi Paling Diminati


Jember, magnetcendana.blogspot.com – Agenda tahunan HUT TNI dengan wujud TNI Manunggal KB & Kesehatan tahun 2010 dengan kemasan pekan Intra Uterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi rahim serentak di seluruh Kecamatan Kabupaten Jember tanggal 20 - 27 September. TNI Manunggal KB Kes, diharapkan target lima orang aseptor IUD tiap desa dapat terpenuhi.
Pekan IUD ini minimal mampu mendongkrak jumlah pemakai aseptor IUD di Kabupaten Jember untuk September ini mencapai 1230 orang.
Tingginya jumlah aseptor KB di Jember memberi kontribusi tersendiri bagi keberhasilan KB Propinsi Jawa Timur.
Tak heran bila Kabupaten Jember mendapat penghargaan medali emas dari Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Timur sebagai Kabupaten dengan jumlah aseptor IUD terbanyak.
Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Pemkab Jember sendiri dalam mendukung suksesnya TNI Manunggal KB Kes – dengan menurunkan empat tim.
Tiga tim akan di masing-masing kecamatan dan satu tim lain bertugas di Posko Kecamatan setiap hari.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB(BP2KB) Pemkab Jember Dra. Lilik Hartini, MSi, menegaskan dalam pekan IUD bahwa alat kontrasepsi ini memang sangat diminati oleh wanita usia subur di Jember.
Data yang ada di tahun 2009 jumlah aseptor IUD mencapai 9270 orang atau naik 102,70%, dari target 9007 orang.
Keberhasilan aseptor IUD di Jember ini menunjukan tingginya kesadaran masyarakat untuk mengikuti KB.
“Dalam pekan IUD di Jember juga akan melibatkan tim dari Dinkes, PKK, BP2KB dan Kodim 0824, dengan taget di tiap-tiap desa atau kelurahan 5 aseptor IUD jumlah aseptor IUD di Kabupaten Jember akan terus bertambah,” ujarnya.
Dengan Pekan IUD pasangan usia subur (PUS) antara usia 20-49 tahun bisa menggunakan KB IUD karena tidak mengandung zat kimia.
IUD berperan menghambat perttumbuhan sel telur dan sperma di rahim, sehingga tingkat kegagalan alat ini kecil sehingga IUD diminati masyarakat Kota dibanding Desa atau perbandingan 60 : 40.
Di semester I hingga bulan Juli tahun 2010 jumlah aseptor KB IUD di Jember mencapai 63,40% atau sekitar 1685 orang.
Tahun sebelumnya jumlah aseptor meningkat signifikan, di semester I tahun 2010 ini ada Kecamatan dengan jumlah aseptor IUD terbanyak, diantaranya Kaliwates 88 aseptor, Tempurejo 55, Jombang 44, Ambulu 41, Kalisat dan Puger 40. ki

Asisten Resmikan Galeri Baru Indosat


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Sebagai wujud komitmen memberikan pelayanan informasi yang terbaik kepada masyarakat PT Indosat meresmikan gedung galeri baru yang megah terletak di Komplek Gajah Mada Square Kamis (23/9) oleh Asisten II Drs. Slamet Oerip Santoso, Msi mewakili Pj Bupati Jember, Drs. Zarkasih.Oerip menegaskan bahwa galeri baru Indosat merupakan langkah positif dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana informasi di masyarakat Jember.
Atas nama Pemerintah Kabupaten, dia berharap agar segala kebutuhan masyarakat terkait sarana telekomunikasi, baik informasi dan keluhan (complain) dapat terlayani baik.
“Sehingga semua kalangan bisa memanfaatkan fasilitas ini. Mengingat kemajuan peradaban masyarakat ditentukan oleh teknologi telekomunikasi sebagai wadah informasi,” ujarnya.
Dia mengingatkan kepada semua pihak, terutama PT Indosat untuk semakin terpacu meningkatkan kualitas pelayanan. Demi untuk mendukung pembangunan di Jember.
Head of Branch Jember, Cok Mahendra, menegaskan bahwa peresmian galeri pusat Indosat ini adalah sebagai persembahan untuk pelanggan.
Sehingga masyarakat bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhannya, baik berupa informasi dan complain ke PT Indosat.
“Artinya masyarakat akan terwakili di sini,” ujarnya.
Kabag Humas Drs. Agoes Slameto, menegaskan bahwa ke depan Indosat dapat ambil bagian dan kontribusi positif dalam upaya menghidupkan perkonomian daerah.
“Saya berharap indosat bisa menjadi sesuatu yang positif bagi masyarakat Jember,” ujarnya. ki

