Sabtu, 21 Desember 2013

Layanan KUA Jadi Modern ......(3/habis)

TULISAN terakhir di sesi Petugas Pencatat Nikah (PPN) ini sengaja memang berisi gambaran  bagaimana kehidupan mereka, sekarang antara dibutuhkan dan tidak. Disenangi dan dibenci. Dijadikan bahan penting dan juga tidak. Seabrek rasa dan gundah gulana dalam diri para petugas pencatat nikah setelah mereka didemo, diprotes, dan sangat diperhatikan Pemerintah.

Itu Rizki Petugas Pencatat Nikah....(2)

JIKALAU ada yang mengatakan enak menjadi Petugas Pencatat Nikah (PPN) saya kira tidak seratus persen benar. Ujung-ujungnya yang dinilai pasti kesejahteraannya. Kalau dari segi jaminan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang digaji Kementerian Agama RI bisa jadi ini benar. Karena jaminan kelangsungan penghasilan dari gaji sangat aman.

Pungli atau Sukarela Petugas Pencatat Nikah....(1)

Petugas Pencatat Nikah (P2N)  ialah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat oleh Menteri Agama berdasarkan Undang-undang Nomor 22 tahun 1946 pada tiap-tiap kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA).

Ora Sabaran Lebih Banyak....

PAGI-PAGI saya diskusi dengan teman – teman. Pertama kali saya hanya mendengarkan saja ada orang bicara. Kebetulan teman – teman diskusi ngalor ngidul. Tapi lama kelamaan ada isinya juga. Soal pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menemukan Ruh Muharram..

MUHARRAM itu bisa diartikan diharamkan. Dihormati. Perdamaian. Gencatan senjata. Tidak ada perang. Karena perang sudah usai. Kalau memahami perang dalam hidup, berdasarkan periode bulan saja, bahwa manusia perang beratnya adalah sejak bulan Rajab, Sya’ban, Ramadhan hingga Muharram.

Uang Itu Fana...

SUATU ketika aku dipaksa oleh seseorang untuk memberikan sebuah doa khusus agar cepat dapat rejeki yang besar. Bahkan, rejeki yang cepat dan usaha mudah. Lalu aku jawab. “Itu persekongkolan dengan jin, yang ada,” ujarku.

Perda Proteksi...



PERATURAN DAERAH (Perda) kadangkala memang masih jadi macan ompong. Karena hanya jadi target Legislasi Daerah (Legda) saja. Inisiatif DPRD ?. Yaa...bisa jadi. Apapun namanya, semua masih seperti macan ompong. Di Jember ada Perda kos – kosan. Ruhnya memang memperketat bagaimana pemilik kost tidak secara liar membiarkan anak kost campur baur, dan mirip rumah bordil.

Indonesia Rasa Malaysia

SUATU hari aku berdialog soal nasionalisme bangsa Indonesia. Kian hari memang kian memprihatinkan. Diskusi aku mulai dari persoalan beras. Yang dibahas adalah soal import.  Pertanyaan pertama, kenapa harus import beras ?. Temanku mengatakan, “Ah itu akal – akalan saja,”. Lalu aku minta komentar dia lagi, kalau import dihentikan, apa tidak merugikan rakyat ?”. Dia langsung menjawab,”Yaa jelas tidak. Yang merasa rugi ya , orang – orang pemain usaha itu,”. Yang suka ambil untung.