Kamis, 23 September 2010

Camat Rambipuji Gandeng Tomas dan Toga


Jember, magnetcendana.blogspot.com – Tradisi setiap syawal di Kecamatan Rambipuji adalah melakukan halal bi halal.Kali ini di Balai Pendopo Kecmatan Rambipuji halal bi halal dihadiri Kabag Humas Drs. Agus Slameto, MSi, mantan Asisten II Drs Fadallah Msi, Muspika, Toga dan Tomas serta ulama, kades dan Paguyuban masyarakat.
Camat Drs Sunaryo selaku camat meminta maaf bila selama ini ada kesalahan dan kekhilafan dari perbuatannya.
Idul Fitri adalah momentum tepat untuk saling memaafkan. Salah satunya melalui halal bihalal untuk saling bertemu dan minta maaf.
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa baik karena Idul Fitri adalah kesempatan melebur kesalahan dan dosa serta berjanji tidak mengulangi kesalahan.
“Jadikan Idul Fitri sebagai momentum. Sesungguhnya muslim itu saudara. Jangan hanya saat idul fitri saja. Tapi setiap kali melakukan kesalahan langsung meminta maaf,” ujarnya.
Sebab, dalam tugasnya manusia di bumi ini adalah untuk beribadah hablum minallah dan hablum minannas.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto, Msi, halal bi halal yang dilaksanakan di Rambipuji adalah implementasi pelayanan kepada masyarakat melahirkan insan - insan beriman dan bertaqwa.
Ke depan antara ulama umaroh dan umat menjadi satu menjadi insan pembangunan manusia mengamalkan ajaran dengan dasar keimanan membantu masyarakat dan pemerintah kompak membangun.ki

PBR Partisipasi dalam Pembangunan


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Untuk mempererat jalinan kerjasama sinergis antara Kecamatan Rambipuji dengan elemen masyarakat Rambipuji, termasuk para Tokoh Agama (ToGa), Tokoh Masyarakat (ToMas) Pemerintah Kecamatan membentu paguyuban Rambipuji Bersatu (PBR).Hal itu untuk pemberdayaan masyarakat, serta mengawasi program Pemerintah Kecamatan. PBR juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi program kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab melalui Pemerintah Kecamatan Rambupuji.
Terkait ini Camat Rambipuji, Drs. Sunaryo, Msi, mengatakan bahwa PBR telah dibentuk bersama masyarakat Rambipuji sejak tahun 2007, melibatkan seluruh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tanpa melihat etnis dan golongan.
“Ketua PBR ini orang keturunan Tionghoa lho Mas !,” ujarnya.
Lebih lanjut pembentukkan PBR ini juga bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Pasalnya, untuk berpartisipasi melakukan pengawasan sangat membantu tugas pemerintah kecamatan.
“Dengan PBR, masyarakat yang mengerjakan, dan mengawasi apa proyek pembangunan. Artinya masyarakat terlibat secara aktif di sini,” ujarnya.
Sunaryo menegaskan pula bahwa PBR adalah organisasi yang prakarsai masyarakat sendiri yang difasilitasi Kecamatan. PBR diharapkan bermanfaat bagi Kecamatan Rambipuji untuk sosialisai program Pemerintah Kabupaten, pemberdayaan dan pengawasan.
Ehsan, tokoh masyarakat setempat mengatakan PBR adalah langkah progresif Pemerintah Kecamatan dan masyarakat untuk merangsang partisipasi masyarakat.
Kabag Humas Agoes Slameto, membeberkan bahwa pembentukkan PBR adalah langkah yang baik, dan bisa dicontoh Kecamatan lain. Sebab, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sangat diperlukan. ki

Selasa, 21 September 2010

Uji Ranmor Meningkat


Jember,magnetcendana.blogspot.com - Untuk memberikan kenyamanan, keselamatan kepada para pengguna kendaraan bermotor pasca lebaran maka UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, melakukan uji kendaraan bermotor. Pengujian ini untuk mengetahui tingkat kelayakan kendaraan bermotor yang dimiliki masyarakat.
Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Jember, Samsul Hadi, SH, mengatakan uji kendaraan bermotor meningkat signifikan, menjelang dan usai Hari Raya Idul Fitri.
Samsul menambahkan bahwa untuk kendaraan yang mati uji saat cuti bersama sesuai aturan kendaraan ini tidak dikenakan denda.
Data Balai Pengujian KB setiap harinya sebelum lebaran, UPT pengujian menangani 60 kendaraan bermotor, tapi pasca lebaran mencapai 250 kendaraan/minggu.
Karena itu - mantan Ka UPT Parkir ini – menegaskan bahwa dengan adanya operasi gabungan menjelang lebaran, UPT Uji KB terkait pemeriksaan teknis kendaraan terus melakukan perbaikan pelayanan.
Dalam operasi gabungan ditemukan ada salah satu PO, yang melanggar karena beberapa armada bus dalam kondisi tak laik jalan.
Samsul meminta agar semua PO selaku pemilik Bus yang beroperasi di Jember demi kenyamanan penumpang dan keselamatan para penumpang serta pengguna jalan yang ada mengujikan kendaraan.
“Masalah kelayakan jalan, terutama kendaraan yang masih layak atau laik uji, yaitu untuk menentukan kelayakan jalan. Seorang penguji dalam meloloskan kendaraan itu berpedoman kepada persyaratan tehnis dan persyaratan laik jalan,” terang Samsul Hadi.Untuk ukuran emisi, balai pengujian telah menentukan kadar gas yaitu sekitar 70 %. ki

Wartawan & Pemerintah Sinergis


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Tradisi setiap bulan syawal keluarga besar Humas Pemkab Jember mengadakan halal bihalal usai jam kerja di rumah salah seorang staf Humas Pemkab Jember Budi Satrio Jl.Singosari I/25 A Kebonsari.Dihadiri Kabag Humas Pemkab Jember Drs. Agus Slameto, MSi serta wartawan media cetak di Jember seperti Derap Pembangunan, Sorot, Prioritas serta Kompas ikut ambil bagian dalam pelaksanaan halal bihal itu.
Dalam sekapur sirih itu Agus Slameto mengaku terima kasih kepada mereka yang menyempatkan diri hadir.
Dia selaku pejabat meminta maaf, bila selama ini ada kesalahan dan kekhilafan yang pernah diperbuat.
Idul fitri adalah momen tepat untuk saling memaafkan sesama. Salah satunya melalui halal bihalal manusia yang tempatnya dosa saling memaafkan.
“Jadikan idul fitri untuk saling memaafkan satu sama lainnya, sesungguhnya muslim itu bersaudara. Jangan hanya pada saat idul fitri baru meminta maaf kepada mereka yang pernah disalahi,” ujarnya.
Kalau perlu setiap berbuat salah mereka langsung meminta maaf tapi bukan berarti seenaknya melakukan kesalahan.
Secara pribadi dan keluarga besar Humas Pemkab Jember dan rekan-rekan wartawan sebagai mitra kerja semua harus saling memaafkan.
“Kita tunjukkan persaudaraan dalam mewujudkan Jember yang aman dan kondusif untuk melanjutkan tujuan pembangunan,” ungkap Agus.
Indra GM salah satu wartawan, mengatakan bahwa tali silahturahmi bisa menambah panjang usia seseorang.
Serta dapat menambah rejeki dari Allah SWT. Dia berpendapat apa yang dilakukan Humas dengan halal bihalal banyak hikmah yang bisa diambil. ki

Halal Bi Halal Pemkab, PKL Untung


Jember, magnetcendana.blosgpot.com – Acara halal bihalal di lingkungan Pemkab Jember membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima (PKL).PKL yang biasa mangkal di halaman belakang Pemkab selalu dilibatkan. Praktis para PKL ini kebanjiran order dadakan saat acara itu.
PKL dalam halal bihalal selain dapat untung tambahan, Pemkab tidak perlu dipusingkan dengan urusan komsumsi saat berlangsungnya halal bihalal.
Tentu saja PKL mengaku senang ikut halal bihalal karena justru menambah pekerjaan ekstra bagi mereka ketimbang hari biasanya.
Biasanya memang PKL terlihat sibuk mempersiapkan pesanan makanan. Jumlah orderan per PKL ada yang mencapai 200 porsi.
Tak jarang PKL ini tidak bisa bisa tidur semalaman gara-gara harus memasak, karena mau tidak mau apa pesanan Pemkab harus jadi paginya.
Tajab Hartono pria kelahiran Gemolong Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Tajab yang jualan mie ayam dan soto mie.
Dia empat kali ini dipercaya Pemkab Jember ikut halal bihalal. Meski setiap kali halal bihalal piranti dagangannya seperti mangkok, sendok dan garpu ada yang hilang atau pecah.
Tapi dia melakoni profesi penjual mie ayam Solo sejak 1997 menyadari hal itu, mengingat banyaknya mereka yang datang memadati tempat berlangsungnya acara.
Bagi Tajab dan puluhan rekan PKL lainnya momen halal bihalal selalu ditunggu-tunggu karena untungnya cukup lumayan walau capek luar biasa.
“Untuk penyelenggaraan halal bihal tahun 2010 ini Pemkab Jember memesan soto mie buatan sebanyak 200 mangkok, atau Rp 1.400.000 atau Rp 7000 per mangkoknya. Saya senang dapat pesanan ini. Untungnya lumayan.,” ujarnya.
Dengan keuntungan yang didapat dari PKL Kabag Humas Drs. Agus Slameto, MSi merasa senang mendengarnya karena hal itu rejeki tahunan bagi PKL. ki

Papuma Perlu Pengembangan Manajemen


Jember, magnetcendana.blogspot.com - Potensi wisata di Kabupaten Jember terutama wisata pantai butuh pengelolaan yang lebih baik dan professional.Jika begitu maka tempat wisata Jember tak kalah dengan daerah lain. Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) misalnya sangat berpotensi dikembangkan.
Hanya saja, selama ini pengelolaan dan pengembangan Papuma, terkesan sekadarnya. Padahal kawasan ini berpotensi mendatangkan pendapatan tak sedikit.
Pemerintah Daerah setidaknya bisa memanfaatkan keberadaan Papuma untuk memajang hasil kerajinan masyarakat dan makanan khas Jember.
Sedang Perhutani sebagai pemilik wisata Papuma, akan mendapat efek luar biasa. Baik makanan dan hunian penginapan.
“Mestinya daerah tidak perlu melihat Papuma itu aset daerah atau bukan, yang penting bagaimana antara daerah dengan Perhutani bisa bersinergi demi perkembangan Jember dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Heru Agus S, pengunjung asal Bone, Sulawesi Selatan.
Kekaguman Heru atas pesona Papuma, tidak berlebihan, karena faktanya pantai dekat Watu Ulo ini, memiliki sejumlah kelebihan.
Diantaranya, gelombang ombak di pantai dengan pasir putihnya ini tidak terlalu besar, sehingga memungkinkan anak-anak atau pengunjung bisa mandi.
Belum lagi soal lokasinya yang cukup luas dan bisa dijadikan tempat bersantai pengunjung bersama keluarganya. Ditambah lalulalangnya monyet-monyet hutan, kian menambah eksotika Papuma.
Heru sengaja mengahabiskan liburannya bersama keluarga di Papuma menyatakan keheranannnya atas potensi Papuma yang indah tapi belum digarap optimal.
“Dibanding pantai-pantai lain yang pernah saya datangi, Papuma ini memiliki banyak kelebihan. Mungkin yang perlu dilakukan, di sini perlu ada pementasan seni tradisional Jember,” tandas Heru, anggota TNI.
Rasa kagum terhadap Papuma juga diakui turis asal Perancis, yang berkunjung ke pantai ini. Dia ingin berlama-lama di pinggiran pantai hanya untuk menyaksikan anak-anak mandi di laut. ki

Bisnis Baru Janur Kupatan


Jember, Magnetcendana.blogspot.com - Mendekati hari raya ketupat atau lebaran H+7 bisnis baru bermunculan berupa dagang janur atau bungkus kupat.Tradisi kupatan masih melekat di adapt masyarakat Indonesia. Tak heran bila momen setahun sekali ini dimanfaatkan para penjual janur untuk usaha baru.
Tak sembarangan orang bisa merancang bungkus kupatan yang terbuat dari janur. Anyaman, dan kerapian menyanyam daun kelapa muda itu perlu keahlian dan ketekunan untuk belajar.
Pak Ilham asal Dusun Gendir Desa Banjarsengon Kelurahan Banjarsengon Kecamatan Patrang, selama lima tahun terakhir dia menggeluti profesi sebagai pedagang janur belajar menganyam janur dari bapaknya.
Setiap hari dia selalu ikut bapaknya berjualan. Sehingga membuat dia setelah dewasa secara otomatis bisa menganyam daun janur.
Hasilnya, dia tak kalah dengan keahlian bapaknya. Sejak itu Pak Ilham memutuskan berjualan janur dan tak disangka peminatnya masih tinggi di Jember ini.
“Bapak saya dulunya juga jual janur dan klongsongan ketupat di Pasar Tanjung, Tiba tiba saya ingin seperti bapak. Dan belajar merangkai serta menganyam janur. Janur yang saya jual ini khusus didatangkan dari Panti dan Sukorambi,” ujarnya.
Harga klongsongan ketupat per ikat Rp 4000. Konsumen biasanya cenderung membeli klongsongan, mereka tidak mau ribet karena tidak semua orang bisa merangkai janur.
Pak Akhmar warga Dusun Serut Desa Serut Kecamatan Panti penjual janur lainnya, mengakui hal itu.
Para konsumen tidak ingin repot merangkai janur sendiri. Tapi membeli dalam bentuk sudah jadi. Di rumah mereka tinggal mengisi dengan beras, dan langsung dimasak.
Setiap menjelang H+7 lebaran kupatan, Pak Ilham dan Pak Akhmar merasa gembira karena barang dagangannya selalu ludes.
Tak heran jika di Pasar Tanjung banyak pedagang seperti kedua orang ini menjual barang yang sama.
Humas Pemkab, Drs. Agus Slameto, MSi merasa senang bahwa idul fitri ini membawa barokah tersendiri bagi kehidupan wong cilik. ki

Jumat, 17 September 2010

Rembangan Sepi Pengunjung, Muncul Kompetitor


Jember, Magnetcendana.blogspot.com- Jumlah pengunjung tempat wisata pemandian dan hotel Rembangan menurun drastic.Dibanding tahun sebelumnya, tahun ini Rembangan bukan tujuan wisata yang digemari masyarakat.
Hal itu tak lain karena munculnya obyek wisata baru di Jember. Selain itu, keberadaan warung lesehan di sepanjang jalan menuju Rembangan juga mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat.
Buktinya banyaknya kendaraan khususnya roda dua diparkir di warung lesehan, sebelum lokasi Rembangan.
Kendati terbuat dari atap jerami, dan sajian menu sederhana tampak laris manis, dan padat pengunjung.
Dibanding Rembangan, yang sepi di musim lebaran tahun ini. Tingkat hunian kamar hotel menurut karyawan Hotel Rembangan juga sangat berbeda.
Di lebaran tahun lalu sempat terjadi lonjakan hunian kamar hotel. Banyak yang dipesan jauh sebelum lebaran.
Tapi kini banyak yang kosong. Diperkirakan tingkat hunian kamar Hotel Rembangan kali ini merosot hingga 50%.
“Sepinya pengunjung Rembangan karena banyaknya tempat wisata baru di Jember, “ ujarnya.
Untuk tarif kunjung ke Rembangan, dinaikkan menjadi Rp 75.000 dibanding pada hari biasa hanya Rp 5000, termasuk harga kamar hotel ukuran standart dari Rp 125.000 naik menjadi Rp 150.000.
Kelebihan Rembangan dibanding tempat wisata lainnya di Jember tidak hanya dari udaranya yang sejuk, tapi pengunjung juga bisa menikmati hangatnya teh jahe asli buatan ksaryawan Rembangan. Tapi hal itu tidak menarik minat pengunjung.
H+ 5 kawasan wisata Rembangan tidak banyak pengunjung padahal hari itu Jum’at dan Sabtu. Tercatat hanya 900 orang per hari.
Meski ada beberapa pengunjung dari luar kota yang berkunjung ke tempat tersebut tapi jumlahnya tidak seberapa dibanding tahun kemarin.
Humas Drs Agus Slameto, MSi memaklumi sepinya pengunjung kawasan wisata Rembangan akibat munculnya tempat wisata baru di Kabupaten Jember. ki

Halal Bi Halal Pemkab Jember Gayeng


Jember, magnetcendana.blogspot.com- Setelah Pj Bupati Jember, Teddy Zarkasih. SH, melakukan siadak kebeberapa SKPD guna memotivasi pegawai dalam tugas-tugasnya acara silahturahmi dikemas Halal Bi halal dengan seluruh pejabat SKPD, Camat, Lurah dan Kades se-kab Jember, dilakukan di halaman Pemkab. Rabu (16/9).Acara berlangsung gayeng, dan sederhana. Nuansa Idul Fitri masih sangat terasa. Pj Bupati Jember, Teddy Zarkasih, menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama karyawan selama ini.
Termasuk mengapresiasi seluruh pegawai Pemkab Jember atas tingkat kehadiran pasca lebaran dibanding Kabupaten lain di Jatim.
Artinya pegawai Pemkab Jember memiliki tanggungjawab tinggi atas tugas-tugasnya.
Dia berharap tradisi semacam itu terus di jaga di tahun mendatang. Teddy Zarkasih berharap Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih bisa segera dilantik, sehingga tidak menimbulkan opini negative di masyarakat.
Zarkasih, mengakui saat ini muncul spekulasi-spekulasi dari orang yang tak bertanggungjawab untuk merusak image Pemkab Jember sendiri.
Dia menghimbau agar para pejabat SKPD, Camat, Lurah, Kades, dan para staf jajaran Pemkab Jember tak terpengaruh hal itu. Karena tugas mereka yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat.
Kabag Humas Drs Agoes Slameto juga berharap opini-opini yang berkembang tidak perlu risaukan mengingat pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. ki

Kamis, 16 September 2010

MZA Djalal Open House Sederhana


Jember, Magnetcandana.blogspot.com- “Jadikan Semangat Idul Fitri Untuk Tingkatkan Ukhuwah”. Demikian petikan pernyataan dari MZA Djalal – Calon Bupati terpilih 2010-2015 di Jember yang tinggal menunggu penetapan pelantikan dari Mendagri.
Ratusan orang membaur di rumah MZA Djalal di Jl. Dr. Sutomo. Masyarakat saling berjabatan tangan dan saling memaafkan.
Tampak pejabat SKPD, camat, karyawan di Pemkab, wartawan, saat open house itu. Selain masyarakat umum tentu saja.
Mereka bergiliran menyalami MZA Djalal dan Ibu Sri Wahyuni Djalal. Kesan sederhana jauh dari kemewahan tampak dalam “open house” kali ini.
Rumah MZA Djalal dipilih sebagai tempat “open house” seperti baru pertama kali sejak dirinya menjabat Bupati periode sebelumnya.
Melihat banyaknya para tamu di MZA Djalal , membuat tuan rumah dan istri Sri Wahyuni Djalal terharu. Mereka tak menyangka “open house” itu bakal dibanjiri oleh tamu.
Tak sedikit tamu masyarakat memberi ucapan selamat atas terpilihnya MZA Djalal sebagai bupati Jember 2010-2015.
Melihat itu, MZA Djalal berterimakasih dan gembira karena masyarakat mau datang ikut nimbrung dalam kegiatan “open house” di rumahnya.
“Alhamdulilah kita masih bisa dipertemukan kembali untuk melaksanakan ibadah puasa ramadhan dan dapat merayakan idul fitri 1431 H, saya beserta keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu yang telah menyempatkan diri untuk datang dalam kesempatan “open house” ini,” ujarnya.
Idul fitri adalah kesempatan baik untuk saling memafkan satu sama lainya terhadap kesalahan yang ada, paling tidak idul fitri bisa menjadi semangat meningkatkan ukhuwah dan tali persaudaraan.
Camat Sukowono Drs Suyitno sangat terkesan sekali dengan “open house”di rumah MZA Djalal itu. Sehingga dia menilai kegiatan itu tidak nampak nuansa kedinasannya sedikitpun bila dibanding di Pendopo Wahya Wibawa Graha.
Senada disampaikan Mutadi warga Jl. Sriwijaya Kecamatan Sumbersari, dengan diadakannya “open house” dikediaman MZA Djalal tersebut.ki


Tingkat Kehadiran PNS Pemkab Cukup Tinggi


Jember, magnetcendana.blogspot.com – Tingkat kehadiran PNS di lingkungan Pemkab Jember pasca lebaran mendapat apresiasi positif karena dari daftar hadir lewat apel dipimpin Pj Teddy Zarkasih menunjukkan posisi luar biasa hampir 97,5 %. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Miaty Alvin SH, melalui Sekretaris BKD, Drs. Agus Subiyono, bahwa tingkat kehadiran PNS pasca lebaran cukup tinggi.
Hal ini dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kehadiran PNS pasca lebaran mencapai 97,5 % dari jumlah PNS sebanyak 493 PNS.
Diakui bahwa dari daftar hadir hanya 13 orang PNS yang mbolos. Tapi, 13 orang ini tak masuk kerja dilengkapi surat ijin ke Kepala SKPD masing-masing.
“Semuanya dilengkapi surat, termasuk yang sakit, cuti, ijin belajar maupun keperluan yang mendesak”, jelas Agus. .
BKD menghimbau kepada PNS agar dapat meningkatkan kinerja sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Sekkab Jember Sugiarto, SH, mengatakan hasil pantau apel oeh Pj Bupati tingkat kehadiran PNS sangat luar biasa.
Setkab Jember Sugiarto, berharap posisi ini dipertahankan hingga tahun ke depan.
Mantan Kepala BKD menghimbau untuk hari pertama masuk kerja setelah bukan semata sanksi, tapi PNS atas dasar sadar sebagai abdi masyarakat. PN hanya menjalani lima hari cuti pasca lebaran.ki